Buletin Al-Turas
Not a member yet
    530 research outputs found

    Karakter Tokoh dalam Cerpen Langit tak Lagi Biru dan Masa Depan Kesunyian Karya Radhar Panca Dahana Imam Safi’i

    Get PDF
    AbstractThis study aims to identify and describe the character of characters contained in the short story Future of Silence and No Longer Sky Blue by Radhar Panca Dahana. This research is qualitative approach by applying psychoanalytic study. Various character behaviors are identified in terms of id, ego, and super ego. The results showed that psychologically the character of the characters in the short story is an idealistic figure. The character is described as a character always defeated and dikalhkan in life. Mesikipun overwritten with various persolan that heavily he remains firm to face it. The results of this study can be used as a medium of appreciation of work among students and students.---AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta mendeskripsikan mengenai karakter tokoh yang terdapat dalam cerpen Masa Depan Kesunyian dan Langit tak Lagi Biru karya Radhar Panca Dahana. Penelitian ini berpendekatan kualitatif dengan menerapkan kajian psikoanalitik. Bergai perilaku tokoh diidentifikasi dari segi id, ego, dan super ego. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa secara psikologi karakter tokoh dalam cerpen tersebut adalah sosok yang yang idealis. Sang tokoh digambarkan sebagai tokoh selalu kalah dan dikalahkan dalam kehidupan. Mesikipun ditimpa dengan berbagai persolan yang bergitu berat ia tetap tegar menghadapinya.  Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai media apresiasi karya pada kalangan mahasiswa dan pelajar.DOI :10.15408/bat.v24i1.744

    Puisi Arab Bersajak karya Zaini-Solo; Kajian Pedagogi Islam-Modern dalam Manuskrip Nusantara

    Get PDF
    The presence of various modern pedagogical currents carried by the psychologists and observers of Western education, has made a new mapping in the study of modern education in Indonesia. Indeed the study has been popular since the early 20th century AD with a very specific theme evidenced by one of the manuscripts entitled Mir\u27ātu Afkār al-Rijāl Nadzm Ta\u27līm al-Muta\u27līm by a scholar from Solo-Indonesia. This study proves that the content of Modern Pedagogy study by a scholar in Indonesia looks very specific and holistic. The method used is a method of philology that includes textual criticism in manuscripts. This method will also capture the superiority of the study of Archipelago Pedagogy written with Arabic script. The results of this study that the study of Modern Pedagogy can be clearly found in the traces of the history of the past in the archipelago of Manuscript.---Hadirnya berbagai aliran pedagogi modern yang diusung oleh para psikolog dan pemerhati pendidikan Barat, telah membuat pemetaan baru dalam kajian ilmu pendidikan modern di Indonesia. Sejatinya kajian tersebut sudah populer sejak awal abad 20 Masehi dengan tema yang sangat spesifik yang dibuktikan oleh salah satu manuskrip berjudul  Mir’ātu Afkār al-Rijāl Nadzm Ta’līm al-Muta’līm karya seorang cendikia asal Solo-indonesia. Penelitian ini membuktikan bahwa muatan kajian Pedagogi Modern karya cendikia di Indonesia terlihat sangat spesifik dan holistik. Metode yang digunakan adalah metode filologi yang mencakup kritik teks pada manuskrip. Metode ini juga akan memotret keunggulan kajian Pedagogi Nusantara yang ditulis dengan skrip Arab. Hasil penelitian ini bahwa kajian Pedagogi Modern secara nyata dapat kita temukan dalam jejak sejarah keilmuan masa lalu di Nusantara berupa Manuskrip

