Buletin Al-Turas
Not a member yet
530 research outputs found
Sort by
Index Kultural pada Penerjemahan Novel Eclipse: Sebuah Pendekata Semiotik
Budaya merupakan salah satu tantangan utama yang ditemukan dalam menerjemahkan bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak indeks budaya terhadap terjemahan Novel Eclipse karya Stephenie Meyer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan semiotik dalam penerjemahan. Terdapat 30 data yang diambil dari novel Eclipse dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia dengan teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) indeks budaya yang digunakan oleh penerjemah sebagai cara untuk mempertahankan budaya sumber itu sendiri memiliki dampak besar pada bahasa target. Ada beberapa terjemahan yang tidak dapat diterima dalam bahasa target karena maknanya tidak tersedia dalam bahasa Indonesia, indeks budaya lainnya diterima dalam bahasa target karena ada persamaan arti yang sesuai dengan bahasa sumber; (2) sebagai cara untuk menyelesaikan masalah dalam menerjemahkan budaya, penerjemah menggunakan prosedur transferensi dan naturalisasi. Terdapat 87% menggunakan prosedur transferensi dan 13% menggunakan naturalisasi. Simpulan umum dari penelitian ini menunjukkan bahwa beberapa strategi penerjemahan tersebut tidak akurat di dalam bahasa sasaran sehingga penerjemah perlu mempertimbangkan pemilihan prosedur yang tepat sehingga terjemahan yang dihasilkan dapat diterima dalam bahasa sasaran. Culture is one of the main important challenges found in translating English into Indonesian language. This research aims to know the impact of cultural index on translation of Eclipse Novel by Stephenie Meyer. This research uses qualitative method and semiotic approach in translation. There are 30 data taken from Eclipse novel and its translation in Indonesian language. The results of this study show that (1) cultural index which used by translator as a way to defend the source culture and source language (henceforth SL) itself has a great impact on target language (henceforth TL). There are some translations which cannot be accepted in target language because the meaning is not available in Indonesian language, the other cultural index are accepted in TL as there are equivalence meaning that correspondence the SL; (2) as a way to solve the problem in translating culture, the translator uses transference and naturalization procedure. There are about 87% used transference procedure and 13% used naturalization. The general conclusion of this study shows that some of these strategies are not accurate in the target language so translators need to consider the selection of the right procedure so that the resulting translation can be accepted in the target language
Indonesia–English Translation of Idiomatic Expressions in The Novel This Earth of Mankind
The study investigated Indonesia–English translation of idiomatic expressions, focusing on the idioms, in one of Indonesian best seller fiction story, Bumi Manusia which was translated into English as This Earth of Mankind. The study identified the types of the translation strategies by the translators to reproduce the idioms from SL in TL and the accuracy level of their latest meanings in TL. Qualitative research method in the design of content analysis was employed. The result portrayed that the most dominant strategy employed by the translator was paraphrasing. The translator reproduced the original meaning of the idioms by selecting common vocabularies in TL (non-idiom forms) that shared identical meanings with the idioms in SL or explaining the idioms in SL at longer statements in TL. The other idioms could be translated equivalently in the form of idioms in TL, but they were realized in different lexical words from SL. Furthermore, most of idioms achieved equivalent meanings, but decreased meanings were unavoidable. Thus, it can be seen that the translator attempted to recreate the similar equivalence meaning of the idioms from SL through paraphrasing strategy instead of omitting the idioms in TL. Most of the translated idioms could be reproduced similarly with the original idioms
