260 research outputs found

    - Uji Efektivitas Ekstrak Bunga Pepaya (Carrica papaya L.) Terhadap Kadar Gula Darah Mencit (Mus musculus L.) Jantan Yang Diinduksi Sukrosa: Uji Efetivitas Ekstrak Bunga Pepaya (Carrica Papaya L.) Terhadap Kadar Gula Darah Mencit (Mus Musculus L.) Jantan Yang Diinduksi Sukrosa

    No full text
    The papaya (Carica papaya L) flower contain flavonoids, tannins, and triterpenoid steroids which function as antidiabetic. This study was conducted to determine the antidiabetic effect of papaya (Carica papaya L) flower extract  on sucrose-induced male mice. In this study, mice were made diabetic by inducing them with sucrose at a dose of 160 mg/kg BW. A total of 25 mice were grouped homogeneously into 5 groups, consisting of a negative control group (CMC 0.5%), a positive control group (no administration), a group with a dose of 200 mg/kg BW, a group with a dose of 400 mg/Kg. BW, and the group with a dose of 500 mg/Kg BW. Measurement of blood sugar levels of mice was carried out before administration of sucrose, after administration of sucrose and after administration of papaya flower extract. The results showed that the three doses had an antidiabetic effect, and the administration of papaya flower extract at a dose of 200 mg/Kg BW showed a better effect than the negative control.Bunga pepaya (Carica papaya L.) mengandung senyawa flavonoid, tanin, triterpenoid steroid yang berfungsi sebagai antidiabetes. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dari efek antidiabetik pada ekstrak bunga pepaya (Carica papaya L.) terhadap mencit jantan yang diinduksi sukrosa. Pada penelitian ini mencit dibuat diabetes dengan diinduksi sukrosa dengan dosis 160 mg/Kg BB. Sebanyak 25 ekor mencit dibagi menjadi 5 kelompok secara homogen, yang terdiri dari kelompok kontrol negatif (CMC 0,5%), kelompok kontrol positif (tidak ada pemberian), kelompok dosis 200 mg/Kg BB, kelompok dosis 400 mg/Kg BB dan kelompok dosis 500 mg/Kg BB. Pengukuran kadar gula darah mencit dilakukan sebelum pemberian sukrosa, setelah pemberian sukrosa dan setelah pemberian ekstrak bunga pepaya. Pada hasil penelitian pada ketiga dosis tersebut memiliki efek antidiabetik, serta pada pemberian ekstrak bunga pepaya dengan dosis 200 mg/Kg BB menunjukan efek yang lebih baik dibandingan dengan kontrol negatif

    - Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Tapak Liman (Elephantopus Scaber L ) Terhadap Bakteri Shigella Dysenteriae Dengan Metode Difusi Cakra, : UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN TAPAK LIMAN (Elephantopus Scaber L) TERHADAP BAKTERI SHIGELLA DYSENTERIAE DENGAN METODE DIFUSI CAKRAM

    No full text
    Dysentery is an inflammation of the intestine caused by shigella bacteria which can lead to physiological disorders and becomes a health problem that needs to be considered. Liman Tread Leaves ( Elephantopus scaber ) contains high flavonoid compounds, phenols and saponins which are reported to have antioxidants, antibacterial, antiviral and anti-inflammation. This study aims to find out the activity of ethanol extract of liman tread leaves ( Elephantopus Scaber L ) as an antibacterial and to find out the minimum microbial death rate value for Shigella spp bacteria. This research uses the True Experimental Post-Test Only Control Group Design where Liman Tread Leaves are extracted by maceration method and placed on MHA media overgrown by bacteria. Based on the statistics test results using regression test, the t-count value is 4,336 > 2,178 showing an influence of Liman Tread Leaf extract with a bland zone of 65.4%.Penyakit disentri  merupakan peradangan pada usus yang disebabkan oleh bakteri shigella dan dapat menimbulkan gangguan fisiologis tubuh sehingga penyakit ini  menjadi masalah kesehatan yang perlu untuk diperhatikan. Daun Tapak Liman ( Elephantopus Scaber L ) mengandung senyawa flavonoid yang tinggi, fenol dan saponin yang dilaporkan memiliki antioksidan, antibakteri, antivirus dan antiradang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol daun tapak liman ( Elephantopus Scaber L )  sebagai antibakteri dan untuk mengetahui nilai kadar bunuh minimal untuk bakteri Shigella sp. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian True Experimental Post-Test Only Control Group Design dimana Daun Tapak Liman diekstraksi dengan metode maserasi dan diletakkan pada media MHA yang ditumbuhi oleh bakteri. Berdasarkan hasil uji statistic menggunakan uji regresi didapatkan nilai t hitung 4,336 > 2,178 sehingga terdapat pengaruh ekstrak Daun Tapak Liman dengan zona hambat sebesar 65,4%

    - Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Kulit Jeruk Sunkist (Citrus sinensis (L.) Osbeck) Terhadap Kadar Gula Darah Tikus Wistar (Rattus norvegicus) dengan Hiperkolesterolemia yang di Induksi Streptozotocin. : UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL KULIT JERUK SUNKIST (Citrus sinensis (L.) Osbeck) TERHADAP KADAR GULA DARAH TIKUS WISTAR (Rattus norvegicus) DENGAN HIPERKOLESTEROLEMIA YANG DI INDUKSI STREPTOZOTOCIN

    No full text
    The Condition of high blood sugar levels in people with diabetets appears to trigger an increase in LDL and decrease HDL level where in people with diabetes the energy obtained by the body comes from the decomposition of fat and protein metabolism.â€Sunkist orange peel (Citrus sinensis (L.) Osbeck) is reported to have antidiabetic, anti-hypercholesterolemia, anti-inflammatory and antioxidant activities. This study aims to find out the effectiveness of Sunkist orange peel ethanol extract (Citrus sinensis (L.) Osbeck) on blood sugar levels at doses of 500, 750 and 1000 mg/kgBB. This study used the True Experimental Pre-Test and Post-Test Control Group as research design where sunkist orange peel was extracted by maceration method and was given orally for 14 days to streptozotocin induced wistar rat with hypercholesterolemia. Statistical test results showed that ethanol extract of Sunkist orange peel was able to lower blood sugar levels and cholesterol levels of h streptozotocin induced wistar rat with hypercholesterolemia (p<0.05). The most effective dose of Sunkist orange peel ethanol extract in lowering blood sugar levels and cholesterol levels of streptozotocin induced wistar rat with hypercholesterolemia is 1000mg/kgBB.Kondisi kadar gula darah yang tinggi pada penderita diabetes ternyata memicu peningkatan LDL dan penurunan HDL dimana pada orang dengan diabetesâ€energi yang didapatkan tubuh berasal dari penguraian lemak dan metabolisme protein. Kulit jeruk Sunkist (Citrus sinensis (L.) Osbeck) dilaporkan memiliki aktivitas antidiabetik, antihiperkolesterolemia, antiinflamasi serta antioksidan  . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari ekstrak etanol kulit jeruk Sunkist (Citrus sinensis (L.) Osbeck) terhadap kadar gula darah pada dosis 500, 750 dan 1000 mg/kgBB. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian True Experimental Pre-Test and Post-Test Control Group Design dimana kulit jeruk Sunkist yang diekstraksi dengan metode maserasi diberikan secara oral selama 14 hari pada tikus wistar hiperkolesterolemia yang diinduksi streptozotocin. Hasil pengujian statistik menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit jeruk Sunkistâ€mampu menurunkan kadar gula darah dan kadar kolesterol tikus wistar hiperkolesterolemia yang diinduksi streptozotocin (p<0,05). Dosis ekstrak etanol kulit jeruk Sunkist yang paling efektif dalam menurunkan kadar gula darah dan kadar kolesterol tikus wistar hiperkolesterolemia yangâ€diinduksi streptozotocin adalah 1000mg/kgBB

    LAJU FILTRASI KERANG HIJAU (Perna viridisLinn. 1758) YANG BERBEDA UKURAN PADA BERBAGAI TINGKAT SALINITAS TERHADAP MIKROALGA Chaetoceros calcitrans (Paulsen. 1968)

