INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling
Not a member yet
358 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN SOFTWARE EVALUASI HASIL LAYANAN DASAR BIMBINGAN DAN KONSELING TINGKAT SMP
Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji kelayakan alat bantu berupa software evaluasi layanan dasar Bimbingan dan Konseling tingkat SMP dengan menggunakan bahasa pemrograman Delphi 7.0. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Research and Development (R&D). Langkah penelitian dibatasi hingga langkah ke tujuh (revisi produk) dari sepuluh langkah dalam R&D. Hasil penelitian berupa software dengan nama Dw.1 Meldba. Software ini telah diuji oleh ahli materi dan ahli media dengan skor 93,18% atau kategori layak. Kesimpulan penelitian ini yaitu software Dw.1 Meldba sudah dapat digunakan sebagai alat bantu untuk mempermudah proses input data, analisis data, manajemen data dan membantu membuat laporan dalam kegiatan evaluasi hasil layanan dasar Bimbingan dan Konseling tingkat Sekolah Menengah Pertama. Oleh karena itu, software ini perlu digunakan sebagai alat bantu evaluasi guna mendorong akuntabilitas kinerja guru BK
GAMBARAN KEMATANGAN KARIR SISWA DI SMK MUSIK PERGURUAN “CIKINIâ€
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran empirik mengenai kematangan karir pada siswa di Sekolah Menengah Kejuruan (survey terhadap siswa SMK Musik Perguruanâ€Cikini†kelas XI Boarding School Jakarta Selatan tahun ajaran 2013/2014). Penelitian ini menggunakan jenis survey dengan metode deskriptif. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI. Sebanyak 67 siswa, yang sekaligus dijadikan sampel oleh peneliti. Adapun sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling sensus, dikarenakan subjek kurang dari 100 orang. Pengumpulan data menggunakan skala kematangan karir dengan berdasarkan konstruk teori kematangan karir Super (1992). Pengujian kualitas alat ukur menggunakan korelasi Product Moment dari Pearson dengan bantuan program SPSS Versi 20. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa dari 98 item skala kematangan karir yang diujicobakan terdapat 85 item yang berkorelasi signifikan atau valid dengan diketahu r hitung > r tabel (r tabel = 0,244) dan reliabilitas sebesar 0.950 dengan menggunakan rumus reliabilitas internal Alpha Cronbach. Hal ini berarti bahwa alat ukur ini memiliki kestabilan dan konsistensi untuk mengumpulkan data mengenai kematangan karir. Hasil penelitian diketahui bahwa sebanyak 45 siswa (67%) berada pada kategori sedang, 12 siswa (18%) berada pada kategori tinggi, dan 10 siswa (15%) berada pada kategori rendah
KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA BERDASARKAN POLA ASUH ORANGTUA (Siswa Kelas VII DI SMP Negeri 8 Jakarta Pusat)
Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat gambaran kemampuan berpikir kreatif siswa. Tujuan lain penelitian ini, untuk mendapatkan perbedaan kemampuan berpikir kreatif siswa berdasarkan pola asuh yang diterapkan orangtua (otoriter, demokratis, atau permisif). Penelitian dilaksanakan pada siswa kelas VII SMP Negeri 8 Jakarta Pusat, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik proportionate random sampling dengan tingkat kesalahan 5%, sehingga sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 siswa kelas VII SMP Negeri 8 Jakarta Pusat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode komparatif. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket yang dikembangkan oleh peneliti mengenai kemampuan berpikir kreatif dan pola asuh orangtua.Hasil penelitian menunjukkan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas VII SMP Negeri 8 Jakarta Pusat berada pada kategori sedang. Artinya siswa sudah cukup memiliki keluwesan pikiran, kepekaan terhadap masalah, orisinalitas, dan kefasihan akan gagasan. Selain itu, pengujian hipotesis menunjukkan bahwa nilai Asymp. Sig sebesar 0.844, yang berarti lebih besar dari nilai signifikansi α 0.05, sehingga Ho diterima, yaitu tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata kemampuan berpikir kreatif berdasarkan pola asuh otoriter, kemampuan berpikir kreatif berdasarkan pola asuh demokratis, dan kemampuan berpikir kreatif berdasarkan pola asuh permisif. Skor rata-rata kemampuan berpikir kreatif berdasarkan pola asuh permisif lebih besar dibandingkan skor rata-rata kemampuan berpikir kreatif demokratis dan otoriter
PENGARUH PENERAPAN METODE COOPERATIVE LEARNING MODEL JIGSAW PADA LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL TERHADAP PEMAHAMANSELF REGULATED LEARNING (Studi Eksperimen Pada Siswa Kelas XI Tata Boga 3 SMK Negeri 30 Jakarta)
Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penerapan metode Cooperative Learning model Jigsaw pada layanan Bimbingan Klasikal terhadap pemahaman Self Regulated Learning pada siswa kelas XI Tata Boga 3 SMK Negeri 30 Jakarta pada bulan Januari-April 2014. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre Eksperimental Designs (desain tanpa kelompok kontrol) dengan kelompok One-Group Pre-test-Post-test Design.Sampel dalam penelitian ini berjumlah 28 siswa. Berdasarkan data yang diperoleh, pada hasil pre-test rata-rata skor sebesar 12,29 dan hasil posttest rata-rata skor mengalami peningkatan menjadi 18,89. Hasil uji hipotesis menyatakan bahwa thitung = 4,89 > ttabel= 1,70 dengan ttabel pada taraf signifikan α= 5%, yang berarti Ho ditolak dan H1 diterima sehingga terdapat pengaruh penerapan metode Cooperative Learning model Jigsaw pada layanan Bimbingan Klasikal terhadap pemahaman Self Regulated Learning pada siswa kelas XI Tata Boga 3 SMK Negeri 30 Jakarta. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test memperlihatkan peningkatan skor rata-rata, maka siswa dapat memahami mengenai Self Regulated Learning dengan baik
STUDI KASUS GAMBARAN COPING STRES PADA MAHASISWI PEKERJA SEKS KOMERSIAL
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap tentang strategi coping stres yang digunakan oleh mahasiswi yang menyambi sebagai pekerja seks komersial (PSK). Metode yang digunakan adalah studi kasus dalam pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di tempat kos dan kampus daerah Jakarta, dengan dua responden yaitu mahasiswi angakatan 2010 dengan nama samaran Rani dan Mawar. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Wawancara yang dilakukan adalah wawancara terstruktur terhadap subjek atau kasus, orang tua, teman kos dan teman kampus dengan mengacu pada teori coping stres dari Lazarus dan Folkman. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui studi kasus, adapun penyajian data menggunakan narasi. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber data. Hasil penelitian keseluruhan menunjukan adanya coping stres yang dilakukan oleh Rani dan Mawar. Untuk strategi coping pada subjek Rani menggunakan problem focused coping yaitu dengan menceritakan masalah yang dihadapinya kepada teman dekatnya dan emotion focused coping yaitu dengan cara merokok untuk mengatasi stresnya, sedangkan subjek Mawar lebih cenderung menggunakan emotion focused coping saja yaitu dengan memendam kecemasannya dan berpura-pura tidak terjadi apa-apa, menarik diri dari lingkungan masyarakat selain itu subyek juga sering meminum obat tidur agar bisa melupakan masalahnya
GAMBARAN PENYESUAIAN KERJA SISWA YANG MENJALANKAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI DI PT GM (Studi Kasus pada Siswa Kelas IX SMK Jakarta 1)
Tujuan dari Penelitian ini adalah mengungkap berbagai fakta mengenai gambaran penyesuaian kerja siswa yang menjalankan Praktek Kerja Industri.Metode yang digunakan adalah studi kasus dalam penelitian kualitatif.Penelitian ini dilaksanakan di SMK Jakarta 1 dengan tiga responden yaitu T siswa yang menjalankan Praktek Kerja Industri dibagian welding, M siswa yang menjalankan Praktek Kerja Industri di bagian painting, welding dan mesin truk dan J siswa yang menjalankan Praktek Kerja Industri dibagian painting. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan studi dokumentasi.Wawancara yang dilakukan adalah wawancara terstruktur terhadap subjek, pembimbing responden dan teman kerja.studi dokumentasi yang dilakukan menggunakan jurnal kegi-atan Praktek Kerja Industri. Teori penyesuaian kerja diambil dari Dawis, England dan Lofquist (1964). Data hasil penelitian dianalisis dan disajikan berupa narasi.Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi data bedasarkan sumber.Hasil penelitian keseluruhan menunjukan bahwa dua siswa memiliki penyesuaian kerja yang kurang baik dan satu siswa memiliki penyesuaian kerja yang baik.Satu siswa memiliki penyesuaian kerja baik hanya mengalami masalah pada pemanfaatan kemampuan dan lingkungan fisik.Dua siswa yang memiliki penyesuaian kerja kurang baik mengalami masalah pada kondisi fisik, peraturan perusahaan, tanggung jawab, pengawasan hubungan individu dan lingkungan kerja fisik. Masalah yang muncul bersumber dari dalam diri responden.Masalah tersebut menunjukan bahwa siswa kurang memiliki kesiapan diri dalam menghadapi Praktek Kerja Industri. Oleh sebab itu, Guru Bimbingan Konseling perlu merancang program layanan dasar, layanan responsif, perencanaan individu dan juga dukungan sistem untuk mempersiapkan diri siswa menghadapi Praktek Kerja Industri
FAKTOR–FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIR SISWA SMK BINA SEJAHTERA 1 BOGOR
