Majalah Geografi Indonesia
Not a member yet
    419 research outputs found

    KONSERVASI PANTAI TELUK KUPANG NUSA TENGGARA TIMUR

    No full text
    ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah (1) mempelajari karakteristik pantai Teluk Kupang, (2) mengidentifikasi jenis kerusakan pantai dan lokasi terjadinya, serta (3) menyusun model konseptual konservasi pantai yang sesuai dengan karakteristik pantai Teluk Kupang. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode survei dan teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive dengan mempertimbangkan kerusakan pantai, keunikan lanskap, dan kelangkaan biota. Hasil penelitian adalah sebagai berikut : (1) Pantai Teluk Kupang memiliki karakteristik terkontrol struktur sesar; berbentuk cliff dengan gerong laut, gisik, dan rataan pasut; mengalami erosi gelombang yang didukung julat pasut 2,4 m, tipe empasan menggelora dan menunjam, arus surut (0,32 knot) lebih cepat daripada arus pasang (0,27 knot). (2) Ada empat kelas kerusakan pantai di Teluk Kupang, yaitu kerusakan yang telah terjadi (di Pantai Paradiso) akibat pembukaan hutan mangrove untuk tambak, kerusakan yang telah dan sedang terjadi (di Pantai Lasiana, Oesapa) akibat pembongkaran bagan-bagan perikanan laut, kerusakan yang sedang dan akan terjadi (di Pantai Kupang Lama) akibat erosi gelombang alami, serta kerusakan yang akan terjadi (di Pantai Pulau Kera) akibat hunian liar. (3) Model konseptual konservasi pantai mencakup konservasi dari aspek vegetative melalui rehabilitasi pantai dengan perlindungan pantai dengan bangunan turap, bronjong batu, beach nourishment, dan offshore breakwater, serta konservasi dari aspek hukum melalui penetapan Teluk Kupang sebagai kawasan pelestarian alam (taman wisata alam) dan Pulau Kera yang ada di dalamnya ditetapkan menjadi suaka margasatwa.

    DAMPAK SOSIAL EKONOMI DINAMIKA MOBILITAS PENDUDUK PROPINSI BALI (SEBELUM DAN SESUDAH KRISIS MONETER)

    No full text
    ABSTRAK Arus migran ke Bali makin lama makin meningkat, lebih-lebih ketika terjadinya gangguan keamana di kota-kota besar di Indonesia pada waktu lengsernya penguasa orde baru pada tahun 1998. Pada waktu itu terjadi eksodus migran (terutama Warga Negara Indonesia Keturunan atau WNIK) menuju ke Bali. Memperhatikan hal tersebut perlu diteliti dampak mobilitas penduduk terhadap keadaan sosial-ekonomi masyarakat Bali. Data yang digunakan adalah data sekunder bersumber pada Sensus Penduduk SUPAS, dan dari dinas-dinas terkait. Dari hasil analisis didapatkan bahwa kepadatan dan laju pertumbuhan penduduk meningkat terutama pada daerah-daerah obyek wisata. Makin meningkatnya arus migran makin meningkat pula keheteroginan etnik di Bali. Kekhawatiran akan terjadinya dominasi ekonomi oleh migran WNIK tidak terjadi karena bidang usaha ekonomi yang strategis sebagian besar dikuasai oleh pengusaha pribumi lokal

