JURNAL GALUNG TROPIKA
Not a member yet
401 research outputs found
Sort by
SUBTITUSI PAKAN TEPUNG DAUN KELOR TERHADAP PERTUMBUHAN SINTASAN DAN KONVERSI PAKAN BENIH IKAN NILA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penggunaan subtitusi tepung daun kelor sebagai pakan terhadap sintasan dan konversi pakan benih ikan Nila (Oreocrhomis niloticus). Penelitian ini dilaksanakan di Balai Benih Ikan Pangkajene Kabupaten Sidenreng Rappang Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian menggunakan keramba waring yang ditempatkan secara acak dalam satu kolam. Perlakuan terdiri atas 5 perlakuan, yaitu 100% pakan komersil dengan subtitusi tepung daun kelor terdiri dari 25%, 50%, 75% dan 100%. Parameter yang diukur adalah sintasan dan konversi pakan benih ikan Nila. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan subtitusi tepung daun kelor 75% diperoleh nilai tertinggi untuk sintasan (99%) dan terendah pada konversi pakan (1,22 g). Penggunaan subtitusi tepung daun kelor memberi hasil terbaik untuk sintasan dan konversi pakan benih ikan Nila yaitu dengan kandungan tepung daun kelor sebesar 75%. Disarankan untuk tidak melebih batas penggunaan subtitusi tepung daun kelor agar memberikan pertumbuhan yang baik pada benih ikan Nila
KERAGAAN PEMASARAN BUAH NAGA (Hylocereus costaricensis) DENGAN PENDEKATAN STRUCTURE, CONDUCT AND PERFORMANCE (SCP)
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemasaran buah naga melalui saluran pemasaran yang diterapkan serta menganalisis efisiensi pemasaran secara analisis Market structure, Market conduct, dan Market performance (diukur dari margin pemasaran, farmer’s share, dan rasio keuntungan atas biaya). Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Toili Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah, dengan responden petani 15 orang, pedagang pengumpul 4 orang, pedagang besar I sebanyak 4 orang, pedagang besar II sebanyak 5 orang dan pedagang pengecer 30 orang (pengecer kaki lima dari Sulawesi Tengah 5 orang, dari Makassar 5 orang, supermarket 10 orang, warkop dan cafe 5 orang, serta gerai 5 orang). Penelitian menggunakan analisis deskriptif, analisis marjin, analisis farmer’s share, analisis rasio, dan analisis efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan pemasaran buah naga menggunakan 6 saluran pedagang pengumpul. Pedagang besar I dan pedagang besar II memiliki persaingan secara oligopoly, sedangkan pedagang pengecer memiliki persaingan secara monopolistik. Marjin pemasaran yang paling kecil adalah saluran pemasaran yang kedua dan ketiga. Besar marjin yang adalah Rp. 10.000/kg. Marjin yang paling besar adalah saluran pemasaran keenam dengan marjin sebesar Rp. 111.000/kg. Farmer’s Share yang paling besar diperoleh petani adalah saluran pemasaran pertama, dengan share 100%, dan yang paling kecil adalah saluran keenam yang memiliki share 11,90% terhadap petani. Saluran pemasaran pertama tidak ada biaya pemasaran. Petani menjual langsung kepada konsumen. Sedangkan rasio yang paling tinggi atas biaya-biaya yang digunakan adalah saluran pemasaran keenam sebesar 15,82%. Saluran pemasaran yang efisien ada empat, yaitu saluran pemasaran pertama (0%), kedua (2,17%), ketiga (2,4%) dan keempat (3,33%)
LAJU PENGERINGAN CHIPS MOCAF MENGGUNAKAN CABINET DRYER
Tujuan penelitian ini mengetahui untuk mengetahui karakterisasi pengeringan chips mocaf semi kering, berdasarkan persamaan koefisien laju pengeringan (k) pada berbagai temperatur dan kadar air setimbang. Penelitian mengenai temperatur pengeringan pada chips mocaf masih sedikit dilakukan. Pengeringan yang tidak tepat akan mempengaruhi proses penepungan. Alat pengering yang digunakan adalah pengering tipe rak dengan sumber panas dari kompor gas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Rancangan Acak Lengkap dengan dua faktor variabel yaitu waktu dan temperatur pengeringan. Variabel waktu yang digunakan adalah tiga taraf yaitu 1 jam, 2 jam dan 3 jam, sedangkan variabel temperatur yang digunakan juga 3 taraf yaitu 60ºC, 70ºC dan 80ºC. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggali informasi efisiensi waktu dan temperatur pengeringan terhadap kadar air chips mocaf. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan microsoft excel untuk mencari laju pengeringan, kadar air setimbang dan konstanta laju pengeringan dengan menggunakan persamaan regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa temperatur optimal yang diperoleh adalah 70ºC. Konstanta laju pengeringan puncak diperoleh pada suhu 70ºC yaitu 1,51 dengan kadar air kesetimbangan sesuai dengan syarat SNI yaitu ?13% yaitu 7,03. Nilai koefisien regresi (R2) juga menunjukkan korelasi yang sangat baik (>0,95) yaitu 0,998