    Bentuk Ṣarfi dan Struktur Nahwi dalam Kitab Al-Arabiyyah Li Ṭullab Al-Jāmi’ah

    Get PDF
    AbstrakBahasa Arab merupakan bahasa yang wajib dipelajari oleh seluruh mahasiswa di semua Fakultas di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Bahkan Rektor telah menerbitkan SK No. Un.01/R/HK.005/233/2012 yang menetapkan standar nilai bahasa Arab dan bahasa Inggris yang harus dicapai mahasiswa sebagai syarat kelulusan.Namun kemampuan bahasa Arab mahasiswa pada umumnya masih jauh dari taraf penguasaan yang diharapkan. Buktinya selama beberapa tahun terakhir ini mereka 90% mahasiswa mencapai skor TOAFL di bawah standar yang ditentukan. Hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh banyaknya mahasiswa baru yang tidak memiliki pengetahuan dasar bahasa Arab. Agar mahasiswa yang tidak memiliki pengetahuan dasar bahasa Arab dapat mengikuti perkuliahan bahasa Arab, maka perlu diberikan materi khusus berupa bentuk ṣarf dan struktur nahwu yang diambil dari buku Al-Arabiyyah li Ṭullab al-Jāmi’ah yang akan mereka gunakan nanti dalam perkuliahan. Dengan demikian kebutuhan yang sangat mendesak adalah penyiapan materi khusus yang diberikan kepada mahasiswa sebelum mengambil mata kuliah bahasa Arab. Sebagai langkah awal penyusunan materi khusus yang dimaksud maka penelitian ini perlu dilaksanakan. Data tentang struktur kalimat dalam penelitian ini diambil dari teks bahan qirā’ah dalam buku Al-‘Arabiyyah li Ṭullab al-Jāmi’ah, mengingat buku tersebut merupakan buku yang menjadi pegangan bagi mahasiswa di perguruan tinggi Islam. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa tidak semua bentuk kata dan fungsi sintaksis yang biasa dipelajari dalam kitab-kitab klasik digunakan dalam materi qira’ah buku Al-‘Arabiyyah li Ṭullab al-Jāmi’ah. Sehingga perlu ada penyusunan silabus yang memperhatikan keberadaan bentuk dan fungsi kata dalam buku ini. Selanjutnya perlu disusun buku bagi mahasiswa dalam rangka mengenalkan bentuk dan fungsi kata sebagai bahan pengantar sebelum mempelajari bahasa Arab dalam perkuliahan regular.---AbstractArabic is one of the language subjects that must be learned by all students at UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Even the Rector has established Decree No. Un.01/R/HK.005/233/2012 which sets the standard of value in Arabic and English to be achieved by each student as an essential condition of graduation. But the competence of Arabic students are generally still far from the level of mastery to be achieved. over the last few years 90% of the students obtained a score TOAFL below specified standards. It can be caused by a number of new students who do not have basic knowledge of Arabic. So that students who do not have basic knowledge of Arabic can take the classes in Arabic well, it should be given special materials such as morphological and syntactic structures taken from the book Al-Arabiyyah li Ṭullab al-Jami\u27ah they will use later in the lecture. Thus an urgent need is the preparation of a special material that is given to students prior to taking courses in Arabic. As the first step of the preparation,  research needs to be done. Data based on the structure of the sentence in this study were taken from the reading text  material in the book Al-\u27Arabiyyah li Ṭullab al-Jami\u27ah, consider that the book became a handbook for students at Islamic university.Based on the analysis we concluded that not all morphological and syntactic function commonly studied in classical texts used in the reading text material book Al-\u27Arabiyyah li Ṭullab al-Jami\u27ah. So there needs syllabus that takes into account the existence of the form and function of words in this book. Further necessary to develop books for students in order to introduce the form and function of words as introductory material before studying Arabic in regular lectures.DOI: 10.15408/al-turas.v23i1.480

    Journalism Awareness: Dalam Sebuah Catatan

    Get PDF
    Abstract This Article analyses a keen relationship between mass media and the audience, and also analyses between their elemenets and attibutes that intersects one to another. After the awareness of both sides (mass media and the audience) meet, mingle, and even grapple in the process of productions and receptions, they mutually produce an awareness that make them both more mature, i.e. the awareness of mass media related to its role and its function; and the awareness of the audience regarding their essence and their existence as an audience.---AbstrakArtikel ini mengkaji hubungan yang saling menginginkan antara berita di media massa dan audience serta elemen dan atribut yang saling bersinggungan diantara keduanya. Setelah kesadaran pada masing-masing pihak bertemu, berjabatan, bahkan bersitegang dalam proses produksi dan resepsinya, kemudian lahirlah kesadaran yang mendewasakan diantara keduanya, kesadaran media massa akan peran dan fungsinya dan kesadaran audience terhadap esensi dan eksistensinya sebagai seorang audience.DOI: 10.15408/al-turas.v23i1.480

    Pemertahanan Bahasa Jawa dialek Banten pada Guyub Tutur di Kelurahan Sumur Pecung Serang

