JURNAL GALUNG TROPIKA
Not a member yet
401 research outputs found
Sort by
ANALISIS KECERNAAN DAN PEMANFAATAN NUTRIEN PAKAN YANG MENGANDUNG TEPUNG KEPALA UDANG PADA KERAPU BEBEK (CROMILEPTES ALTIVELIS)
This research was aimed at finding out the effect of the shrimp head meal (SHM) content found in the feed on the nutrient digestibility and utilization of humpback grouper. The research was conducted in floating net cages, and it was arranged in a completely randomized triplicate designs. The treatments in this research were the SHM contents (0 %, 10 %, 20 %, 30 %, and 40 %) found in isonitrogenous and isocaloric diets. The data of each observed variable were analysed by using a one-way analysis of variance (ANOVA) in order to identify the effects of treatments on the nutrient digestibility and utilization. The difference in the treatment effects were determined by Duncan’s multiple range test at significance level of 0.05.The result of the research revealed that the protein digestibility in control diet was not significantly different from that of the diet containing SHM 10%. The protein digestibility decreased in the diets containing SHM of 20% to 40%. Meanwhile, the highest lipid digestibility was resulted from the control diet, and it decreased when SHM contents of the diets increased. The protein utilization (the protein retention and the protein efficiency ratio) and the feed efficiency (the feed conversion ratio) in the fish fed with control diet were not significantly different from those in the fish fed with the diet containing SHM of 10%. The decrease of the protein utilization and feed efficiency started to appear when the diet content of SHM had reached the level of 20%. The highest lipid retention was resulted from the control diet. The decrease of lipid retention started to appear when the diet content of SHM had reached the level of 10%. Based on the results, 10% of SHM could be included to the diet without any reduction in the protein digestibility and utilization and feed efficiency of humpback grouper
SISTEM INFORMASI IDENTIFIKASI PENYAKIT PADA TANAMAN KEDELAI BERBASIS WEB
Penyediaan informasi tentang penyakit kedelai masih bersifat manual sehingga tidak berfungsi secara maksimal dalam penyebaran informasi baik ke petani, penyuluh, dan pengguna lainnya.Gangguan penyakit merupakan masalah penting yang dihadapi petani dalam usaha tani kedelai, selain menurunkan hasil produksi serangan penyakit juga menurunkan kualitas hasil.Oleh karena itu untuk mengetahui penyakit apa yang menyerang tanaman kedelaimaka dibutuhkan suatu sistem informasi identifikasi penyakit pada tanaman kedelai berbasis web. Metode pengembangan sistem yang digunakan mengacu pada systems development life cycle (SDLC), mulai dari investigasi, analisis,desain, dan implementasi sistem. Hasil yang diperoleh adalah sebuah sistem informasi identifikasi penyakit pada tanaman kedelai berbasis web
KEGIATAN PENANGKAPAN IKAN DI PESISIR BARAT SELATAN PULAU KEI KECIL KEPULAUAN KEI MALUKU TENGGARA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan memancing di selatan barat kepulauan Kei Kecil pulau Kei Maluku Tenggara, menjadi pelopor untuk penelitian-penelitian berikutnya dan mengembangkan kegiatan memancing di Maluku. Penelitian ini dilakukan dengan survei lapangan dengan pengambilan sampel secara sengaja (purposive sampling). Data gathering di pesisir Barat kepulauan Kei Kecil mencakup beberapa Ohoi (desa), yaitu Tetoat, Ohoi Ngursit, Ohoi Wirin, Ohoi Madwat, Ohoi Ohoibadar, Ohoi Waab, Ohoi Watngil, Ohoi Ohoira, Ohoi Ohoiren, Ohoi Somlain, Ohoi Matwaer, Ohoi Ohoidertutu, dan Ohoi Ohoitom. Data yang dikumpulkan berupa jenis dan ukuran meliputi jenis alat tangkap, ukuran alat tangkap, jenis ikan hasil tangkapan, dan daerah penangkapan. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif, menurut jenis alat tangkap. Aktivitas di selatan Pulau Kei Kecil kepulauan Kei Maluku Tenggara didominasi oleh penangkapan tradisional yaitu gill net, hand line, lift net , trap net dan jala (throwing net). Fishing ground terletak di sekitar pantai dan pulau-pulau kecil di sekitar Ohoi
KAJIAN PEMBERIAN BERBAGAI DOSIS GARAM TERHADAP KUALITAS IKAN BANDENG (CHANOS CHANOS SP.) ASIN KERING
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai dosis garam terhadap kualitas ikan bandeng asin kering. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2014, dengan bahan baku berupa ikan bandeng yang dikeringkan dengan alat pengering (dry room). Sebelum dikeringkan, ikan disiangi dan dicuci dengan menggunakan air bersih dan diberi garam berdasarkan perlakuan yang dicobakan yaitu 9%, 18%, 27% dan kontrol (tanpa garam). Untuk menguji kualitas ikan asin, dilakukan pengujian secara organoleptik. Metode uji organoleptik ikan asin kering dipakai standar uji skoring (scoring test) yaitu dengan menggunakan skala angka 1 (satu) sebagai nilai terendah dan angka 9 (sembilan) untuk nilai tertinggi. Hasil uji selanjutnya dianalisis dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan uji organoleptik terhadap ikan asin bandeng yang diberi perlakuan pemberian garam, maka hasil terbaik adalah pemberian garam sebesar 27% menyusul tanpa pemberian garam (kontrol), pemberian garam sebesar 18% dan pemberian garam sebesar 9%
ANALISIS KANDUNGAN ASAM SIANIDA (HCN) PADA KACANG KORO PEDANG (CANAVALIA ENSIFORMIS) DENGAN MENGGUNAKAN LAMA PERENDAMAN NaCL YANG BERBEDA
Tujuan peneletian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama perendaman NaCl yang berbeda terhadap kandungan asam sianida HCN pada kacang koro pedang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan ulangan tiga kali dan tiga taraf perlakuan yaitu. TO= kontrol, TI= perendaman 1 hari, T2= perendaman 3 hari, T3= perendaman 5 hari. Analisis sidik ragam memperlihatkan, perendaman dengan NaCl yang berbeda berpengaruh sangat nyata pada taraf 0,05%. Kandungan rata-rata asam sianida (HCN) tertinggi ke terendah diperoleh dari perlakuan TO (38,27 ppm), T1 (23,32 ppm), T2 (19,99 ppm), T3 (15,46). Kandungan asam sianida (HCN) yang tebaik diperoleh pada perlakuan perendaman 5 hari dengan rata-rata kandungan HCN 15,46 ppm
EFEKTIVITAS SUPLEMENTASI TEPUNG LEMPUYANG (ZINGEBER AROMATICUM VAL) DALAM RANSUM TERHADAP BERAT DAN KUALITAS KARKAS AYAM PEDAGING
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh efektivitas suplementasi tepung lempuyang (zingiber aromaticum val) dalam ransum terhadap berat dan kualitas karkas ayam pedaging. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan ulangan sebanyak tiga kali dan tiga taraf perlakuan yaitu P0 = kontrol, P1= 0,5% tepung lempuyang, P2 = 2,5% tepung lempuyang, P3 = 4,5% tepung lempuyang dan P4 = 6,5% tepung lempuyang. Berat Karkas perlakuan P3 lebih tinggi, perlakuan P3 berbeda sangat nyata dengan perlakuan P0, P1, P2 dan P4 namun perlakuan P2 tidak berbeda sangat nyata dengan perlakuan P1 dan P4. Perlakuan P0 tidak berbeda sangat nyata dengan perlakuan P1 dan P4. Berat rata-rata karkas ayam pedaging tertinggi ke terendah diperoleh dari