Buletin Al-Turas
Not a member yet
    530 research outputs found

    An Analysis of Personality Disorder of The Main Character in Frankie & Alice Film

    No full text
    AbstrakTulisan ini adalah sebuah analsis terhadap permasalahan psikologis dari Frankie, tokoh utama dalam film Frankie & Alice. Penulis menggunakan metode qualitative deskriptif dan teori psikoanalisis dari Sigmund Freud. Hasil analisis menunjukan bahwa Frankie sebagai tokoh utama, memiliki sifat cinta pada keluarga namun dia lemah karena adanya gangguan kepribadian. Permasalahannya itu muncul karena pengalaman traumatisnya yang membuat dia merasa gelisah tingkat tinggi. Untuk melindungi dirinya dari pengalaman traumatis itu, Ia menggunakan identitas dissosiatif, sebagai mekanisme perlawanan dirinya yang memunculkan dua jenis kepribadian, yaitu Alice dan Genius yang memiliki fungsi yang berbeda. Kepribadin pertama berfungsi untuk melindunginya dari perasaan bersalah. Sementara itu kepribadian kedua, berfungsi sebagai pembantu.---AbstractThis writing is an analysis of the psychological problems of Frankie as the main character in Frankie & Alice film. The writer uses qualitative descriptive analysis method and psychoanalysis theory of Sigmund Freud. The analysis shows that Frankie as the main character is a loving family person but she is weak because of her personality disorder. Her problem is because of her traumatic experiences that makes her feel high anxiety. To protect herself from the traumatic experience, she uses dissociative identity disorder, part of dissociation, as her defense mechanism that creates two other personalities (multiple personalities), namely Alice and Genius who have different functions. The first functions to protect her from guilty feeling to make her a better person. On the other hand, the second functions as a helper

    شعـر الغـزل في العـصر الجاهلي و العـصر الحديث : دراسة موازنة بين شعـر عنتـرة العبـسي و أحمد شـوقي

    Get PDF
    AbstrakAntarah Al-Absy adalah salah satu penyair ternama pada masa jahiliyah yang terkenal sebagai pemuda yang kuat sehingga ditakuti oleh lawan-lawannya. Sedangkan Ahmad Syauqi ia terkenal sebagai penyair masa modern yang dijuluki sebagai Amir As- syu’ara. Penulis menemukan banyak persamaan dan perbedaan dalam syair-syair ghazal kedua penyair Arab tersebut. Pemilihan diksi yang mudah dicerna pembaca dan pendengar serta isi syair tentang cinta sejati menjadi titik persamaan di antara mereka. Namun, di samping itu, gaya bahasa yang dipakai Ahmad Syauqi dalam syairnya menitikberatkan pada gaya seorang orator yang sedang merayu sang kekasih. Sedangkan Antarah berusaha meramu syairnya sehingga menjadi sebuah kisah cinta yang romantis.---AbstractAntarah Al-Absy was one famous poet in the pre-Islamic time of Arab which was renowned as a strong young man so feared by his opponents. While Ahmad Syauqi who was famous as a poet of modern times dubbed as Amir As-syu\u27ara. The author found a lot of similarities and differences in the their ghazal poetries. Selection of diction that is easy understood by the readers and listeners as well as content poem about true love are the point of similarities between them. However, in addition, the style of language used in Ahmad Syauqi’s poem focuses on the style of an orator who is seducing her lover. While Antarah try concocting his verse so that it becomes a romantic love story

