PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir
Not a member yet
    170 research outputs found

    PERBAIKAN SISTEM KENDALI MOTOR PERALATAN FABRIKASI ELEMEN BAHAN BAKAR CIRENE ME-29

    Get PDF
    PERBAIKAN SISTEM KENDALI MOTOR PERALATAN FABRIKASI ELEMEN BAHAN BAKAR CIRENE ME-29. Telah dilakukan penelusuran gangguan pada sistem pengendali motor Fuel Element Machining Equipment ME-29. FEME ME-29 adalah mesin untuk membentuk sudut tertentu pada  tutup ujung (end cap) dari elemen bakar nuklir tipe cirene sehingga end cap dapat berbentuk tirus. FEME ME-29 dapat dioperasikan secara manual maupun otomatis tetapi pada kenyataannya FEME ME-29 ini tidak dapat dioperasikan sehingga perlu dilakukan perbaikan, langkah awal dilakukan penelusuran gangguan yang menyebabkan tidak dapat beroperasinya FEME ME-29. Dari penelusuran gangguan yang diketahui bahwa beberapa komponen yang tidak dapat bekerja dengan baik, yaitu sakelar elektromagnetik. Sakelar elektromagnetik tidak berfungsi dibersihkan terutama titik kontaknya dengan menggunakan contact cleaner dan yang mengalami kerusakan pada bagian kontaknya diganti dengan sakelar elektromagnetik yang baru. Setelah dilakukan, perbaikan dan penggantian dengan sakelar elektromagnetik yang baru, FEME ME-29 dapat dioperasikan kembali secara manual maupun otomatis.   Kata kunci : perbaikan, sakelar elektromagneti

    EVALUASI AUDIT INTERNAL LUB PTBN 2008 - 2011 UNTUK MENILAI EFEKTIFITAS IMPLEMENTASI ISO/IEC 17025:2005

    Get PDF
    EVALUASI AUDIT INTERNAL LUB PTBN 2008 - 2011 UNTUK MENILAI EFEKTIFITAS IMPLEMENTASI ISO/IEC 17025:2005. Implementasi ISO/IEC 17025:2005 di Laboratorium Uji Bahan (LUB)  PTBN BATAN telah berjalan sejak tahun 2004 dan telah di reakreditasi pada tahun 2008 dengan Nomor Akreditasi LP-222-1DN. Salah satu implementasi tersebut adalah kegiatan audit internal yang dilakukan oleh Unit Jaminan Mutu (UJM) PTBN. Audit Internal memiliki fungsi yang sangat esensial untuk dapat mengukur efektifitas dari implementasi ISO/IEC 17025:2005 di Laboratorium Uji Bahan (LUB)  PTBN, sehingga hasil evaluasi Audit Internal merupakan hal yang sangat penting agar organisasi dapat menilai implementasi standar. Selain itu organisasi juga dapat melakukan peningkatan berkelanjutan. Evaluasi hasil audit internal LUB PTBN dilakukan dengan mereview hasil temuan Audit Internal dari tahun 2008, 2009, 2010, 2011. Dari hasil evaluasi diperoleh data presentasi yang besar di klausul 5.4(Metode pengujian, metode kalibrasi dan validasi metode) sebesar 15%, 5.5(Peralatan) sebesar 19%, dan 5.9(Jaminan mutu hasil pengujian dan kalibrasi) sebesar 12%) yaitu sebesar 15%, 19% dan 12%, serta  terdapat  beberapa klausul temuan yang berulang dari tahun ke tahun yaitu klausul 5.2(Personil), 5.4(Metode pengujian, metode kalibrasi dan validasi metode), 5.5(Peralatan), dan 5.9(Jaminan mutu hasil pengujian dan kalibrasi). Sehingga penting bagi manajemen untuk menindak lanjuti hasil evaluasi tersebut untuk mencegah melemahnya efektifitas dalam implementasi standar ISO/IEC 17025. Hal – hal yang perlu ditingkatkan oleh organisasi LUB PTBN adalah: kompetensi personil teknis, tanggung jawab manajemen, peran UJM, evaluasi peningkatan efektifitas Sistem Manajemen Mutu (SMM). Kata Kunci : Audit Internal, Implementasi ISO/IEC 17025:200

