JURNAL GALUNG TROPIKA
Not a member yet
401 research outputs found
Sort by
ANALISIS BERAT DAN KUALITAS KARKAS AYAM BROILER YANG DIBERIKAN JAMU PROBIOTIK DAN TANAMAN HERBAL MELALUI AIR MINUM
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 4 taraf perlakuan. Perlakuan tersebut masing-masing sebagai berikut (1) Probiotik (Kontrol), (2) Jamu Probiotik lengkap, (3) Jamu Probiotik lengkap + Daun katuk, (4) Jamu Probiotik lengkap + Daun sirih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan jamu probiotik dan tanaman herbal pada air minum terhadap berat dan kualitas karkas ayam broiler.Analisis keragaman memperlihatkan, pemberian ramuan jamu probiotik dan tanaman herbal memperlihatkan perbedaan yang tidak nyata terhadap semua perlakuan. Berat karkas yang tertinggi diperoleh pada perlakuan pemberian jamu Probiotik lengkap terdiri dengan berat rata-rata 1,25 kg/ekor. Begitu pula dengan kualitas perlemakan sub kutan yang relatif sedikit. Pemberian ramuan jamu probiotik dan tanaman herbal (probiotik lengkap) pada air minum dapat meningkatkan berat dan kualitas karkas ayam broiler melalui zat aditif yang dikandungnya
PENGGUNAAN MIKROORGANISME LOKAL (MOL) SEBAGAI KOMPONEN PROBIOTIK UNTUK MEMPERCEPAT PERTUMBUHAN IKAN SIDAT (ANGUILLA MARMORATA)
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh mikroorganisme lokal (mol) sebagai komponen probiotik terhadap pertumbuhan ikan sidat (Anguilla marmorata) pada stadium elver. Hasil yang didapatkan diharapkan dapat menjadi bahan informasi tentang pemanfaatan mikroorganisme lokal yang diperoleh dari limbah buah-buahan dalam pakan untuk ikan sidat.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan rancangan percobaan pola Acak Lengkap. Perlakuan pada penelitian ini adalah penambahan larutan MOL ke dalam pakan ikan sidat pada taraf 2 ml/100 gram pakan (A), taraf 4 ml/100 gram pakan (B) dan taraf 6 ml/100 gram pakan (C) dan masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Ikan Sidat yang digunakan mempunyai berat rata-rata 46, 22 gram , dipelihara dalam waring 60 x 80 x 80 cm3sebanyak 9 buah dengan kepadatan 25 ekor/wadah dengan sistim air mengalir. Pemberian pakan dilakukan 2 kali setiap hari (pukul 08:00, dan 17:30 WITA).Penelitian berlangsung selama 6 minggu dan setiap minggu, ikan ditimbang untuk menyesuaikan jumlah pakan yang diberikan. Parameter yang diamati berupa pertambahan berat ikan sidat uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian mikroorganisme lokal (MOL) ke dalam pakan ikan sidat uji ternyata memberikan respon terhadap pertambahan berat ikan sidat uji. Pemberian mikroorganisme lokal pada taraf 6 ml/100 gram pakan memiliki pertambahan berat tertinggi yaitu sebesar 166,74 gram, disusul perlakuan B (147,46 gram) dan terendah pada perlakuan A (119,23 gram )
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KISAMPANG (Melicope denhamii) DALAM KONSENTRASI RENDAH TERHADAP PERKEMBANGAN STADIUM LARVA-PUPA Aedes aegypti L.
