Buletin Al-Turas
Not a member yet
    530 research outputs found

    The Acceptability Humor Translation of English to Indonesian in The Movie Penguins of Madagascar: Discover Their Untold Story Thanksgiving

    Get PDF
    AbtraksPenelitian ini membahas tentang keberterimaan penerjemahan humor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis penerjemahan humor dan keberterimaan bahasanya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk mendapatkan penelitian yang objektif. Adapun instrumen yang digunakan untuk memeroleh data adalah dengan menggunakan intrumen peneliti sendiri sebagai alat pengumpul datanya. Misalnya dengan menonton film yang memiliki subtitle bahasa Inggris dan film yang bersubtitle bahasa Indonesia. Kemudian mengklasifikasi jenis-jenis humor yang sudah ditandai. Selanjutnya peneliti menjelaskannya berdasarkan konsep keberterimaan yang diajukan oleh Nababan, parameter penilaian keberterimaan suatu terjemahan. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada tiga jenis humor, seperti humor budaya, humor universal, dan humor linguistik. Dari ketiga jenis humor tersebut, jenis humor budaya lebih sering ditemukan atau muncul dalam penerjemahan subtitle film tersebut.---AbstractThe research discusses about the acceptability of humor translation. The analysis is aimed to identify the types of humor translation and its acceptability in target language. The researcher uses qualitative descriptive method to  get the  objective of the research. In order to get the valid data the researcher employs herself to collect the data;   by   watching   the   movie   both   in   English   and   Indonesian   version, understanding and marking the humor that appear in the movie, classifying the types of humor and describing the acceptability of humor which is translated from source   language   into    target   language   base   on   Nababan’s   parameter   of acceptability rates assessment theory. Findings of the research show that: first, three types of humor are found in the movie  Penguins of Madagascar linguistic humor, cultural humor, and universal humor; second, the most frequently types found is cultural humor; third, based on the result of translation version is acceptable

    Perpaduan Kebudayaan Hindu – Islam dalam Babad Pura Langgar di Desa Bunutin, Kabupaten Bangli, Bali

    Get PDF
    AbstrakSetiap umat di dunia ini seyogyanya hidup saling memahami, menghargai, dan saling membantu satu sama lain, karena hidup manusia di dunia akan saling membutuhkan. Untuk  itu diperlukan adanya kehidupan yang romantis dan harmonis yang didasarkan oleh hati yang tulus dan suci, guna mewujudkan perdamaian yang berkesinambungan. Sehingga mampu mewujudkan kebahagiaan yang bisa diwariskan oleh anak cucu di masa yang akan datang. Sehubungan dengan keharmonisan tersebut, di Bali ada sebuah pura yang terkenal dengan terdapatnya dua jenis bangunan suci baik Hindu maupun Islam dalam satu wilayah pura, namanya Pura Langgar yang letaknya di Desa Bunutin Kabupaten Bangli. Hal ini telah menjadi tempat untuk bersembahyang bagi kedua umat baik Hindu maupun Islam sejak dahulu hingga sekarang, yang menunjukkan sebagai bukti keharmonisan Hindu dan Islam yang telah terjalin sejak masa lalu. Pura ini menjadi tempat pertemuan dua kebudayaan yang berbeda baik Hindu dan Islam sehingga kerukunan yang ada hingga sekarang bermula dari pura ini. Terkait dengan hal itu sangat menarik untuk dipahami sejarah maupun  keunikan Pura Langgar tersebut.---AbstractBali is famous for its inherent culture in the form of religious art and culture which attracted foreign and domestic tourists visiting to see from close range on the art form of carving, sculpture, dance, and other traditions that inherited from the ancestors in the past. Similarly, the ornament is on houses and sacred buildings that are always innovating along with the times.The population is predominantly Hindu with a festive ceremony that almost done everyday making all creatures feel happy and have been satisfied at home, shrine or temple. Certainly, the ceremony was based on the awareness that every nation in the world should understand, respect, and help each other, recognizing the existence mutual need, mutual dependency and complementary in order to inter-religious harmony and understanding the importance of a large family and friendship intact. It required a romantic life and harmony based on the true heart and pure, in order to achieve sustainable peace. So as to realize the happiness that can be inherited by our children and grandchildren in the future. Regarding such Balinese harmony, there is a famous temple with the presence of two types of sacred building both Hinduism and Islam in the area of the temple, Pura Langgar that is located in the village of Bangli Regency Bunutin. It has become a place to pray for the people of both Hindu and Muslim since along ago. It shows as evidence that Hindu and Islamic harmony that has existed since the past.This temple is a meeting place of two different cultures both Hinduism and Islam so that harmony which exists today originated from this temple. It is very interesting to understand the history and uniqueness of the Pura Langgar

