Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi
Not a member yet
184 research outputs found
Sort by
EVALUASI TOKSISITAS HEMATOLOGI AKIBAT PENGGUNAAN 6-MERKAPTOPURIN DALAM FASE PEMELIHARAAN PADA PASIEN PEDIATRI KANKER LEUKIMIA LIMFOBLASTIK AKUT DI RS KANKER DHARMAIS JAKARTA
Merkaptopurin merupakan obat kemoterapi yang digunakan pada fase konsolidasi dan pemeliharaan pada pasien pediatri kanker leukimia limfoblastik akut (LLA). Merkaptopurin diduga memiliki hubungan erat dengan terjadinya toksisitas pada hematologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karatekristik pasien, angka kejadian, derajat keparahan dan penatalaksanaan toksisitas serta faktor risiko yang mempengaruhi terjadinya toksisitas hematologi penggunaan 6-MP dalam fase pemeliharaan pada pasien pediatri kanker LLA di RS Kanker Dharmais Jakarta. Penelitian ini dilakukan dengan desain observasional cross sectional dengan mengambil data pasien secara retrokspetif dan prospektif, dengan subyek penelitian adalah pasien kanker LLA anak yang berobat di RS Kanker Dharmais Jakarta dari tahun 2013 sampai dengan periode Maret-April 2014 yang sedang dalam fase pemeliharaan. Subyek yang memenuhi kriteria inklusi adalah 23 pasien. Pengumpulan data dilakukan dengan melihat rekam medik untuk mendapatkan data identitas pasien dan data hematologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien laki-laki lebih banyak daripada pasien perempuan, dengan usia paling banyak berusia < 10 tahun, dan berstatus gizi normal serta paling banyak dengan klasifikasi LLA resiko tinggi. Angka kejadian toksisitas hematologi anemia paling banyak terjadi sebesar 95,66%. Derajat keparahan pada toksisitas hematologi paling banyak terjadi pada derajat 1. Berdasarkan faktorfaktor yang mempengaruhi terjadinya toksisitas diperoleh bahwa klasifikasi LLA berpengaruh terhadap terjadinya leukopenia [RR=0,289; interval kepercayaan 95%: 0,079-1,051]. Penatalaksanaan toksisitas dilakukan jika pasien mengalami anemia dan trombositopenia
OPTIMASI FORMULA MATRIK PATCH MUKOADHESIF EKSTRAK DAUN SIRIH (Piper betle L.) MENGGUNAKAN MENTOL DAN PEG 400 SEBAGAI PERMEATION ENHANCER DAN PLASTICIZER
Daun sirih (Piper betle L) adalah tanaman obat tradisional yang secara empirik dimanfaatkan masyarakat untuk pengobatan antiinflamasi gusi. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi ekstrak etanol daun sirih ke dalam sistem penghantaran obat baru yakni patch mukoadhesif. Ekstrak daun sirih sebagai bahan aktif dibuat dengan teknik maserasi sedangkan formulasi patch dibuat menggunakan sistem matrix controlled. Bahan tambahan yang dipergunakan dalam pembuatan patch antara lain; hidroksipropil metilselulosa, polietilenglikol 400, dan mentol. Komposisi pemakaian polietilenglikol 400 dan mentol dalam formula ditentukan dengan menggunakan metode simplex lattice design. Evaluasi matrik patch meliputi; bobot matrik patch, ketebalan matrik patch, folding endurance dan loss on drying. Hasil penelitian memperlihatkan bobot matrik berkisar antara 0,510 - 2,837 g, tebal matrik antara 0,28 - 1,00 mm, folding endurance antara 60 - > 500 lipatan dan loss on drying antara 0,063% - 0,099%. Formula optimal dihasilkan oleh kombinasi mentol dan PEG 400 dengan perbandingan 2:0 atau dengan nilai desirability 0,931.
