IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Perspektif Ulama Kapuas terhadap Tradisi Bamandi-mandi Pangantin Sebelum Walimatul ‘Urs (Studi Kasus Kecamatan Kapuas Barat Kabupaten Kapuas)
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya suatu kebiasaan masyarakat di
Kecamatan Kapuas Barat sebelum melaksanakan acara walimah terlebih dahulu
melaksanakan prosesi bamandi-mandi pangantin. Masyarakat kecamatan Kapuas
Barat yang mayoritasnya adalah suku Dayak Ngaju juga melaksanakan tradisi ini.
Karena letak kecamatan yang berada di bantaran sungai Kapuas menyebabkan
mereka terbiasa melaksanakan bamandi-mandi pangantin di pelataran rumah dan
tidak menutup aurat dengan sempurna serta disaksikan oleh orang banyak.
Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum empiris (Field Research) dan
menggunakan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian ini adalah alasan masyarakat
kecamatan Kapuas Barat melaksanakan tradisi bamandi-mandi pangantin sebelum
walimah,dan perspektif Ulama Kapuas terhadap bamandi-mandi pangantin yang
dilaksanakan di kecamatan Kapuas Barat. Pengumpulan data dilakukan melalui
observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya data diolah dalam bentuk
editing dan matriks, dan dianalisis berdasarkan teori urf dan maslahah mursalah.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa alasan masyarakat Kapuas Barat
melaksanakan bamandi-mandi pangantin sebelum Walimatul ‘Urs adalah
melestarikan adat di masyarakat, untuk pembersihan diri, dan sebagai tempat
menyambung tali silaturahmi antara keluarga dan masyarakat.Terdapat perbedaan
pendapat ulama Kapuas terhadap tradisi ini, ada yang membolehkan, ada yang
membolehkan tetapi dengan syarat, dan ada juga yang melarang. Tradisi bamandi
mandi pangantin dapat dilaksanakan selama tidak melanggar hukum syara’
Tinjauan Historis dan Perkembangan Fatwa Tentang Nikah Mut’ah dalam Sunni dan Syiah
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan pandangan antara Sunni dan
Syi'ah terkait nikah mut'ah, yang mencerminkan keragaman pemahaman hukum
Islam sepanjang sejarah. Perlunya telaah historis untuk memahami perkembangan
fatwa terkait nikah mut'ah, baik dari aspek legalitas maupun konteks sosial yang
memengaruhi pandangan masing-masing mazhab. Penelitian ini bertujuan unutk
memaparkan analisa historis fatwa dan untuk menganalisis istinbat hukum
perbedaan fatwa nikah mut’ah dalam sunni dan syiah.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif dengan
pendekatan historis dan perbandingan. Bahan hukum utama yang digunakan adalah
fatwa nikah mut’ah ulama Sunni dan Syi'ah. Analisis dilakukan secara deskriptif
untuk mengungkap perkembangan dan perbedaan interpretasi hukum dalam kedua
tradisi, guna memberikan pemahaman yang komprehensif terhadap isu nikah
mut'ah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa fatwa nikah mut’ah menurut ulama
Sunni didasarkan pada hadis Nabi saw. yang melarang nikah mut’ah hingga hari
kiamat, diperkuat oleh fatwa Umar bin Khattab, yang kemudian menjadi ijma’
ulama empat mazhab besar Sunni. Larangan ini didukung oleh ulama klasik dan
kontemporer, serta menjadi fatwa resmi di berbagai negara Sunni. Sebaliknya,
ulama Syi’ah mendasarkan fatwa kebolehan nikah mut’ah pada Q.S. an-Nisa/4: 24
dan hadis ahlul bait, dengan penolakan terhadap fatwa Umar bin Khattab yang
dianggap politis. Ulama Syi’ah seperti Ja’far ash-Shadiq dan Syekh Shaduq
menganggap nikah mut’ah sebagai sunnah, yang terus berkembang menjadi fatwa
resmi di berbagai lembaga Syi’ah. Perbedaan ini mencerminkan perbedaan metode
istinbat hukum antara Sunni dan Syi’ah, yang dipengaruhi oleh dalil tekstual,
konteks historis, dan maqashid syari’a
Pengaruh Literasi Zakat Terhadap Kesadaran Penunaian Zakat Profesi Pada Muzakki BAZNAS Kota Banjarmasin
Kondisi pengumpulan zakat profesi di Kota Banjarmasin tidak jauh berbeda
dengan kondisi pengumpulan zakat profesi secara nasional saat ini. Berdasarkan
antara rentang potensi zakat profesi dan realisasinya masih terdapat ketimpangan
yang cukup besar. Tujuan dari penelitian ini ialah ingin mengetahui apakah hal ini
mengindikasikan adanya pengaruh antara Literasi Zakat (X) terhadap Kesadaran
