INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling
Not a member yet
358 research outputs found
Sort by
Sikap Guru Bimbingan Konseling SMA Negeri DKI Jakarta Terhadap LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transjender) di Sekolah
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran sikap guru Bimbingan Konseling SMA Negeri DKI Jakarta terhadap LGBT (Lesbian Gay Biseksual Transjender) di sekolah. Populasi dalam penelitian ini adalah guru Bimbingan Konseling SMAN DKI Jakarta baik lulusan S1 Bimbingan Konseling maupun bukan lulusan S1 Bimbingan Konseling. Sampel dalam penelitian sebanyak 86 guru Bimbingan Konseling yang terdiri dari 18 orang laki-laki dan 68 orang wanita.Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan teknik Multistage Random Sampling.Pengumpulan data diperoleh menggunakan Kuesioner yang terdiri dari 72 pernyataan yang dikembangkan berdasarkan skala sikap Riddle. Skor Reliabilitas pada instrumen yaitu 0.93 yang berarti instrumen Reliabel dan dapat dipercaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecenderungan sikap guru Bimbingan Konseling SMAN di DKI Jakarta terhadap LGBT di sekolah lebih negatif dengan presentase sebanyak 68,6 persen dari populasi, Repulsion (menolak) adalah jenis sikap dengan persentase tertinggi yang dipilih oleh sebanyak 44,07 persen responden yang memiliki sikap negatif. Laki-laki memiliki sikap negatif lebih tinggi dengan presentase 77,77 persen dibandingkan dengan perempuan dengan persentase 68,16 persen. Hasil tersebut memberikan implikasi bahwa keberadaan LGBT yang mengalami penolakan dan diskriminasi dalam lingkungan, tidak mendapatkan cukup bantuan, selain itu hal ini berdampak pada ketepatan dan keefektifan pelayanan yang akan diberikan oleh guru Bimbingan Konseling di sekolah. Guru Bimbingan Konseling perlu mengembangkan sikap yang lebih positif terhadap LGBT di sekolah, dengan cara mengikuti seminar atau pelatihan untuk konseling terhadap LGBT, serta membaca beberapa buku yang berkaitan dengan layanan yang dapat diberikan pada LGBT di sekolah
KONTRIBUSI TINGKAT PENERIMAAN OLEH TEMAN SEBAYA DAN KONSEP DIRI TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK DI SMK NUSATAMA PADANG SERTA IMPLIKASINYA DALAM PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING
Penelitian ini dipengaruhi oleh motivasi belajar peserta didik yang masih dalam tingkat rendah. Tingkat penerimaan oleh teman sebaya dan konsep diri merupakan faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi motivasi belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) tingkat penerimaan teman sebaya, (2) konsep diri peserta didik, (3) motivasi belajar peserta didik, (4) kontribusi tingkat penerimaan teman sebaya terhadap motivasi belajar peserta didik, (5) kontribusi konsep diri terhadap motivasi belajar peserta didik, dan (6) kontribusi bersama tingkat penerimaan teman sebaya dan konsep diri terhadap motivasi belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Populasi adalah peserta didik kelas XI yang berjumlah 324 peserta didik, sampel adalah 179 peserta didik, yang dipilih dengan teknik proportional random sampling. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif, regresi sederhana, dan regresi berganda. Hasil dari penelitian ini: (1) tingkat penerimaan teman sebaya berada pada kategori tinggi, (2) konsep diri peserta didik berada pada kategori tinggi, (3) motivasi belajar peserta didik berada pada kategori tinggi, (4) ada adalah kontribusi tingkat penerimaan teman sebaya terhadap motivasi belajar peserta didik sampai 29%, (5) terdapat kontribusi konsep diri terhadap motivasi belajar peserta didik terhadap 37,2%, dan (6) ada kontribusi bersama tingkat penerimaan teman sebaya dan konsep diri terhadap motivasi belajar peserta didik terhadap 44,8%. Implikasi dari hasil penelitian dapat dijadikan masukan untuk membuat panduan program dan layanan konseling terutama dalam arah pembelajaran sosial-mandiri
PERBEDAAN PERKEMBANGAN CALON KONSELOR BERDASARKAN INTEGRATED DEVELOPMENTAL MODEL (IDM) (Studi Komparatif Pada Mahasiswa Angkatan 2008, 2009 dan 2010 BK FIP UNJ)
