Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi

Repository IAIN Bukittinggi
Not a member yet
    445 research outputs found

    Membidik Wisman Timur Tengah Wisata Halal Untuk Sumbar

    No full text
    Setelah berhasil berkompetisi di ajang Wisata Halal Nasional tahun 2016 yang lalu, dunia parawisata Sumatera Barat menghadapi sebuah tantangan untuk membidik wisatawan asing khusus Timur Tengah sebagai segment pasar. Kehadiran Wisata Halal yang merupakan kebutuhan dari cerukan pasar khusus membutuhkan design khusus pula dalam membidik dan menyasar wisatawan. Tipe wisatawan dalam wisata halal sebagai penikmat jasa menjadikan nilai-nilai halal sebagai dasar pengambilan keputusan destinasi wisata merek

    PORTRAIT OF SYARIAH FINANCIAL INSTITUTION IN MINANGKABAU, WEST SUMATERA ( A STUDY USING ABSTRACT DATA OF RESEARCH RESULT)

    No full text
    This research aims to anwser the important question about the portrait of Islamic Financial Institution (IFI) in Minangkabau ethnic communities, which is famous for their philosophy; tradition founded upon Islamic law, Islamic law founded upon the Qur’an. How is the portrait of IFI in Minangkabau and in two locations which geographically, historically, and culturally different, although they have the same tradition. Using academic information in the form of research result in IAIN Bukittinggi, and by using content analysis approach, the result of the study shows that the human resources is the obstacle to increase and to develop Islamic finanacial institution, financing the operational activities and funding and other service run as other financial institution. The value of culture and region are not significantly giving effect to the Islamic financial institution. The portrait of the IFI in Minangkabau has nothing extraordinary, except the growth of offices in land and town. Key : Islamic institution Financial and Minangkaba

    Politik Transenden, Mengurai Pemikiran Politik al-Farabi

    No full text
    Al-farabi, nama yang tidak asing di telinga kita. tokoh filsafat ini terkenal dengan gagasannya yang memiliki konsep kenegaraan cukup baik. Al-farabi merupakan filosof islam pertama yang berupaya menghadapkan, mempertalikan dan sejauh mungkin menyelaraskan filsafat politik Yunani klasik dengan Islam serta berupaya membuatnya bisa dimengerti di dalam konteks agama-agama wahyu. untuk dapat melihat corak pemikiran politik al-farabi, dalam buku ini akan dibahas dua sintesis konsep pemikiran dan politiknya. Kota utama (Al-Madinah al-Fadhilah) dan konsep demokrasi dalam filsafat politik al-farabi. jejak pemikiran al-Farabi, tentang kota utama, dapat kita temukan pada Republic karya plato. Istilah dan konsep kota yang digagas keduanya mirip, bahkan dapat dikatakan identik. Al-Farabi menyebut kota impiannya sebagai al-Madinah al-Fadhilah, sedangkan Plato menyebutnya Kallipolis (kota yang cantik atau fair)

    Filosofi Pendidikan Indonesia: kajian Sumber Hukum Pendidikan

    No full text
    Cukup banyak kebijakan di masa lalu yang kandas di tengah jalan karena para perumus kebijakan mengabaikan landasan yang mutlak itu. Filososfi tanpa filosofi, filosofi yang keruh, melahirkan kebijakan bermasalah. hanya filosofi yang jernih yang dapat mendasari lahirnya pendidikan bermakna. Perlu pemikirn bersama untuk melahirkan filosofi pendidikan yang layak dijadikan dasar pendidikan nasional sekarang dan dimasa depan. Sebab, kalau benar filosofi pendidikan sudah bergeser dari posisi dan perannya sebagai fondasi pendidikan, menemukan, mereposisinya, perlu kesungguhan usaha dan proses yang panjang

