PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir
Not a member yet
    170 research outputs found

    IDENTIFIKASI KERUSAKAN KONVEYOR JALUR -1 DI INSTALASI RADIOMETALURGI

    Full text link
    ABSTRAK IDENTIFIKASI KERUSAKAN KONVEYOR JALUR-1 DI INSTALASI RADIOMETALURGI. Telah dilakukan identifikasi kerusakan konveyor jalur-1 (antara glove-box sampai dengan hotcell 107) di Instalasi Radiometalurgi (IRM). Dokumen konveyor jalur-1 dan gambar wiring diagram digunakan untuk menganalisa dan mengidentifikasi kerusakan. Tujuan dari identifikasi ini untuk perbaikan dan penggantian suku cadang. Dari hasil identifikasi kerusakan konveyor jalur-1 diketahui adanya kerusakan pada sistem mekanik, yang menyebabkan  “pin” (pasak) dari poros penggerak putus. Hal ini dapat mengakibatkan sistem program logic control (PLC) konveyor jalur-1, mengalami ganguan terutama pada sistem monitor  radiasi (beta–gamma) air lock. Kereta konveyor jalur-1 bila dioperasikan secara otomatis menuju glove box maka kereta konveyor tersebut selalu tidak sampai tujuan, dan selalu berhenti di air lock dan lampu alarm selalu menyala sehingga mengakibatkan pintu air lock motor (M 3) tidak mau membuka. Untuk memfungsikan kembali konveyor jalur-1 maka, perlu dilakukan perbaikan pada sistem mekanik, sistem central program unit (CPU) dan sistem monitor radiasi air lock serta penggantian suku cadang yang sesuai. PLC mengalami kerusakan pada CPU dan monitor radiasi air lock mengalami kerusakan pada sistem sensor proximity switch dan modul pencacah radiasi.   Kata kunci: Identifikasi, konveyor, CPU/PLC, monitor radiasi  air loc

    PENGUKURAN SIFAT TERMAL ALLOY ALUMINIUM FERO NIKEL MENGGUNAKAN ALAT DIFFERENTIAL THERMAL ANALYZER

    Full text link
    ABSTRAK PENGUKURAN SIFAT TERMAL ALLOY ALUMINIUM FERO NIKEL MENGGUNAKAN ALAT Differential Thermal AnalyZER. Telah dilakukan analisis termal terhadap alloy Aluminium Fero Nikel (AlFeNi) dengan variasi kandungan Fe 1% dan 2% serta Ni 1% hingga 4% menggunakan Differential Thermal Analyzer (DTA). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakterisasi sifat termal seperti sifat  kestabilan panas, entalpi, dan temperatur lebur alloy AlFeNi yang dapat digunakan sebagai kelongsong bahan bakar nuklir pengganti AlMg2. Metode yang dilakukan adalah dengan pengukuran  temperatur, entalpi  dan aliran panas yang ditunjukkan berupa termogram DTA. Dari hasil percobaan menunjukkan bahwa AlFeNi variasi kandungan Fe 1% dan 2% serta Ni 1% hingga 4% diperoleh bahwa hingga temperatur 640oC alloy tesebut sangat stabil terhadap panas. Namun pada  temperatur 647,76oC sampai dengan 653,44oC terjadi reaksi endotermik dengan entalpi peleburan sebesar 243,419 J/g  hingga 246,939 J/g. Reaksi  eksotermik dicapai pada temperatur 690,09oC hingga 696,79oC dengan entalpi -90.143 J/g sampai dengan -97,417 J/g sedangkan  kelongsong AlMg2 mempunyai reaksi peleburan pada temperatur 648,63oC sehingga bila dibandingkan antara    ke-dua alloy tersebut akan mempunyai sifat termal yang hampir sama. Hal ini menunjukkan bahwa paduan AlFeNi mempunyai karakter termal yang baik sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk dapat digunakan sebagai kelongsong bahan bakar. Kata kunci : aluminium, DTA, fero, nikel, pengukuran, termal

