INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling
Not a member yet
    358 research outputs found

    Gambaran Kepercayaan Diri Remaja yang Mengalami Tindak Kekerasan: (Studi Kasus pada Remaja di Salah Satu SMKN di Jakarta Timur)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan menggambarkan dan menganalisis secara faktual tentang kepercayaan diri remaja yang mengalami tindak kekerasan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian adalah remaja siswa SMKN di Jakarta Timur sebagai informan kunci dan tiga informan pendukung yaitu ibu kandung, teman sebaya, dan guru BK. Proses penjaringan informan menggunakan Instrument Child Abuese Screening Tools-Children’s Version (ICAST-CH). Pedoman wawancara disusun berdasarkan teori kepercayaan diri yang terdiri dari aspek kognitif, afeksi, dan behavioral. Hasil penelitian pada faktor penyebab tindak kekerasan yaitu sifat tempramental, kesalahpahaman, kesalahan subjek penelitian, dan triger parenting. Dampak yang dirasakan yaitu merasa takut dan gemetar jika berhadapan dengan orang yang meninggikan nada suaranya serta tidak ingin memiliki pasangan seperti ayahnya. Secara kognitif gambaran kepercayaan diri subjek saat ini berprestasi dikejuaraan silat tingkat sekolah, namun kesulitan dalam menunjukkan prestasi di kelas karena subjek memiliki pengalaman pernah dibentak ketika belajar dan merasa tidak fokus belajar di rumah disebabkan orang tua sering bertengkar sehingga prestasi belajar belum optimal. Aspek afeksi subjek mampu mengidentifikasi suasana hati dan memiliki keyakinan yang optimis. Subjek tidak menyukai penampilan fisiknya yang obesitas sehingga mengalami bullying. Pada aspek behavioral subjek sudah mampu menjalin hubungan sosial dan berbicara di depan umum namun kesulitan dalam menjalin hubungan romantis dengan lawan jenis. Tindak kekerasan yang dilakukan ayahnya membuat subjek memiliki perspektif bahwa semua laki-laki sama saja, tidak mampu menghargai, kasar, keras, dan tidak mau kalah. Kata Kunci: Kekerasan pada anak, Orang tua, Kepercayaan diri, Remaj

    Pengaruh Lingkungan Sekolah terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas IX SMP Swasta IMELDA Medan

    Full text link
    This study aims to determine the influence of the school environment on the learning motivation of grade IX students of Imelda Medan Private Junior High School. This study used a quantitative research approach. The population used in this study was class IX of Imelda Medan Private Junior High School consisting of 88 students. The sample in this study was taken, amounting to 15 students of class IX-B, the research instrument used was a questionnaire with the Simple Random Sampling technique. The results of the study used Descriptive statistical analysis, the average score of the school environment is 111. 93 are in the very high category and learning motivation with a total of 122.67 is in the very motivated category. Analysis of the prerequisites of the school environment normality test results and learning motivation of 0.200 >0.05 (normally distributed), the results of the hypothesis test showed a GIS value of 0.000 with GIS criteria (0.000) < α (0.05).Based on the results of the linearity test is 0.534>0.05 based on the results of these data, there are The linear relationship of the school environment to learning motivation. A high regression value or (R) effect of 0.903, the result of the coefficient of determination (R2) is 0.815.  The conclusion in this study is that there is an influence of the school environment on the learning motivation of grade IX-B students of Imelda Medan Private Junior High School.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar siswa kelas IX SMP Swasta IMELDA MEDAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif. Populasi yang digunakan penelitian ini kelas IX SMP Swasta IMELDA MEDAN yang terdiri dari 88 siswa. Sampel pada penelitian ini adalah yang diambil yaitu berjumlah 15 siswa kelas IX-B, instrumen penelitian yang digunakan adalah angket dengan teknik Simple Random Sampling. Hasil penelitian menggunakan analisis statistik deskriptif, nilai rata-rata lingkungan sekolah adalah 111. 93 berada pada kategori sangat tinggi dan motivasi belajar dengan jumlah 122.67 berada pada kategori sangat termotivasi. Analisis prasyarat hasil uji normalitas lingkungan sekolah dan motivasi belajar 0,200 >0,05 (berdistribusi normal), hasil uji hipotesis menunjukkan nilai sig 0,000 dengan kriteria sig (0,000) < α (0,05).berdasarkan hasil uji linearitas adalah 0,534>0,05 berdasarkan hasil data tersebut maka terdapat hubungan yang linear lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar. Nilai Regresi yang tinggi atau (R) effect sebesar 0,903, Hasil koefisien determinasi (R2) sebesar 0,815. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu Terdapat Adanya Pengaruh Lingkungan Sekolah Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas IX-B SMP Swasta IMELDA MEDAN

