PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir
Not a member yet
    170 research outputs found

    Pemungutan Uranium Dalam Limbah Uranium Cair Menggunakan Amonium Karbonat

    Get PDF
    ABSTRAK PEMUNGUTAN URANIUM DALAM LIMBAH URANIUM CAIR MENGGUNAKAN AMONIUM  KARBONAT. Percobaan proses pemungutan uranium dalam limbah uranium cair  telah dilakukan  dengan menggunakan amonium  karbonat. Percobaan dilakukan bertujuan untuk memungut kembali uranium  dalam limbah uranium cair. Metode yang digunakan untuk proses pemungutan   uranium tersebut  adalah dengan  cara pengendapan. Sebagai umpan, digunakan  limbah uranium cair yang  berada di Laboratorium Kendali Kualitas Bidang Bahan Bakar Nuklir (BBN), PTBN. Kandungan uranium dalam limbah uranium cair tersebut adalah 0,653 g/l dengan  keasaman 3,52 N. Reagen yang digunakan untuk  pengendapan adalah  amonium karbonat [(NH4)2CO3]. Dari percobaan diperoleh hasil efisiensi pengendapan maksimum sebesar  (94,64 ± 0,06)%  dengan  kondisi   pH = 5. Kata kunci : uranium,  pengendapan, amonium  karbonat

    DAMPAK LINGKUNGAN PUSAT LISTRIK TENAGA FOSIL DAN PROSPEK PLTN SEBAGAI SUMBER ENERGI LISTRIK NASIONAL

    Get PDF
    ABSTRAKDAMPAK LINGKUNGAN PUSAT LISTRIK TENAGA FOSIL DAN PROSPEK PLTN SEBAGAI SUMBER ENERGI LISTRIK NASIONAL. Telah dilakukan pengkajian mengenai dampak lingkungan akibat pemanfaatan pembangkit listrik tenaga fosil dan prospek PLTN sebagai sumber energi listrik nasional. Metodologi yang digunakan adalah dengan melakukan analisis perbandingan dari dua objek bahasan yang didasarkan pada studi kepustakaan. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa penggunaan energi fosil memiliki dampak yang serius terhadap lingkungan seperti : menipisnya cadangan sumber daya, pemanasan global, hujan asam, dan dampak-dampak turunan yang lain seperti gelombang pasang, perubahan iklim, kerusakan ekosistem, sampai melonjaknya harga minyak dan lain-lain akan menjadi permasalahan serius dimasa mendatang. PLTN menjadi salah satu solusi dan mempunyai prospek sebagai sumber energi listrik nasional dimasa mendatang karena lebih ramah terhadap lingkungan. Dari sisi keselamatan adanya sistem pertahanan berlapis akan mencegah terjadinya kecelakaan yang fatal. Selain itu dari hasil kajian menjukkan bahwa pada kondisi normal bahaya radiasi PLTN tidak lebih tinggi dari pada pembangkit listri tenaga batubara yang merupakan energi fosil.Kata kunci : Energi, Dampak Lingkungan, PLTN

