PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir
Not a member yet
170 research outputs found
Sort by
PEMANTAUAN DOSIS INTERNA PEKERJA RADIASI DI PUSAT TEKNOLOGI BAHAN BAKAR NUKLIR TAHUN 2009
ABSTRAK PEMANTAUAN DOSIS INTERNA PEKERJA RADIASI DI PUSAT TEKNOLOGI BAHAN BAKAR NUKLIR TAHUN 2009. Pemantauan dosis interna pekerja radiasi di Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBN) tahun 2009, telah dilakukan. Tujuan dari pemantauan ini untuk mengetahui seberapa besar dosis interna yang diterima pekerja radiasi di PTBN pada tahun 2009. Pemantauan radiasi interna pekerja radiasi dilakukan dengan metoda pengukuran langsung aktivitas radionuklida di dalam tubuh pekerja radiasi dengan cara Whole Body Counter (WBC) dan pemeriksaan urine pekerja tersebut. Pelaksanaannya dilakukan dengan cara in-vitro melalui pemeriksaan urine dan in-vivo WBC. Hasil pemantauan dosis interna menunjukkan secara umum pekerja radiasi tak terdedeksi terkena kontaminasi interna dari zat radioaktif, kecuali seorang pekerja radiasi berinisial S pada triwulan II terdeteksi dari hasil pemeriksaan urinenya sebesar 0,09 Becquerel (Bq) untuk aktivitas U-total dengan dosis terikat efektif (HE) sebesar 0,07 mSv. Namun pada triwulan III dilakukan kembali pemeriksaan terhadap pekerja tersebut dengan hasil pantauan tak terdeteksi (ttd). Secara keseluruhan nilai dosis ekivalent seluruh tubuh (DEST) pekerja radiasi S diakhir tahun 2009 tidak melebihi dari 50 mSv/tahun untuk dosis eksterna dan interna. Dari hasil ini dapat disimpulkan selama kegiatan di laboratorium PTBN periode tahun 2009, seluruh pekerja radiasi PTBN aman dari bahaya radiasi interna. Katakunci : dosis interna, pemeriksaan urine, pemeriksaan WBC (Whole Body Counter)
PENENTUAN SIFAT THERMAL PADUAN U-Zr MENGGUNAKAN DIFFERENTIAL THERMAL ANALYZER
ABSTRAK PENENTUAN SIFAT THERMAL PADUAN U-Zr MENGGUNAKAN DIFFERENTIAL THERMAL ANALYZER. Telah dilakukan pengukuran sifat termal logam Uranium, Zirkonium dan paduannya menggunakan alat Differential Thermal Analyzer (DTA). Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik termal logam Uranium, logam Zirkonium dan paduan Uranium dengan logam Zr 10% dan Zr 14%. Percobaan dilakukan pada temperatur program 30-1000oC dengan laju pemanasan 5oC/menit . Hasil analisis menunjukkan bahwa logam Uranium terjadi reaksi termokimia endotermik dan mengalami perubahan fasa pada temperatur 667,73 oC dengan panas yang dibutuhkan 2,8018 kal/g; 773,40 oC besaran panas yang dibutuhkan 3,5758 kal/g dan 1126,07 oC membutuhkan panas sebesar 2,9695 kal/g. Logam Zr di bawah temperatur 662,84 oC mengalami kenaikan aliran panas dan di atas temperatur 700 oC terjadi penurunan aliran panas, sedangkan untuk Uranium dengan logam Zr 10 % terjadi reaksi termokimia endotermik dan mengalami perubahan fasa pada temperatur 695,09 oC dengan besaran panas yang dibutuhkan 1,2287 kal/g; 790,76 oC yang membutuhkan panas 5,3586 kal/g dan 1249,58 oC dengan panas yang dibutuhkan 0,871 kal/g. Paduan Uranium dengan logam Zr 14 % terjadi reaksi termokimia endotermik dan mengalami perubahan fasa pada temperatur 692,42 oC membutuhkan panas sekitar 1,1863 kal/g; 791,55 oC dengan besaran panas yang dibutuhkan 8,0885 kal/g dan 1195,98 oC yang membutuhkan panas 0,0391 kal/g. Hal ini bila dilihat secara umum untuk sifat termalnya terhadap pemanasan dengan naiknya temperatur pemanasan hingga 600oC terjadi kestabilan panas yang cukup baik sehingga dapat dipelajari lebih lanjut untuk digunakan sebagai bahan bakar reaktor riset. Kata kunci : Differential Thermal Analyzer, Uranium, Zirkonium dan Paduan U-Zr
