445 research outputs found
Sort by
Hasil Turnitin HAKI "Diseminasi dan Kontestasi Ideologi Keagamaan dalam Pendidikan di Yogyakarta, Minangkabau dan Aceh Serambi Mekah"
Pendidikan Islam merupakan satu subsistem dari sistem pendidikan nasional di Indonesia. Pendidikan Islam kaitannya dengan isu ideologi keagamaan sudah menjadi diskusi hangat para akademisi sejak tahun 2000-an sampai saat ini, baik di negara Barat, juga negara Islam sendiri termasuk negara demokrasi Indonesia
THE DEVELOPMENT OF VIT MODEL (VOCATIONAL INTERST TEST) BASED ON EXPERT SYSTEM ON PROSPECTIVE VOCATIONAL HIGH SCHOOL STUDENT
The Effect of Using Islamic Textual Enhancement Model toward Students’ Grammar Mastery at IAIN Bukittinggi
The article aimed at finding out the effect of using Islamic Textual Enhancement
Model in teaching complex sentences for English Students at IAIN Bukittinggi. The
necessity of teaching grammar in EFL field has long been debated. Some deny its
importance; others maintain it. However, amidst all these arguments, the
importance of presenting language input to help students transfer the input into
intake through reinforcing them to notice it is agreed upon. Therefore, the
appropriate grammar instructional model needs to be selected. The researcher
applied a quasi-experimental research by giving pretest to see initial ability at the
sample classes. There were two classes involved as the experimental is III C and the
control group is III D chosen purposively. The researcher taught grammar by using
Islamic Textual Enhancement Model in experimental class meanwhile in the control
class grammar was taught traditionally (PPP Model) from Azar’s Book. After a
series of treatment process, post-test was administered. The finding reveals that
teaching complex sentences using Islamic Textual Enhancement Model is more
effective than traditional way since the target input is more salient so that the
students notice the complex sentences in context as it can be seen from gain scores
from both classes for ½ sign (2-tailed) is higher than alpha .005. In conclusion,
using Islamic Textual Enhancement Model in teaching grammar for EFL class at
Islamic institution is appropriate because the model provides contexts for students
to study grammar features
Hasil Turnitin Artikel "Dakwah Mitigasi Bencana di Lereng Marapi"
Nagari Sungai Puas merupakan salah satu wilayah di lereng gunung api yang disebut oleh masyarakat setempat dengan Gunung Merapi, kawasan ini berada di Kecamatan Sungai Pua Kabupaten Agam Sumatera Barat. Wilayah ini merupakan salah satu wilayah rawan bencana erupsi gunung merapi tersebut, namun masyarakat setempat belum dibangun dengan sadar dan tangguh terhadap bencana. Jika kondisi ini dibiarkan, diprediksikan masyarakat akan rawan dengan resiko bencana. Padahal resiko bencana itu bisa diminimalisir dengan berbagai gerakan, diantaranya melalui basis masjid yang dikonstruksi dengan dakwah-dakwah mitigasi bencana. Pendampingan ini, dilakukan terkait dengan pemberdayaan masjid sebagai basis untuk kegiatan dakwah mitigasi bencana tersebut. Tujuannya adalah untuk membangun masyarakat rawan bencana menjadi masyarakat yang tangguh terhadap bencana. Berdasarkan program yang telah dilakukan dalam pendampingan, maka masjid mempunyai potensi yang signifikan dalam membangun edukasi bencana terhadap masyarakat, apalagi masyarakat yang berada dalam wilayah rawan bencana. Mubaligh-mubaligh dapat pula menjadi ujung tombal dalam membangun edukasi itu melalui dakwah-dakwah mitigasi bencana yang dilakukannya
Sejarah dan Kebudayaan Islam di Asia Selatan
Kajian mengenai Islam di Asia Selatan merupakan suatu hal yang sangat penting karena terkait dengan ukhuwah Islamiyah. Muslim di Asia Selatan merupakan saudara kita sesama umat Islam, tidak terbatas oleh teritorial negara, bahkan bisa menjangkau lebih daripada itu.
