Jurnal Elektro
Not a member yet
    140 research outputs found

    REALISASI BANDPASS FILTER SQUARE OPEN LOOP RESONATOR PADA APLIKASI UMTS

    No full text
    Bandpass filter adalah sebuah komponen pasif yang dipergunakan untuk meloloskan frekuensi antara f1 dan f2.Penggunaan bandpass filter pada komunikasi wireless sangat diperlukan baik di sisi pengirim dan penerima, karena bandpass filter dapat mencegah terjadinya interferensi antar frekuensi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang filter pada perangkat UMTS yaitu dengan frekuensi 2,11 - 2,17 GHz. Adapun bentuk resonator yang dipergunakan adalah open loop resonator yang berbentuk persegi atau yang lebih dikenal dengan square open loop resonator. Filter yang dihasilkan memiliki 2 model. Pada bandpass filter model 1, memiliki nilai insertion loss tertinggi adalah 4,921 dB pada frekuensi 2,23 GHz, bergeser dari frekuensi bandpass yaitu 2,11 – 2,17 GHz. Pada frekuensi 2,11 GHz memiliki nilai insertion loss sebesar 10,34 dB sedangkan pada frekuensi 2,17 GHz sebesar 14,15 dB. Transmission zeros terjadi pada frekuensi 2,05 GHz dan 2,34 GHz. Sedangkan pada prototipe bandpass filter model 2, didapatkan nilai insertion loss tertinggi adalah 3,554 dB pada frekuensi 2,26 GHz, bergeser dari frekuensi bandpass yaitu 2,11 – 2,17 GHz.  Pada frekuensi 2,11 GHz memiliki nilai insertion loss sebesar 9,539 dB sedangkan pada frekuensi 2,17 GHz sebesar 7,167 dB. Transmission zeros terjadi pada frekuensi 1,99 GHz dan 2,41 GHz

    IMPLEMENTASI AUDIO EQUALIZER DIGITAL GRAFIS DENGAN DIGITAL SIGNAL PROCESSOR BOARD OMAP-L137

    No full text
    Sebuah equalizer audio digital dibuat dengan menggunakan Digital Signal Processor Board OMAP-L137 dan tampilan tombol dirancang secara digital dengan menggunakan komputer.  Equalizer audio grafis (audio graphic equalizer) tradisional dengan tombol geser (slider button) akan digantikan dengan sebuah tampilan pada layar komputer yang mirip dengan tampilan tradisional.  Equalizer dibuat dengan menggunakan pemisahan kanal audio 2/3 oktaf untuk jalur kiri dan jalur kanan dirancang sesuai dengan standar baku yang dituangkan dalam ISO 266 tahun 1997, IEC 61260/1260 tahun 1995 dan ISO 3 tahun 1973.  Pada standar tersebut juga disebutkan lebar pita setiap kanal frekuensi dengan bandwidth -3dB pada bandpass filter dengan penguatan maximum/ minimum +/-6dB pada setiap kanal frekuensi (kiri-kanan independen).Komponen utama equliazer adalah bandpass filter dengan center-frequency  yang telah ditentukan berdasarkan standar yang berlaku dengan lebar pita (bandwidth) sebesar yang telah ditentukan sesuai dengan ISO 266 tahun 1997 seperti yang telah disebutkan di atas.  Penentuan lebar pita adalah dengan menggunakan attenuasi sebesar -3dB pada kedua sisi dari bandpass filter tersebut yang juga disebutkan dalam standar.  Implementasi bandpass filter adalah dengan menggunakan filter Butterworth orde 1 dan pengubah dari lowpass filter Butterworth orde 1 (analog) menjadi bandpass filter orde 1 (digital) menggunakan metode Bilinear Z-transform.Implementasi dari filter digital tersebut adalah sebuah prosesor sinyal dari Texas Instruments dengan modul SDK OMAP-L137 dari Texas Instruments dimana prosesor tersebut mampu melakukan penghitungan secara cepat untuk sebuah sistem pemrosesan sinyal digital.  Hasil penghitungan untuk setiap filter dan juga hasil akhir dari implementasi filter ini akan dipaparkan. Kata kunci: digital equalizer 2/3 oktaf, digital signal processing, OMAP-L137, TMS320C674x

