PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir
Not a member yet
    170 research outputs found

    IDENTIFIKASI KERUSAKAN MIKROSKOP OPTIK HOTCELL 107 DI INSTALASI RADIOMETALURGI

    Full text link
    ABSTRAK IDENTIFIKASI KERUSAKAN MIKROSKOP OPTIK HOTCELL 107 DI INSTALASI RADIOMETALURGI. Telah dilakukan identifikasi kerusakan mikroskop optik hotcell 107 di Instalasi Radiometalurgi (IRM). Dokumen mikroskop optik hotcell 107 dan gambar wiring diagram digunakan untuk menganalisa dan mengidentifikasi kerusakan. Tujuan dari identifikasi ini untuk perbaikan dan penggantian suku cadang.  Hasil dari  identifikasi kerusakan diketahui bahwa catu daya sistem kontrol, catu daya  lampu optik dan motor stepper di dalam hotcell 107 mengalami kerusakan sehingga mengakibatkan tidak berfungsinya semua sistem operasi mikroskop optik. Untuk memfungsikan kembali alat ini maka, perlu dilakukan perbaikan dan penggantian suku cadang yang sesuai seperti: kapasitor, dioda bridge, dioda arus, transistor, kapasitor tantalum, dan intergrated circuit (IC). Kata kunci: catu daya, identifikasi, kerusakan, mikroskop optik, hotcel

    PEMROSESAN AWAL DATA RUNTUN WAKTU HASIL PENGUKURAN UNTUK IDENTIFIKASI SISTEM TUNGKU SINTER DEGUSSA

    Full text link
    ABSTRAK─Pemrosesan awal data merupakan langkah penting dan kritis serta memiliki dampak besar pada keberhasilan analisis atau penggunaan selanjutnya dari data. Data hasil pengukuran yang terbebas dari noise tidak pernah dapat diperoleh dalam pengukuran menggunakan sensor dilaboratorium proses kimia atau fisika karena adanya noise yang timbul dari efek termodinamika dan kuantum. Selain itu noise juga terjadi karena kesalahan transmisi, lokasi memori yang rusak, dan kesalahan timing pada konversi analog ke digital. Pada makalah ini dilakukan penelitian dan eksperimen untuk mencari parameter optimal penapisan noise spike (outlier) menggunakan median filter pada data runtun waktu input-output hasil akuisisi proses sintering. Dari hasil eksperimen diperoleh parameter optimal median filter untuk data runtun waktu input–output proses sintering adalah dengan lebar jendela pergeseran N=25. Parameter tersebut menghasilkan rasio sinyal terhadap noise (SNR) yang cukup tinggi dengan rerata 3,6685 dan rerata kesalahan kuadrat (MSE) rendah dengan rerata 0,0352 dengan tetap mempertahankan bentuk asli puncak sinyal. Dengan demikian data hasil pemrosesan awal data dapat digunakan pada proses selanjutnya yaitu identifikasi sistem menggunakan teknik cerdas dengan efisien dan akurat.   Kata Kunci – Pemrosesan awal data, runtun waktu, median filter, sintering     ABSTRACT─Data preprocessing is an important and critical step and have a huge impact on the success of the analysis or the subsequent use of the data. Measurement data with free of noise can never be obtained from the sensor measurement in chemical or physical process laboratory due to the noise arising from thermodynamics and quantum effects. In addition, noise also occurs because of a transmission error, faulty memory location, and timing errors at the analog to digital conversion. In this paper carried out research and experiments to find the optimal parameters for filtering spikes noise (outliers) using a median filter on input-output time series data that obtained from the data acquisition of the sintering process. From the experimental results obtained that median filter optimal parameter is using moving windows size N=25. These parameters produce sufficiently high Signal to Noise Ratio (SNR) with the average of 3.6685 and a low Mean Square Error (MSE) with the average of 0.0352 while maintaining the shape of the original signal peaks on the data. Thus the results of data preprocessing can be used in the next step of the data usage i.e. for system identification using intelligent technique efficiently and accurately.   Keywords – Data preprocessing, time series, median filtering, sinterin