PENGEMBANGAN BASIS COLD CREAM EKSTRAK KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) YANG MEMENUHI SIFAT FARMASETIS
Ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.), telah diteliti memiliki aktivitas anti luka bakar. Formula cold cream dirancang dengan menggunakan ekstrak tersebut dan diharapkan dapat mempermudah pengaplikasian. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui sifat fisik farmasetis sediaan cold cream. Pencampuran cold cream dilakukan pada suhu 60oC kemudian dilakukan pengujian sifat fisik farmasetis sediaan pada hari ke-0 sampai hari ke-28 setelah sediaan jadi. Pengujian sediaan meliputi uji homogenitas, distribusi ukuran droplet, tipe krim, rheologi, dan derajat pemisahan fase, secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan sifat fisik yang baik, krim homogen, dengan ukuran droplet <10µm, tipe krim a/m, dengan rheologi tiksotropik dan derajat pemisahan 1.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOLIK BERBAGAI JENIS SAYURAN SERTA PENENTUAN KANDUNGAN FENOLIK DAN FLAVONOID TOTALNYA
Tumbuh-tumbuhan diketahui kaya antioksidan alami seperti vitamin E, vitamin C, beta karoten dan flavonoid.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan10 jenis sayuran, Amaranthus lividus L.sensu Thell., Cichorium endivia, Brassica juncea (L.) Czern., Sauropus androgynus (L.) Merr., Ocimum bassilicum, Brassica oleracea var.botrytis L., Brassica oleracea var.botrytis L. subvar cauliflora DC., Brassica oleracea var.capitata L., Brassica oleracea var.capitata L. forma rubra, Cosmos caudatus H.B.K dan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi senyawa fenolik dan flavonoid pada aktivitas antioksidannya. Uji aktivitas antioksidan dilakukandengan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikril hidrazil) dengan menggunakan baku pembanding kuersetin. Analisis kandungan fenolik total ditentukan oleh kemampuan sampel untuk mereduksi reagen Folin Ciocalteau. Analisis flavonoid total dilakukan secara spektrofotometri didasarkan adanya kemampuan flavonoid membentuk kompleks yang berwarna kuning dengan AlCl3 , yang selanjutnya akan bereaksi dengan NaOH membentuk warna merah muda yang dapat diukur absorbansinya pada panjang gelombang 510 nm. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak kenikir (Cosmos caudatus H.B.K.) memiliki aktivitas antioksidan yang paling tinggi dengan nilai IC50 19,49 µg/ml. Hubungan antara aktivitas antioksidan 10 jenis sayuran dengan kandungan fenolik total diperoleh persamaan regresi linear y = -34,94 x +562,5, r2 = 0,235 , sementara itu hubungan aktivitas antioksidan dengan flavonoid totalnya diperoleh persamaan y = -16,57 + 755,9, r2 = 0,471.
POLA PERESEPAN ANTIEMETIKA PADA PENDERITA DISPEPSIA PASIEN DEWASA DAN LANSIA RAWAT INAP DI PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA PERIODE JANUARI-JUNI TAHUN 2012
Kasus dispepsia di dunia mencapai 13-40% dari total populasi setiap tahun. Mual dan muntah adalah gejala-gejala dari penyakit yang mendasarinya dan bukan penyakit spesifik. Muntah bila tidak segera ditangani maka akan berakibat fatal seperti kurangnya elektrolit, kesadaran menurun hingga dapat menyebabkan koma. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola peresepan antiemetika yang digunakan pada penderita dispepsia pasien dewasa dan lansia rawat inap di rumah sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Jenis penelitian ini deskriptif non analitik dengan pengambilan data secara simple random sampling dengan pendekatan secara retrospektif, dengan melihat data lampau berdasarkan rekam medis penderita dispepsia pasien dewasa dan lansia rawat inap di rumah sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta periode Januari - Juni 2012. Pola peresepan antiemetika yang diamati meliputi dosis, frekuensi, lama penggunaan, serta cara pemberian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis antiemetika yang sering digunakan adalah golongan serotonin yaitu ondansetron (57,01%), rerata lama penggunaan antiemetika adalah 3 hari. Pemberian dihentikan bila keluhan sudah membaik, cara pemberian antiemetika didominasi pemberian secara injeksi, dosis pemberian ondansetron 4mg/12 jam atau 8mg/12 jam, dosis pemberian domperidon 3xsehari 10mg.
