JURNAL GALUNG TROPIKA
Not a member yet
401 research outputs found
Sort by
DAYA SAING INDUSTRI BUDIDAYA RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii)
Penelitian dilaksanakan di kabupaten pangkep, Barru, Takalar, Jeneponto, Bantaeng dan Bulukumba dengan pertimbangan bahwa kabupaten tersebut merupakan sentra pengembangan rumput laut di Sulawesi Selatan. Populasi dalam penelitian adalah petani yang mengusahan budidaya rumput laut Eucheunema cottonii di kabupaten pangkep, Barru, Takalar, Jeneponto, Bantaeng dan Bulukumba. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah petani yang berusaha dalam industri budidaya rumput laut Eucheuma cottonii. Sampel diambil dengan dengan menggunakan teknik stratified random sampling. Setelah penetapan sampel, selanjunya diberikan penomoran pada petani yang berusaha pada industri budiadaya rumput laut Eucheuma cottonii pada masing masing kabupaten. Cara pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: (1) Observasi, yaitu pengambilan data pada saat penelitian dengan pencatatan secara sistematik; (2) Interview, yaitu wawancara langsung dengan teknisi maupun bagian administrasi perusahaan; (3) Dokumentasi, adalah metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengambil dokumen-dokumen yang berkaitan dengan penelitian. Beberapa Indikator Hasil Analisis dari Matriks PAM diantaranya adalah: (1) Analisis Keuntungan terdiri dari (a) Private Provitability (PP) (b) Social Provitability (SP); (2) Keunggulan Kompetitif (Private Cost Ratio, PCR) dan Komparatif (Domestic Resource Cost Ratio, DRCR); dan (3) Dampak Kebijakan Pemerintah
ANALISIS PENDAPATAN PETANI TAMBAK IKAN BANDENG DI DESA BULU CINDEA BIRINGKASSI KECAMATAN BUNGORO KABUPATEN PANGKEP SULAWESI SELATAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pendapatan petani tambak ikan bandeng, berapa besar tingkat keutungan, faktor – faktor yang mempengaruhi pendapatan, dan upaya yang dilakukan petani tambak dalam mempengaruhi pendapatan . Adapun kegunaanya yaitu diharapkan dapat dijadikan sebagai acuan dalam menjalankan suatu usaha. Bahwasanya suatu usaha yang dijalankan tentunya diharapkan dapat memberi keuntungan sehingga diperlukan adanya analisis pendapatan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan suatu usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha budidaya ikan bandeng di Desa Bulu Cindea Biringkassi Kecamatan Bungoro Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan merupakan daerah potensial untuk ikan bandeng, khususnya daerah Pangkep itu sendiri merupakan salah satu usaha yang menguntungkan dan layak untuk dilanjutkan. Hal ini dapat dilihat dari tingkat pendapatan/ha/siklus yaitu sebesar Rp 5.657.318 yang tentunya memberi keuntungan karena berdasarkan hasil perhitungan R/C Ratio menunjukkan 2,11 > 1. Selanjutnya faktor – faktor yang mempengaruhi tingkat pendapatan meliputi : luas lahan, jumlah penebaran, tingkat kematian, harga beli bahan baku (nener) serta alat dan bahan, harga jual, jumlah siklus per tahun, dan jangka waktu budidaya per siklus. Upaya yang dilakukan petani tambak yaitu dengan memperbaiki pengelolaan lahan tambak setelah panen dan mempertahankan kualitas ikan bandeng serta melakukan proses budidaya ikan bandeng sebaik mungkin
ANALISIS KANDUNGAN PROTEIN KASAR (PK) DAN SERAT KASAR KOMBINASI RUMPUT GAJAH (PANNISETUM PURPUREUM) DAN TUMPI JAGUNG YANG TERFERMENTASI