    PERAN SERTA MASYARAKAT KOTA YOGYAKARTA DALAM MENANGANI MASALAH SAMPAH

    No full text
    ABSTRAK Penelitian dengan judul Peran serta Masyarakat Kota Yogyakarta dalam Menangani Masalah Sampah bertujuan untuk mengetahui jenis sampah paling utama yang menyebabkan terjadinya penimbunan sampah pada TPS (tempat penampungan sementara), mengetahui cara-cara yang dilakukan dalam menangani timbunan sampah pada TPS dan mengetahui peran serta masyarakat dalam menangani masalah sampah. Populasi penelitian ini adalah para keluarga di Kota Yogyakarta. Pemilihan sampel menggunakan purposive sampling, dengan mengambil sampel para keluarga di Kecamata Mergangsan Gondomanan, Ngampilan, dan Gondokusuman. Jumlah responden ditentukan 120 keluarga, berasal dari Kelurahan Wirogunan (Kec. Mergangsan), Kelurahan Prawirodirjan (Kec. Gondomanan), Kelurahan Notoprajan dan Ngampilan (Kec. Ngampilan), dan Kelurahan Klitren (Kec. Gondokusuman). Data disajikan dalam bentuk frekuensi tunggal maupun ganda. Analisis data digunakan analisis deskripsi dengan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis sampah utama yang dibuang adalah daun, plastik, dan kertas. Tempat penampungan sementara (TPS) sebagian besar pada bak sampah yang diusahakan sendiri dan bak sampah Dinas Pekerjaan Umum. Pembersihan sampah di TPS sebagian besar dilakukan oleh warga yang ditunjuk dengan memberi imbalan jasa. Peran serta masyarakat dalam menangani masalah sampah masih kurang, khususnya keterlibatan mereka secara fisik. Sedang keterlibatan mereka secara mental sudah cukup baik

    TINGKAT EFISIENSI PERUBAHAN USAHATANI PADI DI KECAMATAN SEYEGAN KABUPATEN SLEMAN

    No full text
    ABSTRAK Sektor pertanian saat ini masih merupakan sektor andalan dalam menopang kehidupan masyarakat Indonesia. Berbicara sektor pertanian tidak terlepas dari pengamatan bahwa beras merupakan makanan pokok utama bagi masyarakat Indonesia. Kondisi tersebut menyebabkan produksi padi tetap terus dipertahankan, bahkan mempunyai kecenderungan untuk terus ditinglcatkan jumlahnya seiring dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk. Pada kenyataannya tanaman path tidak selalu merupakan jenis tanaman pangan yang dapat dianda1kan jika ditinjau dart penghasilan petani. Harga dasar gabah yang cenderung rendah dibandingkan dengan biaya produksi menyebabkan banyak petani beralih ke usahatani lainnya.Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini berusaha untuk mengetahui seberapa besar perubahan usahatani padi yang telah dilakukan petani, jenis usahatani baru yang diusahakan, tingkat efisiensi dari perubahan usahatani tersebut serta seberapa besar tingkat keuntungan yang diperaIeh petani dengan adanya perubahan usahatani dan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan usahatani. Lokasi penelitian dipilih secara purposive yaitu di Kecamatan Seyegan Kabupaten Sleman, dengan 100 orang responden yang akan diwawancarai dengan alai bantu kuesioner. Hasil penelitian dianalisis secara deskriptif dan uji statistik untuk mengetahui tingkat efisiensi, tingkat keuntungan dan faktoriaktor yang menyebabkan perubahan usahatani.Hasil Penelitian menunjukkan terjadi perubahan usahatani padi ke non padi meliputi usahatani tembakau, jagung, lombok, kacang tanah, kacang panjang, kedelai dan semangka. Secara alokatifusahatani non padi lebih efisien dibandingkan usahatani padi. Keuntungan usahatani non padi lebih linggi di bandingkan dengan usahatani padi. Tingkat pendidikan dan leas lahan berpengaruh positif terhadap perubahan usahatani padi ke usahatani non padi