    Aplikasi Pembelajaran Kosa Kata Bahasa Indonesia berbasiskan CAI

    No full text
    Bahasa Inggris saat ini masih menjadi bahasa yang popular, banyak dipelajari, sebagai bahasa internasional, dan tercakup dalam kurikulum pendidikan di Indonesia. Penguasaan kosakata memberikan kontribusi yang penting dalam kemampuan seseorang dalam menguasai bahasa Inggris. Penelitian sebelumnya menyatakan bahwa metode pembelajaran yang menerapkan Computer-Assisted Instruction (CAI) dapat meningkatkan aspek pemahaman dan motivasi karena penggunaan media yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan konsep CAI sebagai perangkat ajar untuk pembelajaran bahasa Inggris. Hasil dari penelitian ini berupa aplikasi perangkat ajar CAI yang berbasiskan permainan untuk meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Inggris. Metodologi perancangan menggunakan waterfall yang meliputi tahapan user requirement, analisis, desain, pengkodean dan pengujian, implementasi, dan pemeliharaan. Simpulan yang didapat dari ujicoba terhadap responden yaitu perangkat ajar CAI mampu meningkatkan penguasaan kosakata, meningkatkan kecepatan pengguna dalam membaca, dan meningkatkan kecepatan mengetik kosakata bahasa Inggris

    ANALISIS PENGARUH JUMLAH INTI PADA PROSESOR TERHADAP WEB SERVER DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI WEB KUESIONER

    No full text
    ABSTRAK  Penggunaan  internet dan world wide web sudah menjadi masalah yang umum. Suatu web server berfungsi untuk memroses dan menanggapi permintaan dari klien yang dikirim melalui Hypertext Transfer Protocol (HTTP). Permintaan ini seyogyanya dilayani dalam waktu yang sesingkat mungkin, yang berarti menurunkan response time dan meningkatkan throughput. Oleh karena itu, suatu web server haruslah memiliki spesifikasi perangkat yang memadai.  Salah satu perangkat keras yang mempengaruhi kinerja web server adalah prosesor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari jumlah inti pada prosesor terhadap kinerja web server.  Prosesor yang dipakai pada penelitian ini adalah Intel Core i5–2500 yang memiliki empat inti. Pengujian dilakukan dengan melakukan 300-1000 transaksi web kuesioner dan menggunakan perangkat lunak Apache Jmeter untuk mengatur jumlah user yang akan melakukan transaksi secara bersamaan. Pengujian dilakukan untuk satu, dua, tiga, dan empat inti prosesor. Hasil pengujian berupa throughput (request/sec). Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa throughput tidak dipengaruhi oleh jumlah inti prosesor, yang berarti kinerja web server tidak berkaitan dengan jumlah inti prosesor. Kata kunci: Apache Jmeter, inti prosesor, throughput, web serve

    PERANCANGAN TRANSMISI DC PADA SALURAN BAWAH LAUT

    No full text
    Berkat perkembangan komponen elektronika daya, maka mulai digunakan transmisi dc untuk mentransmisi energi listrik. Transmisi dc lebih menguntungkan dari transmisi ac karena membutuhkan dua kabel penghantar untuk sistem dc linkbipolar dan satu kabel penghantar untuk sistem dc link monopolar. Untuk transmisi dc yang menggunakan sistem dc link terdiri dari dua konverter yaitu rectifier dan inverting. Di Indonesia, kondisi geografis yang terbagi atas beberapa pulau mendukung dibuat saluran transmisi dc bawah laut. Transmisi dc bawah laut digunakan agar palau-pulau yang kekurangan daya listrik bisa mendapat tambahan daya listrik dari pulau yang kelebihan daya listrik. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk merancang sistem transmisi dc pada saluran transmisi bawah laut yang menghubungkan listrik antar pulau. Transmisi DC yang digunakan terdiri dari mode rectifiying di bagian sisi pengirim dan inverting di bagian sisi penerima. Dari perhitungan diketahui besar tegangan dc pada saluran transmisi ditentukan oleh sudut picu rectifier yang diberikan. Kata kunci:transmisi dc bawah laut,rectifier, inverting, monopolar link