Salah satu upaya untuk mengurangi penyebaran vektor Dengue Hemmorhagic Fever (DHF) yaitu dengan penggunaan insektisida botani yang dapat mempengaruhi lama perkembangan dan tingkat kematian pradewasa Aedes aegypti L. Tanaman Kisampang (Melicope denhamii) merupakan salah satu alternatif untuk pencegahan DBD. Tanaman ini mengandung zat-zat aktif yaitu alkaloid dengan komponen utama evodiamine dan rutaecarpine. Tanaman ini juga mengandung minyak atsiri (essential oil), saponin, tanin, dan flavanoid serta senyawa lain yang diduga mempengaruhi tahap perkembangan serangga. Melalui penelitian ini diharapkan bahwa tanaman Kisampang dalam konsentrasi yang lebih rendah dari penelitian-penelitian sebelumnya, masih mampu mempengaruhi tahapan perkembangan dan tingkat kematian nyamuk Aedes aegypti L. sehingga tanaman ini masih dapat berpotensi sebagai insektisida botani. Dengan adanya upaya ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan vector nyamuk hingga mencapai tingkat dimana penularan virus epidemik tidak terjadi lagi sehingga tercapai peningkatan kesehatan masyarakat dan peningkatan produktifitas ternak.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian juvenil hormon asal ekstrak daun Kisampang (Melicope denhamii) terhadap perkembangan pradewasa nyamuk Aedes aegypti L. pada konsentrasi 10, 20, 30, 40, 50, 60, 70, 80, 90, dan 100 ppm dalam pelarut aquades, metanol dan etanol. dengan lima kali ulangan untuk masing-masing konsentrasi dan pelarut. Pengamatan dilakukan setiap 8 jam sekali. Dari hasil analisis uji statistik ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Duncan, diketahui ekstrak daun Kisampang (Melicope denhamii) mengandung zat-zat yang bersifat Juvenil Hormon (JH) sehingga berpengaruh terhadap Konsentrasi Juvenil Hormon (JH) dalam tubuh Aedes aegypti L, terlihat dari perkembangan waktu yang abnormal dengan adanya penambahan dan pengurangan waktu meskipun tidak memperlihatkan nilai yang signifikan. Diketahui pula bahwa tingkat kematian pada stadium larva dan pupa disebabkan efek insektisida daun Kisampang yang lebih besar dibandingkan efek JH pada tanaman tersebut.Berdasarkan persentase rata-rata keberhasilan larva dan pupa menjadi dewasa melalui interaksi antara daun Kisampang dan pelarut, diketahui bahwa pada pelarut metanol dan etanol persentase tersebut semakin kecil seiring dengan meningkatnya konsentrasi daun Kisampang dalam pelarut. Meskipun demikian nyamuk yang telah mencapai stadium dewasa secara otomatis telah terpapar ekstrak daun Kisampang yang berarti secara fisiologis tubuh nyamuk tersebut telah tergangggu (abnormalitas)
KAJIAN PERUBAHAN DESAIN KEMASAN PADA PRODUK BUMBU TRADISIONAL MAKASSAR
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) meninjau mekanisme perusahaan melakukan perubahan desain produk, (2) untuk melihat promosi dilakukan perusahaan pada saat perubahan produk pengepakan desain, dan (3) untuk mengidentifikasi perubahan volume penjualan sebelum dan setelah produk pengepakan desain dilakukan. Kajian ini dilakukan di UD. AL-MINAH yang terletak di Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif, sehingga digunakan data deskriptif untuk menjelaskan temuan studi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara untuk menghasilkan data primer dan pengamatan untuk menghasilkan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode tiga perubahan produk pengepakan desain (plastik polyetilen, plastik polypropilen dalam bentuk pot, dan kemasan fleksibel stand-up pouch) menyebabkan peningkatan volume penjualan produk berbagai bumbu dari UD AL-MINAH. Setiap periode perubahan desain pengemasan, perusahaan mempertimbangkan pilihan kemasan jenis melalui survei pasar, produk menunjukkan, diskusi tentang penelitian dan pengembangan dengan packing firma konsultasi desain produk. Perusahaan melakukan promosi produk melalui produk, persaingan dan iklan di media massa
KERAGAMAN STOMATA DAUN KOPI PADA BERBAGAI POHON PENAUNG SISTEM AGROFORESTRI