    PENENTUAN KODUKTIVITAS PANAS KOMPOSIT MATRIKS KERAMIK SILIKON KARBIDA MENGGUNAKAN DIFFERENTIAL SCANNING CALORIMETRY

    Get PDF
    ABSTRAK - Penentuan konduktivitas panas menggunakan differential scanning calorimetry (DSC) untuk komposit matriks keramik (KMK) SiC yang digunakan sebagai penukar kalor telah dilakukan menggunakan Setaram DSC 92. Untuk menentukan konduktivitas panas dengan DSC menggunakan kurva entalpi bahan sensor yang digunakan adalah Indium dengan titik leleh pada 156,6 o C yang diperhitungkan dengan memperhitungkan adanya hambatan panas dari sampel KMK SiC. Pengukuran yang diperlukan adalah ketebalan KMK SiC dan luasan permukaan bahan sensor yang bersentuhan dengan sampel KMK SiC. Dari kurva entalpi diperoleh nilai hambatan panas sampel KMK SiC yang digunakan sebesar 0,897 K/mW untuk KMK-P dan 0,867 K/mW untuk KMK-PS. Perhitungan konduktivitas panas dari hambatan panas diperoleh nilai 2,919 W/m.K untuk KMK-P dan 3,065 W/m.K untuk KMK-PS. Kata Kunci : komposit matriks keramik SiC, Konduktivitas panas, bahan sensor, differensial calorimetry ABSTRACT - Thermal conductivity of silicon carbide composite matrix ceramic (CMC) was determined by differential scanning calorimetry (DSC) using Setaram DSC 92. Thermal conductivity measurement conducted by DSC was determined by enthalpi curve of sensor material was used Indium with melting point at 156,6 o C which thermal resistance of CMC SiC calculated. Thickness of CMC SiC and area of sensor material that contact to the CMC SiC sample. Thermal resistance of CMC SiC that obtained from enthalpi curve for KMK-P at 0,897 K/mW and KMK-PS at 0,867 K/mW. Thermal conductivity value that calculater from obtained thermal resistance for KMK-P at 2,919 W/m.K and KMK-PS at 3,065 W/m.K. Keywords : composite matrix ceramic SiC, heat conductivity, sensor material, differential calorimetr

    PENGELOLAAN ARSIP PTBBN DALAM PELAKSANAAN REFORMASI BIROKRASI BATAN

    Get PDF
    ABSTRAK - PENGELOLAAN ARSIP PTBBN DALAM REFORMASI BIROKRASI BATAN bertujuan untuk memudahkan penyediaan arsip apabila dilakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan reformasi birokrasi BATAN dimana PTBBN merupakan salah satu unit kerja BATAN. Metode penulisan yang dilakukan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskritif dan telaah dokumen. Arsip mempunyai peran penting dalam kelangsungan hidup organisasi,  baik organisasi pemerintah maupun swasta. Oleh karena itu pengelolaan arsip harus dilakukan dengan baik dan benar sehingga akan menjamin ketersediaan arsip yang autentik dan terpercaya. Reformasi birokrasi dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good government) tidak bisa lepas dari arsip. Secara fisik arsip PTBBN sudah baik namun masih tersimpan di bidang-bidang dan pelaksana kegiatan, namun ada pula hasil kegiatan yang belum terekam sebagai arsip. Bukti fisik dari suatu kegiatan sebaiknya terdokumentasi dan tersimpan dengan baik sehingga apabila dalam proses monitoring dan evaluasi atau sampling terhadap PTBBN ketersediaan arsip tidak akan memakan waktu lama. Semakin kuat bukti kegiatan PTBBN dalam PMPRB BATAN maka akan menambah penilaian BATAN atau sebaliknya, semakin lemah bukti kegiatan maka PMPRB BATAN akan kecil.arsip Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir sangat membantu dalam pelaksanaan reformasi birokrasi BATAN yang dicirikan sebagai penyedia data dan infomasi manajemen yang otentik danakuntabel. Penyimpanan dokumen PMPRB sebaiknya mendapat perhatian khusus agar pada waktu dilakukan monitoring dan evaluasi atau sampling terhadap PTBBN ketersediaan bukti-bukti penilaian tidak memakan waktu lama. Kata Kunci : Arsip, PMPRB, Reformasi Birokrasi ABSTRACT - ARCHIVE MANAGEMENT OF THE CENTER FOR NUCLEAR FUEL CYCLE TECHNOLOGY IN BUREAUCRATIC REFORM IN BATAN is aimed to provide easy access to archive for monitoring and evaluation of bureaucratic reform in BATAN whose one its unit is the Center for Nuclear Fuel Cycle Technology. The method used is qualitative method using descriptive approach and documentation review. Archive has very important roles in the sustainability of an organization, either government or private organization. Therefore, archive management should be performed appropriately and correctly to ensure authentic and accountable archive availability. Bureaucratic reform in order to implement good governance is closely related to archive. In fact, archive management of the Center for Nuclear Fuel Cycle Technology is considered well managed. However, some archives are still kept at each respective division and handled by personnel in charge of activities and even there are some research results that have not been recorded as an archive. Physical evidence of an activity should be documented and stored properly so that the necessary archive can be provided timely in case monitoring and evaluation towards the Center’s archive availability take place. Strong evidence indicating that the Center has carried out the Self-Assessment of Bureaucratic Reform Implementation will improve BATAN’s grade. On the other hand, weak evidence of activities might lower BATAN’s grade in the Self-Assessment of Bureaucratic Reform Implementation. The archive of the Center for Nuclear Fuel Cycle Technology is quite useful for the implementation of bureaucratic reform in BATAN as characterized by the provision of authentic and accountable data and information of management. Document keeping of the Self-Assessment of Bureaucratic Reform Implementation should receive particular attention so that the assessment evidence can be provided immediately during monitoring, evaluation, or sampling towards the Center for Nuclear Fuel Cycle Technology.Keywords: Archives, Self-Assessment of Bureaucratic Reform Implementation, Bureaucratic Refor

