INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling
Not a member yet
358 research outputs found
Sort by
PENYESUAIAN SOSIAL SISWA TUNARUNGU (Studi Kasus di SMK Negeri 30 Jakarta)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap berbagai fakta tentang penyesuaian sosial pada siswa tunarungu di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 30 Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Penelitian dilaksanakan di SMK Negeri 30 Jakarta, dengan dua responden yaitu siswa kelas XI Busana 2 dan XII Boga 3. Responden diambil berdasarkan hasil studi pendahuluan untuk mengetahui terdapat siswa yang memiliki keterbatasan dalam mendengar (tunarungu). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Wawancara yang dilakukan adalah wawancara terstruktur terhadap subjek atau kasus, teman sebangku, teman sebaya, wali kelas dan orang tua dengan mengacu pada teori penyesuaian sosial dari Hurlock. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui studi kasus, adapun penyajian data menggunakan narasi. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber data. Hasil penelitian keseluruhan menunjukan Responden RH memiliki penyesuaian sosial yang rendah. Prilaku sosial yang timbul pada RH lebih banyak diam dan menyendiri dari pada ikut serta bergabung dengan teman-teman lainnya. RH mengaku bahwa ia merasa tidak nyaman berada diantara teman- temannya, RH merasa minder dengan kondisinya sebagai anak tunarungu di sekolah umum. Hal ini karena teman-teman di kelas suka mengejeknya. RH merasa kurang dapat menyesuaikan diri di lingkungan sekolah. Sedangkan responden R memiliki penyesuaian yang cukup tinggi dibandingkan RH, perilaku sosial R mampu membangun hubungan yang baik dengan teman-temannya di sekolah, dimana R suka membantu temannya yang sedang mengalami kesulitan, berbagi cerita dengan teman-temannya, berbaur dengan kelompok saat sedang bercanda gurau. Walaupun terkadang R suka merasa minder dengan kondisinya sebagai anak tunarungu di sekolah umum tersebut, namun R selalu berusaha untuk lebih percaya diri. Diketahui bahwa RH dan R merupakan siswa SMKN 30 yang sama-sama berkebutuhan khusus yaitu tuna rungu, mereka memiliki penyesuaian sosial yang berbeda. RH memiliki penyesuaian sosial yang rendah, sedangkan R memiliki penyesuaian sosial yang cukup tinggi
KEMATANGAN KARIR SISWA MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) CIKARANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kematangan karir siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Cikarang. Populasi penelitian ini adalah 606 siswa. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Simple random sampling dengan jumlah sampel 103 siswa. Skala yang digunakan adalah skala likert. Hasil penelitian menunjukan siswa yang memiliki kategori tinggi berjumlah 22 orang dengan persentase 21,4 %, siswa yang memiliki kategori sedang berjumlah 66 orang dengan persentase 64,0 % dan kategori rendah dengan jumlah 15 orang dan persentase sebesar 14,6 %. Kesimpulan penelitian ini adalah kematangan karir siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Cikarang berada pada kategori sedang, hal ini dapat terlihat bahwa aspek yang banyak dipilih adalah aspek eksplorasi karir
Pengaruh penggunaan media komik dalam layanan informasi karir untuk meningkatkan kematangan karir: Studi kuasi eksperimen terhadap peserta didik kelas VIII di SMP Labschool Jakarta
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kematangan karir peserta didik kelas VIII di SMP Labschool Jakarta melalui layanan informasi karir menggunakan media komik. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan pretest-posttest nonequivalent group design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 72 orang yang diambil dengan menggunakan teknik cluster sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen yang dikembangkan melalui konstruk Inventori Kematangan Karir yang dikemukakan Crites tahun 1973. Inventori kematangan karir terdiri dari dua pengukuran yaitu pengukuran terhadap sikap karir dan kompetensi karir. Teknik analisis data untuk memperoleh gambaran kematangan karir menggunakan statistik deskriptif berupa presentase dan teknik analisis data untuk uji hipotesis menggunakan t-test berupa independent sample t-test. Hasil uji hipotesis dilakukan dengan bantuan program SPSS 20.0 for windows yang menunjukkan bahwa pada sikap karir diperoleh Sig = 0,000 dan pada kompetensi karir diperoleh Sig = 0,000, hasil tersebut menunjukkan bahwa pada sikap karir maupun kompetensi karir diperoleh Sig < 0,05. Oleh sebab itu, diperoleh kesimpulan bahwa peningkatan kematangan karir peserta didik yang mendapatkan layanan informasi karir menggunakan media komik lebih tinggi dibandingkan peningkatan kematangan karir peserta didik yang tidak mendapatkan layanan informasi karir menggunakan media komik, baik pada sikap karir maupun kompetensi karir
