JURNAL GALUNG TROPIKA
Not a member yet
    401 research outputs found

    PENGGUNAAN ECENG GONDOK (EICHORNIA CRASSIPES) DALAM PENURUNAN KADAR LOGAM TEMBAGA (Cu) PADA PERAIRAN DANAU TEMPE KABUPATEN WAJO

    No full text
    Latar belakang penelitian ini adalah adanya kemampuan eceng gondok (Eichornia crassipes)  sebagai pembersih bagi perairan yang tercemar khususnya oleh logam berat. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dilaksanakan pada Juli hingga Agustus 2012, bertujuan untuk mengetahui pengaruh eceng gondok (Eichornia crassipes) terhadap penurunan kadar logam tembaga (Cu) pada perairan Danau Tempe Kabupaten Wajo. Parameter utama yang diukur adalah penurunan kadar logam tembaga (Cu) dalam air yang telah mendapat perlakuan dengan menggunakan eceng gondok (Eichornia crassipes), sedangkan  parameter pendukungnya adalah kualitas air antara lain suhu, pH, oksigen terlarut dan zat organik dan anorganik terlarut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar logam tembaga (Cu) mengalami penurunan  setelah diberi perlakuan eceng gondok. Penurunan optimum diperoleh dari perlakuan 6  rumpun  eceng gondok (Eichornia crassipes) pada hari ke 21  logam tembaga (Cu) turun 81% dari kadar awal dan rata-rata penurunan perminggunya adalah 0.012 Mg/L, sehingga disimpulkan bahwa semakin banyak eceng gondok  (Eichornia crassipes)  yang digunakan maka semakin cepat dan banyak kadar logam tembaga (Cu) yang diserap

    PENGARUH PIGMEN DALAM PAKAN TERHADAP KONSENTRASI DAN DISTRIBUSI KROMATOFOR PADA JARINGAN KULIT JUVENIL IKAN KOI (CYPRINUS CARPIO)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk melihat konsentrasi dan distribusi kromatofor pada jaringan kulit juvenil  ikan koi melalui pemberian pakan pembawa pigmen.  Disain yang digunakan  adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL),  terdiri atas  tiga perlakuan  dengan masing-masing dua ulangan. Perlakuan tersebut adalah  pakan tanpa bahan pigmen  (P), pakan dengan penambahan bahan pigmen asal tepung kepala udang (Q), dan pakan dengan penambahan bahan pigmen asal tepung spirulina (R).  Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa  pemberian pakan yang mengandung  bahan pigmen asal tepung spirulina menyebabkan konsentrasi dan distribusi  kromatofor  pada  jaringan  kulit  lebih tinggi dibandingkan dengan  pakan yang mengandung bahan pigmen  asal tepung kepala udang.  Konsentrasi dan distribusi kromatofor pada  jaringan  kulit yang lebih tinggi akan meningkatkan kecerahan warna juvenil ikan koi

    IDENTIFIKASI PENYAKIT DUA VARIETAS TOMAT (LICOPERSICON ESCULENTUM MILL.) YANG TERIMBAS ASAM FUSARAT TERHADAP JAMUR PATOGEN DI KABUPATEN SIDRAP

    No full text
    Tujuan penelitian untuk mengetahui indeks luas daun, gejala penyakit yang muncul akibat serangan jamur, persentase penyakit yang muncul akibat jamur, intensitas serangan jamur Fusarium Oxysporum, dan mengetahui  varietas yang tahan terhadap penyakit yang disebabkan oleh jamur. Percobaan dilakukan di kebun petani di Desa Cipo Takari Kabupaten Sidrap, dimulai pada bulan Juni sampai September 2013. Gejala penyakit yang muncul akibat serangan jamur yaitu penyakit bercak daun Alternaria, penyakit bercak daun Cercospora, dan penyakit busuk daun Phytopthora

