JURNAL GALUNG TROPIKA
Not a member yet
    401 research outputs found

    ANALISIS USAHATANI INTEGRASI ANTARA TANAMAN TERUBUK (SACCHARUM EDULE HASSKARL) DENGAN TERNAK SAPI

    No full text
    Tanaman terubuk selain dikonsumsi sebagai sayuran, terubuk juga mempunyai potensi sebagai pakan yang dapat mengatasi kendala utama yang dihadapi petani dalam meningkatkan produktivitas sapi, sehingga dapat diupayakan untuk menjadi salah satu alternatif dalam meningkatkan kesejahteraan petani dengan melakukan usahatani terpadu. Penelitian ini bertujuan : Menganalisis besar pendapatan dari usaha tani integrasi terubuk dengan usaha ternak sapi di Kecamatan Luwuk Timur Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Luwuk Timur Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah pada bulan maret - mei 2013. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Jumlah Populasi 30 orang yang terdiri dari 15 petani dan 15 peternak. Data dikumpulkan dengan cara: Untuk Menganalisis pendapatan dari usaha tani integrasi terubuk dengan usaha ternak sapi dengan menggunakan rumus Pd = TR – TC. Hasil penelitian adalah Besar pendapatan dari Integrasi usaha tani terubuk dengan usaha ternak sapi adalah sebesar Rp. 20,605,800/ha/ekor/tahun.

    STRUKTUR POPULASI IKAN KEMBUNG LELAKI (RASTRELLIGER KANAGURTA) YANG TERTANGKAP DI PERAIRAN PANCANA KABUPATEN BARRU

    No full text
    Ikan kembung lelaki telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat Kabuapaten Barru dengan menggunakan alat tangkap pukat cincin, payang, dan gillnet, sehingga diduga telah mengalami lebih tangkap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur populasi ikan kembung lelaki yang meliputi struktur umur, laju pertumbuhan, panjang maksimum, mortalitas, dan tingkat pemanfaatan. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan mengikuti penangkapan langsung nelayan pukat cincin yang beroperasi di perairan Pancana Kab. Barru. Penelitian dilakukan bulan Juni sampai Juli 2013 dan pengukuran dilakukan sebanyak 8 kali. Data yang diambil berupa data panjang cagak ikan. Sampel yang diukur berjumlah 1.081 ekor dan dianalisis menggunakan program Fisat II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panjang cagak ikan yang berhasil diukur berkisar 110-263 mm dengan struktur populasi terdiri dari tiga kelompok umur, pada modus panjang 139,70; 199,31; dan 236,52 mm. Panjang maksimum (L?) 298,29 mm, umur teoritis pada saat panjang ikan sama dengan nol (t0) adalah -0,33 tahun. Mortalitas total (Z) 3,25 pertahun, mortalitas alami (M) 0,51 pertahun, dan mortalitas penangkapan (F) 2,73 pertahun. Tingkat eksploitasi (E) 0,84 atau lebih besar dari batas optimum 0,5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perikanan kembung lelaki di perairan Kabupaten Barru telah mengalami lebih tangkap

    PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG LEMPUYANG (ZINGIBER AROMATICUM VAL) DAN TEPUNG KUNYIT (CURCUMA DOMESTICUS) TERHADAP KONSUMSI DAN KONVERSI RANSUM BROILER

