INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling
Not a member yet
358 research outputs found
Sort by
PENGARUH PENGGUNAAN TEKNIK MENGGAMBAR UNTUK MENGURANGI KECEMASAN SOSIAL TERHADAP KORBAN CYBERBULLYING (Studi Kuasi Eksperimen Terhadap Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 259 Jakarta Timur)
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan teknik menggambar untuk mengurangi kecemasan sosial terhadap korban cyberbullying siswa kelas VIII di SMP Negeri 259 Jakarta Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sehingga delapan siswa yang mengalami kecemasan sosial sebagai korban cyberbullying dijadikan sebagai sampel penelitian. Pengukuran penelitian menggunakan Social Anxiety Inventory yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia. Hasil perhitungan validitas instrumen kecemasan sosial diperoleh 18 butir item valid, sedangkan reliabilitas menunjukkan 0.949 yang berarti instrumen termasuk kategori sangat reliabel. Hasil perhitungan validitas instrumen korban cyberbullying diperoleh 42 butir item valid, sedangkan reliabilitas menunjukkan 0.893 yang berarti instrumen termasuk kategori reliabel. Teknik analisis data untuk pengujian hipotesis menggunakan Wilcoxon Match Pairs Test. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai Asymp. Sig sebesar 0.012, yang berarti lebih kecil dari signifikasi α 0.05, sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Kesimpulan hasil penelitian, penggunaan teknik menggambar berpengaruh untuk menurunkan kecemasan sosial terhadap korban cyberbullying siswa kelas VIII di SMP Negeri 259 Jakarta Timur. Teknik menggambar merupakan salah satu bentuk intervensi yang dapat digunakan oleh guru BK dalam menangani kecemasan sosial terhadap korban cyberbullying siswa kelas VIII di SMP Negeri 259 Jakarta Timur.
Kata Kunci: Korban Cyberbullying, Kecemasan Sosial, Teknik Menggamba
PENERAPAN KONSELING INDIVIDU DENGAN TEKNIK INSTRUKSI DIRI DALAM PENDEKATAN TERAPI KOGNITIF-PERILAKU UNTUK MENGURANGI KEJENUHAN PADA MAHASISWA (Penelitian Subjek Tunggal Terhadap Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta)
Artikel ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan teknik instruksi diri dalam pendekatan terapi kognitif-perilaku untuk mengurangi kejenuhan pada mahasiswa yang memiliki kejenuhan tinggi dalam menjalani rutinitas perkuliahan. Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta, dengan satu responden yaitu mahasiswa berinisial AWU yang merupakan mahasiswa dari jurusan Bimbingan dan Konseling angkatan 2013. Responden diambil dengan pertimbangan dan tujuan tertentu. Penelitian ini adalah Penelitian Subjek Tunggal dengan menggunakan desain A-B, dimana A adalah kondisi baseline yang belum diberikan intervensi dan B adalah kondisi intervensi dengan teknik Instruksi Diri yang diberikan kepada AWU yang mengalami kejenuhan tinggi pada dirinya. Layanan yang diberikan adalah layanan responsif yaitu konseling individu yang terdiri 3 fase, yaitu; (1) konseptualisasi masalah yang dihadapi oleh konseli, (2) melakukan teknik instruksi diri, (3) mengevaluasi proses konseling dan mengakhiri konseling. Hasil penelitian keseluruhan menunjukkan adanya penurunan tingkat kejenuhan konseli pada setiap dimensi kejenuhan yaitu dimensi kelelahan, sinisme dan ketidakberhasilan dengan penerapan teknik Instruksi Diri dalam waktu 10 kali penerapan pada kondisi intervensi. Teknik ini dapat dilaksanakan dengan baik oleh konseli karena dengan senang hati konseli melakukannya tanpa paksaan dari pihak manapu
