Biospecies
Not a member yet
260 research outputs found
Sort by
THE STUDY OF MORPHOMETRIC AND DIVERSITY OF TURTLES IN AUR LAKE MUSI RAWAS REGENCY: Kajian Morfometrik dan Keanekaragaman Penyu di Danau Aur Kabupaten Musi Rawas
One of Indonesia extinct fauna which is still found in South Sumatra but less explored is reptile. Testudinata or chelonians are examples of turtles. Aur Lake has a lot of potential issues with various species, often finding them on the shores of Aur Lake. However, those turtles do not know yet what types of species. The high intensity of catching and decreasing environmental quality can also be a threat to the existence of turtles. This research is titled "The Study of Morphology and Diversity of the Turtles in Aur Lake Musi Rawas Regency. At the Aur Lake, Musirawas. The design of this study is descriptive qualitative with survey methods: Turtles were identified based on morphology, carapace, plastron, head, tail, feet and were identified there are 4 species and total 11 individuals comprising 5 of species Siebenrockiella crassicollis (Geomydidae), 1 Amyda cartilaginea (Trionichidae), 4 Cuora amboinensis (Geomydidae), and 1 Trachemys scripta (Emydidae). The diversity level (H') was obtained 1.162225545, and the evenness level was 0.838368515. The implication of this research was to provide information about the diversity of turtles around the Aur Lake stream in Musirawas Regency then strive to maintain the turtle's natural habitat in order to avoid the exploitation of animals and Aur Lake can be used as learning centers for student to study about biodiversity turtles and turtles conservation ex-situ and in-situ
ANALISIS RISIKO KESEHATAN MERKURI DALAM IKAN YANG DI PASARKAN DI KAWASAN TELUK KAO HALMAHERA UTARA: Health Risk Analysis of Mercury In Fish Marketed in the Kao Bay Area North Halmahera
Penelitian analisa risiko kesehatan merkuri dalam ikan yang dipasarkan di kawasan teluk Kao bertujuan untuk mengetahui tingkat konsentrasi merkuri pada ikan, pola konsumsi dan laju asupan merkuri pada masyarakat konsumen serta identifikasi potensi risiko kesehatan. Penelitian dilakukan pada bulan Maret sampai dengan bulan Juli tahun 2021 pada pasar-pasar tradisional dikawasan teluk Kao dan Kecamatan Tobelo Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Sampel ikan yang diambil pada setiap pasar meliputi 6 spesies ikan yaitu : Katsuwonus pelamis, Nemipterus sp, Caranx ciliarus, Leiognathidae, Upeneus moluccensis Blkr dan Lates calcarifer. Penelitian dilakukan terdiri dari tiga tahapan yaitu pengambilan sampel di lapangan, preparasi sampel dan analisis merkuri dan analisis data. Analisis sampel menggunakan Mercury Analyzer. Terdapat 90 responden dan masing-masing kecamatan diambil 30 responden dengan menggunakan instrumen kuesioner dilakukan interview untuk mengetahui pola konsumsi ikan masyarakat di lokasi penelitian. Data dianalisis secara diskpritf kualitatif dan kuantitatif dengan korelasi-regresi untuk mengetahui hubungan antara faktor risk agent dengan risiko kesehatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa semua spesies ikan yang diambil dari pasar tradisional Teluk Kao dan Kecamatan Tobelo telah terkontaminasi merkuri dengan kisaran 0,1-5,4 mg/kg (rata-rata sebesar 1,49 mg/kg) dan telah melebihi dari standar baku mutu yang ditetapkan sebesar 1,0 mg/kg. konsentrasi merkuri dipengaruhi oleh lokasi pengambilan sampel dan spesies ikan. Berdasarkan lokasi pengambilan sampel konsentrasi tertinggi di temukan pada kecamatan Tobelo sebesar 1,5 mg/kg dalam, kecamatan Malifut 1,4 mg/kg dan kecamatan Kao 1,0 mg/kg. Berdasarkan dengan spesies ikan kosentrasi merkuri tertinggi ditemukan dalam spesies Caranx ciliarus 5,4 mg/kg, Katsuwonus pelamis sebesar 4,7 mg/kg, spesies Katsuwonus pelamis sebesar 4,0 mg/kg dan terendah ditemukan pada spesies Katsuwonus pelamis sebesar 2,7 mg/kg. Terdapat perbedaan pola konsumsi ikan pada kedua kecamatan dimana pada kecamatan Kao memiliki pola konsumsi lebih tinggi sebesar 780 g dibandingkan kecamatan Malifut 541 g, dan laju asupan pada kecamatan Kao lebih besar 0,0042 g/hari dan kecamatan Malifut 0,0026 g/hari. Pola konsumso olan terkontaminasi merkuri oleh masyarakat teluk Kao tidak aman dan berpotensi menimbulkan risiko kesehatan dengan nilai risk quotient (RQ) semuanya diatas batas aman yang ditetapkan oleh WHO yaitu RQ