KONSELING FARMASIS MERUBAH PERILAKU PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH BANTUL, INDONESIA
Hipertensi merupakan salah satu faktor resiko utama penyakit jantung koroner, gagal ginjal, dan stroke. Prevalensi hipertensi di Indonesia pada tahun 2007 mencapai angka 32,2%. Perilaku adalah merupakan faktor kunci yang menghalangi pengontrolan tekanan darah sehingga membutuhkan intervensi untuk mencapai keberhasilan terapi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konseling farmasis secara oral terhadap perubahan perilaku pasien hipertensi rawat jalan di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul. Penelitian ini menggunakan rancangan kuasi eksperimental dengan pengambilan data secara prospektif pasien rawat jalan selama periode Januari-April 2013. Kuesioner pengukuran tingkat perilaku yang terdiri dari 9 pertanyaan dan sudah divalidasi digunakan untuk mengambil data awal pasien sebelum diberi konseling dan data akhir pasien setelah diberikan konseling. Penelitian ini melibatkan 60 pasien yang dibagi rata menjadi 30 pasien kelompok kontrol dan 30 pasien kelompok perlakuan. Hasil penelitian ini menunjukkan konseling yang diberikan farmasis meningkatkan skor domain kognitif, afektif, dan psikomotorik kelompok perlakuan secara signifikan (p<0,05). Rata-rata peningkatan skor domain kognitif antara kelompok kontrol 0,33± 0,61 dan kelompok perlakuan 0,60 ± 0,96 tidak berbeda signifikan (p=0,39). Rata-rata peningkatan skor domain afektif dan psikomotorik pasien hipertensi kelompok kontrol berturut-turut 0,03 ± 0,61, 0,20 ± 0,41 dan kelompok perlakuan berturut-turut 0,67 ± 0,55, 0,83 ± 0,83 berbeda signifikan (p=0,00). Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa intervensi konseling yang diberikan farmasis dapat merubah perilaku pasien hipertensi ke arah positif yang menunjang untuk tercapainya keberhasilan terapi psikomotori
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA DENGAN METODE DDD (DEFINED DAILY DOSE) PADA PASIEN ANAK RAWAT INAP DI SEBUAH RUMAH SAKIT PEMERINTAH DI YOGYAKARTA PERIODE JANUARI - JUNI 2013
Antibotika banyak diresepkan pada pasien anak. Penggunaan antibiotika yang berlebihan berkontribusi pada resistensi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penggunaan antibiotika pada pasien anak rawat inap di sebuah rumah sakit pemerintah di Yogyakarta menggunakan metode DDD (Defined Daily Dose).Jenis dan rancangan penelitian adalah deskriptif cross-sectional,dengan data retrospektif. Data penggunaan antibiotika diperoleh dari 249 rekam medik periode rawat Januari – Juni 2013 yang dipilih dengan metode simple random sampling. Data yang diambil meliputi profil pasien, diagnosis, dan peresepan antibiotika. Kuantitas penggunaan antibiotika dihitung dengan rumus DDD 100 patient-days. Data dianalisis secara deskriptif.Hasil penelitian menemukan 28 jenis antibiotika yang diresepkan, dengan total nilai DDD 100 patient-days sebesar 41,99. Nilai DDD tertinggi yaitu ampisilin (10,33) dan merupakan antibiotika yang paling sering diresepkan (13,9%).Dapat dikatakan bahwa pemilihan antibiotika di rumah sakit tersebut masih belum selektif
MENGGUNAKAN MATRIKS HPMC K100M DAN XANTHAN GUM DENGAN METODE EFFERVESCENT OPTIMASI FORMULA TABLET FLOATINGNIFEDIPIN
Nifedipin (NIF) adalah obat kardiovaskular dengan frekuensi penggunaan berulang kali dalam sehari. Ketika diberikan secara oral dalam bentuk sediaan padat konvensional, absorpsi NIF rendah. Sehingga perlu dikembangkan sediaan lepas lambat yang dapat dipertahankan lama dalam lambung. Dengan sistem ini NIF bisa diberikan 1x1 hari, yang akan menjamin kepatuhan pasien dan pencapaian target terapi.Penelitian bertujuan untukmengetahui pengaruh kombinasi HPMC K100M,xanthan gum dan komponen effervescent terhadap sifat fisik massa tablet, sifat fisik tabletdan pelepasan zat aktifnya, serta berapa komposisi tiap faktor untuk menghasilkan formula optimum. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan faktorial 23 sehingga didapatkan 8 formula. Parameter optimasi yang digunakan adalah floating lag time(FLT), daya serap, C 360 dan DE 360. Penentuan profil disolusi berdasarkan metode linierisasi kurva.Berdasarkanpendekatan nilai desirability diperoleh formula optimum dengan komposisi HPMC K100M 81,0 mg, xanthan gum 48,2 mg dan komponen effervescent 60,0 mg. Formula optimum memberikan hasil pengujian floating lag time, daya serap dan C360 yang tidak berbeda signifikan terhadap hasil prediksi softwareyang digunakan (Design Expert7.1.3). Profil pelepasan formula optimum mengikuti kinetika orde 1