Penelitian ini bertujuan memperoleh gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan karir siswa di SMK Bina Sejahtera 1 Bogor. Metode yang digunakan adalah deskriptif jenis survei. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI SMK Bina Sejahtera 1 Bogor sebanyak 135 siswa. Pengumpulan data menggunakan kuesioner berisi 60 item. Berdasarkan hasil uji coba diketahui 50 butir valid dan 10 butir kurang baik dengan kriteria r tabel 0,238. Uji reliabilitas dengan Split-Half Guttman 0,744. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian adalah Propotional Random Sampling, sampel penelitian ini diambil dari perhitungan 40% jumlah populasi yaitu 54 siswa. Instrumen penelitian adalah kuesioner berisi 60 butir pernyataan tentang faktor eksternal yang mempengaruhi pengambilan keputusan karir. Hasil penelitian yaitu faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan karir siswa setelah lulus SMK adalah diperoleh aspek sekolah sebesar 71,16%, komunitas 46,03%, sosial ekonomi keluarga 39,42%, teman sebaya 34,66% dan keluarga 32,54%. Kesimpulan penelitian adalah siswa XI SMK Bina Sejahtera dalam pengambilan keputusan karir didominasi aspek sekolah dengan indikator meliputi pandangan, sikap sekolah mengenai nilai-nilai dalam bekerja dan mengenai tinggi rendahnya status sosial jabatan-jabatan yang dikomunikasikan oleh guru BK/Tenaga pengajar. Impilkasi hasil penelitian adalah guru BK/Tenaga pengajar memaksimalkan peranan dengan melakukan strategi pelayanan bimbingan karir
PENGARUH RATIONAL-EMOTIVE BEHAVIORAL THERAPY TERHADAP PENINGKATAN STRATEGI COPING MENGATASI KECEMASAN MENGHADAPI PERKULIAHAN
Artikel ini bertujuan untuk memaparkan hasil penelitian tentang penggunaan Rational- Emotive Behavioral Therapy teknik kognitif dalam layanan konseling kelompok terhadap peningkatan strategi Coping mengatasi kecemasan menghadapi perkuliahan. Penelitian dilaksanakan pada mahasiswa Bimbingan dan Konseling Reguler 2013, Universitas Negeri Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah Pre Eksperimental Design dengan kelompok One Group Pretes-posttest Design. Pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive sampling. Sampel berjumlah sepuluh mahasiswa berdasarkan hasil pretes strategi coping yang tergolong rendah. Pretes dan post-tes dilakukan dengan pemberian kuesioner tertutup yang berisi 46 butir item yang mewakili setiap indikator kepada 30 individu. Berdasarkan rumus Alpha Cronbach didapat nilai reliabilitas sebesar 0,92 yang menunjukkan bahwa reliabilitas tinggi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan rumus uji Wilcoxon Match Pair Test. Hasil uji hipotesis menyatakan bahwa Ho ditolak dengan nilai asymp. Sig sebesar 0,005<taraf signifikansi 0,05 (2-tailed), yang berarti terdapat pengaruh Rational Emotive Behavioral Therapy teknik kognitif pada layanan konseling kelompok terhadap peningkatan strategi coping mengatasi kecemasan menghadapi perkuliahan pada mahasiswa Bimbingan dan Konseling Reguler angkatan 2013
DETERMINASI DIRI MAHASISWA JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA TAHUN ANGKATAN 2009-2013
Artikel ini bertujuan untuk memaparkan hasil penelitian tentang determinasi diri mahasiswa jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Jakarta tahun angkatan 2009-2013. Penelitian dilaksanakan di jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Jakarta dengan populasi sebanyak 378 mahasiswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Proportional Random Sampling. Peneliti menggunakan 76 mahasiswa sebagai sampel penelitian atau 20% dari masing-masing jumlah populasi per angkatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survey. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuesioner tentang determinasi diri yang merujuk pada teori Wehmeyer (1997). Setelah dilakukan uji coba, didapatkan hasil 55 item valid dan uji reliabilitas menggunakan koefisien Alpha Cronbach dengan nilai 0.753 yang berarti masuk dalam kategori tinggi dan layak untuk dijadikan alat ukur. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat determinasi diri mahasiswa BK UNJ berada pada kategori sedang 47.37%, rendah 28.95%, dan tinggi 23.68%.Persentase tertinggi berada pada kategori sedang yang artinya mahasiswa cukup mampu untuk membuat pilihan, membuat keputusan, mengatasi masalah, menetapkan tujuan dan pencapaian, mengobservasi diri, ketrampilan mengevaluasi diri, ketrampilan memberi penguatan diri, cukup memiliki lokus kontrol atau pusat kendali internal, cukup memiliki pengaruh positif dari efikasi dan harapan, cukup memiliki kesadaran diri, dan cukup memiliki pengetahuan diri