    STUDI AKUIFER PADA BENTANGLAHAN KEPESISIRAN KABUPATEN KULONPROGO DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

    No full text
    ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari tipe dan karakteristik akuifer pada bentanglahan kepesisiran di Kabupaten Kulonprogo. Metode yang dipakai untuk mempelajari tipe dan karakteristik akuifer •dalam penelitian ini adalah penyusunan model hidrostratigrafi yang didasarkan pada hasil survei geolistrik dengan metode Schlumberger. Titik pengukuran ditentukan secara purposive sampling pada setiap satuan geomorfologi kepesisiran, meliputi: gumuk pasir, beting gisik, clan dataran fluviomarin. Penampang hidrostratigrafi disusun dengan cara merekonstruksi perlapisan batuan berdasarkan nilai resistivity semu material hasil pendugaan geolistrik. Rekonstruksi dilakukan untuk beberapa titik pendugaan secara memanjang pada setiap satuan geomorfologi yang ada, juga secara cross section yang melintasi variasi satuan geomorfologi kepesisiran yang ada di daerah penelitian. Sistem dan tipe akuifer dianalisis dengan mendasarkan pada model hidrostratigrafi yang telah disusun.Vasil penelitian menunjukkan bahwa sistem akuifer di daerah penelitian terdiri atas akuifer bebas (unconfined aquifer) berupa lapisan pasir jenuh airtanah tawar, yang dibatasi oleh aquitard berupa lapisan lempung, napal dan pasir halus yang mengandung airtanah payau. Berdasarkan penampang hidrostratigrafinya, ternyata satuan geomorfologi gumuk pasir dan beting gisik merupakan suatu akuifer yang baik den potensial, tetapi bersfat setempat menyerupai kantong airtanah. Akuifer ini merupakan suatu sistem yang terpisah dari sistem akuifer dataran fluviomarin (bekas laguna) di bagian utaranya. Pada sistem akuifer gumuk pasir dan beting gisik, lapisan pasir mengandung airtanah tawar dijumpai hingga kedalaman ±40 meter dari permukaan tanah, dengan tahanan jenis antara 75 hingga 170 ohm-meter. Bagian bawahnya didasari oleh akuitard yang jenuh airtanah payau. Sementara pada satuan dataran fluviomarin bagian barat (di sebelah timur Sungai Serang), sistem akuifer didominasi oleh lapisan lempung, napal dan pasir halus yang jenuh airtanah payau dengan tahanan jenis antara 1.4 hingga 3.3 ohm-meter. Pada satuan dataran fluviomarin bagian timur (di sebelah barat Sungai Progo), lapisan atas tersusun oleh material pasir dengan sedikit lanau dan lempung jenuh airtanah tawar hingga kedalaman ±40 meter, dengan tahanan jenis 22 hingga 50 ohm-meter. Bagian bawahnya tersusun oleh lapisan lempung napal jenuh airtanah payau dengan tahanan jenis antara 2.1 hingga 4.2 ohm-meter