    PENGELOLAAN ARSIP DI PUSAT TEKNOLOGI BAHAN BAKAR NUKLIR

    Full text link
    ABSTRAK PENGELOLAAN ARSIP DI PUSAT TEKNOLOGI BAHAN BAKAR NUKLIR. Pengelolaan arsip dalam suatu organisasi mutlak diperlukan, karena arsip mempunyai peranan yang sangat penting bagi kehidupan organisasi. Untuk itu arsip perlu dikelola dengan baik sehingga apabila ada pihak yang membutuhkan arsip, maka arsip dapat diberikan dengan cepat dan tepat. Tujuan dari pengelolaan arsip ialah kemudahan pencarian data, mengantisipasi kehilangan dokumen/file, mendukung keberhasilan organisasi dan apabila diperlukan data lama dapat dicari atau digunakan kembali. Metoda yang digunakan adalah mempelajari tentang pengelolaan arsip berdasarkan teori yang ada kemudian dibandingkan dengan pengelolaan arsip yang ada di Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBN). Dari perbandingan ini dapat disimpulkan, bahwa pengelolaan arsip di PTBN belum berjalan dengan baik dan perlu ditingkatan sistem pengelolaannya. Kata kunci : pengelolaan arsip, pengertian arsip, penyimpanan arsip

    PENENTUAN EFISIENSI EKSTRAKSI URANIUM PADA PROSES EKSTRAKSI URANIUM DALAM YELLOW CAKE MENGGUNAKAN TBP-KEROSIN

    Full text link
    ABSTRAK PENENTUAN  EFISIENSI  EKSTRAKSI URANIUM PADA PROSES EKSTRAKSI URANIUM  DALAM  YELLOW  CAKE MENGGUNAKAN TBP-KEROSIN. Telah  dilakukan kegiatan proses ekstraksi uranium dalam    yellow cake asal   Cogema  Perancis. Kegiatan   dilakukan untuk  menentukan efisiensi ekstraksi  uranium  yang  terekstrak ke dalam fase organik.  Jenis ekstraksi yang digunakan  adalah  ekstraksi  pelarut/cair-cair secara batch satu stage . Pelarut organik dalam proses ekstraksi ini menggunakan  TBP yang dicampur dengan kerosin. Tujuan kegiatan ini  untuk menentukan perbandingan  prosentase TBP terhadap kerosin yang paling baik untuk proses ekstraksi uranium dalam yellow cake, hal ini ditandai  dengan diperoleh efisiensi ekstraksi uranium  yang maksimal. Perbandingan prosentase  TBP - kerosin yang digunakan masing-masing adalah  30% : 70%, 40% : 60%, 50% : 50%, 60%  : 40%, 70% : 30%  dan 90% : 100%. Kandungan uranium yang berada  dalam larutan fase air  hasil proses ekstraksi dianalisis secara  titrasi potensiometri dengan metode Davies Gray. Dari hasil   proses ekstraksi diperoleh bahwa perbandingan  prosentase TBP terhadap kerosin yang paling baik  adalah = 40% : 60%. Dengan menggunakan perbandingan TBP-kerosin tersebut, efisiensi ekstraksi diperoleh  sebesar 96,48% dengan standar deviasi   ± 0,08 %   Kata kunci : ekstraksi, uranium, yellow cak

    PENGGANTIAN SLAVE ARM MS-MANIPULATOR HOTCELL UJI 02 DAN 03 IRM

    Full text link
    ABSTRAK ─ Telah dilakukan penggantian slave arm MS-Manipulator di hotcell uji 02 dan 03 di Instalasi Radiometalurgi (IRM). Penggantian ini agar 5 (lima) unit MS-manipulator yang tidak berfungsi di kedua hotcell uji tersebut, dapat digunakan kembali. Slave arm di hotcell uji 02 dan 03 menggunakan hanging device sehingga tidak dapat ditarik ke operating area. Proses penggantian meliputi; setting zero position pada master arm unit, pelepasan mekanisme pengunci slave arm dan wall tube unit, pelepasan slave arm unit yang rusak di dalam hotcell dengan power manipulator karena slave arm menggunakan hanging device, pemasangan booting baru ke slave arm unit yang baru, penarikan wall tube dari dinding hotcell bersamaan dengan master arm menggunakan stager manipulator, pemasangan slave arm unit yang baru (yang sudah dipasangi booting baru) ke wall tube dan manipulator ke dinding hotcell. Green house dibuat pada daerah kerja di operating area untuk membatasi daerah terkontaminasi. Paparan radiasi sangat rendah ke operating area, begitu juga tingkat kontaminasi pada ujung slave arm. Teknik penggantian slave arm unit ini sudah dapat dilakukan oleh staf Bidang Uji Radiometalurgi dengan mengikuti tahapannya seperti yang telah tertuang pada Instruksi Kerja No. PR 15 E05 018. MS-manipulator yang rusak di hotcell uji 02 dan 03 sudah dapat digunakan kembali. Kata Kunci – Instalasi Radiometalurgi (IRM), manipulator, penggantian slave arm unit ABSTRACT ─ The replacement of the failure slave arm unit of MS-manipulator in hot cell 02 and 03 of Radiometallurgy Installations (IRM) has been done. This replacement purposes in order to refunctioned the failure MS-manipulator (5 units) in examination hot cell 02 and 03. The slave arm unit of MS-manipulator in examination hot cell 02 and 03 using a hanging device so it is impossible to pulled the slave arm units out to the operating area. The handling process cover; setting zero position on master arm unit, release the locking mechanism between slave arm and wall tube unit, detached the failure slave arm unit that used the hanging device in hot cell using the power manipulator, installation of new booting on new slave arm unit, the drawing of wall tube and master arm unit to the operating area using manipulator stager, fixing the new slave arm unit to wall tube and the complete manipulator to the hot cell. A green house is make to cover the working area in the operating area to limit the contaminated area. Very low radiation exposure to the operating area as well as the level of contamination at the end of the slave arm. The handling of replacement techniques can be performed by the staff of Bidang Uji Radiometalurgi by following stages as has been stated in Work Instruction No. PR 15 E05 018. The MS-manipulators in examination hot cell 02 and 03 are ready for use. Key Words – Radiometallurgy Installations (IRM), manipulator, slave arm unit replacemen

