INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling
Not a member yet
    358 research outputs found

    KONTRIBUSI KONSEP DIRI DAN KEMATANGAN EMOSI TERHADAP PENYESUAIAN DIRI SISWA DAN IMPLIKASINYA DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan untuk melihat kemampuan siswa untuk berpidato di sekolah. Konsep diri dan kematangan emosi adalah dua faktor penting dalam penyesuaian diri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) konsep diri, 2) kematangan emosi, dan 3) penyesuaian diri serta penyesuaian diri, 5) kontribusi kematangan emosi terhadap penyesuaian diri, dan 6) kontribusi dari Baik konsep diri dan kematangan emosi terhadap penyesuaian diri. Penelitian yang digunakan adalah 148 siswa SMP Pesantren Modern Terpadu (PMT) Prof. Dr. Hamka. 100 di antaranya dipilih sebagai sampel penelitian dengan menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah model Skala Likert. Hasil uji validitas instrumen konsep sendiri adalah 0,475. Sementara itu, hasil uji validitas instrumen kematangan emosi adalah 0,517 dan hasil uji validitas instrumen penyesuaian diri adalah 0,533. Hasil uji reliabilitas instrumen konsep diri adalah 0,834 dan hasil uji reliabilitas instrumen kematangan emosi adalah 0,858, Akhirnya, hasil uji reliabilitas instrumen penyesuaian diri adalah 0,852. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif, regresi sederhana, dan regresi berganda. Hasil analisis data menunjukkan bahwa: 1) konsep diri diri adalah dalam kategori positif, 2) kontribusi konsep diri terhadap penyesuaian diri sekitar 26,5%, 5) distribusi kematangan emosional terhadap penyesuaian diri sekitar 25, 2%, dan 6) kontribusi dari kedua self-consept dan kematangan emosional terhadap self self adjesment sekitar 35,2%. Implikasi dari penelitian ini dapat digunakan sebagai program bimbingan akhir bimbingan di SMP Pesantren Modern Terpadu (PMT) Prof. Dr. Hamka

    FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KEMUNCULAN PRASANGKA SOSIAL (SOCIAL PREJUDICE) PADA PELAJAR

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor kemunculan prasangka sosialpada kelompok pelajar. Subyek penelitian adalah pelajar kelas VIII .1 SMP N 232Jakarta, terdiri diri atas 38 orang pelajar. Mereka adalah kelompok masyarakat dalamskala kecil yang mewakili beberapa unsur etnis. Teknik pengambilan sampel menggunakanteknik convinience sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Semantic differentialSemanticDifferential Scale yang merupakan instrumen untuk mengukur responsdari aspek/perasaan (afektif). Hasil pengukuran menunjukan bahwa prasangkasosial pada kelompok subyek berada pada taraf sedang dan rendah. Secara umummenunjukan bahwa penyebab dari prasangka sosial pada kelompok pelajar adalah prasangkaterhadap sifat pribadi dan sifat sosial. Kemunculan prasangka ini disebabkanoleh perbedaan budaya dan adanya jarak sosial antara kelompok etnis yang berbeda.Kata kunci : Prasangka sosial, konflik sosia

    PENGARUH MEDIA AUDIO VISUAL DALAM LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL TERHADAP PENGETAHUAN SISWA KELAS VIII MENGENAI BAHAYA MEROKOK DI SMP NEGERI 1 JAKARTA

    Get PDF
    Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui pengaruh media audio visual dalam layanan bimbingan klasikal terhadap pengetahuan siswa kelas VIII mengenai bahaya merokok. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-Oktober 2012. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen yang berjenis true eksperimen dengan menggunakan model pre-test post-test control group design yaitu eksperimen yang dilaksanakan dengan menggunakan satu kelompok eksperimen yang diberi perlakuan dan satu kelompok kontrol yang tidak diberi perlakuan. Uji coba instrumen dilakukan kepada 25 orang siswa untuk mengetahui tingkat validitas dan reliabilitas. Hasil pengujian validitas diperoleh 28 butir item yang valid dari 35 butir item sedangkan hasil reliabilitas diperoleh sebesar 0,86 dengan rumus KR-20, dengan demikian instrumen dalam penelitian ini reliabel. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji-t dengan signifikan sebesar 5 %. Sebelum dilakukan uji-t, terlebih dahulu dilakukan uji normalitas data dengan rumus chi kuadrat. Hasil uji normalitas diperoleh data pre-test pada kelompok eksperimen didapat X2hitung = 2, 42 lebih kecil dari X2tabel = 11,1 sedangkan data post-test didapat X2hitung = 1,04 lebih kecil dari X2tabel = 11,1. Uji normalitas data pre-test kelompok kontrol didapat X2hitung = 3,34 lebih kecil dari X2tabel = 11,1 sedangkan data post-test kelompok kontrol didapat X2hitung = 7,11 lebih kecil dari X2tabel = 11,1 pada taraf signifikan α = 5%, berarti sampel berasal dari populasi berdistribusi normal. Hasil uji homogenitas diperoleh bahwa data pre-test kelompok eksperimen dan kontrol diperoleh hasil Fh (1,27) < Ft (1,95). Sedangkan uji homogenitas data post-test kelompok eksperimen dan kontrol diperoleh hasil Fh (1,90) < Ft (1,95) maka data diperoleh dari sampel yang berasal dari populasi berdistribusi homogen. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh media audio visual dalam layanan bimbingan klasikal terhadap pengetahuan siswa kelas VIII mengenai bahaya merokok di SMP Negeri 1 Jakarta