    FUNGSI DAYA DUKUNG SUMBERDAYA ALAM TERHADAP PERKEMBANGAN EKONOMI WILAYAH DI KABUPATEN SLEMAN

    No full text
    ABSTRAK Setiap wilayah mempunyai kapasitas yang berbeda dalam perkembangannya. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan potensi sumberdaya yang dimiliki oleh masingmasing wilayah. Salah satu potensi sumberdaya wilayah yang dimaksud adalah menyangkut sumberdaya alam. Potensi sumberdaya alam di suatu wilayah yang dimanfaatkan melalui berbagai macam kegiatan sektoral dapat memberikan kontribusi yang nyata pada perekonomian wilayah. Sumbangan pendapatan sektor kegiatan yang berbasis pada sumberdaya alam pada berbagai daerah mampu meningkatkan pendapatan daerah dan sekaligus mampu memicu perkembangan ekonomi wilayah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) tingkat daya dukung sumberdaya alam, (2) potensi berbagai jenis sumberdaya alam melalui identifikasi sektor-sektor unggulan, (3) variasi tingkat perkembangan ekonomi wilayah antar kecamatan, serta (4) hubungan antara daya dukung sumberdaya alam dengan tingkat perkembangan ekonomi wilayah. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan analisis dari data sekunder yang telah dikumpulkan dari berbagai sumber, dengan unit analisis wilayah kecamatan. Kajian terhadap daya dukung sumberdaya alam menggunakan pendekatan produksi. Analisa tingkat perkembangan ekonomi wilayah dilakukan dengan teknik analisa factor, untuk mengelompokan kategori tingkat perkembangan ekonomi wilayah digunakan teknik K-Means Cluster. Selanjutnya, untuk mengetahui hubungan antara daya dukung sumberdaya alam dengan tingkat perkembangan ekonomi wilayah menggunakan crosstabs dan teknik korelasi Rank Sperman.Dari hasil perhitungan dan klasifikasi daya dukung sumberdaya alam menunjukkan bahwa Kabupaten Sleman memiliki daya dukung sumberdaya alam tergolong tinggi, yang mengindikasikan bahwa tingkat produksi maupun produktivitas berbagai komoditi mampu memberikan kontribusi yang nyata terhadap pemenuhan kebutuhan ekonomi masyarakat. Dilihat dari variasi klas daya dukung sumberdaya alam, 41 persen kecamatan mempunyai daya dukung termasuk tinggi, sedangkan beberapa kecamatan lain mempunyai daya dukung tergolong rendah. Variasi daya dukung sumberdaya alam menurut kecamatan, disebabkan oleh adanya keragaman sektor unggulan. Tingkat perkembangan ekonomi wilayah juga menunjukkan adany variasi , dengan kategori sedang dan tinggi didominasi oleh wilayah kecamatan yang letaknya berdekatan dengan kota Yogyakarta. Kemajuan ekonomi yang rendah terdapat di beberapa kecamatan yang letaknya jauh dari kota Yogyakarta. Dilihat hubungan antara daya dukung sumberdaya alam dengan tingkat perkembangan ekonomi wilayah ternyata tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Ketersediaan sumberdaya alam belum membawa pengaruh positif terhadap perkembangan ekonomi wilayah. Perkembangan ekonomi wilayah lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lokasi

    DINAMIKA SISTEM KOTA-KOTA DAN PEMILIHAN ALTERNATIF PUSAT PERTUMBUHAN BARU DI PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

    No full text
    ABSTRAK Tujuan penelitian adalah menganalisa dinamika dan variasi perkembangan sistem kota-kota dan karakter kekotaan, guna memilih atau menentukan alternatif pengembangan pusat pusat baru di Propinsi sehingga pembangunan lebih merata. Penelitian menggunakan metode deskriptifianalitis dengan analisis data sekunder. Lingkup daerah penelitian meliputi seluruh desa di Propinsi DIY, sejumlah 438 desa yang tersebar di lima Kabupaten. Variabel yang digunakan meliputi variabel demografis untuk menganalisa sistem dan hirarki kota-kota dan variabel karakter kekotaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah Index primacy, Analisis Faktor, Crosstab dan Korelasi, Pembuatan Tipologi Wilayah. Sedangkan analisis spasial atau pemetaan dengan program Arc View. Hasil penelitian menunjukkan, dinamika sistem kota-kota di Propinsi DIY sepanjang tahun 1960-2002 memperlihatkan gejala primacy atau pemusatan perkembangan di Kota Yogyakarta dan sekitarnya (pinggiran). Hal tersebut mengindikasikan adanya kesenjangan perkembangan wilayah dan beban kota semakin meningkat. Semakin tinggi peringkat wilayah, semakin dinamis perubahan yang terjadi, sena semakin tinggi karakter kekotaan yang dimilikinya. Fenomena pemusatan perkembangan yang tedadi di kota Yogyakarta dan sekitarnya merupakan bukti empiris pemusatan sistem perkotaan. Berdasarkan analisis yang komprehensif, ditetapkan kluster pusat pertumbuhan baru di lima Kabupaten Kota, yaitu Kluster Sentolo (Kabupaten Kulonprogo), Kluster Srandakan-Galur (Kabupaten Bantul), Kluster Playen-Patuk (Kabupaten Gunung Kidul), Kluster Tempel-Sleman (Kabupaten Sleman), dan Kluster Giwangan (Kota Yogyakarta). Penelitian merekomendasikan redistribusi hasil-hasil pembangunan melalui pengembangan dan penguatan pusat pertumbuhan baru, pembentukan tata ruang perwilayahan dan sistem perkotaan yang fungsional. Pusat pertumbuhan baru harus `mandiri. dan diintegrasikan dengan wilayah belakangnya (hinterland), sehingga tercipta keterkaitan fisik maupun ekonomi, khususnya dengan daerah perdesaan atau kawasan sentra produksi (agropolitan)

