Biospecies
Not a member yet
260 research outputs found
Sort by
Analisis Fisik Kimia Perairan untuk Mendeteksi Kualitas Perairan Sungai Rambang Kabupaten Ogan Ilir Sumatra Selatan
Penelitian terhadap kualitas dan kondisi perairan Sungai Rambang Kabupaten Ogan Ilir telah dilakukan selama Juli - November 2012. Sampel air diambil di 5 lokasi dengan 3 titik yang masing-masing diulang sebanyak 3 kali. Penentuan lokasi sampel berdasarkan metode Purposive Random Sampling. Analisis kualitas air dilakukan secara langsung di lapangan dan di Laboratorium kimia FMIPA  Universitas Sriwijaya. Hasil menunjukkan bahwa kondisi fisik-kimia Sungai Rambang termasuk dalam kategori baik. Kisaran suhu cenderung sama dengan suhu udara sekitar perairan yaitu 26-31 ºC, tingkat kecerahan 7-40 %, TSS 32-161 mg/L, TDS 41-278 mg/L, DHL 18-238 µS/cm, kecepatan arus 6-13 cm/detik, DO 5,90-12,35 mg/L, BOD 0,47- 5,42 mg/L, COD ttd- 14,5 mg/L, pH 4,85-6,95, dan lemak 211-289 mg/L. Nilai-nilai parameter ini masih sesuai dengan standar Baku Mutu Air (BMA) perairan sungai tahun 2010. Kualitas fisik kimia perairan berpengaruh terhadap keanekaragaman jenis dan distribusi plankton. Curah hujan mempengaruhi kondisi perairan, dan mempengaruhi jumlah serta jenis plankton dalam perairan tersebut. Pada musim penghujan, indeks keanekaragaman spesies plankton cenderung rendah  dibandingkan pada musim kemarau yaitu 1,22 – 2,26, dengan Indeks keseragaman antara 0,31- 0,58 yang berarti tidak ada dominansi suatu populasi plankton. Kehadiran dan keanekaragaman populasi plankton merupakan indikasi kualitas lingkungan perairan. Hasil uji parameter fisik kimia perairan yang dilakukan menunjukkan bahwa kualitas perairan sungai Rambang masih layak untuk dimanfaatkan oleh masyarakat, namun tidak disarankan untuk digunakan sebagai sumber air minum
Pengaruh Pemberian Kombinasi Isolat Fungi Mikoriza Arbuskula terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Jarak Pagar (Jatropha Curcas L.) yang Ditanam pada Tanah Bekas Tambang Batu Bara
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberiankombinasi isolat fungi mikoriza arbuskula (FMA) terhadap pertumbuhan vegetatiftanaman jarak pagar (Jatropha curcas L.) pada tanah bekas tambang batu bara.Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengansatu faktor yaitu kombinasi beberapa isolat FMA : yang terdiri dari Glomus-sp 3, 6, 15dan 16 dengan dosis 20 gr per polybag. Hasil penelitian menunjukkah bahwa pemberianisolat FMA Glomus-sp 3, Glomus-sp 15, Glomus-sp 16 masing – masing sebanyak 6.67g diduga merupakan kombinasi terbaik terhadap pertumbuhan vegetatif bibit jarak pagarumur 4 bulan setelah tanam pada tanah bekas tambang batu bara
Kajian Etnobotani Peralatan Rumah Tangga Suku Anak Dalam di Taman Nasional Bukit Dua Belas Kabupaten Sarolangun, Jambi
Suku Anak Dalam (SAD) merupakan salah satu kelompok masyarakat pedalaman hutan Jambi yang memiliki kemampuan dan kemandirian dalam membuat peralatan rumah tangga. Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD) merupakan kawasan pelestarian alam yang menyediakan potensi berbagai jenis flora bagi masyarakat SAD untuk memenuhi berbagai keperluan, salah satunya adalah untuk membuat kerajinan tradisional peralatan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis peralatan rumah tangga yang digunakan SAD, mengkaji karakteristik dan cara pembuatan setiap peralatan, mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan yang dimanfaatkan, serta mengkaji perubahan penggunaan peralatan rumah tangga SAD. Pemilihan informan dilakukan menggunakan teknik snowball sampling. Data dikumpulkan dengan cara wawancara, observasi partisipasi aktif dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menemukan 11 jenis peralatan rumah tangga yang biasa digunakan oleh SAD. Peralatan tersebut dibuat dengan memanfaatkan 21 spesies tumbuhan yang termasuk kedalam 12 famili
Keragaman dan Kelimpahan Kupu-Kupu Endemic Jawa (Lepidoptera: Rhopalocera) di Hutan Gunung Slamet Jawa Tengah
