Jurnal Elektro
Not a member yet
    140 research outputs found

    Rancang Bangun Wireless Power Transfer (WPT) Menggunakan Prinsip Resonansi Induktif Elektromagnetik dan Blocking Oscillator dengan Coil Berbentuk Spiral Mendatar

    Get PDF
    Along with the development of the technology even more advanced and requires humans to create the latest technology to simplify and accelerate work and just a lifestyle to indulge themselves in undergoing their daily activities. Cordless power transfer is a system of power transfer without using cables that are directly connected between voltage sources and electronic devices that are expected to simplify and improve the quality of human lives. This study aims to design a wireless power transfer. In this case the method or principle of electromagnetic inductive resonance is used among several other methods including radio waves and laser light. The main results to be achieved are providing information that it turns out that energy can be channeled without using cable media directly. This wireless energy transfer proves that the energy from electromagnetic waves around us can be harvested again into alternative energy sources and this is very promising.Seiring dengan perkembangan jaman, teknologi pun semakin maju dan menuntut manusia menciptakan suatu teknologi mutakhir untuk mempermudah dan mempercepat pekerjaan maupun hanya sekedar gaya hidup untuk memanjakan diri dalam menjalani aktivitas kesehariannya. Transfer daya tanpa kabel merupakan suatu sistem transfer daya tanpa menggunakan kabel yang terhubung secara langsung antara sumber tegangan dengan perangkat elektronika yang diharapkan bisa mempermudah dan meningkatkan kualitas hidup manusia. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah wireless power transfer. Dalam hal ini digunakan metode atau prinsip resonansi induktif elektromagnetik diantara beberapa metode lainnya antara lain melalui gelombang radio dan sinar laser. Hasil utama yang ingin dicapai berupa memberikan informasi bahwa ternyata energi bisa disalurkan tanpa menggunakan media kabel secara langsung. Adanya transfer energi nirkabel ini membuktikan bahwa energi dari gelombang elektromagnetik yang ada disekitar kita bisa dipanen kembali menjadi sumber energi alternatif dan ini sangat menjanjikan

    RANCANG BANGUN RECTANGULAR PATCH ANTENA MIKROSTRIP DENGAN METODE ARRAY 8 ELEMEN YANG BEKERJA PADA FREKUENSI 11 GHZ

    Get PDF
    In this research, the design and fabrication of microstrip antennas with circular polarization was is done to overcome the deviation of the antenna polarization angles, using microstrip line fed with a coaxial probe for Microwave Radio applications that work on the 11 GHz frequency band. To be able to produce circular or circular polarization on each patch of antenna arranged in an array, then it is done bit by bit (iteration) with the truncated corner technique on the edges and angles of the rectangular patch to produce an Axial Ratio of dec 3 deciBell.The type of substrate used in this study is FR4 with a relative dielectric constant value (Ɛr) = 4.58 and thickness (h) = 1.6 mm. By adjusting the cutting angle on the side of the patch, a circular polarization is generated with an Axial Ratio of a software simulation result of 1.065 dB and a bandwidth of 900 MHz at a frequency of 11 GHz. The final result of antenna fabrication tested at the Indonesian Institute of Sciences (LIPI) Electronics and Telecommunications laboratory in Bandung on May 29, 2019 consisted of a return loss value of -20,14 dB and VSWR 1.22 on the 11000 MHz frequency. The radiation pattern measurement results in a Half Power Beam Width value of 20 ° and an antenna gain of 7.02 dBi.Pada penelitian ini dilakukan perancangan dan pabrikasi antena mikrostrip dengan polarisasi sirkular untuk mengatasi deviasi sudut polarisasi antena, yang dicatu secara mikrostrip line dengan pencatu coaxial probe untuk aplikasi Radio Gelombang Mikro yang bekerja pada pita frekuensi 11 GHz. Yang dapat menghasilkan polarisasi yang melingkar atau sirkular pada tiap patch antena yang disusun secara array, maka dilakukan pemotongan sedikit demi sedikit (iterasi) dengan teknik truncated corner pada bagian tepi dan sudut dari rectangular patch sampai dihasilkan Rasio Aksial sebesar ≤ 3 deciBell.Adapun jenis substrat yang digunakan pada penelitian ini adalah FR4 dengan nilai konstanta dielektrik relatif (Ɛr) = 4,58 dan ketebalan (h) = 1,6 mm. Dengan mengatur sudut potong pada bagian sisi patch, maka dihasilkan polarisasi melingkar dengan Rasio Aksial hasil simulasi perangkat lunak sebesar 1,065 dB dan bandwidth 900 MHz pada frekuensi 11 GHz. Hasil akhir dari pabrikasi antena yang diuji di laboratorium Elektronika dan Telekomunikasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Bandung tanggal 29 Mei 2019 terdiri dari, nilai return loss -20,14 dB dan VSWR 1,22 pada frekuensi 11 GHz. Hasil pengukuran pola radiasi menghasilkan nilai Half Power Beam Width2 20º sebesar dan gain antena sebesar 7,02 dBi