    POTENSI PENGEMBANGAN KAWASAN RESAPAN DI KOTA SEMARANG

    Get PDF
    ABSTRAK Kawasan resapan merupakan suatu ruang yang potensial dalam rneresapkan air ke dalam tanah, sehingga dapat menambah cadangan air tanah. Tujuan penelitian untuk identifikasi potensi kawasan resapan air, mengetahui respon masyarakat dalani mengelola kawasan resapan air, dan menganalisis alternatif kebijakan pengenibangan kawasan resapan di Kota Semarang. Hasil penehtian menunjukkan bahwa areal resapan di Kota Semarang masih potensial dikembangkan berupa areal resapan hijau 52,41% dan areal resapan biru sebesar 4,74%. Luas areal resapan hijau tersebut yang efektif nieresapkan air hanya 17,31% berupa hutan dan kebun campuran sedangkan 35,17% berupa sawah dan tegalan. Selain jilt kawasan sempadan sungai 3-5 In untuk yang bertanggul dan 1015 In bagi yang tidak bertanggul, sempadan pantai 100 in dari garis pantai, sempadan mata air 200 rn, garis sempadan SUTET 15 m dan sempadan rd kereta api 15 m. Alternatif kawasan resapan dikembangkan berdasarkan pada kriteria aspek fisik, kelayakan ekonomi, politik, dan administratif

    DINAMIKA MASYARAKAT DAN KONVERSI LAHAN PERTANIAN SERTA PENGARUHNYA TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG LINGKUNGAN DI KAWASAN BANDUNG UTARA

    Get PDF
    ABSTRAK Konversi lahan pertanian dinamika sosial dan semakin ekspansif diperkirakan mungkin telah mempengaruhi pengetahuan lingkungan dari Bandung di Area Utara, dan mempengaruhi fungsinya sebagai daerah penyangga untuk dirinya sendiri dan sekitarnya. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian tentang efek dinamika masyarakat setempat dan tanah pertanian konversi pada kelestarian lingkungan studi Bandung Utara area.the dianalisis sembilan variabel, yaitu, tekanan penduduk atas tanah, status sosial, status ekonomi, gaya hidup , dan persepsi nilai tanah, perilaku spasial, perubahan ukuran tanah, perubahan kepemilikan tanah, dan perubahan penggunaan lahan. Sampel keluarga yang memiliki atau digunakan untuk lahan pertanian sendiri di Bandung di Area Utara, yang 416 KK. Mereka dipilih secara acak dengan teknik probability sampling. Kuesioner, teknik observasi wawancara, dan lapangan diadopsi untuk mengumpulkan data. Data dianalisa lebih lanjut dengan menerapkan deskriptif, pendekatan jelas dan teknik regresi berganda. Analisis dilakukan untuk menemukan tekad, R-square korelasi Spearman, dan koefisien t- student. Hasil analisis deskriptif dan korelasi menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif dan signifikan antara dinamika masyarakat dan konversi lahan pertanian serta pengaruhnya terhadap pengetahuan lingkungan di Bandung di Area Utara. Temuan kuantitatif menunjukkan bahwa status sosial, persepsi nilai tanah, perubahan ukuran tanah, dan perubahan kepemilikan tanah adalah variabel yang dapat digunakan untuk memprediksi pengetahuan lingkungan dan dampak positif dan signifikan terhadap pengetahuan tentang lingkungan. Variabel yang terkait dengan dinamika masyarakat dan konversi lahan pertanian dapat menjelaskan 27,6% dari pengetahuan lingkungan di Bandung di Area Utara, dan 72,4% oleh penyebab lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. Temuan tersebut mungkin menjadi sumber Ilmu Sosial Ilmu (IPS) pendidikan dan pengembangan instruksional, yang dapat memiliki efek pada masyarakat dan lingkungan mereka.  ABSTRACT Social dynamics and increasingly expansive farm land conversion estimated might have influenced knowledge of environmental of Northern Bandung Area, and affected its function as a buffer area for itself and surrounding areas. It was therefore necessary to conduct a study on the effects the local community dynamics and farm land conversion on environmental sustainability of Northern Bandung Area.The study analyzed nine variables, namely, the pressure of population on land, social status, economic status, life style, and perception of land value, spatial behavior, changes in land size, changes in land ownership, and changes in land use. Samples were families who own or used to own farm lands in Northern Bandung Area, are 416 KK. They were randomly selected by a probability sampling technique. Questionnaire, interview, and field observations techniques were adopted to collect data. Data were further analyzed by applying a descriptive, explanatory approach and multiple regression technique. Analysis was carried out to find determination, Spearman’s R-square correlation, and t-student coefficients. The result of descriptive and correlation analysis show that there was a positive and significant correlation between community dynamics and farm land conversion as well as their effects on knowledge of environmental in Northern Bandung Area. Quantitative findings show that social status, perception of land value, changes in land size, and changes in land ownership are variables which can be used to predict knowledge of environmental and their positive and significant impacts on the knowledge of environmental. Variables related to community dynamics and farm land conversion can explain 27.6% of knowledge of environmental in Northern Bandung Area, and 72.4% by other causes is not explained in this research. Those findings may become a source of Social Studies Science (IPS) education and instructional development, which can have effects on community members and their environment

