INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling
Not a member yet
    358 research outputs found

    Pengaruh Stigma Masyarakat Terhadap Pembentukan Konsep Diri Remaja Penyalahgunaan Narkoba di Yayasan Bersama Kita Pulih (BESAKIH)

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana stigma masyarakat mempengaruhi konsep diri remaja penyalahgunaan narkoba di Yayasan Bersama Kita Pulih. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode yang digunakan adalah studi kasus dengan responden sebanyak 2 orang remaja penyalahguna narkoba. Pengambilan sampel menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa responden pertama yang berinisial AA sudah memiliki konsep diri yang positif setelah melakukan rehabilitasi. hal tersebut terlihat dari mulai terpenuhinya dimensi-dimensi dalam konsep diri yaitu dimensi pribadi, dimensi sosial, dimensi fisik, dimensi etika dan moral serta dimensi keluarga. Sedangkan responden kedua yang berinisial MAM memiliki konsep diri yang negatif ditandai tidak merasa dirinya bermasalah dan tidak memerlukan perawatan rehabilitasi. Hal tersebut karena MAM memiliki kontrol emosi yang rendah, penerimaan diri yang negatif dan rendahnya tingkat beradaptasi dengan lingkungan. Stigma masyarakat 50% cukup berpengaruh terhadap pembentukan konsep diri pada remaja jika hubungan dengan keluarga kurang baik. Karena pada masa remaja sangat diperlukan dukungan dan kasih sayang orangtua dalam perkembangan emosional remaja. The purpose of this research is to see how social stigma affects self-concept of adolescent drug abuse at Yayasan Bersama Kita Pulih. This research uses a qualitative approach and method that is used is a case study with the respondents of 2 adolescents who abuse drugs. Sampling uses interview, observation and documentation. The result of this research shows that the first respondent with the initials AA already has a positive self-concept after doing the rehabilitation. It can be seen from starting the fulfillment of dimensions in self-concept, namely personal dimension, social dimension, physical dimension, ethical and moral dimensions and also family dimension. While, the second respondent with the initials MAM has a negative self-concept that is indicated from not feeling that his self is problematic and does not require rehabilitation treatment. This is because MAM has a low emotional control, negative self-acceptance and a low level-adaptation with the environment. 50% of social stigma is quite influential towards the formation of self-concept in adolescent if the relationship with the family is not good enough. Because in adolescence, parental support and affection are required in adolescent emotional development

    Hubungan Antara Efikasi Diri (Self Efficacy) dengan Kepuasan Hidup (Life Satisfaction) Mahasiswa

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada hubungan positif antara efikasi diri dan kepuasan hidup pada mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik pengambilan sample yaitu incidental sampling. Sample penelitian berjumlah 361 mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta. Penelitian ini menggunakan alat ukur dalam bentuk kuesioner yaitu General Self Efficacy Scale untuk variabel efikasi diri dan Multidimensional Students’ Life Satisfaction Scale untuk variabel kepuasan hidup. Pada variabel efikasi diri mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta memiliki tingkat efikasi diri sedang dan ditandai dengan jumlah persentase 64% dengan aspek tertinggi yaitu pada aspek effort dengan persentase 32%. Sedangkan pada variabel kepuasan hidup berada pada kategori sedang dan digambarkan dengan persentase 50% dan aspek tertinggi ada pada family dengan persentase sebesar 23%. Semua uji coba dalam penelitian ini menggunakan tingkat signifikansi .05. Secara umum terdapat hubungan antara efikasi diri dengan kepuasan hidup dengan hasil uji korelasionel yaitu hasil .398 uji korelasi ini masuk pada kategorisasi rendah sehingga hubungan antara kedua variabel tidak begitu signifikan. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif  yang tidak signifikan antara efikasi diri dengan kepuasan hidup mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidika

    Pengaruh Konseling Online Menggunakan Teknik Desensitisasi Sistematis Terhadap Kecemasan Siswa Pada Saat Presentasi di SMPN 232 Jakarta

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik Desensitisasi Sistematis untuk mengurangi tingkat kecemasan siswa pada saat presentasi di SMPN 232 Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian subjek tunggal dengan desain A-B. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang siswa perempuan kelas VIII SMPN 232 Jakarta yang memiliki tingkat kecemasan tinggi pada saat presentasi berdasarkan hasil pengukuran kecemasan instrumen state and trait anxiety (STAI). Data yang diperoleh selama penelitian kemudian dianalisis dengan cara analisis dalam kondisi pada kondisi baseline (A) dan kondisi intervensi (B) serta dilakukan analisis antar kondisi baseline (A) dengan kondisi intervensi (B). Skor pada kondisi baseline cenderung stabil dan skor pada kondisi intervensi cenderung menurun. Skor kecemasan sebelum dilakukan intervensi adalah 121 (berada pada kategori tinggi) kemudian menurun menjadi 64 (berada pada kategori rendah) setelah diberikan intervensi. Hasil persentase overlap pada penelitian ini memperlihatkan bahwa teknik Desensitisasi Sistematis berpengaruh pada menurunnya tingkat kecemasan siswa pada saat presentasi

    Efektifitas Teknik Anger Management dalam Mengelola Emosi Marah yang dilakukan melalui e-counseling di SMP Islam Al Azhar 12 Rawamangun

    No full text
    EFEKTIFITAS TEKNIK ANGER MANAGEMENT DALAM MENGELOLA EMOSI MARAH YANG DILAKUKAN MELALUI E-COUNSELING DI SMP ISLAM AL AZHAR 12 RAWAMANGUN EFEKTIFITAS TEKNIK ANGER MANAGEMENT DALAM MENGELOLA EMOSI MARAH YANG DILAKUKAN MELALUI E-COUNSELING DI SMP ISLAM AL AZHAR 12 RAWAMANGUN Ayu Lestari ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik anger management dalam mengelola emosi marah pada satu siswa kelas IX di SMPI Al Azhar 12 Rawamangun. Metode penelitian adalah Single Subject Research dengan desain penelitian A-B. Pengumpulan data menggunakan instrumen observasi yang dikembangkan melalui indikator pengekspresian kemarahan oleh Spielberger yaitu Anger In, Anger Out, dan Anger Control. Teknik analisis data menggunakan analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah pada indikator Anger In mengalami penurunan dari kondisi baseline 13,7(sangat rendah) dan kondisi intervensi sebesar 13,6 (sangat rendah) hal yang sama terjadi pada indikator Anger Out mengalami penurunan sebesar pada baseline sebesar 30 (sangat tinggi) dan setelah intervensi menjadi 17,4 ( sedang) sesedangkan pada indikator Anger Control menunjukkan peningkatan, pada baseline diperoleh rata-rata sebesar 9 ( sangat rendah) dan setelah intervensi menjadi 23 (tinggi) . kenaikan dan penurunan pada anger out dan anger control tidak harus sama , bisa lebih besar pada kenaikan di anger in dan lebih kecil penurunan di anger out maupun sebaliknya. Adanya penurunan pada Anger Out dan adanya peningkatan pada Anger Control menunjukkan bahwa anger management berpengaruh dalam membantu anak dalam mengelola ekspresi emosi marahnya.   The research aims to find out the influence of anger management techniques in managing angry emotions in one grade IX student at SMPI Al Azhar 12 Rawamangun. The research method is Single Subject Research with A-B research design. Data collection uses observation instruments developed through Spielberger's anger expression indicators Anger In, Anger Out, and Anger Control. Data analysis techniques use analysis in conditions and analysis between conditions. The results obtained from this study are in anger in indicators decreased from baseline conditions of 13.7 (very low) and intervention conditions of 13.6 (very low) the same thing occurred in anger out indicator decreased by 30 (very high) baseline and after intervention to 17.4 ( moderate) as in anger control indicator showed improvement, on the baseline obtained an average of 9 ( very low) and after intervention to 23 (high) . increase and decrease in anger out and anger control does not have to be the same, it can be greater on the increase in anger in and smaller decrease in anger out or vice versa. The decrease in Anger Out and the increase in Anger Control shows that anger management has an effect in helping children manage their expressions of angry emotions. . Keywords: Anger, Anger Expression, Anger In, Anger Out, Anger Control, behavior, cognitive, Individual counseling, Anger Managemen