    Indek Pengarang Jurnal Vol 12.2

    No full text
    -

    APLIKASI GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM (GIS) DAN REPORTING JARINGAN FIBER OPTIC BERBASIS WEB DAN MOBILE APPLICATION

    Get PDF
    Geographic Information System (GIS) is an application that has many benefits and implementation, One of the GIS implementation is area mapping. implementation GIS for web based monitoring Fiber Optic networking system integrated with client in mobile application will be analyzed in this Thesis. The ability to send data and image real time also will be applied in this implementation. Parameters to be tested in the data transmission process between the system dashboard and mobile application is latency with a number of combinations of the number of clients. The result of the function test is that there is an increase in latency if the number of clients that access the dashboard system server is more. Latency is affected by signal strength on the client device and the location of data input on the client. The dashboard system is equipped with a Service Level Agreement (SLA) percentage calculation that is affected by the length of downtime or failure of the Fiber Optic network system. SLA calculations on the dashboard system are done automatically and the percentage generated is in accordance with manual mathematical calculations.Geographic Information System (GIS) merupakan aplikasi yang memiliki banyak manfaat di era digital. Salah satu implemnetasi GIS adalah untuk pemetaan suatu wilayah. Pada penelitian ini dilakukan analisa dan implementasi aplikasi GIS untuk mengamati keadaan sistem jaringan Fiber Optic berbasis web ( system dashboard ) dan terintegrasi dengan client dalam mobile application serta dapat mengirimkan data secara real time yakni berupa data dan image. Parameter yang akan diuji pada proses transmisi data antara system dashboard dan mobile application antara lain latency data dengan beberapa kombinasi jumlah client. Hasil dari uji fungsi adalah terdapat kenaikan latency apabila jumlah client yang melakukan akses pada server system dashboard lebih banyak. Latency dipengaruhi oleh kekuatan sinyal pada perangkat client serta lokasi input data pada client. Pada system dashboard dilengkapi dengan adanya perhitungan persentase Service Level Agreement ( SLA ) yang diperngaruhi oleh lamanya waktu downtime atau kegagalan sistem jaringan Fiber Optic. Perhitungan SLA pada system dashboard dilakukan secara otomatis dan persentase yang dihasilkan sesuai dengan perhitungan matematis manual

    Analisis Sinyal ECG (Electrocardiogram) pada Aktivitas Duduk dan Berdiri dengan Metode HRV (Heart Rate Variability) pada Domain Waktu