    ANALISIS POTENSI CALON TRANSMIGRAN SASARAN PENGARAHAN DAN PERPINDAHAN

    Get PDF
    ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi calon transmigran briefing dan pergerakan target di daerah asal; dan untuk menilai prosedur dan memberikan informasi bimbingan teknis kepada calon transmigran. Untuk mencapai tujuan ini calon transmigran sampel dari beberapa lokasi di wilayah Kabupaten Bantul. Metode pengumpulan data melalui wawancara langsung dengan calon transmigrasi dan Focus Group Discussion (FGD) dengan beberapa tokoh masyarakat, pejabat pemerintah desa, desa, pilar lingkungan, pilar warga dan beberapa masyarakat umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penilai transmigran kandidat untuk mengikuti program transmigrasi masih sangat tinggi, namun fakta menunjukkan bahwa calon transmigran potensial masih belum seperti yang diharapkan, terutama yang berkaitan dengan latar belakang pendidikan, keterampilan akuisisi, kepemilikan dan keluarga aset perilaku bergerak. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa prosedur dan penjangkauan informasi masih ada beberapa kelemahan, terutama terkait dengan sosialisasi program transmigrasi melalui berbagai media komunikasi masih kurang sehingga informasi yang tidak dapat diterima oleh masyarakat. ABSTRACT The goal of this research are to analyze the potential transmigrant candidates briefing and movement of the target in the area of origin; and to assess procedures and providing technical guidance information to candidates transmigrant. To achieve this objective sampling transmigrate candidates from several locations in the area of the Bantul District. Method of collecting data through direct interviews with transmigration candidates and Focus Group Discussion (FGD) with several community leaders, village government officials, village, neighborhood pillars, pillars of residents and some of the general public. The results showed that appraises transmigrates candidate to follow the transmigration program still very high, but the facts show that the transmigrate candidates potential still not as expected, primarily related to educational background, skill acquisition, ownership and family assets are immobile behavior. The results also indicate that the procedures and outreach information there are still some weaknesses, particularly related to the socialization of the transmigration program through various media rmation can not be accepted by the public

    189

    full texts

    419

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Majalah Geografi Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