    Gambaran Self-Care Guru Bimbingan dan Konseling di SMA Negeri Se-DKI Jakarta

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran self-care guru Bimbingan dan Konseling di SMA Negeri se-DKI Jakarta. Sampel penelitian ini berjumlah 195 guru BK dengan menggunakan teknik convenience sampling. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode survey. Pengumpulan data dilakukan secara online dengan menggunakan instrumen Professional Self-Care Scale.  Hasil penelitian menunjukan pada umumnya self-care guru BK di SMA Negeri se-DKI Jakarta berada pada kategori tinggi dengan rerata sebesar 123.14. Sebanyak 184 guru BK (94.36%) memiliki self-care tinggi, terdapat 11 guru BK (5.64%)  memiliki self-care sedang, dan tidak ada satupun guru BK yang memiliki self-care rendah. Pengembangan profesional mendapat rerata paling tinggi sebesar 6.20, sedangkan keseimbangan harian mendapat rerata terendah dengan skor 5.10. Strategi kognitif mendapati rerata sebesar 6.10, dukungan profesional mendapat rerata sebesar 5.90, dan keseimbangan hidup mendapat rerata sebesar 5.80.  Hasil ini menunjukan bahwa guru BK mampu mencari peluang untuk pertumbuhan profesional dan keterlibatan dalam kegiatan profesional yang menyenangkan, dapat memantau stres serta reaksi di tempat kerja, mampu menumbuhkan hubungan saling mendukung dengan rekan kerja, mampu membina hubungan dan kegiatan di luar pekerjaan, namun mereka masih membutuhkan pengembangan tentang mengelola tuntutan pekerjaan serta mengelola kegiatan sehari-hari

    Pengembangan Panduan Terapi Musik Kelompok untuk Mengurangi Dampak Kekerasan Emosional pada Remaja