    PEMANTAUAN KUALITAS UDARA DI DALAM RUANGAN HR-05 INSTALASI ELEMEN BAKAR EKSPERIMENTAL

    Get PDF
    ABSTRAK PEMANTAUAN KUALITAS UDARA DI DALAM RUANGAN HR-05 DI INSTALASI ELEMEN BAKAR EKSPERIMENTAL. Pemantauan kualitas udara di dalam ruangan Hot Room-05 (HR-05) di Instalasi Elemen Bakar Eksperimental (IEBE) telah dilakukan. Tujuan pemantauan adalah untuk mengetahui kualitas udara di dalam ruangan HR-05, antara lain konsentrasi debu, temperatur, kelembaban, dan laju ventilasi. Metoda pemantauan yang digunakan adalah mengukur konsentrasi debu, temperatur, kelembaban dan laju ventilasi di udara HR-05 pada 5 posisi yang berbeda. Konsentrasi debu yang diukur adalah PM2,5 (partikulat debu respirable), menggunakan alat Aerosol Monitor. Temperatur dan kelembaban udara diukur menggunakan alat Thermo Hygrometer, sedangkan laju ventilasi diukur menggunakan alat Digital anemometer. Kualitas udara di dalam ruangan HR-05 tersebut, kemudian dibandingkan dengan persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan Industri. Hasil pengukuran kualitas udara di dalam ruangan HR-05, sebagai berikut: konsentrasi partikulat debu respirable sebesar (0,053 ± 0,001) mg/m3, temperatur sebesar (29,60 ± 0,38) 0C, kelembaban sebesar (66,40 ± 0,50) %, laju ventilasi sebesar (0,16 ± 0,05) m/detik. Hasil pemantauan kualitas udara di dalam ruangan HR-05 di IEBE : konsentrasi partikulat debu respirable dan laju ventilasi memenuhi persyaratan, sedangkan temperatur dan kelembaban di atas batasan yang diizinkan pada persyaratan Kepmenkes R.I No. 1405/MENKES/SK/XI/2002. Kualitas udara di dalam ruangan HR-05 belum sepenuhnya memenuhi persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan Industri, sehingga perlu dilakukan upaya peningkatan pengoperasian sistem ventilasi dan aircondisioning (AC) yang optimal. Kata kunci : partikulat debu respirable, kelembaban, laju ventilasi, temperatur

