PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir
Not a member yet
170 research outputs found
Sort by
PERBAIKAN DAN UJI FUNGSI TUNGKU THERMOLYNE MODEL 46100
PERBAIKAN DAN UJI FUNGSI TUNGKU THERMOLYNE MODEL 46100. Telah dilakukan perbaikan dan uji fungsi Tungku hermolyne Model 46100 di ruang HR-05 Instalasi Elemen Bakar Eksperimental (IEBE). Perbaikan tungku thermolyne dilakukan dengan tujuan untuk mengganti sistem pengendali suhu yang rusak agar dapat beroperasi nornal kembali. Setelah dilakukan perbaikan, uji fungsi tungku dilakukan dengan suhu target pertama 200 oC dan target kedua 300 oC dengan kecepatan pemanas 5oC/menit. Hasil uji fungsi alat tungku thermolyne menunjukkan kenaikan suhu dengan kesalahan pembacaan tampilan proses terhadap set point sebesar 0,863 %, kesalahan pembacaan untuk penahanan pada suhu untuk 200 oC sebesar 0,318 % dan untuk 300 oC sebesar 0,242 %. Dapat disimpulkan bahwa perbedaan suhu antara set point dengan tampilan proses dengan menggunakan kendali baru ini menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan dengan angka kesalahan rata-rata pola tungku mempunyai toleransi di bawah 1%[1]. Dengan kondisi ini diharapkan tungku bisa digunakan kembali sebagai mana mestinya. Katakunci : Perbaikan, tungku Thermolyne, Uji Fungs
PENERAPAN PENGELOLAAN (TREATMENT) AIR UNTUK PENCEGAHAN KOROSI PADA PIPA ALIRAN SISTEM PENDINGIN DI INSTALASI RADIOMETALURGI
PENERAPAN Pengelolaan (Treatment) Air Untuk Pencegahan Korosi Pada Pipa Aliran Sistem Pendingin Di Instalasi Radiometalurgi. Sistem pendingin ruangan di gedung Instalasi Radiometalurgi (IRM) dipasok oleh Central Air Conditioning System (CAS) yang menggunakan air sebagai media pendingin dengan sistem sirkulasi tertutup. Pengelolaan (treatment) terhadap air dingin dalam pipa sirkulasi bertujuan untuk mencegah agar tidak terjadi kebocoran akibat korosi dan pengotor. Treatment dilakukan dengan cara mencampurkan zat kimia yang disebut Scale and Corrosion Inhibitor ke dalam sistem aliran air dingin sehingga terjadi reaksi kimia yang dapat mengikat unsur unsur pemicu terjadinya korosi pada pipa aliran serta membentuk fouling dan scaling yang sekaligus melapisi permukaan dalam pipa. Terikatnya secara kimia impuriti yang terbawa dalam aliran dengan berat jenis lebih berat dari air akan mengendap pada jalur pipa pengendapan. Dapat disimpulkan bahwa dengan mengendalikan fouling dan scaling serta pengotor lainnya maka pH air akan meningkat diatas 8,5, sehingga air tidak lagi bersifat korosif. Kata kunci : Air, korosi, pipa
ANALISIS NEODIMIUM MENGGUNAKAN METODA SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS
ANALISIS NEODIMIUM MENGGUNAKAN METODA SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS. Neodimium adalah jenis isotop yang dapat digunakan sebagai monitor penentuan derajat bakar (burn up), selain itu neodimium adalah unsur-unsur yang sering terdapat dalam logam tanah jarang sehingga mempelajari metoda analisis untuk penentuan unsur ini adalah cukup penting. Salah satu metoda yang dapat digunakan untuk menentukan unsur tersebut adalah metoda spektrofotometri UV-Vis. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan penelitian tentang bagaimana melakukan analisis unsur neodimium menggunakankan metoda Spekterofotometri UV-Vis dan parameter yang mempengaruhi hasil analisis. Hasil pengujian akan diterapkan pada analisis unsur Nd yang terdapat dalam logam tanah jarang dan pada analisis fision product untuk penentuaan burn up. Telah diperoleh parameter analisis untuk menganalisis neodimium dengan konsentrasi sampel berkisar dari 1 ppm hingga 7 ppm dengan tingkat keasaman larutan pada pH 3,5 dan konsentrasi pengomplek 0, 1 % serta waktu analisis kurang dari 30 menit. Analisis dapat diterima dengan persen akurasi berkisar antara 96,73% sampai 99,86% dengan tingkat kepercayaan 95%. Kata kunci : Spektrofotometri UV-Vis, Neodimium, Arsenazo II
VALIDASI METODE UJI KEKERASAN MIKRO PADA KELONGSONG ZIRKALOY-4
VALIDASI METODE UJI KEKERASAN MIKRO PADA KELONGSONG ZIRKALOY-4. Telah dilakukan validasi metode uji kekerasan mikro pada kelongsong Zirkaloy-4. Validasi dilakukan untuk memastikan pemilihan area jejakan dan penentuan formasi jejakan yang proporsional. Pelaksanaan validasi dilakukan pada kelongsong Zirkaloy-4 dengan area 3 sumbu yaitu sumbu Radial (area Z), sumbu Transversal (area Y) dan sumbu Longitudinal (area X). Hasil uji kekerasan mikro pada area Z menghasilkan angka kekerasan 233,44 HVN; area Y 220,00 HVN dan area X 230,44 HVN. Berdasarkan eksperimen bahwa area Z memiliki nilai kekerasan lebih proporsional dibandingkan area X dan Y. Indentasi pada area X dan Y menghasilkan geometri diagonal yang tidak simetri sedangkan indentasi pada area Z menghasilkan geometri diagonal yang simetri. Berdasarkan pengujian yang dilakukan pada material kelongsong Zirkaloy-4 maka metode uji kekerasan mikro yang valid adalah indentasi pada area Z dengan formasi jejakan 9 titik menghasilkan diagonal jejakan yang linier.Kata kunci : Kelongsong Zirkaloy-4, Validasi, Kekerasan mikro; Geometri diagonal indentas
FMEA SEBAGAI ALAT ANALISA RISIKO MODA KEGAGALAN PADA MAGNETIC FORCE WELDING MACHINE ME-27.1
FMEA SEBAGAI ALAT ANALISA RISIKO MODA KEGAGALAN PADA MAGNETIC FORCE WELDING MACHINE ME-27.1. Salah satu tahapan dalam proses perakitan elemen bakar nuklir adalah pengelasan. Kualitas hasil las sangat ditentukan oleh keterampilan operator las dan keandalan alat las Magnetic Force Welding (MFW). Pemeliharaan yang berfokus pada keandalan atau Reliability Centered Maintenance (RCM) adalah pemeliharaan untuk mencegah kerusakan dengan mengeliminasi penyebab kerusakan. Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) merupakan salah satu metode penting dalam RCM. FMEA bertujuan untuk mengetahui keandalan sistem, mengidentifikasi moda kegagalan, penyebab kegagalan, serta dampak kegagalan yang ditimbulkan untuk masing-masing komponen. Metoda yang digunakan adalah dengan memasukkan hasil perincian sampai pada tingkat komponen (breakdown) dari sub sistem Magnetic Force Welding Machine ME-27.1 ke dalam FMEA Worksheet. Kemudian dihitung RPN-nya (Risk Priority Number) sehingga dalam analisa risiko moda kegagalannya diperoleh antara 2 sampai dengan 6, yaitu risiko rendah. Dapat disimpulkan bahwa dalam skala risk ranking rating, risiko ≤ 10 adalah risiko kegagalan rendah, dan ini menyatakan bahwa Magnetic Force Welding Machine ME-27.1 cukup handal sebagai alat proses perakitan pin elemen bakar nuklir dalam proses pabrikasi elemen bakar nuklir. Kata kunci: Pengelasan, Pemeliharaan, Kualitas, Pi