    Get PDF
    This research aims to investigate the degree to which the Banten Dialect of Javanese Language in Sumur Pecung Village, Serang, Banten is maintained by its speaker. It employs the concept of language maintenance and shift from Fishman (1972), and language attitude from Garvin and Mathiot (2009). The method used in this study is the qualitative method. The main corpus of the data was extracted from answers of the respondents by means of a survey questionnaire, interview, participant observations, and the perusal of documentary. The result shows that there has been a language shift among the BJB speech community in Sumur Pecung Village, although the language attitude of the speech community tends to be positive. It is also found that the language shift happens due to several factors, such as age, interactions, economic development, and education development.---Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana Dialek Banten pada Bahasa Jawa di Desa Sumur Pecung, Serang, Banten dipelihara oleh si penutur. Ini menggunakan konsep dari Fishman (1972) tentang perawatan dan pergeseran bahasa, dan sikap bahasa dari Garvin dan Mathiot (2009). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Korpus data utama diambil dari jawaban responden melalui kuesioner survei, wawancara, observasi partisipan, dan pembacaan dokumenter. Hasilnya menunjukkan bahwa telah terjadi pergeseran bahasa di antara komunitas bahasa BJB di Desa Sumur Pecung, walaupun sikap komunitas bahasa ujaran cenderung positif. Dan juga ditemukan bahwa pergeseran bahasa terjadi karena beberapa faktor, seperti usia, interaksi, perkembangan ekonomi, dan pengembangan pendidikan.DOI : 10.15408/bat.v23i2.534

    Nilai Pendidikan dalam Kuliner Rendang

    Get PDF
    Belajar bahasa berarti seseorang tidak hanya harus memperhatikan kaidah-kaidah tata bahasa sehingga mampu menggunakan bahasa dengan benar, tetapi sesorang juga harus memperhatikan konteks sehingga ia mampu memnggunakan bahasa dengan baik. Konteks yang dimaksud bukan hanya yang tersurat, tetapi juga tersirat. Konteks secara tersirat hanya dapat dimengerti jika pembelajar bahasa memiliki pengetahuan tentang budaya. Demikian pun dengan para pembelajar bahasa Indonesia. Sebagai negara timur yang menjunjung sopan santun, bahasa Indonesia sangat memperhatikan penggunaan pilihan kata. Oleh karena itu, pembelajar bahasa Indonesia seharusnya tidak hanya diberikan pembelajaran bahasa yang benar, tetapi juga diberikan pembelajaran bahasa yang baik. Perkenalan dengan kuliner tradisional dapat dijadikan alternatif strategi belajar bahasa. Masakan tradisional merupakan kekayaan etnik yang dimiliki Indonesia. Rendang ialah salah satunya. Rendang tidak hanya sebagai makanan yang dapat memuaskan rasa lapar, akan tetapi membawa serta kebiasaan lokal, lingkungan, dan adat tradisi masyarakatnya. Kuliner rendang mengandung nilai pendidikan yang baik untuk ditransformasikan. Nilai pendidikan dalam kuliner rendang tersebut didapat dari asal-usul, warna, dan bahan. Nilai pendidikan tersebut antara lain nilai pendidikan religius, nilai pendidikan moral, dan nilai pendidikan sosial.Kata Kunci : rendang, budaya, nilai pendidikanDOI : 10.15408/bat.v23i2.631

    Model Diplomasi Kuno di Nusantara: Kasus Kesultanan Aceh dan Johor Abad XVI – XVII