    Teori Formalisme – Balaghah

    Get PDF
     Salah satu faham yang memandang karya sastra hanya dari segi intrinsiknya saja adalah kaum formalisme. Mereka memandang bahwa karya sastra adalah karya yang berdiri sendiri terbebas dari pengaruh dari luar karya itu sendiri. Karya sastra terbebas dari faktor sejarah, biografi pengarang, konteks sejarah yang melatarbelakangi lahirnya sebuah karya sastra. Dalam istilah kesusastraan Arab, mungkin  untuk menganalisis suatu karya sastra dari segi intrinsiknya saja adalah suatu cabang  ilmu yang saat ini kita dengan balaghah. Ilmu balaghah sendiri terdiri dari tiga jenis ilmu yang berbeda, yaitu: ilmu ma’aniy, ilmu bayan dan ilmu badi’. Tentang formalisme dan balaghah yang nanti akan dicoba untuk dijelaskan dalam tulisan ini. Data diperoleh melalui penelusuran pustaka dan dokumentasi, selanjutnya dianalisis dengan pendekatan deskriptif analitis---abstractOne of the approach in doing a literary work can be done through its instrinsic elements is formalisme community. They believe that a literary work that is not depended on the exterinsic elements.na literary work sould be independence from the historic factors, author’s biography, historical context produced the a litetrary work. In Arabic literary work, perhaps to analyse a literary work from its instrinsic elements is a branch of knowledge of languistics. A linguistics itself consists of threedifferents kinds of knowledge: ma’anic knowledge, bayan, and badi. Formalism and linguistics which will be explained in this article is obtained from tracing library and docuentation, then will be analysed through descriptive analysis

    عقد التوحيد فى تحقيق كلمة التوحيد ( دراسة فيلولوجية )

    No full text
     إنّ تحقيق التراث هو أمر جليل، يحتاج من الجهد والعناية إلى أكثر مما يحتاج إليه التأليف. وبالجملة فالتحقيق عمل علمي دقيق، قائم على البحث والنظر، والرجوع إلى المصادر والمراجع، والاجتهاد والتوفيق وإبداء الرأي، وإحياء تراث الآباء والأجداد، لذا يحاول الباحث تحقيق التراث بجهد وعناية بالغة.وفى هذه المناسبة، إخترت إحدى المخطوطات لدراسة النص ووصفه، وتقديم نبذة عن حياة مؤلف المخطوطة ثم ترجمة النص إلى اللغة الإندونيسية حتى تعم الفائدة، ومعرفة الأفكار الهامة منها. والمخطوطة تحت عنوان "عقد التوحيد فى تحقيق كلمة التوحيد" وهو بحث مهم لمعرفة الله، لذلك ستعم الفائدة بعد دراسة النص لأن له أثر كبير فى حياة الناس.والمخطوطات لها أهمية بالغة فى المحافظة على التراث القديم فى العالم وتؤدي دراسة المخطوطات إلى تواصل الأجيال وترابط الأمم وازدهار الحضارات.---AbstractMencapai warisan adalah Jalil, membutuhkan usaha dan peduli untuk lebih dari dia perlu Karangan. Penyelidikan grosir adalah karya ilmiah menyeluruh, berdasarkan penelitian dan pertimbangan, dan kembali ke sumber dan referensi, dan ketekunan, konsiliasi dan menyatakan pendapat, dan kebangkitan warisan dari nenek moyang kita, sehingga peneliti sedang mencoba untuk mencapai sangat usaha warisan dan perhatian. Pada kesempatan ini, saya memilih salah satu naskah untuk mempelajari teks dan deskripsi, dan memberikan gambaran tentang kehidupan penulis naskah dan kemudian menerjemahkan teks ke dalam bahasa Indonesia sehingga manfaat, dan belajar yang ide-ide penting. Naskah berjudul "Unifikasi diadakan dalam pencapaian kata Tauhid" Ini adalah pencarian penting bagi pengetahuan tentang Allah, sehingga bunga akan dilakukan setelah mempelajari teks karena memiliki dampak yang signifikan terhadap kehidupan masyarakat. Naskah merupakan hal yang sangat penting dalam pelestarian warisan kuno dunia dan memimpin studi naskah untuk kelangsungan generasi dan saling ketergantungan bangsa dan peradaban berkemban

    The Paradox of Islam and Culture (Tradition and Belief abot Gender Perspective in West Sumatra)