    EVALUASI PENANGANAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) DI INSTALASI ELEMEN BAKAR EKSPERIMENTAL (IEBE)

    Full text link
    ABSTRAK EVALUASI PENANGANAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) DI INSTALASI ELEMEN BAKAR EKSPERIMENTAL (IEBE). Telah dilakukan evaluasi penanganan limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun (B3) di IEBE. Penelitian di laboratorium IEBE menghasilkan limbah B3 berupa berupa botol botol bekas, zat kimia tidak terpakai yang berupa cairan, padatan dan serbuk yang dapat membahayakan pekerja, daerah kerja dan lingkungan. Limbah B3 tersebut setiap tahunnya berubah dari segi jumlah, jenis dan potensi bahayanya. Kegiatan evaluasi tersebut bertujuan untuk mengetahui apakah penanganannya sudah sesuai dengan peraturan pemerintah dan juga untuk mengetahui jumlah limbah B3 yang dihasilkan selama tahun 2009 sampai dengan tahun 2013. Metoda yang dilakukan adalah dengan mempelajari peraturan pemerintah, mengamati cara melakukan penanganan yang meliputi reduksi, pengemasan, penyimpanan, pengumpulan dan pengangkutan. Setelah mengadakan pengamatan dilapangan kemudian dibandingkan dengan aturan pemerintah dan selanjutnya dievaluasi. Dapat disimpukan bahwa penanganan limbah B3 di IEBE secara umum sudah sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 18 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun. Diketahui pula bahwa jumlah limbah B3 dengan volume tertinggi sebesar 695,5 liter terjadi pada tahun 2011 yang terdiri dari 252 liter limbah beracun, 335 liter limbah korosif dan 108,5 liter limbah bersifat iritasi, sedangkan volume limbah B3 terendah terjadi pada tahun 2009 sebesar 43,8 liter yang terdiri dari 6,4 liter limbah beracun, 28,8 liter limbah korosif, 2,6 liter mudah terbakar dan 6 liter mudah iritasi. Kata Kunci: Evaluasi, penanganan, limbah B3