    ANALISIS KERUSAKAN DAN PERBAIKAN MESIN LAS TITIK ME-25

    Get PDF
    ANALISIS KERUSAKAN DAN PERBAIKAN MESIN LAS TITIK ME-25. Mesin las ME-25 adalah jenis Resistance Spot Welding (RSW) yang digunakan untuk perakitan kelongsong bahan bakar nuklir PLTN di Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBBN) – BATAN. Mesin las titik ( ME-25 ) berfungsi untuk pengelasan end plate dari pin menjadi bundle elemen bakar nuklir. Mesin las ME-25 telah mengalami kerusakan akibat kondisi ruangan dan suplai udara tekan yang banyak mengandung air. Analisis kerusakan dilakukan pada tiga sistem, antara lain: Sistem Elektrik Power Suplai, Sistem Elektro Pneumatik, dan Sistem Kontrol Elektronik. Metode yang digunakan dalam melakukan analisis kerusakan adalah dengan cara melakukan pengukuran  langsung pada bagian input dan output komponen. Setelah dilakukan pengukuran maka dapat diketahui bahwa kerusakan suplai daya listrik terdapat pada sistem emergensinya dan kerusakan pada Sistem Elektro Pneumatik. Setelah dilakukan perbaikan pada sistem emergensi dan penggantian unit elektro pneumatik, mesin las tetap tidak dapat bekerja. Kemudian dilakukan pemeriksaan pada modul kontrol arus pengelasan, ternyata modul kontrol arus mengalami kerusakan. Perbaikan dilakukan dengan cara modifikasi pada modul kontrol arus pengelasan. Setelah dimodifikasi kemudian dilakukan uji fungsi dan proses pengelasan dapat bekerja dengan baik, akan tetapi perlu dilakukan pengujian arus pengelasan pada sistem kontrol  elektronik  untuk  mendapatkan parameter pengelasan yang baik

    PEMANTAUAN PAPARAN RADIASI DAN KONTAMINASI DI DALAM HOTCELL 101 INSTALASI RADIOMETALURGI

    Get PDF
    PEMANTAUAN PAPARAN RADIASI DAN KONTAMINASI DI DALAM HOTCELL 101 INSTALASI RADIOMETALURGI. Telah dilakukan pemantauan paparan radiasi dan kontaminasi didalam hotcell 101 Instalasi Radiometalurgi (IRM). Semua hotcell yang ada di IRM  telah dioperasikan lebih dari 20 tahun, sehingga memungkinkan beberapa kerusakan peralatan di dalamnya termasuk hotcell 101. Pada saat ini di dalam hotcell 101 terdapat kerusakan manipulator, namun demikian sebelum pekerja melakukan perbaikan maupun modifikasi peralatan perlu terlebih dahulu diketahui tingkat radiasi dan kontaminasinya.  Tujuan dilakukan pemantauan paparan radiasi dan kontaminasi didalam hotcell 101, agar dapat didekontaminasi menjadi serendah mungkin sebelum pekerja intervensi kedalamnya. Metoda yang digunakan adalah membandingkan hasil pemantauan tingkat radiasi dan kontaminasi dengan batas yang diizinkan. Alat dan bahan yang digunakan untuk pemantauan antara lain: kertas filter pencuplik, surveymeter Teledetektor merek Ludlum, air sampler merek Staplex dan alat cacah cuplikan (α β sample counter merek Ludlum model 3030). Dari hasil pemantauan, diketahui bahwa laju paparan radiasi g hotcell 101 pada posisi 2  sebesar 22 µSv/jam, dan posisi 3 sebesar 25 µSv/jam. Radioaktivitas udara hotcell 101 berada dibawah batas yang diizinkan (< 20 Bq/m3 untuk radiasi α) dan (< 200 Bq/m3 untuk radiasi β). Hasil pantau tersebut dirasakan belum memadai, karena hanya dilakukan di pintu masuk hotcell 101. Radioaktivitas α di permukaan hotcell 101, dibawah batas yang diizinkan untuk kontaminasi rendah (< 0,37 Bq/cm2). SEdangkan radioaktivitas β di permukaan hotcell 101, diketahui melebihi batas yang diizinkan baik untuk posisi 1 sebesar 9,261 Bq/cm2, posisi 2 sebesar 40,999 Bq/cm2, posisi 3 sebesar 53,820 Bq/cm2, maupun posisi 4 sebesar 9,580 Bq/cm2. Radioaktivitas β di permukaan  untuk kategori kontaminasi rendah adalah 3,7 Bq/cm2. Dapat disimpulkan bahwa hotcell 101 perlu didekontaminasi dari luar menggunakan manipulator.  Apabila setelah didekontaminasi beberapa kali tetap melampaui NBD, maka perlu pembatasan waktu kerja untuk perbaikan alat di dalam hotcell 101 tersebut. Dekontaminasi perlu dilakukan agar bahaya kontaminasi dapat diminimalisir, hal ini sesuai dengan prinsip ALARA (As Low As Reasonably Achievable). Kata kunci : hotcell, radiasi, kontaminasi, permukaan, udara