    Rasa Humor dalam Perspektif Agama

    Get PDF
    AbstrakTak diragukan lagi bahwa humor itu ada dalam khasanah agama islam. Kisah Nabi dan para sahabatnya menunjukan bahwa humor dan anekdot itu ada, yang secara eksplisit muncul dalam konteks al-Quran dan hadits. Islam tidak pernah melarang tertawa, bahkan berusaha mengelola dan membatasi tertawa sebagai sebuah bentuk kebahagiaan saja, bukan keterlenaan terhadap kenikmatan duniawi. Artikel ini mencoba membahas tertawa, lelucon dan humor dalam sudut pandang Islam. Pembahasan topik tersebut dibagi ke dalam empat bahasan. Pertama, rasa humor itu sendiri yang meliputi fenomena humor dan teori humor. Kedua, jenis-jenis humor dalam al-Quran dan Hadits. Ketiga, etika humor dan fungsi humor. Keempat, hubungan antara humor dan agama. Hasil dari pembahasan menunjukan bahwa selera humor adalah sebuah anugerah dari Tuhan. Menciptakan humor atau sesuatu yang lucu untuk membuat orang lain bahagia adalah sebuah ide yang baik. Walaupun begitu, agama tetap mengingatkan agar tidak melupakan kehidupan akhirat dan kebahagiaan di sana yang abadi. Manusia dapat meraih kebahagiaan di akhirat dengan berupaya membatasi tertawa dan humor agar tidak berlebihan.---AbstractNo doubt exists that humor is present in religion (Islam). On the stories nabi and sahabat showed there are humor and anecdot used in Islam as it is on the holy Qur’an and hadits explicitly. Islam instead of prohibits, manages and restricts laugh as expression of  happiness  in order to preserve people from preoccupation of wordliness.The article discuses laugh, jokes or humor in Islamic point of view. The discussion divided into four sub discussions. First, sense of humor which included humor phenomenologic and humor  theories.  Second, humor verses on holy Qur’an and hadists. Third,humor  ethics and humor function.  Fourth, relations between humor and religion. Result of the discussion showed that sense of humor is a gift from God. Creating joke or funny thing to make people happy is a good deed. Religion put one in mind of not forgeting  life after death and happiness on it. People can reach happiness in the hereafter by stinted laugh or jokes

    Relasi Budaya Arab-Melayu dalam Sejarah di Indonesia

    Get PDF
    Abstract This research reveal about culture of Arab-Malay could not escape the series of Islamization that is not separated from the contribution of the Arab nation. From man of the desert this is Islam exuberantly and check in Malay. His natural aridity, does not affect the subtlety of the attitude and friendliness of speak so unable to convince the population of the Islands for religious Unity. Of those entities in order to at maturity, and can synergize with the global community. The synergy of trade-Da\u27wah is no longer the offensive problems of Commerce, here in after have led to the phenomenon of history to mixture of both cultures. People Arabic or Malay has a cultural attachment that cannot be released. This makes the second Southeast Asian ethnic group as a vehicle of Islamic civilization in the other country of origin faced. In the regional area, nesting and Islamic showed to its light able to be felt until the present. Culture that woke up, became the unifying node that displays an openness and smoothness is maintained in a long time. This paper will peel back the issue of how Arab-Malay articulation happen and dialectical. --- Abstract Penelitian ini mengungkap tentang kebuadaayan Arab-Melayu tidak bisa lepas dari rangkaian  Islamisasi yang tidak lepas dari kontribusi bangsa Arab. Dari manusia padang pasir inilah Islam merimbun dan menyemak di lingkungan Melayu. Kegersangan alam tempat tinggalnya, tidak mempengaruhi kehalusan sikap dan keramahan bertutur sehingga mampu meyakinkan penduduk kepulauan untuk beragama Tauhid. Dari mereka entitas kemelayuan sampai pada maturitas, hingga dapat bersinergi dengan komunitas global. Sinergi dagang-dakwah bukan lagi menyinggung masalah perniagaan, selanjutnya telah membawa pada fenomena menyejarah yakni percampuran budaya keduanya. Orang Arab maupun Melayu memiliki keterikatan kultural yang tidak bisa dilepaskan. Kedua etnis ini menjadikan Asia Tenggara sebagai wahana tampilnya peradaban Islam yang berwajah lain dari negeri asalnya. Di kawasan regional tersebut, Islam bersarang dan menerang hingga sinarnya mampu dirasakan hingga masa kini. Budaya yang terbangun, menjadi simpul pemersatu yang menampilkan kehalusan dan keterbukaan yang terjaga di waktu yang lama. Makalah ini akan mengupas masalah bagaimana akluturasi Arab-Melayu terjadi dan berdialektika