Penelitian keragaman spesies kupu-kupu endemik Jawa (Lepidoptera: Rhopalocera) pada berbagai tipe hutan dan ketinggian di Gunung Slamet dilakukan pada bulan Juni sampai Oktober 2010. Tipe hutan yang diteliti meliputi hutan alam kayu lain (HAKL, hutan sekunder), hutan produski terbatas Damar (HPT Damar), hutan wisata (HW) dan agroforestry (AGF). Variasi ketinggian tempat yang diteliti hanya di hutan damar mulai ketinggian 600 m dpl, 800 m dpl, 1000 m dpl dan 1200 m dpl. Pengambilan sampel kupu-kupu dilakukan pada 4 transek tetap untuk setiap kategori. Data kekayaan spesies dan kelimpahanya dianalisis dengan Shannon-Wienner, Simpson Indeks, Indeks kemerataan (E) dan Indeks Kesamaan Jaccard dengan bantuan program BDPro 7 (Mc Neely, 1997). Hasil penelitian menemukan 10 spesies kupu-kupu endemik Jawa (71%), yaitu Cynitia iapsis Fruhstorfer, Cyrestis lutea Zinken-Sommer, Elymnias ceryx Boisduval, Euploea gamelia Hubner, Rohana nakula Moore, Tannecia trigreta Moore, Mycalesis sudra Felder, Ypthima nigricans Snellen, Neptis nisea De Niceville dan Prioneris autothisbe Hubner dengan jumlah individu 542 pada keempat tipe habitat dan 9 spesies dengan jumlah individu 781 pada keempat ketinggian berbeda. Pada semua lokasi penelitian menunjukan bahwa indeks keragaman kupu-kupu endemik sangat rendah dan didominasi oleh dua spesies yaitu Mycalesis sudra dan Ypthima nigricans dengan jumlah lebih dari 50% dari total individu spesies kupu-kupu endemik yang ditemukan. Selain kedua spesies tersebut, spesies kupu-kupu endemik kelimpahannya sangat rendah dan dapat dikategorikan sebagai “rare speciesâ€. Hutan di Gunung slamet masih mampu mendukung keberadaan spesies kupu-kupu endemik Jawa
Keanekaragaman Kepiting Biola (Uca spp.) di Desa Tungkal I Tanjung Jabung Barat
Telah dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi keanekaragaman jenis kepiting biola(Uca spp.) di Desa Tungkal I Tanjung Jabung Barat. Penelitian dilakukan pada bulan Maretsampai Juni 2012, di Desa Tungkal I pada tiga stasiun. Sampel diambil dengan cara transecsampling. Data lingkungan yang diambil meliputi suhu, pH, jenis substrat, dan salinitas. Datadianalisis secara deskriptif analitik. Identifikasi dilakukan di Laboratorium CrustaceaWidyasatwaloka LIPI Cibinong Bogor. Dari 3 stasiun di Desa Tungkal I, diperoleh 172 individudari 3 jenis kepiting biola yang termasuk Sub Genus Tubuca yaitu jenis Uca forcipata (Adams &White, 1848), U. rosea (Tweedie, 1937), dan U. dussumieri (H. Milne Edwards, 1852). Indekskeanekaragaman jenis kepiting biola pada ketiga stasiun di Desa Tungkal I Tanjung JabungBarat tergolong rendah karena berkisar antara 0-1,5. Kondisi habitat Kepiting Biola pada ketigastasiun yaitu tersusun atas tanah agak asam (pH 6,38-6,41), suhu antara 23-29oC, salinitas air16,33-20,0 ppt, tekstur tanah pada stasiun 1 adalah liat, stasiun 2 adalah lempung berpasir, danstasiun 3 adalah liat berdebu
Penampakan Morphologi Kulit Luar Marmut Terhadap Pemberian Minyak Atsiri Tanaman Zodia Secara Rutin
Minyak atsiri zodia merupakan salah satu minyak atsiri yang mempunyai daya penolak dari aktivitas nyamuk menghisap darah. Minyak tersebut dapat dikembangkan menjadi bahan pelindung tubuh maka perlu dilakukan penelitian tentang keamanan bahan ini terhadap manusia (pemakai). Karena pemakaian berhubungan langsung dengan permukaan kulit maka penelitian ini difokuskan pada pengamatan terhadap penampakan morfologi kulit akibat pemaparan minyak atsiri zodia. Pengujian dilakukan denga uji iritasi primer menggunakan metode Draize dengan cara mengolesi minyak atsiri konsentrasi 5% ke kulit marmut. Pengamatan dilakukan setiap hari meliputi pengamatan morfologi kulit marmut secara makrokospis (eritema dan edema), perubahan warna kulit serta kehalusan kulit. Pengamatan juga dilakukan terhadap perubahan tingkah laku selama penelitian. Hasil pengamatan terhadap semua sampel kulit marmut yang diolesi minyak atsiri zodia tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kerusakan kulit baik eritema maupun edema. Kulit yang diolesi minyak atsiri menunjukkan tekstur kulit yang lembut, mengkilat dan licin, yang berbeda dari kulit yang tidak diolesi minyak atsiri. Pengamatan perilaku marmut tidak menunjukkan adanya perilaku keracunan seperti tidak punya nafsu makan, muntah-muntah, diam atau agresif. Kesimpulan yang dapat diambil dalam penelitian ini adalah minyak atsiri zodia dengan konsentrasi 5% tidak menyebabkan inflamasi pada kulit marmot, bahkan kulit marmut menjadi lebih lembut dan halus
Kelimpahan dan Keragaman Semut dalam Hutan Lindung Sirimau Ambon
