INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling
Not a member yet
358 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN PROGRAM LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL ASPEK WAWASAN DAN KESIAPAN KARIR BERBASIS INTERNET UNTUK SISWA SMK
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Program Layanan Bimbingan Klasikal Aspek Wawasan dan Kesiapan Karir berbasis internet yang ditujukan untuk siswa Sekolah Menengah Kejuruan. Dalam penelitian ini penulis memadukan tiga konsep dasar yaitu teori karir, kompetensi bimbingan, dan Standar Kompetensi Kemandirian yang tersusun dalam Rambu-rambu Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal, menjadi lima kompetensi dasar yang tercantum dalam program layanan bimbingan klasikal yang penulis kembangkan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan R&D Borg dan Gall dengan menggunakan model pengembangan pembelajaran ADDIE. Penelitian ini menggunakan 3 dari 10 tahap R&D Borg dan Gall yaitu penelitian dan pengumpulan informasi, perencanaan, dan pengembangan produk tahap awal; serta menggunakan 3 dari 5 tahap, dan tahap model pengembangan pembelajaran ADDIE yang dilakukan yaitu analisis, desain, dan pengembangan. Program Layanan Bimbingan Klasikal Aspek Wawasan dan Kesiapan Karir Berbasis Internet Untuk Siswa SMK ini telah terkategorikan Baik. Program ini masih berupa layanan bimbingan klasikal yang menggunakan media internet sebagai basis pembelajaran
SELF ESTEEM KORBAN BULLYING (Survey Kepada Siswa-siswi Kelas VII SMP Negeri 270 Jakarta Utara)
Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran mengenai self esteem korban bullying yang duduk di kelas VII. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 270 Jakarta Utara dengan populasi sebanyak 168 siswa-siswi kelas VII. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling, diperoleh 39 siswa korban bullying dengan kategori tinggi. Metode penelitian yang digunakan dengan studi deskriptif. Instrumen pada penelitian ini berupa kuesioner tentang bullying yang dikembangkan oleh Sullivan dan Self Esteem yang diadaptasi Stanley Coopersmith. Setelah dilakukan uji coba, untuk angket bullying, didapatkan hasil 31 item valid dan 4 item drop dengan nilai reliabilitas 0.712 dan self esteem didapatkan hasil 55 item valid dan 3 item drop dengan reliabilitas uji coba 0.739. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat self esteem siswa yang menjadi korban bullying 46% siswa berada pada kategori sedang, 31% siswa berada pada kategori rendah dan 23% siswa berada pada kategori tinggi. Untuk mean per komponen, jumlah tertinggi diperoleh dari komponen self esteem umum sebesar 39 atau 43,33% selanjutnya self esteem akademis dengan sebesar 12 atau 42,30%, lalu self esteem sosial dengan jumlah 11 atau 41,67% dan terendah adalah self esteem keluarga dengan jumlah 10 atau 40%. Penelitian ini ditujukan bagi guru Bimbingan dan Konseling serta pihak sekolah, hendaknya memberikan layanan informasi kepada siswa-siswi untuk mengembangkan harga diri. Langkah ini juga dapat ditempuh dengan memberikan layanan konseling kelompok kepada siswa-siswi yang menjadi korban bullying dan bekerjasama dengan pihak sekolah, seperti wali kelas dengan tujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan nyaman
UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN PERENCANAAN KARIR SISWA MELALUI BIMBINGAN KELOMPOK PADA SISWA KELAS XII IPA DI SMA N 8 PURWOREJO (Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling)