    KETIDAKPASTIAN PENGUKURAN KEKASARAN PERMUKAAN KELONGSONG BAHAN BAKAR NUKLIR DENGAN ROUGHNESS TESTER SURTRONIC-25

    Get PDF
    Abstrak - Telah dilakukan perhitungan ketidakpastian pengukuran kekasaran permukaan kelongsong bahan bakar nuklir dengan Roughness Tester Surtronic-25. Tujuan dari penentuan ketidakpastian ini untuk mengetahui rentang nilai kekasaran permukaan kelongsong yang terbuat dari bahan Zirkaloi. Ketidakpastian pengukuran adalah suatu parameter yang menetapkan rentang nilai suatu pengukuran. Penyimpangan dalam pengukuran yang terjadi akibat suatu perbuatan sengaja atau tidak sengaja yang dilakukan oleh operator dalam melakukan suatu pengukuran akan menyebabkan terjadinya kesalahan. Sumber-sumber kesalahan pengukuran ini meliputi kesalahan pengukuran sampel, dan kalibrasi alat. Tahapan kegiatan analisis adalah pengukuran terhadap sampel standar dan pengukuran terhadap permukaan kelongsong selanjutnya dilakukan perhitungan terhadap nilai ketidakpastian. Dari hasil analisis dan perhitungan ketidakpastian diperoleh nilai kekasaran terbesar pada permukaan kelongsong adalah 0,468 µm dengan rentang pengukuran ± 0,0303 µm pada tingkat kepercayaan 95% sehingga rentang terbesarnya 0,4983 µm. Dengan demikian besarnya nilai kekasaran permukaan kelongsong memenuhi persyaratan untuk digunakan sebagai komponen elemen bahan bakar nuklir dengan batasan maksimum 0,80 µm. Kata Kunci : Ketidakpastian Pengukuran, Kekasaran Permukaan, Surtronic 25 Abstract - Measurement uncertainty calculation surface roughness of nuclear fuel cladding by roughnes Tester Surtronic-25 has been done. Determination of uncertainty purposed to show the range surface roughness value of cladding that made from zircaloy. Measurement uncertainty is a parameter to determined a range measurement value. Measurement deviation occured caused by accidentally or in accidentally mistakes done by an operator in measurement process. Error sources in measurement were included the sampel measurement error, and instrument calibration. Analysis steps were standard sampel measurement and surface cladding measurement, continued by calculation of uncertainty value. The results from analysis and uncertainty calculation show the highest roughness value of surface cladding at 0,468 µm with measurement range at ± 0,0303 µm with significant level at 95% so that the maximum limit value of the measurement range at 0,4983 µm. The surface roughness value of cladding was meet the requirement to be used as nuclear fuel element component that limited to 0,80 µm. Keywords : measurement uncertainty, surface roughness, surtronic 2

    PENGARUH KANDUNGAN URANIUM DALAM UMPAN TERHADAP EFISIENSI PENGENDAPAN URANIUM

    Get PDF
    ABSTRAK PENGARUH KANDUNGAN URANIUM DALAM UMPAN TERHADAP EFISIENSI  PENGENDAPAN  URANIUM. Setiap aktivitas analisis  di Laboratorium Kendali Kualitas, Bidang Bahan Bakar Nuklir selalu dihasilkan  limbah radioaktif cair. Limbah radioaktif cair di laboratorium  masih mengandung uranium yang cukup besar  ± 0,600 g U/l dengan keasamaan yang cukup besar pula. Karena uranium mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi maka perlu  usaha  untuk mengambil kembali uranium tersebut. Pada  kegiatan ini telah dilakukan upaya untuk menentukan pengaruh kandungan uranium dalam umpan terhadap efisiensi pengendapan uranium. Untuk memperoleh variasi kandungan uranium dalam umpan dilakukan dengan cara penguapan limbah radioaktif cair. Pengendapan dilakukan  menggunakan bahan pengendap amonium  karbonat pada kondisi pengendapan pH 5. Tujuan  kegiatan ini adalah untuk menentukan efisiensi pengendapan yang maksimal dengan variasi kandungan uranium yang berada dalam umpan. Variasi kandungan uranium  yang diendapkan adalah  : 0,569 g/l,  0,713 g/l, 1,179 g/l, 1,340 g/l dan 1,400 g/l.  Dari  kegiatan ini diperoleh  efisiensi pengendapan yang maksimal sebesar (96,86 ± 0,26)%  dengan kandungan uranium sebesar 1,179 g/l. Kata kunci : uranium, pengendapan, amonium  karbonat