    Pendekatan Pragmatik dalam Mendukung Kemampuan Komunikasi Lisan

    Get PDF
    AbstrakTujuan dari komunikasi adalah untuk mendapatkan pesan dari orang lain secara jelas dan tidak ambigu. Melakukan komunikasi memerlukan usaha dari pengirim maupun penerima. Proses komunikasi dapat terganggu dengan adanya kesalahan, sehingga pesan akhirnya  disalah-tafsirkan  oleh  penerima.  Ketika gangguan tersebut tidak terdeteksi, hal ini dapat menimbulkan kebingungan, usaha yang sia- sia dan  kesempatan  yang  hilang.  Kenyataannya, Komunikasi akan sukses  bila kedua pihak memahami informasi yang sama sebagai hasil dari komunikasi. Jadi, dapat diasumsikan bahwa pendekatan  yang  dapat  menciptakan  situasi pembelajaran bahasa kedua (asing), terutama dalam kemampuan komunikasi lisan adalah dalam bentuk pragmatic. Tulisan ini mencoba membahas alasan mengapa ada nilai dalam pembelajaran pragmatic secara eksplisit pada pembelajar bahasa kedua (L2) dalam target bahasa. Pentingnya isu dalam gagasan pragmatic sangat dipertimbangkan, termasuk dalam menentukan kontribusi pragmatic dalam mendukung kemampuan berbicara siswa, bagaimana mempersiapkan pembelajar bahasa dalam memahami hubungan pragmatic dan fungsi bahasa dalam terma komunikasi yang dapat diterima, dan peranan sintaksis dan semantic dalam mem fasilitasi pembelajaran pragmatik---AbstractThe purpose of communication is to get the message across to others clearly and unambiguously. Doing this involves effort from both the sender of the message and the receiver. And it\u27s a process that can be fraught with error, with messages often misinterpreted by the recipient. When this isn\u27t detected, it can cause tremendous confusion, wasted effort and missed opportunity. In fact, communication is only successful when both the sender and the receiver understand the same information as a result of the communication. So, it is assumed that the approach which can creat the situation of second language learning, especially oral communication skill is pragmtics. This paper discusses a rationale why there is value in explicitly learning pragmatics for second-language (L2) learners in the target language. The importance of issues in the notion of pragmatics is considered, including determining the contribution of pragmatics in supporting the students’ speaking skill, how to preapre the language learners understand the relation of pragmatics and language functions in the term of acceptable communication, and the role of syntax and semantics in facilitating the learning of pragmatics

    Ulama Betawi Perspektif Sejarah

    Get PDF
    AbstrakUlama Betawi telah memberikan kontribusi yang cukup signifikan dalam pembangunan bangsa melalui transmisi keilmuan Islam sejak awal islamisasi Bandar Calapa kemudian berubah namannya menjadi Jakarta. Peranan mereka tetap tidak berubah mengajak rakyat beriman dan menjaga moral umat. Perubahan yang ada sebatas dalam tataran metodologi sesuai tuntutan zaman seperti terlihat ruang kreativitas pendidikan model Betawi Corner dan Pusat Studi Hadis. Pada abad ke-21 persoalan neolibralisme, sekulerisme,  pluralisme, dan radikalisme dari aspek pemikiran serta gerakan globalisasi berimbas kepada masalah ekonomi, penegakan hukum, pengangguran, lapangan kerja, upah buruh, d kualitas SDM yang rendah, dan kemiskinan. Semua itu menimpa kaum muslim lalu berpengaruh terhadap disintegrasi bangsa.---AbstractIslamic Scholar of Batavia has contributed significantly in building the nation through Islamic knowledge, since its name as Bandar Calapa until it is changed into Jakarta. Their main role is never changed, that is to to keep the faith and uphold morality. The changes accoured is  just only in methodological way, as an effort to adapt their selves with new condition. It could be seen fron Batavian Corner and the Center of Hadits Study. In 21St century, the neoliberalism, secularism, pluralism, radicalism, and globalization has affected the economic, law enforcement, unemployment, field of work, labor salary, and law standar quality of  human resources. All of them have afflicted the muslim world and threaten the disintegration of a nation