    OPTIMALISASI PROSES PEMEKATAN LARUTAN UNH PADA SEKSI 600 PILOT CONVERSION PLANT

    Full text link
    ABSTRAK - Larutan yang dihasilkan selama proses pemurnian uranil nitrat ditampung dalam tangki V-404 untuk dipekatkan dengan level tetap, proses pemekatan ini diperlukan karena larutan Uranil Nitrat Heksahydrat (UNH) yang diperoleh terlalu encer sehingga larutan UNH perlu dipekatkan. Larutan UNH yang dihasilkan berasal dari proses ekstraksi yang dipekatkan dalam penguap. Pengamatan terhadap instrumen pengukuran selama proses harus baik untuk menjaga suhu penguap tetap terkendali. Hasil analisis dari proses pemekatan larutan UNH pada seksi 600 diperoleh hasil UNH pekat dengan konsentrasi uranium 131,895 g/l. Sedangkan UNH sebelum dipekatkan sebagai hasil ekstraksi yang tertampung pada V-404 B memiliki konsentrasi uranium 35,5608 g/l, dan hasil embunan untuk dilimbahkan pada V-601 memiliki konsentrasi uranium 0,4832 g/l. Proses pemekatan belum optimal dari hasil pemekatan yang diperoleh untuk nilai batas keberterimaan 180 g/l – 220 g/l, sedangkan hasil embunan sudah memenuhi nilai batas keberterimaan yaitu konsentrasi < 1 g/l. Kata Kunci - Penguapan, Pemekata

    ANALISIS KADAR URANIUM DALAM YELLOW CAKE DENGAN TITRASI SECARA POTENSIOMETRI

    Full text link
    ABSTRAK ANALISIS KADAR URANIUM DALAM YELLOW CAKE DENGAN TITRASI SECARA  POTENSIOMETRI. Telah  dilakukan analisis terhadap  yellow cake asal   Cogema, Perancis untuk mengetahui kandungan Uranium di dalam yellow cake tersebut, sehingga dapat diketahui kebutuhan HNO3 dalam proses konversi yellow cake menjadi Uranium dioksida (UO2). Analisis dilakukan dengan cara melarutkan yellow cake menggunakan HNO3 1:1 terhadap air dan selanjutnya dilakukan titrasi secara potensiometri menggunakan metode Davies Gray termodifikasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar Uranium dalam yellow cake sebesar : 77,73% dengan simpangan baku : 1,18%. Kata kunci : yellow cake, titrasi potensiometri, Uraniu