    GAMBARAN SELF REGULATED LEARNING PADA SISWA HOMESCHOOLING (Studi Kasus Pada Siswa SMA Kelas X Homeschooling Berkemas)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai self regulated learning pada siswa homeschooling setara SMA di komunitas Homeschooling. Penelitian ini melibatkan dua subjek penelitian siswa SMA kelas X yang mengikuti komunitas Homeschooling Berkemas, yang terdiri dari subjek pertama seorang laki-laki (AV) dan subjek kedua seorang perempuan (FZ). Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam serta observasi dengan menyusun pedoman wawancara dan observasi terlebih dahulu. Hasil penelitian menunjukkan subjek pertama (AV) sudah dapat mengelola dirinya dengan baik, subjek sudah memiliki self regulated learning yang baik, subjek memiliki organizing & transforming, goal setting & planning, rehearsing & memorizing, self evaluating, self consequenting, seeking information, keeping records & self monitoring, environmental structuring, reviewing records. namun subjek belum dapat memaksimalkan pencarian bantuan sosial (seeking social assistance). Hasil penelitian terhadap subjek pertama bertentangan dengan subjek kedua (FZ). FZ belum dapat memaksimalkan self regulated learning dalam dirinya, strategi yang belum dimiliki oleh subjek, diantaranya pengorganisasian & transformasi, mengulang dan mengingat, pencarian informasi, membuat catatan dan memonitor diri, mengatur lingkungan, dan peninjauan kembali catatan, akan tetapi subjek memiliki strategi tujuan dan perencanaan, evaluasi diri, konsekuensi diri, dan pencarian bantuan sosial

    SURVEI MINAT MENJADI GURU BIMBINGAN DAN KONSELING PADA MAHASISWA BIMBINGAN DAN KONSELING ANGKATAN 2008 FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran minat menjadi guru Bimbingan dan Konseling pada mahasiswa Bimbingan dan Konseling Angkatan 2008 FIP UNJ. Penelitian dilakukan di lingkungan jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta dengan jumlah sampel sebanyak 57 responden. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode survei dan pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dianalasis dengan menggunakan statistik deskriptif distribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat menjadi guru Bimbingan dan Konseling pada mahasiswa Bimbingan dan Konseling Angkatan 2008 FIP UNJ dalam kategori sedang, maka diperlukan upaya agar mahasiswa dapat meningkatkan kondisi tersebut dengan cara penyelarasan antara teori dan keterampilan dengan minat menjadi guru Bimbingan dan Konseling, melalui mata kuliah yang terkait dengan karakteristik kepribadian guru Bimbingan dan Konseling dan kompetensi guru Bimbingan dan Konseling

    HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN PENGGUNAAN STRATEGI COPING PADA MAHASISWA YANG SEDANG MENYUSUN SKRIPSI DI JURUSAN BK ANGKATAN 2008 FIP UNJ