    Get PDF
    AbstrakArtikel ditulis berdasarkan teori bermain peran dalam pendekatan psikologi, yang akan membahas peran laki-laki dalam komunitas Minangkabau. Laki-laki memiliki peran yang banyak dalam masyarakat Minangkabau, seperti sebagai kemenakan, paman, dan pemimpin masyarakat. Sehingga, secara teoritis laki-laki memiliki kekuatan yang banyak. Mereka memiliki tanggung jawab untuk melindungi harta keluarga. Tetapi, sayangnya, posisi mereka ada di bawah kendali perempuan. Semua jenis keputusan harus dikonfirmasikan dengan perempuan (sehingga ada istilah Bunda Kandung). Ini artinya kita harus memikirkan kembali tentang perspektif gender dalam komunitas Minangkabau, karena perempuan mendominasi kekuasaan.---AbstractThis article based on role play (in psychological approach) which male have in Minangkabau community. The male has many role in the Minangkabau society, like; (a) as a nephew, (b) as a uncle, (c) as a community leader. So, theoriticaly male have a lot of power. They had responsible to protect their fanily wealth as one example. But, unfortunoutly, their possition in “underarm of women”. All kinds of dicission should be get confirm from the women (“so-called”: Bundo Kandung). It means that we should re-thinking about gender perspective in Minangkabau community, because female dominate the power

    Karya Ulama di Lembaga Pendidikan Keagamaan di Sulawesi Tengah

    Get PDF
    AbstrakTulisan ini akan mengungkapkan karya-karya ulama di Sulawesi Tengah, terutama yang disusun oleh ulama setempat. Dalam mengumpulkan data awal, peneliti menelusuri data dokumentasi dan selanjutnya melakukan survei ke lapangan dan diperkuat dengan wawancara. Dalam analisis, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sejarah sosial. Temuan riset menunjukkan bahwa tradisi tulis ulama di Sulawesi Tengah telah berlangsung cukup lama, sejak masa sebelum kemerdekaan. Karena ulama yang datang di Sulawesi Tengah merupakan pendatang, maka tradisi pesantren baru dimulai sekitar awal abad ke 20. Karya ulama yang ditemukan lebih banyak bergendre sastra dan buku-buku keagamaan lebih banyak menggunakan kitab-kitab yang sudah populer di lembagan pendidikan keagamaan di luar Sulawesi Tengah.---AbstractThe intelectual relationship of ulemas in Haromain and Nusantara have been engaged since the 17th century, even since Walisongo periode. Muslims society in Lombok since the 18th century have contacted the relitionship with the ulemas in Haramain. It has been proved by the number of great teacher who had learned in the  holly city and beame the chalifah of Qodariyah naqsabandiyah sufism to forming community fiqh-misticism.The teller relationship (sanad) knowledge between Ibrahim Al-Khalidi with Ulemas in Haramain can be traced by the two received written tellers,i.e: (1) scietific teller  in Kifayah al-Mustafid accepted from  one of Nusantara ulemas, K.H. Mahfudz Al-Tirmasi (d.13338H/1919) accepted from his two teachers in Haramain, (2) Ijazah Syekh Hasan Muhammad Al-Masyath (d. 1399H) in his work Al-Irsyad bi Dzikr Ba’dh Ma’li Min Al-Isnad in 1370H. in Makkah Al-Mukarramah, an authoritative ulema in Hijaz during 20th.  The accurate chains and the relationship between one ulema with another ulemas and the authoritative teacher (Ijazaah) explining the academik credentiality of the owner, lead the isnad become the most important credential and become the teacher’s confession to his students

    Mandat Liga Bangsa-Bangsa : Kegagalan Palestina Menjadi Negara Merdeka (1920-1948)