    Get PDF
    AbstractNusantara is the land with various old tales. There is remaining some historical facts that is still urgent to discuss. One of past theme that is interesting is the relation of kingdoms and lands. Aceh Darussalam is one of the greatest kingdom in Sumatra and the strait of Malaka. Their existence had regarded as the guard, but for the other groups see it as threat. In some cases, that outlook can be changing, depending on the regional political context. The Kingdom of Johor becomes a one of political entity that is actively associated with Aceh. They need a strong colleague, in order to continue their development into estabilished kingdom. Their dark past, that is the fall of Malaka because Portuguese attack in 1511, is used for building a billateral cooperation with Aceh. Instead, the two kingdoms involved family relations. As we khow, marriage is the one of ancient diplomatic model in Middle Ages. During the wheel of time, the diplomatic boundery between Aceh and Johor is not always on the line. At the one day, Johor had known that Aceh had another goal behind his intentions. Aceh had planned that Johor is part of Aceh’s subordinate area. Therefore, Johor had decided Portuguese as his friend. This decision contraries to the vision of Aceh. Aceh had thougt that Portuguese is his rival. Aceh had showed his anger with several attacks to Johor. This Paper will explain the model of ancient diplomacies, in case of the relation of Aceh and Johor. Some kind of that such as the diplomacy in politic and intellectual sphere. ---AbstrakNusantara merupakan ranah yang kaya akan kisah masa lalu. Di dalamnya terendap beragam peristiwa yang masih aktual dibicarakan. Satu tema yang menarik adalah mengenai hubungan kenegerian antarkerajaan. Aceh Darussalam merupakan salah satu kerajaan besar di Sumatera dan perairan Malaka. Keberadaannya dianggap pengayom, namun bagi kelompok lain, ia diangap sebagai ancaman. Pada titik tertentu, pandangan ini bisa saja berubah-ubah, tergantung pada kondisi politik regional. Kesultanan Johor menjadi salah satu kesultanan yang aktif berhubungan dengan Aceh Darussalam. Johor membutuhkan rekanan yang tangguh, agar bisa terus berkembang menjadi kerajaan yang mapan. Masa lalu yang kelam, yakni dikuasainya Malaka oleh Portugis pada 1511, membulatkan tekad Johor untuk beriringan dengan Aceh dalam kerjasama bilateral. Malah, kedua kerajaan terikat oleh hubungan kekerabatan. Hal ini karena beberapa pangeran dan putri Johor menikah dengan pangeran dan putri dari Aceh. Seperti diketahui, pernikahan merupakan bentuk diplomasi kuno di Abad Pertengahan. Dalam perjalanannya, diplomasi yang dijalin Aceh dan Johor tidaklah berjalan mulus. Pada satu keadaan, Johor menyadari bahwa Aceh mempunyai motif lain, yakni ingin menjadikan Johor bagian dari daerah pengaruhnya. Oleh sebab itu, Johor memutuskan menjalin hubungan dengan Portugis, agar bisa lepas dari bayang-bayang Aceh. Aceh yang memang menjadikan Portugis sebagai rivalnya, marah dengan kebijakan Johor. Sejak itu di beberapa fase hubungan Aceh dan Johor terlibat peperangan. Tulisan ini akan mengangkat model dua diplomasi kuno seperti yang tersaji dalam kasus kerajaan Aceh dan Johor. Beberapa yang bisa disebutkan adalah diplomasi politik dan intelektual.  DOI: 10.15408/al-turas.v23i1.480

    THE IMPLEMENTATION OF LANGUAGE POLICY IN STATE ISLAMIC UNIVERSITY OF NORTH SUMATERA

    Get PDF
    This study is aimed to analyze language policy in State Islamic University of North Sumatera. The researcher studied language policy in State Islamic University of North Sumatera. This study was conducted by using qualitative research, This study was conducted as a case study. The research described the implementation of languae policy which occur in State Islamic University of North Sumatera. And also explained the reason why the language policy is needed in State Islamic University of North Sumatera. Data in this study were taken from the documentation of official act about Peraturan Menteri Agama Nomor 10 Tahun 2016 in Paragraph 4 Bahasa Pengantar Pasal 16. Another data was taken from result of observation of the lecturer communication in classroom. There are three lecturers who have observed from different major. In doing this research, there are some steps used by the researcher in collecting the data. First, recorded the language used The second, the researcher analyzed the language recorded. The result of this study were Language policy well implemented in State Islamic University of North Sumatera, the use of foreign language is also found and it’s not dominant. Bahasa Indonesia still used dominantly in this university and State Islamic University of North Sumatera used Bahasa Indonesia as their lingua franca between lecturer and students in the classroom interaction.DOI : 10.15408/bat.v23i2.567