    Get PDF
    SVM is one of machine leaning is used for pattern recognition classification. In this research, linear SVM methods will be applied to analyze multivariable classification. As an input signal the PQRST signal is used from the measurement results of the ECG cardiac activity device. ECG signals in this study were processed using HRV methods in the time domain. Classification is used to compare ECG signals from measurement result in sitting and standing activities. As a tool designed a heart rate monitoring tool (ECG) with a processor using the Arduino UNO module and the AD8232 ECG amplifier module . The results of ECG signal extraction by the HRV method obtained 11 ECG features (variables). In the traning data contain 10 data and one other file containing 4 ECG data for testing data. In the data transfer process there are 110 features of traning data and 44 features in testing data. The results of the traning data have 100 % accuracy, so that it will procedure a hyperplane that is able to separate the two classes sitting and standing. From the results of testing with the hyperplane the system can classify properly.SVM adalah bagian dari mchine learning yang digunakan untuk Klassifikasi pengenalan pola. Pada peneltian akan diterapkan metode SVM linear untuk menganalisis klassifikasi multivariabel. Sebagai sinyal masukan digunakan sinyal PQRST dari hasil pengukuran alat aktivitas jantung ECG. Sinyal ECG pada penelitian ini diolah menggunakan metode HRV pada domain waktu. Klassifikasi digunakan untuk membandingkan sinyal ECG dari hasil pengukuran pada aktivitas duduk dan berdiri. Sebagai alat bantu dirancang alat monitoring detak jantung (ECG) dengan pemroses menggunakan modul Arduino UNO dan modul penguat sensor ECG AD8232. Hasil ekstraksi sinyal ECG dengan metode HRV adiperoleh 11 feature (variabel) ECG pada training data berisi 10 data dan satu file lainnya berisi 4 data ECG untuk testing data. Pada proses traning data terdapat 110 features training data dan 44 features pada testing data. Hasil pelatihan data memiliki ketelitian accuracy 100%, sehingga akan menghasilkan hyperplane yang mampu untuk memisahkan dua kelas duduk dan berdiri. Dari hasil testing dengan Hyperplane tersebut sistem dapat mengklasifikasiakan dengan baik

    SUSUNAN REDAKSI JURNAL ELEKTRO

    No full text

    RANCANG BANGUN SISTEM LAMPU PENERANGAN JALAN UMUM TERINTEGRASI DENGAN BATTERY LITHIUM

    Get PDF
    Kebutuhan penerangan fasilitas umum sangat diperlukan untuk keamanan lingkungan, dan pemakai jalan, sehingga peralatan ini harus mendapat perhatian didalam penggunaannya, terutama lampu penerangan jalan umum. Didalam memenuhi kebutuhan penerangan, banyak terdapat permasalahan, misalnya, daerah yang belum dialiri oleh jaringan listrik, sehingga penerangan tidak dapat dipasang. Perkembangan yang terjadi, dibuat sistem penerangan dengan sumber tenaga matahari (konvensional), menggunakan peralatan solar panel, battery charge controller, lampu DC dan battery VRLA lead acid, kelemahan yang terjadi dengan sistem konvensional, battery yang dipergunakan membutuhkan daya yang besar, ukuran dimensi besar dan berat. Dilakukan pengembangan peralatan dengan membuat rancang bangun sistem penerangan jalan umum terintegrasi dengan penyimpan energi listrik battery jenis lithium, battery jenis lithium mempunyai keunggulan, dimensinya lebih kecil dan berat yang relatif ringan (bandingkan dengan battery VRLA), juga membutuhkan waktu yang relatif lebih cepat didalam penyimpanan energinya, sehingga rancang bangun yang akan dilakukan membuat suatu penerangan jalan umum dengan bentuk yang kompak (terintegrasi) didalam satu tempat. Dampak yang akan terjadi, tercipta desain baru untuk lampu penerangan jalan umum dengan bentuk yang terintegrasi dan  media penyimpan energi battery jenis lithium. Hasil pengukuran yang dilakukan, dengan menggunakan beban lampu LED dc HPL 50 watt 12 volt dengan arus yang dibutuhkan berkisar 0,34 A hingga 1,19 A, battery lithium yang digunakan mempunyai total 20,800mAh (8x2600mAh), dengan waktu kerja 19 jam (off). Sistem ini sangat membantu dalam menciptakan lampu penerangan jalan umum yang efisien dan bersifat mudah pemasangan dan pemindahan tempatnya, sehingga peralatan mempunyai manfaat untuk daerah yang membutuhkan energi listrik untuk aktivitas kehidupannya, dengan prioritas energi sinar matahari.   The lighting needs of public facilities are very necessary for environmental security, and for road users, so this equipment must be given attention in its use, especially public street lighting. In meeting lighting needs, there are many problems, for example, areas that have not been electrified by electricity, so lighting cannot be installed. The development occurred, made a solar power source (conventional) lighting system, using solar panel equipment, charge controller batteries, DC lights and VRLA lead acid batteries, weaknesses that occur with conventional systems, the battery used requires large power, large dimension size and heavy. Equipment development is carried out by making a design of an integrated public street lighting system with storage of lithium type electric energy, lithium type batteries have advantages, smaller dimensions and relatively light weight (compare with VRLA batteries), also requires a relatively faster time in storage its energy, so the design that will be carried out will make a public street lighting with a compact (integrated) form in one place. The impact that will occur will create a new design for public street lighting with an integrated form and lithium battery energy storage media. The results of the measurements carried out, using a 12 watt DCL 50 watt LED DC lamp load with the required current range from 0.34 A to 1.19 A, the lithium battery used has a total of 20,800mAh (8x2600mAh), with a working time of 19 hours (off ). This system is very helpful in creating efficient public street lighting lights and is easy to install and transfer places, so that the equipment has benefits for areas that need electrical energy for their life activities, with the priority of sunlight energy. &nbsp