    Get PDF
    AbstrakArtikel ini mengkaji Palestina pada masa Mandat Inggris melalui Metode Historis dengan Pendekatan Politik. Pasca Perang Dunia Pertama (1914-1918), Inggris mendapat mandat dari Liga Bangsa Bangsa untuk mengelola administrasi bekas wilayah wilayah Arab yang sebelumnya adalah bekas wilayah Turki Usmani. Di dalam proses pengelolaan ini, terjadi permasalahan dimana muncul dua kekuatan yang saling bertentangan yaitu Zionis Yahudi sebagai pendatang baru dan rakyat Palestina sebagai penduduk asli. Keinginan Liga Bangsa Bangsa yang menugaskan Inggris untuk memberikan masing masing kedua bangsa itu sebuah negara yang merdeka mendapat penolakan baik dari pihak Palestina maupun dari pihak Yahudi itu sendiri. Studi ini juga mempelajari dampak dari keberhasilan orang Yahudi mendirikan Israel diatas penderitaan rakyat Palestina. Artikel ini ingin menjelaskan mengapa Palestina mengalami kegagalan dalam mendirikan sebuah negara merdeka yang  penulis dapatkan dari pelbagai sumber dan data-data tertulis.  Menurut penelahaan penulis, era Mandat Inggris adalah akar dan awal kegagalan Palestina mendirikan negara merdeka, selain itu terdapat dua faktor penting penyebab kegagalan tersebut. Pertama, adalah faktor internal dari rakyat yang saat itu berupa adanya kesalahan strategi dari elit dan rakyat Palestina sendiri. Kedua yaitu faktor eksternal adalah campur tangan negara-negara Arab tetangga yang memecah Palestina demi kepentingannya.---AbstractThis article examines the period of the British Mandate of Palestine through the Historical Method and Political Approach. Post First World War (1914-1918), the British received the mandate from the League of Nations to manage the administration of the former Arab territories which previously was a former territories of the Ottoman Empire. In this management process, there is a problem which emerged two opposing forces, namely the Zionist Jews as newcomers and the Palestinians as natives. League of Nations assigned Britain to give each of the two nations was an independent country gets a rejection by the Palestinians and  the Jews themselves. This study also studied the impact of the success of the Jews set up Israel over the plight of the Palestinians. This article wants to explain why the Palestinians have failed in establishing an independent state that the author got from various sources and data. According to the review of the author, the British Mandate era is the root and the beginning of the failure of the Palestinians to establish an independent state. There are two important factors causing this failure. First, the internal factors of the people who was in the form of an error in the strategy of Palestinians themselves. A second ,external factor which the interference of neighboring Arab states (Jordan and Egypt) who partitioning the territories of Palestine

    البركة السيلانية للشيخ يوسف المكاساري (1627-1699 مـ) دراسة وتحقيق

    No full text
     من المعروف أن الدراسة الفيلولوجية إحدى الدراسات اللغوية  والأدبية، والغرض من هذه الدراسة الكشف عن العلوم والمعارف والإحبار وغيرها.وفي هذا الصدد، قام الباحث بالدراسة الفيلولوجية على رسالة البركة السيلانية للشيخ يوسف الماكاساري تحت عنوان: الشيخ يوسف المكاساري، البركة السيلانية: دراسة وتحقيق. وهذا البحث منحصر على تحقيق النص والكشف على محتويات النص.وهذه الدراسة لها أهميتها بالنسبة إلى مؤلف الرسالة ومحتوياتها معا. وذلك لأن مؤلفها يعني: الشيخ يوسف الماكاساري أحد الصوفيين الإندونيسيين لذي كان له دور هام في تطور التصوف الإسلامي بإندونيسيا. وأما بالنسبة إلى محتويات الرسالة فذلك لما تتضمنته الرسالة من القضايا الصوفية العملية التي يحتاج إليها كل من أراد أن يسلك الطريقة الصوفية في حياته الروحية.ويستخدم الباحث في هذا البحث منهج التحقيق النقدي، وذلك بإخراج النص مع إجادة القراءة عن تدبر وحسن فهم وتصحيح ما فيها من الأخطاء مع الإشارة في الهامش وإلى ما هو مكتوب في الأصل.بعد تحليل النص ظهرت نتائج البحث فيما يلى: إنّ مخطوطة البركة السّيلانيّة إحدى المؤلّفات الشّيخ يوسف الماكاساري من حوالي ثلاثة وعشرين (23) رسالة، وهي تبحث عن قضية التصوّف من ناحيته العمليّة التي تتضمّن الذكر وأنواعه وكيفيّته وفضيلته وما يتعلّق به من التّوبة. وهذه النص مليئة بالآيات القرآنيّة والأحاديث القدسيّة والنّبويّة وأقوال العلماء. 

