INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling
Not a member yet
    358 research outputs found

    PENERAPAN PENDEKATAN BEHAVIORAL TEKNIK MODELING TERHADAP PEMAHAMAN SISWA DALAM PILIHAN SEKOLAH LANJUTAN (SMA/SMK/ MADRASAH ALIYAH) SMPN 281 JAKARTA (KELAS VIII-D)

    Get PDF
    Tujuan penelitian menggunakan metode model yang sesuai untuk membantu siswa dalan memilih sekolah lanjutan. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 281 Jakarta, pengambilan sampel dimulai bulan September 2012 – Januari 2013. Metode penelitian yang digunakan eksperimen, dan teknik cluster sampling design pra eksperimen dengan model pre-post test one group. Tes dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan, dengan memberikan tes pemahaman berbentuk pilihan ganda. Tes dipakai untuk mengetahui pemahaman siswa dan pembentukan perilaku. Instrumen diuji coba kepada responden dan di validitas dan reliabilitas. Implikasi. penelitian penerapan pendekatan behavioral teknik modeling pada pemahaman siswa dalam pilihan sekolah, cukup signifikan. Kesimpulan, pendekatan behavioral teknik modeling sebagai cara memberi arahan untuk pemahaman siswa dalam pilihan sekolah lanjutan. Disarankan menggunakan teknik modeling pada layanan bimbingan konseling sekolah untuk pemahaman dasar pembentukan perilaku dan pilihan sekolah lanjuta

    Review: Philosophical Counseling As A Window On The Abstract Realities Of Everyday Life

    Get PDF

    SIKAP GURU MATA PELAJARAN TERHADAP PERAN GURU BK DI SMPN 261 PENJARINGAN JAKARTA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data empiris tentang sikap guru mata pelajaran terhadap peran guru BK di SMPN 261 Penjaringan Jakarta Utara. Penelitian ini adalah penelitian survei yang bersifat deskriptif.Populasi dan sampel yang diambil sebanyak 50 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen persepsi sikap guru mata pelajaran terhadap peran guru BK, berdasarkan teori Rosenberg dan Hovland, yang menyatakan ada 3 (tiga) komponen sikap yaitu kognitif (pengetahuan), afektif (emosi/perasaan), konatif (tingkah laku atau tindakan). Telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Menghasilkan 32 butir pernyataan yang valid dan 8 butir pernyataan yang tidak valid dari keseluruhan 40 butir pernyataan, sedangkan reliabilitasnya sebesar 0,984 yang berarti tinggi. Hasil penelitian diketahui bahwa 80% sikap guru mata pelajaran terhadap peran guru BK bersifat positif atau mendukung peran guru BK karena telah menciptakan atmosfir akademik yang baik bagi berjalannya proses pendidikan, sedangkan 20% bersifat negatif terhadap peran guru BK yang belum maksimal karena keterbatasan SDM dibandingkan jumlah siswanya.  &nbsp

    PENGARUH ROLE PLAY DALAM KONSELING KELOMPOK UNTUK MENURUNKAN TINGKAT BULLYING SISWA (Studi Kuasi Eksperimen Terhadap Siswa Kelas XII di SMK Negeri 41 Jakarta)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh role play dalam konseling kelompok untuk menurunkan tingkat bullying peserta didik kelas XII SMK Negeri 41 Jakarta. Metode yang digunakan adalah kuasi ekperimen dengan pretest-posttest nonequivalent control group design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah delapan belas orang siswa kelas XII SMK Negeri 41 Jakarta yang diambil dengan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen tingkat bullying. Hasil uji hipotesis dilakukan dengan bantuan program SPSS 20.0 yang menunjukkan bahwa tingkat bullying memperoleh Sig = 0,002, yang berarti lebih kecil dari nilai signifikansi α 0.05. Dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil penelitian menunjukkan penurunan tingkat bullying peserta didik yang mendapatkan layanan konseling kelompok dengan metode role play lebih tinggi dibandingkan peserta didik yang tidak mendapatkan layanan konseling kelompok dengan metode role play. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, role play dalam konseling kelompok berpengaruh terhadap penurunan tingkat bullying siswa. Oleh karena itu, guru bimbingan dan konseling dapat menjadikan role play dalam konseling kelompok sebagai salah satu bentuk alternatif penanganan untuk menangani siswa yang memiliki tingkat bullying yang tinggi.&nbsp