PENGARUH TEKNIK BIBLIOTERAPI TERHADAP PENINGKATAN HARGA DIRI SISWA YANG ORANGTUANYA BERCERAI DI SMP NEGERI 232 JAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik biblioterapi terhadap peningkatan harga diri siswa yang orangtuanya bercerai.Penelitian ini dilakukan di SMPN 232 Jakarta pada bulan September sampai dengan Oktober 2013.Penelitian ini menggunakan metode pra-eksperimen dengan bentuk One-Group Pretest-Posttest Design. Penelitian menggunakan sampel sebanyak enam orang siswa dan penggunaan teknik biblioterapi dilakukan dalam bentuk konseling kelompok. Pengukuran pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Coopersmith Self-esteem Inventory yang telah diadaptasi kedalam bahasa Indonesia. Berdasarkan hasil uji validitas dan reliabilitas yang telah dilakukan, instrumen ini memiliki 51 item pernyataan yang valid dan memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0.901, hal tersebut menyimpulkan bahwa instrumen tersebut layak dan dapat dipergunakan dalam penelitian ini. Teknik analisis data yang digunakan dalam menguji hipotesis pada penelitian ini adalah Wilcoxon Match Pairs Test untuk membandingkan hasil pre-test dan post test.Berdasarkan hasil pengujian hipotesis diperoleh hasil nilai asymp. Sig = 0.028. Hipotesis penelitian diuji pada taraf signifikansi α = 0.05 atau dengan tingkat kesalahan sebesar 5%, maka Nilai Asymp. Sig = 0.028 < nilai signifikasi α 0.05. Dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima.Dapat ditarik kesimpulan teknik biblioterapi berpengaruh dalam meningkatkan harga diri siswa yang orangtuanya bercerai
STUDI KASUS DAMPAK MENJADI ORANG TUA TUNGGAL PEREMPUAN USIA REMAJA AKHIR
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap berbagai fakta tentang dampak menjadi orang tua tunggal perempuan usia remaja akhir. Metode yang digunakan adalah studi kasus dalam pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Depok dengan dua responden yaitu : PL remaja perempuan usia 21 tahun, dan NF remaja perempuan usia 20 tahun. Hasil penelitian keseluruhan menunjukan bahwa permasalahan menjadi orang tua tunggal perempuan berdampak pada kehidupan remaja perempuan sebagai orang tua tunggal. PL mengalami dampak menjadi orang tua tunggal perempuan pada aspek stres, standar hidup yang rendah, pandangan negatif dari masyarakat dan pengasuhan anak. Aspek role overload (ketumpangtindihan peran), kemiskinan, kesendirian dan isolasi, serta merasa menjadi beban tidak berdampak pada subjek PL. PL memiliki resiliensi yang baik, sehingga mampu menjalani kehidupan sebagai orang tua tunggal perempuan de-ngan baik pula. Subjek NF mengalami dampak menjadi orang tua tunggal perempuan pada seluruh aspek. Hasil dari penelitian ini menunjukan adanya kemerosotan moral dengan menganggap pernikahan usia muda, kemudian bercerai (mengakibatkan remaja berstatus orang tua tunggal) adalah hal yang biasa dan dapat diterima oleh keluarga. Perbedaan dampak menjadi orang tua tunggal pada penelitian ini dipengaruhi kuat oleh resiliensi diri responden. Perlu penanganan bimbingan dan konseling yang tepat dalam menangani kasus remaja sebagai orang tua tunggal
PROFIL EMPATI MAHASISWA SUNDA (Survei Yang Dilakukan Pada Mahasiswa Jurusan Bimbingan Dan Konseling Universitas Di DKI Jakarta)
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai profil empati mahasiswa Bimbingan dan Konseling yang berasal dari etnis Sunda di DKI Jakarta.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan jenis survei. Populasi penelitian ini adalah Mahasiswa Bimbingan dan Konseling etnis sunda di DKI Jakarta sebanyak 67 mahasiswa dari 3 Universitas yaitu Universitas Negeri Jakarta, Universitas Muhannadiyah Prof. DR. Hamka, Universitas Islam Asyafi’iyah. Teknik sampling yang digunakan adalah sample jenuh.Teknik ini digunakan karena semua anggota populasi digunakan sebagai sampel.Uji validitas butir instrumen penelitian dilakukan dengan rumus korelasi Product Moment.Hasil uji validitas dari 20 item menghasilkan 17 butir item valid dan 3 item drop.Item pernyataan yang tidak valid diubah dan diperbaiki redaksinya menjadi pernyataan baru.Uji realibilitas dengan rumus