Umat Islam di Asia Selatan merupakan kelompok minoritas di beberapa negara, dan kelompok mayoritas di beberapa negara. Namun, secara angka jumlah muslim di Asia Selatan menempati urutan 2 hingga 4 di bawah Indonesia.
Keterkaitan antara wilayah nusantara dengan wilayah Asia Selatan sudah terjalin sejak lama. Tidak mengherankan banyak kebudayaan-kebudayaan Asia Selatan yang mirip dengan kebudayaan yang ada di nusantara. Hal ini tidak terlepas dari adanya pengaruh Hindu dan Budha di nusantara yang dibawa dari Asia Selatan.
Buku ini merupakan buku daras yang dijadikan sebagai salah satu rujukan dalam mata kuliah Sejarah dan Kebudayaan Islam di Asia Selatan pada program studi Sejarah dan Peradaban Islam
From Grammar to Grammaring in Teaching Grammar
Grammar is a lot conceived as language component even language competence. But for this article, the term
grammaring coined by Larsen-Freeman (2001) as a process of doing grammar which she defines as the
ability to use grammar structures accurately, meaningfully and appropriately. It is the fifth skill to refer to
the process by which language learners use grammar to create messages through grammaticalizing or
adding grammar to a sequence of words to create finer meaning distinction. Given that language should be
used accurately, meaningfully and appropriately, emphasis is laid upon form, meaning and use. To apply
this technique, practical activities which focus on language forms are language games, Cuisenaire rods,
information gap, and sentence unscrambling tasks. Linking form with meaning can be carried out by using
realia and pictures. At last, a practical way of going about sensitizing learners to the effect of context on
language is through making use of role playing. In short, grammar as a skill is taught through various
activities. Viewed from the students’ production, the varied kinds of learning activities in grammaring seem
to have worked well
Efektivitas dan Praktikalitas Model Pembelajaran Microteaching Tadaluring
Menghadapi era Masyarakat Ekonomi Assean (MEA), dunia
pendidikan dihadapkan kepada berbagai tantangan dan peluang.
Tantangan utama di sektor pendidikan yaitu tuntutan terhadap tenaga
kerja yang professional. Guru sebagai tenaga kerja profesional dituntut
memiliki berbagai kompetensi dan kualifikasi pendidikan dalam
menjalankan profesinya. Kompetensi yang dimaksud yaitu pedagogik,
professional, sosial dan personal. Keempat kompetensi tersebut harus
dimiliki oleh guru sehingga mampu bersaing di pasar kerja abad 21 ini.
Dengan diberlakukannya MEA, peluang guru professional dalam
mendapatkan lapangan kerja terbuka luas tanpa batas atau sekat negara
lagi.
Indonesia sebagai salah satu negara tergabung dalam MEA
tersebut harus siap mengahadapi globalisasi dimaksud. Untuk itu
lembaga pendidikan dan tenaga kependidikan (LPTK) sebagai lembaga
yang menghasilkan guru-guru profesional sudah saatnya mempersiapkan
diri dalam menghadapi MEA tesebut, agar para lulusan lembaga
pendidikan yang ada di Indonesia dapat bersaing dengan masyarakat
Asean lainnya. Karena salah satu tantangan dalam menghadapi
Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yaitu bidang tenaga kerja sektor
pendidikan. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan mutu
pendidikan dan lulusan yang professional salah satu adalah melalui
pengutan pre-service dan in-service terhadap para calon guru dan guru,sehingga mampu bersaing dengan tenaga kerja dari berbagai negara yang
tergabung di dalam MEA
TASAWUF DAN PSIKOLOGI : Tinjauan Psikologi Kesehatan Mental Terhadap Konsep Maqâm dan Hâl dalam Tasawuf Ibn ‘Arabi
Buku yang berjudul: “Tasawuf dan Psikologi : Tinjauan Psikologis Kesehatan Mental dan Maqâm dan Hâl dalam Tasawuf Ibn ‘Arabi ini mengkaji tentang konsep maqâm dan hâl dalam tasawuf Ibn ‘Arabi dalam melahirkan kepribadian dan mental yang sehat sesuai dengan tinjauan psikologis dan prinsip-prinsip kesehatan mental.
