Buletin Al-Turas
Not a member yet
530 research outputs found
Sort by
Komunikasi Politik dan Retorika Debat antara Imam Syafi\u27i dan Harun al-Rasyid
Political communication is communication activity that has political influence whether potential or actual to handle the people in conflict. While the political rhetoric defined as two ways communication that each of them realizes to influence the view of each other by reciprocal act.The debate that happened in Baghdad between Harun al-Rasyid Caliph and Imam Syafii who accused coup d\u27etat movement in communication context above is juridical, Imam Syafii s rhetoric message isforensic (Judicial) to show that he was success and not guilty
Nahwa Tahdid al-Alaqah baina al-Ulum al-Syar\u27iyyah wa al-Ulum al-Ijtima\u27iyyah, Nazrah Tarikhiyyah Fikriyyah
Defining the relationship between the islamic sciences and the social Sciences has been an issue of controversy in the intellectual discourse in the Muslim world especially since the end of the ninteen century. this paper is an attempt to explore the historical background of this debatable issue which goes back to the late days of Ottoman calipathe and to identify the way muslim thinkers and Ulama rsponded to the incoming sciences and literature from the west, which ranges from those who were aware of the realities in dealing with the intellectual invasion and incoming cultural influences, to those who welcomed what they perceived as "enlightenment", and those who adopted an extreme objectional position to any western thought. agreeing on a precise definition of the relation between the islamic and social sciences is another aspect of this controversy. some would prefer the "islamization of knowledge" concept, others see the solution inthe integration of those two group of scholars go back to the "Ta\u27sil" methodology in dealing with any new human sciences. in this paper the researchers porpose what we think as important conditions and prerequisties of any islamization, integration, or Ta\u27sil process, further more the methodology and the practical means and were of such attempts
Studi Awal Historiografi Islam Abad Pertengahan
This article is a study focused on the rise of islamic historiography in the middle age. At that time many Muslim historians developed new methodology and trend on their study. They wrote their study based on rational interpretation and not merely focused on political aspect, but expanded to other aspects such as geographical and natural The fact of these rising study had strongly influenced by renaisans of Islam
Benarkah Arsip Merupakan Sumber Sejarah Studi tentang Wasiat Nabi
Asumsi umum mengatakan bahwa arsip identik dengan sejarah.Ilmu sejarah adalah ilmu yang keper mempelajari tentang peristiwa yang terjadi pada masa lampau. Untuk penge mengetahui masa lampau itu, perlu melihat pada arsip. Sebenamya, arsip dapat dipakai oleh siapa sajabahkan oleh masyrakat awam. Tentu saja disesuaikan dengan tingkat intelektual masing-masing
Pertempuran Pesing Dan Pengungsian Ke Balaraja
Dalam teori perang sering digunakan kata pertempuran dan pengungsian. Pertempuran mengandung makna melakukan suatu perlawanan hebat terhadap lawan di medan perang dengan menggunakan senjata. Perlawanan itu dapat timbul karena ada sesuatu yang tidak sesuai dengan kehendak sendiri, baik disengaja atau tidak hingga dapat menumbuhkan rasa tidak disengaja atau tidak hingga dapat menumbuhkan rasa tidak senang bahkan langsung meningkat menjadi pertempuran
Menelusuri Sejarah Melalui Arsip Kontroversi Shalat Jumat di Masjid Lawang Kidul, Palembang
Kajian Sejarah Lokal Dalam Arsip; Mengkaji Sejarah masa lalu dapat dilakukan melalui arsip, meskipun sebenarnya arsip itu bukan disediakan sebagai sumber sejarah. Namun setidaknya segala peristiwa masa lalu itu dicatat oleh orang-orang yang memerlukan. Di dalmnya penuh informasi yang dapat dijadikan sumber sejarah dengan suatu cara memilah-milah suatu kritik sumber. Karena setumpuk arsip tidak semuanya memiliki kredibilitas yang akurat, apalagi dilihat dari model laporan yang sangat bergaya administrartif cenderung lebih menegutamakan subjektifitas ketimbang objektifitas, bahkan laporan masa kolonial lebih berorientasi Eropa-Sentris. Maka untuk merubah "model" Eropa-Sentris ke Indo-Sentris dilakkan pendekatan imajinatif "keindonesiaan" dengan tidak melakukan hal-hal esensiil sebagai sumber sejarah
"Dunia" di Balik Tulisan Jawi: Aktualisasi Budaya Melayu dan Islam
Dalam konteks "tulisan" (writing), ada beberapa pertanyaan yang biasa diajukan, antara lain: apa sebenarnya hakikat tu lisan? Siapa yang membutuhkan tulisan? Apa fungsi sosial tulisan bagi masyarakat pemakainya? dan beberapa pertanyaan sejenis lainnya. Pertanyaan-pertanyaan semacam ini-kendati tidak selalu secara eksplisit diungkapkan-mewarnai pembahasan beberapa buku yang melakukan telaah atas tulisan, baik secara sinkronis maupun diakronis (lihat, misalnya, Gelb 1980; Gaur 1987; Coulmas 1989, dll.