HUBUNGAN ANTARA PROKRASTINASI AKADEMIK DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP 137 JAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan prokrastinasi akademik dengan prestasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 137 Jakarta. Metode yang digunakan dalam peneliltian ini adalah korelasional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 137 Jakarta dengan jumlah 33 siswa. Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data prokrastinasi akademik (x) diukur menggunakan instrumen penelitian dan prestasi belajar (y) diperoleh dari hasil raport kelas VIII.4 SMP Negeri 137 Jakarta. Uji normalitas untuk variabel prokrastinasi akademik sebesar 0,200 dan prestasi belajar sebesar 0,073. Dapat disimpulkan bahwa variabel prokrastinasi akademik dan prestasi belajar berdistribusi normal. Uji menghasilkan r hitung sebesar -0,526 ini berarti hubungan antara ke-dua variabel tersebut kuat. Uji signifikansi menggunakan Thitung= -3,78 dan Ttabel= - 170. Karena Thitung>Ttabel maka, berdasarkan hasil analisis data menggunakan uji beda dua rerata yaitu uji “tâ€. Dapat disimpulkan terdapat hubungan negatif yang signifikan prokrastinasi akademik terhadap prestasi belajar SMP Negeri 137 Jakarta. Sedangkan Uji koefisien determinasi menghasilkan KD sebesar 27,66%. Artinya, prestasi belajar ditentukan oleh prokrastinator sebesar 27,66% sisanya ditentukan oleh faktor lain
HUBUNGAN ANTARA SELF-EFFICACY DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI UJIAN NASIONAL PADA SISWA SMP DEWI SARTIKA JAKARTA TIMUR
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang hubungan antara selfefficacy dengan kecemasan menghadapi Ujian Nasional.Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX SMP Dewi Sartika Jakarta Timur sebanyak 90 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Metode yang peneliti gunakan adalah korelasional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner self-efficacyberdasarkan kriteria teori Albert Bandura (1997) danState and Trait Anxiety dari Spielberger (1979). Teknik analisis data menggunakan rumus Product Moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara self-efficacy dengan kecemasan menghadapi Ujian Nasional pada siswa kelas IX sebesar 0,342. Artinya, selfefficacy mempengaruhi kecemasan menghadapi Ujian Nasional sebesar 0,342.Hasil ini menunjukkan bahwa jika self-efficacy siswa tinggi maka kecemasan siswa dalam menghadapi Ujian Nasional juga tinggi
DAMPAK DUKUNGAN SOSIAL ORANG TUA TERHADAP PROKRASTINASI AKADEMIS SISWA XI ADMINISTRASI PERKANTORAN (Studi Kasus di SMK Tunas Harapan)
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap berbagai fakta tentang dampak dukungan sosial orang tua terhadap prokrastinasi akademik yang dilakukan oleh siswa SMK Tunas Harapan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang bermaksud untuk memperoleh pemahaman yang utuh dan menyeluruh mengenai Dampak Dukungan Sosial Orangtua Terhadap Prokrastinasi siswa SMK Tunas Harapan khususnya kelas XI. Adapun responden yang diteliti dalam penelitian ini adalah siswa SMK Tunas Harapan kelas XI AP (Administrasi Perkantoran) yang beinisial FR dan DA. FR dan DA adalah sebagian siswa yang melakukan prokrastinasi yang tinggi dan belum mendapatkan dukungan sosial orang tua secara maksimal dan tepat. Berdasarkan hasil penelitian diketahui FR mendapatkan aspek reassurance of worth (penghargaan atau pengakuan) dan opportunity for naturance (kemungkinan dibantu) namun karena kurangnya aspek yang lain seperti guidance (bimbingan) sehingga FR kurang kontrol dalam perilakunya sehari-hari dan menyebabkan FR tetap memiliki prokrastinasi yang tinggi. Pada subyek DA hanya mendapatkan dukungan sosial guidance (bimbingan) namun karena latar belakang orang tua DA yang hanya tamatan SD sehingga bimbingan yang diberikan tidak maksimal dan aspek lain sebagai penunjang untuk memotivasi DA belum diberikan sehingga DA tetap mengalami prokrastinasi Akademis
Gambaran Pencapaian Tugas Perkembangan Siswa SMK Insan Global Jakarta
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pencapaian tugas perkembangan pada siswa SMK Insan Global Jakarta. Metode yang digunakan adalah survey yang bersifat deskriptif, sampel dan populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMK Insan Global Jakarta. Teknik sampel yang digunakan adalah Proportional stratified random sampling dengan sampel sebanyak 63 responden. Instrumen yang digunakan untuk pengambilan data adalah Inventori Tugas Perkembangan (ITP) tingkat SMA yang dikembangkan oleh Kartadinata, dkk. Data penelitian dikategorikan sebagai tingkatan perkembangan yang dikemukakan Loevinger untuk siswa tingkat SMA, yaitu Konformitas, Sadar diri, Seksama, dan Individulitas. Hasil penelitian yang diperoleh dianalisa menggunakan program aplikasi khusus ATP (Analisa Tugas Perkembangan) versi 3,5. Secara keseluruhan siswa memiliki skor rata-rata profil tugas perkembangan sebesar 4,67 yang berarti mencapai tingkatan Sadar diri. Dengan demikian siswa memiliki ciri-ciri (1) mampu berpikir alternatif, (2) melihat harapan dan berbagai kemungkinan dalam situasi, (3) peduli untuk