    Analisis Dampak Pemasangan Grid Tie Inverter pada Interkoneksi antara Jaringan PLN dan Solar Cell Terhadap Faktor Daya dan Harmonisa Sistem

    Get PDF
    ABSTRAK          Penggunaan solar cell menunjukkan peralihan sumber energi dari energi fosil kesumber energi terbarukan semakin meningkat. Pembangkitan energi listrik berbasis cahaya matahari itu semakin berkembang, dari yang harus menggunakan baterai, hingga dapat digunakan paralel dengan jaringan elektris yang sudah ada. Sistem yang dapat memadukan sistem solar cell dan electrical grid disebut sistem on-grid. Komponen penting dalam sistem on grid tersebut adalah Grid Tie Inverter (GTI) yang dapat mensinkronkan tegangan keluaran solar cell dengan tegangan penyedia suplai listrik utama, yaitu Perusahaan Listrik Negara (PLN). Penyambungan GTI pada sistem solar cell ini akan memberikan dampak tertentu pada jaringan yang sudah ada, khususnya harmonisa sistem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan GTI pada jaringan utama, baik ditinjau dari nilai harmonisa yang akan mengindikasikan distorsi yang terjadi, maupun dari besar faktor daya total. Pengukuran dilakukan dengan alat power quality meter dengan membandingan besaran pengukuran pada kondisi PLN tanpa solar cell dan kondisi PLN dengan solar cell. Besaran yang diambil pada pengukuran meliputi besaran parameter harmonisa seperti tegangan, arus, daya, Total Harmonic Distortion (THD) tegangan dan THD arus. Dari analisis yang dilakukan, nilai distorsi tegangan sistem PLN dengan solar cell lebih kecil dari distorsi tegangan PLN karena adanya filter pada GTI yang digunakan.     ABSTRACT                                                                                                                                               During the last decade, the use of solar cell is increasing due to the changing trend of energy resources, from fossil energy to the renewable energy. Power generating based on solar energy is getting developed and resulted in batteryless solar cell. The system that can combine the solar cell system and the electrical grid described as on grid system. One of the most substansial component in on grid system is the Grid Tie Inverter (GTI) that could synchronize the output voltage of solar cell with the output voltage of the main utility grid, which is Perusahaan Listrik Negara (PLN). The connection of GTI in solar cell system will have certain impacts to the main grid, especially the system’s harmonics. This paper aims to analyze the effect of the use of GTI to the main supply to its harmonics value, that indicates the distortion level, and also to its total power factor. Power Quality Meter been used as the measurement instrument to compare the measurement value in two conditions, PLN with and without solar cell. The research has been done by measuring harmonic parameter such as voltage, current, power, THD of voltage and THD of current. The result of the measurement shows that the distortion value of PLN with solar cell is lower than the distortion value of PLN without solar cell because of the addition of filter in the GT

    TEMPLATE JURNAL ELEKTRO

    No full text

    Daftar Isi

    Get PDF
    Daftar Isi Jurnal Elektro vol 11.2 Oktober 201

    86

    full texts

    140

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Elektro
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