Biospecies
Not a member yet
260 research outputs found
Sort by
Dugaan Cadangan Karbon Biomassa Tumbuhan Bawah dan Serasah di Kawasan Suksesi Alami Pada Area Pengendapan Tailing Pt Freeport Indonesia
Kawasan suksesi alami pada area pengendapan tailing Tanggul Ganda berpotensi besarsebagai sumber cadangan karbon. Estimasi stok karbon biomassa vegetasi hutan suksesi alami TanggulGanda telah dilakukan selama Pebruari-Mei 2010.Sampel tumbuhan bawah dan serasah diambil dari 7blok yang masing-masing terdiri atas 6 sub plot. Hasil analisis memperlihatkan bahwa stok karbon dikawasan suksesi alami blok B4BL dan B5BL adalah 38,84 ton/ha berasal dari 23,87 ton/ha tumbuhanbawah dan 5,9 ton/ha serasah. Stok karbon di blok B1BB, B4BB, B9BB, B10BB, dan B12BB adalah112,4 ton/ha berasal dari 98,6 ton/ha tumbuhan bawah 13,81 ton/ha serasah. Nilai biomassa dan stokkarbon serasah yang lebih rendah dari tumbuhan bawah diduga berkaitan dengan proses dekomposisibahan organik yang berlangsung lebih cepat pada serasah. Setiap vegetasi menghasilkan kualitasbiomassa yang berbeda. dan sisa biomassa menjadi sumber bahan organik yang dapat dimanfaatkanuntuk memperbaiki kualitas tanah
Penilaian Sumberdaya Terumbu Karang dan Persepsi Masyarakat Tentang Daerah Perlindungan Laut di Ujong Pancu, Aceh Besar
Penelitian ini dilakukan dengan maksud menyediakan data dan informasi yang memadai tentang potensi sumberdaya terumbu karang dan persepsi masyarakat tentang daerah perlindungan laut. Penilaian potensi sumberdaya terumbu karang meliputi kondisi tutupan karang keras serta keragaman dan kelimpahan ikan karang. Data diambil di tiga stasiun bertempat di ekosistem terumbu karang di wilayah Ujong Pancu, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, Propinsi Aceh. Metode Point Intercept Transect digunakan untuk menilai tutupan karang, sedangkan Teknik Underwater Visual Census digunakan untuk mengetahui keragaman dan kelimpahan ikan karang. Di bagian lain, persepsi masyarakat tentang daerah perlindungan laut diperoleh dengan Metode Kuesioner. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kondisi terumbu karang di Ujong Pancu dalam keadaan baik, dengan tutupan karang keras lebih dari 50%. Dalam tiga tahun terakhir tidak terjadi perubahan besar dalam persentase tutupan karang. Komunitas karangnya didominasi oleh genus Acropora, Pocillopora dan Porites. Dalam penelitian ini ditemukan 158 spesies ikan karang dari 40 famili dengan kepadatan berkisar 162 – 180 individu/transek (100m2). Hasil survai tingkat pemahaman dan persepsi tentang daerah perlidungan laut menunjukkan adanya keinginan yang tinggi dari responden untuk melestarikan lingkungan melalui pembentukan daerah perlindungan laut, walaupun mereka memiliki pengetahuan yang terbatas tentang sumberdaya pesisir dan laut. Dari kajian yang telah dilakukan ini diharapkan adanya upaya lebih lanjut dari Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Besar untuk membentuk daerah perlindungan laut di wilayah Ujong Pancu
Studi Etnobotani Jernang (Daemonorops spp.) pada Masyarakat Desa Lamban Sigatal dan Sepintun Kecamatan Pauh Kabupaten Sarolangun Jambi
