INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling
Not a member yet
    358 research outputs found

    DAMPAK PERCERAIAN ORANG TUA TERHADAP EMOSI ANAK (Studi kasus pada dua anak yang memiliki orang tua yang bercerai di SDN Gembong I Kab. Tangerang)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai dampak perceraian orang tua terhadap kondisi emosi anak, sehingga peneliti dapat melihat gejala-gejala yang timbul sebagai dampak bagi anak yang diakibatkan oleh perceraian orang tua. Gambaran emosi anak dari korban perceraian orangtua inilah yang diteliti dengan mendalam. Penelitian ini dilakukan di SDN Gembong I Kec. Balaraja – Kab Tangerang dengan dua responden dengan jenis kelamin laki-laki di kelas II dan perempuan di kelas III yang memiliki orang tua bercerai. Responden diambil berdasarkan wawancara serta pengamatan yang dilakukan oleh peneliti. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawan-cara, observasi dan dokumentasi. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui studi kasus yang menyajikan data menggunakan narasi. Implikasi dari penelitian ini adalah perceraian sudah berdampak negatif terhadap kondisi emosi anak dalam masa perkembangannya dan tidak jarang sering menunjukkan perilaku-perilaku yang agresif bahkan mungkin ada yang suka berkelahi, atau sebaliknya, mungkin juga ada anak yang pendiam atau sulit bergaul. Anak-anak yang menjadi korban perceraian mengalami masalah karena perhatian dan kasih sayang yang diberikan oleh orang tua sudah tidak lengkap lagi

    UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS BIMBINGAN KLASIKAL MELALUI BAHAN AJAR BERBASIS KOMPUTER PADA KELAS XI TPA DI SMK N 1 PURWOREJO (Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling)

    Get PDF
    Layanan bimbingan klasikal membutuhkan pendekatan yang dapat mengaktifkan siswa dalam penyampaian materi layanan. Disamping pelaksanaan proses pembelajaran (penyampaian materi layanan) dalam suasana komunikasi dua arah, diharapkan siswa juga dapat melakukannya dalam suasana komunikasi multi arah. Media berbasis komputer dalam pengembangan media pembelajaran yang di gunakan dalam bimbingan dan konseling sering kali disebut dengan multimedia bimbingan klasikal karena kemampuan media komputer dalam menyampaikan pesan melalui media visual, media audio, text baik berupa rekaman atau berupa media siaran. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan bimbingan dan konseling. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kualitas bimbingan klasikal melalui bahan ajar berbasis computer pada kelas XI TPA di SMK Negeri 1 Purworejo. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, setelah dievaluasi dan dianalisis dapat disimpulkan bahwa penggunaan bahan ajar berbasis komputer dapat meningkatkan kualitas layanan bimbingan klasikal pada siswa kelas XI TPA SMK Negeri 1 Purworejo. Hal ini terlihat dari tingkat keberhasilan setiap aspek kualitas proses dan hasil layanan bimbingan klasikal yang mengalami peningkatan pada siklus 2 dan telah memenuhi bahkan melebihi masing-masing target yang diharapkan. Keberanian siswa dalam bertanya dan mengemukakan pendapat pada siklus 1 sebesar 66,67% meningkat menjadi 76,67% pada siklus 2

    PENGEMBANGAN SOFTWARE EVALUASI HASIL LAYANAN DASAR BIMBINGAN DAN KONSELING TINGKAT SMP

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji kelayakan alat bantu berupa software evaluasi layanan dasar Bimbingan dan Konseling tingkat SMP dengan menggunakan bahasa pemrograman Delphi 7.0. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Research and Development (R&D). Langkah penelitian dibatasi hingga langkah ke tujuh (revisi produk) dari sepuluh langkah dalam R&D. Hasil penelitian berupa software dengan nama Dw.1 Meldba. Software ini telah diuji oleh ahli materi dan ahli media dengan skor 93,18% atau kategori layak. Kesimpulan penelitian ini yaitu software Dw.1 Meldba sudah dapat digunakan sebagai alat bantu untuk mempermudah proses input data, analisis data, manajemen data dan membantu membuat laporan dalam kegiatan evaluasi hasil layanan dasar Bimbingan dan Konseling tingkat Sekolah Menengah Pertama. Oleh karena itu, software ini perlu digunakan sebagai alat bantu evaluasi guna mendorong akuntabilitas kinerja guru BK

    PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN METODE BERCERITA UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER BAIK PESERTA DIDIK

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran empirik mengenai pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan metode bercerita untuk meningkatkan karakter baik peserta didik kelas III-B SD Negeri Jatinegara 10 Pagi. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Jatinegara 10 Pagi, dengan populasi kelas III-B. Sampel dipilih menggunakan teknik sampling purposive. Terdapat lima orang peserta didik pada kategori karakter kurang baik dan dua peserta didik pada kategori tidak baik. Metode penelitian adalah Kuasi Eksperimen dengan menggunakan desain One-Group Pre-test Post-test. Pengumpulan data menggunakan instrumen karakter baik dengan validitas menggunakan rumus Product Moment dengan rtabel sebesar (0.344) yang menghasilkan 54 item valid dan 28 item drop. Reliabilitas instrumen dihitung menggunakan rumus Alpha menunjukan 0.888 dengan klasifikasi sangat tinggi. Perhitungan hipotesis menggunakan Wilcoxon Match Pair Test. Hasil pengujian hipotesis menunjukan nilai asymp. Sig = 0,017 < nilai Signifikansi α = 0,05, artinya layanan bimbingan kelompok dengan metode bercerita berpengaruh positif untuk meningkatkan karakter baik peserta didik. Kesimpulan penelitian ini adalah layanan bimbingan kelompok dengan metode bercerita berpengaruh positif untuk meningkatkan karakter baik peserta didik kelas III SD. Implikasi penelitian ini adalah layanan bimbingan kelompok dengan metode bercerita mampu meningkatkan karakter baik peserta didik. Saran dari penelitian ini adalah: pertama, bagi guru, hendaknya mampu menjadi role model dalam menyontohkan perilaku yang baik. Kedua, bagi Kepala Sekolah, hendaknya dijadikan bahan pertimbangan penyusunan program sekolah dengan memasukan nilai-nilai karakter baik, dan menyusun program pelatihan untuk guru dan treatment yang dapat digunakan untuk meningkatkan karakter baik peserta didik. Ketiga, bagi peneliti selanjutnya, hendaknya melakukan penelitian pada jenjang SMP dan SMA. Keempat, memodifikasi metode bercerita yang disesuaikan dengan tahap perkembangan peserta didik. Kelima, menggunakan kelompok kontrol untuk mengukur variabel lain yang mempengaruhi karakter peserta didik

    PENGEMBANGAN DIRI MAHASISWA DI FAKULTAS KEGURUAN IIMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA (FKIP – UKI): Pengembangan diri mahasiswa

    No full text
    Proses pengembangan diri mahasiswa tidak dengan sendirinya dapat sampai ke tahap  otonomi  tanpa melalui proses yang seharusnya  dilalui, seperti mengikuti kegiatan akademik dan non akademik secara seimbang.    Untuk itu, dari ke  sebelas aspek yang berhubungan dengan pengembangan diri (religious, perilaku etis, kematangan emosional, kematangan intelektual, kesadaran tanggung jawab, peran sosial sebagai pria atau wanita, penerimaan dan pengembangannya, kemandirian perilaku ekonomis, wawasan persiapan karir, kematangan hubungan dengan teman sebaya, serta persiapan diri untuk pernikahan dan hidup berkeluarga) di beri ruang bagi mahasiswa.  Sehingga  ke 11 aspek yang ditentukan menjadi indicator pengembangan diri mahasiswa dapat terealisasi secara optimal. &nbsp