    KUALIFIKASI OPERATOR MICRO HARDNESS TESTER DI LABORATORIUM IEBE

    Get PDF
    Telah dilakukan kualifikasi operator alat Micro hardness tester dengan metode Vicker’s yang ada dilaboratorium IEBE. Kualifikasi dilakukan pada saat coaching pengoperasian alat Micro Hardness Tester. Coaching diikuti 10 orang peserta, terdiri dari 6 orang teknisi IEBE dan 4 orang mahasiswa Unsoed yang sedang melaksanakan praktek kerja lapangan. Tujuan kualifikasi untuk memperoleh informasi mengenai kemampuan teknis calon operator dalam melaksanakan pengujian kekerasan mikro dengan tingkat akurasi yang optimum. Penentukan operator terbaik dalam melaksanakan pengukuran diagonal indentasi adalah dengan membandingkan data hasil uji kekerasan menggunakan satu alat yang sama. Peserta dibagi dalam dua kelompok, masing-masing kelompok menggunakan jenis material standar berbeda yaitu MP. A. 35375.888 (599 HV ± 1,5%) untuk kualifikasi bagi mahasiswa PKL Unsoed dan MP. A. 37056.189 (855 HV ±1,0%) untuk teknisi laboratorium IEBE. Indentasi yang mereka lakukan dengan variasi beban uji 100p, 200p, 300p dan 500p menghasilkan data diagonal jejakan. Untuk mengetahui nilai kekerasan material standar (HVN) maka data diagonal jejakan diproyeksikan pada tabel standar. Berdasarkan hasil pengukuran menggunakan Micro hardness tester, operator IEBE yang cermat dalam melakukan pengukuran adalah dengan inisial “Slam”, sedangkan dari mahasiswa PKL Unsoed yang cermat dalam melakukan pengukuran adalah berinisial “Yan”. Secara keseluruhan, tingkat keberhasilan peserta dalam kualifikasi pengukuran dikategorikan “memuaskan” karena pada penggunaan beban 200p dan 300p mendekati range terbawah dari steel standard.  Kemahiran operator dalam mengukur diagonal indentasi juga dipengaruhi oleh pengalaman pengoperasian alat, sehingga dengan makin sering mengoperasikan alat uji kekerasan mikro maka seorang operator dapat menyajikan data yang akurat. Kata kunci : Kualifikasi personil, Micro Hardness Tester, Metode Vicker’s dan laboratorium IEBE

    ANALISIS KERUSAKAN X-RAY FLUORESENCE (XRF)

