PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika
Not a member yet
146 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN KUAT ARUS LISTRIK DENGAN KEASAMAN BUAH JERUK DAN MANGGA
Telah dilakukan penelitian untuk (1) Mengetahui nilai pH pada buah jeruk dan mangga (2) Mengetahui kuat arus pada buah jeruk dan mangga dan (3) Mengetahui hubungan kuat arus listrik dengan keasaman buah jeruk dan mangga.Pada penelitian ini elektroda yang digunakan adalah tembaga (Cu) sebagai katoda dan seng (Zn) sebagai anoda. Bentuk elektroda adalah lempengan dengan ukuran 3 cm x 2,5 cm. Buah yang digunakan pada penelitian ini adalah buah jeruk nipis, jeruk pontianak, jeruk keprok, mangga arumanis, mangga sengir, dan mangga manalagi. Pengambilan data diambil dari larutan buah jeruk dan mangga masing-masing dengan volume 10 ml. Larutan jeruk dan mangga digunakan sebagai larutan elektrolit. Kemudian larutan tersebut diletakkan pada wadah yang telah disediakan, diukur keasaman buah dengan menggunakan pH meter. Dalam pengukuran kuat arus larutan elektrolit dihubungkan dengan ampermeter dengan elektroda Cu dan Zn sebagai penghubungnya.Hasil pembahasan pada makalah ini menunjukkan bahwa (1) Buah jeruk memiliki nilai pH yang lebih kecil dibandingkan buah mangga sedangkan nilai kuat arus buah jeruk lebih besar dibandingkan buah mangga (2) Secara berurutan larutan buah yang memiliki nilai rata-rata pH dari yang terkecil sampai yang tebesar adalah jeruk nipis (2,39 ; 1,22 mA), jeruk pontianak (2,65 ; 0,93 mA), jeruk keprok (3,43 ; 0,67 mA), mangga arumanis (4,36 ; 0,26 mA), mangga manalagi (4,40 ; 0,20 mA), dan mangga sengir (4,77 ; 0,04 mA) dan (3) Hubungan kuat arus listrik dengan keasaman buah jeruk dan mangga adalah berbanding terbalik, artinya semakin asam (semakin kecil nilai pH) maka kuat arus listrik larutan tersebut semakin besar dan sebaliknya semakin besar nilai pH maka semakin kecil nilai kuat arus listrik larutan tersebut.Kata kunci : kuat arus, pH, buah jeruk, buah mangg
PENERAPAN “MIE PERMATA” UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IXB SMP NEGERI 15 SURAKARTA
Karya tulis berjudul Penerapan “Mie Permata” Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar IPA Pada Siswa Kelas IXB SMP Negeri 15 Surakarta, dilatarbelakangi karena tuntutan pembelajaran yang berdasarkan Pakem. Oleh karena itu diadakan Penelitian sebagaimana judul karya tulis di atas dengan menvariasi metode mengajar dengan permainan atau game. Permasalahan : Apakah Penerapan Mie Permata dapat meningkatkan aktifitas dan hasil belajar IPA pada siswa kelas IXB SMP Negeri 15 Surakarta? Tujuan : Dengan menerapkan Mie Permata dapat meningkatkan aktifitas dan hasil belajar IPA pada siswa kelas IXB SMP Negeri 15 Surakarta.Jenis Penelitian : Penelitian tindakan kelas, dengan subyek siswa kelas IXB berjumlah 28 siswa terdiri dari 15 siswa perempuan dan 13 siswa laki – laki. Ada 3 variabel yang menjadi fokus penelitian tindakan kelas ini yaitu Variabel input : siswa yang akan diberi tindakan, Variabel proses : berupa variabel pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi yaitu penerapan Mie Permata, Variabel output : aktifitas dan hasil belajar IPA siswa pada kelangsungan hidup makhluk hidup. Rencana tindakan melalui dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Penilaian hasil proses pembelajaran adalah deskriptif prosentase untuk mengetahui peningkatan aktifitas dan hasil belajar IPA. Apabila ada peningkatan aktifitas dan hasil belajar IPA setelah proses belajar mengajar dengan menerapkan metode pembelajaran yang bervariasi yaitu “Mie Permata” maka dapat dikatakan tujuan penelitian sudah tercapai.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar IPA materi kelangsungan hidup makhluk hidup dengan menerapkan metode “Mie Permata” pada siklus I ada 22 siswa atau 78,57% % terlampaui dari KKM 70, ada peningkatan yang optimal dari kondisi awal 67,86 % dan pada siklus II ada 26 siswa atau 92,86% terlampaui dari KKM, ada peningkatan yang cukup signifikan 14,29 % dari siklus I. Keaktifan siswa dari siklus I ke siklus II meningkat 39,29 %. Kesimpulan : Penerapan “Mie Permata” dapat meningkatkan aktifitas dan hasil belajar IPA pada siswa kelas IXB SMP Negeri 15 Surakarta tahun pelajaran 2014/2015. Saran : guru hendaknya selalu kreatif dan inovatif dalam menerapkan metode pembelajaran yang bervariasi sehingga diharapkan hasil belajar IPA siswa dapat meningkat.Kata kunci : Mie Permata (Metode Inkuiri Terbimbing dan Permainan Ular Tangga), aktifitas dan hasil belajar IP