(Y) pada muzakki dalam penunaian zakat profesi di BAZNAS Kota Banjarmasin.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel yang
digunakan dalam penelitian ini ialah muzakki yang membayar zakat profesi
sebanyak 40 responden dengan menggunakan teknik sampling jenuh dan
memberikan pernyataan kuesioner yang berisi tentang pengetahuan dasar zakat,
pengetahuan lanjutan zakat dan kesadaran penunaian zakat profesi. Metode
pengumpulan data pada penelitian ini dengan mendistribusikan secara online
maupun offline kuesioner kepada muzakki. Teknik analisis data yang digunakan
adalah regresi linear sederhana dengan menggunakan IBM SPSS versi 26.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh antara literasi zakat
terhadap kesadaran yaitu didapatkan nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar
0,484 atau 48,4% dengan nilai signifikan literasi zakat sebesar 0,000 < 0,05. Hal
ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara literasi zakat
dengan kesadaran penunaian zakat profesi sebesar 48,4% (Ho ditolak dan Ha
diterima). Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya ialah mengkaji lebih dalam
apa saja faktor lainnya yang mempengaruhi kesadaran muzakki dalam penunaian
zakat profesi di BAZNAS Kota Banjarmasin
Strategi Pembinaan Musabaqah Qira’atil Kutub Pada Santri Pondok Pesantren Darussalim Bati-Bati Dalam Mempertahankan Predikat Juara Umum Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan
Pondok Pesantren Darussalim Bati-Bati, yang berlokasi di Kecamatan Bati
Bati, Kabupaten Tanah Laut. Pondok Pesantren ini identik dengan prestasinya
dibidang Kitab Kuning, dan selalu meraih juara di setiap ajang perlombaan
Musabaqah Qira’atil Kutub. Hal ini menjadi tanda tanya banyak pihak, tentang
strategi apa yang dipakai Ketua Pembina (MQK) untuk mempertahankan predikat
Juara Umum di Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.
Penelitian ini bertujuan untuk meneliti Strategi Dalam Pembinaan
Musabaqah Qira’atil Kutub di Pondok Pesantren Darussalim Bati-Bati. Serta
meneliti faktor pendukung dan penghambat dalam pembinaan Musabaqah Qira’atil
Kutub di Pondok Pesantren Darussalim Bati-Bati.
Penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research), dengan jenis
penelitian kualitatif. Pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah Ketua Pembina (MQK), Guru
Pembina (MQK), dan binaan yang menjadi peserta (MQK). Sedangkan objek
penelitian ini adalah Strategi Pembinaan Musabaqah Qira’atil Kutub Pada Santri
Pondok Pesantren Darussalim Bati-Bati Dalam Mempertahankan Predikat Juara
Umum Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, strategi yang dipakai Ketua
Pembina salah satunya membuat materi dalam pembinaan dengan cara menyusun
kitab atau buku sendiri dari hasil menggabungkan Ilmu ‘Alat yang beliau dapat
selama bersekolah di Darussalam Martapura dan Ilmu ‘Alat metode Amtsilati
karangan KH. Taufiqul Hakim. Faktor pendukung dari pembinaan ini ada 6 yaitu:
Kebijakan Pimpinan Pondok Pesantren Darussalim Bati-Bati, Adanya Guru
Pendamping, Kurikulum Pendidikan Diniyah Formal (PDF), Kemauan dari Diri
Pribadi Santri/Santriwati, Orang Tua, Kebijakan Universitas dan Pendidikan
Tinggi. Sedangkan faktor penghambatnya ada 4 yaitu: Waktu, Keluhan Santri,
Orang Tua, dan Materi yang sulit dalam pembinaa
Problematika Pembelajaran PAI di SMA Darul Hijrah Puteri Martapura : (Studi Kasus pada Pembelajaran Materi Fiqh Ibadah)
Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam membentuk
karakter dan pemahaman keagamaan peserta didik. Namun, di SMA Darul Hijrah
Puteri Martapura, pembelajaran PAI, khususnya pada materi Fiqh Ibadah,
menghadapi berbagai problematika. Kendala utama yang ditemukan meliputi
keterbatasan fasilitas pembelajaran berbasis teknologi, metode pengajaran yang
masih didominasi oleh ceramah dan hafalan, hal ini dikarenakan Fiqh Ibadah itu
dalam proses mengamalkan dan memahami. Jadi, sebagai bentuk dari pembelajaran
Fiqh Ibadah yang motivasinya pada siswa masih rendah. Selain itu, di pondok
pesantren jadwal mengenai pembelajaran PAI ini tidak dikhususkan karena sudah
masuk pada materi pelajaran yang lain, contoh pelajaran tentang tauhid, akidah, fiqh
ibadah, dan sejarah.
