Buletin Al-Turas
Not a member yet
530 research outputs found
Sort by
Peta Perkembangan Kaligrafi Islam di Indonesia
Abstrak Tulisan ini berkaitan dengan seni kaligrafi Islam di Indonesia. Permasalahan utama yang dikaji adalah mengenai perkembangan seni kaligrafi Islam di Indonesia sejak masuk Islam masuk di Nusatara. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah metode pustaka dengan menelusuri dokumen terkait dan artefak karya kaligrafi yang dihasilkan oleh orang-orang di Nusantara. Hasil kajian menunjukkan bahwa perkembangan seni kaligrafi Islam di Indonesia telah menyusuri periode panjang melalui Angkatan Perintis, Angkatan Orang-orang Pesantren, Angkatan Pelukis dan Pendobrak, dan Angkatan Kader MTQ. Masing-masing periode memiliki khas dan warna tersendiri.---Abstract This article is discussing about Islamic caligraphy in Indonesia. The main problems that will be discussed here is about Islamic Caligraphic Art in Indonesia since the religion of Islam entered Nusantara. In collecting the data, this research uses library method by searching documents relating to it and the caligraphic work archeology resulted by people in Nusantara. The result of this research shows that the Islamic Caligraphic Art development in Indonesia had run through a long period via the New Order, the era of Islamic students (santri), the painter era, the revolutioner era, and the candidate era of MTQ. Each periode has its own characteristic and its nature
Syekh Siti Jenar : Pemikiran dan Ajarannya
abstrakNama Syekh Siti Jenar, untuk selanjutnya dalam makalah ini disebut Jenar, memang populer di kalangan kaum Muslimin, khususnya orang Jawa, dan lebih khusus lagi bagi para penganut Kebatinan atau Kejawen, dan sekaligus ia menjadi tokoh yang kontroversial.Perlu ditegaskan di sini,yang ditulis belakangan tentang tokoh kontroversial ini sekadar menjelaskan sebab musabab mengapa dia dihukum. Orang atau para penulis hampir tidak pernah menginformasikan riwayat pribadinya sebagai manusia beriman.”---AbstractName Sheikh Siti jenar, hereinafter referred jenar in this paper, it is popular among Muslims, especially the Javanese, and more specifically for the followers Kebatinan or Javanese, and at the same time he became a controversial figure.It should be emphasized here,written recently about this controversial figure simply explain the causes why he was punished. People or writers almost never inform his personal history as a man of faith.
Budaya Pangan Anak Singkong dalam Himpitan Modernisasi Pangan : Eksistensi Tradisi Kuliner Rasi (Beras Singkong) Komunitas Kampung Adat Cireundeu Leuwi Gajah Cimahi Selatan Jawa Barat
Abstrak Perspektif budaya memandang makanan bukanlah sesuatu yang dipandang semata-mata berhubungan dengan aspek fisiologis dan biologis manusia melainkan secara menyeluruh terserap dalam suatu sistem budaya pangan. Sistem budaya pangan (makanan) mencakup kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi makanan yang di dalamnya tersirat pemenuhan kebutuhan manusia- -primer, sosial, dan budaya dalam rangka melangsungkan kehidupan dan meningkatkan kesejahteraan diri, keluarga, dan masyarakatnya, Tradisi kuliner berbasis pangan lokal merupakan bentuk kearifan local sebagai gambaran pola-pola hidup masyarakat yang mampu menghadirkan identitas kolektivitas dan representasi sosial budaya dalam mengkonsepkan makanan, fungsi sosial makanan di tengah-tengah himpitan dan pengaruh modernisasi pangan dari budaya luar.---Abstract Perspective view of food culture is not something that is seen solely associated with physiological and biological aspects of humans but thoroughly absorbed in a system of food culture. Culture system of food (food) includes production, distribution, and consumption of food in it the fulfillment of human needs-implied-primary, social, and culture in order to sustain life and improve the well-being of self, family, and community, local food-based culinary tradition is forms of local knowledge as a picture of life patterns that can deliver a collective identity and social representation in conceptualizing food culture, the social function of food in the middle of the crush and modernization of food from foreign cultures
Hasrat Komoditas di Ruang Urban Jakarta : Sebuah Kajian Budaya