    PROSEDUR PENANGGULANGAN KEDARURATAN NUKLIR DI PUSAT TEKNOLOGI BAHAN BAKAR NUKLIR

    Get PDF
    ABSTRAK PROSEDUR PENANGGULANGAN KEDARURATAN NUKLIR PUSAT TEKNOLOGI BAHAN BAKAR NUKLIR. Prosedur Penanggulangan Kedaruratan Nuklir Di Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBN), telah dibuat berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia nomor 10 tahun 1997. Prosedur penanggulangan kedaruratan nuklir PTBN bertujuan untuk dapat digunakan sebagai pedoman apabila terjadi kedaruratan nuklir ditingkat fasilitas, agar dampak radiologi ke lingkungan maupun dampak sabotase/ancaman dapat diatasi secara dini. Dalam prosedur penanggulangan kedaruratan nuklir PTBN diatur tugas dan tanggung-jawab masing-masing unit penanggulangan. Dengan adanya prosedur penanggulangan kedaruratan nuklir ini diharapkan apabila terjadi kedaruratan nuklir di fasilitas PTBN, maka para petugas yang berkepentingan dalam keadaan siap siaga untuk melaksanakan tugas dan tanggung-jawabnya.   Kata kunci : kedaruratan nuklir, prosedur kedaruratan, radiasi kontaminas

    ANALISIS PENGARUH UPS TERHADAP KINERJA PERANGKAT KOMPUTER

    Get PDF
    ABSTRAKANALISIS PENGARUH UPS TERHADAP KINERJA PERANGKAT KOMPUTER. Pengaruh UPS Terhadap Kinerja Perangkat Komputer telah dilakukan pengujiannya. Tujuan dari pengujian ini ialah untuk melihat kemampuan Uninteruptible Power Supply (UPS) terhadap kinerja perangkat komputer. Peralatan yang sangat penting dan berfungsi sebagai pengaman dari kegagalan catu daya listrik serta kerusakan sistem pada perangkat keras (hardware) komputer adalah UPS. Pengujian di lakukan dengan mensimulasi pemutusan catudaya listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) 1 hingga 5 kali terhadap komputer yang dilengkapi dengan UPS, dengan komputer yang tidak menggunakan UPS. Langkah selanjutnya dilakukan pengamatan terhadap putaran hardisk, performance motherboard dan power supply. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kegagalan catu daya sesaat dapat mengakibatkan kerusakan pada sistem hadware maupun software serta kerugian waktu dalam hal mengamankan data. Dengan menggunakan UPS dapat mencegah kerusakan sistem software dan hardware akibat dari kegagalan catu daya listrik dari PLN.Kata kunci : catu daya komputer, kerusakan software dan hardware, unit power suplai 

    PEMBUATAN KOMPONEN INNER TUBE LEU FOIL TARGET UNTUK KAPASITAS 1,5g U-235

    Get PDF
    ABSTRAK PEMBUATAN KOMPONEN INNER TUBE LEU FOIL TARGET 1,5g U-235. Telah dilakukan pembuatan Inner Tube LEU foil target untuk kapasitas 1,5 gram U-235. Foil target merupakan pengembangan teknologi produksi isotop 99Mo dengan Uranium pengayaan rendah (<20%U-235). Komponen penyusun foil target terdiri dari: Outer tube (pipa luar), Inner tube (pipa dalam)  dan Uranium foil yang di bungkus dengan nikel foil kemudian dimasukkan diantara outer tube dan inner tube, kemudian ke-dua ujungnya dilas. Pada pengerjaan ini dilakukan pembuatan inner tube dengan menggunakan teknik permesinan yaitu mesin bubut dengan parameter tebal penyayatan, gerak otomatis penyayatan, posisi pahat dan ketajaman mata pahat yang dapat menghasilkan permukaan benda kerja rata dan halus. kondisi optimum dengan tebal penyayatan ≤0,3 mm, kecepatan gerak otomatis penyayatan 0,06 mm/putaran dengan putaran mesin(benda kerja) 355 rpm.Digunakan 5 potong pipa Al 3001 masing-masing mempunyai ukuran: panjang 165 mm, Æ luar 29 mm dan Æ dalam 26,20 mm.  Setelah dilakukan pembuatan inner tube untuk penyesuaian ukuran panjang dan diameter luar inner tube dan dimeter luar pada grooving diperoleh 5 buah inner tube dengan ukuran panjang 162±0,2 mm, diameter luar inner tube 27,99 mm dan diameter luar pada bagian grooving 27,68+0,05 mm serta panjang grooving 47,6 mm.  Ukuran diameter dalam dan bahan inner tube yang tersedia telah sesuai yang dipersyaratkan. Kata kunci:  Inner tube, low enrichment uranium (LEU), foil target

    154

    full texts

    170

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