    PENILAIAN RESIKO K3 PADA PENGUJIAN KANDUNGAN URANIUM MENGGUNAKAN ALAT TITROPROSESOR

    Full text link
    ABSTRAK–Penilaian resiko K3 pada pengujian kandungan Uranium menggunakan alat Titroprosesor telah dilakukan. Penilaian resiko K3 dimaksudkan untuk menciptakan daerah kerja yang aman, efisien dan produktif mengingat Instalasi Elemen Bakar Eksperimental (IEBE) merupakan salah satu fasilitas nuklir di Kawasan Nuklir Serpong. Instalasi ini dirancang untuk melakukan kegiatan penelitian bahan bakar reaktor daya.  Fasilitas ini dilengkapi dengan fasilitas pemurnian dan konversi uranium, fabrikasi elemen bakar dan kendali kualitas. Salah satu kegiatan pada laboratorium kendali kualitas adalah pengujian kandungan uranium untuk mendukung kegiatan penelitian tersebut. Dari kegiatan pengujian tersebut tidak menutup kemungkinan adanya potensi bahaya baik yang berasal dari proses kerja maupun dari bahan yang digunakan. Potensi bahaya tersebut perlu diminimalkan atau dihilangkan agar keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan terjamin sehingga produktifitas bisa ditingkatkan. Untuk menciptakan daerah kerja yang aman, efisien dan produktif di IEBE perlu disusun penilaian resiko K3 dalam kegiatan pengoperasian peralatan, khususnya pada pengujian U menggunakan alat Titroprosesor. Dalam penilaian resiko K3 pada pengujian U menggunakan alat Titroprosesor berpedoman pada persyaratan seperti tertuang dalam Perka Batan No. 020/KA/I/2012 tentang Pedoman Penilaian Risiko Keselamatan Dan Kesehatan Kerja.  Tahapan dalam penyusunan penilaian resiko K3 ini meliputi mempelajari langkah kerja, mengidentifikasi potensi bahaya tiap langkah kerja, menilai risiko bahaya yang telah diidentifikasi dan melakukan langkah pengendalian bahaya. Dari hasil penilaian resiko untuk identifikasi bahaya dalam kegiatan pengujian kandungan uranium dengan Titroprosesor berada pada kelas A, dengan skala diantara 0 – 24 yang berarti risiko dapat diterima. Kata kunci–Pengujian kandungan uranium, identifikasi bahaya, penilaian resiko K3 ABSTRACT-K3 risk assessment for Uranium content analysis by using Titroprocessor has been carried out. K3 assesment was conducted to establish the safe, efficiency and proactive workplace as remainds that the experimental fuel element installation is one of nuclear facility in Serpong nuclear area. The installation was designed to conduct fuel for power reactor research. The facility was equipped with purification and conversion uranium facility, fuel element fabrication and quality control. One of activity in quality control laboratory is uranium content analysis to support the research activity. The analysis activity shows the possibility of potential hazards from working process or materials that had been used. The potential hazards need to be minimized or eliminated in order to safety of workers, society and environment assured so that productivity can be improved. To create the safe, efficient, and productive workplace in IEBE, it need to arrange K3 risk assessment in equipment operation activity, especially for U content analysis by using Titroprocessor. K3 risk assessment for U content analysis by using Titroprocessor is guided by requirement as stated in Perka Batan No. 020/KA/I/2012 about Guidance of Safety and Healty Work Risk Assessment. Stage to arrange K3 risk assessment are learn the working step, assess hazards risk that had been identify and make hazards control step. The results of risk assessment for hazads identification shows U content analysis by using Titroprocessor is in A class, with scale on 0 – 24, it means risk can be accepted. Keywords – Uranium  content analysis, hazard identification, K3 risk assessmen

    DEKONTAMINASI MESIN BUSUR LISTRIK CENTORR FURNACES DI HR-16 IEBE – PTBN

    Full text link
    ABSTRAK DEKONTAMINASI MESIN BUSUR LISTRIK CENTORR FURNACES DI HR 16 IEBE - PTBN. Telah dilakukan dekontaminasi mesin busur listrik centorr furnaces di  IEBE. Dekontaminasi mesin busur listrik centorr furnaces bertujuan  menurunkan tingkat kontaminasi  untuk mencegah terjadinya penyebaran kontaminasi pada peralatan kerja yang lainnya. Metode pengukuran kontaminasi permukaan mesin busur listrik, dilakukan secara langsung menggunakan surveymeter Microcont Herfurth Tipe H 13420 No. Seri. 0161. Berdasarkan data hasil pengukuran kontaminasi dan dekontaminasi mesin busur listrik centorr furnaces pertama, ke-dua dan ke-tiga dapat dilihat pada Tabel 2. Aktivitas kontaminasi mesin busur listrik centorr furnaces sebesar (3,58±1,56) Bq/Cm2. Hasil dekontaminasi tahap III diperoleh hasil aktivitas mesin busur listrik centorr furnaces sebesar (0,28±0,13) Bq/Cm2, dengan ini koefisien dekontaminasi sebesar (91,50±3,00) %. Berdasarkan hasil dekontaminasi tersebut dapat disimpulkan mesin busur listrik centorr furnaces telah memenuhi ketentuan keselamatan kerja terhadap radiasi dan dapat digunakan kembali. Kata kunci : mesin busur listrik,kontaminasi, dekontaminas

