Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak
Not a member yet
    67 research outputs found

    Pengaruh Input Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Rumput Gajah Mini (Pennisetum Purpureum Cv. Mott) Pada Lahan Marginal

    Full text link
    Pertumbuhan dan produktivitas rumput gajah mini dapat ditingkatkan dengan pemberian pupuk. Pemupukan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesuburan tanah utamanya pada lahan kering-kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi rumput gajah mini yang diberikan pupuk phonska dengan dosis yang berbeda pada lahan marginal. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri atas 4 perlakuan dan 4 kali ulangan yaitu T0: Tanpa pupuk Phonska, T1 : Pupuk Phonska 500 kg/ha = 2,5 g/Polybag (setara dengan 0,375 N/Polybag, 0,375 P2O5/Polybag, 0,375 K2O/Polybag, 0,25 S/Polybag), T2 : Pupuk Phonska 600 kg/ha = 3 g/Polybag (setara dengan 0,45 N/Polybag, 0,45 P2O5/Polybag, 0,45 K2O/Polybag, 0,25 S/Polybag) dan T3 : Pupuk Phonska 700 kg/ha = 3.5 g/Polybag (setara dengan 0,525 N/Polybag, 0,525 P2O5/Polybag, 0,525 K2O/Polybag, 0,35 S/Polybag). Pemberian pupuk phonska memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap tinggi tanaman (cm), jumlah anakan (batang/polybag) dan produksi bahan kering(g/polybag). Tinggi tanaman tertinggi terdapat pada perlakuan T2 yang diikuti T3, jumlah anakan tertinggi terdapat pada perlakuan T3 dan produksi bahan kering tertinggi terdapat pada perlakuan T3 sebesar 65,45 gram. Pemberian pupuk Phonska dengan level T3 dengan pemberian 700 kg/ha dapat mengoptimalkan pertumbuhan dan produksi rumput gajah mini

    PENGARUH TINGKAT PEMBERIAN PUPUK BOKASHI TERHADAP PRODUKSI HIJAUAN SORGUM MANIS (Sorghum bicolor [L.] Moench)

    Full text link
    Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh  level pemberian pupuk bokashi  terhadap produksi hijauan sorgum manis. Penelitian disusun dalam rancangan acak lengkap yang terdiri atas empat perlakuan dan empat kali ulangan.Perlakuan yang diberikan sebagai berikut : T0 : Kontrol (tanpa pupuk);   T1 : Pupuk Bokashi 60 ton/ ha setara dengan 300 g/polybag;   T2 : Pupuk Bokashi 100 ton/ ha setara dengan 500 g/polybag;  T3 : Pupuk Bokashi 140ton/ha setara dengan 700 g/ polybag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk bokashi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap produksi hijauan segar dan bahan kering pada tanaman sorgum manis. Uji Duncan menunjukkan bahwa produksi hijauan  segar dan bahan kering pada perlakuan  T1 nyata (P<0,05) lebih tinggi dibanding dengan produksi hijauan  segar dan bahan kering pada perlakuan T0 (kontrol). Produksi hijauan  segar dan bahan kering pada perlakuan T2 dan T3 sangat nyata (P<0,01) lebih tinggi dibanding dengan produksi hijauan segar dan bahan kering pada perlakuan T0 (kontrol). Sedangkan produksi hijauan segar dan bahan kering pada perlakuan T2 dan T3 tidak berbeda nyata (P>0,05). Disimpulkan bahwa pemberian dosis pupuk bokashi  sampai level 100 ton/ha (500 g/polybag ) meningkatkan produksi bahan segar dan bahan kering sorgum manis

    PENGARUH TINGKAT PEMBERIAN PUPUK UREA DAN UMUR PANEN TERHADAP PRODUKSI HIJUAN SORGUM MANIS (Sorghum bicolor (L.) Moench)