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA PASIEN PEDIATRI LEUKIMIA LIMFOBLASTIK AKUT DENGAN FEBRILE NEUTROPENIA SELAMA PEMBERIAN KEMOTERAPIDI RUMAH SAKIT KANKER DHARMAIS JAKARTA
Pemilihan terapi antibiotika harus berdasarkan hasil kultur, pola resistensi serta guideline yang ada karena mikroorganisme dan sensitivitasnya terhadap antibiotika senantiasa berubah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotika pada pasien pediatri dengan leukimia limfoblastik akut yang mengalami febrile neutropenia selama pemberian kemoterapi kanker di RSKD Jakarta. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif dan prospektif di periode bulan Maret -April 2014. Data diambil dari rekam medik pasien kemudian dianalisis dengan dekskriptif. Subyek yang memenuhi kriteria inklusi adalah pasien pediatri ≤ 18 tahun yang mengalami febrile neutropenia yang mendapat kemoterapidan Absolute Neutrophile Count(ANC) < 1500 sel/mm3 Suhu oral ≥ 38,3 °C atau 2-3x terukurnya suhu ≥ 38°C selama lebih dari 1 jam. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan pencatatan pada  form pengambilan data yang diambil dari mediacal record. Pada penelitian ini terdapat 25 episode pasien pediatri dengan febrile neutropenia yang sesuai dengan kriteria inklusi. Tingkat keparahan febrile neutropenia yang terjadi sebanyak (72 %) severe, (24 %) moderate dan (4 %) mild. Penggunaan antibiotik paling banyak cefotaxime (56 %), ceftazidime (28 %) dan berdasarkan hasil kultur (28 %). Keberhasilan terapi antibiotik empirik yang digunakan (88  %) dan kegagalan terapi sebesar (12 %). Pemilihan terapi antibiotika pada pasien pediatri leukimia limfoblastik akut yang mengalami febrile neutropenia sudah sesuai dengan guideline dan pola kuman di RSKD Jakarta.Kata Kunci : febrile neutropenia, antibiotika, keberhasilan terap
STUDI PENGGUNAAN SPEKTROFOTOMETRI INFRAMERAH DAN KEMOMETRIKA PADA PENENTUAN BILANGAN ASAM DAN BILANGAN IODIUM MINYAK GORENG CURAH
Telah dilakukan penelitian mengenai penentuan bilangan asam dan bilangan iodium Minyak Goreng Curah (MGC) dengan metode spektrofotometri FTIR dan kemometrika. Pada penelitian ini dilakukan penentuan bilangan asam dan bilangan iodium MGC melalui perlakuan penggorengan ikan nila dengan MGC. Penggorengan dilakukan selama 8 jam secara terus menerus. Sampel MGC diambil kurang lebih 200 mL pada jam ke-1, ke-2, ke-3, ke-4, ke-5, ke-6, ke-7 dan jam ke-8. Sampel tersebut kemudian dianalisis menggunakan metode standar berdasarkan AOAC dan Spektrofotometri FTIR. Sampel MGC diambil pula dari pedagang warung makan seafood kaki lima pada jam 20.00 WITA untuk dianalisis bilangan asam dan bilangan iodiumnya menggunakan spektrofotometer FTIR yang dikombinasikan dengan kemometrika.Berdasarkan hasil proses optimasi spektra FTIR MGC, bilangan gelombang 1724–1755 cm-1 dipilih untuk menentukan bilangan asam, dan bilangan gelombang 2985–3012 cm-1 dipilih untuk menentukan bilangan iodium. Model kalibrasi multivariat partial least square (PLS) dikembangkan untuk menentukan nilai terprediksi dari kedua bilangan tersebut. Hubungan antara nilai sebenarnya dari bilangan asam dan bilangan iodium yang ditentukan dengan metode standar dan nilai terprediksi dengan metode spektrofotometri FTIR dihasilkan nilai yang baik, yakni R2=0,999 dan standart error kalibrasi sebesar 0,03 untuk bilangan asam, R2=0,997 dan standart error kalibrasi sebesar 0,39 untuk bilangan iodium. Model kalibrasi yang dikembangkan kemudian digunakan untuk menentukan bilangan asam dan bilangan iodium sampel MGC yang diambil dari warung seafood kaki lima pada pukul 20.00 WITA. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode spektrofotometri FTIR yang dikombinasikan dengan  kemometrika dapat digunakan sebagai alternatif untuk penentuan bilangan asam dan bilangan iodium dengan keunggulan metode yang sederhana, mudah, cepat dan ramah lingkungan.