AbstrakArtikel ini mengkaji perilaku konsumsi masyarakat urban Jakarta yang dilihat dari sudut pandang kajian budaya. Kajian ini penting karena adanya konsumsi komoditas tiada batas dimana masyarakat urban Jakarta tak mampu menggunakan pikirannya secara tepat untuk memutuskan apa yang harus dan tak harus dikonsumsi. Arus kapitalisme budaya yang berkembang pada era posmodern telah memicu persoalan pada perilaku konsumsi masyarakat yang sengaja dikonstruksi sedemikian rupa sehingga perilaku konsumsi setiap individu dinilai alamiah. Pada kenyataannya, hal tersebut disebabkan oleh kesadaran palsu (false consciousness) yang ditanamkan dalam pikiran manusia melalui ideologi kapitalisme yang berkembang dalam budaya konsumen Indonesia. Kesadaran palsu bukanlah ketidakmampuan pikiran manusia untuk membedakan yang benar atau salah, tetapi kesadaran tersebut dipalsukan oleh mekanisme tertentu, sehingga manusia menyerap informasi yang salah terhadap sebuah realitas.---AbstractThe article investigates consumerism as a life style of Jakarta urban society through a cultural studies view. This study is important due to the fact that Jakarta urban society keep consuming commodities without any consideration on what should and shouldn’t be consumed. The development of cultural capitalism in postmodern era has led to a serious problem on how consumer behaviour is intentionally constructed in a such way and seems to be natural. In fact, this is caused by a false consciousness which is placed in the human mind through capitalism in Indonesia consumer culture. False consciousness in not defined as a disability of human mind to distinguish right and false, but the consciousness is counterfeited by a certain mechanism, so that human reserves wicked information through a reality
Islam dalam Jagad Pikir Melayu
AbstrakAgama dan kebudayaan merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia. Adakalanya agama dipengaruhi kebudayaan atau sebaliknya kebudayaan yang dipengaruhi agama. Masuknya Islam ke tanah Melayu memberikan pengaruh terhadap corak kebudayaan dan pemikiran Melayu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai Islam yang terdapat dalam teks Tunjuk Ajar Melayu dengan menggunakan pendekatan strukturalis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Tunjuk Ajar Melayu terdapat nasihat, pesan, pikiran dan gagasan untuk memegang teguh Islam dalam kehidupan orang Melayu. Dalam Tunjuk Ajar Melayu diungkapkan posisi adat dan syarak, Islam sebagai identitas orang Melayu, anjuran bertakwa kepada Allah, Islam untuk pembentukkan karakter anak dan persiapan menuju akhirat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Islam sangat berpengaruh dalam pembentukan pemikiran Melayu sehingga Islam dianggap sebagai identitas utama orang Melayu. ---AbstractReligion and culture are important in human life. Sometimes, a religion is influenced by culture or in any case culture is influenced by religion. The coming of Islam to Malay land influenced on the characteristic of Malay culture and minds. This research aims to analyze the Islamic values on text of “Tunjuk Ajar Melayu” by using structuralis approach. Findings of research show that “Tunjuk Ajar Melayu” consist of advices, messages, thoughs, and ideas to keep Islam in the life of Malay people. It expresses the position of “adat” and “syarak”, Islam as identity of Malay people, messages of devoting to Allah, Islam to build the children character and preparation toward hereafter. This research concludes Islam greatly influences in building Malay culture and minds, and therefore Islam is regarded as main identity for Malay people
Maulid dalam Perspektif Sosiologi Agama
AbstrakDalam menjelaskan tentang berbagai aktivitas keagamaan agama selalu dikaitkan dengan aspek-aspek sosiologis. Hal ini karena agama dapat menjadi focus social yang memunculkan berbagai sudut pandang masyarakat. Praktek keagamaan sering menjadi perilaku yang diistimewakan masyarakat yang melakukannya, sebagai contoh dalam kajian ini adalah praktek mauled nabi Muhammad saw. Artikel ini mengangkat tentang isu praktek mauled nabi yang dikaitkan dengan keberadaan praktek mauled pada nabi lainnya selain nabi Muhammad saw. Berdasarkan kajian sosiologi makna maulid di sini adalah lebih kepada peringatan kelahiran nabi Muhammad Saw yang telah menjadi tradisi dalam suatu masyarakat, daerah dan negara tertentu, Dengan demikian perayaan maulid nabi Muhammad saw yang dilakukan oleh masyarakat muslim sangat terkait dengan dimensi keagamaan sehingga Nampak tidak bisa dipisahkan dengan pranata-pranta social yang meliputi nilai dan norma agama.