IDENTIFIKASI DAN PERBAIKAN KERUSAKAN TERHADAP SISTEM DETEKSI KEBAKARAN DI GEDUNG 65 INSTALASI ELEMEN BAKAR EKSPERIMENTAL
IDENTIFIKASI DAN PERBAIKAN KERUSAKAN TERHADAP SISTEM DETEKSI KEBAKARAN DI GEDUNG 65 INSTALASI ELEMEN BAKAR EKSPERIMENTAL. Identifikasi dan perbaikan kerusakan terhadap sistem deteksi kebakaran di gedung 65 Instalasi Elemen Bakar Eksperimental (IEBE) telah dilakukan. Pada sistem instalasi kebakaran sering kali mengalami suatu kerusakan dan gangguan yang tidak bisa diduga, diantaranya adalah respon alarm dini yang menyebabkan detektor pada suatu ruangan menginformasikan ke Panel adanya sinyal api. Kerusakan dan gangguan yang dimaksud adalah gangguan yang diakibatkan oleh kerusakan peralatan pendukung, contohnya detektor yang sudah berumur lama, dioda tegangan mengalami deformasi, battery yang melemah tegangannya dan terputusnya jalur kabel yang menuju panel. Tujuan dari identifikasi dan perbaikan kerusakan pada sistem deteksi kebakaran adalah mengantisipasi terjadinya kerusakan dini dan mengurangi adanya alarm respon dini akibat dari kerusakan komponen pendukungnya. Metoda yang digunakan adalah dengan mencari penyebab kerusakan dan dilanjutkan dengan perbaikannya. Diharapkan setelah dilakukan identifikasi dan perbaikan kerusakan maka akan mudah bagi petugas untuk mengontrol kinerja sistem deteksi kebakaran di IEBE. Hasil analisa di lokasi kerusakan sistem deteksi kebakaran di IEBE diketahui ada kerusakan pada dioda, detektor dan terputusnya sambungan jalur kabel. Dari kegiatan perbaikan kerusakan sistem deteksi kebakaran di IEBE dapat diambil kesimpulan bahwa kerusakan sudah bisa diperbaiki sehingga sistem dapat beroperasi kembali dengan normal. Kata kunci : kebakaran, detektor, alarm din
PROSES PEMURNIAN YELLOW CAKE DARI LIMBAH PABRIK PUPUK
PEMURNIAN YELLOW CAKE DARI LIMBAH PABRIK PUPUK. Telah dilakukan proses pemurnian Yellow cake dari limbah pabrik pupuk PT. Petrokimia Gresik untuk mendapatkan serbuk UO2 dengan kemurnian tinggi melalui jalur ADU dari bahan dasar Yellow cake dari limbah pabrik pupuk PT. Petrokimia Gresik. Serbuk UO2 yang diperoleh diharapkan dapat memenuhi kriteria derajat nuklir (nuclear grade). Percobaan dilakukan dengan cara melarutkan Yellow cake menggunakan asam nitrat untuk mendapatkan larutan uranil nitrat dengan konsentrasi U sebesar 200 g/L dan keasaman 4 N. Larutan uranil nitrat diekstraksi pada suhu kamar menggunakan pelarut TBP-kerosin (3:7), perbandingan fasa air dan fasa organik (1:1) dengan kecepatan pengadukan 800 rpm selama 30 menit, ekstraksi dilakukan sampai 3 tingkat. Fasa organik UO2(NO3)2.2TBP dire-ekstraksi menggunakan asam nitrat 0,01 N pada suhu kamar dengan perbandingan fasa organik dan fasa air (1:2), kecepatan pengadukan 800 rpm selama 30 menit. Uranil nitrat murni hasil re-ekstraksi dipekatkan dengan cara diuapkan hingga kadar uraniumnya sebesar 