COVER PIN No.16/Th.IX, April 2016
File ini berisi :1. Cover2. Susunan Redaksi3. Kata Penganta
VALIDASI METODA PENENTUAN UNSUR RADIOAKTIF Pb-212, Cs-137, K-40 DENGAN SPEKTROMETER GAMMA
ABSTRAKVALIDASI METODA PENENTUAN UNSUR RADIOAKTIF Pb-212, Cs-137, K-40 DENGAN SPEKTROMETER GAMMA. Telah dilakukan validasi metoda pada alat Spektrometer Gamma dengan tujuan untuk memastikan bahwa metoda pengukuran yang digunakan memberikan hasil yang dipercaya. Validasi metoda dilakukan terhadap pengukuran unsur radioaktif Pb-212. Cs-137 dan K-40 yang terdapat didalam sampel Ocean Sediment. Dari hasil pengukuran kandungan unsur Pb-212 dalam 1 (satu gram sampel )sebesar 7,015.10-24 gr, kandungan unsur Cs-137 sebesar 1.618. 10-19gr dan kandungan unsur K-40 sebesar 1.445.10-12 gr. Dengan besar aktifitas 3,1192.10-5Bq/g untuk unsur Pb-212, 3,1164.10-5Bq/g untuk unsur K-40 sedangkan untuk unsur Cs-137 aktifitas sebesar 4,440710-5Bq/g dan pengukuran berada di atas batas limit deteksi dan limit kuantitasi, sehingga hasil pengukuran cukup baik dan dapat diterima. Demikian juga dengan presisi pengukuran yang diperoleh lebih kecil dari nilai Tabel Chi square (untuk 6 df = 1,64) yaitu 0,1069 untuk pengukuran unsur Pb-212, 0,0078 untuk unsur Cs-137 dan 0,01311 untuk pengukuran unsur K40. Kata kunci: spektrometri gamma, unsur radioaktif, validasi
PEMANTAUAN KERADIOAKTIFAN UDARA RUANGAN KERJA INSTALASI RADIOMETALURGI SAAT SUPPLY FAN DIMATIKAN
ABSTRAK PEMANTAUAN KERADIOAKTIFAN UDARA RUANGAN KERJA INSTALASI RADIOMETALURGI (IRM) PADA SAAT SUPPLY FAN DIMATIKAN. Pemantauan keradioaktifan udara di ruangan kerja IRM pada saat supply fan dimatikan (off) telah dilakukan untuk mengetahui terpenuhinya ketentuan keselamatan radiologi bagi pekerja radiasi. Pemantauan dilakukaan dengan cara pencuplikan udara melalui suatu kertas filter yang dipasang pada alat pencuplik udara (air sampler). Partikulat-partikulat radioaktif yang tercuplik pada kertas filter dicacah dengan alat ukur SAC-4 dan PSR-8 secara pencacahan total (gross) berturut-turut terhadap radiasi a dan b. Hasil pemantauan dibandingkan terhadap persyaratan keselamatan radiologi pada LAK IRM. Dari hasil pemantauan diperoleh bahwa tingkat keradioaktifan udara tertinggi untuk radiasi a dan b berturut-turut sebesar (0,072 + 0,015) Bq/m3 di R-143 dan (6,911 + 0,335) Bq/m3 di R-135. Hasil menunjukkan bahwa terjadi penurunan tingkat keradioaktifan a, sedangkan tingkat keradioaktifan b meningkat. Namun demikian tingkat keradioaktifan udara pada kondisi supply fan dimatikan masih di bawah batasan konsentrasi keradioaktifan udara yang diizinkan. Kata kunci: Keradioaktifan udara, Laporan Analisis Keselamatan, supply fan
PEMBUATAN SAMPEL INTI ELEMEN BAKAR U3Si2-Al