    Pengembangan Perilaku Prososial Peserta Didik Sekolah Menengah Pertama Labschool Jakarta melalui Program Labschool Student Social Care (Labs Care)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan peran program Labschool Student Social Care (Labs Care) dalam mengembangkan perilaku prososial peserta didik di SMP Labschool Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan menggunakan dokumentasi, wawancara, dan observasi dengan purposive sampling sebagai teknik pengambilan sampelnya, dan dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi perkembangan perilaku yang peserta didik rasakan atas pengalaman menjalani beberapa kegiatan selama program Labs Care. Temuan lain pada program ini adalah pada implementasinya, peneliti masih mendapati hal yang kurang tepat pada program Labs Care. Perilaku prososial yang muncul pada program ini meliputi berbagi, bekerja sama, menyumbang, menolong, jujur, dan berderma. Sedangkan level penalaran moral peserta didik berada pada tingkat self-reflective empathic orientation. Hasil penelitian ini dapat digunakan oleh guru BK untuk menyusun layanan bimbingan dan konseling seperti layanan orientasi dan layanan informasi serta melakukan upaya-upaya lainnya untuk mengelola program Labs Care dan membantu mengembangkan perilaku prososial peserta didik

    The Effectiveness of Rational Emotive Behavior (REB) Group Counseling in Reducing Fear of Missing Out (FOMO) Among Stusents of SMK PGRI 2 MALANG: Keefektifan Konseling Kelompok Rational Emotive Behavior (REB) Untuk Menurunkan Fear of Missing out (FOMO) Pada Siswa SMK PGRI 2 MALANG

    No full text
    Fear of Missing Out (FoMO) is one of the phenomena that is prevalent among students. FoMO has a lot of impact on many aspects of students' lives. The research is dedicated to investigating the effectiveness of Rational Emotive Behavior Group Counseling in reducing Fear of Missing Out among students of SMK PGRI 2 MALANG. This study is experimental research with a One-Group Pretest-Posttest design. The collection of data technique was conducted using the FoMO Scale developed by Kaloeti, consisting of 12 items. For data analysis, a non-parametric statistical method, the Wilcoxon Matched-Pairs Signed Test, was used. The research subjects were 5 students from SMK PGRI 2 Malang who had a high average level of Fear of Missing Out and were willing to participate in REB group counseling. The Wilcoxon test statistics showed a Z value of -2.023 and an Asymp. Sig. (2-tailed) value of 0.043, which is less than 0.05 (< 0.05), indicating a difference between the pretest and post-test results in students' Fear of Missing Out levels. This research demonstrates that REB group counseling is effective in reducing the level of FoMO among vocational high school students.Fear of Missing Out (FoMO) ialah salah satu fenomena yang banyak terjadi dikalangan siswa. FoMO memberikan dampak yang signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan siswa. Penelitian berdedikasi untuk menguji keefektifan konseling kelompok Rational Emotive Behavior untuk menurunkan Fear of Missing Out  siswa SMK PGRI 2 MALANG. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain One-Group Pretest-Posttest. Teknik pengumpulan data menggunakan Skala FoMO yang dikembangkan oleh Kaloeti, terdiri dari 12 item pertanyaan. Sedangkan untuk menganalisis data, digunakan metode statistik non-parametrik, yaitu uji Wilcoxon Matced-Pairs Signed Test. Subjek penelitian yang diambil yaitu dari 5 siswa kelas 12 di SMK PGRI 2 Malang yang memiliki tingkat Fear of Missing Out yang rata-rata tinggi dan bersedia mengikuti konseling kelompok REB. Hasil statistik uji wilcoxon menunjukkan nilai Z sebesar -2,023 dan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) adalah 0,043 yang lebih kecil dari 0,05 (< 0,05) yang artinya terdapat selisih antara hasil pretest dan posttest pada tingkat Fear of Missing Out siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konseling kelompok REB efektif untuk menurunkan tingkat FoMO siswa SMK