    MODIFIKASI SISTEM PLC S5 KE S7 PADA KONVEYOR JALUR 1 HOTCELL IRM

    Full text link
    ABSTRAK MODIFIKASI SISTEM PLC S5 KE S7 PADA KONVEYOR JALUR 1 HOTCELL IRM. Telah dilakukan modifikasi sistem program PLC (Programmable Logic Controller) dari Simatic5 (S5) ke Simatic7 (S7), Siemens, pada konveyor jalur-1 dari hotcell Instalasi Radiometalurgi (IRM), yang menghubungkan hotcell diantara hotcell uji 07 dan konveyor glove box di operating area. Modifikasi ini dilakukan karena teknologi PLC S5 dalam keadaan rusak dan perlu penggantian serta ditingkatkan kemampuannya dengan menggunakan PLC S7. Tujuannya adalah merevitalisasi kembali PLC konveyor yang rusak tersebut dengan program terbaru sehingga lebih andal dan mudah dalam troubleshooting serta perawatannya. Modifikasi sistem dilakukan dengan mengganti peralatan utama CPU S5 dengan CPU S7, dan memperbaharui program dengan menggunakan ladder pada perangkat lunak S755 Siemens yang masih menggunakan proximity switch sebagai sensor posisi disetiap posisinya (hotcell). Hasil dari modifikasi ini menunjukkan bahwa alat tersebut dapat beroperasi kembali dengan baik. Indikasi utama dari unjuk kerjanya yaitu, konveyor dapat dioperasikan secara manual dan otomatis dengan ketepatan posisi box konveyor disetiap stasiunnya (hotcell). Kata Kunci: Modifikasi, Konveyor, Hotcell, PLC, Simatic

    PEMERIKSAAN KONDISI DETEKTOR KEBAKARAN IRM UNTUK MENGETAHUI PENYEBAB TIMBULNYA ALARM PALSU

    Full text link
    ABSTRAK – Selama tahun 2013, detektor kebakaran di Instalasi Radiometalurgi (IRM) sering mengirimkan sinyal ganguan ke panel kontrol kebakaran (FCP), sehingga timbul bunyi alarm palsu. Oleh karena itu diperlukan pemeriksaan secara keseluruhan pada detektor kebakaran yang terpasang di IRM tersebut. Tujuan dilakukannya pemeriksan detektor asap dan panas adalah untuk memastikan bahwa sistem deteksi kebakaran IRM beroperasi seperti yang diharapkan. Metoda yang digunakan adalah memeriksa koneksi kabel di FCP, kotak hubung utama (FMDF) dan kotak hubung (JBFA). Masing-masing zona detektor pada FMDF dan JBFA, tegangan operasinya diukur. Tegangan operasi detektor pada zona 1, 13, 20, 41, 61, 77, 78 dan 101 cukup rendah, yaitu 21.80 - 22.60 V. Tegangan operasi FCP ideal bekerja pada 24 V untuk masing-masing zona detektor. Dari pemeriksaan lebih lanjut, diketahui bahwa terdapat 10 unit detektor panas, dan 9 unit detektor asap tidak berfungsi. Untuk menggantikan detektor lama yang tidak berfungsi, telah dipasang detektor baru : 9 unit detektor panas dan 4 unit detektor asap. Detektor yang belum diganti diantaranya : 1 unit detektor panas, dan 5 unit detektor asap, namun telah dipasangi resistor 10 kΩ untuk mencegah timbulnya alarm palsu. Dari hasil uji detektor, disimpulkan bahwa sistem deteksi kebakaran IRM, telah beroperasi dengan baik. Kata Kunci – Detektor, asap, panas, kebakara