    Get PDF
    Analisis kerusakan alat XRF telah dilakukan. Kegiatan ini diperlukan sebagai langkah awal sebelum dilakukan langkah selanjutnya yaitu perbaikan alat. XRF merupakan alat yang terdapat di laboratorium Instalasi Radiometalurgi (IRM) yang digunakan untuk analisis unsur dalam bahan secara kualitatif maupun kuantitatif. Hasil analisis kualitatif adalah teridentifikasinya jenis-jenis unsur makro yang terkandung dalam suatu bahan berdasarkan energi sinar-x karakteristik yang dipancarkan oleh unsur dalam bahan tersebut. Sedangkan hasil analisis kuantitatif ditunjukkan oleh adanya spektrum unsur-unsur hasil pengukuran yang ditunjukkan dalam bentuk nilai cacah (counting). Nilai counting sangat menentukan nilai konsentrasi unsur yang terkandung dalam bahan yang dianalisis. Saat ini alat XRF sedang mengalami gangguan  pada sistem counting. Indikator kerusakan ditunjukkan oleh adanya ketidakstabilan nilai yang ditunjukkan oleh sistem counting tersebut. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis kerusakan. Tahap analisis dilakukan pengecekan melalui pengamatan visual dan cara pengukuran langsung, Setelah dilakukan pengecekan secara visual maupun pengukuran langsung didapat kerusakan pada bagian window detektor, modul spinner dan modul display sample holder counter, dan detektor. Kerusakan modul spinner dan display disebabkan tetesan kondensasi dewar yang jatuh pada papan modul yang menyebabkan short circuit pada rangkaian.  Sedangkan kerusakan detektor disebabkan oleh adanya sensor nitrogen yang tidak berfungsi dengan baik. Kata Kunci : Analisis, Kerusakan, XR

    PERBAIKAN CRANE-2 HOTCELL 01 DI INSTALASI RADIOMETALURGI

    Get PDF
    PERBAIKAN CRANE HOTCELL 01 DI IRM. Telah dilakukan perbaikan crane-2 hotcell 01 di Instalasi Radiometalurgi (IRM). Dokumen crane-2 hotcell 01, gambar wiring diagram dan hasil identifikasi digunakan untuk melakukan perbaikan pada crane-2 hotcell 01. Tujuan dari perbaikan crane ini untuk memfungsikan kembali crane-2 yang telah lama mengalami kerusakan. Perbaikan crane hotcell 01dilakukan meliputi perbaikan sistem operasi, instalasi dan penggantian suku cadang seperti: module driver, relay dan proximity switch yang telah mengalami kerusakan, berdasarkan hasil identifikasi kerusakan pada crane-2 hotcell 01. Setelah dilakukan perbaikan dan penggantian suku cadang, dilakukan uji fungsi dengan hasil baik. Kata kunci:  Perbaikan, crane-2, hotcell 0

    PENGOLAHAN DATA PENGUKURAN RADIOAKTIVITAS ALPHA DI UDARA INSTALASI NUKLIR

    Get PDF
    PENGOLAHAN DATA PENGUKURAN RADIOAKTIVITAS ALPHA DI UDARA INSTALASI NUKLIR. Pengolahan data pengukuran radioaktivitas alpha (α) di udara instalasi nuklir, telah dilakukan. Tujuan dari penulisan ini untuk mengetahui sumbangan dari ralat pengukuran radioaktivitas α di udara di inslatasi nuklir secara tidak langsung. Contoh pengukuran radioaktivitas α dilakukan di Instalasi Radiometalurgi (IRM) ruang 143 dengan cara menghisap partikulat di udara melalui bantuan air sampler yang dilengkapi kertas filter. Pengambilan cuplikan udara dilakukan pada ketinggian ± 150 cm dari permukaan lantai. Tangkapan partikulat pada kertas filter di cacah aktivitasnya dengan alat cacah SAC-4 yang dilengkapi dengan detektor α. Data hasil cacahan diolah dan dihitung  radioaktivitas α, sedangkan ketelitian pengukuran dihitung dengan memperhitungan ralat pengukuran, yaitu hasil pencacahan, volume udara yang dihisap dan efisiensi detektor. Hasil pengukuran radioaktivitas α di udara ruang 143 IRM secara tidak langsung sebesar  dengan ketelitian pengukuran sebesar 52,51 %. Ketelitian pengukuran tersebut berasal dari sumbangan ralat pencacahan sebesar 98,74 %, ralat volume udara yang dihisap sebesar 1,24 % dan ralat efisiensi detektor sebesar 0,02 %. Oleh karena itu pengukuran radioaktivitas α di udara instalasi nuklir sebaiknya dilakukan secara langsung, karena radioaktif berumur pendek akan ikut terdeteksi. Dapat disimpulkan bahwa pengukuran radioaktivitas di udara instalasi nuklir hanya dilakukan untuk tujuan pengukuran keselamatan.   Kata kunci : Pengolahan data, pengukuran, radioaktivitas α, udara, ralat pengukuran

