INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling
Not a member yet
358 research outputs found
Sort by
TINGKAH LAKU ASERTIF PADA SISWA KELAS X DI SMA NEGERI 33 JAKARTA BARAT
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran mengenai tingkah laku asertif siswa kelas X SMA Negeri 33 Jakarta Barat berdasarkan data atau fakta di lapangan. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 33 Jakarta Barat, dengan sampel siswa kelas X yang berjumlah 155 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik insidential. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei yang bersifat deskriptif. Uji validitas butir instrumen menggunakan teknik item total correlation dengan rumus Product Moment dengan data uji coba 72 butir item dan menghasilkan 36 butir item valid. Hasil r hitung dari butir item kemudian dibandingkan dengan r tabel Product Moment, dengan taraf signifikansi 5%. Jumlah responden uji coba 38 siswa dan uji penelitian 155 siswa kelas X SMA Negeri 33 Jakarta Barat yaitu sebesar 0,320 untuk uji coba dan 0,159 untuk uji penelitian. Reliabilitas diukur dengan rumus Alpha Cronbach, diperoleh rii = 0,86. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa instrumen reliabel dan telah layak untuk digunakan di dalam penelitian ini. Hasil analisis data menunjukkan bahwa, skor rata-rata tingkah laku asertif pad siswa kelas X SMA Negeri 33 Jakarta Barat sebesar 92,5. Siswa kelas X SMA Negeri 33 Jakarta Barat yang dikategorisasikan memiliki tingkat tingkah laku asertif tinggi sebanyak 68%. Siswa yang dikategorisasikan memiliki tingkat tingkah laku asertif sedang sebanyak 32%, dan tidak ada siswa yang memiliki tingkah laku asertif rendah
PERSEPSI GURU BIMBINGAN DAN KONSELING MENGENAI PELAKSANAAN EVALUASI PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING
Tujuan penelitian untuk menggambarkan persepsi guru bimbingan dan konseling mengenai pelaksanaan evaluasi program bimbingan dan konseling di SMP sekecamatan Cilincing Jakarta Utara. Penelitian ini menggunakan metode survey yang bersifat deskriptif. Penelitian dilakukan di SMP Kecamatan Cilincing Jakarta Utara. Populasi penelitian sebanyak 61 orang guru bimbingan dan konseling. Sampel di ambil menggunakan teknik probality sampling sebanyak 36 orang guru bimbingan dan konseling. Penelitian dilakukan dari bulan Januari sampai Juni 2013. Instrumen menggunakan kuesioner dengan skala penilaian model bipolar yang berisi 21 pernyataan. Uji validitas butir menggunakan rumus kolerasi Product Moment. Uji reliabilitas butir menggunakan rumus Alpha Cronbach dan diperoleh hasil 0,869. Hasil penelitian menunjukkan persepsi guru bimbingan dan konseling berada pada kategori negatif, sebesar 58% dan pada kategori positif, sebesar 42%. Implikasi dari penelitian ini adalah apabila persepsi negatif mengenai pelaksanaan evaluasi program bimbingan dan konseling tidak ditindak lanjuti, maka program yang sudah ada tidak akan mengalami perubahan serta program menjadi tidak diketahui kekurangan maupun kelebihannya
PENGETAHUAN MENGENAI KESEHATAN REPRODUKSI PADA SISWA SMA NEGERI 16 BEKASI, TAHUN 2013
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran pada siswa kelas 11 tahun ajaran 2012/2013 di SMAN 16 Bekasi mengenai pengetahuan kesehatan reproduksi. Penelitian di laksanakan bulan Februari-Mei 2013. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan jenis survei. Tujuan dari penelitian deskripsi jenis survei ini untuk menggambarkan tingkat pemahaman siswa mengenai kesehatan reproduksi di SMAN 16 Bekasi. Peneliti menggunakan kuesioner atau angket dengan bentuk pertanyaan tertutup. Bentuk dari kuesioner atau angket ini adalah peneliti menyediakan lembar soal yang berisi pertanyaan-pertanyaan seputar kesehatan reproduksi. Responden akan memilih satu jawaban dari lima jawaban yang disediakan. Jika responden menjawab benar, maka ia akan mendapat bobot nilai 1 dan jika salah mendapat nilai 0. Variabel penelitian ini adalah pengetahuan siswa SMAN 16 Bekasi terhadap kesehatan reproduksi. Pengetahuan kesehatan reproduksi tersebut