Penentuan Konduktivitas Termal Logam Tembaga, Kuningan, dan Besi dengan Metode Gandengan
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konduktivitas termal logam tembaga, kuningan, dan besi dengan metode gandengan. Konduktivitas termal bahan merupakan ukuran kemampuan suatu bahan untuk menghantarkan panas. Pada materi ini mahasiswa diharapkan lebih interaktif karena berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Jika pembelajaran yang disampaikan diiringi dengan eksperimen maka akan lebih memudahkan memahami materi konduktivitas termal. Metode gandengan ini merupakan salah satu metode yang baru yang dapat dilakukan dengan cara mendekatkan dua buah logam untuk dipanasi. Alat ini terdiri dari slide regulator merk TDG, amperemeter merk SP-20D, termokopel, penerjemah termokopel, dan jangka sorong. Bahan yang digunakan dalam peneitian ada tiga macam logam yaitu logam tembaga, kuningan, dan besi. Penentuan konduktivitas termal bahan ini dilakukan dengan logam yang telah dililiti elemen pemanas (nikelin) yang dipanaskan. Kemudian divariasi nilai tegangan listrik (V) antara 5 V-25 V. Diukur arus listrik (i) dan diukur perbedaan suhu (ΔT ) pada ujung-ujung logam. Selanjutnya dari data Vi terhadap ΔT ini dilakukan dengan regresi linier. Nilai konduktivitas termal diperoleh k = (3,5 0,1) ×102 Wm-1K-1untuk tembaga; k = (1,0 0,1) ×102 Wm-1K-1untuk kuningan; dan k = (0,8 0,0) ×102 Wm-1K-1 untuk besi
IDENTIFIKASI MISKONSEPSI SISWA SMA KELASXI PADA MATERI DINAMIKA ROTASI DAN KESETIMBANGAN BENDA TEGAR TAHUN AJARAN 2013/2014
Tujuan penelitian adalah untuk (1) mengetahui ada atau tidak adanya miskonsepsi siswa SMA kelas XI Tahun Ajaran 2013/2014 tentang materi Dinamika Rotasi dan Kesetimbangan Benda Tegar, (2) mengetahui bagaimana profil miskonsepsi siswa SMA kelas XI Tahun Ajaran 2013/2014 tentang materi Dinamika Rotasi dan Kesetimbangan Benda Tegar, (3) menjelaskan langkah-langkah mengatasi miskonsepsi siswa SMA kelas XI Tahun Ajaran 2013/2014 tentang materi Dinamika Rotasi dan Kesetimbangan Benda Tegar.Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif dan sampelnya siswa kelas XI.IPA.2 dan XI.IPA.4 SMA Negeri 8 Surakarta, yang diperoleh secara purposive sampling. Data penelitian miskonsepsi siswa diperoleh dari perangkat tes berbentuk pilihan ganda tipe II dan tipe III, yang dianalisis dengan statistik deskriptif.Berdasarkan analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan: (1) ada sebagian siswa kelas XI SMA Negeri 8 Surakarta pada Tahun Ajaran 2013/2014 memiliki miskonsepsi tentang materi Dinamika Rotasi dan Kesetimbangan Benda Tegar, (2) Profil miskonsepsi siswa kelas XI SMA Negeri 8 Surakarta dengan persentase rata-rata terbesar adalah pada konsep Kesetimbangan statis (79,17 %). Berdasarkan kelompok bentuk miskonsepsi, siswa mengalami miskonsepsi pengertian yang paling dominan sebesar 81,25 % tetang konsep Kesetimbangan Statis, miskonsepsi hubungan antar konsep yang paling dominan sebesar 75,00 % tentang konsep Hubungan Momen Gaya dengan Percepatan Sudut, miskonsepsi penggunaan konsep yang paling dominan sebesar 65,50 % tentang konsep Momen Inersia dan miskonsepsi contoh-contoh konsep yang paling dominan sebesar 75,00 % tentang konsep Energi Kinetik Dalam Gerak Menggelinding, (3) Langkah-langkah mengatasi miskonsepsi siswa yaitu: (a) mencari dan mengungkap miskonsepsi siswa yang terjadi, (b) mencoba menemukan penyebab miskonsepsi siswa tersebut, (c) menentukan prioritas dan pelajaran remidial khusus.Kata Kunci: Miskonsepsi Siswa, Dinamika Rotasi dan Kesetimbangan Benda Tegar, Metode Deskriptif
Trafasi-220 Sederhana : Alat Peraga Anti-kesetrum Untuk Praktikum Instalasi Listrik Arus Kuat Pada Mata Pelajaran Keterampilan Elektro