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat stres dan strategi coping yang digunakan serta mengetahui adanya hubungan antara tingkat stres dengan penggunaan strategi coping pada mahasiswa yang sedang menyusun skripsi di jurusan BK 2008 FIP UNJ. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan jenis korelasional. Sampel penelitian berjumlah 65 responden yang merupakan mahasiswa yang sedang menyusun skripsi di jurusan BK FIP UNJ angkatan 2008, dengan teknik sampling jenuh. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk kedua variabel. Hasil pengujian validitas pada kuesioner tingkat stres diperoleh 19 butir valid kemudian 1 butir diperbaiki dan 54 butir valid pada kuesioner strategi coping. Adapun reliabilitas instrumen tingkat stres sebesar 0,851 dan strategi coping sebesar 0,94 dengan menggunakan alpha cronbach. Hasil penelitian dengan rumus korelasi koefisien phi (Φ) menunjukkan nilai phi (Φ) = 0,294 dan r tabel pada taraf signifikansi 5% = 0,244. Dengan demikian phi (Φ) yang diperoleh (yaitu 0,294) adalah lebih besar jika dibandingkan dengan rtabel (yaitu 0,244). Dengan demikian Ho ditolak, artinya terdapat korelasi yang signifikan antara tingkat stres dengan penggunaan strategi coping. Mahasiswa dengan stres tingkat tinggi sebesar 51% dan stres tingkat rendah sebesar 49%. Pada stres rendah, 84,4% mahasiswa menggunakan problem focused coping dan 15,6% mahasiswa menggunakan emotion focused coping. Pada stres tinggi, 57,6% mahasiswa menggunakan problem focused coping dan 42,4% mahasiswa menggunakan emotion focused coping

    PENERAPAN PENDEKATAN BEHAVIORAL DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK SELF-MANAGEMENT UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU DISIPLIN DATANG TEPAT WAKTU KE SEKOLAH (Single Subject Research 1 Siswa Kelas X di SMK Negeri 30 Jakarta)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan behavioral dengan menggunakan teknik self-management terhadap peningkatan perilaku disiplin datang tepat waktu ke sekolah seorang siswa SMK Negeri 30 Jakarta. Penelitian ini adalah single subject research melalui pendekatan behavioral menggunakan teknik self-management diberikan kepada siswa yang memiliki studi dokumentasi perilaku terlambat di setiap minggunya. Subjek penelitian ini adalah 1 siswa yang diambil dengan pertimbangan dan tujuan tertentu. Pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi dan observasi. Teknik observasi tersebut meliputi pengumpulan data mengenai perilaku datang tepat waktu ke sekolah dianalisis dengan analisis dalam kondisi dan antar kondisi. Observasi dilakukan selama baseline (A1), intervensi atau treatment (B), dan setelah melakukan treatment (A2). Hasil observasi, menunjukkan bahwa terdapat peningkatan perilaku konseli (CB) mengenai disiplin datang tepat waktu ke sekolah sebelum dan sesudah diberikan treatment. Skor nilai rata-rata baseline 1 (A1) sampai intervensi (B) mengalami peningkatan dari pukul 06.35 sampai pukul 06.31. Hasil tersebut terlihat bahwa terdapat peningkatan sebesar 4 menit. Hasil rata-rata intervensi (B) sampai baseline 2 (A2) terjadi peningkatan dari pukul 06.31 sampai pukul 06.25. Hasil tersebut terlihat bahwa terdapat peningkatan sebesar 6 menit. Hasil ini menunjukkan bahwa pemberian layanan konseling individual pendekatan behavioral dengan teknik self-management sebagai upaya dalam meningkatkan perilaku disiplin datang tepat waktu ke sekolah

    HUBUNGAN ANTARA PENYESUAIAN DIRI DENGAN KECENDERUNGAN PERILAKU CYBER BULLYING PADA SISWA KELAS VIII SMP LABSCHOOL JAKARTA TAHUN AJARAN 2013-2014

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara penyesuaian diri dengan kecenderungan perilaku cyber bullying pada siswa kelas VIII SMP Labschool Jakarta tahun ajaran 2013-2014. Peneliti mengutip teori penyesuaian diri oleh Schneiders (Personal Adjustment and Mental Health, 1964) dan teori cyber bullying oleh Robin M. Kowalski (Cyber Bullying: Bullying in the Digital Age, 2008). Populasi penelitian yaitu seluruh siswa kelas VIII yang terdiri dari enam kelas. Pengambilan sampel dengan menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 37 orang siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian korelasi. Untuk menjaring data digunakan dua buah instrumen dengan skala likert, yaitu instrumen penyesuaian diri dan instrumen kecenderungan perilaku cyber bullying. Berdasarkan hasil penelitian, siswa yang memiliki penyesuaian diri tinggi sebesar 8,11%, sedang 35,14%, dan rendah 56,76%. Siswa yang memiliki kecenderungan perilaku cyber bullying tinggi sebesar 32,43%, sedang 21,62%, dan rendah 45,95%. Korelasi antara penyesuaian diri dengan kecenderungan perilaku cyber bullying sebesar -0,583 dengan rtabel sebesar 0,325. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang negatif antara penyesuaian diri dengan kecenderungan perilaku cyber bullying pada siswa kelas VIII SMP Labschool Jakarta tahun ajaran 2013-2014. Siswa yang memiliki penyesuaian diri yang tinggi, kecenderungannya untuk melakukan cyber bullying rendah. Sebaliknya, siswa dengan penyesuaian diri yang rendah, kecenderungannya untuk melakukan cyber bullying tinggi. Hasil penelitian ini dapat digunakan oleh pihak sekolah khususnya guru Bimbingan dan Konseling untuk meningkatkan mutu siswanya. Guru Bimbingan dan Konseling juga perlu memberikan layanan informasi baik berupa bimbingan klasikal maupun bimbingan kelompok kepada para siswa mengenai penyesuaian diri dan cyber bullying