    Pengaruh Pengendalian Diri dan Adiksi Media Sosial Terhadap Perilaku Phubbing pada Siswa SMA di DKI Jakarta

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengendalian diri dan adiksi media sosial terhadap perilaku phubbing pada siswa SMA di DKI Jakarta. Populasi penelitian adalah siswa SMA di Jakarta dengan sampel sebanyak 400 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik insidental sampling. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dengan BSCS, SMAS-SF, dan GSP. Pengumpulan data dengan BSCS, SMAS-SF, dan GSP yang telah dilakukan uji validasi dan reliabilitas. Data dianalisis menggunakan uji analisis regresi linear berganda dengan spss versi 20. Hasil koefisien regresi antara variabel pengendalian diri dan adiksi media sosial terhadap perilaku phubbing menunjukkan nilai koefisien -0,296 dan 0,325 artinya jika pengendalian diri siswa rendah pada aspek ketahanan dan adiksi media sosial siswa tinggi pada aspek toleransi virtual maka perilaku phubbing siswa akan tinggi pada aspek nomophobia.  Secara simultan, terdapat pengaruh yang cukup signifikan terhadap pengendalian diri dan adiksi media sosial terhadap perilaku phubbing pada siswa SMA di DKI Jakarta sebesar 43,4%. Implementasi dapat dilakukan dengan menerapkan teknik podomoro, memasang aplikasi untuk mengurangi waktu penggunaan media sosial, dan pemberian treatment CBT oleh guru BK

    Teknik Menulis Ekspresif untuk Menurunkan Quarter-Life Crisis Mahasiswa

    Full text link
    Fenomena quarter-life crisis pada usia 20-an rentan dialami orang-orang berpendidikan ditandai dengan adanya kebimbangan dalam pengambilan keputusan, putus asa, penilaian diri yang negatif, terjebak dalam situasi yang sulit, perasaan cemas, tertekan, dan khawatir terhadap relasi interpersonal yang akan atau sedang dibuat. Penelitian dilatarbelakangi oleh adanya quarter-life crisis pada mahasiswa FKIP ULM angkatan 2020. Tujuan penelitian ini menguji keefektifan teknik menulis ekspresif dengan pendekatan konseling kelompok realita dalam menurunkan quarter-life crisis mahasiswa. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen bentuk non-equivalent control group design. Populasi dalam penelitian adalah mahasiswa FKIP ULM angkatan 2020 yang mengisi angket sebanyak 94 responden. Sampel sebanyak 10 orang yang dipilih sesuai kriteria dengan teknik purposive sampling. Instrumen menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan teknik analisis data menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil uji-t diperoleh hasil Sign (2-tailed) sebesar 0,015 < 0,05 atau probabilitas dibawah 0,05 dan Thit > Ttab yaitu 5,734 > 2,306. Kesimpulan hasil penelitian ini terdapat perbedaan sebelum dan sesudah diberikan teknik menulis ekspresif. Maka, teknik menulis ekspresif dengan pendekatan konseling kelompok realita efektif dalam menurunkan quarter-life crisis mahasiswa