Tujuan penelitian ini adalah merancang alat peraga sederhana untuk mencegah kesetrum pada praktikum instalasi listrik bertegangan 220 volt yang terkesan natural. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen laboratorium terhadap rancangan rangkaian 2 (dua) trafo step-down 2 Ampere bekas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa trafo 1 step-down yang digunakan untuk menurunkan tegangan listrik 220 volt menjadi 12 volt yang dirangkai secara seri dengan trafo 2 yang diposisikan sebagai tafo step-up yang menaikkan tegangan listrik 12 volt menjadi 220 volt dapat menghasilkan tegangan listrik keluaran sebesar 220 volt. Keluaran trafo 2 sebesar 220 volt telah dapat menyalakan lampu 5W/220V dan tidak menyebabkan kesetrum ketika setiap bagian rangkaian tersebut dipegang secara langsung oleh praktikan. Rangkaian 2 trafo tersebut yang menghasilkan tegangan 220 volt dan menyebabkan tidak kesetrum ini dinamakan Trafasi-220. Simpulan penelitian ini adalah rancangan Trafasi-220 sederhana dapat mencegah kesetrum dan dapat dipergunakan siswa secara aman dalam praktikum instalasi listrik bertegangan 220 volt.Saran penelitian ini adalah perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh penggunaan Trafasi-220 sederhana ini terhadap peningkatan keberanian siswa dalam praktikum instalasi listrik pada mata pelajaran Keterampilan Elektro.Kata kunci : Trafasi-220,anti-kesetrum,praktikum, instalasi, listri
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR DAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA KELAS X MIA 7 DI SMA NEGERI 1 KARANGANYAR PADA MATERI POKOK FLUIDA STATIS
Penelitian bertujuan untuk: (1) meningkatkan kemampuan kognitif Fisika siswa kelas X MIA 7 SMA Negeri 1 Karanganyar tahun pelajaran 2014/2015 pada materi pokok Fluida Statis dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Assisted Individualization (TAI); (2) meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas X MIA 7 SMA Negeri 1 Karanganyar tahun pelajaran 2014/2015 pada materi pokok Fluida Statis dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Assisted Individualization (TAI).Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) menggunakan model Kolaboratif berdasarkan Kurt Lewin, yang dilaksanakan dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe TAI dalam dua siklus. Setiap siklus diawali tahap persiapan kemudian dilanjutkan tahap pelaksanaan siklus yang terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, serta refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas X MIA 7 SMA Negeri 1 Karanganyar Tahun Ajaran 2014/2015 sebanyak 32 siswa dengan penelitian dikhususkan pada materi pokok Fluida Statis. Data diperoleh melalui pengamatan, wawancara dengan guru, ulangan harian, angket dan kajian dokumen.Penelitian ini menggunakan teknik validasi triangulasi yang berdasarkan Moleong (2007:330), triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data yang telah didapatkan. Analisis data dalam penelitian dilakukan dengan metode alir. Data-data dari hasil penelitian di lapangan diolah dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Teknik analisis deskriptif kualitaatif dilakukan dalam tiga komponen yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa: (1) penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAI dapat meningkatkan kemampuan kognitif siswa kelas X MIA 7 dengan ketuntasan belajar siswa mencapai 81,25% dari KKM sebesar 75; (2) penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAI dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas X MIA 7. Lima indikator aktivitas belajar siswa yang menjadi fokus penelitian diperoleh hasil sebagai berikut: (1) antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mencapai 90,2%, (2) interaksi siswa dengan guru mencapai 64,775%, (3) interaksi siswa dengan siswa mencapai 80%, (4) kerjasama kelompok mencapai 78.485%, (5) partisipasi dalam menyimpulkan hasil pembahasan mencapai 57,41%. Kata kunci: aktivitas belajar, kemampuan kognitif, pembelajaran kooperatif, Teams Assisted Individualization (TAI
EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS CTL MELALUI METODE EKSPERIMEN DAN DEMONSTRASI PADA MATERI ALAT OPTIK DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL SISWA DI SMA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya (1) Perbedaan pengaruh penggunaan pendekatan CTL (Contextual Teaching and Learning) melalui metode eksperimen dan demonstrasi terhadap kemampuan kognitif siswa, (2) Perbedaan pengaruh kemampuan awal siswa kategori tinggi, sedang, dan rendah terhadap kemampuan kognitif siswa, (3) Interaksi penggunaan pendekatan CTL (Contextual Teaching and Learning) dan kemampuan awal terhadap kemampuan kognitif siswa.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial (2 x 3). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X semester II SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar Tahun Ajaran 2014/2015. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Sampel yang diambil terdiri dari dua kelas yakni kelas X-5 berjumlah 41 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas X-6 berjumlah 41 siswa sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes dan teknik dokumentasi. Teknik tes digunakan untuk memperoleh data kemampuan awal siswa sebelum diberi pembelajaran pada sub pokok bahasan Pemantulan dan Pembiasan Cahaya serta data kemampuan kognitif siswa pada sub pokok bahasan Alat Optik setelah diberi pembelajaran. Teknik dokumentasi digunakan untuk mengetahui keadaan awal siswa pada kedua kelas. Data dianalisis menggunakan anava dua jalan dengan isi sel tak sama.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Ada perbedaan pengaruh penggunaan pendekatan CTL (Contextual Teaching and Learning) melalui metode eksperimen dan demonstrasi terhadap kemampuan kognitif siswa>), (2) Ada perbedaan pengaruh kemampuan awal siswa kategori tinggi, sedang, dan rendah terhadap kemampuan kognitif siswa>, (3) Tidak ada interaksi penggunaan pendekatan CTL (Contextual Teaching and Learning) dan kemampuan awal terhadap kemampuan kognitif siswa<.Kata kunci : pendekatan CTL, kemampuan awal, metode eksperimen, metode demonstras
Sistem Akuisisi Data Multi Kanal Berbasis Arduino Uno
Arduino Uno dipergunakan untuk melakukan akuisisi data multi kanal. Telah dibuat sistem akuisisi data yang bisa membaca 2 masukan sekaligus. Batas-batas frekuensi yang bisa terbaca juga sudah diketahui. Sistem yang dibuat bisa berfungsi sebagai osiloskop digital sampai batas tertentu.Kata kunci :Arduino Uno, multi kanal, , frekuensi rendah, osiloskop digita
PROTOTIPE SISTEM OTOMATIS PADA LAMPU BERBASIS SEL SURYA YANG TERINTREGASI BLOCKING OSCILLATOR
Penelitian ini bertujuan untuk mendesain sistem otomatis pada lampu berbasis sel surya yang terintegrasi blocking oscillator serta menyelidiki pengaruh jumlah lilitan terhadap daya keluaran dari sistem. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen, yaitu suatu metode yang harus melewati serangkaian tahap. Sistem iini kemudian dipasang teknologi BO dan sel surya dengan baterai 3,7 v. Diharapan LED dapat tetap menyala ketika sel surya tidak terkena cahaya dan LED tidak menyala serta terjadi proses pengisian baterai ketika sel surya terkena cahaya. Efisiensi kinerja sistem secara keseluruhan di observasi dan mendapatkan jumlah lilitan yang optimal pada sistem. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tegangan keluaran dari sistem mencapai 4 kali lipat dari tegangan masukan, serta jumlah lilitan mempengaruhi kinerja sistem ini dan didapatkan jumlah lilitan yang optimal yaitu Np = 30 dan Ns = 27
UJI SIFAT OPAMP BERBASIS SINKRONISASI MATERI PRAKTIKUM IC 741 UNTUK MAHASISWA PENDIDIKAN FISIKA
IC OpAmp adalah peranti digunakan sebagai penguat sinyal masukan baik AC maupun DC, dalam bentuk operasi tegangan dan arus, untuk reproduksi suara, sistem komunikasi, sistem penghitung penjumlah, perkalian, pembagian, integral dan diferensial serta logaritma dan anti logaritma.Untuk mempelajari penguat operasional, akan menjadi sangat mudah jika mahasiswa menguasai pengertian tentang Sifat dasar Op-Amp, Keberlakuan Hukum Ohm dan Untai setara Thevenin atau Norton serta uji perilaku OpAmp pada pola input dibandingkan terhadap pola outputnya.Rumusan masalah : (1) Apakah hukum Ohm, Theorema Thevenin dan Norton dapat membantu analisis untai OpAmp? (2) Apakah perilaku OpAmp dapat ditunjukkan oleh untai IC 741?Metodologi penelitian : (1) Memilih model praktikum yang cocok dengan sifat dasar OpAmp. (2) Membandingkan pola input terhadap outputnyaHasil uji penelitian : (1) Hukum Ohm, Theorema Thevenin dan Norton membantu analisis untai OpAmp ? (2) Jika Ofset nol IC 741 diatur (0 Volt) maka ada kecocokan sifat OpAmp antara teori dan praktek. (3) IC 741 dapat menunjukkan sistem OpAmp sebagai untai penghitung penjumlah, perkalian, pembagian, integral dan diferensial.Kata kunci : Watak OpAm