---AbstrakIn explaining abaout several kinds of religious activities, it is usually related to sociological aspects. Because religion can be social focus emerging several point of views from societies. Religious practices often triger a certain attitude for people who perform them. Lets take a look at the example in this article about the prophet mauleed (birth), Muhammad SAW. This article discusses about practical isue of mauleed related to another prophets’ birth. Based on the sociological analysis what we meant by mauleed is tends to be something like a memorial of prophet Muhammad’s birth as it has been adopted social tradition in many regions and countries. Therefore, the celebration of prophet Muhammad’s birth done by moslems is very much often influenched by religious dimension. So, it seems that it can not be sparated by social infrastructure covering values and religious norms
Error Analysis of Sundanese English Pronunciation on Fricatives Sound
AbstraksPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan-kesalahan umum yang biasanya ditemukan pada mahasiswa suku Sunda yang ada di jurusan Bahasa dan Sastra Inggris tahun ajaran 2013 dalam mengikuti matakuliah pronounciation, khususnya pada masalah bunyi mendesis. Adapun fokus penelitian ini ditujukan pada mahasiswa baru yang berlatarbelakang budaya Sunda dengan tujuan untuk mengetahui keakurasian pengucapan kata-kata yang mengandung unsur desisan/desahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Peneliti sebagai pengumpul data melakukan hal-hal sebagai berikut: melalui observasi langsung terhadap mahasiswa suku Sunda. Merekam atau mencatat cara pengucapan (pronounciation) dan menganalisis kesalahan-kesalahannya berdasrkan konsep Error Analisis dari beberapa sumber. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa mahasiswa yang berasal dari Sunda pada umumnya bnyak melakukan kesalahan dalam pengucapan kata-kata yang mengandung desahan. Dengan demikian hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan koreksi dan masukan bagi para pelajar atau mahasiswa yang berasal dari Sunda.---AbstractThis study is aimed to find out the errors that commonly made by Sundanese student of English Letters Department in the year 2013 who already taken a pronunciation class, in pronouncing a fricative sounds. The reseacher focuses on freshman student who has Sundanese cultural background to know their accuracy in pronouncing some fricative’s words. The reseacher uses qualitative method on writing his thesis. He also analyzes the collected data through descriptive analysis technique in order to reach the objective of the research. The reseacher involves himself to collect data by observing the respondents, recording their pronunciation and analyzing the error on their pronunciation based on theories of error analysis which are taken from some relevant references. On the conclusion, the reseacher finds that Sundanese student of English Letters Department are made some error on their pronunciation. Error of omission and error of addition are found on the vowels and consonant sound except the fricatives sound. While error of selection, is occurred both on the fricatives sound and the rest of sound. The reseacher also finds that overgeneralization is one of the reasons why the Sundanese student made errors on their pronunciation
جبران خليل جبران في تطوير الأدب العربي الحديث
AbstrakJubran Khalil Jubran (1883-1931) adalah seorang tokoh sastra Arab Modern. Namun karena ia tinggal di perantauan Amerika, akulturasi budaya dirinya pun terjadi, sesuai tradisinya di Barat, ia hanya menggunakan dua suku kata yaitu Khalil Jubran. Akan tetapi orang Amerika kesulitan melafalkan huruf kha ( خ) dari nama Khalil ( خليل ), maka lafalnya kemudian menjadi Kahlil. Transliterasi ini keliru dan tidak ada nama Arab yang ditulis sebagai Kahlil ) كهليل ). Namun Khalil menggunakannya untuk memberi kemudahan masyarakat menyebut namanya tanpa kesulitan. Sedangkan perubahan nama Jubran menjadi Gibran terjadi karena proses peralihan dialek. Diantara kontribusi sastra Arab yang sempat ia berikan adalah memperkaya keragaman sastra dengan puisi dan prosa liriknya, menyebarkan aliran simbolik dan mengangkat suara-suara kemanusiaan yang terzhalimi. Melalui karya itulah ia menyuarakan rasa cinta dan kerinduannya