meliputi pengertian kesehatan reproduksi, perubahan pada masa puber, pengenalan alat dan fungsi, menjaga dan merawat kebersihan organ reproduksi, dan proses-proses yang berkaitan dengan organ reproduksi remaja. Untuk tehnik analisa data, peneliti menggunakan rumus prosentase. Hasil penelitian menunjukkan nilai mean responden adalah 20; pengetahuan tertinggi 26,67; pengetahuan sedang 13,33-26,67; pengetahuan rendah 13,33. Berdasarkan hasil penelitian secara keseluruhan diperoleh bahwa paling banyak responden berada pada kategori sedang.Artinya bahwa siswa SMA Negeri 16 Bekasi memiliki pengetahuan yang cukup mengenai kesehatan reproduksi
PEMAHAMAN KETERAMPILAN DASAR KONSELING MAHASISWA REGULER JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING ANGKATAN 2011
Tujuan penelitian ini untuk memperoleh data, informasi dan gambaran yang jelas mengenai pemahaman keterampilan dasar konseling yang dimiliki mahasiswa Reguler Jurusan Bimbingan dan Konseling, Angkatan 2011.Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian survei yang bersifat deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa tes pemahaman.Populasi penelitian adalah mahasiswa Reguler Jurusan Bimbingan dan Konseling angkatan 2011.Peneliti menggunakan analisa deskriptif dengan rumus presentase dan nilai rata-rata (mean) untuk mengetahui seberapa mahasiswa yang memiliki tingkat pemahaman tinggi, sedang dan rendah. Hasil perhitungan menunjukan bahwa dari 39 responden berdasarkan nilai rata-rata (Mean), bahwa 65% diantaranya memiliki tingkat pemahaman yang tinggi, 35% memiliki tingkat pemahaman sedang dan 0% memiliki tingkat pemahaman rendah. Berdasarkan 16 sub indikator yang ada, keterampilan dorongan minimal merupakan keterampilan dengan presentase tertinggi sebesar 7,48% sedangkan keterampilan memberikan konsekuensi logis berada dalam presentase terendah yaitu sebesar 5,74%
PENGARUH MEDIA AUDIO VISUAL DALAM LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL TERHADAP PEMAHAMAN SISWA MENGENAI PACARAN YANG SEHAT
Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh penggunaan media audiovisual dalam bimbingan klasikal terhadap pemahaman siswa kelas VII SMP Bina Insani Tangerang mengenai pacaran yang sehat. Sampel penelitian ini menggunakan satu kelas yaitu kelas VII – 4 dengan jumlah responden 44 orang siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Metode yang digunakan adalah metode pra-eksperimen, dengan desain One-Group Pre test-Post test Design. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terhadap 44 responden berbentuk multiple choice yang terdiri dari 25 butir soal adalah olahan uji validitas dan reliabilitas. Teknik analisa data yang digunakan adalah uji perbedaan dengan Wilcoxon Match Pair Test dengan taraf signifikan 5%. Karena sampel penelitian ≥ 25, maka digunakan rumus z untuk menghitung perbedaan. Hasil perhitungan uji hipotesis dengan uji z diperoleh zhitung sebesar 7,82175. Karena z hitung = 7,82175 > z tabel = 1,645, maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan H1 diterima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media audio visual dalam layanan bimbingan klasikal berpengaruh positif signifikan terhadap pemahaman siswa kelas VII – 4 SMP Bina Insani Tangerang mengenai pacaran yang sehat
EMPATI MAHASISWA ETNIS BETAWI PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING PADA UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran empati mahasiswa etnis Betawi program studi Bimbingan dan Konseling pada beberapa Universitas di DKI Jakarta. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan jenis penelitian survey. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 30 mahasiswa etnis Betawi program studi Bimbingan dan Konseling dari 4 Universitas di DKI Jakarta; Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Katolik Atma Jaya, Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA), dan Universitas Islam Assafi’iyah. Instrumen yang digunakan adalah instrumen Empati dari Darrick Jollife dan David P Farrington (2006) dengan r = 0,857. Pengujian instrumen diolah dengan menggunakan SPSS 17.0.Uji Validitas dari 20 butir pernyataan terdapat 17 butir pernyataan yang valid dan 3 butir pernyataan yang tidak valid.Butir-butir pernyataan yang tidak valid di revisi dan diperbaiki redaksinya menjadi pernyataan baru. Hasil penelitian empati mahasiswa etnis Betawi program studi Bimbingan dan Konseling berada pada kategori tinggi sebesar 73%, pada kategori sedang diperoleh sebanyak 27%, sedangkan pada kategori rendah diperoleh 0%. Berdasarkan hasil yang didapatkan, bahwa sebagian besar empati mahasiswa etnis Betawi Bimbingan dan Konseling berada pada kategori tinggi.Implikasi dalam penelitian ini adalah untuk mahasiswa yang berada pada ketegori sedang, untuk lebih meningkatkan empatinya, yaitu dengan memanfaatkan media seperti televisi, ataupun film yang mengandung unsur-unsur empati.Dengan melihat langsung melaui film dapat menumbuhkan secara lansung perasaan empati kita pada film tersebut, dan bagaimana kita merespon atau memandangnya
Gambaran Tingkat Self-Efficacy dalam Keputusan Karir Peserta Didik Di Sekolah Penyelenggara Program Peminatan (Survei Terhadap Peserta Didik Kelas VIII SMP Negeri 99 Jakarta Tahun Ajaran 2015/2016)
Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan data empirik mengenai profil self-efficacy keputusan karir peserta didik di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 99 Jakarta. Teknik sampling yang digunakan ialah teknik systematic sampling dengan jumlah responden 168 peserta didik kelas VIII di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 99 Jakarta. Instrumen penelitian menggunakan instrumen model skala psikologi. Pengumpulan data menggunakan instrumen model skala psikologi yang berisi 46 item pernyataan yang bertingkat. Analisis uji validitas instrumen menggunakan Product Moment Pearson dengan bantuan software Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) Versi 20.0. Uji reliabilitas dengan rumus Alpha Cronbach dengan bantuan software Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) Versi 20.0. hingga diperoleh hasil 0,890 yang berarti bahwa instrumen memiliki reliabilitas tinggi dan layak digunakan sebagai instrumen penelitian. Hasil penelitan menunjukkan 81,55 % self-efficacy keputusan karir peserta didik kelas VIII di sekolah menengah pertama Negeri (SMPN) 99 Jakarta berada pada kategori sedang, 14,85% berada pada kategori rendah, dan 3,6% self-efficacy keputusan karir peserta didik kelas VIII di sekolah menengah pertama Negeri (SMPN) 99 Jakarta berada pada kategori tinggi. Ditandai dengan perkembangan kapasitas, sikap, minat, dan kebutuhan yang terkait dengan konsep diri. Konsep diri yang dimiliki individu terbentuk melalui identifikasi terhadap figur-figur keluarga dan lingkungan sekolah
PROFIL KOMITMEN BELAJAR SISWA KELAS VIII DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA TARUNA BHAKTI DEPOK
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil komitmen belajar siswa kelas VIII di SMP Taruna Bhakti Depok. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Taruna Bhakti Depok sebanyak 100 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik incidental sampling. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan jenis penelitian survei. Pengumpulan data menggunakan instrumen komitmen belajar. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif persentase (%). Hasil penelitian menunjukkan komitmen belajar siswa kelas VIII SMP Taruna Bhakti Depok diketahui 10% berada pada kategori rendah, 74% berada dalam kategori komitmen belajar sedang dan 16% berada dalam kategori komitmen belajar tinggi. Komitmen belajar siswa keseluruhan tergolong pada kategori sedang. Secara garis besar siswa memiliki komitmen belajar sedang menunjukkan aspek achievement motivation dan bonding to school yang tinggi. Kesimpulan penelitian ini yaitu siswa kelas VIII SMP Taruna Bhakti cukup berkomitmen dalam belajar. Implikasi penelitian ini, guru BK dapat memberikan bimbingan klasikal maupun kelompok, memberikan reward kepada siswa yang melaksanakan aspek-aspek komitmen belajar.