    Srategi Expressive Supressive untuk Menghadapi Toxic Relationship pada Salah Satu PTN di Jakarta

    Full text link
    Penelitian ini mengeksplorasi strategi regulasi emosi pada mahasiswa Program Studi S1 Bimbingan dan Konseling di Salah Satu Universitas di Jakarta yang mengalami toxic relationship. Penggalian data dilakukan melalui wawancara mendalam kepada informan utama. Triangulasi data dilakukan melalui sumber data. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus di mana penggalian data dilakukan melalui wawancara mendalam kepada partisipan utama. Sedangkan triangulasi data dilakukan dengan informasi data yang didapatkan dari partisipan pendukung. Partisipan penelitian berjumlah 2 (dua) orang yaitu ACV dan F. Partisipan pertama, ACV, menghadapi beragam bentuk toxic relationship, mencakup pemaksaan, penolakan, penghinaan, kekerasan fisik, dan seksual, dengan dampak signifikan pada aspek psikologis, fisik, ekonomi, dan sosial. Partisipan kedua, F, mengalami penolakan dan penghinaan dengan dampak pada aspek psikologis, fisik, dan sosial. Keduanya cenderung menggunakan expressive suppression, tetapi juga terlihat menerapkan cognitive reappraisal. Temuan ini memberikan pemahaman lebih mendalam tentang pengalaman dan strategi regulasi emosi mahasiswa dalam menghadapi situasi toxic relationship. Kecenderungan penggunaan expressive suppression oleh kedua partisipan dalam mengatasi emosi negatif akibat toxic relationship dapat memberikan kenyamanan sementara, tetapi mungkin juga menyebabkan stres psikologis jangka panjang dan memperburuk dampak negatif keterlibatan mereka dalam toxic relationship. Implikasi penelitian mencakup pengembangan program dukungan emosional, pelatihan strategi regulasi emosi, dan pengembangan pribadi untuk mahasiswa Bimbingan dan Konseling yang mengalami toxic relationship. Implikasi ini dapat membantu meningkatkan kemampuan regulasi emosi cognitive reappraisal karena dapat membantu individu untuk mengelola emosinya dengan cara yang lebih adaptif yang melibatkan perubahan pola pikir terhadap situasi yang sulit bagi mahasiswa yang mengalami toxic relationship

    Strategi Coping Stress terhadap Perilaku Self Injury (Studi Fenomenologi pada siswa MAN 4 Bojonegoro)

    Full text link
    Adapaun tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah (1) mengetahui faktor-faktor self-injury pada siswa MAN 4 Bojonegoro (2) Mengetahui upaya yang dilakukan untuk mengurangi sebuah perilaku self-injury dengan strategi coping stress pada siswa MAN 4 Bojonegoro. Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian fenomenologi terhadap siswa pelaku self-injury pada siswa MAN 4 Bojonegoro. Narasumber dalam penelitian ini adalah siswa yang memiliki perilaku self-injury dan memiliki upaya coping stress pada siswa MAN 4 Bojonegoro.. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data pada penelitian ini adalah sumber primer siswa berumur 16 Tahun bernama SN dan informan pendukung melibatkan orang terdekat dari narasumber, bernama NAM. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Faktor yang menjadikan narasumber melakukan perilaku self-injury adalah permasalahan percintaan, Faktor kedua berupa disharmonisasi keluarga SN. Disharmonisasi keluarga. (2) Upaya coping stress yang dilakukan adalah bercerita dengan seseorang. SN bercerita dengan NAM karena NAM menjadi tempat ternyaman bagi SN. Koping yang kedua dengan melampiaskan kepada boneka. SN sering memeluk dan memukul boneka untuk mengurangi stres yang dialami SN