    PEMANTAUAN PENERIMAAN DOSIS EKSTERNA DAN INTERNA DI INSTALASI RADIOMETALURGI TAHUN 2012

    Get PDF
    PEMANTAUAN PENERIMAAN DOSIS EKSTERNA DAN INTERNA DI INSTALASI RADIOMETALURGI TAHUN 2012. Pemantauan penerimaan dosis eksterna dan interna di Instalasi Radiometalurgi tahun 2012 telah dilakukan. Tujuan dari kegiatan ini untuk mengetahui besarnya dosis eksterna dan interna yang diterima pekerja radiasi dihubungkan dengan kegiatan yang pekerja radiasi lakukan selama bekerja di laboratorium. Metoda yang dilakukan untuk mengevaluasi DEST yang diterima pekerja radiasi ini dengan cara menganalisis dosis eksterna yang berasal dari paparan radiasi dan dosis interna dengan cara in-vitro (pemeriksaan urine) dan in-vivo (Whole Body Counter). Ada beberapa personil yang menerima dosis eksterna triwulan 1 sebesar 0,06 mSv/thn, triwulan 3 antara 0,03 sampai dengan 0,10 mSv/thn sedangkan triwulan 2 dan 4 untuk penerimaan dosis eksterna hasil pemantauan ttd (tak terdeteksi). Hasil pemantauan dosis interna untuk triwulan 1 terpantau sebesar 0,01 mSv/thn, triwulan 4 antara 0,02 sampai dengan 0,09 mSv/thn. Untuk pemantauan triwulan 2 dan 3 hasilnya ttd (tak terdeteksi). Selama tahun 2012 penerimaan dosis eksterna dan interna untuk pekerja radiasi tersebut masih dalam kategori aman karena dosis yang diterima oleh pekerja radiasi masih jauh di bawah batas dosis yang diizinkan. Sesuai dengan Peraturan Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir No. 4 Tahun 2013 Tentang Proteksi dan Keselamatan Radiasi Dalam Pemanfaatan Tenaga Nuklir dan berdasarkan Laporan Analisis Keselamatan Instalasi Radiometalurgi (LAK IRM), Nilai Batas Dosis yang diijinkan yakni sebesar 50 mSv/thn dan rata-rata 20 mSv dalam 5 tahun.Kata kunci : Dosis eksterna, dosis interna, TLD, In-vivo, In-vitr

    MS-MANIPULATOR DI INSTALASI RADIOMETALURGI DAN PERMASALAHANNYA

    Get PDF
    MS-MANIPULATOR DI INSTALASI RADIOMETALURGI DAN PERMASALAHANNYA. Tulisan ini diharapkan dapat bermanfaat untuk pengelolaan MS-manipulator, yang merupakan hasil studi dan pengalaman penulis serta komunikasi dengan pihak pembuat manipulator. Kerusakan Master Slave manipulator (MS-manipulator) di Instalasi Radiometalurgi, antara lain; booting sebanyak 8 unit, terputusnya mekanisme gerakan naik-turun slave arm sebanyak 4 unit dan terputusnya mekanisme gerak jepit jari MS-manipulator 4 unit. Penggantian booting dilakukan dengan menarik keluar MS-manipulator ke daerah operasi (operating area) dan menggunakan alat pengganti booting. Kerusakan pada mekanisme gerak naik-turun slave arm ditangani dengan perbaikan di luar hotcell. Slave arm didekontaminasi terlebih dahulu, dan proses perbaikan dilakukan di dalam fumehood apabila sulit didekontaminasi. Terputusnya mekanisme gerak jepit jari MS-manipulator dapat ditangani dari daerah operasi (remotely).  Penarikan MS-manipulator ke daerah operasi merupakan kunci keberhasilan untuk mengatasi kerusakan booting dan terputusnya mekanisme pada  gerakan naik-turun slave arm serta untuk mengatasi terputusnya gerak jepit telapak manipulator. Tenaga ahli MS-manipulator diperlukan untuk pelatihan, penyusunan keperluan suku cadang dan fasilitas/peralatan pendukung sehingga penyusunan anggaran dapat disusun dengan baik dan terpercaya. Kata kunci : MS-manipulator, hotcell, perbaikan, instalasi radiometalurg

    154

    full texts

    170

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