Keberadaan pohon penaung sebagai spesies tambahan mengakibatkan perubahan sistem fungsi yang melibatkan kemampuan adaptasi tanaman kopi itu sendiri, baik secara morfologi maupun fisiologi. Salah satunya adalah perubahan stomata sebagai substansi pertumbuhan di daun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui respon adaptasi terhadap keragaman morfologi stomata daun kopi pada berbagai pohon penaung dalam sistem agroforestri. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, dimana sampel diambil di lahan petani di Desa Baroko Kecamatan Baroko Kabupaten Enrekang yang telah menerapkan sistem agroforestri kopi. Sedangkan pengujian stomata dilakukan di Laboratorium Dasar Fak. Pertanian. Petak sampel berupa sistem penggunaan lahan (SPL) kopi naungan sederhana, SPL kopi multistrata dan tanpa naungan. Parameter pengamatan sampel pada stomata terdiri dari jumlah stomata dan kerapatan stomata.Jumlah stomata lebih banyak tanpa naungan sebanyak 76 stomata, sedang terendah adalah naungan sederhana (53 stomata) dan naungan multi strata (51 stomata). Kerapatan stomata terbanyak tanpa naungan sebesar 387,26 mm-1, sedangkan terendah pada naungan sederhana dan naungan multi strata masing-masing 270,06 mm-1 dan 259,87 mm-1. Kerapatan stomata tanpa naungan lebih padat dibandingkan tanaman kopi yang ternaungi, baik naungan sederhana maupun naungan multi strata. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jumlah stomata dan kerapatan stomata terbanyak diperoleh pada tanaman kopi tanpa naungan dibandingkan dengan kopi yang ternaungi, baik naungan sederhana maupun naungan multistrata
ANALISIS UJI TANTANG BENUR WINDU (PENAEUS MONODON FABRICIUS) YANG TELAH DIBERI PERLAKUAN PROBIOTIK DAN ANTIBIOTIK DENGAN DOSIS BERBEDA
Penelitian uji tantang benur windu (Penaeus monodon Fabricius) yang sebelumnya telah mendapatkan perlakuan pemberian probiotik Bacillus dengan dosis 0,75 mg/l, 1,0 mg/l dan 1,25 mg/l, bakteri Vibrio harveyi resisten rifamvicin 6 mg/l, serta antibiotik Oxytetracyclin, dan Erytromicin masing-masing sebesar 1 mg/l dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui ketahanan tubuh larva udang terhadap sintasan larva udang windu (Penaeus monodon Fabricius). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pada saat uji tantang larva udang dengan bakteri Vibrio harveyi pada tingkat kepadatan 105, maka perlakuan kontrol memiliki tingkat kematian tertinggi, utamanya pada awal-awal pemberian bakteri Vibrio harveyi. Sedangkan perlakuan terbaik adalah C1 (probiotik 1,25 ppm dan oxytetracycline 1 ppm) dimana pada awal perlakukan tidak banyak mengalami kematian larva, dan kematian larva tersebesar pada jam 84 setelah perlakuan
ANALISIS KETERSEDIAAN C-ORGANIK DI LAHAN KERING SETELAH DITERAPKAN BERBAGAI MODEL SISTEM PERTANIAN HEDGEROW
Lahan kering memiliki potensi besar untuk pengembangan pertanian baik tanaman pangan, hortikultura, maupun tanaman perkebunan. Bahan organik merupakan salah satu faktor pembatas yang sangat berperan untuk menambah hara dan sebagai penyangga hara di lahan kering. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kandungan C-organik tanah di lahan kering setelah diterapakan berbagai model sistem pertanian hedgerow. Pengambilan sampel tanah dilakukan pada 4 sistem pertanian, yaitu: (S1) sistem monokultur rambutan; (S2) sistem pertanian terpadu hedgerow Rambutan – Gamal; (S3) sistem pertanian hedgerow terpadu Rambutan – Gamal – jagung; (S4) Sistem Pertanian hedgerow terpadu Rambutan – jagung – gamal – rumput gajah – ternak kambing dan biogas. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tana Karaeng Kecamatan Manuju Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan. Analisis Tanah dilakukan di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Hasanuddin Makassar. Variabel pengamatan adalah kandungan C-organik tanah. Hasil analisis dinilai secara deskriptif dengan membandingkan hasil uji analisis tanah pada berbagai system pertanian hedgerow. Hasil penelitian menunjukkan perlakuansistem pertanian hedgerow rambutan – jagung – gamal – rumput – ternak dan biogas dan system pertanian hedgerow rambutan – gamal – jagung memberikan hasil terbaik terhadap kandungan C–organik pada lahan kering
EVALUASI LAHAN UNTUK DASAR PENGEMBANGAN PERTANIAN TANAMAN SEMUSIM (Kasus di Raumoco Lautem Timor Leste)