Mitos dan Kritik Lingkungan dalam Film Aquaman (2018)
Aquaman is a superhero movie that presents the environmental issue through the conflict between human and nature in the middle of the dispute for the throne as the ocean master. The movie also myth related to ocean. This article aims to describe how the movie presents the human-nature relationship. Besides, it also aims to analyze how the myth plays role in improving human-nature relationship. This research uses descriptive qualitative method, ecocriticism approach, and Sonny Keraf’s environmental ethical perspective. The result shows the relationship between human and natures that presented in the movie are not harmonious. This unharmonious relationship is shown through the conflict betwen the character of Arthur and Orm, whose each is the representation of human and nature. The research also finds that the myth about the trident influences the formation of environmental ethical perspective. Thus, myth plays an important role in improving the human-nature relationship in order to create an ecological balance. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan hubungan antara lingkungan dengan manusia yang dihadirkan di dalam film Aquaman. Aquaman adalah film superhero yang menghadirkan hubungan problematik antara manusia dan lingkungan di tengah kisah perebutan tahta kerajaan laut. Film ini juga menyajikan mitos yang berhubungan dengan laut sebagai bagian dalam hubungan manusia dan lingkungan. Penelitian ini juga mengkaji bagaimana mitos berperan memperbaiki ketidakharmonisan hubungan antara manusia dan lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan ekokritik dan perspektif etika lingkungan Sony Keraf. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan antara alam dengan manusia di dalam film digambarkan tidak harmonis. Hubungan tidak harmonis hadir melalui konflik yang terjadi antara tokoh Arthur dan Orm, yang masing-masing mewakili manusia dan alam. Penelitian ini juga menemukan bahwa mitos mengenai trisula berperan penting dalam membentuk perspektif etik lingkungan yang dihadirkan melalui tokoh Arthur. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa mitos sangat berperan di dalam memperbaiki hubungan antara alam dan manusia demi menciptakan adanya keseimbangan lingkungan. تهدف هذه الدراسة إلى الكشف عن العلاقة بين البيئة والبشر في فيلم .Aquaman Aquaman هو فيلم خارق يقدم علاقة إشكالية بين البشر والبيئة في منتصف الصراع على عرش مملكة البحر. و يعرض الفيلم أيضًا الأساطير المتعلقة بالبحر كجزء من العلاقات الإنسانية والبيئة. و تتناول هذه الدراسة كيف تساهم الأساطير في تحسين تنافر العلاقة بين البشرو البيئة أيضا. هذه الدراسة تستخدم طريقة وصفية نوعية مع المدخل إيكوكريتيك (Ekokritik) و على ضوء الأخلاق البيئية لسوني كراف (Sony Keraf). و تشير نتائج هذه الدراسة إلى أن العلاقة بين الطبيعة والبشر في الفيلم توصف بأنها غير متناغمة. و العلاقات المتناغمة موجودة من خلال النزاعات التي تحدث بين شخصيات آرثر(Arthur) وأورم (Orm)،كلاهما يمثلان البشر و الطبيعة. و للأسطور حول تريسولا (trislua) دور مهم في تشكيل الأخلاقي البيئي الذي قدمه آرثر(Arthur). لذلك، استنتج الباحث أن للأسطور دورًا مهمًا في تحسين العلاقات بين الطبيعية و البشر من أجل التوازن البيئي
Native Language Interference in Learning a Second Language
The purpose of the research is to identify and investigate grammatical errors of the theses which are written by students’ Department of English Literature at one of the State Universities, Jakarta, Indonesia. The research approach is descriptive qualitative with descriptive analysis. There are five theses that are used as data sources. The data sources are the fourth chapter of the thesis that every chapter contains a conclusion and a suggestion. The study uses a non-contrastive approach by Richards to error analysis. Based on data sources, the authors found 84 errors, which can be divided into 17 types of grammatical errors. There are 29.80% of article errors, 11.90% of punctuation errors, 8.30% of unnecessary words, 6% of spelling errors, 8.30% of spacing errors, 4.80% of subject-verb agreement errors, 6% of parallel structure errors, 1.20% of word order errors, 4.80% of plural errors, 1.2% of word choice errors, 1.2% of preposition errors, 3.6% of missing words errors, 4.8% of run-on sentence errors, 4.8% of to infinitive errors, 1.2% of passive voice errors, 1.2% of capitalization errors, and 1.2% of auxiliaries errors. The results indicate that students make common grammatical errors encouraged or influenced by their first language (L1). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menyelidiki kesalahan tata bahasa dalam skripsi yang ditulis oleh mahasiswa jurusan Sastra Inggris di salah satu Universitas Negeri, di Jakarta, Indonesia. Pendekatan dalam penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan analisis deskriptif. Ada lima tesis yang digunakan sebagai sumber data. Sumber data tersebut adalah bab keempat dari skripsi tersebut dimana dalam bab ini berisikan kesimpulan dan saran. Penelitian ini menggunakan pendekatan a non-contrastive dari Richards untuk menganalisis kesalahannya. Berdasarkan sumber data, penulis menemukan 84 kesalahan, yang dapat dibagi menjadi 17 jenis kesalahan tata bahasa. Ada 29,80% kesalahan artikel (article), 11,90% kesalahan punctuation (tanda baca), 8,30% dari kata-kata yang tidak perlu (unnecessary words), 6% kesalahan ejaan (spelling errors), 8,30% kesalahan spasi (spacing errors), 4,80% kesalahan subject-verb agreement, 6% kesalahan struktur paralel (parallel structure), 1,20% kesalahan urutan kata (word order), 4,80% kesalahan jamak (plural), 1,2% kesalahan pilihan kata (word choice), 1,2% kesalahan preposisi (preposition), 3,6% dari kesalahan kata yang hilang (missing words), 4,8% dari kesalahan (run-on sentence), 4,8% dari kesalahan infinitif (to infinitive), 1,2% dari kesalahan kalimat pasif (passive voice), 1,2% dari kesalahan kapitalisasi (capitalization), dan 1,2% kesalahan auxiliaries. Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa membuat kesalahan tata bahasa umum dipengaruhi oleh bahasa pertama (L1) mereka. كان الغرض من هذه الدراسة هو الكشف عن الأخطاء النحوية في البحث العلمي الذي كتبه طلاب قسم اللغة الإنجليزية و آدابها في إحدى جامعات الحكومية، بجاكرتا- إندونيسيا. و يستخدم هذا البحث المنهج النوعي الوصفي مع التحليل الوصفي. هناك خمس أطروحات تستخدم كمصادر البيانات. و مصدر البيانات هو الباب الرابع من البحث العلمی الذي يحتوي على استنتاجات واقتراحات. و تستخدم هذه الدراسة مقاربة غير متناقضة من ريتشاردز لتحليل أخطائه. و بناءً على مصدر البيانات، وجد المؤلفون 84 خطأ، والتي يمكن تقسيمها إلى 17 نوعًا من الأخطاء النحوية. و هناك 29.80٪ من أخطاء المقالة، 11.90٪ من علامات الترقيم، 8.30٪ من الكلمات غير الضرورية، 6٪ من الأخطاء الإملائية، 8،30 ٪ أخطاء التباعد، 4.80٪ أخطاء اتفاق الفعل، 6٪ أخطاء بنية متوازية، أخطاء ترتيب الكلمات 1.20٪، أخطاء الجمع 4.80٪ (الجمع)، 1.2٪ من أخطاء اختيار الكلمات، 1.2٪ من أخطاء حروف الجر، 3.6٪ من الكلمات المفقودة، 4.8٪ من جملة الجمل، 4.8٪ من الأخطاء اللانهائية، و 1.2٪ من الأخطاء الصوتية السلبية، و 1.2٪ من أخطاء الكتابة بالأحرف الكبيرة، و 1.2٪ من الأخطاء المساعدة. و تظهر النتائج أن الطلاب الذين يرتكبون أخطاء نحوية شائعة يتأثرون بلغتهم الأولى.(L1
Bahasa ‘Ngapak’ sebagai Sarana Konstruksi Budaya Jawa
Data kebahasaan sering merekam nilai budaya. Hanya saja, data kebahasaan masih belum mendapat perhatian untuk kepentingan analisis terhadap dinamikasosial masyarakat yang bersumber pada nilai-nilai budaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis cerita humor bahasa Jawa Ngapak yang mengandung nilai-nilai budaya dan cara budaya dikonstruksi melalui melalui bahasa humor. Objek kajian tulisan ini adalah wacana humor. Oleh karena wacana humor menggunakan media teks dan tuturan, pendekatan yang digunakan adalah linguistik-antropologi. Adapun metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode penelitian kualitatif yang menghasilkan data deskriptif berupa ucapan, tulisan, atau perilaku yang diamati, dengan menggunakan tehnik simak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya sehat, ajaran agama, dan budaya berbagi terhadap sesama ditemukan dalam