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan data dan informasi mengenai perkembangan mahasiswa BK UNJ angkatan 2008, 2009 dan 2010 berdasarkan IDM atau Integrated Developmental Model) dalam hal proses konseling sehingga terlihat perbedaan perkembangan antara ketiga angkatan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode komparatif dengan jumlah sampel sebanyak 135 mahasiswa yang ditentukan dengan menggunakan proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket yang diadaptasi, yaitu Supervisee Level Questionnaire- Revised (SLQ-R) dengan melalui proses back translation untuk membandingkan kesamaan makna arti dari hasil kedua terjemahan tersebut. Hasil uji hipotesis Anova Satu Jalur menggunakan SPSS 20 menghasilkan taraf signifikan hitung (ï²) = 0,594 > taraf signifikan (α) = 0,05 dengan itu menunjukkan bahwa Ho diterima dan Ha ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan perkembangan calon konselor yang signifikan antara mahasiswa BK UNJ angkatan 2008, 2009 dan 2010 berdasarkan Integrated Developmental Model (IDM)
PENGARUH PENDEKATAN TIDWELL DAN BACHUS DALAM LAYANAN KONSELING KELOMPOK TERHADAP AGRESIVITAS PESERTA DIDIK KELAS VIII PAGI SMPN 9 TAMBUN
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh pada penerapan pendekatan Tidwell dan Bachus dalam layanan konseling kelompok terhadap agresivitas peserta didik di kelas VIII Pagi SMP Negeri 9 Tambun. Peneltian ini dilakukan di kelas VIII Pagi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 9 Tambun pada semester I tahun ajaran 2013-2014. Metode penelitian yang digunakan adalah Kuasi Eksperimen dengan menggunakan One-Group Pretest Posttest Design yaitu eksperimen yang dilaksanakan dengan menggunakan satu kelompok penelitian dengan melihat hasil pretest dan postetst. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling sehingga sampel dalam penelitian ini adalah 6 orang peserta didik di kelas VIII Pagi SMP Negeri 9 Tambun yang mendapatkan skor tertinggi berdasarkan sebaran instrumen perilaku agresif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen perilaku agresif berdasarkan teori dari Leonard Berkowitz (Berkowitz, 1995) yang dikembangkan oleh peneliti. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan teknik Wilcoxon Match Pair Test. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa Nilai Signifikan α= 0.05 > Nilai asymp. Sig= 0.028, artinya terdapat pengaruh positif signifikan pada penerapan pendekatan Tidwell dan Bachus dalam layanan konseling kelompok terhadap agresivitas peserta didik
Model Hipotetik Layanan Advokasi Bimbingan Dan Konseling Pada Kasus Pelecehan Seksual Kelompok Mikrosistem di SMP Negeri Kota Bekasi
Tujuan penelitian ini mengembangkan dan menguji kelayakan rancangan layanan advokasi bimbingan dan konseling pada kasus pelecehan seksual kelompok mikrosistem di SMP Negeri Kota Bekasi. Rancangan layanan ini dikembangkan untuk meningkatkan pengetahuan pelecehan seksual pada kelompok mikrosistem. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes pengetahuan pelecehan seksual dan tes pengetahuan layanan advokasi bimbingan dan konseling pada kelompok mikrosistem. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Research and Development (RnD), dengan pelaksanaan langkah penelitian dibatasi hingga tahap ke 9 yakni merevisi rancangan layanan advokasi bimbingan dan konseling berdasarkan hasil dari analisis uji ahli. Rancangan layanan advokasi bimbingan dan konseling dalam penelitian ini telah diujikan oleh dua pakar ahli yaitu ahli bimbingan dan konseling dan ahli pengguna yaitu guru bimbingan dan konseling. Hasil evaluasi formatif dari uji ahli adalah mayoritas aspek rancangan layanan advokasi bimbingan dan konseling dinilai baik dan sangat baik. Semua hasil koreksi uji ahli telah diperbaiki oleh peneliti sehingga rancangan layanan advokasi bimbingan dan konseling dalam penelitian ini dikategorikan baik dan layak. Hasil penelitian ini berupa rancangan layanan advokasi bimbingan dan konseling pada kasus pelecehan seksual kelompok mikrosistem di SMP Negeri Kota Bekasi. Kesimpulannya rancangan layanan advokasi bimbingan dan konseling mengenai pengetahuan pelecehan seksual dalam penelitian ini sudah layak digunakan untuk diujicobakan secara terbatas