Penularan Patogen CVPD Melalui Vektor D. citri Stadia Imago dan Nimfa pada Bibit Jeruk Rough Lemon dan Siem
Penelitian ini bertujuanuntuk mempelajari penularan penyakit CVPD melaluivektor Diaphorina citri stadia imago dan nimfa pada jeruk Siem dan Rough Lemon. Percobaan dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial dua faktor.Faktor Kultivar Jeruk (Rough Lemon, dan Siem) diletakkan sebagai faktor pertama, sedangkan fakor stadia vektor (Nimfa, dan Imago) sebagai faktor kedua. Empat kombinasi perlakukan masing-masing diulang 5 kali.Tiap perlakuan terdiri dari 2 pot tanaman percobaan.Data respons tanaman terhadap penyakit CVPD yang diinokulast melalul vektor D.citri berbeda stadia diperoleh dengan menghitung:1) masa inkubasi yang diperoleh dengan cara mengamati lamanya waktu yang diperlukan tanaman sejak diinokulasi patogen sampai timbulnya gejala pertama;2) persentase daun klorosis yang diperoleh melalui pengamatan daun sampel yang diambil secara acak dan dihitung jumlah daun yang klorosis dari jumlah daun tanaman sampel, 3) persentase cabang yang bergejala, diperoleh dengan menghitung jumlah cabang yang bergejala dari jumlah cabang seluruhnya per tanaman tiap perlakuan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa masa inkubasi penyakit CVPD, persentase daun klorosis, dan persentase daun bergejala lebih cepat dan lebih tinggi pada jeruk Siem dibandingkan dengan pada jeruk Rough Lemon, baik yang ditulari melalui inokulasi dengan D. citri stadia imago maupun stadia nimfa. Tetapi penularan melalui inokulasi D. citri pada stadio imago lebih cepat memunculkan masa inkubasi, persentase daun, klorosis, dan persentase cabang bergejala lebih tinggi dibandingkan dengan stadia nimfa. Jeruk siem dan penularan penyakit CVPD melalui D. citri stadia nimfa dapat dijadikan cara deteksi dini penyakit CVPD pada jeru
STUDI KOMPARASI KANDUNGAN TIMBAL PADA KANGKUNG (Ipomea aquatica Forsk.) DARI PASAR TRADISIONAL DAN SUPERMARKET DI YOGYAKARTA: Comparative Study of Lead Content in Kangkung (Ipomea aquatica Forsk.) from Traditional Markets and Supermarkets in Yogyakarta
Kangkung (Ipomea aquatica Forsk.) merupakan salah satu jenis sayuran yang memiliki tingkat konsumsi tertinggi di Indonesia. Perkembangan zaman dan peningkatan jumlah penduduk menyebabkan aktivitas industri dan kegiatan transportasi juga meningkat. Hal ini memunculkan permasalahan dalam masyarakat seperti menurunnya kualitas bahan pangan salah satunya kangkung, akibat adanya cemaran logam berat seperti timbal (Pb). Oleh sebab itu, studi komparasi pada kangkung yang dijual di supermarket maupun pasar tradisional penting dilakukan untuk memberikan gambaran mengenai konsentrasi timbal berdasarkan baku mutu yang ditetapkan oleh pemerintah. Penelitian dilaksanakan bulan Februari – Juni 2021 di Pasar Demangan, Pasar Kranggan, Superindo Jl. Solo, Mirota Kampus Simanjuntak dan Carefour Ambarrukmo Plaza. Total 55 sampel diekstraksi menggunakan HCl 37% dan HNO3 65%. Konsentrasi timbal pada ekstrak sampel sebanyak 10 mL dianalisis menggunakan AAS (Atomic Absoprtion Spectrofotometer). Hasil analisis AAS menunjukkan adanya kandungan timbal pada seluruh sampel sebesar 0,32340 – 0,47060 mg/kg. Kandungan timbal yang terdapat pada seluruh sampel masih berada di bawah baku mutu yang ditetapkan oleh Badan Standarisasi Indonesia (0,5 mg/kg), akan tetapi masih melewati baku mutu yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (0,2 mg/kg)
PENGARUH PEMANGKASAN DAUN PADA POSISI SPESIFIK TERHADAP HASIL TANAMAN JAGUNG: Effect of leave pruning on specific position on the corn yield
Pemangkasan daun pada posisi tertentu pada batang, merupakan salah satu teknik yang dapa dilakukan untuk meningkatkan hasil tanaman jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan posisi pemangkasan daun pada batang yang tepat untuk meningkatkan hasil tanaman jagung (Zea mays L.). Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli-Oktober 2020 di Kelurahan Simpang, Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 ulangan. Perlakuan pemangkasan yang cobakan berdasrkan posisi daun pada batang adalah: Tanpa pemangkasan (kontrol/p0), pemangkasan 3 helai daun pada possis dekat permukaan tanah (p1), pemangkasan 3 helai daun pada posisi di bawah tongkol (p2), pemangkasan 3 helai daun pada posisi sekitar tongkol (p3), dan pemangkasan 3 daun pada posisi diatas tongkol (p4). Jagung ditanam dengan jarak tanam 80 cm x 20 cm pada petakan berukuran 4 m x 2 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemangkasan daun berpengaruh nyata pada berat tongkol kering berkelobot, berat 100 butir biji kering, dan hasil biji kering, tetapi tidak berpengaruh terhadap berat tongkol kering tanpa kelobot. Pemangkasan 3 helai daun pada posisi di bawah tongkol dapat meningkatkan berat tongkol kering berkelobotsebesar 14,91%, berat 100 butir biji kering sebesar16,27%, dan hasil biji kering sebesar 35,07% dibandingkan tanpa pemangkasan. Pemangkasan 3 helai daun pada posisi sekitar tongkol dapat meningkatkan berat tongkol kering berkelobot sebesar 28,00%, berat 100 butir biji kering sebesar 19,19%, dan hasil biji kering 27,96% dibandingkan tanpa pemangkasa
EFEK RESIDU BIOCHAR SEKAM PADI DAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.)
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek residu biochar sekam padi dengan pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung.Penelitian dilaksanakan di Teaching and Research Farm Fakultas Pertanian Universitas Jambi dari bulan April sampai dengan Agustus 2019, satu tahun setelah penelitian biochar pada tanaman jagung dilaksanakan pada lokasi yang sama. Sebagai rancangan lingkungan digunakan rancangan acakkelompok (RAK) 3 ulangan sesuai dengan rancangan penelitian awal. Dosis residu biochar sebagai perlakuan 2,5 ton/ha, 5,0 ton/ha, dan 7,5 ton/ha. Pupuk kandang ayam 2,5 ton/ha, 5,0 ton/ha, dan 7,5 ton/ha. .Hasil penelitian menunjukkan bahwa residu biochar sekam padi masih berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung, sedang pupuk kandang ayam tidak mempengaruhi pertumbuhan tinggi, diameter batang, dan hasil biji kering tanaman jagung. Residu biochar sekam padi dengan dosis5,0 dan 7,5 ton.ha-1 memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik pada tanaman jagung.Tidak ada perbedaan pertumbuhan dan hasil yang diperoleh pada penelitian awal dengan yang diperoleh pada penelitian residu
KARAKTERISTIK MORFOMETRIK IKAN BAUNG (Hemibagrus hoevenii, Bleeker 1846) DI DESA LANGGAM DAN TAMBAK, SUNGAI KAMPAR, PROVINSI RIAU: Morphometric Characteristics of Baung Fish (Hemibagrus hoevenii, Bleeker 1846) in Langgam and Tambak Village, Kampar River, Riau Province
Penelitian dilakukan untuk mengetahui perbedaan morfometrik ikan H. Hoevenii jantan dan betina di Desa Langgam dan Tambak Sungai Kampar menggunakan metode survei dengan jumlah sampel sebanyak 60 ekor ikan jantan dan 60 ekor ikan betina di masing-masing lokasi penelitian. Ikan H. hoevenii jantan di desa Langgam memiliki kisaran panjang total 118-214 mm dan betina 129-223 mm sedangan kisaran H. hoeveniii jantan pada Desa Tambak 140-231 mm dan betina 130-270 mm. Hasil uji t menunjukkan terdapat beberapa perbedaan antar karakter H. hoevenii jantan dan betina di Desa Langgam dan Tambak yaitu karakter panjang standar, panjang predorsalm panjang preanal, panjang prepelvic, panjang prepectoral, panjang sirip adiposa, panjang duri pectoral, jaral setelah adiposa, lebar kepala, kedalaman kepala, dan diameter mata
PROFIL TITER ANTIBODI Avian influenza (AI) MELALUI UJI Haemaglutination Inhibition (HI) DAN IDENTIFIKASI PENERAPAN BIOSECURITY DI PETERNAKAN AYAM FILIPHINE KOTA GORONTALO
This research aimed to determine the percentage of protective antibody titers of Avian influenza (AI) and the application of biosecurity in Filipino chicken farms in Gorontalo City. This research used direct observation of the application of biosecurity on farms, and data on Avian influenza antibody titers were obtained based on the results of tests conducted during the intership at Class II Agricultural Quarantine Center of Gorontalo. Data analysis was carried out ini a qualitative descriptive manner. The results showed that the percentage of protective antibody titers for Avian influenza (AI) in the 3 Filipino chicken farms was 3.22% in farm ZD, 0% in farm MCY, and 0% in farm AT. The percentage obtained shows that the presence and spread of Avian influenza in the 3 Filipino chicken farms in Gorontalo City is still low. The application of biosecurity on farms shows that the 3 Filipino chicken farms in Gorontalo City were focused on isolation and sanitation, although the implementation was still lacking in detail and comprehensiveness. The focus of biosecurity on isolation and sanitation components causes weaknesses in traffic control components.