    UJI FUNGSI COMBINED Pt-RING ELECTRODE METROHM 6.0451.100

    Full text link
    ABSTRAK UJI FUNGSI COMBINED Pt-RING ELECTRODE METROHM 6.0451.100. Dalam rangka memenuhi ketersediaan suku cadang alat Titroprosesor telah diadakan elektroda platina baru tipe Combined Pt-ring electrode sebagai cadangan/pengganti apabila elektroda yang lama rusak. Tujuan uji fungsi elektroda pada alat Titroprosesor untuk mengetahui unjuk kerja elektroda, terutama kestabilan dalam memberikan respon pengukuran saat digunakan untuk analisis. Pengujian dilakukan dengan cara elektroda digunakan untuk analisis standar Uranium kadar 5 g/l dan 1 g/l dengan 7 kali pengulangan. Pengolahan data dilakukan dengan menghitung nilai Chi Square.  Dari  hasil analisis dan perhitungan data, diperoleh nilai Chi Square untuk  kadar 5 g/l sebesar 0,004816 dan kadar 1 g/l sebesar 0,1622. Nilai X2 Tabel dilihat dengan asumsi pada tingkat kepercayaan 95% dengan derajat kebebasan N – 1. Dari Tabel Chi Square diperoleh nilai X2 sebesar 12,592. Didasarkan atas perbandingan nilai X2 hitung dengan nilai X2 Tabel, nilai X2 hitung jauh lebih kecil dari X2 Tabel sehingga hasil uji dapat diterima yang menunjukkan bahwa elektroda memberikan respon pengukuran yang stabil berarti elektroda berfungsi baik. Kata kunci : chi-square, combined Pt-ring electrode, uji fungs

    PENYIAPAN LARUTAN URANIL NITRAT UNTUK PROSES KONVERSI KIMIA MELALUI EVAPORASI

    Full text link
    ABSTRAK PENYIAPAN LARUTAN URANIL NITRAT UNTUK PROSES KONVERSI KIMIA MELALUI EVAPORASI. Telah dilakukan evaporasi untuk mendapatkan larutan siap umpan pada proses konversi kimia. Evaporator yang digunakan dalam proses ini adalah jenis termosifon tersirkulasi secara alamiah dengan pemanas berupa oli. Oli  dipanaskan menggunakan pemanas listrik melalui pesawat pemanas dengan seperangkat pengatur suhu dan stage heater. Larutan uranil nitrat hasil ekstraksi yang memiliki konsentrasi 50 g U/l dengan keasaman 0,5 M diuapkan secara kontinyu pada suhu 1000C hingga konsentrasi 310,73 g U/l  dengan keasaman 2,2 M. Hasil analisis unsur pengotor berupa Fe = 85,94 ppm, Ni = 11,93 ppm, dan Cr 17,27 ppm. Kandungan unsur-unsur pengotor masih di bawah batas yang diijinkan oleh American Standard of Testing Material (ASTM) Standard park 45. Kata kunci : uranil nitrat (un), ekstraksi/stripping, evaporasi

    PENGARUH KUAT ARUS PADA ANALISIS LIMBAH CAIR URANIUM MENGGUNAKAN METODA ELEKTRODEPOSISI

    Full text link
    ABSTRAK PENGARUH KUAT ARUS PADA ANALISIS LIMBAH CAIR URANIUM MENGGUNAKAN METODA ELEKTRODEPOSISI. Telah dilakukan analisis limbah cair Uranium menggunakan metoda elektrodeposisi. Tujuan analisis adalah untuk mengetahui kadar Uranium dalam limbah agar dapat dikelola lebih lanjut. Proses analisisa menggunakan metoda elektrodeposisi dilakukan dengan memvariasi kuat arus, dan juga dengan menggunakan proses pendinginan dan tanpa menggunakan proses pendinginan. Selanjutnya hasil pengambilan Uranium dianalisis dengan menggunakan alat cacah radiasi-alfa (gross alpha PSR-8). Hasil pengambilan Uranium dengan variasi kuat arus diperoleh bahwa pengambilan yang optimum terjadi pada kuat arus 1 A dengan berat endapan sebanyak 0.00161 g/g cuplikan atau cacahan sebesar 40.8000 cps/g cuplikan, pada kondisi proses tanpa pendinginan. Kata kunci : Limbah Uranium, Elektrodeposisi, cacahan gross alpha

    154

    full texts

    170

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