    maqâshid al-syarî’ah

    No full text
    Menurut kesepakatan mayoritas ulama, maqâshid al-syarî’ah bukan sebuah ilmu yang berdiri sendiri di luar ushul fiqh, tetapi ia harus mengilhami setiap ketetapan hukum yang dilahirkan oleh mujtahid. Dengan kata lain, dengan melakukan istinbath hukum melalui metode-metode di atas, yang menjadi tujuan mujtahid adalah agar hukum yang ditetapkannya dapat merealisir kemaslahatan bagi manusia, baik di dunia maupun di akhirat. Oleh karena itu, suatu hal yang perlu diperdebatkan ketika ada yang berpendapat bahwa maqâshid al-syarî’ah, dalam hal ini maslahah, dapat menjadi dalil hukum yang mandiri. Apabila pendapat terakhir ini dibenarkan, maka akan muncul maslahah-maslahah menurut ukuran akal manusia yang dimungkinkan bertentangan dengan nash dan ijma’, dan tentunya suatu hal yang tidak bisa diterima ketika akal yang hanya menghasilkan kesimpulan yang zhanni lebih diutamakan dari nash atau ijma’ yang disepakati keqath’iannya oleh ulama. Oleh karena itu, teori maqâshid al-syarî’ah lebih tepat dikatakan sebagai pemandu bagi mujtahid dalam menetapkan hukum, agar hukum yang ditetapkan tidak melenceng dan sesuai dengan yang dikehendaki oleh al-Syâri’. Dalil-dalil hukum manapun yang akan digunakan oleh seorang mujtahid, apabila mereka sungguh-sungguh memperhatikan maqâshid al-syarî’ah, diduga kuat (al-mazhinnah) dapat mewujudkan tujuan hukum Islam itu, yaitu jalb al-mashâlih wa daf’u al-mafâsid. Buku ini ditujukan untuk mahasiswa-mahasiswa yang fokus terhadap hukum Islam, khususnya bagi mereka yang belajar di Fakultas Syari’ah atau yang belajar Ushul Fiqh. Di samping itu juga layak dibaca oleh praktisi dan pemerhati hukum Islam lainnya

    THE EMPOWERMENT STRATEGY OF ISLAMIC EDUCATION INSTITUTION IN GLOBAL COMPETITION

    No full text
    Coming in to the globalization era means entering into the world system and modernization which consequently must face the flow of change that is so fast and difficult to predict. Islamic education institutions are expected to face the challenges and changes that occur at this time. Islamic educational institutions should be able to take a greater role in preparing for next generations who are ready for the challenges and changes in the present and the future. Islamic education institution deals witha place of Islamic education. The educational institution of Islam from the aspect of the responsible person can be classified into three: (a) informal education institution, family, (b) formal education institution that is school, and non formal education institution, society. The strategy of Islamic educational institutions to be the winners in global competition is by making various efforts, namely improving human resources, improving management quality, developing Information-based management and technology, improving facilities and infrastructure, strengthening distinction and foreign languages, building networks and cooperation with various parties , and also developing scientific integration

    Persepsi Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris IAIN Bukittinggi Terhadap Penerapan Model Pembelajaran Microteaching Bebasis ICT

    No full text
    Ketika seorang guru berdiri di depan kelas melaksanakan kegiatan pembelajaran, tidak cukup hanya dengan menguasai materi pembelajaran yang harus disampaikan kepada peserta didik. Akan tetapi masih banyak tuntutan lain yang harus dikuasai oleh setiap guru, seperti mengelola seluruh komponen pembelajaran yang telah disebutkan di atas, agar berinetraksi dengan peserta didik sehingga memudahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Kompetensi pedagogik mencakup tentang penguasaan karakteristik peserta didik dan aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosional, dan intelektual. Selanjutnya menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik, pengembangan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran yang diampu, menyelenggarakan pembelajaran, pememanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran, memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki, berkomunikasi secara efektif, emperik, dan santun dengan peserta didik, menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses belajar, memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran, serta melakukan tindakan reflektif untuk kepentingan kualitas pembelajaran, semua sisi tersebut terangkum dalam kompetensi pedagoeik. Menurut Mukhtar dan Iskandar (2012:289), kompetensi pedagogik adalah kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran yang meliputi: pemahaman wawasan atau lapangan kependidikan; pemahaman terhadap peserta didik; pengembangan kurikulum atau silabus; perancangan pembelajaran; pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis; pemanfaatan teknologi pembelajaran; evaluasi hasil belajar; dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualsasikan berbagai potensi yang dimilikinya