    Full text link
    Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh umur panen dan level pemberian pupuk urea terhadap produksi hijauan sorgum manis. Penelitian disusun dalam rancangan acak lengkap pola faktorial 2 x 3 dan tiga kali ulangan. Faktor pertama terdiri atas umur panen, yaitu 35 hari setelah tanam (35 HST) dan 55 hari setelah tanaman (55 HST).  Faktor kedua adalah level pupuk urea, yaitu 0 kg urea/ha (0 g urea/polybag), 150 kg urea/ha (0,75 g urea/polybag) dan 250 kg urea/ha (1,25 g urea/olybag). Setiap unit perlakuan diberi pupuk dasar bokashi masing-masing 300 g/polybag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur panen dan level pemberian pupuk urea berengaruh terhadap produksi hijauan segar dan bahan kering sorgum manis. Tidak ada interaksi antara tingkat pemupukan dengan umur panen.  Produksi hijauan segar dan bahan kering sorgum manis lebih tinggi ada umur panen 55 hari dan pada level pemberian pupuk 250 kg urea/ha (1,25 g urea/olybag).

    METODE KONSERVASI TANAH DENGAN CARA STRIP RUMPUT (GRASS STRIP)

    Full text link
    Konservasi tanah pada lahan kering merupakan upaya meningkatkan fungsi lahan untuk berproduksi, sehingga potensinya dapat dioptimalkan sebagai sumber pendapatan. Lahan kering marginal yang berstatus kritis dicirikan oleh solum tanah yang dangkal, kemiringan lereng, tingkat erosi, kandungan bahan organik sangat rendah. Menurunnya kualitas tanah  disebabkan dua faktor utama yakni faktor faktor pertama adalah faktor alamiah yang terdiri dari iklim,  topografi, kemiringan lereng, vegetasi dan tanah.  Faktor ke dua adalah ulah manusia seperti kesalahan  dalam pengelolaan  lahan. Dalam upaya mengatasi degradasi tanah  untuk memperoleh lahan yang ideal dalam usaha pertanian, maka tindakan yang harus ditempuh dengan cara vegetatif. Cara vegetatif antara lain penanaman menurut kontur seperti strip rumput. Metode koservasi tanah secara vegetatif dengn strip rumput dapat mengurangi kehilangan unsur hara tanah melalui erosi, menahan aliran permukaan dan juga menghasilkan hijauan untuk ternak

    KONSUMSI PAKAN, KONVERSI PAKAN DAN PRODUKSI TELUR AYAM ARAB YANG DITAMBAHKAN TEPUNG DAUN MURBEI PADA PAKAN

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh pemberian tepung daun murbei dalam pakan terhadap konsumsi pakan, konversi pakan dan produksi telur ayam arab. Ayam arab yang digunakan sebanyak 48 ekor dengan umur 10 bulan produksi CV kuda hitam perkasa Kediri. Komposisi pakan terdiri dari: tepung daun murbei, jagung kuning, dedak padi, tepung ikan, bungkil kelapa, bungkil kedelai, mineral, tepung bulu dan minyak nabati. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan program SPSS versi 16. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) (Gaspersz, 1991) yang terdiri dari 4 perlakuan 6 ulangan, perlakuannya yaitu R1 (5% tepung daun murbei), R2 (7,5% tepung daun murbei), R3 (10% tepung daun murbei) dan R4 (12,5% tepung daun murbei), tiap perlakuan ditambahkan ramuan herbal 2,5 ml/liter air minum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tepung daun murbei dengan berbagai level berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi pakan dan tidak berpengaruh pada konversi pakan dan produksi telur. Rata-rata konsumsi pakan yang dihasilkan berkisar antara 107,08-109,74 g/ekor/hari sedangkan rata-rata konversi pakan yang dihasilkan berkisar 2,50-2,59 sementara rata-rata produksi telur yang di peroleh berkisar 14,68-16,46%. Disimpulkan bahwa tepung daun murbei dapat di tambahkan pada pakan ayam arab sampai level 12,5%

    UJI ANTIBAKTERI TEPUNG UMBI PORANG (Amorphophallus konjac) TERHADAP Staphylococcus aureus dan Escherichia coli DENGAN METODE DIFUSI DISK