70 g/L sebagai umpan pengendapan. Proses pengendapan dilakukan dengan volume umpan sebanyak 1 liter dengan konsentrasi sebesar 70 g/L, suhu reaksi 70oC, kecepatan pengadukan 500 rpm, NH4(OH) 25% diteteskan sedikit demi sedikit sampai pH 7 dan dipertahankan selama 30 menit. Selanjutnya endapan ADU disaring dan dicuci dengan aquadest dan dikeringkan pada suhu 110 oC sampai berat konstan. Serbuk ADU dikalsinasi pada suhu 700oC selama 4 jam menjadi U3O8. Serbuk U3O8 hasil kalsinasi selanjutnya direduksi dengan gas H2 pada suhu 800oC selama 4 jam menjadi serbuk UO2. Dari proses pemurnian Yellow cake dari limbah pupuk PT. Petrokimia Gresik diperoleh efisiensi pelarutan sebesar 97,27%, efisiensi ekstraksi sampai 3 tingkat sebesar 97,27% dan efisiensi re-ekstraksi dengan HNO3 0,01 N sampai 1 tingkat sebesar 72,84%. Sedangkan Kadar pengotor dalam Uranil nitrat hasil proses pemurnian masuk dalam batas yang dipersyaratkan, Dengan demikian Yellow cake dari limbah pabrik pupuk PT. Petrokimia Gresik dimungkinkan untuk diproses menjadi serbuk UO2 berderajat nukir. Kata kunci : Yellow cake, pelarutan, ekstraksi, pengendapan, kalsinasi, reduks
PENENTUAN NILAI LIMIT DETEKSI DAN KUANTISASI ALAT TITRASI POTENSIOMETER UNTUK ANALISIS URANIUM
PENENTUAN NILAI LIMIT DETEKSI DAN KUANTISASI ALAT TITRASI POTENSIOMETER UNTUK ANALISIS URANIUM. Telah dilakukan kegiatan untuk menentukan nilai limit deteksi dan kuantisasi terhadap alat titrasi potensiometri yang digunakan untuk analisis uranium. Penentuan nilai limit deteksi dan kuantisasi dilakukan dengan cara melakukan analisis terhadap larutan blanko secara titrasi potensiometri. Larutan blanko merupakan larutan tanpa adanya analit dalam hal ini uranium. Metode yang digunakan dalam analisis larutan blanko sama seperti untuk melakukan analisis uranium menggunakan potensiometer Mettler Toledo T-90 yang mengacu ASTM C 799. Hal ini dikarenakan penentuan nilai limit deteksi dan kuantisasi dilakukan untuk menentukan limit deteksi dan kuantisasi terhadap alat potensiometer yang digunakan untuk analisis uranium. Dalam kegiatan ini analisis dilakukan terhadap larutan blanko secara titrasi potensiometri dengan pengulangan analisis sebanyak 15 kali setiap hari dan selama 3 hari. Tujuan dari kegiatan ini adalah menentukan nilai limit deteksi dan limit kuantisasi dari potensiometer Mettler Toledo T-90 yang digunakan untuk analisis uranium. Harapan dari kegiatan ini adalah dapat mengetahui konsentrasi atau jumlah analit uranium terkecil/terendah dalam sampel yang masih mampu dideteksi oleh potensiometer mettler toledo T-90. Dari hasil kegiatan diperoleh nilai limit deteksi (LoD) dan limit kuantisasi (LoQ) potensiometer mettler toledo T-90 masing-masing sebesar 0,0144 g/L dan 0,0439 g/L
PEMBUATAN PELAT ELEMEN BAKAR MINI U-7Mo/Al