hingga luas. Rancangan layanan advokasi bimbingan dan konseling ini mendapat penilaian baik dan sangat baik pada sebagian besar aspek komponen yang terdapat dalam rancangan layanan. Hal ini mengindikasi bahwa rancangan layanan advokasi bimbingan dan konseling mengenai pengetahuan pelecehan seksual memiliki materi yang sudah sesuai dengan tujuan pembelajaran, memiliki metode yang sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, memiliki media pembelajaran yang sesuai dengan kegiatan pembelajaran, serta melakukan asesmen kebutuhan yang tepat sehingga kesesuaian antara tujuan, metode,materi dan media dapat mendukung ketersediaan layanan advokasi bimbingan konseling
Menurunkan Kebiasaan Mencontek Melalui Metode Apa? Lantas, Bagaimana? Dan Sekarang Bagaimana? Dalam Bimbingan Kelompok Pada Peserta Didik Kelas VIII.1 SMPN 1 Citeureup
Penelitian ini dilatarbelakangi berdasarkan kondisi realitas yang diperoleh melalui pengamatan dan laporan dari beberapa guru mata pelajaran dan pengawas yang terhimpun dalam catatan kasus yaitu 75 % peserta didik mencontek pada saat ulangan Bila kondisi ini berkelanjutan dapat berakibat fatal karena bisa menyebabkan peserta didik tidak percaya pada kemampuannya, dapat membentuk sifat pembohong, memiliki potensi untuk menjadi koruptor atau penipu ulung. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus dengan tahapan kegiatan perencanaan, melakukan tindakan, observasi serta refleksi. Subyek penelitiannya adalah peserta didik kelas VIII.1 Tahun Pelajaran 2012/2013 SMP N 1 Citeureup yang berjumlah 44 orang. Metode penelitiannya dengan menggunakan metode Apa? Lantas Bagaimana? Dan Sekarang Bagaimana?dalam bimbingan Kelompok. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepuasan pada siklus 1 mencapai 80% pada siklus 2 mencapai 95%. Keaktifan pada siklus 1 mencapai 77,6% pada sklus 2 mencapai 83,2%. Sedangkan pada kebiasaan mencontek menurun yaitu dari 45% pada siklus 1 menjadi 40 % pada siklus 2. Dengan demikian kesimpulannya adalah Metode Apa? Lantas Bagaimana? Dan Sekarang Bagaimana?dalam Bimbingan Kelompok dapat menurunkan kebiasaan mencontek
PENGARUH METODE ROLE PLAY DALAM LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL TERHADAP PEMAHAMAN ASERTIF (Studi Eksperimen Pada Siswa Kelas X-1 Sma Yadika 4 Pondok Gede)
Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui pengaruh metode role play dalam layanan bimbingan klasikal terhadap pemahaman asertif pada siswa kelas X-1 SMA Yadika 4 Pondok Gede. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pre-experimental, dengan menggunakan model one group pre-test pre-test design yaitu eksperimen yang dilaksanakan dengan menggunakan satu kelompok penelitian melalui pre-test pre-test. Subyek Penelitian ini terdiri atas 41 orang siswa kelas X-1 SMA Yadika 4 Pondok Gede. Hasil uji normalitas diperoleh data pre-test x2hitung = 1,13 lebih kecil dari x2tabel = 11,1 pada taraf signifikan α = 5% dan data pre-test x2hitung= 1,35 lebih kecil dari = x2tabel = 11,1 pada taraf signifikan α = 5%, berarti sampel berasal dari populasi berdistribusi normal. Hasil uji homogenitas diperoleh hasil Fhitung = 1,17< Ftabel = 1,69, berarti sampel diperoleh berasal dari populasi berdistribusi homogen. Hasil perhitungan uji hipotesis dengan t-test diperoleh thitung sebesar 22,8 karena thitung= 22,8 > ttabel(0,05; 80)= 1,66, jadi Ho ditolak dan H1 diterima. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh metode role play dalam layanan bimbingan klasikal terhadap pemahaman asertif pada siswa kelas X-1 SMA Yadika 4 Pondok Gede
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DENGAN KETERLAKSANAAN LAYANAN KONSELING INDIVIDUAL PADA GURU BK SMPN DI JAKARTA TIMUR