    الولاء في الميراث (دراسة تحليلية من تحقيق كتاب الفرائض للشافعي –نموذجا-)

    No full text
    الملخص الولاء فالإرث به ثابت بالإجماع. وبأنه صلى الله عليه وسلم : {ورث بنت حمزة رضي الله عنه من مولى له}رواه النسائي، وأعله بالإرسال إلا أنه يعمل به لاعتضاده بالإجماع، والمولى كان عتيقها لا عتيق أبيها على الصحيح. وعرف الشافعية بأن الولاء عصوبة ناشئة أخوية حدثت بعد زوال ملك متراضية عن عصوبة النسب، تقتضي للمعتق وعصبته الإرث وولاية النكاح والصلاة عليه والعقل عنه .ويقسم الولاء إلى أنواع ثلاثة: وهولاء العتاقة أو النعمة، وهو عصوبة سببها نعمة المعتق على رقيق سواء كان منجزا أو معلقا، تطوعا أو واجبا ولو بعوض. والأصل في ولاء العتاقة ما يلي:قوله الرسول صلى الله عليه وسلم: (الولاء لحمة كلحمة النسب لا يباع ولا يوهب). هذا حديث صحيح أورده الألباني. ورواه قوله الرسول صلى الله عليه وسلم:  (إنما الولاء لمن أعتق). ولاء الموالاة، ويسمى ولاء المناصرة: وصورته هي أن يعقد شخص مع آخر ليس له أقارب عقد محالفة كأن يقول له: "أنت مولاي ترثني إذا مت، وتعقل عني إذا جنيت". ولاء الإمامة: فقد ذهب إلى الإرث بولاء الإمامة الشيعية الإمامية فقط، فالإمام إذا كان ظاهرا يعتبر وارث من لا وارث له من قريب أو مولى عتاقة أو مولى موالاة.فبهذا البحث العلمي، نتكلم عن الولاء ودوره في ميراثه ومع أن الولاء من أسباب الإرث الخمس، فضروري لنا أن نتوقف لمدة طويلة لكي نفرق البيان الصحيح من خبراء عالمنا الجليل الخاص بمجال هذا العلم الدقيق مع البيان الذي ينتشر ويجري في دور حياة مجتمعنا الحاضر.الكلمات الأسسية : الولاء، الميراث، الإرث، الموالاة، المناصرة--- Naskah ulama yang dikaji dalam artikel ini adalah karya Imam Syafii yang berjudul al-Wala’ fi al-Mirats (Kedudukan Wali dalam Hukum Waris). Tulisan ini akan mengkaji naskah dari segi kandungan isi. Selain itu, naskah juga dijelaskan menggunakan sumber-sumber lain dari pandangan ulama dari mazhab yang berbeda yang tentu saja dikaitkan dengan berbagai dalil yang menjadi dasar argumentasinya. Dari hasil kajian diperoleh beberapa poin penting, yaitu bahwa seorang wali berhak mendapatkan waris dari orang yang diwalkannya berdasarkan Hadis Rasulullah Saw dan ijmak ulama. Wali yang berhak mendapatkan warisan ada tiga macam, yaitu wali atas budak (wala’ al-‘ataqah) sehingga ia mewarisi dari budaknya, wali penolong (wala’ al-muwalah/munashirah) sehingga ia mewarisi dari orang ada hubungan persahabatan/perjanjian, dan wali pemerintah (wala’ al-imamah) sehingga mewarisi orang yang tidak memiliki pewaris.Kata kunci: wala’, mirats, irts, muwalah, munashira

    Ahmad Hassan : Kontribusi Ulama Dan Pejuang Pemikiran Islam Di Nusantara Dan Semenanjung Melayu