    PERHATIAN ORANGTUA DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA YANG BERLATAR BELAKANG MELAYU DAN JAWA

    Get PDF
    Orangtua memiliki bagian untuk membantu anak mencapai hasil belajar yang lebih baik dengan memberikan kasih sayang dan pendidikan melalui nilai-nilai kehidupan, baik nilai agama maupun nilai budaya sosial. Salah satu bentuk peran orang tua memberi perhatian pada anak mereka. Perhatian besar orang tua, anak akan memiliki motivasi belajar yang tinggi. Perhatian orang tua dan motivasi belajar berperan penting dalam proses pembelajaran siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) perhatian orang tua terhadap latar belakang budaya Melayu; (2) perhatian orang tua latar belakang budaya Jawa; (3) motivasi belajar siswa dalam latar belakang budaya Melayu; (4) motivasi belajar siswa dalam latar belakang budaya Jawa; dan (5) meneliti perbedaan perhatian orang tua dan motivasi belajar antar siswa yang berpendidikan bahasa Melayu dan bahasa Jawa. Ini adalah penelitian komparatif deskriptif yang menerapkan metode kuantitatif. Dengan rumus Slovin dengan teknik simple random sampling, 200 siswa dipilih sebagai sampel di SMP Negeri 1 Siak Hulu Kabupaten Kampar pada Tahun Akademik 2015/2016. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan MANOVA (analisis multivariat varians). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perhatian orang tua terhadap latar belakang budaya Melayu masuk dalam kategori baik; (2) Orang tua memperhatikan latar belakang budaya Jawa berada dalam kategori baik; (3) Motivasi belajar siswa dengan latar belakang budaya Melayu termasuk dalam kategori tinggi; (4) Motivasi belajar siswa dengan latar belakang budaya Jawa termasuk dalam kategori sangat tinggi; dan (5) Tidak ada perbedaan yang signifikan antara orang tua dengan latar belakang budaya Melayu dan Jawa, sementara ada perbedaan motivasi belajar yang signifikan. Perhatian orang tua dan motivasi belajar antar siswa yang memiliki latar belakang budaya Melayu dan latar belakang budaya Jawa. antara latar belakang budaya siswa Melayu dan Jawa

    PENGARUH PENGGUNAAN TEKNIK STORYTELLING DALAM BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI ANAK (STUDI EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS I A DI SDN RAMBUTAN 06 PAGI JAKARTA TIMUR)

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penggunaan teknik storytelling dalam bimbingan kelompok terhadap kemampuan berkomunikasi siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen. Subjek dalam penelitian ini adalah kelompok siswa kelas I A di SDN Rambutan 06 Pagi Jakarta Timur sebanyak 10 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman observasi sistematis (systematic observation) yang penilaiannya dalam model skala Guttman. Uji kelayakan instrumen yang berjumlah 22 item menggunakan analisis skalogram. Hasil perhitungan didapatkan bahwa koefisien reprodusibilitas (Kr) sebesar 0,927. Secara arbiter ditentukan bahwa skala yang memiliki Kr 0,90 ke atas, dianggap cukup baik digunakan untuk mengumpulkan data. Setelah itu dilakukan pengujian skalabilitas dan didapatkan koefisien skalabilitas (Ks) sebesar 0,855, di mana skala yang memiliki Ks = 0,60 keatas dianggap cukup baik digunakan dalam penelitian. Berdasarkan hasil perhitungan, ditemukan bahwa perolehan skor rata-rata sebelum perlakuan sebesar 53,2 sedangkan skor rata-rata setelah perlakuan sebesar 68,2 dengan demikian terdapat peningkatan skor rata-rata sebesar 15 poin. Penerapan teknik storytelling dalam bimbingan kelompok berpengaruh secara positif signifikan terhadap peningkatan kemampuan berkomunikasi siswa. Hal tersebut dibuktikan oleh hasil pengujian hipotesis, dimana thitung > ttabel yaitu 3,87 > 2,101 pada taraf signifikan α=0,05. Jika diakumulasikan sekitar 70% siswa mengalami peningkatan dalam hal berkomunikasi setelah adanya perlakuan melalui penerapan teknik storytelling dalam bimbingan kelompok yang juga dikolaborasikan dengan praktek secara langsung sehingga kemampuan anak dapat terlihat secara nyata. Implikasi hasil penelitian ini adalah teknik storytelling dapat dijadikan salah satu alternatif dalam memberikan layanan bimbingan kelompok di sekolah dasar untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi siswa. Peneliti juga menyimpulkan bahwa guru berperan maksimal sebagai pembimbing siswa sesuai dengan tujuan pembelajaran agar setiap tahap perkembangan siswa dapat terpantau secara optimal