    PENERAPAN TEKNIK DISPUTE COGNITIVE DALAM REBT UNTUK MENINGKATKAN RESILIENSI PADA MAHASISWA (Single Subject Research terhadap mahasiswa Program Studi Psikologi Angkatan 2014 Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta)

    Get PDF
    Artikel ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan teknik dispute cognitive terhadap peningkatan resiliensi. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa jurusan Psikologi 2014 sebanyak satu orang yang berinisial FDP. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling yaitu responden diambil dengan pertimbangan dan tujuan tertentu yaitu memiliki resiliensi rendah Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode yang digunakan adalah Single Subject Research dengan menggunakan desain A-B, dimana A adalah kondisi baseline yang belum diberikan intervensi, dan B kondisi intervensi dengan teknik dispute cognitive yang diberikan kepada mahasiswa yang memiliki resiliensi rendah. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Skala Resiliensi. Hasil penelitian menunjukkan intervensi pendekatan Rational Emotive Behavioral Therapy (REBT) dengan menggunakan teknik Dispute Cognitive dapat meningkatkan resiliensi. Terbukti dari skor resiliensi FDP mengalami peningkatan setelah diberikan intervensi sebesar 201 dalam kategori sedang dibandingkan sebelum adanya intervensi dengan skor 170 dalam kategori rendah.&nbsp

    HUBUNGAN ANTARA DETERMINASI DIRI DENGAN NILAI HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SMAN 53 JAKARTA

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran serta data empiris mengenai hubungan determinasi diri dengan nilai hasil belajar pada siswa kelas XI SMAN 53 Jakarta. Penelitian ini dilakukan di SMAN 53 Jakarta dengan populasi sebanyak 265 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik area probability sampling. Peneliti menggunakan 55 siswa sebagai sampel penelitian atau 20% dari jumlah populasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian korelasional. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuesioner tentang determinasi diri dan nilai rapor. Setelah dilakukan uji coba didapatkan hasil 62 item valid dengan nilai reliabilitas 0.733 untuk variabel determinasi diri. Berdasarkan pengujian hipotesis antar kedua variabel didapatkan koefisien korelasi sebesar 0.984 dengan (p=0.00, <0.05), artinya terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara determinasi diri dengan nilai hasil belajar siswa. Semakin tinggi tingkat determinasi diri siswa maka semakin tinggi juga nilai hasil belajar yang didapatkannya, begitu pula sebaliknya. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan bagi pihak sekolah khususnya bagi guru BK untuk memahami determinasi diri serta dapat dijadikan bahan acuan untuk menyusun program layanan BK agar para siswa dapat memahami determinasi diri dan memiliki kesadaran untuk meningkatkan determinasi diri untuk mencapai nilai hasil belajar yang lebih baik

    PROFIL RESILIENSI MANTAN PECANDU NARKOBA (Studi Kasus di Balai Besar Rehabilitasi Narkoba, BNN, Lido)

    Get PDF
    Abstrak Penelitian ini bertujuan menggambarkan profil resiliensi mantan pecandu narkoba, meliputi tujuh aspek di dalamnya, yaitu regulasi emosi, pengendalian impuls, optimisme, analisis penyebab masalah, empati, efikasi diri, dan reaching out. Metode yang digunakan adalah studi kasus dalam pendekatan kualitatif. Penelitian dilaksanakan di Balai Besar Rehabilitasi Narkoba Badan Narkotika Nasional dengan subjek penelitian sebanyak dua orang, yaitu WS, berusia 32 tahun; dan MM, berusia 31 tahun. Subjek penelitian dipilih berdasarkan hasil studi pendahuluan untuk mengetahui kesesuaian dengan karakteristik penelitian dan kesedian subjek. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, pengisian intrumen Resilience Quotient Test (RQ Test) yang dikembangkan oleh Karen Reivich dan Andrew Shatte dan telah diadaptasi, serta observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap mantan pecandu yang dapat mempertahankan kebebasannya dari penyalahgunaan narkoba memiliki kemampuan resiliensi yang baik. Subjek merasa ada banyak pengetahuan, hikmah, dan keterampilan yang akhirnya mereka pelajari karena kejatuhannya ke dalam dunia narkoba. Kedua subjek penelitian merasa bersyukur atas kemampuan resiliensi yang dimiliki, sehingga sampai saat ini masih dapat mempertahankan kesembuhannya dari ketergantungan terhadap narkoba. Berdasarkan hasil penelitian, kemampuan resiliensi tersebut dibentuk oleh beberapa faktor, yakni dukungan dari luar diri, kekuatan yang berasal dari dalam diri, dan kemampuan individu untuk berinteraksi dengan orang lain. Kata kunci: resiliensi, mantan pecandu narkoba, pecandu narkob