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan konsentrasi pemberian tepung lempuyang (Zingiber aromaticum val) dan tepung kunyit  (Curcuma domestika) terhadap konsumsi dan konversi ransum broiler. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan ulangan sebanyak tiga kali dan lima taraf perlakuan yaitu P0 = kontrol, P1= Tepung kunyit 0,5 % + Tepung lempuyang 0,5%, P2 = Tepung kunyit 0,5 % + Tepung lempuyang 2,5%, P3 = Tepung kunyit 0,5 % + Tepung lempuyang 4,5% dan P4= Tepung kunyit 0,5 % + Tepung lempuyang 6,5%. Konsumsi ransum pada perlakuan  P3 lebih tinggi dibanding dengan yang lainnya.  Perlakuan P0, P1 dan P2 berbeda sangat nyata. Konsumsi ransum ayam broiler tertinggi diperoleh dari perlakuan P3 sebesar 0,37 disusul P2, P1, dan P0 masing-masing 0,35: 0,34, dan 0,32. Pada konversi ransum ayam broiler, pembemberian tepung Lempuyang (Zingiber aromaticum val) perlakuan P0 berbeda nyata dengan perlakuan P4, namun  tidak berbeda nyata dengan P1,P2 dan P3. Nilai rata – rata konversi ransum terrendah adalah P3 yaitu 0,63, dan tertinggi pada P1, yaitu 0,74. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa pemberian tepung lempuyang dan kunyit pada pakan dengan konsentrasi 4,5 % dapat memperbaiki konsumsi dan konversi ransum broiler serta konversi ransum yang tertinggi diperoleh dari perlakuan  tepung kunyit 0,5 % + tepung lempuyang 0,5 % dan yang terendah pada perlakuan  tepung kunyit 0,5 % + tepung lempuyang 4,5 %

    ANALISA MUTU KIMIA CHITOSAN DARI LIMBAH KULIT UDANG WINDU (Penaus monodon) SEBAGAI BAHAN PENGAWET

    No full text
    Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menentukan mutu chitosan yang telah dibuat untuk diaplikasikan sebagai bahan pengawet  produk udang beku. serta menetukan konsentrasi chitosan yang terbaik, yang mampu mempertahankan mutu berbagai jenis produk udang selama penyimpanan pada suhu beku. Chitosan  yang dihasilkan, telah memenuhi standar mutu chitosan. Kadar air  sebesar 7,09%, kadar abu sebesar  0,71%,  N-total sebesar 7,17% , Viscositas sebesar 825 cp, warna putih dengan rendemen sebesar  20,45%. Jenis produk udang dan konsentrasi chitosan berpengaruh terhadap mutu udang beku selama penyimpanan. Berdasarkan hasil uji lanjut LSD terhadap  pH,TVB, indol, semuanya berpengaruh sangat nyata (p?0,05). Konsentrasi terbaik chitosan untuk mengawetkan ke tiga jenis produk udang (head on, head off, dan peeled) adalah 0,15%, baik dari segi efisiensi maupun dari segi  parameter mutu selama penyimpanan satu bulan atau 4 pekan, yaitu total mikroba masih di bawah 5,0 x 105 cfu, pH berkisar 5-7, kadar TVB masih dalam kategori segar yaitu berkisar 10-20 mgN/100 gr, kandungan indol lebih kecil atau sama dengan 10µg/100 gr contoh berarti udang masih seg

    PENGARUH PEMBERIAN PESTISIDA ORGANIK DAN INTERVAL PENYEMPROTAN TERHADAP SERANGAN HAMA PADA BIBIT TANAMAN JABON MERAH (ANTHOCEPHALUS MACROPHYLLUS)

    No full text
    Penggunaan pestisida organik diharapkan dapat menekan pertumbuhan serangan hama dan penyakit tanaman seperti hama belalang, semut, kepik, mengendalikan bercak daun dan keriting daun. Serangan hama dan penyakit banyak terjadi pada awal masa pertumbuhan tanaman di persemaian. Fenomena serangan hama dan penyakit tanaman terjadi pada salah satu usaha pembibitan tanaman jabon merah. Salah satu pestisida organik yang murah dan ramah lingkungan yaitu pestisida organik dari urin sapi. Hal lain yang perlu diperhatikan agar meminimalisir serangan hama pada bibit tanaman yaitu adanya  pengaturan interval penyemprotan.  Penelitian dilakukan di Desa Ondo-ondolu, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai pada bulan  Juli – Agustus  2013. Bahan dan Alat yang digunakan yaitu bibit jabon merah, pestisida organik dari urin sapi, handsprayer, kamera, lup dan alat tulis menulis. Penelitian menggunakan Rancangan Spilt Plot, dengan faktor utama adalah pestisida organik dari urin sapi, terdiri dari 3 (tiga) level yaitu : 10 ml (al), 20 ml (a2) dan 30 ml (a3), masing-masing dicampur dengan 1 liter air. Anak petak adalah interval penyemprotan, terdiri dari 3 level yaitu : 2 hari sekali (b1), 4 hari sekali (b2) dan 6 hari sekali (b3). Semua kombinasi di ulang sebanyak 3 kali sehingga di peroleh 27 kombinasi perlakuan. Variabel yang diamati yaitu total serangan pada minggu pertama, kedua, ketiga dan keempat. Analisis data dengan Analisis of Variance (Anova). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pemberian pestisida organik dengan interval penyemprotan yang berbeda tidak memberikan pengaruh terhadap serangan hama yang menyerang tanaman bibit jabon merah

    ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHATANI BAWANG MERAH DI KECAMATAN ANGGERAJA KABUPATEN ENREKANG

    No full text
    Bawang merupakan salah satu komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi dalam hal pemenuhan konsumsi nasional, sumber penghasilan petani, dan potensinya sebagai sumber devisa. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat  pendapatan bawang merah di Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata petani memiliki luas lahan 0.74 hektar, dengan tingkat pendidikan sebagian besar SMA, dengan pengalaman lebih dari 5 tahun. Tingkat pendapatan petani bawang Kabupaten Anggeraja sebesar 45.16776 juta ha-1

    PEMANFAATAN DAN KEBERLANJUTAN GOSSE SEBAGAI SUMBER PROTEIN UNTUK MENDUKUNG PEMELIHARAAN ITIK INTENSIF DI KABUPATEN PANGKEP

    No full text
    Usaha ternak itik intensif mengalami kendala dalam penyediaan sumber protein secara berkelanjutan.  Jika mengharapkan dari pakan buatan, maka keuntungan sangat sulit dicapai utamanya pada skala yang kecil.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan nutrisi dari gosse, jumlah produksi dan daya dukung terhadap ternak itik. Manfaat penelitian ini adalah  ditemukannya formulasi pakan yang berbasis sumber protein dari gosse yang dapat direkomendasikan untuk para peternak itik intensif. Metode pengambilan sampel menggunakan metode bujur sangkar Latin. Parameter yang diukur adalah nilai nutrisi gosse sebagai bahan baku pembuatan pakan ternak itik. Selanjutnya menyusun  formulasi  pakan  itik dengan target protein pakan minimal 18%. Daya dukung gosse yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber protein untuk ternak itik adalah 306 ekor ha-1

    PENENTUAN HIGH DENSITY LIPOPROTEIN (HDL) PADA BEBERAPA JENIS IKAN

    No full text
    Studi yang dilakukan pada tiga spesies ikan segar yang memiliki peran penting untuk mengembangkan metode cepat dan sederhana untuk ekstraksi. Salah satu metode kerja yang efisien, reprodusibel tinggi dan praktis telah digunakan dalam penelitian ini. Jaringan yang basah dihomogenisasi dengan campuran chloroform dan metanol dalam beberapa proporsi sistem campuran larut, dengan adanya air yang berasal dari jaringan. Pengenceran dengan chloroform dan air memisahkan homogenat kedalam dua lapisan, lapisan chloroform mengandung semua komponen lipid dan lapisan methanol mengandung semua komponen non-lipid. Ekstrak lipida murni didapatkan dengan memisahkan lapisan chloroform. Hasil analisa didapatkan kandungan kolesterol dari tiga jenis ikan yang telah dianalisis masing-masing, ikan cakalang 0,0425%, ikan mas 0,0315%, ikan bandeng 0,02475%. Kadar kolesterol diatas ditentukan dengan aspek spektrofotometer sinar tampak pada panjang gelombang 630 nm