    Fenomenologi Sejarah Nuswantara

    Get PDF
    AbstrakTulisan ini mencoba mengemukakan mengenai hakikat kebudayaan Nuswantara dalam kaitannya dengan Islam sebagai rahmatan lil ngalamin . Upaya te9rsebut dilakukan dengan menggunakan beberapa macam pendekatan: pendekatan historis, semiotik, dan feminis;sehingga dapat menemukan fakta baru yang sebelumnya belum pernah mengemuka. Pendekatan historis memperhatikan literatur-literatur berbagai bangsa yang terindikasi pernah melakukan interaksi dengan Nuswantara seperti bangsa Semit (dalam hal ini Arab), Cina, dan Asian Selatan. Pendekatan tersebut berhasil menunjukkan adanya keterpengaruhan budaya-budaya lokal di beberapa wilayah di Nuswantara oleh budaya bangsa- bangsa asing itu yang dibagi ke dalam tiga pola: Pola Aceh-Sumatera (PAS) yang didominasi budaya Arab, Pola Sulawesi- Maluku (PSM) yang didominasi Arab-Cina, dan Pola Pulau Jawa (PPJ) yang menyatukan budaya Arab, Cina, dan Asia Selatan. Pendekatan Semiotik menggali simbol-simbol yang muncul dari interaksi antara bangsa tersebut sehinga ditemukan fakta bahwa simbol-simbol yang ada seperti Sanskerta dan Cina merupakan simbol transmisi sistem petanda Islam. Pendekatan feminisme mengupas berbagai macam fenomena dalam kebudayaan Nuswantara dari sudut feminim- maskulin. Pendekatan ini berhasil mengukuhkan bahwa Islam sebagai rahmatan lil ngalamin terjewantahkan dalam jiwa masyarakat Nuswantara yang memuliakan olah-rasa sebagai ekslporasi kenyataan feminitasnya.---AbstractThis paper tries to present the cultural fact of Nuswantara in relation to Islam as rahmatan lil ngalamin.This effort is done by using several kinds of approaches: historical approach, semiotic, and feminist; so that it can find new facts that had previously not been shown.The historical approach notice the literatures of many races which had a interaction with Nuswantara such as Semitic race (in this case Arabic race), Chinese, and South Asian.The results showed the presence of various local cultures influenced by foreign nations culture that is divided into three patterns: Pattern Aceh-Sumatra (PAS), which is dominated by Arab culture, patterns of Sulawesi-Maluku (PSM), which is dominated by Arab-Chinese, and Patterns Java (RPM) that combines these culture: Arabic, Chinese, and South Asia. Semiotic approach excavates symbols emerge from the interaction between the races which discovers the fact that symbols of Sanskrit and Chinese are symbols of Islam transmission system. Feminism approach  analyzes a wide range of phenomena which is showing in Nuswantara cultur on feminine-masculine view. This approach works to strengthen that Islam as rahmatan lil ngalamin shows in Nuswantara people that honor the soul-felt as a exploration of their feminities

    Pilgrimage to Sunan Ampel: From “Communitas” to Contested Space

    Get PDF
    AbstrakTulisan ini mencoba menganalisa tentang pencitraan Sunan Ampel, termasuk makam, mesjid, sumur, dan Pasar yang berkaitan dengan Sunan Ampel dalam tiga direktori online di internet, dan pengaruh pencitraan tersebut terhadap bagi para pengunjung yang pernah menggunakannya. Dengan menggunakan konsep “Komunitas, liminality dan tiga ruang” dari Turner, situs Sunan Ampel dianggap sebagai ruang perpaduan antara pariwisata dan ziarah yang tidak jelas, kabur dan dicap kurang baik. Hal ini juga berdampak pada adanya anggapan bahwa situs tersebut merupakan tempat mistis, berbau kematian dan kultus terhadap Sunan Ampel. Proyeksi wisata terhadap situs tersebut juga akan berdampak pada nilai ekonomis dan historis. Akibat dari proyeksi tersebut adalah munculnya paradoks antar fungsi ziarah dengan apa yang terjadi di lapangan. Niat ziarah yang suci akan bergeser menjadi pariwisata, perdagangan, migrasi, ekspresi nasionalisme, munculnya diaspora, maysarakat yang suka takhayul dan hal buruk lainnya.---AbstractsThis paper is to analyze “image” of Sunan Ampel, including Ampel tombs, mosque, wells, and market, projected within the three online directories  and the possible impacts of this use on different visitors. By using Turner’s concept “communitas”, liminality, and third space, Sunan Ampel site is also considered as a space in which the ties between tourism and pilgrimage are unclear, blurred, and poorly classified. This relationship has also resulted in possible potentialities on how that site has projected mysticism, death, and apophantic nature of Sunan Ampel. The changing projection of the site will be also highlighted in the context of economic and historical spheres. The consequence of such interpretation is that Sunan Ampel could be empty vessel in which the interpretative battle and representations are continuously contested. “Sacred pilgrimage” to Sunan Ampel, finally, overlaps with tourism, trade, migration, expression of nationalism, creation of diasporas, imagining communities, and others

    246

    full texts

    530

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Buletin Al-Turas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