Akar Kesenian Dalam Al-Quran
Islam lahir sebagai sistem agama dan budaya sekaligus sebagai sistem budaya. Kelahirannnya berhasil membangun sebuah agama dan bangsa yang menjadi satu. Sistem ini tidak saja melahirkan masyarakat beragama dari kesatuan bangsa danagama Islam tetapi juga melahirkan satu kebudayaan.kebudayaan yang lahir dari masyarakat beragama pada mulanya, mungkinjauh dai nilai-nilai agama itu karena masih kuatnya pengaruh tradisi/agama yang mendahuluinya
Klitik Klausa Pasif Bahasa Manggarai Dialek Barat Buha Aritonang
Clitics is one of the language systems retained in the Western dialect of Manggarai. The clitics in that language is a bound form that phonologically has no stress and its form can not be regarded as a bound morpheme. To analyze it is used clitics theory. The purpose of this study is to describe the type of clitics, the proclitics form, and its manifestation in the passive clause of Western dialect of Manggarai language. The research method used is descriptive-qualitative method. The results of this study indicate that (1) the type of clitics in the Manggarai language of the Western dialect is classified into a prestigious prestigious proclitics, pronominal genetic encryption, and the pronominal enclosure of the subject; (2) the proximal pronounced pronominal form de= alomorfed with d= and belongs to the prestigious pronominal possessive. The form of de proclitics follows the / h / consonant, whereas d= follows the vowel form; proximal pronominal to the proper noun in the form of di=; the name of pronoun is de =, and the name of office (social status) is de =; and (3) the pronominal and genetic encryption of pronominal subjects can be manifested in the construction of the Western Manggarai dialect\u27s passive clause.---Klitik merupakan salah satu sistem bahasa yang terdapat dalam bahasa Manggarai dialek Barat. Klitik dalam bahasa itu merupakan bentuk terikat yang secara fonologis tidak memiliki tekanan sendiri dan bentuknya tidak dapat dianggap sebagai morfem terikat. Untuk menganalisinya digunakan teori morfologi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan jenis klitik, bentuk proklitik, dan perwujudannya dalam klausa pasif bahasa Manggarai dialek Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) jenis klitik dalam bahasa Manggarai dialek Barat diklasifikasikan menjadi proklitik pronominal posesif, enklitik pronominal genetif, dan enklitik pronominal subjek; (2) bentuk proklitik pronominal posesif de= beralomorf dengan d= dan tergolong sebagai proklitik pronominal posesif. Bentuk proklitik de= mengikuti bentuk berawalan konsonan /h/, sedangkan d= mengikuti bentuk vokal; proklitik pronominal posesif untuk nama diri insan berupa di=; nama diri bukan insan berupa de=, dan nama jabatan (status sosial) berupa de=; dan (3) enklitik pronominal genetif dan enklitik pronominal subjek dapat diwujudkan dalam kontruksi klausa pasif bahasa Manggarai dialek Barat. DOI : 10.15408/bat.v24i1.719
Arsip Sejarah Ormas Islam: Studi Kasus Penyelamatan Arsip Nadhlatul Ulama Dan Muhammadiyah
This article discusses the archives saving of the Islamic organizations in Indonesia as part of the historical development of Islamic syiar in Indonesia, which also shows the important role of Muslims for the progress of the nation. The purpose of this research is to know the saving effort of the archives conducted by two of the largest Islamic social organizations in Indonesia, namely NU and Muhammadiyah. The research uses qualitative approach with case study method. The results show that NU has begun rescue archives by submitting a static archive since 2014, although internal efforts have been made since 1983, while Muhammadiyah has done so since 2012. Structurally, both have specialized agencies whose task is related to this mission; Lakpesdam NU and the Library and Information Council of Muhammadiyah.The Islamic organization archives are also managed by competent human resources in the field supported by activist and intellectual leaders. Thus, it can be concluded that this Islamic mass organization has shown serious concern in saving Islamic archives through development of policy, plan and program procedure of archives.---Artikel ini membahas tentang penyelamatan rekam jejak organisasi Islam di Indonesia sebagai bagian bukti dari sejarah perkembangan syiar Islam di Indonesia, yang juga menunjukkan peran penting umat Islam bagi kemajuan bangsa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya penyelamatan arsip yang tercipta di dua organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia, yakni NU dan Muhammadiyah. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NU telah memulai penyelamatan arsip dengan menyerahkan arsip statis sejak 2014, meskipun upaya internal telah dilakukan sejak 1983, sementara Muhammadiyah telah melakukannya sejak 2012. Secara struktural ke duanya memiliki lembaga khusus yang salah satu tugasnya berkaitan dengan misi ini, masing-masing adalah Lakpesdam NU dan Majelis Pustaka dan Informasi Muhammadiyah. Kearsipan ormas Islam ini juga dikelolah oleh SDM yang berkompeten di bidangnya dengan didukung oleh tokoh-tokoh aktivis dan intelektual. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ormas Islam ini telah menunjukkan perhatian serius dalam penyelamatan arsip keislaman melalui pengembangan kebijakan, rencana dan prosedur program kearsipan.DOI : 10.15408/bat.v24i1.736