Ide penulisan buku ini dilatarbelakangi oleh perjalanan sejarah tasawuf yang panjang, dan tidak luput dari kecurigaan dan kecaman dari golongan Islam ortodoks. Tasawuf dituduh sebagai pengalaman keagamaan yang zindik, bid’ah bahkan secara ektsrim dianggap sebagai pengalaman seseorang yang mengidap sakit jiwa. Faktor utama penyebab munculnya tuduhan tersebut karena pengalaman tasawuf merupakan pengalaman individu yang sulit dikomunikasikan. Dengan demikian tidak berdasarkan pada proses dan pengaruhnya secara kejiwaan. Konstruksi tasawuf yang lebih berorientasi pada peningkatan kepribadian dan mental sangat dibutuhkan untuk menjawab tuduhan di atas. Ibn ‘Arabi sebagai sufi besar, dalam konstelasi tasawufnya tidak hanya berbicara tentang persoalan metafisik, tapi juga konsern dalam peningkatan kepribadian dan mental yang sehat. Melalui ajaran maqâm dan hâl, sufi Andalusia ini berpendapat bahwa peningkatan penghayatan dan pengalaman dalam tasawuf berbanding lurus dengan peningkatan kepribadian dan mental yang sehat.
Adapun kesimpulan buku ini, pertama, maqâm merupakan tingkatan spiritual yang dijalani oleh sufi, sedangkah hâl adalah kondisi kejiwaan tertentu sebagai hasil dari menjalani proses maqâm. Kedua, dimensi psikologis dalam maqâm dan hâl merupakan pengalaman dan kesadaran batin yang dialami seorang sufi ketika sampai pada tingkatan tertentu dalam tingkat-tingkat tersebut. Ketiga, Sedangkan dari sudut kesehatan mental, maqâm dan hâl merupakan terapi yang memuat prinsip-prinsip pengembangan kepribadian dan mental yang sehat
MAKNA AL-KADZIB MENURUT AL-QUR‘AN (STUDI TAFSIR TEMATIK)
Al-Quran adalah pedoman hidup bagi seluruh umat manusia, di dalamnya berisi segala hal yg dibutuhkan oleh manusia, al-quran membahas dan menjelaskan segala sesuatu, diantaranya tentang persoalan kazib dalam al-quran. Penelitian ini bertujuan untuk menngetahui dan mendeskripsiakn beberapa makna al-kazaib yg terdapat dalam al-quran. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan, dimana penulis merujuk kepada ayat-ayat tentang al-kazib, kemudian dibantu dengan kitab-kitab tafsir, lalu penulis menganalisis pendapat para ulama tafsir tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, makna al-kazib dalam al-quran adalah menurut etimologi yaitu memberitakan sesuatu yg bertentangan dengan realita yg sebanarnya , adapun menurut terminologi maka makna al-Kadzib berarti kufur, berupa pengingkaran dan pendustaan terhadap ayat-ayat Allah, walaupun tidak semua bentuk al-Kadzib yang digambarkan al-Qur‘an bermakna kufur, karena ada beberapa bentuk al-Kadzib mempunyai makna lain seperti makna Munafik. Kalau al-Kadzib yang bermakna kufur biasanya ditujukan kepada orang-orang kafir dengan kekufurannya.. Oleh sebab itu, sebagai umat Islam, hendaklah dijauhi sifat yg tercela ini, karema orang yg sering melakukan al-kazib, maka dia nanti akan ditempatkan di dalam api nerak
Hasil Turnitin Buku "Bung Hatta dan Pendidikan Karakter"
Bung Hatta dan Pendidikan Karakte