    ANALISIS SWOT DALAM MENENTUKAN STRATEGI PEMASARAN UDANG BEKU PT. MUSTIKA MINA NUSA AURORA TARAKAN, KALIMANTAN UTARA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan (lingkungan internal) serta peluang dan ancaman (lingkungan eksternal) serta merumuskan strategi pemasaran udang beku  yang tepat melalui analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities dan Threats) pada PT.  Mustika Mina Nusa Aurora Tarakan, Kalimantan Utara. Metode penelitian  yang digunakan adalah deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi kepustakaan  dan internet. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan  adalah dengan menggunakan alat analisis SWOT, maka dapat menggunakan alternatif strategi-strategi berikut : Strategi SO: Pemanfaatan produk, pengembangan SDM, Pengembangan Skala Usaha.  Strategi WO: Penambahan Tenaga Ahli. Strategi ST: Mempertahankan mutu produk, menjamin kualitas produk, produksi berkelanjutan. Strategi WT: Mempertahankan mutu produk, menjaga kepercayaan konsumen

    PENINGKATAN DAYA SAING DAN APLIKASI MUTU PADA INDUSTRI AYAM PEDAGING

    No full text
    Dalam krisis moneter seperti saat ini, pengembangan agroindustri yang mempunyai peluang dan berpotensi adalah agroindustri yang memanfaatkan bahan baku utama produk hasil pertanian dalam negeri, mengandung komponen bahan impor sekecil mungkin, dan produk yang dihasilkannya mempunyai mutu yang mampu bersaing di pasar internasional. Agroindustri yang dibangun dengan kandungan impor yang cukup tinggi ternyata merupakan industri yang rapuh karena sangat tergantung dari kuat/lemahnya nilai rupiah terhadap nilai dolar, sehingga ketika dolar menguat industri tidak sanggup membeli bahan baku impor tersebut. Keamanan pangan, masalah dan dampak penyimpangan mutu, serta kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dalam pengembangan sistem mutu industri pangan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, industri dan konsumen, yang saat ini sudah harus memulai mengantisipasinya dengan implementasi sistem mutu pangan. Karena di era pasar bebas ini industri pangan Indonesia mau tidak mau sudah harus mampu bersaing dengan derasnya arus masuk produk industri pangan negara lain yang telah mapan dalam sistem mutunya.Manajemen mutu merupakan faktor penting bagi suatu perusahaan untuk menjaga konsistensi mutu produk yang dihasilkan sesuai dengan tuntutan kebutuhan pasar, sehingga perlu dilakukan strategi manajemen mutu untuk semua tahapan proses produksi. Untuk mencapai keunggulan daya saing industri pemotongan ayam pedaging melalui keunggulan produktivitas mutu, diperlukan perumusan strategi  yang tepat. Metode analisis data untuk mengidentifikasi dan menentukan faktor-faktor bahaya pada tahapan proses produksi karkas ayam pedaging di perusahaan yang digunakan dalam manajemen mutu dilakukan dengan menggunakan metode hazard analysis critical control point (HACCP). Metode analisis data untuk menentukan prioritas alternatif strategi manajemen mutu proses produksi karkas ayam pedaging berdasarkan sistem  manajemen mutu (SMM) dan  sistem manajemen kemanan pangan (SMKP) untuk menciptakan daya saing mutu dalam industri pemotongan ayam yang berdaya saing tinggi dilakukan dengan menggunakan metode analytical hierarchy proses (AHP). Berdasarkan analisis self assessment terhadap penerapan sistem manajemen mutu menunjukkan bahwa perusahaan hanya memenuhi sebagian dari keseluruhan unsur-unsur yang terkait dengan SMM (ISO 9001:2000), yakni pada manajemen umum, manajemen sumber daya manusia dan infrastruktur, serta manajemen operasional. Di lain pihak, analisis self assessment terhadap SMKP, menunjukkan bahwa perusahaan telah memenuhi sebagian besar dari keseluruhan unsur-unsur yang terkait dengan SMKP, yakni pada kebijakan mutu, deskripsi produk, persyaratan dasar, bagan alir produksi, prosedur verifikasi, penetapan dokumentasi dan pemeliharaan pencatatan, prosedur penanganan konsumen, dan prosedur recall

    0

    full texts

    401

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JURNAL GALUNG TROPIKA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