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ada tidaknya hubungan antara pengetahuan mengenai layanan konseling individual dengan keterlaksanaan layanan konseling individual pada guru BK SMP Negeri di Jakarta Timur. Penelitian dilaksanakan dengan sampel 59 orang guru BK yang diambil dengan menggunakan sampling acak sederhana. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen tes untuk mengukur variabel pengetahuan mengenai layanan konseling individual dan instrumen angket untuk mengukur variabel keterlaksanaan layanan konseling individual. Berdasarkan hasil penelitian, variabel pengetahuan mengenai layanan konseling individual yang mendapatkan skor tinggi berjumlah 34% dari sampel dengan nilai di atas nilai mean (26,67), sedangkan variabel keterlaksanaan layanan konseling individual yang mendapatkan skor tinggi berjumlah 63% dari sampel dengan nilai di atas nilai mean (7,83). Diperoleh hasil korelasi hubungan antara kedua variabel sebesar 0,338 dengan nilai rtabel sebesar 0,266. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara pengetahuan mengenai layanan konseling individual dengan keterlaksanaan layanan konseling individual pada guru BK SMP Negeri di Jakarta Timur
PENERAPAN PENDEKATAN BEHAVIORAL-TEKNIK TOKEN EKONOMI UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU DISIPLIN SISWA PADA SITUASI PEMBELAJARAN DI DALAM KELAS (Single Subject Research pada siswa kelas 4 SDN Sukamerta II di Kabupaten Karawang)
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran hasil penerapan Teknik Token Ekonomi pada siswa berperilaku tidak disiplin tinggi dalam situasi pembelajaran di kelas di SDN Sukamerta II Kabupaten Karawang. Penelitian ini menggunakan metode single subject research. Penelitian ini menggunakan desain A-B. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dan dikuatkan dengan rekomendasi dari wali kelas serta studi pendahuluan dengan melakukan observasi. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Sukamerta II Kabupaten Karawang dengan satu orang responden yaitu seorang siswa kelas IV B tahun ajaran 2013/2014. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi teman sekelas siswa H, dan studi dokumentasi. Bentukbentuk perilaku tidak disiplin dalam situasi pembelajaran di dalam kelas yang menjadi fokus penelitian ini adalah mengajak teman mengobrol saat pelajaran berlangsung, tidak mengerjakan tugas yang diberikan guru, tidak memperhatikan penjelasan guru, tidak mau mencatat pelajaran yang diberikan guru. Penelitian ini dilakukan selama 24 hari dan menunjukan adanya penurunan pada perilaku tidak disiplin dengan melakukan terapan Token Ekonomi yang dilakukan siswa H dalam waktu 12 hari. Hal ini dapat dilihat dari grafik frekuensi perilaku tidak disiplin yang semakin menurun dibandingkan sebelum penerapan Teknik Token Ekonomi dilakukan oleh siswa H. Hal ini memiliki makna positif yang berarti perilaku disiplin siswa meningkat. Berdasarkan hasil penelitian maka Penerapan Teknik Token Ekonomi dapat digunakan untuk menurunkan perilaku tidak disiplin siswa pada situasi pembelajaran di dalam kelas
PENGARUH KONSELING KELOMPOK DENGAN PENDEKATAN BODY IMAGE COGNITIVE BEHAVIORAL THERAPY TERHADAP SISWI SMK YANG MEMILIKI CITRA TUBUH NEGATIF
Penelitian Quasi eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan konseling kelompok dengan pendekatan Body Image Cognitive Behavioral Therapy (BI-CBT) terhadap Siswi kelas XI di SMK Negeri 1 Babelan yang Memiliki Citra Tubuh Negatif. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Negeri 1 Babelan sebanyak 6 orang pada kelompok tretment dan 6 orang pada kelompok kontrol. Pengambilan sampel menggunaakan teknik purposive sampling. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen, dengan desain Quasi experimental design dan bentuk desain Non-equivalent Control Group Design. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner MBSRQ dan dianalisis menggunakan Wilcoxon Sign Rank Test. Hasil analisis menunjukkan nilai sig.= 0.028 pada kelompok treatment yang berarti nilai probabilitas lebih kecil dari nilai signifikansi α = 0.05, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil analisis dapat diartikan bahwa Konseling kelompok pendekatan Body Image Cognitive Behavioral Therapy (BI-CBT) berpengaruh terhadap body image siswi kelas XI di SMK Negeri 1 Babelan. Siswi yang telah mengikuti Konseling kelompok dengan pendekatan Body Image Cognitive Behavioral Therapy (BI-CBT) dapat memahami dirinya dan mengendalikan pola pikir serta perasaannya terhadap caranya memandang dirinya dan tanggapan dari orang lain. Hal tersebut membuat siswi menjadi lebih mampu untuk menerima diri dan tampil lebih percaya diri