PEMBUATAN PELAT ELEMEN BAKAR MINI U-7Mo/Al. Pembuatan pelat elemen bakar/PEB mini U-7Mo/Al untuk mencari parameter fabrikasi yang tepat dalam rangka pengembangan bahan bakar dispersi tipe pelat dengan densitas uranium tinggi telah dilakukan. Proses pembuatan PEB mini U-7Mo/Al diawali dengan pembuatan frame dan cover, penyusunan Inti Elemen Bakar (IEB) U-7Mo/Al bersama frame dan cover menjadi paket rol yang susunan tersebut diikat dengan las Tunsten Inert Gas (TIG). Paket rol dibentuk menjadi Pelat Elemen Bakar (PEB) mini U-7Mo/Al dengan teknik pengerolan panas dan dilanjutkan pengerolan dingin hingga ketebalan tertentu dan dipotong sesuai persyaratan bahan bakar. Frame dan cover dibuat dari lembaran logam paduan AlMg2 dengan ketebalan 3,15 mm untuk frame dan 2,7 mm untuk cover menggunakan mesin punching. Lubang frame disiapkan secara manual sesuai ukuran IEB U-7Mo/Al. Selanjutnya frame, cover dan IEB U-7Mo/Al dirakit menjadi paket rol dan pada sisi sambungannya diikat dengan las TIG dengan arus listrik antara 300 – 350 A. Paket rol ditipiskan dengan pengerolan panas pada temperatur 425ºC (4 tahap) hingga terjadi penurunan dari ketebalan 8,65 mm menjadi 1,65 mm dan dilanjutkan pengerolan dingin hingga ketebalan 1,4 mm. Pelat hasil rol setelah dikenai proses pelurusan dipotong berukuran 70 x 150 x 1,4 mm untuk densitas uranium 3,6 gU/cm3 dan 70 x 200 x ± 1,4 mm untuk densitas uranium 6 dan 7 gU/cm3 dengan meat tepat di tengah-tengahnya. Hasil pengamatan dan pengukuran menunjukkan bahwa hasil PEB mini U-7Mo/Al dengan densitas uranium 3,6 gU/cm3 (8 buah), 6,0 gU/cm3 (2 buah) dan 7,0 gU/cm3 (2 buah) dalam penelitian ini secara visual cukup baik, tidak terdapat cacat dipermukaannya. Bila diamati perubahan dimensi meat U-7Mo/Al mengalami pemanjangan sekitar 6 kali untuk seluruh densitas uranium, sedangkan lebar meat tidak berubah.Kata kunci: Proses fabrikasi, bahan bakar dispersi U-7Mo/Al, PEB mini, U-7Mo/A
PERBAIKAN WALL PLUG HOTCELL 01 INSTALASI RADIOMETALURGI
PERBAIKAN WALL PLUG HOTCEL 01 INSTALASI RADIOMETALURGI. Telah dilakukan perbaikan wall plug hotcell 01 di Instalasi Radiometalurgi. Diharapkan tulisan ini dapat menjadi rujukan dalam pengelolaan wall plug hotcell 101. Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman praktis penulis. Kendala yang dihadapi adalah, wall plug hotcell 01 (± 16,7 ton) tidak dapat ditarik keluar secara normal, baik secara manual maupun dengan motor penggerak. Penarikan selanjutnya menggunakan forklift dan sedikit diangkat dengan menggunakan service area crane (20 ton). Dari hasil penarikan tersebut terlihat kerusakan rel wall plug hotcell 01 akibat korosi karena genangan air akibat pintu merah ruang 113 bocor dan kerusakan pada bantalan roda penggerak. Tampak juga bekas gesekan pada wall plug dan dinding hotcell, yang disebabkan posisi wall plug tidak simetris akibat penarikan yang tidak serentak. Penanganan masalah tersebut telah dilakukan, seperti perbaikan bantalan dan rel, panjang rantai telah diperiksa dan disesuaikan serta pengembalian posisi roda wall plug tepat diatas rel, yang dilakukan dengan menggunakan service area crane (20 ton) dan dongkrak kapasitas 20 ton. Penggantian rel sangat sulit dilakukan sehingga cukup dengan pengelasan pada permukaan, dan digerinda sehingga ketinggian permukaannya sama seperti semula. Setelah diperbaiki, wall plug hotcell 101 telah dapat dibuka dan ditutup dengan mekanisme penggerak motor. Kata kunci : Instalasi Radiometalurgi, hotcell 01, wall plug, perbaika