perlakuan P3 sebesar (1,07 Kg), P2 (1,03 Kg), P4 (0,96 Kg), P1 (0,94 Kg) dan P0 (0,91 Kg). Suplementasi tepung lempuyang (zingiber aromaticum val) dalam ransum, berbeda sangat nyata pada taraf 1% terhadap kualitas karkas ayam pedaging. Perlakuan P3 berbeda sangat nyata dengan P0, namun tidak berbeda sangat nyata dengan P1, P2 dan P4. Perlakuan P0 tidak berbeda sangat nyata dengan P4 dan P1. Nilai rata – rata kualitas karkas tertinggi ke terendah adalah P3 (74,54 %), P2 (74,36 %), P4 (72,35 %), P1 (72,28 %) dan P0 (71,14%). Kualitas karkas terdiri dari persentase dan komposisi karkas (lemak sub kutan, serat dan daging). Perlemakan dibawah kulit relatif sedikit, aroma daging tidak amis, serat daging halus, padat, mengkilat dan karkas berwarna putih kekuning-kuningan. Hati nampak mengkilat, utuh (perototan kompak) dan berwarna coklat kemerah-merahan
KANDUNGAN KALSIUM (Ca) DAN FOSPOR (P) KACANG KORO PEDANG (CANAVALIA ENSIFORMIS ) SEBAGAI ALTERNATIF PAKAN KONSENTRAT PADA RANSUM TERNAK DENGAN MENGGUNAKAN LAMA PERENDAMAN NaCl YANG BERBEDA
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh perendaman NaCl terhadap kandungan kalsium (Ca) dan Fospor (P)pada kacang koro pedang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan ulangan tiga kali dan tiga taraf perlakuan yaitu . TO= kontrol, TI= perendaman 1 hari, T2= perendaman 3 hari, T3= perendaman 5 hari. perendaman kacang koro dengan menggunakan lama perendaman NaCl yang berbeda sangat nyata pada taraf 1% (P<0.01). Pada perlakuantanpa perendaman menghasilkan rata-rata kandungan kalsium 0,90%. Adapun perlakuan padaperendaman 1 hari dengan rata-rata kandungan kalsium 0,59%. Hal ini menunjukkan adanya penurunan jumlah kadar kalsium sebanyak 0,31%. Pada hasil perlakuan selanjutnya yaitu perlakuan perendaman 3 hari dengan rata-rata kandungan kalsium 0,61% . Hal ini menunjukkan penurunan kandungan kalsium sebanyak 0,29% dari perlakuan tanpaperlakuan. Adapun perlakuan perendaman 5 hari menghasilkan rata-rata 0,52%. Hal ini menunjukkan penurunan kandungan kalsium sebanyak 0,38% dari perlakuan T0. perendaman kacang koro dengan menggunakan lama perendaman NaCl yang berpengaruh sangat nyata. Pada T0 tanpa perlakuan menghasilkan rata-rata 1,10%. Perlakuan perendaman 1 hari rata-rata kandungan fospor 0,83%, ini menunjukkan adanya penurunan jumlah kadar fospor sebanyak 0,27%. Pada hasil perlakuan selanjutnya yaitu perlakuan perendaman 3 hari dengan rata-rata kandungan kalsium 0,78%,. Hal ini menunjukkan penurunan kandungan fospor sebanyak 0,32% dari tanpaperlakuan. Adapun perlakuan perendaman 5 hari, penurunan kandungan fospor sebanyak 0,33% dari perlakuantanpaperlakuandengan nilai rata-rata kandungan fospor 0,77%
PENGARUH PENAMBAHAN FUKOIDAN PADA PAKAN TERHADAP RESPON IMUN NON SPESIFIK INDUK IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS)
Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh bahan aktif fukoidan komersil pada berbagai dosis terhadap respon kekebalan induk nila (Oreochromis niloticus). Disain penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri atas 4 perlakuan (A = pakan + fukoidan komersil 0% sebagai kontrol; B = pakan + fukoidan komersil 0,1%; C = pakan + fukoidan komersil 0,2%; dan D = pakan + fukoidan komersil 0,3%) masing-masing diulang sebanyak 2 kali. Hasil penelitian menunjukkan penambahan fukoidan komersil dalam pakan akan meningkatkan respon kekebalan non spesifik pada induk ikan nila. Nilai respon kekebalan tertinggi diperoleh pada konsentrasi fukoidan komersil 0,3 %, dengan kadar haematokrit 38.8000±2.92, indeks fagositik 32.1833±3.29, total leukosit 142.67±58.97 sel/mm3, diferensial leukosit terdiri atas limfosit 90.2333±0.87%, monosit 6.0500±0.40%, dan neutrofil 24.9500±6.08%