EFEK LAMA PENYIMPANAN FERMENTASI JERAMI PADI OLEH TRICHODERMA SP TERHADAP KANDUNGAN PROTEIN DAN SERAT KASAR
Berbagai inovasi dan teknologi diperlukan untuk meningkatkan kualitas pakan serta mempertahankan ketersediaan pakan sehingga produksi ternak dapat ditingkatkan. Pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan merupakan suatu alternatif dalam meningkatkan ketersediaan pakan sepanjang tahun. Produksi limbah tanaman pangan sangat terkait dengan musim panen dari masing-masing komoditi tanaman pangan. Hambatan pemanfaatan jerami padi secara luas sebagai sumber pakan ternak adalah rendahnya nilai nutrisi bila dibandingkan dengan hijauan pakan. Proses lignifikasi pada struktur jaringan penyangga jerami padi menyebabkan kecernaan serat kasarnya didalam rumen rendah. Hal tersebut dapat diperbaiki dengan teknologi untuk meningkatkan nilai nutrisi jerami padi. Disadari bahwa limbah tanaman pangan (seperti jerami padi) yang akan dimanfaatkan sebagai pakan ternak harus segera mungkin disimpan (diawetkan) guna menghindari kehilangan nilai nutrisinya. Fermentasi jerami padi dengan menggunakan Trichoderma sp akan menghasilkan inovasi pakan ternak yang dapat menjadi pakan alternatif bagi peternak. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan hasil fermentasi jerami padi oleh Trichoderma sp terhadap kandungan protein kasar dan serat kasar. Ini inovasi baru dalam pemanfaatan Trichoderma sp untuk fermentasi jerami padi. Berdasarkan Hasil Penelitian menunjukkan fermentasi jerami padi memiliki kandungan protein kasar sebesar 6,05 % dengan lama penyimpanan fermentasi 3 minggu. Kandungan serat kasar terendah yaitu 28,26% pada lama penyimpanan fermentasi 2 minggu. Disimpulkan bahwa fermentasi dengan Trichoderma sp tidak dapat meningkatkan atau menurunkan nilai gizi secara keseluruhan. Fermentasi dengan lama 3 minggu mampu menaikkan kadungan protein kasar dan menurunkan bahan kering pada jerami padi
PENERAPAN FUNGSI MANAJEMEN PERENCANAAN PEMBENIHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) UNTUK MENGHASILKAN BENIH IKAN YANG BERKUALITAS
Pesatnya perkembangan budidaya ikan air tawar diperlukan upaya untuk meningkatkan produksi perikanan budidaya, khususnya pembesaran ikan. Maka diperlukan jaminan ketersediaan pasokan benih yang berkesinambungan, utamanya benih ikan nila. Olehnya itu, diperlukan adanya penerapan fungsi-fungsi manajemen pada pembenihan Ikan Nila (Oreochromis niloticus), untuk memberikan pasokan benih ikan yang berkualitas dan berkesinambungan. Metode penelitian meliputi observasi atau pengamatan langsung, wawancara, partisipasi aktif di lapangan, dan studi pustaka. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan mendeskripsikan hasil penelitian. Produksi benih ikan merupakan seperangkat prosedur untuk menghasilkan benih ikan mulai dari perencanaan sampai dengan benih siap dipasarkan, sehingga perlu adanya kegiatan manajemen agar dapat mengarahkan dan mengatur kegiatan produksi memperoleh hasil maksimal dengan cara efektif dan efisien. Penerapan fungsi manajemen perencanaan pada pembenihan ikan nila (Oreochromis niloticus) meliputi perencanaan persiapan kolam pemeliharaan induk, proses pematangan gonad, survival rate/kelangsungan hidup, pemijahan, pemanenan larva, pendederan, dan panen. Selain itu fungsi pelaksanaan dan pengawasan meliputi: Seleksi induk ikan nila, pemberian pakan, pemijahan, pemenenan larva, pendederan, dan kegiatan pasca panen
IDENTIFIKASI KOMBINASI BIOCHAR DAN KOMPOS LIMBAH TANAMAN PANGAN TERHADAP DINAMIKA SIFAT KIMIA TANAH
