Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi
Not a member yet
184 research outputs found
Sort by
Simvastatin sebagai Hepatoprotektor pada Tikus Sprague Dawley yang Diinduksi Aloksan
Secara klinis simvastatin dimanfaatkan tidak hanya sebagai antidislipidemia namun juga diindikasikan sebagai antiinflamasi dan antioksidan. Adanya gugus karbonil pada struktur simvastatin yang dapat berikatan dengan electron bebas dari radikal reaktif diduga kuat berhubungan dengan aktifitas antioksidan ini.Bagaimana pengaruh simvastatin terhadap fungsi hepar pada tikus SD yang diinduksi aloksan belum diketahui. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh simvastatin terhadap kadar SGPT dan SGOT pada tikus Sprague dawley (SD) yang diinduksi aloksan. Penelitian ini menggunakan metode pre and post test design pada 7 kelompok hewan uji (n=7). Kelompok pertama sebagai kontrol normal. Kelompok kedua, kontrol negatif, hewan uji diberi aloksan (12,5 mg/kgBB). Kelompok ketiga diberi simvastatin (15mg/kgBB) selama 7 hari sebelum dan 2 hari setelah diinduksi aloksan. Kelompok keempat diberi vitamin C (20mg/kgBB) selama 7 hari sebelum dan 2 hari setelah diinduksi aloksan.Induksialoksan dilakukan pada hari ke-7 secara intraperitoneal. Darah tikus diambil melalui sinus orbitalispada hari ke-7 sebelum diinduksi aloksan dan pada hari ke9. Kadar SGPT dan SGOT ditetapkan secara enzimatik. Kadar SGPT/SGOT yang diperoleh dianalisis dengan One Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian perlakuan 7 hari dengan simvastatin dan vitamin C tidak mempengaruhi kadar SGPT dan SGOT. Rerata kadar SGPT/SGOT kelompok perlakuan tidak berbeda dengan rerata kadar SGPT/SGOT kelompok normal (p>0,05). Induksi aloksan meningkatkan rerata kadar SGPT/SGOT. Pemberian simvastatin dan vitamin C sebelum dan setelah diinduksi aloksan dapat mengurangi peningkatan rerata kadar SGPT/SGOT pada kelompok perlakuan dankelompok kontrol positif. Rerata kadar SGPT/SGOT kelompok simvastatin lebih rendah dari pada kelompok vitamin C (p<0,05). Rerata kadar SGPT/SGOT kelompok simvastatin dan vitamin C lebih rendah dari kelompok aloksan (p<0,05). Berdasarkan hasil penelitiandapat disimpulkan bahwa simvastatin dapat mencegah kenaikan kadar SGPT/SGOT tikus yang diinduksi aloksan
Aplikasi Silika Mcm-41 Sebagai Material Berpori Dalam Adsorpsi Ibuprofen
Telah dilakukan kajian terhadap proses pemanfaatan MCM-41 sebagai padatan pendukung dalam transfer ibuprofen. MCM-41 disintesis menggunakan metode hidrotermal. Aplikasi MCM-41 sebagai padatan pendukung dilakukan dengan mengamati perubahan karakter MCM-41 baik struktur kristal MCM-41 dan kemampuan adsorpsinya terhadap ibuprofen. Hasil karakterisasi dengan difraksi sinar X terdeteksi 2Ɵ : 22,62 dan 23,10. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan adsorpsi MCM-41 terhadap ibuprofen terdeteksi dengan penghilangan pelarut pada temperatur kamar. Hal ini juga dibuktikan dengan data kemampuan MCM-41 dalam mengadsorpsi ibuprofen mengalami kenaikan dengan bertambahnya konsentrasi ibuprofen. Kata kunci: MCM-41, ibuprofen, adsorps
EVALUASI KEPATUHAN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT UMUM PKU MUHAMMADIYAH BANTUL, YOGYAKARTA
Diabetes melitus merupakan sekumpulan penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kepatuhan pasien DM tipe 2 di RSU PKU Muhammadiyah Bantul.Penelitian ini dilakukan dengan metode observasional crossectional dengan mengambil data pasien secara prospektif selama periode Oktober-Desember 2013. Subyek penelitian adalah pasien diabetes melitus tipe 2 rawat jalan di RSU PKU Muhammadiyah Bantul yang telah menerima antidiabetik oral minimal 6 bulan terapi sebelum pengukuran kepatuhan. Subyek yang memenuhi kriteria inklusi sejumlah 56 pasien diabetes melitus tipe 2 dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok monoterapi sejumlah 24 pasien dan kelompok kombinasi terapi sejumlah 32 pasien. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara dan pengisian kuesioner Medication Adherence Report Scale (MARS) untuk mengukur kepatuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan antara monoterapi dan kombinasi terapi berbeda signifikan (p>0,05). Pada faktor karakteristik hanya jenis kelamin yang berpengaruh terhadap kepatuhan [RR=0,463; interval kepercayaan 95%: 0,202-1,062]