humor bahasa Jawa Ngapak itu. Budaya-budaya itu dikontruksi melalui bahasa Jawa Ngapak dalam suasana humor menampilkan realitas masyarakat penutur Ngapak. Ini berarti nilai-nilai budaya ditemukan dalam humor, berupa percakapan manusia maupun percakapan tokoh cerita fable, yang dikonstruksi melalui bahasa Jawa Ngapak untuk merefleksikan realitas. Linguistic data that embody cultural values have not been taken into consideration in analyzing social dynamics. The study aimed at investigating Ngapak Javanese humor story which contained cultural values, and how culture was constructed through the language of humor. Therefore, the humonrous discourses became the main object of the research. The method used in this research is a qualitative which produced descriptive data in the form of speech, written, or observed behavior, and supported with listening technique. As humorous discourses used speech and text media, the study utilized a linguistic-anthropology approach. Healthy life culture, religious teachings, and the culture of sharing were found in the Ngapak Javanese humor stories. These cultures were constructed through the language of humor by the Javanese Ngapak community. In addition, the culture constructed through the Ngapak Javanese language in a humorous atmosphere displayed the reality of the Ngapak-speaking community. This can be concluded that cultural values found in humor, in the form of human speech and fable character conversations constructed through the Ngapak Javanese language displayed the reality of social dynamics
Puritanisme dan Perkembangan Pendidikan Amerika Masa Kolonial
This study aims to know the influence of puritanism in the early development of education in America, especially in the 1600s to the beginning of American independence. It is a qualitative research with a library or documentary design relies on the main data of ideas, views, or beliefs taken from sources in the form of books, texts and other documents related to America puritanism. The collected data are analyzed qualitatively using concepts and theories relevant to the problem being discussed. The research reveals American puritanism was a religious reform movement in the mid of 16th century aimed initially at purifying religious doctrines from the influence of Roman Catholicism. Although the puritans\u27 thoughts had undergone ebb and flow, they still emerged nowadays in various activities, like in the president’s inauguration speech. America puritanism was sourced from individual freedom values that influenced their life pattern. American puritanism was not only a religious belief, but it was also a philosophy of life. American puritanism has had a great influence on American cultural values, and the formation of the character of the American nation. It had also a great influence on the development of education in America since colonial era. It can be concluded that the puritanism influence greatly on American education system from the beginning of the first immigrants who settled in the new world in 1600s. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam pengaruh puritanisme dalam pengembangan awal pendidikan di Amerika, khususnya pada 1600-an hingga awal kemerdekaan Amerika. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan rancangan penelitian yang berbentuk kajian kepustakaan. Data utama dalam penelitian ini gagasan, pandangan, atau keyakinan yang diambil dari sumber-sumber yang berbentuk buku-buku, naskah dan dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan puritanisme di Amerika. Data terkumpul dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan konsep dan teori yang relevan dengan permasalahan yang sedang dibahas. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa puritanisme Amerika adalah gerakan reformasi agama pada pertengahan abad ke-16, gerakan ini awalnya bertujuan untuk memurnikan doktrin agama dari pengaruh Katolik Roma. Walaupun hasil pemikiran kaum puritan selalu mengalami pasang surut, gagasan pemikiran mereka masih muncul dalam berbagai kegiatan, bahkan dalam pidato pelantikan presiden. Puritanisme di Amerika berpusat pada nilai-nilai kebebasan individu yang memiliki pengaruh terhadap pola kehidupan mereka. Puritanisme bukan hanya kepercayaan agama, tetapi juga filsafat kehidupan, kombinasi gaya hidup dan nilai-nilai. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa doktrin puritanisme memberi pengaruh besar pada sistem pendidikan Amerika secara keseluruhan sejak awal imigran pertama yang menetap di dunia baru pada tahun 1600-an. تهدف هذه الدراسة إلى تحليل تأثير التزمتية في التطور المبكر للتعليم في أمريكا، و خاصة في القرن السابع عشر وحتى بداية الاستقلال الأمريكي. لقد أصبحت التزامية جزءًا من تاريخ الأمريكية، بل أصبحت أساسًا لتشكيل سلوك الأمريكي، على الرغم من أن نتائج أفكار المتشددين تواجه دائمًا صعودًا وهبوطًا، لكن أفكارهم الفكرية لا تزال تظهر في العديد من الأنشطة، حتى في خطاب تنصيب الرئيس. و تركز التزمتية في أمريكا على قيم الحرية الفردية، وقيمة التطهير لها تأثير على أنماط الحياة المتعلقة بالأفراد. الالتزمية ليست معتقدًا دينيًا فحسب، بل أيضًا فلسفة للحياة، مزيج من أسلوب الحياة والقيم. و كان للتزمتية تأثير كبير على القيم الثقافية الأمريكية، وتشكيل شخصية الأمة الأمريكية، وكان له تأثير كبير على تطوير التعليم في أمريكا منذ العصور الاستعمارية. و تستخدم هذه الدراسة أساليب البحث النوعي، وهي الأساليب التي تؤكد على جانب الفهم المتعمق للمشكلة من خلال دراسة كل حالة على حدة. و أظهرت النتائج أن المذهب التزمتي كان له تأثير عميق على نظام التعليم الأمريكي ككل منذ بداية المهاجرين الأوائل الذين استقروا في العالم الجديد في القرن السابع عشر
Al-Akhṭal’s Praise for Yazid Bin Mu’wiyah, the Second Caliph of the Umayyad Dynasty (680-683 AD)
This study intended to uncover the meanings contained in the context of praise in the ode poems of Al-Akhtal “Fa Aqsamtu La Ansā Yadae Al-Dahr” in qāfiyah bā intended for Yazid ibn Mu’āwiyah, the second Caliph of the Umayyad dynasty along with the context behind the text of praise. To reveal the meanings behind the text and the context of al-Akhtal\u27s praise to Yazid, this study used a qualitative analysis method with a balagah and pragmatic approach. Based on the results of the analysis, it can be concluded that al-Akhtal in delivering his praise to Yazid used a style of language that was loaded with high eloquent elements, such as the style of terms, tasybīh, metaphor, majaz and kināyah. There were many deixis that could be used to reveal the context of al-Akhtal\u27s praise for Yazid, both persona, time, place, discourse and social, such as the first-person singular nominative case personal pronoun, Umm Malik, Yazid ibn al-Muluk, Aba Khalid, Nu’mān, Ibn Hurrah, the days of Jillaq, Damasqus, Jazair Hamiz, Ahl \u27Anah, and others. Al-Akhtal\u27s praise for Yazid bin Mu’āwiyah was influenced by both similar behaviors. Both liked the world of freedom in terms of women and drinking to gain power in cruel ways. In addition, the as a Christian Al-Akhtal got more freedom in his life; while, Yazid did not care about religious values
Ketaksaan Leksikal dalam Lagu “Glow Like Dat” dan “See Me” Karya Rich Brian
Tulisan ini membahas tentang ketaksaan leksikal dalam lagu “Glow Like Dat” dan “See Me” karya Rich Brian. Ketaksaan leksikal dalam lagu dapat menyebabkan penyampaian pesan mengalami kendala pemaknaan budaya, bahasa, sosiologis, dan psikologis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk leksikal yang digunakan di dalam lagu tersebut apakah mengandung ketaksaan leksikal, dan kemudian menganalisis bentuk ketaksaan leksikal dan makna kata-kata dalam lirik lagu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deksriptif kualitatif dan metode non-participant observation sebagai teknik pengumpulan data. Data yang dianalisis diambil dari lirik lagu “Glow Like Dat” dan “See Me” karya Rich Brian yang kemudian diklasifikasikan ke dalam beberapa kategori ketaksaan leksikal dan pemaknaannya. Temuan penelitian yang diperoleh adalah ketaksaan leksikal yang terdapat di dalam lagu “Glow Like Dat” dan “See Me” karya Rich Brian dapat diklasifikasikan sebagai homonimi berbentuk homofon, serta polisemi yang dikemas dalam bentuk kata