Alpha Cronbach didapatkan hasil penelitian 0,803 yang berarti bahwa instrumen memiliki tingkat realibititas sangat tinggi. Hasil penelitian diperoleh tingkat empati mahasiswa Bimbingan dan Konseling etnis sunda di DKI Jakarta yang tinggi (64,18%), sedang (35,82%), rendah (0%). Hasil penelitian ini menunjukkan mahasiswa jurusan Bimbingan dan Konseling etnis Sunda di DKI Jakarta memiliki tingkat empati pada tingkat tinggi. Hal ini ditandai dengan lebih dominan hasil yang di dapat pada kategori sedang (64,18%). Rekomendasi penelitian ditunjukkan kepada mahasiswa bimbingan dan konseling untuk melakukan peningkatan terhadap empati. Empati Mahasiswa etnis Sunda di DKI Jakarta saat ini sebagian besar masih berada tingkat tinggi.Namun, masih ada mahasiswa Bimbingan dan Konseling yang memiliki empati pada klasifikasi sedang sehingga penelitian ini dapat dijadikan dasar pengembangan kemampuan empati setiap mahasiswa Bimbingan dan Konseling
KONSELING INDIVIDUAL PENDEKATAN BEHAVIORAL (Token Ekonomi dan Pengaturan Diri) UNTUK MENINGKATKAN PENYESUAIAN DIRI BELAJAR SISWA (studi single subject experiment pada 1 siswa SMP Negeri 6 Bekasi)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan konseling individual dengan pendekatan behavioral (teknik token ekonomi dan pengaturan diri) dalam meningkatkan penyesuaian belajar siswa yang tidak naik kelas. Metode penelitian yang digunakan adalah single subject experiment, dengan desain A-B-A-B. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi dan dianalisis dengan analisis dalam kondisi, antar kondisi, hasil observasi selama fase A1 (baseline 1), B1 (intervensi 1), A2 (baseline 2), B2 (intervensi 2), dan analisis perindikator instrumen menunjukkan ada-nya peningkatan perilaku dari A1 ke B1 sebesar 33,26% dan dari A2 ke B2 meningkat sebesar 27,46%. Peningkatan terjadi juga pada analisis Indikator 1 (kerajinan) meningkat dari A1 ke B1 yaitu sebesar 37,50%, sedangkan A2 ke B2 meningkat sebesar 31,25%. Indikator 2 (kedisiplinan) A1 ke B1 meningkat sebesar 28,13%, sedangkan A2 ke B2 meningkat sebesar 38,57%. Indikator 3 (kebiasaan belajar) juga meningkat dari A1 ke B2 sebesar 37,06%, dan A2 ke B2 meningkat sebesar 25,45%. Indikator 4 (perilaku) pada A1 ke B1 meningkat sebesar 29,91%, sedangkan pada fase A2 ke B2 meningkat sebesar 21,88%. Hasil data tersebut, dapat diinterpretasikan bahwa pemberian layanan konseling individual pendekatan behavioral dengan teknik pengaturan diri dan token ekonomi mempengaruhi sikap penyesuaian dirinya terhadap akademisnya
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TEKNIK JIGSAW DALAM LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL TERHADAP PEMAHAMAN HIV AIDS ( Pada Siswa kelas X-1 SMAN 1 Pedes Karawang)
Tujuan penelitian ini untuk mengetahuiefektifitas penerapan model cooperative learning teknik jigsaw dalam layanan bimbingan klasikal terhadap pemahaman mengenai HIV AIDS.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen berjenis pre eksperimen, dengan menggunakan model pre-post one goup design yaitu eksperimen yang dilaksanakan dengan menggunakan satu kelompok penelitian dengan melihat hasil pretest dan post tes. Penelitian ini menggunakan 1 kelas, yaitu kelas X-1 dengan jumlah 40 siswa. Uji coba instrumen terhadap 36 orang responden untuk mengetahui tingkat validitas dan reliabilitas instrumen. Hasil perhitungan validitas diperoleh 35 butir item yang valid. Hasil reliabilitasnya 0,9 dengan rumus KR-20 menunjukkan bahwa reliabilitasnya tinggi.Hasil uji normalitas dengan chi kuadrat diperoleh x2 hitung 7.5751 dan 9.1196 hasil yang diperoleh dari sampel yang berasal dari populasi berdistribusi normal. Pengujian homogenitas juga dihitung dengan rumus uji F. Hasil perhitungan homogenitas menyatakan bahwa Fhitung< Ftabel atau 1,10< 1,69, artinya kedua data tersebut homogen. Pada uji hipotesis, thitung = 21,6 dengan taraf signifikansi α = 0.05 maka diperoleh ttabel = 1,68. Ternyata thitung = 21,6> ttabel(0.05) = 1,68 jadi H0 ditolak. Kesimpulan penerapan model cooperative learning teknik jigsaw efektif digunakan untuk pemahaman HIVAIDS. Saran mengembangkan penelitian pada aspek afektif dengan model pembelajaran desain yang berbeda dan terdapat kelompok kontrol