akan keadilan sejati sampai akhir hayatnya---Jubran Khalil Jubran(1883-1931)was a prominent figure in modern Arabic literature. According to the West tradition, he only uses two syllables, namely Khalil Jubran. Bu tthe Americans difficulty pronouncing the letter kha ( خ) of the name Khalil ( خليل ), then the pronunciation then becomes Kahlil. Actually, transliteration is wrong and there are no Arabic names are written as Kahlil ( كهليل ). But Khalil used it to ease the public naming him without any difficulties. Meanwhile, the name of Jubran changes to Gibran because of transitioning dialect. Among his contributions to the Arabic literary are enrich the diversity of literature with poetry and prose lyrics, spreading flow of symbolic and voicing of oppressed people. Through his work, he voiced a sense of love and longing for true justice until his death
The Influence of Shari’ah Inspired Regulations on The Life of The Community in Tangerang
AbtraksPenelitian ini membahas tentang penelitian yang diadakan oleh pusat kajian agamadan budaya Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta terhadap beberapa nuansa syariah hukum Islam di kota Tangerang. Masalah hukum yang menjadi pertanyaan dalam pelarangan prostitusi (no 8/2005), hukum perkawinan sebagaimana yang tercantum dalam kompilasi hukum Islam (KHI), dan peraturan agama termasuk keputusan mengenai aliran Ahmadiyah. Hasil temuan penelitian menyatakan bahwa secara hukum dianggap tidak saja memberi dampak negatif, namun juga positif. Peraturan keagamaan secara umum cenderung melanggar kebebasan beragama dan bahkan mengancam kebebasan akademik, khususnya isu mengenai. Keputusan bersama menteri telah memengaruhi bentuk forum kerukunan umat beragama (FKUB), mengalami deskriminasi, misalnya tentang konstruksi penempatan tempat-tempat ibadah bagi para pemeluk agama minoritas. Perda no.8/2005 mengenai prostitusi di kota tangerang tidak saja berdampak pada penurunan prostitusi, namun juga berakibat pada masalah pelanggaran hak-hak perempuan (mereka saat ini tidak berani keluar rumah setelah jam 10 malam) dan kebebasan berpendapat. Meskipun draf hukum telah dimusyawarahkan dengan tokoh masyarakat.---AbstractThe presentation will discuss the findings of a research that was carried out by the Center for the Study of Religion and Culture of the State Islamic University Syarif Hidayatullah Jakarta on several Shariah-nuanced bylaws of Tangerang City (which was funded by Respect). The bylaws in question are those on the Prohibition of Prostitution (no 8/2005), the Marriage Law as stipulated in the Compilation of Islamic Law (KHI), and regulations on religion including the decree concerning the Ahmadiyah. The main findings of the research are that the bylaws have negative but also positive impacts. The joint Ministerial Decree has been influential in the formation of the Forum Kerukunan Umat Beragama FKBU, Forum for Religious Harmony) but has been discriminatorial in matters such as the construction of places for religious worship for adherents of minority religions. The Perda No. 8/2005 on prostitution in the City of Tangerang has indeed resulted in reducing prostitution but has also resulted in the violation of women’s civil rights (they are now afraid to be active outside the house after 10 o’clock at night) and their freedom of expression and academic freedom. Although the draft of the bylaw was discussed with figures in society, the law was socialized in a top-down manner
Bride and Prejudice sebagai Film Transnasional dan Heritage
AbstrakFokus penelitian ini adalah membuktikan film Bride and Prejudice sebagai film bergenre transnasional dan heritage. Melalui proses produksi serta naratif film, ditemukan ciri-ciri film transnasional dan heritage pada Bride and Prejudice. Genre tersebut menjadi alat yang digunakan Gurinder Chadha untuk memperkenalkan India pada penonton universal, serta menjadi media penetrasi budaya India ke dunia internasional.---AbstrackThis research focuses on prooving the evidences from the Bride and Prejudice films categorized as transnational and herritage genre. Through the production proses as well as film narrative, both films having characteristics as transnational and herritage film. The genre becomes the instruments to use Gurinder Chada to introduce India to the universal viewers, and become the media to penetrating Indian culture into the world