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh fermentasi kombinasi rumput gajah dan tumpi jagung dengan Trichoderma sp. terhadap kandungan protein kasar (PK) dan serat kasar (SK). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan ulangan sebanyak tiga kali dan tiga taraf perlakuan yaitu R0= kontrol 100% rumput gajah, R1= 90% rumput gajah + 10% tumpi jagung (Trichoderma sp.), R2= 80% rumput gajah + 20% tumpi jagung (Trichoderma sp.) dan, R3= 70% rumput gajah + 30% tumpi jagung (Trichoderma sp.). Kandungan protein kasar kombinasi rumput gajah dan tumpi jagung yang terfermentasi tidak berpengaruh nyata, walaupun demikian tetapi tetap mengalami peningkatan kandungan protein kasar. Yang tertinggi ke terendah adalah R2 (10,00%), R3 (9,98%), R0 (9,85%) dan R1 (9,39%). Hasil analisis ragam kandungan serat kasar kombinasi rumput gajah dan tumpi jagung yang terfermentasi, memperlihatkan sangat berpengaruh nyata. Kandungan serat kasar dari yang tertinggi ke terendah adalah R0 (33,99%), R2 (28,01%), R3 (025,27%) dan R1 (24,48%). Perlakuan R0 berbeda nyata terhadap perlakuan R1, R2 dan R3 tetapi perlakuan R1,R2 dan R3 tidak berbeda nyata. Kandungan protein kasar rumput gajah dan tumpi jagung yang terfermentasi yang tertinggi adalah 80% rumput gajah + 20% tumpi jagung dan kandungan serat kasar rumput gajah dan tumpi jagung yang terfermentasi yang terendah adalah 90% rumput gajah + 10% tumpi jagung
EFEKTIFITAS KINERJA MESIN BALL MILL PADA FORMULA COKELAT BERDASARKAN PERBANDINGAN SUHU DAN RPM (ROTATION PER MINUTE)
Kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan yang sangat potensial sebagai sumber devisa dan memiliki prospek cerah di masa depan. Sementara itu, produksi kakao dunia terkonsentrasi di tujuan countries.The beberapa tes ini Mengetahui tingkat kehalusan formula cokelat berdasarkan suhu mesin dan bal putaran roda mill per menit (rpm). Pada 70 0C diperoleh merapikan waktu tercepat di lap 94 putaran roda per menit (RPM) dengan waktu smoothing dari 480 menit atau 8 jam cokelat kehalusan mencapai 20 lm sementara 94 putaran roda per menit (rpm). Sedangkan pada 80 0C meraih waktu tercepat di lap 68 rpm dengan waktu 9 jam.suhu smoothing smoothing standar yang baik untuk digunakan adalah pada suhu 70 0C sampai 94 rpm dalam waktu 8 jam
KANDUNGAN KALSIUM DAN POSPOR KOMBINASI PAKAN RUMPUT GAJAH DAN TUMPI JAGUNG YANG TERFERMENTASI
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengaruh fermentasi kombinasi rumput gajah dan tumpi jagung dengan Trichoderma sp. terhadap kandungan kalsium (Ca) danPospor (P).Penelitian ini dilakukan berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan, 3 ulangan (Gazperz, 1991), sehingga ada 12 satuan percobaan, adapun susunannya sebagai berikut :R0 = 100% Rumput gajah, R1 = (90% Rumput gajah + 10% tumpi jagung) Terfermentasi, R2 = ( 80% Rumput gajah + 20% tumpi jagung) Terfermentasi danR3 = (70% Rumput gajah + 30% tumpi jagung) Terfermen. Trichoderma sp yang akan diberikan diaktifkan dulu dengan melarutkannya ke dalam air yang steril dengan volume yang disesuaikan dengan kadar air pakan yang akan difermentasi. Rumput gajah + tumpi jagung dicampur dengan Trichoderma sp sampai merata sesuai perlakuan, lalu difermentasi selama 4 hari. Sampel dari masing-masing perlakuan diambil sebelum dan setelah fermentasi untuk dilakukan analisa kualitas dan nutrisi fermentasi di laboratorium. Perlakuan fermentasi rumput gajah dan tumpi jagung R0 menghasilkan rata-rata kandungan kalsium (Ca) tertinggi (1,16%) dan (R3) menghasilkan rata-rata kandungan kalsium (Ca) terendah (0,90%). Dari hasil tersebut menunjukan bahwa bahan tanpa perlakuan lebih tinggi kandungan kalsium (Ca) dibandingkan dengan bahan yang diberikan perlakuan, tetapi hasil tersebut sudah memenuhi kebutuhan pada ternak ruminansia. Kebutuhan kandungan kalsium (Ca) untuk ternak ruminansia terendah mencapai 0,5%, sementara kandungan fospor (P) fermentasi rumput gajah dan tumpi jagung memperlihatkan rataan tertinggi pada (R0) yaitu (0,68%) dan terendah pada R3 (0,42%), maka dengan pemberian Trichoderma sp. Belum dapat meningkatkan kandungan fospor (P) secara optimal, tetapi Ini sudah dapat memenuhi kebutuhan ternak ruminansia dengan rasio kandungan Ca : P adalah 2 : 1 (Parakkasi 1999)
