445 research outputs found
Sort by
PENGARUH PENDAPATAN DAN RELIGIUSITAS TERHADAP PERILAKU KONSUMSI ISLAMI (ANALISA PADA RUMAH TANGGA MUSLIM KOTA BUKITTINGGI
Perilaku masyarakat selalu berubah-ubah seiring dengan kemajuan budaya, teknologi dan peradaban. Perilaku konsumen termasuk diantara deretan perilaku yang sangat cepat berubah, karena ia berkaitan dengan keseharian masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya. Mengenali prilaku konsumen tidaklah mudah, karena banyak faktor yang mempengaruhi dan melatar belakangi seseorang untuk melakukan konsumsi.
Dalam ekonomi konvensional, kajian tentang perilaku konsumsi telah berkembang pesat. Perkembangannya dapat dilihat mulai dari munculnya teori konsumsi yang disampaikan oleh John Maynard Keynes dengan General Theory-nya yang dikenal dengan teori Absolute Income Hyphothesis pada tahun 1936. Menurut Keynes besar kecilnya konsumsi seseorang ditentukan oleh besarnya jumlah pendapatan yang dimiliki. Semakin besar jumlah pendapatan seseorang maka semakin banyak juga jumlah barang dan jasa yang dapat dikonsumsi, sebaliknya semakin sedikit jumlah pendapatan maka akan sedikit pula jumlah barang dan jasa yang dapat dikonsumsi oleh konsumen tersebut
Bung Hatta dan Pendidikan Karakter
Bung Hatta dikenal sebagai seorang proklamator dan wakil presiden yang mendampingi Bung Karno. Namun, mungkin banyakdi antara kita belum mengenal Bung Hatta sebagai seorang pribadi. Tahukah Anda, jika Bung Hatta kecil pernah dihukum oleh neneknya? Lalu, apakah maksud dari Bung Hatta rela bersusah payah membawa 16 peti berisi buku ke pengasingannya di Digul? Bagaimana Bung Hatta selalu menghabiskan waktu berjam-jam untuk membaca buku dan menulis?
buku ini mengajak Anda untuk mengenal lebih dalam sosok Bapak Koperasi ini sebagai seorang pribadi. Bung Hatta dikenal sebagai sosok yang religius, jujur, disiplin, gemar membaca, dan berpengetahuan luas. Dengan sosok yang demikian, kiranya kita harus mengetahui bagaimana perjalanan pendidikan dan pengalaman yang telah dilalui Bung Hatta. Dengan demikian, sebagai generasi penerus, kita dapat mengambil banyak pelajaran dan meneladani sosok Bung Hatta
Sejarah dan Kebudayaan Islam di Asia Tengah
Asia Tengah adalah sebuah kawasan yang terkurung di Benua Asia. Asia Tengah sebagai wilayah-wilayah bekas jajahan Uni Soviet, seperti: Kazakhstan, Kirgizstan, Tajikistan, Turkmenistan, dan Uzbekistan. Dahulu, wilayah ini dikenal dengan jalur sutera.
Meskipun mereka telah merdeka dari penjajahan Rusia, namun bekasnya masih begitu kentara yaitu hilangnya identitas muslim pada rakyatnya. Negeri-negeri yang melahirkan tokoh selevel Imam al-Bukhari dan Imam Muslim ini kehilangan akar sejarahnya. Komunisme telah memisahkan mereka dengan Islam sejauh-jauhnya.
Melihat Keadaan wilayah Asia Tengah saat ini, perlahan namun pasti, umat Islam di Asia Tengah mulai bangkit dan kembali ke pangkuan Islam. Dalam buku ini, dijelaskan tentang jejak kejayaan kebudayaan Islam di wilayah Asia Tenga
Studi Tentang Produktivitas Dosen (Pengaruh Persepsi Motivasi, Iklim Kerja, dan kepemimpinan Terhadap Produktivitas Dosen di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Bukittinggi)
Keberadaan lembaga pendidikan tinggi Islam sebagai pusat kegiatan ilmiah memegang peranan sangat penting dalam menggerakkan kehidupan masyarakat. Peranan penting lembaga pendidikan tinggi Islam terletak pada tiga misi utamanya yang disebut tri dharma perguruan tinggi meliputi pendidikan dan pengajaran, serta pengabdian pada masyarakat. Penyelenggaraan tugas pendidikan dan pengajaran bertujuan untuk melahirkan intelektual muda muslim yang menguasai disiplin ilmu tertentu sebagai syarat untuk memasuki arena pengabdian di tengah-tengah masyarakat. Pelaksanaan misi penelitian bertujuan untuk mendorong upaya penemuan, pengembangan atau pengujian teori-teori keilmuan yang sangat diperlukan dalam rangka menjamin keberlansungan proses kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai kebutuhan penting dalam pembangunan peradaban. Selain dari itu penelitian sangat diperlukan dalam rangka memahami fenomena-fenomena alam maupun sosial sebagai hal yyang sangat diperlukan dalam merumuskan langkah-langkah strategis yang hendak ditempuh dalam menggerakkan pembangunan
Komunikasi Antarpribadi: Teori dan Praktik
Dalam ilmu komunikasi, salah satu ranah kajian ialah komunikasi antarpribadi. Komunikasi jenis ini mengandaikan interaksi pribadi-pribadi dengan beragam tujuan dan latar belakang. Hubungan antarpribadi umumnya ditandai pada lingkup terbatas, akrab, terjadi kontak langsung, ada umpan balik langsung, dan lain sebagainya. Pada keseharian, ranah kajian ini merambah dalam interaksi sosial pergaulan maupun profesionalitas profesi. Banyak profesi yang sebenarnya memerlukan kepandaian dan kecakapan komunikasi intrapribadi.