    PENENTUAN KADAR URANIUM DALAM SAMPEL YELLOW CAKE MENGGUNAKAN SPEKTROMETER GAMMA

    Full text link
    ABSTRAK–Telah dilakukan pengukuran isotop uranium dalam sampel yellow cake menggunakan spektrometer gamma. Pengukuran isotop dilakukan dengan tujuan untuk menentukan kadar uranium yang terdapat dalam yellow cake. Dengan diketahui kadar uranium dalam yellow cake tersebut maka kebutuhan HNO3 untuk pelarutan yellow cake dalam proses konversi yellow cake menjadi UO2 atau U3O8. dapat diketahui. Penentuan kadar uranium dalam yellow cake tersebut dapat ditentukan dengan mengetahui pencacahan isotop uranium menggunakan spektrometer gamma genny. Pencacahan isotop Uranium dalam yellow cake diawali dengan menimbang sampel yellow cake sebesar ± 1 gram dalam vial kaca, kemudian melakukan pencacahan selama 20000 detik. Dari pencacahan tersebut dihitung besar aktivitas dan kandungan dari masing masing isotop, sehingga kadar uranium dapat diketehui. Dari kegiatan tersebut diperoleh total kandungan isotop uranium sebesar dalam sampel uji yellow cake-1 yaitu 0.5887 gram (69.22%), 0.5611gram (65.51%) untuk kode sampel yellow cake-2 dan 0.5248 gram (60.97%) untuk sampel dengan kode yellow cake-3. Selanjutnya untuk melihat apakah penentuan kandungan isotop yang dilakukan memberikan hasil mendekati nilai benar, maka dilakukan penentuan nilai akurasi terhadap sampel standar uranium serbuk bersertifikat dari CRM. Pada penentuan nilai akurasi tersebut diperoleh nilai akurasi masing-masing isotop uranium yang terdapat dalam standar uranium bersertifikat dari CRM yaitu 1.005 - 4.552%, nilai akurasi yang diperoleh cukup baik kecil dari 5%, sehingga hasil pengukuran tersebut dapat diterima dengan tingkat kepercayaan 95%. Kata kunci–Yellow  Cake,  radioaktivitas, Spektrometer-

    PROSES RE-EKSTRAKSI URANIUM HASIL EKSTRAKSI YELLOW CAKE MENGGUNAKAN AIR HANGAT DAN ASAM NITRAT

    Full text link
    ABSTRAK PROSES RE-EKSTRAKSI URANIUM HASIL EKSTRAKSI  YELLOW CAKE MENGGUNAKAN  AIR HANGAT DAN  ASAM NITRAT. Proses re-ekstraksi uranium  hasil dari proses ekstraksi yellow cake telah dilakukan di Laboratorium Kendali Kualitas, Bidang Bahan Bakar Nuklir, Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir. Tujuan  kegiatan ini  adalah  untuk menentukan media fase air yang cocok untuk digunakan dalam proses re-ekstraksi (pengambilan kembali uranium dari fase organik) secara optimal dan hasilnya akan ditandai dengan diperoleh efisiensi re-ekstraksi yang maksimal. Proses re-ekstraksi dilakukan secara batch. Umpan yang digunakan adalah larutan uranium fase organik hasil ekstraksi yellow cake.   Media fase air yang digunakan untuk proses re-ekstraksi adalah air hangat 60oC dan asam nitrat encer. Konsentrasi asam nitrat divariasi yaitu : 0,01 N dan 0,05 N. Perbandingan fase air : fase organik = 2 : 1. Kecepatan pengadukan 800 rpm selama 30 menit. Dari kegiatan ini diperoleh hasil bahwa media fase air  yang optimum/terbaik untuk proses re-ekstraksi uranium hasil ekstraksi yellow cake adalah   air hangat 60oC dan re-ekstraksi dilakukan sampai 3 stage dengan efisiensi secara kumulatif sebesar 99,24% dengan standar deviasi ± 0,45%.   Kata kunci : efisiensi, yellow cake, re-ekstraks

    IDENTIFIKASI KERUSAKAN POWER MANIPULATOR PADA HOTCELL DI IRM

    Full text link
    ABSTRAK IDENTIFIKASI KERUSAKAN POWER MANIPULATOR PADA HOTCELL DI IRM. Telah dilakukan analisis kerusakan power manipulator di Instalasi Radiometalurgi (IRM). Dokumen power manipulator dan gambar wiring diagram digunakan untuk menganalisis dan mengidentifikasi kerusakan. Tujuan dari analisis ini untuk perbaikan dan penggantian suku cadang.  Hasil dari  identifikasi kerusakan diketahui bahwa sistem limit switch batas atas (top) tertabrak oleh gerakan naik yang terlalu berlebihan, sehingga mengakibatkan tidak berfungsinya semua sistem kendali power manipulator dan berdampak pula pada modul sistem catu daya 24 volt/DC dan modul sistem logika pada kabinet kontrol.  Untuk memfungsikan kembali alat ini maka perlu dilakukan perbaikan dan penggantian suku cadang yang sesuai seperti: kapasitor, transistor, dioda, relay dan beberapa IC, karena komponen-komponen tersebut mengalami kerusakan dan perlu penggantian. Kata kunci:  Identifikasi, limit switch, suku cadan

    154

    full texts

    170

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