Dalam rentang kehidupannya, individu dihadapkan pada serangkaian tugas perkembangan karir yang sesuai dengau tahapan usianya. Siswa harus mampu membuat perencauaan karir, sebelum akhirnya memutuskan untuk memilih karir tertentu. Perencanaan karir bemanfaat bagi siswa, yakni meminimalkan kemungkinan dibuatnya kesalahan- kesalahan yang berat dalam memilih alternatif-alternatif yang tersedia. Individu yang mempunyai perencanaan karir yang sesuai akan lebih siap dalam menghadapi masa depan yang terkait dengan kehidupan karirnya. Layanan Bimbingan Kelompok dipercaya cukup efektif dalam membantu terjadinya perubahan-perubahan perilaku adaptif siswasiswa yang masalah perencanaan karir. Penelitian ini adalah merupakan penelitian tindakan bimbingan dan konseling. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan kegiatan layanan bimbingan kelompok dalam upaya peningkatan kemampuan perencanaan karir siswa kelas XII IPA di SMA Negeri 8 Purworejo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan kegiatan layanan bimbingan kelompok dalam upaya peningkatan kemampuan perencanaan karir siswa kelas XII IPA di SMA Negeri 8 Purworejo mencapai 100% siswa (subyek penelitian). Hasil akhir penelitian tindakan bimbingan dan konseling menunjukkan rata-rata nilai gabungan subyek penelitian menunjukkan nilai 3.83 atau dalam kategori baik. Sedangkan secara rata-rata perbandingan nilai sebelum pelaksanaan PTBK dengan siklus II terjadi peningkatan 319% dengan peningkatan tertinggi 400% dan peningkatan terendah 233%
REGULASI DIRI MAHASISWA BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM PROSES PENYUSUNAN SKRIPSI (Survey Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Angkatan 2008-2010 yang Bekerja)
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai regulasi diri mahasiswa Bimbingan dan Konseling angkatan 2008-2010 Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta yang bekerja pada saat penyusunan skripsi. Populasi penelitian berjumlah 60 mahasiswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik purpossive sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif jenis survey. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini merupakan adaptasi alat ukur Self Regulation Questionnaire (SRQ) yang dibuat oleh Miller & Brown, berisi 63 butir pernyataan dari tujuh indikator regulasi diri dan telah divalidasi oleh ahli. Hasil reliabilitas dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach diperoleh hasil sebesar 0,89. Teknik analisa data yang digunakan yaitu statistik deskriptif yang dijabarkan melalui kategorisasi. Berdasarkan hasil analisa data responden secara keseluruhan, yaitu: kategori rendah terdapat 10 mahasiswa (17%) artinya, memiliki regulasi diri rendah dalam beraktivitas termasuk bekerja dan menyusun skripsi, kategori sedang terdapat 44 mahasiswa (73%) artinya, memiliki regulasi diri cukup dalam beraktivitas termasuk bekerja dan menyusun skripsi, dan kategori tinggi terdapat 6 mahasiswa (10%) artinya, memiliki regulasi diri tinggi dalam beraktivitas termasuk bekerja dan menyusun skripsi. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa Bimbingan dan Konseling angkatan 2008-2010 memiliki regulasi diri sedang antara bekerja dan menyusun skripsi
SIKAP MAHASISWA TINGKAT AKHIR SELAMA MENJALANI PERKULIAHAN DI JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap mahasiswa tingkat akhir selama menjalani perkuliahan di jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Jakarta. Subjek pada penelitian ini adalah 2 orang mahasiswa kelas Reguler 2007 dan Non Reguler 2008. Responden diambil berdasarkan hasil studi pendahuluan dan observasi secara insidental untuk mengetahui sikap mahasiswa tingkat akhir selama menjalani perkuliahan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Wawancara yang dilakukan secara terstruktur terhadap subjek atau kasus, teman sebaya, dosen yang mengenal subjek, dengan mengacu pada teori sikap oleh Mar’at. Data hasil penelitian dianalisis dengan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penyajian data menggunakan narasi. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber data. Hasil penelitian keseluruhan menunjukan subjek pertama awalnya memilih jurusan Bimbingan dan Konseling karena merasa kesulitan serta terancam dropout dari jurusan sebelumnya yaitu Bahasa Perancis. Sedangkan subjek kedua memilih jurusan Bimbingan dan Konseling awalnya karena tertarik menjadi guru, namun mengalami penurunan minat sejak subjek merasa pelayanan, perkuliahan dan sistem penilaian di Jurusan BK kurang memuaskan, yang berakibat nilai mata kuliah yang subjek peroleh pun kurang memuaskan. Untuk beberapa mata kuliah, subjek terpaksa harus mengulang sehingga subjek tidak bersemangat kuliah di BK. Saat mengikuti program pengalaman lapangan (PPL), subjek melihat guru pamong tidak memiliki gambaran sikap dan kepribadian yang ideal sebagai guru Bimbingan dan Konseling. Hal ini semakin menurunkan keyakinan subjek untuk menjadi guru Bimbingan dan Konseling, dan ingin berkarier di luar Bimbingan dan Konseling. Implikasi penelitian ini adalah 2 orang mahasiswa jurusan Bimbingan dan Konseling yang bermasalah, kurang mampu mengatasi permasalahan selama perkuliahan, serta kurang memiliki gambaran sikap yang baik selama perkuliahan
GAMBARAN COPING STRESS MAHASISWA BK DALAM MENGIKUTI PERKULIAHAN DI UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran coping stress mahasiswa BK dalam mengikuti perkuliahan di Universitas Negeri Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa BK dari angkatan 2013, 2012, 2011, 2010, dan 2009 dengan sampel 20% dari populasi, dengan teknik proportionate stratified random sampling. Populasi keseluruhan Mahasiswa BK pada semester ganjil tahun 2013 adalah 378.Sehingga sampel yang diambil sebanyak 76 responden. Analisa data hasil penelitian digunakan dengan menggunakan teknik deskriptif kuatitatif. Berdasarkan analisa data, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden 39,47% yaitu mahasiswa BK di Universitas Negeri Jakarta cenderung memiliki kemampuan coping stress yang cukup baik dalam mengikuti perkuliahan. Hal ini terlihat dari hasil perhitungan data keseluruhan bahwa persentase pada kategori sedang mendapatkan persentase tertinggi. Jika dilihat per aspek, persentase tertinggi ada pada aspek atau bentuk coping yang berfokus pada penilaian atau appraisal focused coping, itu artinya bahwa responden cenderung menggunakan bentuk coping tersebut. Jika dilihat per angkatan, masing-masing angkatan yaitu 2013, 2012, 2011, dan 2009 lebih cenderung menggunakan appraisal focused coping atau coping yang berfokus pada penilaian sedangkan 2010 lebih cenderung menggunakan problem focused coping atau coping yang berfokus pada masalah
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIR MAHASISWA JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan karir mahasiswa jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan jenis penelitian survei. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa bimbingan dan konseling angkatan 2010 s.d. 2013 sebanyak 299 mahasiswa. Teknik sampling yang digunakan adalah proportionate stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 163 mahasiswa. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian dari konstruk teori pengambilan keputusan karir yang diungkapkan oleh Mitchell dan Krumboltz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan karir adalah kondisi lingkungan dan kejadian-kejadian (70,97%) pengalaman belajar (69,90%) dan keterampilan menghadapi tugas (68,11%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah mahasiswa Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta dalam memilih jurusan BK dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang meliputi jumlah peluang kerja dan nilai-nilai orangtua. Implikasi dari penelitian ini adalah mahasiswa BK yang telah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhinya dalam mengambil keputusan karir perlu melakukan adaptasi karir dan melakukan strategi khusus dalam menjalani perkuliahan dan mampu meningkatkan kualitas diri sebagai calon guru BK