    Model Materi Ajar Membaca Bahasa Mandarin Berbasis Bahan Otentik

    Get PDF
    AbstractThe objective of this research is developing a model of Chinese language reading material based on authentic materials. This research was conducted at Chinese Language Program, BSI Foreign Language Academy.  The method used in this research is the researh and development (R and D) which was initiated by Jolly and Bolitho.  The steps were: 1) need identification, 2) exploration of need, 3) model analysis, 4) pre-development analysis, 5) production of material, 6) student use of learning material, and 7) evaluation of learning material.  The research findings are as follows: (1) documents observation and needs analysis saw the exist models was not attractive and the syllabus already contains a good topics for students but not good enough for the teachers, the needs analysis also shows the need for authentic material given in the chinese language learning;   (2) the exist model of materials have not provided an authentic material; (3) the design of material model according to the leraning needs is adopted authentic material from newspaper and brochure that could create model of material that focus on reading skill; (4) the expert judgement show that the model of Chinese reading learning material developed appropriate to be used; (5) the result of the implementation of the model shows that the students have good perception on the model; (6) the Chinese reading learning material model based on authentic material developed is effective to raise students’  competence in learning Chinese language. --- AbstrakTujuan utama penelitian ini adalah mengembangkan sebuah model materi ajar membaca bahasa Mandarin yang berbasis pada bahan otentik.  Penelitian ini dilakukan di program studi Bahasa Cina ABA BSI Jakarta.  Metode yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan (Research and Development/ R&D) yang dikemukakan oleh Jolly dan Bolitho.  Langkah-langkahnya: (1) identifikasi kebutuhan, (2) eksplorasi kebutuhan, (3) analisis model, (4) analisis pra-pengembangan, (5) produksi materi ajar, (6) uji materi ajar, dan (7) evaluasi materi ajar.  Hasil dari penelitian ini: (1) hasil analisis dokumen dan analisis kebutuhan didapatkan bahwa materi ajar yang digunakan belum memenuhi kebutuhan mahasiswa dan topik-topik dalam silabus sudah baik menurut mahasiswa, tetapi kurang menarik menurut dosen, pemberian bahan otentik sangat diperlukan dalam pembelajaran; (2) model materi ajar yang ada belum memberikan contoh bahan otentik; (3) desain model materi ajar yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran diadopsi dari bahan otentik bersumber dari surat kabar dan brosur yang dikreasikan menjadi model materi ajar fokus pada keterampilan membaca; (4) penilaian ahli menunjukkan bahwa model materi ajar yang dikembangkan layak untuk digunakan; (5) hasil uji coba materi ajar menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki persepsi yang baik mengenai model materi ajar; (6) model materi ajar membaca bahasa Mandarin berbasis bahan otentik yang dikembangkan efektif dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam pembelajaran bahasa Mandarin. DOI : 10.15408/bat.v23i2.637

    Aksara Jawi dalam Naskah Sarana Walio

    Get PDF
    Abstract Buton was a maritim sultanate in Southeast Sulawesi. It had a strategic location because it was a centre of transit and trade in Nusantara and Asia. This situation caused cultural contact and arose new Butonese culture. A kind of cultural product is literate tradition using such as Jawi script (Arabic-Malay) that appeared from interaction of local culture, the Butonese, with islam. In history of Buton many kitab was writen in Jawi script including Kitab Sarana Walio. Taking descriptive-qualitative method, the writer analyze Jawi script that was used in Sarana Walio text. This analyze was related with cultural context that underlied the appearance of this script. This research has found the system of writing with Jawi script in this manuscript. Based on ortographic system, Jawi script in Sarana Walio is not different from ortography of Arabic-Malay system in Nusantara. Graphem consist of consonant and vocal which is symbolized by huruf saksi, not punctuation. Meanwhile, there’s inconsistence in the case of word writing in manuscript. ---Abstrak Buton merupakan kesultanan maritim di Sulawesi Tenggara yang memiliki letak strategis karena menjadi pusat persinggahan dan perdagangan Nusantara dan Asia. Hal ini tentu saja menyebabkan terjadinya kontak budaya yang memunculkan bentuk-bentuk kebudayaan baru di masyarakat Buton. Salah satunya adalah tradisi tulis aksara Jawi (Arab-Melayu) yang lahir dari interaksi budaya lokal masyarakat Buton dengan Islam. Banyak kitab dalam sejarah Buton yang ditulis dalam aksara Jawi, di antaranya Kitab Sarana Walio. Dengan menggunakan metode deskriptif-kualitatif, penulis mengkaji aksara Jawi dalam teks Sarana Walio, dihubungkan dengan konteks budaya yang melatari munculnya aksara tersebut. Penelitian telah menemukan adanya sistem penulisan aksara Jawi dalam naskah tersebut. Ditinjau dari ortografinya, aksara Jawi dalam Sarana Walio tidak berbeda dengan sistem ejaan Arab-Melayu pada umumnya di Nusantara. Grafem terdiri atas grafem konsonan dan grafem vokal yang dilambangkan dengan huruf saksi, tidak dengan tanda baca. Selain itu, ada inkonsistensi penyalin naskah dalam penulisan beberapa kata.DOI: 10.15408/al-turas.v23i1.479

    246

    full texts

    530

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Buletin Al-Turas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