EVALUASI PENURUNAN ANGKA MORTALITAS DAN MORBIDITAS AYAM PEDAGING YANG MENDAPATKAN PENAMBAHAN TEPUNG LEMPUYANG (ZINGIBER AROMATICUM VAL) DALAM RANSUM
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suplementasi tepung lempuyang yang berbeda pada ransum terhadap penurunan angka mortalitas dan morbiditas (penyebab penyakit) dari kematian ayam pedaging tersebut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan ulangan sebanyak tiga kali dan tiga taraf perlakuan yaitu P0=kontrol, P1=0,5% tepung lempuyang, P2=2,5% tepung lempuyang, P3=4,5% tepung lempuyang dan P4=6,5% tepung lempuyang. Angka mortalitas ayam pedaging pada perlakuan P0 (4 ekor), P1 (2 ekor) P2 (0 ekor) P3 (0 ekor) dan P4 (1 ekor). P0 (control) berpengaruh sangat nyata terhadap perlakuan P1,P2,P3 dan P4. Perlakuan P1 (2 ekor) berpengaruh nyata terhadap perlakuan P0, P2, P3 tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap perlakuan P4. Persentase morbiditas atau angka serangan penyakit adalah 7 % (7 ekor dari 90 ekor). Penyakit yang muncul selama pemeliharaan adalah Tetelo (Newcastle Disease) yang pada akhirnya menyebabkan kematian tujuh ekor ayam pedaging. Ayam yang mati akibat penyakit Tetelo (Newcastle Disease) selanjutnya dilakukan bedah bangkai oleh dokter hewan di Dinas Peternakan Kabupaten Sidrap. Berdasarkan hasil penelitian pemberian tepung lempuyang dalam ransum dengan dosis 2,5% dan 4,5% dapat meningkatkan kekebalan ayam pedaging dengan angka mortalitas 0%. Sedangkan Angka mortalitas tertinggi diperoleh perlakuan P0 yaitu 4%, dan Pemberian tepung lempuyang dengan dosis yang tepat dapat meningkatkan kekebalan ayam pedaging
KANDUNGAN KALSIUM DAN FOSPOR KOMBINASI TUMPI JAGUNG DAN JERAMI KACANG TANAH YANG TERFERMENTASI
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh fermentasi kombinasi jerami kacang tanah dan tumpi jagung dengan Trichoderma sp terhadap kandungan kalsium (Ca) dan fospor (P). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan ulangan sebanyak tiga kali dan tiga taraf perlakuan yaitu R0=kontrol 100% tumpi jagung, R1= 60% tumpi jagung + 40% jerami kacang tanah (Trichoderma sp.), R2=70% tumpi jagung + 30% jerami kacang tanah (Trichoderma sp.) dan, R3=80% tumpi jagung + 20% jerami kacang tanah (Trichoderma sp.). kandungan kalsium (Ca) kombinasi tumpi jagung dan jerami kacang tanah yang terfermentasi tidak berpengaruh nyata. Kandungan kalsium (Ca) dari yang tertinggi ke terendah adalah R2 (0,63%), R3 (0,61%), R0 (0,60%) dan R1 (0,59%). Hasil analisis ragam kandungan fospor (P) kombinasi tumpi jagung dan jerami kacang tanah yang terfermentasi, menunjukkan sangat berpengaruh nyata. Kandungan fospor berpengaruh sangat nyata terhadap kombinasi tumpi jagung dan jerami kacang tanah yang terfermentasi. Kandungan fospor (P) dari yang tertinggi ke terendah adalah R2 (0,80%), R3 (0,72%), R1 (0,60%) dan R0 (0,40%). Perlakuan R0 berpengaruh sangat nyata dengan perlakuan R1, R2 dan R3. Perlakuan R1 berpengaruh sangat nyata (P>0,01) dengan perlakuan R0 dan R2 namun tidak berbeda nyata dengan perlakuan R3. Perlakuan R2 berpengaruh sangat nyata dengan perlakuan R0 dan R1 namun tidak berbeda sangat nyata dengan perlakuan R3. Perlakuan R3 tidak berpengaruh sangat nyata dengan perlakuan R1 dan R2 namun berpengaruh sangat nyata dengan perlakuan R0