mengambil manfaat dari kesempatan yang ada, (4) orientasi pemecahan masalah, (5) memikirkan cara hidup, serta (6) penyesuaian terhadap situasi dan peranan. Adapun tugas perkembangan dengan rata-rata skor tertinggi yang dicapai responden adalah Kematangan Hubungan Dengan Teman Sebaya 4,88, skor ini diasumsikan termasuk pada tingkat pencapaian Seksama. Sedangkan tugas perkembangan dengan skor rata- rata terendah yang dicapai responden adalah Kematangan Emosional 4,53, skor ini mencerminkan responden berada di tingkat Sadar diri. Lebih jauh lagi, skor profil tugas perkembangan yang dicapai kelas X sebesar 4,67, kelas XI sebesar 4,68, dan kelas XII sebesar 4,66. Pencapaian skor ini mencerminkan responden dari seluruh strata berada pada tingkat Sadar diri. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh gambaran pencapian tugas perkembangan siswa SMK Insan Global Jakarta berada pada tingkat Sadar Diri menuju Seksama, maka diperlukan upaya bantuan, agar siswa dapat mencapai tingkatan ideal yang hendaknya dicapai pada masa remaja
HUBUNGAN ANTARA SELF EFFICACY DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK MAHASISWA JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING FIP UNJ
Tujuan penelitian ini, adalah untuk melihat hubungan antara self efficacy dengan prokrastinasi akademik mahasiswa Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta. Populasi penelitian adalah mahasiswa jurusan Bimbingan dan Konseling, FIP UNJ. Sampel yang digunakan adalah mahasiswa BK angkatan 2010,2011, dan 2012. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah simple random sampling dan diperoleh sampel sebanyak 65 orang. Instrumen yang digunakan berupa angket, dengan menggunakan skala likert untuk instrument self efficacy dan instrumen prokrastinasi akademik. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi Product Moment Pearson. Hasil analisis data menunjukkan bahwa bahwa Ho ditolak, konsekuensinya, Ha diterima dan ini berarti ada hubungan negatif antara self efficacy dengan prokrastinasi akademik. Dapat disimpulkan bahwa jika self efficacy seseorang tinggi maka dapat menurunkan tngkat prokrastinasi akademik begitu juga sebaliknya
HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN PENYESUAIAN DIRI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VII DI MTS AL-HAMID
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran prestasi belajar siswa kelas VII dengan menyesuaikan diri pada lingkungan barunya di MTs Al-Hamid, dan untuk mengetahui hubungan antara penyesuaian diri dengan prestasi belajar siswa kelas VII di MTs Al-Hamid Jakarta Timur.Populasi berjumlah 104 siswa baru di MTs Al-Hamid yaitu kelas VII yang terdiri dari 4 kelas. Pengambilan sampel dengan menggunakan metode Simple Random Sampling dengan jumlah sampel yang digunakan 40 siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian korelasi Product Moment Pearson. Instrumen yang digunakan berdasarkan kategori penyesuaian diri oleh Mohammad Asrori dan nilai rapor untuk variabel prestasi belajar. Berdasarkan hasil penelitian ini, variabel penyesuaian diri yang mendapatkan skor tinggi berjumlah 55% dari sampel dengan nilai di atas nilai mean (78,92), sedangkan variabel prestasi belajar yang mendapatkan skor tinggi juga berjumlah 55% dilihat dari nilai KKM pada sekolah tersebut. Diperoleh hasil korelasi hubungan antara penyesuaian diri dan prestasi belajar sebesar 0,430 dengan nilai r tabel sebesar 0,312.Hal ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara penyesuaian diri dan prestasi belajar pada siswa kelas VII di MTs Al-Hamid Jakarta Timur karena r hitung lebih besar dari nilai r tabel
PROFIL KEMANDIRIAN REMAJA (Survey di SMA Negeri 39 Jakarta Siswa Kelas XI Tahun Ajaran 2012/2013)
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik tingkat kemandirian remaja di SMA Negeri 39 Jakarta pada siswa kelas XI. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan jenis survei. Populasi penelitian berjumlah 400 siswa. Sampel penelitian berjumlah 54 siswa dengan menggunakan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner kemandirian berdasarkan teori Steinberg. Uji instrumen penelitian menggunakan Product Moment. Hasil uji validitas 60 butir pernyataan menghasilkan 40 butir valid dan 20 butir tidak valid (drop). Uji reliabilitas dengan rumus Alpha Cronbach single trial dengan korelasi item total didapat hasil 0,898 yang berarti bahwa instrumen memiliki tingkat reliabilitas tinggi. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian kemandirian remaja berada pada kategorisasi sedang (48,1%), sisanya kategorisasi tinggi (24,1%), dan kate-gorisasi rendah (27,8%). Artinya 48,1% remaja berada dalam tahap mengembangkan kemandirian, berusaha menjadi mandiri agar tidak bergantung pada orang tua, 24% remaja telah menemukan identitas pada dirinya, menunjukkan diri mereka sebagai individu mandiri yang telah mampu mengatur hidupnya sendiri, dan 27,7% remaja belum mampu melepaskan diri dari orang tua dan masih memerlukan bantuan orang lain