    Full text link
    Kerang hijau (Perna viridis) merupakan organisme yang memiliki sifat non selective filter feeder yang merupakan pemakan mikroalga di perairan. Mikroalga dapat tumbuh tidak terkontrol akibat banyaknya kandungan nutrien di perairan, hal ini dapat menyebabkan terjadinya kelimpahan mikroalga. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji laju filtrasi kerang hijau yang berbeda ukuran pada tingkat salinitas yang berbeda terhadap Chaetoceros calcitrans (Paulsen. 1968). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap faktorial dengan  Sembilan perlakuan dan tiga taraf pengulangan. Masing-masing perlakuan mengkombinasikan salinitas 25‰, 30‰, 35‰ dan ukuran 3, 6 and 8 cm. Kepadatan mikroalga yang diberikan pada tiap perlakuan sebanyak 5 x 106 sel/l. Hasil penelitian menunjukan tidak adanya pengaruh ukuran kerang hijau dan salinitas terhadap laju filtrasi kerang hijau yang diberi pakan Chaetoceros calcitrans

    Induksi Tunas dari Eksplan Nodus Jeruk Kasturi (Citrus microcarpa Bunge.) dengan Penambahan 6- Benzyl Amino Purine (BAP) Secara In Vitro: INDUKSI TUNAS DARI EKSPLAN NODUS JERUK KASTURI (CITRUS MICROCARPA BUNGE.) DENGAN PENAMBAHAN 6- BENZYL AMINO PURINE (BAP) SECARA IN VITRO

    No full text
    Kasturi orange (Citrus microcarpa Bunge.) is a medicinal plant that contains chemical compounds from secondary metabolites. Limitations of the seed and slow rate of growth is a challenge in the Kasturi orange plant propagation. Propagation of shoots in the kasturi orange can be produced quickly with shoots induction in vitro. This study aims investigate the influence and determine the concentration of BAP in inducing shoots from nodes kasturi orange explants in vitro. This research was conducted at the Integrated Laboratory, Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, The University of Riau from March - September 2020 using completely randomized design (CRD) which consists of 6 (six) treatments than is control BAP (1,2,3,4,5 mg / L). Results showed BAP had a significantly affect the number of shoots and shoot length. The treatment of 1 mg / L BAP produces the highest number of shoots that 2.50. The highest callus growth was in the treatment of 5 mg / L BAP. The shoot appears fastest time is 12.00 day after planting (DAP) contained in the treatment of 2 mg/L BAP.  Jeruk kasturi (Citrus microcarpa Bunge.) merupakan tumbuhan berkhasiat obat yang mengandung senyawa kimia hasil metabolit sekunder. Keterbatasan benih dan laju pertumbuhan yang lambat merupakan tantangan dalam perbanyakan tanaman jeruk kasturi. Perbanyakan tunas pada jeruk kasturi dapat diproduksi cepat dengan induksi tunas secara in vitro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan menentukan konsentrasi BAP terhadap pembentukan tunas dari eksplan nodus jeruk kasturi menggunakan teknik in vitro. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Terpadu Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Riau dari bulan Maret – September 2020 dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 6 perlakuan yaitu kontrol, BAP (1,2,3,4,5) mg/L. Hasil penelitian menunjukan pemberian BAP berpengaruh nyata terhadap jumlah tunas dan panjang tunas. Perlakuan 1 mg/L BAP menghasilkan jumlah tunas yang paling banyak yaitu 2,50. Pertumbuhan kalus yang paling tinggi adalah pada perlakuan 5 mg/L BAP. Waktu muncul tunas tercepat yaitu 12,00 hari setelah tanam (HST) terdapat pada perlakuan 2 mg/L BAP

    Analisis Jumlah Bakteri Pasta Gigi Cangkang Anadara granosa yang Diberi Citrus medica Dengan Waktu Penyimpanan Yang Berbeda: Analisis Jumlah Bakteri Pasta Gigi Cangkang Anadara granosa yang Diberi Citrus medica Dengan Waktu Penyimpanan Yang Berbeda

