INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling
Not a member yet
358 research outputs found
Sort by
Pengembangan Video Simulasi Konseling Teknik Dispute Cognitive Untuk Meningkatkan Resiliensi
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan video simulasi teknik dispute cognitive untuk meningkatkan resiliensi. Metode penilitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R & D) yang dikembangkan oleh Bergman dan Moore. Pengembangan video simulasi menggunakan metode Interactive Video (IVD) yang terdiri dari enam tahap, yakni (1) analisis, (2) desain, (3) pengembangan, (4) produksi, (5) pengarangan, (6) validasi. Desain ini dikembangkan berdasarkan hasil analisis kebutuhan mengenai perlunya video yang menggunakan teknik dispute cognitive. Video simulasi konseling yang berisikan simulasi proses konseling mulai dari contoh kasus, tahapan dalam konseling, hingga kesimpulan. Video ini telah diuji oleh ahli materi dan media. Hasilnya, menurut ahli materi video ini mendapatkan predikat Layak dengan skor 68%. Sementara ahli media menyatakan sangat layak dengan memberikan skor 86%. Selanjutnya dilakukan validasi oleh pengguna, Mereka memberikan skor 77,6% atau layak. Kesimpulannya adalah pengembangan video simulasi dengan teknik dispute cognitive layak dan dapat digunakan oleh guru bimbingan konseling dan diharapkan dapat membantu peserta didik untuk meningkatkan resiliensi
Pengaruh Konseling Kelompok dengan Pendekatan Trait and Factor Terhadap Kematangan Karir Siswa Kelas XII SMA Negeri 34 Jakarta
Kematangan karir siswa ditunjukkan oleh kemampuan siswa untuk mengukur diri, mengetahui potensi diri, penguasaan informasi jabatan atau pekerjaan, ketepatan dalam menentukan tujuan karir, kemampuan membuat perencanaan karir, dan memecahkan masalah yang mereka temui dalam berkarir dalam konteks ini adalah kemampuan memilih jurusan di pendidikan lanjut. Siswa yang menjadi sample penelitian adalah 5 orang siswa kelas XII MIPA yang dipilih menggunakan teknik purposive dengan keriteria skor kematangan karir terendah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian konseling kelompok dengan pendekatan trait and factor terhadap kematangan karir peserta. Pada hasil ditemukan bahwa nilai t-hitung -6, 192 serta nilai sig. 0,003. Berdasarkan t tabel dengan df= n-k atau 5-2 atau t tabel 2,353 maka dengan nilai t-hitung sebesar -6,192 maka ho ditolak. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu terdapat pengaruh penerapan konseling kelompok dengan pendekatan trait and factor terhadap kematangan karir peserta didik kelas XII SMA
Pengembangan Program Bimbingan Dan Konseling Karir Sekolah Menengah Kejuruan Model Employability Skill
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan program bimbingan dan konseling karir SMK model Employability Skill. Penelitian ini didasari hasil analisis asesmen kebutuhan dan permasalahn karir melalui penyebaran angket Inventori Tugas Perkembangan (ITP) di SMKN 6 kota Bekasi. Hasil yang di dapat rata-rata aspek wawasan kesiapan karir siswa 5,89 simpangan baku 0,25 dan koofesien variensi 6,78% artinya, kebutuhan akan kondisi obyektif perkembangan karir siswa sangat diperlukan bagi siswa. selain aspek wawasan dan kesiapan karir siswa juga perlu di bekali dengan ketrampilan employability skillnya agar peserta didik yang telah meninggal bangku sekolah menengah kejuruan sudah siap untuk terjun di dunia industry. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) model Borg and Gall yang di batasi pada 7 langkah yaitu: (1) Tahap penelitian dan pengumpulan informasi, (2) Tahap perencanaan produk dan desain, (3) Tahap pengembangan produk awal, (4) Uji validasi ahli, (5) Revisi Produk, (6) Uji lapangan oleh pengguna , (7) Revisi produk akhir. Pengujian produk melibatkan ahli bimbingan dan konseling, serta guru bimbingan dan konseling sekolah menengah kejuruan di Kota Bekasi. Berdasarkan hasil pengujian, maka pengembangan program bimbingan dan konseling karir model employability skill dinyatakan layak untuk diimplementasikan pada siswa SMK. Penelitian ini juga membahas mengenai kelemahan program yang ditemukan setelah uji coba dilakukan sebagai rekomendasi penelitian selanjutnya