slang. Kesimpulan penelitian ini adalah pemahaman terhadap pemaknaan leksikal dalam lagu berbahasa Inggris sangat penting bagi penutur bukan berbahasa Inggris agar memperoleh pemahaman makna lagu yang komprehensif. This paper discusses lexical ambiguities in the songs "Glow Like Dat" and "See Me" by Rich Brian. Lexical ambiguities of the songs can cause the delivery of messages to experience constraints of meanings in cultural, language, sociological, and psychological aspects. The purpose of this study is to identify the lexical forms used in the songs whether they contain lexical ambiguities, and then to analyse the lexical ambiguities forms and meaning of words in song lyrics. The research method used is a qualitative descriptive method and a non-participant observation method as data collection techniques. The data analysed were taken from the lyrics of the songs "Glow Like Dat" and "See Me" by Rich Brian, which were then classified into several categories of lexical ambiguities and their meaning. The research findings obtained are the lexical ambiguities contained in the songs "Glow Like Dat" and "See Me" by Rich Brian can be classified as homonymy in the form of homophones and polysemy which are packaged in slang words. The conclusion of this study is that the understanding of lexical meanings in English songs is very important for non-English speakers to gain a comprehensive understanding of the meaning of the songs
Representasi LGBT dalam Perspektif Ideologi Khilafah: Kajian Transitivitas dalam Buletin Kaffah
Ideologi khilafah merupakan sebuah ideologi yang kerap kali diinterpretasikan sebagai ideologi yang cukup radikal. Umumnya ideologi khilafah menyoroti isu-isu politik yang bertentangan dengan syariat Islam. Namun, kali ini ideologi khilafah juga menyoroti isu sosial, yaitu LGBT. LGBT merupakan isu yang kontroversial secara global. Sementara ideologi khilafah merupakan sebuah paham yang konsepnya bertentangan dengan negara Indonesia. Penyebaran ideologi khilafah sudah dilarang oleh pemerintah Indonesia. Namun eksistensinya masih hadir dalam rupa yang baru, yaitu pada sebuah buletin bernama KAFFAH. Kajian ini akan mengungkapkan bagaimana LGBT direpresentasikan dalam perspektif ideologi khilafah. Data dalam penelitian ini berasal dari artikel tentang LGBT pada media Kaffah, edisi 025 yang dirilis pada 26 Januari 2018. Selanjutnya data dikaji secara kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori Transitivitas sebagai teori yang menyatakan bahwa bahasa merupakan representasi dari pengalaman manusia. Transitivitas ini berfokus pada tiga komponen, yaitu proses, partisipan, dan sirkumtan. Berdasarkan uraian Transitivitas, diketahui bahwa dalam perspektif ideologi khilafah, LGBT bukan hanya direpresentasikan sebagai masalah sosial, tapi juga sebagai implikasi dari tidak adanya Undang-undang yang bersumber dari hukum Islam yang secara eksplisit dapat menjerat LGBT. The khilafah ideology is an ideology that is often interpreted as a fairly radical ideology. Generally, the ideology of the khilafah highlights political issues that are contrary to Islamic law. However, the Khilafah ideology also highlights social issues, namely LGBT. LGBT is a controversial issue globally. While the khilafah ideology is a concept that is contrary to the Indonesian state. The Indonesian government has banned the spread of the khilafah ideology. But its existence is still present in a new form such as a bulletin called KAFFAH. This study aims to describe how LGBT is represented in the perspective of khilafah. The data of this study is a KAFFAH bulletin article, 025 editions, which released on January 26, 2018. Furthermore, the data were analyzed qualitatively by descriptive analysis methods. This study uses the Transitivity theory approach as a theory which states that language is a representation of human experience. The Transitivity focuses on three components; process, participants, and circumstance. Based on the description of Transitivity, LGBT is not only represented as a social problem but also as an implication of the absence of laws that originate from Islamic law which can explicitly ensnare LGBT