    Get PDF
    AbstrakDampak Penjajahan bagi kondisi umat Islam di Indonesia terasa sampai kepada kehidupan beragama masyarakat. Situasi ini menimbulkan keprihatinan dan memicu sejumlah tokoh ulama di nusantara untuk bergerak mempelopori perbaikan khususnya kehidupan keislaman masyarakat. Di antara tokoh yang terkemuka dalam jajaran ulama nusantara adalah Ahmad Hassan. Belliau aktif membina dan membesarkan organisasi Persatuan Islam dengan menjadi guru pada sekolah-sekolah binaan lembaga itu di Bandung. Setelah itu, beliau pindah ke Bangil, Jawa Timur, dan perjuangannya semakin meluas dan kontribusinya diakui banyak orang. Selain membesarkan Pesantren Persatuan Islam di Bangil, beliau juga aktif menulis sejumlah artikel dan buku. Yang paling termasyhur adalah al-Furqan Tafsir Quran dan inilah yang mengangkat namanya di jajaran ulama besar nusantara bahkan semenanjung Melayu. Di masa kini, semakin penting arti karya-karya beliau dan para ulama nusantara lainnya. Sudah saatnya ada gerakan nasional mengumpulkan kembali dokumentasi karya-karya besar di masa lalu dan mengabadikannya agar mereka semua senantiasa dikenang oleh Umat Islam nusantara lintas generasi,---AbstractImpact of Colonialism for the condition of Muslims in Indonesia feel up to the religious life of the community. This situation raises concerns and triggered a number of prominent religious leaders in the country to move spearhead improvements, especially the life of the Islamic community. Among the prominent figures in the ranks of the clergy archipelago is Ahmad Hassan. Belliau actively nurture and raise the Union of Islamic organizations to become teachers in the target schools that institution in Bandung. After that, he moved to Bangil, East Java, and struggles are widespread and recognized the contribution of many people. In addition to raising the Union of Islamic boarding school in Bangil, he also writes a number of articles and books. The most famous is al-Furqan Quran Tafsir and that which bears his name in the ranks of the great scholars of the archipelago and even the Malay peninsula. At the present time, the more important the sense of the works of the scholars he and other archipelago. It is time there was a nationwide movement collect the documentation of the great works of the past and preserve it so that they all always be remembered by Muslims archipelago across generations

    أغراض خطابة الإمام الخميني و خصائص أسلوبها

    No full text
    AbstractAl-Khumayni is the first Iranian Supreme Leader had a big hand in the Iranian revolution. He was born on 24 September 1902 in Khomein, Markazi Province. Together with his followers in the city of Qum, al-Al-Khumayni began to build a political base against the royal family especially the Shah of Iran Mohammed Reza Pahlavi, who later became an important part of the power steering Iran\u27s Islamic Revolution. The main weapon held by al-Khumayni was political speeches capable of moving masses in large numbers so as to make future milestone Iranian empire felled. He was a great orator capable of sorting out the words and put them into a strand of pearls that evoke a spirit listeners to dissolve in their struggle against the Iranian royal family and American intervention. The style of language in his speech (Uslub Khithaby) which was the rhetorical speech trigger the urge author to analyze it more deeply through one of his speeches was phenomenal "American intervention in Iranian affairs".---AbstractAl-Khumayni is the first Iranian Supreme Leader had a big hand in the Iranian revolution. He was born on 24 September 1902 in Khomein, Markazi Province. Together with his followers in the city of Qum, al-Al-Khumayni began to build a political base against the royal family especially the Shah of Iran Mohammed Reza Pahlavi, who later became an important part of the power steering Iran\u27s Islamic Revolution. The main weapon held by al-Khumayni was political speeches capable of moving masses in large numbers so as to make future milestone Iranian empire felled. He was a great orator capable of sorting out the words and put them into a strand of pearls that evoke a spirit listeners to dissolve in their struggle against the Iranian royal family and American intervention. The style of language in his speech (Uslub Khithaby) which was the rhetorical speech trigger the urge author to analyze it more deeply through one of his speeches was phenomenal "American intervention in Iranian affairs"