    Sistem Pengaman Pintu Jamak dengan RFID Sensor berbasis WebSistem

    No full text
    Salah satu jenis teknologi yang bermanfaat bagi manusia adalah Radio Frequency Identification (RFID). RFID adalah teknologi untuk mengidentifikasi dan mengendalikan data dari jarak jauh menggunakan transmisi gelombang radio. RFID menggunakan sarana transponder atau RFID tag untuk menyimpan dan mengambil data dari jarak jauh. RFID tag mirip dengan penggunaan barcode yang melekat pada sebuah objek untuk menyimpan identifikasi data objek. Pada penelitian ini telah dibangun sebuah sistem pengamanan pintu jamak dengan RFID sensor dan sebuah aplikasi berbasis web untuk memonitor, mengendalikan, dan menyimpan semua histori data penggunaan RFID tag dan pembatasan penggunaan pintu secara periodik selama 30 hari, di mana diletakkan sebuah mikrokontroler sebagai jembatan antara RFID sensor dan aplikasi web yang dibuat.  Hasil pengujian yang dilakukan pada sistem pengamanan pintu jamak rumah kos ini membuktikan bahwa sistem yang dibangun dapat berjalan dengan baik, semua aktifitas penggunaan pintu dapat dimonitor, dan keamanan dapat dipantau langsung dari aplikasi yang dibangun dengan mengamati status setiap pintu yang ada

    Rancangan Model Sistem Komunikasi Pembersih Debu Sel Surya

    No full text
    Sel surya atau sel photovoltaic adalah sebuah alat semikonduktor yang didesain untuk mengubah cahaya matahari yang diterimanya menjadi energi listrik yang dikenal dengan proses fotolistrik. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kinerja dari sel surya adalah temperatur dan shading effect. Perancangan dalam penelitian ini terdiri dari panel sel surya, solar charger, aki 12V, driver pompa, driver motor, sensor cahaya, sensor suhu, sensor tegangan, sensor level ketinggian air, limit switch, media komunikasi wifi, dan mikrokontroler. Pengaplikasian antena omnidirectional 17 dBi juga diharapkan dapat memperluas jarak jangkauan pemancar SMS dan WiFi serta mendapatkan keandalan jaringan yang lebih baik. Pemantauan panel sel surya dilakukan melalui website yang diakses melalui link  AP dan IP address WiFi.   Berdasarkan hasil pengujian pada alat diperoleh hasil sesuai perencanaan. Panel sel surya akan dibersihkan apabila suhu lingkungan melebihi 330C dan tegangan charging aki kurang dari 12 V. Brgitu pula kuat sinyal dan reliabilitas jaringan yang diperoleh menggunakan antena omnidirectional 17 dBi pada pemancar menunjukkan hasil yang diharapkan sesuai rencana

    PERANCANGAN KINCIR AIR PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO (PLTMH) DESA BENDOSARI KECAMATAN PUJON KABUPATEN MALANG