EVALUASI PROGRAM LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL DI SMAN 46 JAKARTA SELATAN
Penelitian ini bertujuan menilai keberadaan indikator dan kesesuaian kriteria pada komponen konteks dan input sebagai rancangan dalam penyusunan program layanan bimbingan klasikal di SMAN 46 Jakarta. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan jenis penelitian evaluasi. Sumber data penelitiannya adalah program bimbingan klasikal kelas X SMAN 46 Jakarta, dan guru BK SMAN 46 Jakarta. Instrumen yang digunakan, pedoman studi dokumentasi, pedoman wawancara dan pedoman observasi. Indikator pada komponen konteks, yaitu asesmen kebutuhan, tugas perkembangan dalam bimbingan klasikal, tujuan program dalam bimbingan klasikal, dan rancangan program bimbingan klasikal. Indikator pada komponen input, yaitu rasio guru BK, kualifikasi guru BK, sarana dan prasarana, materi, metode, media, serta anggaran. Teknik analisis data yang digunakan berupa teknik analisis kualitatif. Komponen konteks yang terdiri dari empat indikator yaitu asesmen kebutuhan, tugas perkembangan, tujuan program serta rancangan program dikatakan masih belum sesuai dengan kriteria, karena tidak berdasarkan asesmen kebutuhan. Pada komponen input, yang terdiri dari tujuh indikator yaitu rasio guru BK, kualifikasi guru BK, sarana dan prasarana, metode, materi, media dan anggaran masih ada yang belum sesuai dengan kriteria karena strategi yang dirancang belum dapat memenuhi kebutuhan siswa dan harapan lingkungan dalam mencapai tugas perkembangannya. Sedangkan yang sudah sesuai dengan kriteria hanya sarana dan prasarana serta media. Saran kepada guru BK, penyusunan program bimbingan klasikal harus sesuai dengan asesmen kebutuhan siswa
PENGARUH TEKNIK BIBLIOTERAPI UNTUK MENGUBAH KONSEP DIRI SISWA (Studi Kuasi Eksperimen Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Tangerang)
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep diri siswa sebelum dan sesudah penerapan teknik biblioterapi dan mengetahui pengaruh teknik biblioterapi untuk mengubah konsep diri siswa. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 2 Tangerang pada bulan November 2015. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan bentuk Nonequivalent Control Group Design dan menggunakan sampel sebanyak 12 orang siswa dengan penggunaan teknik biblioterapi dalam bentuk kelompok. Pengukuran pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan instrumen yang dikembangkan berdasarkan teori konsep diri sebanyak 59 item pernyataan yang valid dan memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0.917 dengan kategori layak dipergunakan dalam penelitian. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan Mann Whitney U-Test diperoleh hasil nilai asymp. Sig = 0.037. Hipotesis penelitian diuji pada taraf signifikansi α = 0.05 atau dengan tingkat kesalahan sebesar 5%, maka nilai Asymp. Sig = 0.037 < nilai signifikansi α = 0.05 sehingga disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Hal tersebut berarti bahwa terjadi perubahan pada konsep diri responden kelompok eksperimen setelah diberikan biblioterapi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, teknik biblioterapi berpengaruh positif terhadap perubahan konsep diri siswa. Biblioterapi dapat diterapkan oleh guru bimbingan dan konseling di sekolah sebagai satu bentuk alternatif penanganan bagi siswa yang memiliki konsep diri negatif.
Kata Kunci: biblioterapi, konsep diri, sisw