Tetapi, sejumlah faktor mengancam populasi alami jernang seperti aktivitas illegal loging yang menghilangkan pepohonan kayu sebagai media tegakkan jernang serta kerusakan habitat alami jernang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek etnobotani jernang termasuk upaya pembudidayaanya. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara pembuatan herbarium dan identifikasi tumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan adanya lima species jerang di kedua desa yang diamati.Di Desa Lamban Sigatal terdapat tiga jenis yaitu Daemonorops draconcella Becc., Daemonorops aff.Daemonorops propinqua Becc., Daemonorops draco Blume sedangkan di Desa Sepintun terdapat empat jenis yaitu Daemonorops aff.Daemonorops maculata J.Dransf., Daemonorops draconcella Becc., Daemonorops draco Blume dan Daemonorops propinqua Becc. Getah jernang dimanfaatkan sebagai obat luka, obat sakit gigi, obat sehabis melahirkan, dan pewarna cat. Proses pengolahan jernang yang dilakukan melalui dua tahap yaitu proses pengolahan secara kering dan proses pengolahan secara basah. Upaya pembudidayaan umumnya dilakukan dengan cara menerapkan pola tumpang sari jernang dengan tanaman kare
Isolasi dan Karakterisasi Bakteri pada Ikan Kembung (Rastrelliger sp.) Asin Berkitosan
Kitosan memiliki sifat antibakteri sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengawet ikan. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh dari bulan Mei sampai Agustus 2012, untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi bakteri pada ikan kembung (Rastrelliger sp.) asin berkitosan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif. Dari hasil isolasi didapat enam isolat yang memiliki morfologi koloni dan sel yang berbeda. Isolat yang memiliki bentuk bundar (50%), elevasi cembung (33,3%), tepian licin (50%) warna kuning (66,7%), sel bakteri gram positif (66,7%), bentuk sel bulat (100%), tidak berspora (66,7%) dan bersifat motil (66,7%)
Pengaruh Rootone F dan Pupuk Bayfolan terhadap Pembentukan Akar dan Pertumbuhan Anakan Salak Pondoh (Salacca edulis Reinw.)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Rootone F dan pupuk Bayfolanterhadap pembentukan akar dan pertumbuhan anakan salah pondoh. Penelitian terdiri dari dua faktoryang disusun secara arak lengkap. Faktor pertama adalah konsentrasi Rootone F yang terdiri dari empattaraf (0, 50, 100 and 150 mg/anakan). Faktor kedua adalah konsentrasi pupuk cair Bayfolan yang terdiridari 4 taraf (0; 1,5; 3 and 4,5 ml/l). Rootone F diberikan dalam bentuk pasta dan dioleskan pada bagianpangkal batang pada saat awal perlakuan. Pupuk Bayfolan diberikan dengan cara penyemprotan keseluruh bagian tanaman dengan frekuensi pemberian seminggu sekali. Interaksi antara Rootone F danBayfolan berpengaruh nyata terhadap jumlah akar dan luas daun. Pembentukan akar, tinggi anakan danluas daun tertinggi didapatkan pada anakan yang mendapatkan perlakuan 150 mg/anakan Rootone Fdan 4,5 ml/L Bayfolan
Penentuan Waktu Pembukaan Stomata Pada Gulma Melastoma malabathricum L. Di Perkebunan Gambir Kampar, Riau
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan waktu pembukaan stomata yang paling optimal pada gulma Melastoma malabathricum L. di perkebunan gambir desa Tanjung Kecamatan XIII Koto Kampar. Sampel daun diambil dari pukul 07.00 sampai pukul 17.00 WIB. Setiap 1 jam diambil 1 sampel daun pada tiga tanaman yang berbeda. Sampel daun difiksasi dan dibuat preparat untuk pengamatan jumlah dan ukuran pori stomata yang membuka. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi (ANOVA) dan diuji lanjut dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan, stomata terdapat pada permukaan daun bagian bawah. Daun yang diambil pada jam 09.00 dan jam 10.00 menunjukkan jumlah stomata yang membuka paling banyak (879,34 per mm2 and 876,64 per mm2) dan ukuran pori stomata paling besar (2,49 µm and 2,23 µm).  Jumlah stomata paling rendah sekitar 75,76 per mm2 dan ukuran pori paling kecil  sekitar  0,28 µm teramati pada saat jam  12.00