Keyword: Avian influenza antibody titer, protective antibody, application of biosecurity, Filipino chicke
KAJIAN SISTEM POLINASI BEBERAPA GENUS ARECACEAE BERDASARKAN MORFOLOGI PERBUNGAAN: Study of Polination Systems of Several Arecaceae Genus Based on Flower Morphology
Famili Arecaceae (Palem-paleman) merupakan famili tertua di antara tumbuhan berbunga, yang memiliki lebih dari 200 genus dan 3.000 spesies yang tersebar di daerah tropis dan sub tropis di dunia. Ciri morfologi perbungaan setiap spesies tumbuhan mengakibatkan perbedaan proses polinasi, sehingga pengetahuan tentang morfologi perbungaan Arecaceae akan mempermudah menentukan sistem polinasi serta metode pemuliaan yang dapat diterapkan. Tujuan dari kajian studi literatur ini untuk mengetahui sistem polinasi berdasarkan morfologi perbungaaan pada famili Arecaceae dan korelasi antara morfologi perbungaan dengan agen polinasi pada famili Arecaceae.Metode yang digunakan dalam kajian studi literatur ini yaitu pengoleksian artikel, penyeleksian artikel dan pengolahan data secara deskriptif kualitatif. Pengoleksian dan penilaian artikel dilakukan melalui data base google scholar, Garuda dan scimagojr. Hasil analisis artikel yang diperoleh yaitu morfologi perbungaan pada 7 genus famili Arecaceae yang ditelusuri memiliki bunga berwarna kuning dan merah. Karakteristik infloresen yaitu terletak di ketiak daun, tipe infloresen tidak terbatas, bentuk infloresen tongkol majemuk (kecuali genus Nypa dan Elaeis berbentuk bongkol majemuk), dan panjang infloresen berkisar 8 cm – 440 cm. Struktur perbungaan adalah monoecious, dioecious, dan androdioecious. Agen polinasi potensial pada 7 genus tersebut adalah serangga dari famili Apidae (lebah), Curculionidae (kumbang), dan Formicidae (semut. Jenis-jenis lebah dan kumbang mendominasi penyerbukan pada bunga berbentuk bongkol majemuk, sedangkan pada bunga tongkol majemuk ketiga agen polinasi potensial dapat ditemukan dengan jumlah jenis yang beragam. Agen-agen polinasi tersebut berinteraksi secara mutualisme sesuai dengan ketertarikan mereka dengan morfologi perbungaan genus-genus tersebut dan secara tidak langsung mempengaruhi adaptasi morfologi perbungaan 7 genus tersebut dalam proses reproduksinya
KAJIAN BIOEKOLOGI CRUSTACEA BERBASIS TEKNOLOGI DALAM UPAYA PENGEMBANGAN EDU-EKOWISATA DI KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT: Technology-Based Bioecological Study of Crustacea for Efforts to Develop Edu-Ecotourism at Tanjung Jabung Barat District
Provinsi Jambi memiliki kawasan mangrove seluas 221 km yang terletak di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Kawasan mangrove tersebut dikembangkan menjadi kawasan wisata berbasis lingkungan (Ekowisata), khususnya di Desa Pangkal Babu, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Pengembangan kawasan Ekowisata tersebut berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Sebaliknya, pengembangan tersebut juga memiliki dampak positif sebagai kawasan ekowisata dan sumber informasi ilmiah yang bermanfaat untuk sarana edukasi. Kelompok organisme yang dapat dikaji untuk pengembangan kawasan ekowisata adalah crustacea. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara ilmiah terkait bioekologi Crustacea di Desa Pangkal Babu sebagai upaya pengembangan Edu-ekowisata. Metode penelitian bersifat deskriptif eksploratif dengan metode pengumpulan data dilakukan dengan mengoleksi sampel crustacea dari tiga lokasi sampling berbeda dan mengukur parameter lingkungan. Pada penelitian ini ditemukan Sembilan jenis udang yang termasuk ke dalam famili Penaeidae, Pandalidae, Palaemonidae, Squillidae, Sergestidae. Selain itu juga ditemukan empat jenis kepiting dimana tiga jenis termasuk dalam famili Portunidae, dan satu jenis termasuk dalam famili Varunidae