    Mochammad Natsir dan Pemikiran Ekonomi Ummat 1950-1960

    Get PDF
    Abstract This article is intended as an attempt to reconstruct the history of thought from a figure of the famous politician who is soft, firm, and islamic behave, Mochammad Natsir. His thoughts about the economy of the Muslims is as his fight in Indonesia people’s destinies take notice, especially Muslims. During his life in pursuit of economic Natsir Mochammad Muslims either when he politicking, of community, and preaching. Related to the economic development of this Ummah, Mochammad Natsir championed economic development via the Ummah Party Mayumi, the largest Islamic Ummah as the party at the time. In discussing character Mochammad Natsir, has always been in the political discussion, whether its action in politics or also his idea about politics that inevitably associated with Islam, very little discussion about his thinking in the field of Economics, but it turns out that economics is concerned Natsir Mochammad Ummah, generally the people of Indonesia. His thoughts on the economy is very inspiring and uplifting for the people of Indonesia to be able to maintain his life struggling to avoid poverty, squalor, misery, and suffering due to the behavior of those who blackmail her life wander the property. His idea about Islamic economic development Mochammad Natsir Ummah who looks at and strive to let the Muslims during the post-revolution until the 1960 \u27s can live peaceful, prosperous, far from suffering, poverty, misery, and always pay attention to the messages from the teachings of Islam. Message from thinking this is about Mochammad Natsir human duty to care for and respect each other, because that is the nature of a human being as an independent creature who had to work hard in the face of the Earth to avoid poverty. This paper, entitled "the Economic Thinking and Natsir Mochammad Ummah 1950-1960".---AbstrakMakalah ini dimaksudkan sebagai usaha merekonstruksi sejarah pemikiran dari seorang sosok politikus terkenal yang lembut, tegas, dan islami, yakni Mochammad Natsir. Pemikirannya tentang ekonomi ummat adalah sebagai perjuangannya dalam memperhatikan nasib rakyat Indonesia, terutama ummat Islam. Selama hidupnya Mochammad Natsir memperjuangkan ekonomi ummat baik ketika ia berpolitik, bermasyarakat, dan berdakwah. Terkait dengan pembangunan ekonomi ummat ini, Mochammad Natsir memperjuangkan pembangunan ekonomi ummat melalui Partai Mayumi, sebagai partai ummat Islam terbesar saat itu. Dalam membahas tokoh Mochammad Natsir, selama ini selalu pada pembahasan politik, baik kiprahnya dalam berpolitik atau juga pemikiran-pemikirannya tentang politik yang pasti dikaitkan dengan Islam, sangat sedikit pembahasan tentang pemikirannya di bidang ekonomi, padahal ternyata Mochammad Natsir sangat memperhatikan ekonomi ummat Islam, umumnya rakyat Indonesia. Pemikirannya tentang ekonomi sangat memberikan inspirasi dan semangat bagi rakyat Indonesia untuk dapat berjuang mempertahankan hidupnya yang terhindar dari kemiskinan, kemelaratan, kesengsaraan, dan penderitaan akibat perilaku pemerasan dari mereka yang hidupnya bergelimang harta. Untuk itu makalah ini akan menyoroti Pemikiran Mochammad Natsir tentang pembangunan ekonomi ummat yang memandang dan mengusahakan agar umat Islam pada periode pasca revolusi sampai tahun 1960 dapat hidup damai, sejahtera, jauh dari penderitaan, kemiskinan, kesengsaraan, dan senantiasa memperhatikan pesan-pesan dari ajaran agama Islam. Pesan dari pemikiran Mochammad Natsir ini adalah tentang tugas manusia untuk menjaga dan menghormati sesamanya, karena itu  adalah fitrah seorang manusia sebagai makhluk yang merdeka yang harus bekerja keras di muka bumi untuk menghindari kemiskinan. Makalah ini berjudul “Mochammad Natsir dan Pemikiran Ekonomi Ummat 1950-1960”

    246

    full texts

    530

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Buletin Al-Turas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