    KOMPETENSI TEKNOLOGI PADA GURU BK

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran empirik mengenai kompetensi guru BK terhadap teknologi di SMK Negeri se-Jakarta Timur. Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru dalam menjalankan tugas keprofesionalannya. Pengumpulan data yang dilakukan menggunakan instrumen kompetensi teknologi konselor yang berbentuk self assessment dengan metode survei kepada 37 guru BK di 13 SMKN Jakarta Timur. Hasil uji validitas dari 60 butir pernyataan didapatkan 43 butir pernyataan valid dan 17 butir pernyataan drop. Uji reliabilitas yang didapat yaitu 0,927 yang berarti instrumen kompetensi teknologi konselor memiliki reliabilitas sangat tinggi, yang berarti instrumen ini dapat dipercaya. Hasil dari penelitian ini adalah kompetensi penggunaan teknologi guru BK/Konselor di SMKN se-Jakarta Timur pada umumnya berada pada kategori sedang (62,2%) yang berarti bahwa guru BK di SMKN se-Jakarta Timur cukup memahami database, etika hukum saat melakukan cybercounseling, serta kelebihan dan kekurangan dari cybercounseling. Selain mampu memahami, guru BK juga cukup mampu menggunakan email, mengikuti informasi BK melalui internet, serta cukup mampu dalam menggunakan software untuk mendukung layanan BK. Dua kategori lainnya yaitu berada pada kategori tinggi (21,6%) dan rendah (16,2%) yang berarti masing-masing guru BK mampu dan belum mampu dalam menggunakan TIK

    Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika Melalui Pendekatan Bimbingan Kelompok

    Get PDF
    Motivasi belajar yang rendah khususnya pada mata pelajaran matematika sangat berpengaruh pada prestasi belajar yang dihasilkan. Hal ini dapat dilihat dari identifikasi masalah yang dihadapi siswa yaitu malas dan merasa kurang menyenangkan dalam belajar matematika sehingga tidak menguasai pelajarannya. Berdasarkan hasil tes motivasi terdapat 28% siswa yang masih memperoleh motivasi yang rendah dengan nilai rata-rata 58, 9% atau berada pada kategori rendah. Pemberian layanan bimbingan konseling yang tepat diharapkan dapat memperbaiki permasalahan tersebut. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk mengkaji efektifitas penerapan bimbingan kelompok dalam upaya meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika. Bimbingan kelompok dalam penelitian ini adalah salah satu layanan bimbingan terhadap sejumlah individu dalam suatu kelompok dengan memanfaatkan dinamika yang berkembang dalam kelompok. Dinamika kelompok disini adalah suasana kelompok yang hidup yang ditandai oleh semangat kerjasama yang dinamis untuk mencapai tujuan kelompok. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas IX.6 SMP Negeri 23 Bekasi tahun ajaran 2013/2014 dengan metode penelitiannya yaitu penelitian tindakan bimbingan dan konseling dengan prosedur menggunakan siklus melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan menggunakan instrument pedoman observasi dan angket, serta teknik analisis data menggunakan teknik kuantitatif untuk mengolah hasil evaluasi dan teknik kuantitatif untuk menginterpretasikan data hasil pengamatan proses pelaksanaan tindakan. Hasil penelitian menunjukkan hasil yang signifikan penerapan pendekatan bimbingan kelompok dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika 4,8% setelah siklus l dan mengalami peningkatan sebesar 8% setelah dilaksanakan siklus 2. Penerapan bimbingan kelompok sangat tepat digunakan. Bagi peneliti selanjutnya penerapan bimbingan kelompok menuntut kemampuan dari pembimbing untuk melakukan inovasi dan improvisasi sesuai dengan perkembangan zaman

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