Penelitian bertujuan untuk menilai kualitas, karakteristik, potensi, kendala, kesuburan dan kesesuaian lahan untuk tanaman padi (lahan kering) dan palawija (kedelai). Evaluasi lahan untuk tujuan ini telah dilakukan survei tanah dengan sistem satuan lahan di Raumoco (sub-distrik Lautem dan Luro) distrik Lautem Timor Leste sejak Oktober 2013 hingga Januari 2015. Luas lahan yang disurvei 4603,8 ha dengan 11 satuan tanah (SPT) yang peroleh melalui proses sistem digitasi overlay peta tanah, iklim dan litologi. Tiap SPT diwakili 1 profil tanah. Sampel tanah dianalisis di laboratorium Jurusan Tanah Fakultas Pertanian UGM. Hasil klasifikasi tanah berdasarkan Kys to Soil Taxonomy (SSS, 2010), sub-distrik Lautem dan Luro termasuk Haplustalf (10,7%),Ustipsament (11,1%), Ustifluvent (5,0%), Calsiustoll (14,0%), Haplustept (40,5%) dan Haplustoll (18,7%). Tanah-tanah tersebut berkembang di bawah curah hujan 1.044,7 mm/tahun, suhu udara rata-rata berkisar 22,1-30,9oC dengan regim suhu isotermik dan kelembaban tanah ustik. Aspek tanah dan iklim serta faktor lingkungan fisik lainnya (lereng, batuan, erosi dan banjir). Penilaian kesuburan tanah dengan sistem FCC, sub-distrik Lautem dan Luro tergolong rendah sampai tinggi. Persentasi luas lahan tergolong kesuburan tanah rendah (R)= 21,6%, sedang (S) = 37,9% dan tinggi (T) = 40,5%. Kendala utama kesuburan tanah adalah kekeringan kelengasan tanah; evaluasi kesesuaian lahan dengan sistem Sys dan LPT Bogor. Hasil penilaian kesesuaian lahan untuk padi, dan kedelai dengan sistim Sys masing-masing 72,5% sesuai (S) dan 27,5% tidak sesuai (N) pada kondisi aktualdan potensial. Kesesuaian lahan untuk tanaman tersebut pada kondisi aktual terdapat 16,2% S dan 83,9% N berubah menjadi 25,3% S dan 74,7% N seetelah adanya perbaikan lahan (potensial). Usaha perbaikan lahan mampu meningkatkan kelas kesesuaian lahan sebesar 9,2%. Informasi kesuburan tanah dan kesesuaian lahan sebagai dasar dalam pengembangan tanaman terpilih dalam penilitian ini di Lautem dan Luroterutama di SPT-17 dan 18 dengan mempertimbangkan kendala utama kesuburan tanah. Perlu adanya irigasi tambahan dan penanaman palawija di awal musim hujan dengan pola tanam tumpang sari
KAJIAN POTENSI LIMBAH PERTANIAN SEBAGAI PAKAN TERNAK SAPI POTONG DI KOTA PARE-PARE
Kota Parepare memiliki luas lahan pertanian mencapai 7.505 hektar. Luasan lahan pertanian ini akan menghasilkan produk limbah pertanian. Terkait dengan pengembangan pakan ternak, maka diarahkan untuk dapat mengoptimalkan pemanfaatan bahan baku pakan lokal bersumber dari limbah pertanian. Limbah pertanian dapat dimanfaatkan sebagai pakan pengganti hijauan yang ketersediaannya terbatas pada ternak sapi potong. Olehnya itu perlu dilakukan penelitian tentang Kajian Potensi Limbah Pertanian Sebagai Pakan Ternak Sapi Potong Di Kota Parepare. Penelitian bertujuan untuk mengetahui potensi dan daya dukung limbah pertanian sebagai sumber pakan ternak sapi potong di Kota Parepare dengan cara menghitung besarnya potensi pengembangan ternak sapi potong dan daya dukung lahan. Hasil yang diperoleh bahwa daya dukung limbah tanaman pangan di Kota Parepare dapat menampung dan menyediakan pakan untuk kebutuhan ternak sapi potong berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan bahan kering (BK) yaitu sebesar 688,43 ST (satuan ternak)
PENGARUH PARTIKEL LUMPUR TERHADAP TINGKAT KONSUMSI PAKAN UDANG WINDU (PENAEUS MONODON) DALAM WADAH TERKONTROL
Udang windu merupakan salah satu sumber daya perikanan yang potensial untuk dikembangkan karena mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Kekeruhan air tambak merupakan salah satu faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan udang windu. Kekeruhan air dapat menutupi insang udang windu sehingga mengganggu pernapasan dan dapat menghalangi masuknya sinar matahari di dalam tambak yang dibutuhkan oleh fitoplankton untuk proses fotosintesa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi partikel lumpur terhadap konsumsi pakan alami udang windu di dalam tambak. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan hewan uji benih udang windu kisaran berat 0,04 – 0,13 g/ekor , jumlah udang uji setiap wadah 10 ekor dengan kepadatan 5 ekor/liter. Pakan yang diberikan adalah Artemia salina dengan kepadatan 20 ekor/ml air. Konsentrasi partikel lumpur yang digunakan adalah 0 ppm, 25 ppm, 50 ppm dan 75 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan jumlah pakan yang dikonsumsi oleh udang windu pada setiap perlakuan. Konsentrasi partikel lumpur yang lebih tinggi mengakibatkan tingkat konsumsi pakan udang windu lebih sedikit. Hasil pengamatan konsumsi pakan setiap perlakuan adalah : A (rata-rata 9,5 ekor/ml/hari), B (rata-rata 9,2 ekor/ml/hari), C (rata-rata 8,7 ekor/ml/hari) dan D (rata-rata 7,9 ekor/ml/hari). Konsentarsi partikel lumpur 0 – 75 ppm yang dicobakan hanya berpengaruh negatif terhadap konsumsi pakan dan pertumbuhan tapi tidak berpengaruh pada tingkat kelangsungan hidup udang windu