Penelitian dilaksanakan pada areal pertanian lahan kering bercampur semak dalam Hutan Lindung Sirimau dengan tiga metode pengambilan sampel yakni hand collecting, bait trap (umpan gula dan ikan tuna) dan pitfall trap dari bulan Juli hingga september 2011. Penelitian bertujuan mengetahui penyebaran semut pada areal pertanian lahan kering  dalam kawasan Hutan Lindung Sirimau Ambon. Hasil penelitian menemukan 1 family, 4 genus dan  19 jenis semut dengan total individu mencapai 14.456. Jenis – jenis semut yang sangat dominan dalam kawasan yakni Anoplolepis gracilipes, Pheidole sp 1, Odontoponera denticulata, Pheidole megacephala, Technomyrmex albipes, Tetramorium simillimum, Tetramorium bicarinatum, Tapinoma melanocephalum, dan Paratrechina longicornis. Kelimpahan jenis semut mencapai 0,934 tergolong sedang dengan penyebaran jumlah individu semut dan tingkat kestabilan komunitas sedang. Penyebaran semut dipengaruhi oleh intensitas cahaya matahari, suhu, kelembaban, angin, air dan musim. Perbedaan suhu mikro, iklim, cahaya, kelembaban, pola makan, kompetisi interspesifik, variasi ketersediaan sumber makanan, kualitas habitat dan aktivitas manusia juga ikut mempengaruhi penyebaran semut dalam kawasan
Perubahan Indeks Kenyang Caplak Haemaphysalis bispinosa (Acari, Ixodidae) Selama Masa Makan
The objective of this research was to know various engorgement indices and durationof attachment of female Haemaphysalis bispinosa. Two feeding experiment were designedusing the following female-male ratio 1:1 and 30:1. At same time every day up to detachmentthe body length, width and depth of females were measured using a caliper to the determine ofbody volume. Fed body weights of the females were weighed on a electric balance. The resultof this research indicates that rate of engorgement indices in females (1:1 ratio) and (30:1 ratio)increased with increasing duration of attachment (P< 0.05) and the relationship betweenduration of tick attachment was above 92%. The feeding rate of females of the 30:1 ratio waslower than that of 1:1 ratio ones up to the 72 hours in the duration attachment
Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Endofit Pada Tanaman Teh (Camellia Sinensis (L.) O. Kuntze) Produktif dan Belum Menghasilkan Klon GMB 7 Dataran Tinggi
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bakteri endofit pada tanaman tehbelum menghasilkan klon GMB 7 pada dataran tinggi di Pusat Penelitian Teh dan Kina, Gambung.Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi PPTK Gambung. Isolasi dilakukan dengancara metode sebar dan metode tuang. Sumber isolat diambil dari bagian daun, batang, dan akartanaman. Media yang digunakan adalah media TSA (Trypic Soy Agar). Pengamatan morfologimakroskopik dilakukan untuk mengamati bentuk koloni bakteri endofitik tersebut. Dari hasilpenelitian diperoleh jumlah isolat bakteri endofit pada TBM sebanyak 13 isolat, yaitu isolat padabagian daun terdapat lima isolat, empat isolat pada bagian batang dan bagian akar. Dari hasilpengamatan terdapat satu isolat dengan karakteristik yang hampir sama pada setiap jaringan(daun, batang, dan akar) tanaman. Selain itu juga terdapat isolat bakteri yang memiliki filamenfilamendi sekitar koloni yaitu isolat yang berasal dari bagian akar tanaman teh yang belummenghasilkan. Sedangkan bakteri endofit pada TM sebanyak 11 isolat, yaitu pada bagian daunterdapat tiga isolat, pada bagian batang tiga isolat dan pada bagian akar lima isolat. Dari hasilpengamatan terdapat satu isolat dengan karakteristik yang hampir sama pada setiap jaringan(daun, batang, dan akar) tanaman. Dan juga terdapat isolat bakteri yang memiliki filamen-filamendi sekitar koloni yaitu isolat yang berasal dari bagian akar tanaman teh menghasilkan, sama halnyadengan tanaman teh belum menghasilkan
Respons Pertumbuhan Kotiledon Jarak Pagar (Jatropha curcas) Terhadap Penambahan IAA dan Kinetin Pada Medium MS
Kajian tentang respon pertumbuhan kotiledon jarak pagar (jatropa curcas) pada medium MS telahdilakukan di Laboratorium Biologi P MIPA Universitas Jambi. Eksplan ditumbuhkan pada empat perlakuan yaitu kotrol,2 ppm kinetin, 1 ppm IAA, dan 1 ppm IAA dikombinasikan dengan 2 ppm kinetin. Hasil penelitian menunjukkkanrespon pertumbuhan mencapai 100% pada semua perlakuan tunas dan akar tumbuh pada perlakuan kontrol danpemberian IAA 1 ppm. Sedangkan tunas Jatropa cuchas hanya didapatkan pada penambahan 2 ppm kinetin dankombinasi antara 1 ppm IAA