Degradasi lahan menyebabkan kesuburan tanah menurun. Indikasi kesuburan tanah adalah kandungan bahan organik tanah. Bahan organik tanah merupakan kunci utama kesehatan tanah baik fisik, kimia maupun biologi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat jenis komposisi biochar dan kompos yang dapat memperbaiki sifat kimia tanah yaitu C-Organik, P, N, KTK dan pH. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-Agustus 2017 di lahan kebun percobaan Fakultas Petanian, Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare dan di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah Universitas Hasanuddin.Penelitian dilakukan dalam bentuk percobaan di lapangan yang terdiri dari dua perlakuan yaitu jenis biochar dan jenis kompos dari limbah tanaman pangan. Biochar terdiri atas biochar sekam padi, biochar tongkol jagung dan biochar kacang tanah. Kompos yang terdiri atas: kompos jeramai padi, kompos berangkasan jagung dan kompos berangkasan kacang. Kombinasi perlakuan biochar dengan kompos, kemudian dimasukkan kedalam lubang biopori Analisis menggunakan metode deskriptif dengan membandingkan hasil analisis kimia tanah antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kandungan C-organik dalam tanah tertinggi diperoleh pada kombinasi biochar sekam padi dan kompos berangkasan jagung. Peningkatan kandungan P tersedia dalam tanah tertinggi pada kombinasi biochar kulit kacang tanah dengan kompos berangkasan jagung. Persentase N tertinggi dalam tanah pada kombinasi biochar jerami padi dan kompos berangkasan kacang tanah, KTK dan pH tanah tidak dipengaruhi oleh jenis kombinasi biochar dan kompos limbah tanaman pangan
INVENTARISASI JENIS – JENIS CENDAWAN PADA RHIZOSFER PERTANAMAN PADI
Mikroorganisme berguna merupakan mikroorganisme yang berperan sebagai agens hayati dan paling banyak ditemukan pada daerah rhizosfer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai jenis cendawan pada rizosfer pertanaman padi semi organik dan anorganik. Pengambilan sampel tanah pada penelitian ini dilakukan di Kabupaten Takalar pada pertanaman padi semi organik dan anorganik dan dilanjutkan di laboratorium identifikasi dan pengendalian Hayati, Jurusan Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Makassar. Metode penelitian, 10 gram sampel tanah yang telah difilter dimasukkan kedalam 90 ml air steril lalu divortex. Selanjutnya 1 ml suspensi dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang berisi 9 ml air steril kemudian divortex sampai homogen. Pengenceran berseri dilakukan hingga mendapatkan pengenceran 10?³. Dari pengenceran tersebut diambil 0,1 ml suspensi kemudian ditumbuhkan pada media PDA dan diratakan hingga kering menggunakan spatula. Diinkubasi selama 5-7 hari pada suhu 22-25°C. Cendawan-cendawan yang telah tumbuh selanjutnya diidentifikasi. Jumlah cendawan yang ditemukan pada rhizosfer pertanaman padi semi-organik yaitu sebanyak 9 isolat yaitu dari genus Fusarium sp., Aspergillus sp., Trichoderma sp. dan 2 isolat lainnya belum teridentifikasi, sedangkan pada rhizosfer pertanaman padi anorganik ditemukan 4 isolat yaitu genus Aspergillus spp. dan 1 isolat belum teridentifikasi
KARAKTERISASI ANTOSIANIN KUBIS MERAH SEBAGAI INDIKATOR PADA KEMASAN CERDAS
Penilaian kesegaran ikan yang paling mudah dilakukan adalah penilaian secara sensori meliputi penampakan, warna, aroma, dan tekstur. Selain itu dibutuhkan laboratorium memadai, alat dan bahan yang tidak dimiliki oleh setiap orang, sehingga seiring dengan perkembangan teknologi diperlukan suatu alat yang praktis untuk mendeteksi kesegaran ikan secara mudah dan cepat. Alat tersebut dapat berbentuk potongan label kecil yang ditempatkan dalam kemasan. Label cerdas ini dapat memberikan informasi kepada konsumen mengenai kualitas ikan yang dikemas dengan perubahan warna, sehingga konsumen dapat mengetahui kualitas ikan yang akan dibeli. Industri pengolahan daging banyak mengembangkan metode untuk mengevaluasi kesegaran dari produk. Salah satunya dengan menampilkan tanggal kedaluwarsa, namun ini tidak mampu memberi informasi kesalahan penyimpanan. Pengembangan kemasan cerdas berupa indikator warna antosianin dari kubis merah dapat