Studi Kasus Kekerasan Emosional Pada Laki-Laki Muda Feminin (Feminine Youth Male)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami kekerasan emosional yang dialami oleh laki-laki feminin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian studi kasus. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam. Analisis data yang digunakan adalah Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Responden pada penelitian ini terdiri dari 3 laki-laki feminin dengan karakteristik berbeda, yaitu laki-laki feminin homoseksual, laki-laki feminin heteroseksual, dan transgender. Dari penelitian ini teridentifikasi 6 tema utama yang menunjukan bentuk kekerasan emosional yang diterima oleh ketiga responden, yaitu 1) Serangan verbal dengan sub-tema cemoohan dan labelling, 2) Hubungan sosial dengan sub-tema penolakan, dijauhi, dan provokasi orang lain, 3) Kefemininan responden dengan sub-tema kesadaran kefemininan, dituntut berperilaku maskulin, serangan fisik, dan ancaman, 4) Stigma dan diskriminasi dengan sub-tema diskriminasi, dianggap homoseksual, pembunuhan karakter, dan pelecehan seksual, 5) Kehidupan religius dengan sub-tema dianggap tidak sesuai ajaran agama dan coping, serta 6) Dampak dari perlakuan yang diterima dengan sub-tema sakit hati, kesepian, tidak percaya diri, rendah diri, menyalahkan diri, self-harm, keinginan bunuh diri, dan coping
Pengaruh Layanan Konseling Kelompok Dengan Teknik Problem Solving untuk Mengatasi Konflik antara Remaja yang Memiliki Insecure Attachment dengan Orang Tua
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan konseling kelompok dengan teknik problem solving untuk mengatasi konflik antara remaja yang memiliki insecure attachment dengan orang tua. Penelitian ini menggunakan Quasi Experimental dengan bentuk pretest-posttest Nonequivalent Control Grup Design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel penelitian ini adalah 10 peserta didik dengan skor level intensitas konflik yang tinggi. Sampel penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 5 orang dalam kelompok ekperimen dan 5 orang dalam kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah relationship styles questionnaireI(RSQ) dan issue checklist(IC). Pengujian hipotesis menggunakan teknik Mann Whitney U-Test. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa nilai Asymp.sig sebesar 0,008. Nilai probabilitas tersebut lebih kecil dibandingkan nilai signifikansi α (alpha) 0,05 yang digunakan dalam penelitian ini. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa konseling kelompok dengan teknik problem solving memberikan pengaruh yang signifikan dalam menurunkan skor intensitas konflik antara remaja yang mengalami insecure attachment dengan orang tua.
 
Gambaran Self-Compassion Guru Bimbingan dan Konseling Pada Jenjang SMA Negeri se-DKI Jakarta
Latar Belakang: Tuntutan pekerjaan guru BK yang begitu berat dan beban kerja yang tinggi membuat guru BK rentan mengalami burnout dan compassion fatigue. Permasalahan tersebut dan banyaknya hambatan guru BK dalam menjalankan profesinya akan mempengaruhi tingkat self-compassion yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran self-compassion yang dimiliki guru BK pada jenjang SMA Negeri se-DKI Jakarta.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode survei. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 191 guru BK SMA Negeri se-DKI Jakarta yang dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini merupakan intrumen adaptasi self-compassion yang dikembangkan oleh Neff yang terdiri dari 26 butir pernyataan. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan rata-rata self-compassion dan persentase.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan 86% guru BK SMA Negeri se-DKI Jakarta memiliki self-compassion yang tinggi dan 14% guru BK memiliki self-compassion yang sedang dengan rata-rata skor 3.92. Hasil ini menggambarkan guru BK sudah mampu menerima diri mereka apa adanya, memahami bahwa setiap permasalahan merupakan hal yang wajar dialami oleh manusia, tidak melebih-lebihkan suatu permasalahan, dan tidak mudah terbawa suasana.  