LAYANAN PESAN SINGKAT PENGINGAT UNTUK MENINGKATKAN KEPATUHAN DAN MENURUNKAN TEKANAN DARAH PASIEN HIPERTENSIDI RSUD Dr. H. MOCH ANSARI SALEH BANJARMASIN
Komplikasi pembuluh darah yang disebabkan hipertensi dapat menyebabkan penyakit jantung koroner, strokedan gagal ginjal. Prevalensi hipertensi tertinggi di Indonesia berada di Kalimantan Selatan dengan angka 39,6%. Ketidak patuhan merupakan faktor kunci yang menghalangi pengontrolan tekanan darah sehingga membutuhkan intervensi untuk meningkatkan kepatuhan terapi. Pemberian layanan pesan singkat pengingat diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan terapi demi mencapai tekanan darah yang diinginkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh layanan pesan singkat pengingat yang diberikan farmasis terhadap kepatuhan minum obat pasien hipertensi rawat jalan di Poliklinik penyakit dalam RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan kuasi eksperimental dengan pengambilan data secara prospektif pasien rawat jalan selama bulan Mei-Juni 2014. Subyek yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 48 pasien hipertensi. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner kepatuhan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS) dan data tekanan darah diambil dari rekam medik.Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian layanan pesan singkat pengingat dapat meningkatkan kepatuhan minum obat pasien hipertensi dimana kepatuhan pre pengukuran hanya 3,4±0,69 sedangkan post meningkat menjadi 6,7±0,82 (p<0,05). Tekanan darah sistolikdan diastolikjuga mengalami penurunan dengan rata-rata penurunan untuk sistolik sebesar 17,92±12,20 mmHg dan diastolik sebesar 9,17± 8,9 mmHg(p<0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian layanan pesan singkat pengingat oleh farmasis pada pasien hipertensi dapat meningkatkan kepatuhan pasien minum obat, hal ini ditunjukan dengan penurunan tekanan darah pasien hipertensi di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin (p<0,05).
EFEK EKSTRAK ETANOL KELOPAK ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L.) TERHADAP SEKRESI NITRIT OXIDA (NO) MAKROFAG PERITONEUM TIKUS YANGDIINDUKSI 7,12-dimethylbenz(α)antracene (DMBA)
Sistem imun merupakan sistem perlindungan tubuh terhadap penyakit. Senyawa DMBA dilaporkan memiliki efek imunosupresif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek ekstrak etanol kelopak rosella terhadap sekresi Nitrit Oxide makrofag tikus SD yang diinduksi DMBA. Tikus jantan galur SD sebanyak 25 ekor dibagi menjadi 5 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 5 ekor tikus, kelompok I (normal) yang hanya diberi makan dan minum saja, kelompok II diberi DMBA 15 mg/tikus dan kelompok III, IV, V sebagai kelompok perlakuan yaitu diberi ekstrak etanol kelopak rosella dengan dosis 10 mg/kgBB, 50 mg/kgBB dan 100 mg/kgBB per oral. Setelah diberikan perlakuan, 5 ekor tikus pada masing-masing kelompok dibedah dan uji sekresi NO makrofag. Sekresi NO dilakukan dengan metode Griess assay. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Kolmogorof Smirnov, kemudian dilanjutkan dengan uji ANOVA dan uji post hoc LSD untuk melihat kelompok mana saja yang menunjukkan perbedaan yang bermakna. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa terjadi pada kelompok DMBA terjadi penurunan sekresi NO dibandingkan normal. Perlakuan ekstrak rosella meningkatkan sekresi NO setelah perlakuan DMBA. Dosis ekstrak etanol kelopak rosella yang paling efektif dalam meningkatkan sekresi NO makrofag yaitu pada dosis 50 mg/kgBB.