KUALITAS KARKAS DAN BOBOT KARKAS AYAM KAMPUNG UNGGUL BALITNAK (KUB) PADA PEMBERIAN FITOBIOTIK DENGAN KONSENTRASI YANG BERBEDA
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan fitobiotik pada air minum terhadap kualitas dan berat karkas ayam KUB. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan ulangan sebanyak tiga kali dan tiga taraf perlakuan yaitu K0 = kontrol, K1= Fitobiotik 10 cc/ liter air, K2 = Fitobiotik 15 cc/ liter air,K3 = Fitobiotik 20 cc/ liter air.Berat Karkas perlakuan K3 lebih tinggi dibanding dengan yang lainnya, perlakuan K3berpengaruh nyata dengan perlakuan K0, K1 dan K2. Rata-rata data secara biologis pada perlakuan K0, K1, K2 dan K3 yaitu masing-masing 0.43 (Kg), 0,47 (Kg), 0,48 (Kg), 0,53 (Kg). Pemberian fitobiotik pada air minum dengan konsentrasi yang berbeda, berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kualitas karkas ayam KUB. Perlakuan Fitobiotik 20 cc/l berpengaruh dibanding perlakuan lainnya. Nilai rata – Rata kualitas karkas tertinggi ke terendah adalah pada pemberian 20 cc/l (66,42 %), 15 cc/l (63,52 %), 10 cc/l(61,71 %) dan kontrol (60,28 %). Kualitas karkas terdiri dari persentase dan komposisi karkas (lemak sub kutan, serat dan daging). Perlemakan dibawah kulit relatif sedikit, aroma daging tidak amis, serat daging halus, padat, mengkilat dan karkas berwarna putih kekuning-kuningan serta bulu jarum yang sedikit.Hati nampak mengkilat, dan warna karkas segar kemerahan
MODEL PEMBINAAN TENAGA KERJA WANITA PRODUKTIF PADA RUMAHTANGGA NELAYAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KETAHANAN EKONOMI MASYARAKAT PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL
This research was aimed to obtain the empowering model of productive womenlabour as an effort to improve coastal society economics sustainability. Research was carried out for six-month from June to November 2012 in coastal and small islands of Pangkep Regency, South Sulawesi, using elaboration of data and information of field (explored field research). Each district residing in the small island and seaboard taken as a sample of household fisherman.There were50 household in total as responders. The purpose of this research is to create a model programmeof economical developmentfor society in the small islands and coastal region in term of improving their economical sustainability that are vulnerable in today’s world.Other than that, its also meant to create a development pattern of society’s alternative living source, especially for the future women’s generation in the coastal household that are still productive and has the sparetime that could be used to do much needed economical activities. The early data shown that the education level of the responders are averagely low, with majority of zero educational background or have not completed the elementary school level. And so does the variety of job that are limited to become a labour fastener of sea grassor managing the household activities only. Even on some of the other, 14% of them are still unemployed and did not have sufficient source to support their lives. Byapplicating the development programme to achieve economical sustainability, there are promising chances to explore other alternative living source in non fishery sector, with the final result of empowered women and coastal society
TINGKAT KONSUMSI BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK PADA SAPI BALI YANG DIBERI PAKAN FERMENTASI JERAMI JAGUNG DENGAN MANURE DAN JERAMI KACANG TANAH