    No full text
    Umbi porang (Amorphophallus konjac) termasuk salah satu jenis tanaman talas-talasan dan merupakan tanaman lokal Indonesia yang banyak tumbuh di hutan. Umbi porang memiliki kandungan glukomanan yang cukup tinggi, yaitu sekitar 55% dari berat kering umbi. Umbi porang juga memiliki kandungan berupa protein yang memiliki peran penting dalam mencegah pertumbuhan mikroba. Jenis protein yang dapat berfungsi sebagai antimikroba adalah lektin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas antibakteri dari tepung umbi porang dalam menghambat Staphylococcus aureus dan Escherichia coli yang dapat menyebabkan penyakit pada unggas. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tepung umbi porang, isolat kuman, Staphylococcus aureus strain ATCC 25923, Escherichia coli strain ATCC 25922, media muller hinton agar (MHA), blood agar dan mac conkey agar, antibiotik disk, kertas disk kosong, alkohol 70% dan aquades. Data yang diperoleh dianalisis dengan RAL (Rancangan Acak Lengkap) yang terdiri atas empat perlakuan dan empat ulangan. Hasil penelitan menujukkan bahwa luas zona hambat berpengaruh nyata (P<0,05) baik pada bakteri S.aureus maupun E. coli.. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pemberian tepung umbi porang hingga level 4,5% mampu menghambat pertumbuhan S.aureus dan E. coli.. Daya hambat tertinggi terdapat pada bakteri Gram positif dan daya hambat terendah terdapat pada bakteri Gram negatif. Kata Kunci: Antibakteri, Tepung Umbi Porang, S.aureus, E. coli

    PENGGUNAAN UMBI TALAS SEBAGAI BAHAN ADDITIVE TERHADAP BEBERAPA UNSUR KIMIA SILASE RUMPUT GAJAH MINI

    Full text link
    Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh umbi talas sebagai bahan additive terhadap beberapa unsur kimia silase rumput gajah mini. Penelitian ini menggunakan rumput gajah mini dan tepung umbi talas sebagai zat additive. Penelitian disusun berdasarkan  Rancangan Acak Lengkap (RAL) sebanyak 16 unit percobaan, yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan terdiri dari : T0 = Rumput gajah mini tanpa tepung umbi talas (control); T1 = Rumput gajah mini + 6% tepung umbi talas jepang; T2 = Rumput gajah mini + 6% tepung umbi talas bogor; dan T3 = Rumput gajah mini + 6% tepung umbi talas sutra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung umbi talas berpengaruh nyata ( P<0,05 ) terhadap kandungan protein kasar, serat kasar dan ADF tapi  tidak berpengaruh nyata ( P>0,05 ) terhadap kandungan NDF silase rumput gajah mini. Kesimpulan bahwa kandungan protein kasar silase rumput gajah mini yang menggunakan tepung umbi talas lebih tinggi daripada silase tanpa tepung umbi talas. Kandungan serat kasar pada perlakuan tanpa tepung umbi talas lebih tinggi dibanding silase yang menggunakan tepung umbi talas. Kandungan NDF dan ADF silase dari rumput gajah mini yang menggunakan tepung umbi talas lebih rendah dibanding silase tanpa tepung umbi talas. Silase yang menggunakan tepung umbi talas sutra lebih baik daripada perlakuan lainnya