AKTIVITAS PENANGKAPAN RADIKAL DPPH OLEH FRAKSI N-HEKSAN DAN FRAKSI ETIL ASETAT DAUN KELOR (Moringa oleifera, Lamk)
Radikal bebas dikenal sebagai mediator berbagai penyakit. Beberapa kandungan kimia tumbuhan seperti senyawa fenolik dan flavonoid telah dilaporkan berkorelasi terhadap aktivitas penangkapan radikal. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai penangkap radikal adalah kelor (Moringa oleifera Lamk). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas penangkapan radikal bebas 2,2-difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH) fraksi n-heksan (fraksi non polar) dan fraksi etil asetat (fraksi polar).Serbuk daun kelor dimaserasi menggunakan etanol 80%, kemudian pelarut diuapkan. Ekstrak etanolik daun kelor selanjutnya difraksinasi menggunakan beberapa pelarut dengan polaritas yang berbeda. Setiap fraksi yang dihasilkan kemudian diuji aktivitas penangkapan radikal DPPH menggunakan metode spektrofotometri tampak pada panjang gelombang 517 nm.Kemampuan fraksi-fraksi daun kelor dalam menangkap radikal DPPH diamati menggunakan parameter IC 50. Fraksi etil asetat mempunyai IC 50 kecil (6,59 ¼g/mL) dibanding fraksi n-heksan (77,80¼g/mL).Hal ini menunjukkan bahwa fraksi etil asetat mempunyai kemampuan menangkap radikal bebas DPPH yang lebih besar diibandingkan fraksi heksana. Kata kunci : daun kelor, penangkapan radikal bebas, DPPH
FORMULASI GRANUL KOMBINASI EKSTRAK TERPURIFIKASI HERBA PEGAGAN (Centella asiatica) (L.) Urban) dan HERBA SAMBILOTO (Andrographis paniculata) (Burm.f.) Nees)
Herba pegagan (Centella asiatica (L.) Urban dan herba sambiloto (Andrographis paniculata (Burm.f.) Ness) merupakan tanaman yang potensial untuk dikembangkan menjadi bahan obat. Diperlukan suatu formulasi yang baik agar kedua herba dapat dengan mudah digunakan dengan tetap memperhatikan standart parameter kualitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula granul kombinasi ekstrak terpurifikasi herba pegagan dan sambiloto menggunakan Avicel PH 101 (pengisi-penghancur) dan PVP K-30 (bahan pengikat) dengan menggunakan factorial design 22. Granul dibuat dengan perbandingan ekstrak terpurifikasi 30:70. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi Avicel PH 101 dan PVP K-30 serta interaksinya dapat menghasilkan granul dengan kecepatan alir 11,50 ± 0,41 g/detik, daya serap 26,58 ± 1,21 mg/menit, kandungan lembab 4,6% ± 0,21, indeks pengetapan 16,33% ± 0,58. Diperoleh formula optimum dengan bobot kombinasi ekstrak terpurifikasiherba pegagan dan herba sambiloto 360 mg, Avicel PH 101 360 mg dan PVP K-30 18 mg menghasilkan granul dengan sifat fisik yang memenuhi persyaratan.
PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA PASIEN LEUKEMIA AKUT DEWASA DENGAN FEBRILE NEUTROPENIA SETELAH PEMBERIAN KEMOTERAPI AGRESIF DI RUMAH SAKIT KANKER DHARMAIS JAKARTA
Pasien dengan penyakit leukemia pada umumnya rentan terhadap infeksi dan apabila terkena infeksi seringkali sulit diatasi. Pemilihan antibiotika harus berdasarkan hasil kultur, pola resistensi serta guideline yang ada karena mikroorganisme dan sensitivitasnya terhadap antibiotika senantiasa berubah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotika pada pasien dewasa dengan leukemia akut yang mengalami febrile neutropenia setelah pemberian kemoterapi di RS Kanker Dharmais Jakarta. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian observasional deskriptif dengan pengambilan data pasien secara retrospektif dan prospektif periode bulan Januari - Mei 2014. Data semua pasien yang memenuhi kriteria inklusi diambil dari catatan rekam medis pasien. Pada penelitian ini terdapat 18 episode febrile neutropenia pada pasien dewasa dengan leukemia akut. Pengggunaan antibiotika empirik monoterapi ditemukan sejumlah 10 episode (55,56%) dan yang terbanyak digunakan adalah sefepim (27,78%) sedangkan penggunaan antibiotika empirik kombinasi ditemukan sejumlah 8 episode (44,44%) dan yang terbanyak adalah kombinasi sefepim dengan amikasin (22,22%). Pada 16 episode (88,89%) regimen antibiotika yang digunakan telah sesuai dengan guideline terbaru dari IDSA, NCCN dan Panduan Tatalaksana Febrile Neutropeni / Demam Neutropenia pada Pasien Kanker. Antibiotika empirik yang digunakan sesuai dengan hasil kultur adalah sebesar 66,67%. Durasi antibiotika yang diberikan pada pasien febrile neutropenia adalah 6 sampai 34 hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pasien yang mengalami keberhasilan terapi sebanyak 16 episode (88,89%).