    No full text
    The objective of the present work was aimed at analyzing the number of bacteria in Anadara granosa shell Toothpaste with the addition of Citrus medica with different storage duration. Relying on a completely randomized design, the factors of this research consisted of two, namely v me of the extract of Citrus medica with different treatments (0 mL, 2 mL, 4 mL, and 6 mL) and the storage duration with different treatments (1 day, 7 days, 14 days, 21 days, and 28 days) with six replications.  A total plate count (TPC) method was applied in calculating of bacteria. The data were analyzed using a two-way ANOVA and a DMRT test with a significance of 5%. The results found that the provision of Citrus medica with different storage times interacted significantly (p = 0.00) on the number bacteria in Anadara granosa shell Toothpaste. The Number of bacteria of Anadara granosa toothpaste with the addition of 6 mL of Citrus medica stored for 28 days was 9.0 x 101; this was within the normal limit set by the Indonesian National Standard (SNI).Penelitian ini bertujuan menganalisis bakteri pasta gigi cangkang Anadara granosa yang diberi perasan Citrus medica dengan waktu penyimpanan yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari dua faktor yaitu faktor volume perasan Citrus medica dengan taraf perlakuan 0 mL, 2 mL, 4 mL dan 6 mL serta faktor lama penyimpanan dengan taraf perlakuan 1 hari, 7 hari, 14 hari, 21 hari dan 28 hari, dengan 6 kali ulangan.  Perhitungan bakteri menggunakan metode hitungan cawan (TPC). Analisis data menggunakan Analisis Varians Two Way dan dilanjutkan dengan uji DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian perasan Citrus medica dengan waktu penyimpanan yang berbeda berinteraksi secara signifikan (p=0,00) terhadap jumlah bakteri pasta gigi cangkang kerang darah. Pasta gigi cangkang Anadara granosa yang diberi perasan Citrus medica 6 mL dan disimpan 28 hari memiliki jumlah bakteri 9.0 x 101, jumlah bakteri ini masih dalam batasan yang ditetapkan Standar Nasional Indonesia (SNI)

    Relation Between Chromium Contaminant Profile and Mollusk Community Structure In Opak River: HUBUNGAN PROFIL CEMARAN KROMIUM DENGAN STRUKTUR KOMUNITAS MOLUSKA DI SUNGAI OPAK

    No full text
    The used of chromium (Cr) in tannery industrial area in Banyakan Village, Piyungan has been proven to pollute river components and the mollusk community structure. From the results, chromium was found in water with a concentration range of 0.0004 - 0.975 mg/L with an average concentration of 0.053 mg/L. While in sediments with a range of 0,0004 - 2,730 mg/kg with a average concentration of 1,015 mg/kg. Chromium in mollusk was found with range of 0.0004 - 2.761 mg/kg with an average of 1.065 mg/kg. From the identification of the mollusk community, it was found 19 species and 2 classes of mollusks, which is Gastropods and Bivalvia. Sulcospira testudinaria became the highest chromium accumulation in all species (1,555 mg/kg). The results of the correlation test between the chromium concentration in water and sediment and chromium concentration in mollusks did not have a significant effect

    KEMAMPUAN PRODUKSI DOMBA EKOR TIPIS PADA BERAT BADAN AWAL BERBEDA YANG DIBERI PAKAN KANGKUNG KERING

    Full text link
    Bobot awal ternak akan sangat berdampak pada pertambahan bobot badan terutama pada usaha penggemukan. Ternak dengan kondisi yang kurus namun sehat memiliki kemampuan pertambahan bobot badan harian yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bobot badan awal yang baik untuk DET dalam usaha penggemukan menggunakan kangkung kering. Total 24 ekor domba ekor tipis betina umur 5-12 bulan digunakan yang dibagi ke dalam 2 kelompok perlakuan, ukuran kecil (UK)(n=14) dan ukuran besar (UB)(n=10). Pembagian kelompok berdasarkan bobot awal ternak, yaitu UK (10,01-15,00 kg) dan UB (15,01-20,00 kg). Ternak dipelihara secara intensif dalam kandang penggemukan selama 6 minggu (42 hari). Pakan yang diberikan adalah konsentrat dan kangkung kering (Ipomea reptans). Kemampuan produksi yang diukur meliputi pertambahan bobot badan harian (PBBH), feed conversion ratio FCR), Feed cost (FC), dan Feed cost per gain (FC/G). Hasil menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang nyata pada konsumsi pakan DET ukuran kecil dan ukuran besar (P>0,05), baik pada konsumsi asfed, bahan kering, bahan kering per bobot badan metabolik, dan harga pakan yang dikonsumsi. Domba ekor tipis kelompok UK memiliki kemampuan produksi yang lebih baik dibandingkan dengan UB pada FCR dan FC/G (P<0.05), meskipun PBBH berbeda tidak nyata (P>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah Domba ekor tipis dengan bobot badan awal 10,01-15,00 kg memiliki kemampuan produksi yang paling baik selama proses penggemukan dengan pakan kangkung kering. Hasil penelitian ini juga menjadi salah satu penerapan sistem pertanian berkelanjutan dengan pemanfaatan sumberdaya lokal (pertanian) untuk mengatasi krisis pakan ternak selama musim kemarau (bidang peternakan)