    KANDUNGAN NUTRISI TEPUNG LIMBAH BIJI KAKAO YANG DIFERMENTASI MENGGUNAKAN BAKTERI SELULOLITIK DENGAN METODE PENGERINGAN YANG BERBEDA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode pengeringan yang optimal terhadap kandungan nutrisi tepung limbah biji kakao yang difermentasi menggunakan bakteri selulolitik. Bahan difermentasi selama 8 hari kemudian dikeringkan dengan metode pengeringan berbeda. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan 5 ulangan; P0 (tepung limbah biji kakao 50% + bekatul 25% + onggok 20% + arang sekam 5%) tanpa pengeringan, P1 (tepung limbah biji kakao 50% + bekatul 25% + onggok 20% + arang sekam 5%) kering diangin-anginkan, P2 (tepung limbah biji kakao 50% + bekatul 25% + onggok 20% + arang sekam 5%) kering matahari, P3 (tepung limbah biji kakao 50% + bekatul 25% + onggok 20% + arang sekam 5%) kering oven. Data dianalisis dengan ANOVA, dilanjutkan uji Duncan taraf 5%. Hasil penelitian kadar air (%) P0: 46,82±1,84, P1: 15,98±0,73, P2: 6,78±0,34, P3: 32,18±1,22; kadar abu (%) P0: 13,59±1,61, P1: 12,65±0,24, P2: 12,69±0,65, P3: 9,78±2,59; lemak kasar (%) P0: 3,95±0,85, P1: 3,84±0,99, P2: 6,93±1,34, P3: 4,14±0,51; serat kasar (%) P0: 17,82±2,02, P1: 21,53±0,72, P2: 22,99±0,46, P3: 23,54±0,81 dan protein kasar (%) P0: 10,94±2,63, P1: 12,64±0,11, P2: 11,70±0,09, P3: 12,80±0,57. Tepung limbah biji kakao yang difermentasi menggunakan bakteri selulolitik dengan metode pengeringan yang berbeda menunjukkan perbedaan nyata terhadap kadar air, kadar abu, lemak kasar dan serat kasar, tetapi tidak berbeda nyata terhadap protein kasar. Kesimpulannya bahwa metode pengeringan dengan diangin-anginkan mampu memperbaiki kandungan nutrisi tepung limbah biji kakao fermentasi.Kata Kunci: Bakteri selulolitik, fermentasi, limbah biji kakao, nutrisi, pengeringan

    KINERJA TEORITIS, KINERJA AKTUAL DAN EFESENSI MESIN HUMMER MILL PADA PENGGILINGAN TONGKOL JAGUNG

    No full text
    Hammer mill merupakan teknologi penggilingan bahan pakan yang bekerja dengan prinsip tumbukan. Kinerja mesin mempengaruhi dari efesiensi penggilingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja teoritis (KT), Kinerja Aktual (KA), dan efesiensi mesin hammer mill pada penggilingan tongkol jagung. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan sebagai berikut  P1 (berat tongkol jagung 1 kg), P2 (berat tongkol jagung 2 kg, P3 (berat tongkol jagung 3 kg), dan P4 (berat tongkol jagung 4 kg). Total unit perlakuan yaitu 12 unit percobaan. Parameter yang diukur yaitu KT (kg/menit), KA (kg/menit), efesiensi mesin (%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa P4 memiliki perbedaan yang nyata  (P<0,05) dengan nilai KA  0,82 ±  0,07 kg/menit dan 76 ± 0,08 kg/menit. P2 paling efesien dalam proses penggilingan dengan nilai efesiensi 99%.Kata kunci: efesiensi, hammer mill, kinerja mesin, tongkol jagung

    PENGARUH SKARIFIKASI BIJI DENGAN PERLAKUAN AIR PANAS, MEKANIK DAN ASAM TERHADAP KEMUNCULAN BIBIT DAN PERTUMBUHAN AWAL LAMTORO (Leucaena leucocephala)

    Full text link
    Pengaruh skarifikasi dengan air panas, mekanik dan asam terhadap kemunculan bibit dan pertumbuhan awal lamtoro (Leucaena leucocephala) diteliti. Hasil berbagai metoda skarifikasi biji  menunjukkan bahwa semua metoda skarifikasi yang digunakan memperbaiki kemunculan dan pertumbuhan awal  Lamtoro. Perendaman biji di dalam asam sulfat selama 20 dan 24 menit menghasilkan persentase kemunculan bibit, tinggi tanaman, jumlah daun, biomassa bahan kering tertinggi dan indeks kemunculan bibit terendah, disusul dengan skarifikasi mekanik dengan pemotongan biji pada bagian mikropil dan perlakuan air panas temperatur 80o C selama dua menit. Kemunculan bibit dan pertumbuhan awal Lamtoro terendah diperoleh pada kontrol. Dapat disimpulkan bahwa skarifikasi biji dibutuhkan untuk memperbaiki kemunculan dan pertumbuhan awal bibit Lamtoro dengan skarifikasi asam merupakan metode terbaik, walaupun dari sudut pandang petani, karena kesulitan penanganan dan biaya yan tinggi mungkin bukan merupakan metode terbaik.

    60

    full texts

    67

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