    PENERAPAN BERBAGAI SUMBER BAHAN BAKAR DAN KONSENTRASI GARAM PADA PENGASAPAN IKAN LAYANG

    No full text
    Ikan asap merupakan salah satu metode pengawetan ikan dengan tujuan memberi rasa dan aroma ikan asap. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai bahan  bakar asap dan berbagai dosis garam yang diberikan pada ikan asap terhadap mutu ikan asap Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Program Studi Pendidikan Teknologi Pertanian Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar. Penelitian berlangsung  Juni-September 2014. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan mengaplikasikan perlakuan berupa penggunaan bahan bakar ikan asap antara tempurung kelapa dan kayu bakar, serta pemberian berbagai dosis garam. Selanjutnya, ikan yang telah diasapi dilakukan uji organoleptik untuk mengetahui mutu ikan asap. Hasil Penelitian menunjukkan penggunaan sumber bahan bakar tempurung kelapa lebih baik dari pada kayu bakar. Semakin tinggi dosis garam, semakin baik hasilnya untuk semua sumber bahan bakar

    PENGARUH PENGGUNAAN JENIS SHELTER YANG BERBEDA PADA BUBU DASAR TERHADAP HASILTANGKAPAN DI PERAIRAN KABUPATEN BARRU SULAWESI SELATAN

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penggunaan shelter yang berbedapada bubu dasar terhadap jumlah dan jenis hasil tangkapan. Penelitian dilakukan Mei sampai Oktober 2013.Penelitian lapangan serta analisis data dan penyusunan laporan, dengan lokasi fishing base research di kawasan perairan Kabupaten Barru.Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode observasi lapangan dengan menggunakan Experimental fishing. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui kegiatan penangkapan setiap hari sebanyak satu kali setting, setiap perlakuan dengan ulangan sebanyak 9 kali secara acak begantian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan shelter dari lamun berbeda nyata terhadap jumlahdanjenishasil tangkapan

    KAJIAN EFEKTIFITAS MIKROBA AZOTOBACTER SP. SEBAGAI PEMACU PERTUMBUHAN TANAMAN KAKAO (THEOBROMA CACAO L.)

    No full text
    Penggunaan rhizo-bakteri pemacu  pertumbuhan tanaman atau plant growth promoting rhizobacteria(PGPR) sebagai pupuk hayati merupakan satu sumbangan bioteknologi dalam usaha peningkatan produktivitas tanaman.Bakteri  Azotobacter spmerupakan  salah satu  rhizobacteri yang    terdapat ditanaman    perkebunan.  Bakteri ini mempunyai kemampuan dalam memproduksi  vitamin dan zat pengatur tumbuh seperti IAA, kinetin dan giberelin (Tang et al.,1983: Glick, 1995).  Selain ituBakteri inidapat memfiksasi  Nitrogen secara  nonsimbiotik dan juga  menghasilkan   polisakarida ekstraseluler,  seperti alginat dan polimer. Alginat   berfungsi melindungi nitrogenase sehingga meningkatkan fiksasi Nitrogen  (Sabra et al., 2000).Menurut Holt, et al., (1994) dan Cowan  et al. (1993) genus  Azotobacter  termasuk bakterigram  negatif, berbentuk batang, bersifat motil dannon motil. Sifat hidupnya aerob tetapi juga dapattumbuh secara anaerob fakultatif jika kelarutanoksigen menurun.Dari beberapa hasil kajian    terlihat bahwa efektifitas  bakteri azotobacter  tidak hanya dalam meningkatkan fiksasi Nitrogen tapi juga mempunyai    kemampuan  dalam meningkatkan ketersediaan P dan  berperan sebagai biokontrol yang dapatmeningkatkan kesehatan akar dan pertumbuhan tanaman melalui proteksinya terhadap  beberapa  penyakit    (Arshad dan Frankenberger,1993), Azotobacter  sp.  juga dikenalsebagai pengendali penyakit tanaman karena kemampuannya menghasilkan senyawa anti antibiotik dan antifungi  (Shende et al., 1977).Demikian pula dalam proses perkecambahan benih, tidak hanya dipengaruhi oleh  IAA tetapi juga adanya pengaruh  senyawa lain yang disintesisoleh  Azotobacter  sp.  Menurut Rao (1982), Azotobacter  sp. juga menghasilkan senyawa thiamin,riblovaflavin, pridoksin, sianokobalamin,nikotin, asam pentotenat, asam indol asetat, dan giberelin yang   berperan dalam perkecambahan biji