    Full text link
    Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku panduan konseling kelompok dengan teknik songwriting untuk mengurangi dampak kekerasan emosional yang dialami remaja selama masa pengasuhan. Model pengembangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Educational Design Research yang termasuk dalam Research and Development (R&D). Educational Design Research memiliki empat  tahapan, yakni Analisis dan Eksplorasi, Desain dan Konstruksi, Evaluasi dan Refleksi, serta Implementasi dan Penyebarluasan. Namun, penelitian ini terbatas pada tahap  Evaluasi dan Refleksi. Studi pendahuluan dan pengumpulan data dilakukan pada tahap analisis dan eksplorasi dengan menggunakan metode wawancara dan penyebaran instrumen emotional abuse checklist kepada 53 responden. Selanjutnya hasil perolehan data digunakan untuk pengembangan buku panduan pada tahap desain dan konstruksi. Tahap evaluasi dan refleksi memaparkan saran dan penilaian buku panduan. Hasil validasi uji materi mencapai persentase sebesar 92.10%, validasi uji media mencapai persentase sebesar 88.75% sedangkan uji keterbacaan yang dilakukan kepada guru BK SMK Negeri 2 Cibinong mencapai persentase sebesar 94.75%.  Berdasarkan ketiga hasil pengujian tersebut buku panduan terapi musik kelompok untuk mengurangi dampak kekerasan emosional pada remaja masuk dalam kategori sangat layak untuk melalui uji coba lapangan.   Kata Kunci : Educational Design Research, Buku Panduan, Music Therapy, Kekerasan Emosional.   THE DEVELOPMENT OF A GROUP MUSIC THERAPY GUIDEBOOK TO REDUCE THE IMPACT OF EMOTIONAL ABUSE IN ADOLESCENTS   Abstract This study aims to develop a group counseling guidebook with songwriting techniques to reduce the impact of emotional violence experienced by adolescents during parenting. The development model used in this research is Educational Design Research which is included in Research and Development (R&D). Educational Design Research has four stages, namely Analysis and Exploration, Design and Construction, Evaluation and Reflection, and Implementation and Dissemination. However, this research only reached the stage of Evaluation and Reflection. Preliminary studies and data collection were carried out at the analysis and exploration stage using the interview method and distributing the emotional abuse checklist instrument to 53 respondents. Furthermore, the results of the data acquisition are used for the development of the guidebook at the design and construction stages. The evaluation and reflection stages present suggestions and assessments of the guidebook. The results of the material test validation reached a percentage of 92.10%, the media test validation reached a percentage of 88.75%, while the readability test conducted for BK teachers at SMK Negeri 2 Cibinong reached a percentage of 94.75%. Based on the three test results, the guidebook for group music therapy to reduce the impact of emotional violence on adolescents is in the very worthy category to go through a field trial.   Keywords: Educational Design Research, Guidebooks, Music Therapy, Emotional Abuse

    Optimisme Mahasiswa: Kebutuhan Web-Based Acceptance and Commitment Therapy Untuk Meningkatkan Optimisme

    Full text link
    Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat optimisme mahasiswa dan kebutuhan untuk mengembangkan Web-based Acceptance and Commitment Therapy (ACT) sebagai strategi untuk meningkatkan optimisme mahasiswa. Convenience sampling yang digunakan untuk mengumpulkan data pada 283 mahasiswa. Instrumen yang digunakan yaitu Life Orientation Test – Revised (LOT-R) dan angket kebutuhan media Web-based ACT. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat optimisme mahasiswa di Jakarta yaitu sedang (16.6 dari total skor 24). Secara keseluruhan 44 mahasiswa (16%) memiliki tingkat optimisme rendah, 159 mahasiswa (56%) memiliki tingkat optimisme sedang, 80 mahasiswa (28%) memiliki tingkat optimisme tinggi. Perempuan memiliki tingkat optimisme yang lebih tinggi daripada laki-laki (16.7 vs 16.3). 158 mahasiswa (63%) merasa sangat perlu adanya media web bantu diri (self-help web) untuk meningkatkan optimisme agar mahasiswa dapat meningkatkan optimisme. Diketahui juga bahwa pengembangan Web-based ACT juga sangat penting untuk membantu meningkatkan optimisme mahasiswa. Abstract This study aims to determine the level of student optimism and the need to develop Web-based Acceptance and Commitment Therapy (ACT) as a strategy to increase student optimism. Convenience sampling was used to collect data on 283 students. The instruments used are the Life Orientation Test-Revised (LOT-R) and the ACT Web-based media needs questionnaire. The results showed that the level of student optimism in Jakarta was moderate (16.6 out of a total score of 24). Overall 44 students (16%) had a low level of optimism, 159 students (56%) had a moderate level of optimism, 80 students (28%) had a high level of optimism. Women had higher levels of optimism than men (16.7 vs 16.3). 158 students (63%) felt the need for a self-help web to increase optimism so that students could increase their optimism. It is also known that the development of Web-based ACT is also very important to help increase student optimism