    PENGARUH KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK SELF-TALK DALAM MENINGKATKAN ACADEMIC HARDINESS SISWA

    Full text link
    The research aims to prove the effect of group counseling services using self-talk techniques in increasing students' academic hardiness. The research was conducted using an experimental method with a two group pre-test post-test control design. The population in this study was class XI IPS Negeri 4 Bengkulu city, totaling five classes. The research sample consisted of 10 students including 5 students in the experimental group class XI IPS 1 and 5 students in the control group class XI IPS 4 taken using a purposive sampling technique. The data collection technique uses an academic hardiness questionnaire with a Likert scale model, and research data analysis uses the One Way Anova test. The results of the pre-test and post-test for the experimental group showed an average increase of 57.6 to 104.6. Meanwhile, the pre-test and post-test results of the control group showed an increase in the average score from 69.2 to 78.2. The results of hypothesis testing using the One Way Anova test, F value 33.833 and sig 0.000, show that there is a difference in the level of academic hardiness between students who received group counseling with self-talk techniques and the academic hardiness of students who received group counseling without techniques. So the research results show that there is an influence of group counseling services with self-talk techniques in increasing academic hardiness.Penelitian bertujuan untuk membuktikan pengaruh layanan konseling kelompok dengan teknik self-talk dalam meningkatkan academic hardiness siswa. Penelitian dilakukan mengunakan metode eksperimen dengan two grup pre-test post-test control design. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas XI IPS Negeri 4 kota Bengkulu yang berjumlah lima kelas. Sampel penelitian berjumlah 10 siswa yang meliputi 5 siswa kelompok eksperimen kelas XI IPS 1 dan 5 siswa kelompok kontrol kelas XI IPS 4 diambil dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner academic hardiness dengan model skala likert, dan analisis data penelitian mengunakan uji One Way Anova. Hasil pre test dan post test kelompok eksperimen menunjukan nilai peningkatan rata-rata 57.6 menjadi 104.6. Sementara, hasil pre test dan post test kelompok kontrol menunjukan nilai peningkatan rata-rata skor dari 69.2 menjadi 78.2. Hasil uji hipotesis dengan uji One Way Anova nilai F 33.833 dan sig 0.000 menunjukan terdapat perbedaan tingkat academic hardiness antara siswa yang menerima konseling kelompok dengan teknik self-talk dan academic hardiness siswa yang menerima konseling kelompok tanpa teknik. Maka hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh layanan konseling kelompok dengan teknik self-talk dalam meningkatkan academic hardiness

    Hubungan Adaptabilitas Karier dan Kebahagiaan pada Generasi Z

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menanalisis hubungan antara adaptabilitas karier dan kebahagiaan pada generasi Z. Populasinya adalah mahasiswa akhir di Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta dengan jumlah sampel sebanyak 94 mahasiswa akhir angkatan 2018 & 2019 yang sudah mengikuti PKM/PKL/Magang dihitung menggunakan rumus slovin. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling untuk menentukan kriteria khusus pada responden secara daring melalui Google Form. Instrumen Career Adapt-Ability Scale (CAAS) dan Collage Student Subjective Well-Being Questionnaire (CSSWBQ) yang telah diadaptasi dan diuji validitas serta reabilitas. Hasil penelitian secara umum didapatkan dari penelitian ini menunjukkan bahwa adaptabilitas karier mahasiswa akhir FIP memiliki skor rata-rata sebesar 97,18 dan kebahagiaan sebesar 86.06. Hasil uji kedua variabel memiliki keterhubungan yang signifikan dan berkorelasi ke arah positif dengan ketagori tingkat hubungan yang kuat (nilai signifikansi p = 0,000 < 0,05 dengan nilai koefisien r = 0,607). Maknanya adalah generasi Z memiliki kesadaran dalam memilih karier, tampak pada perilaku ketika menjalani pendidikan dengan rasa bersyukur terhadap lingkungan pendidikan yang dimilikinya saat ini, sehingga implikasi yang dapat diberikan kepada mahasiswa berupa pelatihan dan pengembangan adaptabilitas karier pada keingintahuan karier dan akademik efikasi pada peningkatan kebahagiaan

    331

    full texts

    358

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