PENGARUH POLA ASUH ORANGTUA TERHADAP SIKAP SISWA DALAM PELAKSANAAN TATA TERTIB SEKOLAH (Studi Eks-post facto di Kelas VIII SMP Al Kautsar Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2013/2014)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sikap terhadap pelaksanaan tata tertib sekolah siswa yang diasuh dengan pola asuh demokratis, otoriter, dan permisif serta untuk mengetahui perbedaan pengaruh pola asuh demokratis, otoriter, dan permisif terhadap sikap siswa dalam pelaksanaan tata tertib sekolah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian ex- post facto. Instrumen yang digunakan yaitu instrumen sikap. Populasi peneitian berjumlah 300 orang siswa kelas VIII. Pengambilan sampel menggunakan teknik proportionate random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 60 orang siswa. Berdasarkan hasil penelitian diketahui kecenderungan siswa dengan pola asuh demokratis bersikap positif sebesar 9.09%, netral 72.73%, dan negatif sebesar 18.18%. Sedangkan siswa dengan pola asuh otoriter yang memiliki kecenderungan sikap positif 10%, netral 75%, dan negatif sebesar 15%. Untuk siswa dengan pola asuh permisif memiliki sikap positif sebesar 33.33%, netral 33.33%, dan negatif 33.34%. Berdasarkan hasil uji hipotesis menggunakan ANAVA satu jalan didapatkan nilai sig. 0.00 dengan α 0.05 dan dapat diartikan bahwa terdapat perbedaan pengaruh pola asuh demokratis, otoriter, dan permisif terhadap sikap siswa dalam pelaksanaan tata tertib sekolah. Selanjutnya berdasarkan hasil uji lanjutan t-Dunnet didapatkan hasil bahwa pengaruh pola asuh demokratis secara signifikan lebih tinggi dari pengaruh pola asuh otoriter, pengaruh pola asuh demokratis secara signifikan lebih tinggi dari pengaruh pola asuh permisif, dan pengaruh pola asuh otoriter secara signifikan lebih tinggi daripada pengaruh pola asuh permisif. Hasil Penelitian ini dapat digunakan oleh pihak sekolah khususnya guru Bimbingan dan Konseling untuk meningkatkan sikap positif siswanya. Guru Bimbingan dan Konseling dapat menyusun satuan layanan (satlan) bimbingan klasikal dengan materi tentang pentingnya pelaksanaan tata tertib sekolah, ataupun melaksanakan bimbingan kelompok membahas topik sikap positif terhadap pelaksanaan tata tertib sekolah
HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DENGAN KEMATANGAN KARIR SISWA KELAS XI SMKN 8 JAKARTA
Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran empiris mengenai hubungan efikasi diri dengan kematangan karir siswa kelas XI di SMK Negeri 8 Jakarta, dengan populasi sebanyak 316 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Simple Random Sampling. Peneliti menggunakan 65 siswa sebagai sampel penelitian atau 20% dari jumlah populasi (316 siswa). Penelitian ini menggunakan metode penelitian korelasional. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini berupa kuesioner tentang efikasi diri dan CMI (Career Maturity Inventory milik Crites). Setelah dilakukan uji coba didapatkan hasil 28 item valid dengan nilai reliabilitas 0.896 untuk variabel efikasi diri dan 114 untuk CMI dengan nilai reliabilitas 0.82. Berdasarkan pengujian hipotesis antara efikasi diri dan kematangan karir variabel didapatkan koefisien korelasi sebesar 0.179 dengan (Ha : Ï â‰ 0), artinya terdapat hubungan yang positif antara efikasi diri dengan kematang an karir siswa. Semakin tinggi tingkat efikasi diri siswa maka semakin tinggi juga kematangan karir siswa, begitu pula sebaliknya, semakin rendah tingkat efikasi diri siswa maka semain rendah kematangan karir siswa. Selain itu didapatkan efikasi diri mempengaruhi kematangan karir sebesar 3.2% dan 96.8% dipengaruhi oleh faktor lain yaitu kualitas pengalaman pendidikan yang telah dilalui, dukungan keuangan yang tersedia mengikuti pelatihan tertentu dan potensi Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan bagi pihak sekolah khususnya bagi guru BK untuk memahami apa itu efikasi diri serta dapat dijadikan bahan acuan penyusunan program layanan BK agar para siswa dapat memahami efikasi diri dan memiliki kesadaran untuk meningkatkan efikasi diri untuk mencapai kematangan karir yang lebih baik