    No full text
    Perancangan pembangkit  listrik tenaga kincir air ini dilaksanakan dengan memanfaatkan potensi sumber daya air yang terdapat pada aliran air Coban Sewu di Desa Bendosari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang.  Tujuan dari kegiatan perancangan ini adalah untuk mengetahui kapasitas daya pembangkitan berdasar potensi hidro yang ada di lokasi, menemukan konstruksi bangunan saluran air yang sesuai, serta membandingkan antara kapasitas daya teoritis dan kenyataan di lapangan, setelah pembangkit selesai dibangun. Perancangan didasarkan pada asumsi debit andalan sebesar 0,3 m3/s. Sedangkan penentuan tinggi jatuh air,  menggunakan meode water-filled tube dan diperoleh angka sebesar 3,4 m. Konstruksi PLTMH kincir air tentu terdiri atas saluran air yang dilengkapi dengan 2 pintu air, 2 buah saluran pembuang, bendungan, talang air, power house, peralatan mekanik seperti: poros, pasak, dan bantalan, sistem transmisi yang merupakan kombinasi gardan mobil, gardan truk, serta pulley dan sabuk untuk mempercepat putaran, dan satu unit generator sinkron 1 fasa. Setelah pembangkit listrik ini selesai dibangun dan dilakukan pengujian diperoleh kapasitas daya pembangkitan sebesar 3,214 kW pada putaran 17,41 rpm.. Angka  ini tidak jauh berbeda jika dibandingan dengan daya teoritis pada perancangan yang sebesar 3,354 kW. Sehingga secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa pembangkit listrik ini bekerja sesuai dengan hasil yang diharapkan pada perancangan

    Protokol Routing Power Efficient Gathering in Sensor Information Systems pada Wireless Sensor Network

    No full text
    Penggunaan wireless sensor network (WSN) saat ini telah dipertimbangkan untuk memenuhi kebutuhan komunikasi antara lain di bidang industri, keamanan, medis, serta pemantauan cuaca dan lingkungan. WSN merupakan jaringan yang terdiri atas banyak node sensor yang terdistribusi pada suatu wilayah, dan digunakan untuk memantau dan mengumpulkan informasi mengenai fenomena tertentu pada lingkungan fisik.  Sensor-sensor kemudian meneruskan informasi tersebut ke sebuah base station, agar informasi dapat diakses oleh pengguna. Kendala pada penggunaan WSN adalah pada keterbatasan energi yang dimiliki setiap node sensor. Dengan demikian inefisiensi energi pada seluruh lapisan protokol node sensor perlu ditekan.  Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah protokol routing pada teknologi WSN yang dapat mengurangi konsumsi energi WSN, salah satunya adalah Protokol Power Efficient Gathering in Sensor Information System (PEGASIS). Dalam makalah ini, dilakukan pengukuran kinerja protokol routing PEGASIS dengan menggunakan Network Simulator 2 (NS-2). Indikator kinerja yang dievaluasi adalah konsumsi energi, lifetime dan throughput. Skenario simulasi yang digunakan adalah variasi jumlah node. Dari serangkaian simulasi yang dilakukan terlihat bahwa jumlah node mempengaruhi tingkat efisiensi energi yang dikonsumsi, lifetime dan throughput node sensor

    Perancangan Kontroler Lengan Robot Hastobot Menggunakan Android dan Arduino dengan Komunikasi Bluetooth

    No full text
    Hastobot adalah miniatur lengan robot industri yang dikembangkan oleh Program Studi Teknik Elektro Universitas Sanata Dharma. Hastobot terbuat dari akrilik dan digerakkan dengan 4 buah motor servo. Hastobot memiliki 4 (empat) derajat kebebasan. Penelitian ini difokuskan terhadap pembuatan kontroler untuk lengan robot Hastobot menggunakan Arduino dan Android dengan komunikasi Bluetooth. Arduino terhubung dengan modul Bluetooth HC-05 sebagai slave untuk menerima data dari aplikasi Android. Aplikasi Android dibuat dengan Eclipse Integrated Development Environment. Motor servo digerakkan melalui mode geser dan nilai koordinat xy touch screen pada aplikasi Android. Format data yang dikirimkan aplikasi Android menggunakan header data untuk mengidentifikasi pergerakan masing-masing motor servo. Aplikasi Android dirancang mampu menggerakkan lebih dari sebuah motor servo secara bersamaan

    86

    full texts

    140

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Elektro
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