    Accumulation of Chrom (Cr) Contaminant in Rice Plant Around The Area Opak River Flow, Bantul Regency: AKUMULASI PENCEMAR KROMIUM (Cr) PADA TANAMAN PADI DI SEPANJANG KAWASAN ALIRAN SUNGAI OPAK, KABUPATEN BANTUL

    No full text
    Development of the leather tanning industry in the village of Banyakan, Piyungan, Bantul had a negative impact on the environment. The industrial waste from the leather tanning plant mixed with Cr metal enters the Opak River and is distributed to various places. River water is used as irrigation water which carries heavy metals that result in the accumulation of soil and plants, as well as another biota. The purpose of this study was to determine the profile and level of chromium accumulation in plants along the Opak River. The study was conducted at 6 stations in 6 different districts consisting of samples of irrigation water, sediment, stem roots, leaves, and rice plants. Heavy metal analysis on the sample was carried out using the AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry) method. The results of the analysis of heavy metal concentrations that are distributed to the environment show that the plants that are the highest are 2,470 ppm, then sediment is 1,161 ppm, and irrigation water is 0.235 ppm. The highest accumulation of heavy metal Cr in the planting section of rice was consecutively in the grain > leaves > roots > stems. Results of the analysis of the BCF value of rice plant were categorized as a moderate accumulator plant, while the analysis of the TF value of rice plant was categorized as a phytoextraction plant. Health risk analysis HQ > 1, which means that rice from all stations is hazardous to health. Rice and water samples exceeded the established quality standard threshold, except for sediment which was still at a critical level

    KEANEKARAGAMAN JENIS SEMUT (HYMENOPTERA: FORMICIDAE) DI SEKITAR KAMPUS 4 UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN YOGYAKARTA

    Full text link
    Keanekaragaman adalah jenis-jenis makhluk hidup yang ada di bumi, baik di daratan, lautan, maupun tempat lainnya, salah satunya semut. Semut dapat ditemukan di berbagai habitat, baik di dataran rendah ataupun dataran tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keanekaragaman semut yang berada disekitar kampus 4 UAD Yogyakarta dan mengetahui spesies semut dominan yang ditemukan. Area pengambilan sampel mewakili 4 area sekitar kampus yaitu persawahan, perumahan, kampus, dan lahan kosong. Setiap area pengambilan sampel ditentukan 2 plot dengan ukuran 700 m2 (35 m x 20 m) yang tersebar pada area pengambilan sampel. Kemudian di dalam plot ditentukan 5 subplot dengan ukuran 150 m2 (15 m x 10 m) yang tersebar di dalam plot. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pengambilan sampel dengan metode tidak langsung dengan menggunakan jebakan sugar trap dan bait trap. Lima trap dipasang di setiap subplot, sehingga total terdapat 25 jebakan pada masing-masing plot. Semut yang didapatkan kemudian diidentifikasi dengan melihat ciri morfologinya sampai tingkat spesies. Hasil identifikasi kemudian ditabulasikan untuk kemudian dihitung tingkat keanekaragaman semut. Perhitungan tingkat keanekaragaman tersebut dihitung dengan menggunakan rumus Shannon-Wiener dan untuk menghitung dominansi semut menggunakan formula Ludwig dan Reynolds (1981). Hasil penelitian ini, didapatkan tingkat keanekaragaman semut disekitar kampus 4 UAD memiliki tingkat rendah dengan nilai H’ 0,78 yang disebabkan oleh pengaruh dari alih fungsi lahan dan diperoleh spesies semut yang paling melimpah adalah Monomorium minimum dengan jumlah 3734 individu dan yang tidak melimpah yaitu spesies Cardiocondyla elegans dengan jumlah 1 individu

    228

    full texts

    260

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Biospecies
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