Kata Kunci: komitmen belaja
PENGARUH TEKNIK STORYTELLING DALAM LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP PENINGKATAN EMOTIONAL LITERACY SISWA (Studi Eskperimen terhadap Siswa Kelas III SDN Jatinegara Kaum 14 Pagi)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik storytelling dalam layanan bimbingan kelompok terhadap peningkatan emotional literacy siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas III SDN Jatinegara Kaum 14 Pagi pada bulan FebruariDesember 2015. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah PreEksperimental Design dengan bentuk one group pretest-posttest. Instrumen emotional literacy memiliki 45 item butir pernyataan yang valid dan memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0,893. Hal tersebut menyimpulkan bahwa instrumen tersebut layak dan dapat dipergunakan dalam penelitian ini. Teknik analisis data yang digunakan dalam menguji hipotesis pada penelitian ini adalah Wilcoxon Match Pairs Test untuk membandingkan hasil pretest dan posttest. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis diperoleh hasil asymp. Sig sebesar 0,012 yang berarti lebih kecil dari signifikansi α = 0.05. Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, yaitu terjadi peningkatan emotional literacy siswa kelas III SDN Jatinegara Kaum 14 Pagi secara signifikan setelah diberikan teknik storytelling dalam layanan bimbingan kelompok. 
GAMBARAN PERILAKU ASERTIF MAHASISWA BK UNJ ANGKATAN 2010 YANG AKAN MELAKSANAKAN PROGRAM PENGALAMAN LAPANGAN (PPL)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran mengenai perilaku asertif mahasiswa Bimbingan dan Konseling FIP UNJ angkatan 2010 yang akan melaksanakan PPL berdasarkan fakta di lapangan, dengan populasi yang berjumlah 52 orang. Penelitian ini merupakan penelitian sensus. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei yang bersifat deskriptif. Uji validitas butir instrumen menggunakan teknik item total correlation dengan rumus korelasi Product Moment dengan taraf signifikansi 5% yang menghasilkan 37 butir item valid. Reliabilitas instrumen diukur dengan rumus Alpha, diperoleh rii = 0,719. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh 8 mahasiswa (15%) berada pada kategori tinggi, artinya mahasiswa sudah mampu menunjukkan perilaku asertif yang baik ketika berinteraksi dengan orang lain. Sejumlah 38 mahasiswa (73%) berada pada kategori sedang, artinya mahasiswa sudah cukup mampu menunjukkan perilaku asertifnya, namun masih perlu untuk ditingkatkan perilaku asertifnya. Kemudian 6 orang mahasiswa (12%) berada pada kategori rendah, artinya mahasiswa kurang mampu untuk menunjukkan perilaku asertif kepada orang lain. Berdasrkan hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa BK FIP UNJ angkatan 2010 yang akan melaksanakan PPL telah mampu menunjukkan perilaku asertif, akan tetapi masih perlu untuk ditingkatkan perilaku asertifnya