PENGARUH PENGETAHUAN DAN SIKAP ORANG TUA TERHADAP SWAMEDIKASI OBAT DEMAM PADA ANAK-ANAK
Swamedikasi biasanya dilakukan untuk penanggulangan secara cepat dan efektif keluhan yang tidak memerlukan konsultasi medis, mengurangi beban pelayanan kesehatan pada keterbatasan sumber daya dan tenaga, serta meningkatkan keterjangkauan pelayanan kesehatan untuk masyarakat yang jauh dari puskesmas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh antara pengetahuan dan sikap orang tua terhadap swamedikasi obat demam pada anak-anak.Penelitian ini merupakan jenis penelitian analisis observasional, dengan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah warga Dusun Cepor, Sendangtirto, Berbah, Sleman yang memiliki anak usia 1sampai 12 tahun yang berjumlah 172 KK, dan diperoleh sampel sebanyak 62 sampel. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan uji bivariat dan regresi logistik berganda.Berdasarkan analisis data diperoleh hasil regresi logistik terdapat pengaruh positif dan secara statistik signifikan antara pengetahuan orang tua dengan swamedikasi obat demam pada anak-anak, dimana orang tua dengan tingkat pengetahuan tentang obat yang baik memiliki tingkat swamedikasi yang baik dan tinggi (( 28,464 x lebih besar daripada yang pengetahuan sedang atau kurang ( OR= 28,464 ; CI 95% 3,087 sampai dengan 262,467; p = 0,003)) dan tidak terdapat pengaruh positif dan secara statistik signifikan antara sikap orang tua dengan swamedikasi obat demam pada anak-anak, dimana sikap orang tua mempunyai kemungkinan lebih tinggi 3,049 x lebih besar dari pada yang tidak mempunyai sikap (OR= 3,049; CI 95% 0,320 sampai dengan 29,012; p = 0,332). Nilai Nagelkerke R Square sebesar 0,596 memiliki pengertian bahwa 59,6 persen swamedikasi obat demam pada anak-anak tidak dipengaruhi secara bersama-sama oleh variabel pengetahuan orang tua dan sikap orang tua, dan sisanya dipengaruhi oleh faktor yang lainnya.
KOMBINASI EKSTRAK ETANOL RIMPANG Zingiber officinale Roscoe DENGAN Zn SEBAGAI HIPOLIPIDEMIA PADA MENCIT DIABETIKDIET TINGGI KOLESTEROL
Hiperlipidemia sering dijumpai pada penderita diabetes mellitus (DM), sehingga terapi hiperglikemia dan hiperlipidemia sering menggunakan kombinasi obat DM dan obat penurun kolesterol. DM maupun hiperkolesterolemia akan meningkatkan stress oksidatif yang dapat memacu terbentuknya LDL teroksidasi (LDL-oks). Terapi pasien DM dengan hiperlipidemia perlu penambahan antioksidan. Jahe merupakan rimpang asli Indonesia yang memiliki potensi antioksidan. Efek antioksidan yang dimiliki jahe ini dapat ditingkatkan dengan penambahan zinc. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan efektivitas kombinasi ekstrak etanol rimpang jahe (Zingiber officinale Roscoe) dengan Zink (Zn) sebagai hipolipidemia, dengan pengukuran LDL teroksidasi dan kolesterol total pada mencit diabetik yang diberi diet tinggi kolesterol. Penelitian ini menggunakan 48 ekor mencit, dibagi menjadi 8 kelompok. Kelompok tersebut terdiri dari kelompok kontrol normal, kontrol negatif, dan kontrol positif serta kelompok variasi dosis uji yaitu ekstrak rimpang jahe dosis 37,5 mg/kg BB, zink 20 mg/kgBB, dosis 1 (37,5 mg/kg BB) + Zn (20 mg/kg BB), dosis 2 (75 mg/kgBB) + Zn (20 mg/kg BB), dosis 3 (150 mg/kgBB) + Zn (20 mg/kg BB) tiap kelompok diberikan zat uji selama 14 hari kemudian dilakukan pengukuran kadar glukosa darah, LDL dan kolesterol total. Hasil dari penelitian ini, kombinasi ekstrak jahe gajah dengan zink dapat menurunkan kadar kolesterol total dan LDL sebanding dengan atorvastatin dosis 0,114 mg/20g BB mencit