    UNJUK KERJA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM PERSPEKTIF SISWA (Studi Survei Terhadap Siswa di SMK Al-Muhtadin Depok)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perspektif siswa SMK Al-Muhtadin Depok terhadap kinerja guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dengan menggunakan metode deskriptif. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa-siswi dengan jumlah populasi sebanyak 630 orang. Teknik penarikan sampel yang di gunakan adalah teknik probability sampling dengan memakai Simple Random Sampling sampel acak dengan sampel berjumlah 63, yang terbagi dari kelas X, XI, dan XII, dengan jumlah masing-masing kelas sebanyak 21 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen kompetensi unjuk kerja guru Bimbingan dan Konseling/Konselor. Pengujian validitas instrumen diolah menggunakan Ms. Ecxel. Di dalam uji Validitas terdapat 28 butir pernyataan, dimana 21 butir pernyataan adalah valid, pernyataan tidak valid sebanyak 7 butir. Butirbutir pernyataan yang tidak valid tidak dipakai dalam instrumen karena sudah terwakili oleh item lainnya. Uji reliabilitas menunjukkan hasil 0.9398, yang berarti bahwa reliabilitas instrumen mengenai kompetensi kinerja guru bimbingan dan konseling/konselor sangat dipercaya. Berdasarkan data yang didapatkan, unjuk kerja guru Bimbingan dan Konseling/Konselor berada pada kategori tinggi sebesar 3,17 % (2 siswa), kategori sedang mencapai angka 73,01% (46 siswa), sedangkan pada kategori rendah menunjukkan sebesar 23.08 % (15 siswa). Dengan demikian diketahui bahwa kompetensi unjuk kerja guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dilihat dari perspektif siswa SMK Al-Muhtadin Depok berada pada kategori Sedang, dalam katagori ini dampak kepada unjuk kerja guru dalam perspektif siswa ialah terkadang guru bimbingan dan konseling/konselor hanya memperhatikan perkembangan fisiologis dan psikologis serta prilaku peserta didik yang melanggar peraturan sekolah.Untuk itu dianjurkan guru bimbingan dan konseling/konselor dapat meningkatkan perkembangan kompetensinya agar dapat menunjukan ekspektasi kinerja secara profesional dengan mengikuti workshop yang di adakan oleh MGBK (musyawarah guru bimbingan dan konseling) di setiap perwakilan daerah

    Gambaran Agresivitas Pada Remaja Laki-Laki Siswa SMA Negeri di DKI Jakarta

    Get PDF
    Agresivitas remaja laki-laki adalah persoalan menyangkut perilaku baik fisik maupun lisan yang menyakiti, merusak baik secara fisik, psikis dan benda- benda yang ada di sekitarnya yang berkaitan dengan 4 aspek yakni aspek agresi fisik, agresi verbal, kemarahan, dan permusuhan yang dialami oleh remaja dengan rentang usia 15 – 18 tahun yang sedang menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA). Tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran mengenai agresivitas pada remaja laki-laki di SMA Negeri DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan populasi penelitian diambil 20% dari kecamatan di lima wilayah DKI Jakarta dengan teknik sampel adalah Gugus Bertahap Ganda (Multistages Random Sampling) dan sampel yang digunakan sebanyak 523 remaja laki-laki. Kuesioner yang digunakan pada penelitian ini merupakan instrumen adaptasi The Aggression Questionare yang terdiri dari 29 butir yang didapat dari 4 aspek yang merujuk pada teori yang dikembangkan oleh Buss&Perry (1992). Skala yang digunakan pada penelitian ini ialah skala likert dengan pilihan jawaban dari sangat tidak sesuai sampai sangat sesuai. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa remaja laki-laki memiliki tingkat agresivitas yang tinggi pada kategori sedang, aspek yang dominan dalam gambaran agresivitas remaja ini adalah aspek permusuhan dengan persentase 77.3%

    Review Buku :Wise Therapy

    Get PDF

    331

    full texts

    358

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