    SELF-EFFICACY TERHADAP PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING PADA GURU BK/KONSELOR SMAN JAKARTA PUSAT

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran empirik self-efficacy terhadap penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam layanan Bimbingan dan Konseling (BK) pada Guru BK/Konselor (Guru BK/K) SMAN Jakarta Pusat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, jenis survey. Pengumpulan data menggunakan kuesioner self-efficacy terhadap penggunaan TIK dalam layanan BK. Penelitian dilaksanakan di SMAN wilayah Jakarta Pusat. Sampel penelitian berjumlah 35 Guru BK/K, dengan menggunakan teknik convenience sampling. Analisis data menggunakan statistik deskriptif berupa persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 17,14% Guru BK/K memiliki kategori tinggi pada self-efficacy terhadap penggunaan TIK, 65,72% berada pada kategori sedang, dan 17,14% berada pada kategori rendah. Saran dalam penelitian ini, Guru BK/K yang berada pada kategori tinggi perlu mempertahankan keyakinan diri dalam menggunakan TIK dalam layanan Bimbingan dan Konseling. Guru BK/ K pada kategori sedang dan rendah perlu meningkatkan keyakinan diri dalam menggunakan TIK dalam layanan Bimbingan dan Konseling dengan mengikuti pelatihan mengenai penggunaan TIK dalam layanan Bimbingan dan Konseling dan berpikir positif bahwa dengan menggunakan TIK, dapat membuat layanan Bimbingan dan Konseling berjalan lebih efektif dan efisien

    Pengembangan Media Pembelajaran Karir “Roe†Berbasis Permainan Sebagai Upaya Peningkatan Wawasan

    No full text
    Layanan klasikal sebagai strategi pencapaian kompetensi dalam bidang karir selama ini tidak menggunakan media yang tepat. media yang menyenangkan adalah media permaian. Bermain membuat siswa tidak bosan dalam belajar. Dilihat dari hal itu maka penting dikembangkan media layanan klasikal dalam bidang karir berbasis permainan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengembangkan sebuah media mengenai infromasi mengenai berbagai macam profesi yang dapat digunakan dalam layanan klasikal dan untuk mengetahui seberapa efektifkah media ini dapat dugunakan untuk mengembangkan wawasan karir siswa. Perumusan pada penelitian ini dirumuskan masalah apakah dapat dikembangkan media karir untuk meningkatkan wawasan karir siswa? Media yang akan dikembangkan peneliti adalah media permainan papan bergambar, dadu dan kartu. Isi media berupa nama-nama pekerjaan dan kualifikasi yang dibutuhkan. Media ini akan dibuat dengan dasar teori Anne Roe. Media dirancang agar dapat dimainkan oleh minimal dua orang dan maksimal lima orang. Pada penelitian kali ini sesuai dengan metode yang digunakan yaitu Research and Development (R&D), maka peneliti menggunakan dua instrumen penelitian. Dua instrumen tersebut digunakan untuk alpha tes. Tiap aspek penilaian didasarkan pada teori Winarno (2009), yang kemudian dikembangkan menjadi butir-butir pertanyaan

    PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN BERTANDING ATLET SEPAKTAKRAW (Studi Eksperimen di SMP Negeri 232 Jakarta Timur)

    No full text
    Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan kelompok terhadap kecemasan bertanding atlet sepaktakraw. Sampel dalam penelitian ini adalah atlet sepaktakraw sebanyak 8 atlet. Pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling. Metode yang digunakan adalah metode Pra-eksperimen, One-Group Pretest-Posttest Design. Pengukuran diukur dengan instrumen kecemasan bertanding yang memiliki 51 butir pernyataan valid dan memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0.932. Pengujian hipotesis menunjukkan hasil analisis nilai Sig = 0.034 < α = 0.05. Disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, yang bermakna bimbingan kelompok berpengaruh terhadap penurunan kecemasan atlet sepaktakraw SMPN 232 Jakarta Timur. Hasil ini menunjukkan bimbingan kelompok dapat diterapkan oleh pelatih dan guru bimbingan dan konseling disekolah sebagai salah satu alternatif penanganan kecemasan atlet dan sebagai bentuk pembinaan prestasi ekstrakulikuler olahraga di sekolah

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