    Puasa dan Model Konsumsi Islami

    No full text
    Fenomena ekonomi yang lazim terjadi ketika memasuki sepuluh terakhir bulan Ramadan adalah naiknya tingkat kunjungan masyarakat ke pusa-pusat perbelanjaan. Pasar-pasar baik modern maupun tradisional “diserbu” bak semut mengelilingi gula. Permintaan (demand) meningkat tajam karena perilaku konsumtif. Model konsumsi Islami tidak didominasi oleh nilai-nilai materi dan mengejar kepuasan dengan menempatkan hawa nafsu sebagai panglima namun kebutuhan dan maksimalisasi kepuasaan didasarkan oleh landasan rasional berdasarkan keimanan dan moral. Keimanan dan moral menjadi bagian inheren dalam prilaku konsumsi

    Metode Hermeneutika dan Tafsir Al-Qur'an (Analisis Kritis Penggunaan Metode Hermeneutika Terhadap Penafsiran Al-qur'an Kontemporer)

    No full text
    Keberadaan Hermeneutik dalam ranah Penafsiran Alquran menimbulkan berbagai silang pendapat di antara pada Ulama, sebagian pro dan sebagian lain dengan tegas menolaknya. Ulama yang mendukung penerapan hermenutika dalam penafsiran Alquran menilai bahwa metode penafsiran klasik sudah tidak responsif terhadap perkembangan zaman dan dibutuhkan metode baru agar tetap relevan. Sedangkan para Ulama yang menolak metode ini berpendapat bahwa metode ini bukanlah tradisi keIslaman melainkan merupakan bagian khazanah ilmu Barat yang sudah dipakai untuk menafsirkan Injil dan tidak pantas untuk menafisrkan Alquran. Tulisan ini mendiskusikan masalah hermeneutik ini dengan mendalam analisa yang tajam tentang penerapan metode yang dianggap sebagai sebuah pandangan baru bagi para penafsir Alquran dan dinilai relevan dengan dinamika sosio- kultural umat Islam. Metode ini dapat menjadi alternatif dalam menafsirkan Alquran dalam konteks kekinian sehingga Alquran dapat menjadi teks yang hidup di tengah masyarakat Muslim

    AZYUMARDI AZRA THINKING ABOUT PARADIGM SCIENTIFIC AND INSTITUTIONALAND IMPLICATIONS FOR THE EVELOPMENT OF ISLAMIC STATE UNIVERSITY (UIN) SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

    No full text
    Azyumardi Azra is an Islamic thinker and reformer who is able to break down the barriers of bureaucracy, so he managed to transform IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta became UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Azra effort in menstrasformasikan IAIN to UIN opened it without criticism, the criticism comes from within and outside the campus lead. Criticism relates to IAIN characteristic, as well as changes IAIN to UIN. Then what is the trade mark UIN? The purpose of this study to reveal and analyze the Azra thinking about scientific paradigms and institutional as well as its implications on the development of UIN Jakarta. This research is a figure in the form of library research using qualitative methods. Mber Su primer is Azra and three of his books about education. A secondary source Adala h books, papers, the document is ntasi of welcome speeches Azra during his tenure Rector, SK Rector period Azra, documentation about Azra in mass media literature relevant, either in the form of books, papers, journals, dissertations, theses , theses, and so forth. To strengthen the research, the author makes some figures as a secondary source The research found: The first,'Ilm means knowledge (knowledge), both sciences and sciences qur'aniyyahkauniyyah. Developing his require 'reintegration' in the sciences are derived from passages qur'aniyyah on the one hand and the sciences are derived from passages kawniyah on the other. Second, the State Islamic Institute (IAIN) is an integral part of the national education system can dikembang the concept With Wider Mandate,Changes IAIN to UIN in dasa paint a mixed picture is a demand history and in line with the teachings of Islam that is always demanded of his community to think, work kemanusiaa hard for the interest of n in line with the demands of the times. Third,Context scientific paradigm and its institutional is wanted to eliminate the dichotomy of science by building integrative scientific paradigm. And fourth, implikasi his was the stronger position and role, especially as a pioneer and driving force of the intellectual as well as the progress of the people (Muslims) with models of reintegration of science, so that UIN can be called as a center ofexcelent for scientific development in general and Islam in particular science

    0

    full texts

    445

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository IAIN Bukittinggi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