Perukunan Tsamaratul Insan dan Perannya Dalam Menghadapi Perubahan Sosial Budaya Di Provinsi Jambi
The study is aimed at identifying how the existence of four madrassas established by Perukunan Tsamaratul Insan in dealing with social change and development in the city of Seberang Jambi. This study uses a qualitative approach and historical method with steps: determining the topic; heuristics; verification; interpretation; historiography. The study finds out that the existence of the four madarasas in social change and development in the opposite city indeed felt less by the local community, because the community itself is less interested in sending their children to the madrasa. However, the efforts made have been able to redevelop the enthusiasm and contribution of the madrasa towards community development and vice versa. It is also the Social Change of the Community that influences the development of the four madrassas through management innovation from the madarasas system to the Modern Islamic Boarding School system, social organizations formation by the community such as the Jambi Seberang Community Community (JSCC), Jambi Lecturers Opposite City (JLOC), Jambi City Student Forum (JCSF) participate in giving suggestions and assistance criticism. It can be concluded that in the midst of social change and the development of modern education, the people of Seberang Jambi still have great expectation for madrassas and the Islamic education system which is manifested in the support of various communities in the development of the four madrassas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana eksistensi empat madrasah yang didirikan oleh Perukunan Tsamaratul Islam dalam menghadapi perubahan sosial dan pembangunan di kota Seberang Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif historis dengan langkah-langkah: penetapan topik; heuristik; pemeriksaan atau pengujian terhadap kebenaran laporan; interpretasi; dan historiografi. Hasil penelitian yaitu eksistensi keempat madarasah dalam perubahan sosial dan pembangunan di kota Seberang memang dirasakan kurang oleh masyarakat setempat, karena masyarakat sendiri kurang berminat menyekolahkan anaknya di madrasah tersebut. Namun usaha-usaha yang dilakukan saat ini telah dapat mengembangkan kembali semangat dan kontribusi madrasah terhadap perkembangan masyarakat dan begitu pula sebaliknya. Perubahan sosial masyarakat jugalah yang dapat mempengaruhi perkembangan keempat madrasah tersebut yaitu melalui inovasi pengelolaan dari sistem madarasah ke sistem pondok pesantren modern, pendirian organisasi kemasyarakatan oleh masyarakat, antara lain Komunitas Masyarakat Jambi Kota Seberang (KMJKS), Dosen Jambi Kota Seberang (DJKS), serta Forum Mahasiswa Jambi Kota Seberang (FMJKS). Dapat disimpulkan bahwa ditengah perubahan sosial dan perkembangan pendidikan modern, masyarakat Seberang Jambi masih memiliki kepedulian tinggi terhadap madrasah dan sistem Pendidikan Islam yang diwujudkan dalam dukungan berbagai komunitas masyarakat dalam perkembangan empat madrasah tersebut. تهدف هذه الدراسة إلى تحديد كيفية وجود أربعة مدارس دينية أنشأها Perukunan Tsamaratul Insan في مواجهة التغيير الاجتماعي والتنمية في مدينة سيبيرانج جامبي. و تستخدم هذا البحث المدخل الكيفي مع الطريقة التاريخية بالخطوات التالية: تحديد الموضوع؛ الاستدلال؛ التحقيق أو الاختبار على حقيقة التقرير؛ التفسير؛ والتاريخ. كانت أربعة مدارس في مدينة سيبيرانج لا تؤثر على التغيير الاجتماعي والتنمية للمجتمع المحلي بسبب قلة الاهتمام على تربية الأطفال. في الواقع، التغيير الاجتماعي أيضًا يؤثرعلى تطور أربعة مدارس من خلال الابتكار الإداري (من نظام المدارس إلى نظام المدارس الداخلية الحديثة)، وإنشاء المنظمات المجتمعية من قبل (Komunitas Masyarakat Jambi Kota) KMJKS، (Dosen Jambi Kota Seberang) DJKS ، و .(Forum Mahasiswa Jambi Kota Seberang) FMJKS لذالك، استنتج الباحث أن أهالي سيبيرانج جامبي لا يزالون الاهتمام على المدارس ونظام التعليم الإسلامي الذي يتجلى في دعم المجتمعات المجتمعية المختلفة في تطوير أربعة مدارس