Untuk inilah, pentingnya bagi setiap orang dengan beragam latar belakang ilmu untuk memahami sekaligus mengaplikasikan pengetahuan tentang komunikasi intrapribadi. Para konselor, psikolog, guru, dan profesi-profesi yang berkaitan dengan hubungan masyarakat membutuhkan pengetahuan dan kecakapan komunikasi intrapribadi. Namun tidak hanya itu, setiap orang sebenarnya butuh tahu dan paham tentang apa dan bagaimana komunikasi intrapribadi demi terwujudnya interaksi antarsesama yang efektif dan harmonis
Gerakan Radikalisme Islam (Ancaman Ideologi Radikalisme Islam terhadap Kebhinekaan di Sumatera Barat)
Radikalisme Islam (Ancaman Ideologi Radikalisme Islam Terhadap Kebinekaan di Sumatera Barat), Pada kesempatan ini, penulis mengucapkan terimakasih kepada beberapa pihak yang telah membantu menyelesaikan penelitian ini: Rekor IAIN Bukittinggi yang telah memberikan bantuan material, berupa dana untuk terlaksananya penelitian ini; Narasumber/Informan yang memberikan informasi tentang penelitian ini.; Bapak/IbuDosen IAIN Bukittinggi yang terlibat dalam Focus Group Discussion (FGD) dalam penelitian ini
The Outreach of Islamic Rural Banks in Indonesia
This paper shows the empirical evidence about the outreach of Islamic Rural banks in
the term of six aspects: depth, breadth, scope, worth, cost and length. This study reveals
that the outreach of Islamic rural banks have already increased and better for four
aspects: depth, breadth, scope and length. Furthermore, this study recommends several
policies in terms of strengthening aspects of regulation, socialization, competitiveness
and human resources aspect
The Interpretation Of Speech Code In A Communication Ethnographic Context For Outsider Students Of Graduate Communication Science Universitas Sumatera Utara In Medan
Interpreting the typical Medan speech code is something unique and distinctive, which could create confusion for the outsider students
because of the speech code similarities and differences in Medan. Therefore, the graduate students of communication science Universitas Sumatera
Utara whose originated from outside of North Sumatera needs to learn, comprehend and aware in order to perform effective communication. The
purpose of this research is to discover how the interpretation of speech code for the graduate students of communication science Universitas Sumatera
Utara whose originated from outside of North Sumatera in adapting themselves in Medan. This research uses qualitative method with the study of
ethnography and acculturation communication. The subject of this research is the graduate students of communication science Universitas Sumatera
Utara whose originated from outside of North Sumatera in adapting themselves in Medan. Data were collected through interviews, observation and
documentation. The conclusion of this research shows that speech code interpretation by students from outside of North Sumatera in adapting
themselves in Medan leads to an acculturation process of assimilation and integration
Harmoni Kosmos, Relasi Wahyu dan Akal
Puji dan syukur senantiasa dipanjatkan ke hadirat Allah Azza wa Jalla. Shalawat dan salam untuk baginda Rasulullah Saw. Alhamdulillah, dalam waktu yang relatif lama buku berjudul Harmoni Kosmos, Relasi Wahyu dan Akal telah selesai disusun. Kehadiran buku ini merupakan bagian dari ketertarikan penulis tentang persoalan alam semesta sebagaimana banyak disebut dalam al-Qur’an. Meski diakui, kajian tentang alam semesta merupakan kajian besar yang membutuhkan pengalaman lapangan, penelaahan konsepsional mendalam, ekplorasi hingga observasi ilmiah secara detail yang tak mungkin dilakukan, penulis berupaya menyajikannya secara sederhana untuk memantik kajian dan diskusi yang lebih luas. Bagian pertama dari buku ini mengurai konsepsi alQuran dan Sunnah dalam berinteraksi dengan alam semesta dan persoalan kemasyarakatan. Diilhami dari buku karangan Syeikh Yusuf Al-Qaradhawi “Kaifa Nata’âmal ma’al al-Qur’an wa al-Sunnah Nabawiyah”, penulis mendaur ulang kajian mendasar tentang empirisme dan rasionalitas yang digariskan al-Quran. Gagasan al-Quran mengenai “membaca” (iqra’) dan fakta-fakta historis tentang pengalaman Nabi sebagaimana direkam dalam Sunnah Nabwiyah merupakan kunci utama mendapatkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan, sains dan teknologi. Dalam hal ini “membaca” berkaitan dengan konteks kawniyah (alam raya dengan berbagai fenomena dan faktanya), sekaligus membaca ayat-ayat naqliyah, sehingga muncul upaya “wahyu memandu akal” atau “akal yang menguatkan wahyu”