ABSTRAK PEMBUATAN SAMPEL INTI ELEMEN BAKAR U3Si2-Al. Telah dilakukan pembuatan sampel Inti Elemen Bakar (IEB) U3Si2-Al tingkat muat uranium ± 3,0 g/cm3 dengan komposisi berat serbuk U3Si2 dan Aluminium (Al) secara perhitungan dengan data masukan berdasarkan asumsi, analisis/uji dan sertifikat. Hasil uji/analisis diperoleh data: kadar U dan berat jenis serbuk U3Si2 = 92,40 % dan 12,17 g/cm3, perkayaan U – 235 =19,78% (dari sertifikat), berat jenis serbuk Al = 2,70 g/cm3, dimensi IEB = 100,2 mm x 61,35 mm x 3,15 ±0,05 mm. dan volume IEB = 19,23 cm3. Dengan memasukkan data analisis/uji dan asumsi kadar U-235 dalam IEB 11,90 g dan pori 0,96 % hasil perhitungan diperoleh komposisi berat serbuk U3Si2 = 65,11g dan serbuk Al = 34,88g. Campuran homogen dipres pada tekanan 180 bar menjadi IEB. Hasil uji menunjukkan bahwa distribusi uranium cukup homogen, kadar U-235 masuk spesifikasi, sedangkan tebal diluar rentang yang diijinkan 3,09 mm. Berdasarkan hasil perhitungan dengan memasukkan data analisis/uji dan asumsi kadar U-235 yang sama, juga hasil hitung komposisi berat serbuk U3Si2 yang sama, hanya merubah fraksi pori menjadi = 0,59 % dan serbuk Al = 35,88 g, maka setelah di pres hasil uji menunjukkan bahwa distribusi uranium cukup homogen, kadar U-235 dan tebal IEB sesuai spesifikasi yang ditetapkan yaitu 3,15 mm. Kata kunci : inti elemen bakar (ieb), u3si2, sampel
KARAKTERISASI PADUAN AlFeNiMg HASIL PELEBURAN DENGAN ARC FURNACE TERHADAP KEKERASAN
ABSTRAK KARAKTERISASI PADUAN AlFeNiMg HASIL PELEBURAN DENGAN ARC FURNACE TERHADAP KEKERASAN. Telah dilakukan karakteristik pembuatan sintesis logam paduan AlFeNiMg untuk pengembangan bahan struktur bahan bakar nuklir. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Mg terhadap kekerasan logam paduan AlFeNiMg. Metode yang dipakai adalah dengan mencampur serbuk Al, Fe, Ni, Mg kemudian dilakukan pengepressan dan selanjutnya dilakukan peleburan menggunakan tungku busur listrik/arc furnace, paduan logam alumunium dengan komposisi pemadu 1%Fe, 1%Ni dan variasi Mg 0.5%, 1% dan 1,5%. Selanjutnya dilakukan proses heat treatment dengan memanaskan sampel pada suhu 500 oC, selama 1 jam dan didinginkan secara cepat (quenching) menggunakan media air pada suhu 25,3 oC, selanjutnya hasil quenching dilakukan pengujian untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kekerasan logam paduan AlFeNiMg menggunakan motode vickers. Dari hasil percobaan tersebut didapatkan harga kekerasan untuk masing-masing variasi Mg 0,5% HV=(41,20±1,09) Mg1% HV=(42,30±0,96) dan Mg1,5% didapatkan harga kekerasan HV=(44,40±1,45) terdapat kenaikan nilai kekerasan akibat kenaikan kandungan Mg dan dari mikrostruktur memperlihatkan struktur butir paduan AlFeNi hasil perlakuan panas pada suhu 500oC cenderung berbentuk granular dengan struktur fasa terdiri dari fasa α dan q. Kata Kunci : Logam paduan, pembuatan spesimen, uji kekerasa
VERIFIKASI METODA GRAVIMETRI UNTUK PENENTUAN THORIUM
ABSTRAK VERIFIKASI METODA GRAVIMETRI UNTUK PENENTUAN THORIUM. Telah dilakukan verifikasi metoda gravimetri untuk penentuan kandungan Thorium di dalam Thorium oksida. Tujuan verivikasi adalah untuk mengetahui kevalidan metoda gravimetri pada penentuan Thorium. Metoda gravimetri dilakukan melalui penimbangan, pelarutan, pengendapan dengan asam oksalat jenuh serta pemanggangan pada suhu 1100 0C.Hasil analisis menunjukkan bahwa metoda gravimetri telah valid untuk pengukuran kandungan Thorium dalam Thorium oksida, karena mempunyai standar deviasi, presisi dan akurasi serta pengukuran ketidakpastian pengukuran memenuhi besaran yang ditunjukkan. Besaran standar deviasi, presisi dan akurasi pengukuran diperoleh masing-masing 1,5896%, 1,6345% dan 98,16% dalam ThO2. Dari hasil analisis di atas, kemudian dihitung pengukuran ketidakpastian pengukuran kandungan Thorium dan diperoleh hasil ketidakpastian pengukuran sebesar + 0,0183% sehingga metoda gravimetri untuk penentuan konsentrasi Thorium telah terverifikasi. Kata Kunci : Certificate Reference Material, gravimetry, verifikasi metod