    STRATEGI PENGEMBANGAN RUMPUT LAUT (Kappahycus Alvarezii) DI KECAMATAN MANDALLE KABUPATEN PANGKEP

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan budidaya rumput laut Kappaphycus alvarezii di Kabupaten Pangkep. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai Setember 2013 di Kecamatan Mandalle Kabupaten Pangkep. Metode pengumpulan data terdiri atas observasi, dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah analisis SWOT.Hasil penelitian menunjukkan strategi Strength-Opportunity (SO) yang digunakan adalah memanfaatkan seluruh potensi laut yang dimiliki menjadi usaha budidaya rumput laut, pengolahan, menerapkan metode yang sesuai, mencari peluang pasar yang lebih besar serta memanfaatkan sumber tenaga kerja keluarga secara optimal. Strategi Strength-Treath (ST)  yang digunakan  adalah meningkatkan produksi dengan melakukan budidaya rumput laut tepat waktu dan metode untuk menghindari penyakit ais-ais serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan budidaya rumput laut di tingkat petani.Strategi Weakness-Opportunity (WO)  yang digunakan dengan meningkatkan kerjasama dengan lembaga penelitian dan pemerintah untuk mendapatkan bibit tahan penyakit, berbagai sumber permodalan meningkatkan kinerja kelompok.Sedangkan strategi Weakness-Treath (WT)  yang digunakan adalah memanfaatkan dukungan pemerintah serta memperbanyak mengikuti penyuluhan dan/atau pelatihan budidaya rumput laut

    EVALUASI KANDUNGAN LEMAK SUBKUTAN DAN ABDOMINAL BROILER YANG DIBERI TEPUNG LEMPUYANG (ZINGIBER AROMATICUM VAL) DAN TEPUNG KUNYIT (CURCUMA DOMESTICUM) DALAM PAKAN SUBTITUSI

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui level kombinasi tepung kunyit dan tepung lempuyang yang dapat memberi pengaruh terhadap kandungan lemak abdominan dan subkutan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak  Lengkap  (RAL) dengan ulangan sebanyak tiga kali dan  lima taraf perlakuan yaitu P0 = kontrol, P1= 0,5% tepung lempuyang + tepung kunyit 0,5%, P2 = 2,5% tepung lempuyang + tepung kunyit 0,5%, P3 =  4,5% tepung lempuyang  + tepung kunyit 0,5%  dan P4  =  6,5% tepung lempuyang  + tepung kunyit 0,5%. Persentase lemak pada perlakuan P0 dan P1 lebih tinggi, perlakuan P0 dan P1 berbeda sangat nyata dengan perlakuan P2, P3 dan P4. Perlakuan P2 tidak berbeda sangat nyata dengan perlakuan P3 dan P4. Persentase lemak  tertinggi ke terendah diperoleh dari perlakuan P0 sebesar (4,20%),  P1 (3,62%), P2 (2,27%), P4 (2,23%) dan P3 (1,61%).  Suplementasi tepung lempuyang (Zingiber  aromaticum val) dalam ransum, berbeda sangat nyata pada taraf  1% terhadap persentase ayam pedaging. Perlemakan dibawah kulit relatif sedikit dibanding lemak abdomen.  Berdasarkan hasil  penelitian diperoleh  pemberian suplementasi tepung lempuyang dan tepung kunyit dengan konsentrasi suplementasi tepung lempuyang 4,5% pada pakan dapat menurunkan persentase lemak broiler. Sedangkan persentase lemak optimun adalah perlakuan 3 (tepung lempuyang 4,5% + tepung kunyit 0,5%) yaitu 1,61%