    Hubungan antara Self Compassion dengan Resiliensi pada Mahasiswa Tingkat Akhir

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self compassion dengan resiliensi pada mahasiswa tingkat akhir. Penelitian ini menggunakan metode korelasi dengan pendekatan kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 310 mahasiswa tingkat akhir Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta. Pengambilan sampel menggunakan Teknik accidental sampling. Alat pengumpul data berupa instrumen Skala Welas Diri (SWD) dan Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) Short version-10 item yang diadaptasi oleh peneliti. Hasil uji validitas menunjukkan semua butir pernyataan valid. Uji reliabilitas untuk variabel self compassion sebesar 0,962 dan untuk resiliensi 0,801 berada pada kategori sangat tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara self compassion dengan resiliensi pada mahasiswa tingkat akhir  dengan koefisien korelasi 0,498 dan siginifikansi 0,000 (p<0,05).  &nbsp

    LAYANAN KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK REFRAMING UNTUK MENINGKATKAN IDENTITAS DIRI SISWA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji penerapan konseling kelompok dengan Teknik Reframing untuk meningkatkan identitas diri siswa Kelas X SMKN 8 Pandeglang Tahun Ajaran 2021/2022. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif, pre-test post-test one group design. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket untuk mengetahui tingkat identitas diri siswa kelas X SMKN 8 Pandeglang. Subjek penelitian ini adalah 8 siswa yang memiliki identitas diri rendah. Teknik analisis data yang digunakan adalah ststistik parametrik menggunakan uji t dua sampel berpasangan (paired sample t Test ). Hasil menunjukan nilai rata-rata post-test lebih besar daripada nilai rata-rata pre-test, hal ini menunjukan bahwa ada peningkatan dari identitas diri siswa sesudah diterapkan layanan konseling kelompok dengan Teknik reframing. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa signifikansi yang diperoleh sebesar 0,000, yang mana lebih kecil dari 0,05, dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini berarti ada perbedaan yang signifikan antara identitas diri siswa sebelum dan sesudah diterapkannya layanan konseling kelompok dengan Teknik reframing

    Hubungan Resiliensi Akademik dan Optimisme dengan Stres Akademik Peserta Didik Sekolah Menengah Atas Tahun Pertama di Boarding School

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan resiliensi akademik dan optimisme dengan stres akademik pada peserta didik sekolah menengah atas tahun pertama di Boarding School. Metode yang digunakan yaitu korelasi dengan pendekatan kuantitatif. Subjek pada penelitian ini yaitu 274 peserta didik kelas X di Husnul Khotimah Boarding School. Pengambilan sampel menggunakan incidental sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu Educational Stress Scale for Adolescent (ESSA), Life Orientation Test – Revised (LOT-R), dan The Academic Resilience Scale (ARS-24). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara resiliensi akademik dan optimisme dengan stres akademik pada peserta didik sekolah menengah atas tahun pertama di Boarding School dengan koefisien korelasi didapatkan nilai koefisien korelasi (R) sebesar -0.162 dan nilai signifikansi 0.027 (p< 0.05). Pada instrumen ESSA aspek tertinggi berada pada aspek pressure from study yang ditandai dengan banyaknya tuntutan, persaingan antar teman, dan khawatir terhadap studi lanjutan. Sedangkan untuk aspek terendah yaitu despondency ditandai dengan peserta didik cenderung cukup memiliki rasa percaya diri untuk mencapai target akademik. Selanjutnya pada instrumen ARS-24 aspek tertinggi berada pada perseverance yang ditandai dengan peserta didik cukup mampu menghadapi kesulitannya, berusaha keras mengerjakan tugas sekolah, dan mampu meningkatkan nilai akademiknya. Sedangkan untuk aspek terendah yaitu negative affect and emotional response, ditandai dengan peserta didik kurang mampu merespon emosi-emosi yang muncul. Pada instrumen LOT-R aspek tertinggi yaitu optimis ditandai dengan peserta didik cenderung menghadapkan hal-hal baik yang terjadi. Sedangkan aspek terendah yaitu pesimis ditandai dengan peserta didik cenderung pasrah jika hal buruk terjadi

    331

    full texts

    358

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