Penelitian bertujuan mengkaji pengaruh pemberian kombinasi silase jerami jagung dengan manure ayam dan jerami kacang tanah yang akan berdampak terhadap konsumsi bahan kering dan bahan organik sapi Bali. Dilaksanakan pada Januari sampai Mei 2010. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima kombinasi perlakuan, yaitu100% silase jerami jagung + 0 % jerami kacang tanah, 80% silase jerami jagung + 20% jerami kacang tanah, silase jerami jagung + 40% jerami kacang tanah, 40% silase jerami jagung + 60% jerami kacang tanah, dan 20 % silase jerami jagung + 80 % jerami kacang tanah. Masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan kombinasi ransum silase jeramijagung yang diberi manure dan jerami kacang tanah (40 :60%) memperlihatkan pengaruh terbaik dibanding ransum lainnya. Ini tergambar dari daya cerna bahan kering, daya cerna bahan organik lebih tinggi pada ternak sapi yang diberi ransum tersebut
ISOLASI BAKTERI RHIZOSFER PADATANAMAN KACANG TANAH (ARACHIS HYPOGEA)ASAL BANTIMURUNG
Upaya mengatasi masalah kesuburan tanah dapat dilakukan dengan meningkatkan peran mikroba tanah yang bermanfaat melalui upaya peningkatan kandungan beberapa unsur hara di dalam tanah, peningkatan efisiensi penyerapan unsur hara, pengendalian patogen tular tanah melalui interaksi kompetisi, memproduksi zat pengatur tumbuh yang dapat meningkatkan perkembangan sistem perakaran tanaman, peningkatan aktivitas mikroba tanah heterotrof yang bermanfaat. Peran mikroba dalam siklus berbagai unsur hara di dalam tanah sangat penting, sehingga bila salah satu jenis mikroba tidak berfungsi maka akan terjadi ketimpangan dalam daur unsur hara di tanah. Ketersediaan unsur hara sangat berkaitan dengan aktivitas mikroba yang terlibat di dalamnya.Mikroorganisme di alam dapat dibagi menjadi mikroorganisme simbiotik dan mikroorganisme nonsimbiotik, yang hidup bebas dan mandiri dalam tanah dan memfiksasi nitrogen seperti Clostridium pasturianum dan Azotobacter .Mikroorganisme simbiotik berinteraksi dengan tanaman seperti bakteri rhizosfer dan endofit.Hasil isolasi identifikasi bakteri rhizpsfer kacang tanah isolat KCT3, KCT4, dan KCT5 tergolong kedalam bakteri Bacillus sp. Bakteri ini mempunyai ciri-ciri menampakkan warna koloni putih, gram positif, pertumbuhan anaerob negatif dan pembentukan endospora positif.. Berdasarkan uji morfologi dan fisikakimia diperoleh hasil bahwa isolat KCT4 masuk ke dalam kelompok Clostridium.Bakteri Clostridium sp. menampakkan warna koloni putih, reaksi gram positif, pertumbuhan anaerob positif, pembentukan endospora positif
PENGARUH KEPADATAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN IKAN HIAS GIRU (Amphiprion clarkii) PADA AKUARIUM
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepadatan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan Giru Amphiprion clarkii. Penelitian ini dapat berguna sebagai sumber informasi mengenai pemeliharaan dan pengembangan ikan hias laut. Metode Penelitian ini menggunakan wadah yang digunakan berupa akuarium ukuran 139 cm panjang total, dan dibagi menjadi 6 unit masing-masing dengan akuarium nya - masing-masing ukuran dari panjang 20 cm, lebar 20 cm, dan tinggi 20 cm unit. Kapal dilengkapi dengan pompa air untuk media air resirkulasi, unit blower untuk aerasi, dan unit filter. Berdasarkan analisis ragam pertumbuhan berat mutlak bahwa kepadatan yang berbeda memberikan efek yang sangat nyata. Dari hasil uji LSD menunjukkan bahwa perlakuan ikan 1 ekor/liter tidak berbeda nyata (P> 0,05) pada perlakuan ikan 2 ekor/liter, sedangkan perlakuan ikan 2 ekor/liter berbeda nyata dengan perlakuan ikan 3 ekor/liter secara signifikan menuju perlakuan ikan 4 ekor/liter. Selanjutnya, perlakuan ikan 3 ekor/liter tidak berbeda nyata dengan perlakuan 4 ekor/liter. Sedangkan pada pertumbuhan spesifik harian yang kerapatan yang berbeda juga memberikan efek yang sangat nyata. Dari hasil uji LSD menunjukkan bahwa perlakuan ikan 1 ekor/liter secara signifikan berbeda pada perlakuan ikan 2 ekor/liter, ikan 3 ekor/liter, dan ikan 4 ekor/liter. Sedangkan perlakuan ikan 2 ekor/liter tidak berbeda nyata dengan perlakuan ikan 3 ekor/liter. Selain itu, perlakuan ikan 3 ekor/litertidak berbeda nyata dengan perlakuan ikan 4 ekor/liter