Pengembangan Media Buku Bantuan Diri (Self-Help Book) dengan Teknik Self Modification Untuk Meningkatkan Keterampilan Manajemen Waktu Peserta Didik Kelas X di MAN 1 Kota Tangerang Selatan
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan media self-help book untuk meningkatkan keterampilan manajemen waktu dengan menggunakan teknik self modification pada peserta didik X MA Negeri 1 Kota Tangerang Selatan. Penelitian ini termasuk dalam Research and Development (R&D) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Penelitian dilakukan di MA Negeri 1 Tangerang Selatan. Subjek penelitian ini adalah 197 peserta didik kelas X. Pengumpulan data dengan menggunakan teknik wawancara dan penyebaran angket kepada peserta didik. Hasil uji validasi dengan ahli media mendapat persentase sebesar 92,05% (Sangat Layak) dan ahli materi sebesar 87,5% (Sangat Layak). Hasil uji validasi pada kelompok kecil mendapat persentase 84,8% (Sangat Layak) pada penilaian media. Sehingga dapat dinyatakan media self-help book untuk meningkatkan keterampilan manajemen waktu dengan menggunakan teknik Self Modification pada peserta didik kelas X di MA Negeri 1 Kota Tangerang Selatan “Sangat Layak”. Di dalam self-help book ini terdapat informasi-informasi keterampilan manajemen waktu seperti definisi, faktor-faktor, bentuk perilaku, dan cara meningkatkan keterampilan manajemen waktu. Selain itu terdapat lembar kerja-lembar kerja untuk membantu peserta didik mengatasi permasalahan dan meningkatkan keterampilan manajemen waktu
Pengembangan Komik Digital Mengenai Pelecehan Seksual Secara Verbal (Catcalling) Melalui Bimbingan Klasikal Pada Peserta Didik SMAN 59 Jakarta
Latar belakang dari penelitian ini adalah kurangnya pengetahuan peserta didik mengenai pelecehan seksual secara verbal (catcalling), maka dari itu, diperlukan sebuah produk yang tepat agar dapat membantu peserta didik dalam meningkatkan pengetahuannya. Komik digital merupakan salah satu media pembelajaran yang digunakan untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik mengenai pelecehan seksual secara verbal (catcalling). Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan komik digital mengenai pelecehan seksual secara verbal (catcalling) melalui bimbingan klasikal pada peserta didik SMAN 59 Jakarta. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan langkah-langkah meliputi analisis potensi dan masalah, mengumpulkan informasi, desain produk, dan validasi desain, serta menggunakan tahapan pengembangan model instruksional ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Hasil dari uji validitas dengan ahli media mendapat hasil sebesar 74% (Layak) dan dengan ahli materi mendapat hasil sebesar 90% (Sangat Layak). Hasil uji coba penilaian media terhadap kelompok kecil mendapat hasil sebesar 87% (Sangat Layak) dan uji coba ketercapaian tujuan instruksional mendapat hasil sebesar 87% (Sangat Layak). Sehingga, komik digital mengenai pelecehan seksual secara verbal (catcalling) yang dikembangkan oleh peneliti mendapat hasil keseluruhan sebasar 83,67% dan dinyatakan “Sangat Layak”
Pengembangan Self-help Book Dengan Program Making Friends With Yourself untuk Meningkatkan Self-compassion Peserta Didik Kelas X SMA Negeri 38 Jakarta
Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan self-help book dengan program making friends with yourself untuk meningkatkan self-compassion peserta didik kelas X SMA Negeri 38 Jakarta. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah DBR yang merupakan akronim dari Design Based Research atau biasa disebut Educational Design Research yang terdiri dari tiga tahapan inti yakni (1) Analisis dan Eksplorasi, (2) Desain dan Konstruk, (3) Evaluasi dan Refleksi. Penelitian ini hanya dilakukan sampai tahap evaluasi. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 38 Jakarta. Subjek penelitian ini adalah 154 peserta didik kelas X SMA Negeri 38 Jakarta. Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan teknik penyebaran angket dan wawancara pada peserta didik. Hasil uji validasi dengan ahli media, skor yang didapatkan sebesar 77,27% (layak) dengan keunggulan memiliki desain yang menarik, pemilihan ukuran dan bentuk yang tepat, serta tujuan materi dapat tersampaikan. Sedangkan hasil uji validasi dengan ahli materi mendapatkan skor sebesar 91,25% (sangat layak) yang artinya self-help book yang dikembangkan telah sesuai dengan program making friends with yourself. Pengembangan self-help book memberikan informasi mengenai self-compassion, serta keterampilan dalam mengembangkan self-compassion.
Kata Kunci: Self-Help Book, Self-Compassion. 
Pengaruh Teknik Self-Instruction Dalam Pendekatan Cognitive Behavior Therapy untuk Meningkatkan Harga Diri Korban Perundungan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik self-instruction dalam pendekatan CBT untuk meningkatkan harga diri korban perundungan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian subjek tunggal dengan desain A-B. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang siswa laki-laki kelas VII SMP yang memiliki harga diri rendah berdasarkan hasil pengukuran harga diri instrumen coopersmith self-esteem inventory. Data yang diperoleh selama penelitian kemudian dianalisis dengan cara analisis dalam kondisi pada kondisi baseline (A) dan kondisi intervensi (B) serta dilakukan analisis antar kondisi baseline (A) dengan kondisi intervensi (B). Skor pada kondisi baseline cenderung stabil dan skor pada kondisi intervensi cenderung meningkat. Rata-rata skor harga diri sebelum dilakukan intervensi adalah 66 (berada pada kategori rendah) kemudian meningkat menjadi 93 (berada pada kategori sedang) setelah diberikan intervensi. Hasil persentase overlap pada penelitian ini memperlihatkan bahwa teknik self-instruction berpengaruh pada meningkatnya harga diri konseli