Spesies Udang Ketak Darat Thalassina (Latreille, 1806) (Decapoda: Thalassinidae) Di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies udang ketak darat (mud lobster) Thalassina di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesies dari Thalassina yang ditemukan adalahThalassina anomala (Herbst 1804). Adapun bagian-bagian morfologi yang dijadikan sebagai pembeda antar spesies dari Thalassina dan menjadi ciri morfologi Thalassina anomala sebagai berikut: 1). Memiliki rostrum triangular, membulat dan bergerigi di sepanjang sisi lateralnya; 2). Tonjolan dorsomedian pada karapas memanjang hingga mencapai bagian dorsal dari abdominal somite pertama; 3). Abdominal sternite pada pleopod ke 2-5 memiliki tonjolan yang berada di tengah (median line); 4). Pereopod I memiliki 13-20 gerigi di sisi dalam dari propodal dan di sepanjang sisi lateral dari propodus; 5). Khusus pada jantan, petasma tanpa spina proksimal dan ujung bulat melebar tanpa setae. Ditemukan T. anomala di wilayah tersebut karena spesies ini memiliki penyebaran yang paling luas dibandingkan dengan Thalassina lainnya
Pengaruh Penyemprotan Inhibitor Sintetik Maleic Hydrazide Terhadap Daya Simpan Ubi Jalar (Ipomoea batatas, L. var. Wamena)
Ubi jalar (Ipomoea batatas L.var. Wamena) merupakan makanan pokok dan hasil pertanian yang paling besar di Provinsi Papua terutama di distrik Wamena (Jayawijaya). Selain digunakan sebagai makanan pokok secara turun-temurun, ubi jalar juga digunakan sebagai makanan hewan ternak babi dan sebagian lainnya dijual. Penyimpanan ubi jalar secara tradisional dilakukan dengan ditimbun dedaunan yang hanya dapat bertahan selama 1 bulan pada suhu kamar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyemprotan ubi jalan dengan zat penghambat sintetik maleic hydrazide pada konsentrasi 5% memberikan efek yang signifikan dalam menghambat munculnya tunas dan akar . Penggunaan maleic hydrazide pada konsentrasi tersebut dapat memperbaiki masa penyimpanan ubi jalar sampai umur 2,5 bulan
Peran Hormon Dalam Metamorfosis Serangga
Perkembangan pasca lahir dari beberapa hewan terjadi secara langsung dan tidaklangsung. Perkembangan secara langsung ini melibatkan semacam perpanjangan periodapertumbuhan yang mungkin berlangsung dengan lancar dan cepat Sebagai contoh, antara lain darikelompok mamalia dan aves. Perkembangan tidak langsung adalah melalui satu atau lebih tadiumlarva, sebelum mencapai keadaan dewasanya. Salah satu contoh kelompok hewan yang melakukanperkembangn secara tidak langsung yaitu serangga. Semua proses perkembangan ini diatur olehhormon
Ekstrak Biji Nimba (Azadirachta indica A. Juss) sebagai Insektisida nabati berpotensi terhadap Hama Ulat Grayak (Spodoptera litura F) di Pertanaman Kedelai (Glycine Max L)
Ulat grayak (Spodoptera litura F) merupakan salah satu hama utama tanaman kedelaiyang perlu penanganan secara cepat dan tepat, dengan memanfaatkan ekstrak biji nimba(Azadirachta indica A Juss) sebagai pestisida non sintetik yang ramah lingkungan. Penelitian inibertujuan untuk mempelajari keefektifan ekstrak biji nimba (A. indica) terhadap hama Ulat Grayak (S.litura), dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Kegiatan penelitian inidilaksanakan di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Nangroe Aceh Darussalam (BPTP) Bandaaceh. Menggunakan Rancangan acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan dan 5 ulangan. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa ekstrak biji nimba efektif untuk mengendalikan hama S. litura denganhasil tertinggi dijumpai pada perlakuan D (ekstrak biji nimba 20cc/l) dibandingkan perlakuan E(Decis). Insektisida sintetik (Decis) dengan konsentrasi anjuran efektif digunakan pada saat larva S.litura masih isntar I dan II. Apabila telah melewati instar tersebut lebih efektif digunakan dosis yanglebih tinggi