PEMANTAUAN KONTAMINASI DAN DEKONTAMINASI ALAT POTONG ACCUTOM DI LABORATORIUM KENDALI KUALITAS HR-22 IEBE – PTBN
ABSTRAK PEMANTAUAN KONTAMINASI DAN DEKONTAMINASI ALAT POTONG ACCUTOM DI LABORATORIUM KENDALI KUALITAS HR-22 IEBE – PTBN. Telah dilakukan kegiatan pemantauan kontaminasi dan dekontaminasi alat potong ACCUTOM di laboratorium kendali kualitas HR-22 IEBE- PTBN. Tujuan kegiatan ini adalah memantau dan menurunkan tingkat kontaminasi alat potong untuk mencegah terjadinya penyebaran kontaminasi yang tidak diinginkan. Metode yang digunakan adalah dengan cara mengukur tingkat kontaminasi secara langsung dengan alat deteksi radiasi Surveymeter Microcont Herfurth α dan β. No. seri. 0161. Pengukuran aktifitas tingkat kontaminasi alat potong diperoleh nilai sebesar (42,10±1,70) Bq/cm2. Pada kegiatan dekontaminasi tahap ke 3 di alat potong aktivitas kontaminasi yang dihasilkan adalah sebesar (0,22±0,02) Bq/cm2, sedangkan koefisien dekontaminasinya sebesar (93,60±2,30)%. Berdasarkan hasil dekontaminasi tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil dekontaminasi berhasil mengurangi tingkat kontaminasi dari kontaminasi tinggi menjadi kontaminasi rendah pada alat potong ini. Kata kunci : alat potong, kontaminasi, dekontaminasi
STUDI PEMBUATAN SPESIMEN MINI UJI TARIK DENGAN TEKNIK BLANKING/PUNCHING
ABSTRAK STUDI PEMBUATAN SPESIMEN MINI UJI TARIK DENGAN TEKNIK BLANKING/PUNCHING. Telah dilakukan studi pembuatan spesimen mini uji tarik dengan teknik blanking/punching. Tujuan dari studi ini adalah untuk memperoleh informasi-informasi teknis yang akan digunakan untuk merancang rangkaian dies spesimen mini uji tarik. Uji tarik dengan spesimen mini merupakan bagian dari program investigasi efek radiasi terhadap material komponen reaktor, di Instalasi Radiometalurgi. Metoda yang dilakukan dalam pengkajian ini berupa kombinasi studi literatur dan peninjauan di lapangan. Informasi-informasi teknis tersebut mencakup proses blanking, bentuk dan dimensi dari spesimen mini uji tarik, daya blanking (kapasitas mesin preSS), material, serta suaian (clearance) antara punch dan dies. Spesimen mini uji tarik jenis sheet type spesimen dengan pin loaded dapat dijadikan kandidat (Gambar-1, [c]). Daya blanking merupakan perkalian shear strength material yang dipotong (0,7 x UTS, Ultimate Tensile Strength) dengan luasan permukaan potong (tebal x keliling dari bagian yang dipotong). Material dapat berupa logam keras seperti baja A533 B (UTS 656 MPa), baja nirkarat 316 sebesar (UTS 593 MPa) dan Zircaloy-4 (UTS 473 MPa) dan paduan Aluminium seperti Al-6061 (T6, UTS 311 MPa) dan Al-5052 (H38, UTS 335 MPa). Suaian antara punch dan dies berpengaruh terhadap kepresisian hasil blanking. Besar suaian bervariasi dari 1% s/d 10% dari tebal lembaran benda kerja. Suaian dari material yang lunak lebih kecil dari material yang keras. Pemolesan terhadap permukaan spesimen mini uji tarik dapat dilakukan untuk menghilangkan burrs setelah proses blanking. Disarankan untuk penggunaan satu rangkaian dies dengan beberapa material uji (baja A533 B, baja nirkarat 316, Zircaloy-4, Al-5052 dan Al-6061), dapat menggunakan SS-316 sebagai asumsi material dan tebal 1 mm, serta suaian punch dan dies sebesar 7%. Kata kunci: blanking, spesimen mini, uji tari