memantau kualitas daging apabila terpapar suhu tinggi dan pada saat penyimpanan. Dalam penelitian ini dilakukan ekstraksi kubis merah untuk menghasilkan ektrak antosianin yang di diharapkan dapat digunakan sebagai film indikator warna dalam bentuk film kitosan-PVA (Polivinil Alkohol) dengan pewarna alami dari kubis merah. Metode ektraksi yaitu (1) metode Maserasi – sonikasi; (2) metode maserasi sederhana; (3) metode perebusan; dan (4) metode perebusan – kopigmentasi. Ekstrak pewarna kubis merah terbaik diperoleh dari metode maserasi – Sonikasi dengan lama ekstraksi 60 menit memiliki pH 4.63 dengan total 1553.33 mg antosianin/100 g kubis merah segar. Intensitas warna ekstrak antosianin kubis merah menunjukkan Nilai ?hue sebesar 281.4 Berdasarkan diagram Munsell, nilai ?hue ini berada pada kisaran warna ungu-biru (PB). Sedangkan Total padatan ekstrak antosianin kubis merah yang diperoleh adalah sebesar 72.22 ± 0,007%, sedangkan jumlah rendemen yang dihasilkan sebesar 28,34%. Dapat disimpulkan hasil ekstraksi dengan metode maserasi – sonikasi dapat dilanjutkan sebagai film indikator warna kubis merah. Ini dapat diterapkan sebagai kemasan cerdas untuk mendeteksi kerusakan daging
PENGGUNAAN KLON ENTRES SAMBUNG PUCUK DENGAN LAMA PERENDAMAN AIR KELAPA MUDA TERHADAP PERSENTASE DAN TINGGI TANAMAN KAKAO (Theobroma cacao L.)
Kakao menjadi komoditi ekspor Indonesia, namun belakangan ini mengalami penurunan produksi. Salah satu bentuk peningkatan produksi adalah peremajaan dengan sambung pucuk. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat keberhasilan dan pertumbuhan tanaman sambung pucuk menggunakan hormon tumbuh alami air kelapa muda pada berbagai klon entris kakao. Metode yang digunakan adalah faktorial dengan rancangan dasar acak kelompok, terdiri dari waktu perendaman air kelapa muda (0, 1, 2, dan 3 jam), serta entri kakao (Sulawesi 1, Sulawesi 2, dan ICCRI 04). Parameter yang diamatai adalah persentase keberhasilan dan tinggi tanaman. Interaksi antar perlakuan lama perendaman hormon tumbuh air kelapa muda dengan berbagai entris tidak berpengaruh nyata terhadap persentase keberhasilan dan tinggi tanaman bibit kakao, tetapi berpengaruh nyata terhadap masing-masing perlakuan. Persentase keberhasilan sambung pucuk dan tinggi tanaman yang terbaik diperoleh pada perendaman 3 jam. Persentase keberhasilan dan tinggi tanaman yang terbaik pada lama perendaman 3 jam dan klon entris Sulawesi 1
ANALISIS PENDAPATAN USAHA PENGGILINGAN DAGING DI KECAMATAN SERUYAN HILIR, KABUPATEN SERUYAN
Peningkatan pendapatan usaha penggilingan daging membutuhkan berbagai informasi terkait dengan faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan dan produktivitas. Faktor penting dalam pengelolaan sumberdaya produksi adalah faktor alam, modal, tenaga kerja, dan faktor manajemen. Tujuan penelitian untuk menganalisis tingkat pendapatan usaha penggilingan daging di Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, Provinsi Kalimantan Tengah. Penelitian dilakukan di Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan. Pemilihan responden pada penelitian ini adalah 6 orang tenaga kerja dari 3 usaha penggilingan daging yang diambil secara acak sederhana (simple random sampling) dari daftar usaha penggilingan daging yang ada di Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif dan kuantitatif berdasarkan data primer dan sekunder dari hasil penelitian. Untuk menganalisis pendapatan usaha dilakukan pencatatan terhadap seluruh penerimaan dan pengeluaran (biaya) dalam satu bulan pada bulan Juli hingga bulan Agustus tahun 2017. Pendapatan usaha merupakan hasil pengurangan antara penerimaan dengan biaya yang dikeluarkan. Penerimaan berasal dari total produksi dikalikan dengan harga jual jasa. Pengeluaran biaya pada penelitian ini terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan usaha penggilingan daging “Usaha Bersama” lebih besar dibandingkan dengan pendapatan penggilingan daging “Sumber Rejeki”, dan “Ortomoro Group”. Usaha penggilingan daging “Usaha Bersama”, “Sumber Rejeki”, dan “Ortomoro Group” layak dan menguntungkan untuk diusahakan dan dikembangkan (rasio R/C > 1)