    KAJIAN MUTU PROKSIMAT NUGGET IKAN BANDENG (CHANOS CHANOS) DENGAN PENAMBAHAN KARAGINAN RUMPUT LAUT (EUCHEUMA COTTONII )

    No full text
    Nugget merupakan salah satu bentuk produk olahan daging giling, dimana produk ini diharapkan dapat mempunyai pasaran yang cukup baik terutama bagi masyarakat yang umumnya lebih menyukai produk makanan praktis dan cepat saji (fast food).  Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Januari sampai Mei 2012, bertempat di Workshop Pengolahan Hasil Perikanan, dan Laboratorium Kimia Politeknik Pertanian Negeri Pangkep, Sulawesi Selatan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung karaginan rumput laut terhadap kandungan gizi nugget ikan bandeng (Chanos chanos) dan membandingkan dengan nugget yang berstandar SNI 01-06683-2002  juga dapat dijadikan salah satu usaha diversifikasi olahan bandeng. Nugget ikan bandeng dengan penambahan konsentrasi karaginan memiliki kadar air sebesar 48.41-51.84%, kadar lemak sebesar 1.84-6.06, kadar abu sebesar 1.51- 1.72%, kadar karbohidrat sebesar 21.48-24.86% dan kadar protein sebesar 10.43-12.25%, dan komposisi gizinya relatif tidak jauh berbeda dibanding dengan standar SNI 01-6683-2002

    ANALISIS PERAN KAPASITAS PEREMPUAN PESISIR DALAM AKTIVITAS BUDIDAYA RUMPUT LAUT (EUCHEUMA COTTONII) DI KABUPATEN TAKALAR (STUDI KASUS DI DESA PUNAGA KEC.MANGARABOMBANG)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan menganalisis peran  yang telah dan dapat dilakukan oleh perempuan pesisir dalam aktivitas baik produksi maupun pengolahan rumput laut  (pasca produksi) di Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan. Serta untuk mengkaji  strategi pemberdayaan perempuan  yang tepat  dalam meningkatkan kapasitas  peran perempuan pesisir dalam usaha budidaya  rumput laut.  Target khusus yang ingin dicapai adalah : a) Analisis peran perempuan pesisir yang terjadi selama ini baik dalam pengelolaan maupun dalam hal pengolahan hasil produksi rumput laut yang mendukung peningkatan kesejahteraan ekonomi rumah tangga, b)  Tingkat aspirasi, pengetahuan dan presepsi perempuan pesisir  dalam usaha budidaya rumput laut,  c)   Identifikasi faktor pendorong (drives), faktor tekanan (pressure) serta kebijakan pemerintah untuk memberdayakan perempuan pesisir.  Metode yang digunakan  adalah  metode  kualitatif  dan kuantitatif melalui pendekatan quisioner dan wawancara mendalam (in-depth interview), FGD (focus group  discussion) serta observasi. Hasil  penelitian menunjukkan  bahwa dalam aktivitas budidaya rumput laut,  tenaga perempuan dihargai secara ekonomi dan  social. Pembagian kerja antara kaum laki-laki dan perempuan telah terbagi secara merata ke semua anggota keluarga inti. Anak-anak, dewasa, atau orang tua, laki-laki dan perempuan telah terlibat dengan peran dan porsi yang berbeda. Resposibilitas perempuan pesisir dalam pengelolaan dan pengolahan hasil produksi rumput laut menujukkan tingkat kompetensi kognitif (pengetahuan) dan psikomotorik (keterampilan) yang masih rendah, sementara kompetensi afektif (sikap) cukup tinggi. Diperlukan peningkatan daya serap dan adopsi teknologi sebagai strategi pemberdayaan  perempuan  dalam peningkatan produksi rumput laut melalui pendidikan, pembinaan dan pelatihan keterampilan, teknologi tepat guna dan inovatif

    0

    full texts

    401

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JURNAL GALUNG TROPIKA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