Maka secara garis besar, PAI yang dimaksud ini berbagai kumpulan tujuan
untuk memberikan pembelajaran agama Islam, karena SMA Darul Hijrah berkiblat
pada pendidikan nasional. SMA Darul Hijrah tidak tertuju pada satu fiqh ibadah
saja karena pembelajaran PAI masih dikatakan secara umum jika berkiblat pada
pendidikan nasional sementara dalam ruang lingkup PAI di Madrasah sangat beda
per mata pelajaran.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi
kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang
melibatkan guru PAI, kepala sekolah, serta siswa sebagai subjek penelitian. Teknik
analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman, yang
mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan untuk
memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai permasalahan yang diteliti.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika utama dalam
pembelajaran Fiqh Ibadah meliputi kurangnya metode pembelajaran inovatif,
keterbatasan media pembelajaran, serta asesmen yang belum sepenuhnya
mengakomodasi aspek afektif, kognitif dan psikomotorik siswa. Untuk mengatasi
hal tersebut, disarankan penerapan metode pembelajaran berbasis proyek dan
diskusi kelompok, pemanfaatan media digital secara terbatas dan terkontrol, serta
peningkatan kompetensi guru dalam menyusun strategi pembelajaran yang lebih
interaktif
Perlakuan Keluarga Terhadap Anak Hasil Nikah Siri pada Perspektif Hukum Keluarga Islam di Hulu Sungai Utara
Penelitian berlatar belakang dari sebuah kasus anak yang ada di kota Amuntai,
yang mana anak-anak ini terlahir dari kedua orang tua yang menikah tidak secara negara
akan tetapi hanya menikah secara agama, ada lima anak hasil nikah siri yang diteliti
pada penelitian ini. Penelitian ini meneliti bagaimana anak hasil nikah siri di perlakukan
dalam keluarga serta perlakuan keluarga terhadap anak hasil nikah siri menurut
perspektif hukum keluarga Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlakuan
keluarga terhadap anak hasil nikah siri dan juga mengetahui seharusnya anak hasil nikah
siri di perlakukan dalam keluarga menurut perspektif hukum keluarga Islam.
Jenis penelitian ini ialah penelitian hukum empiris dengan pendekatakan hukum
sosiologis. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dengan lima orang
orang tua anak hasil nikah siri sebagai sumber informasi, data ini dianalisis
menggunakan teknik deskriftif dan kualitatif, penelitian ini berlokasi di Kabupaten Hulu
Sungai Utara Kecamatan Amuntai Tengah.
Penelitian menjelaskan perlakuan keluarga terhadap anak hasil nikah siri serta
perlakuan keluarga terhadap anak hasil nikah siri menurut perspektif hukum keluarga
Islam. Anak hasil nikah siri pertama, kedua dan ketiga mendapatkan hak asuh anak dari
kedua orang tuanya serta di berikan kasih sayang dan fasilitas seperti pada anak lainnya,
keluarga juga menerima dengan baik. Anak hasil nikah siri keempat dan kelima
mendapatkan hak asuh dari ibu dan mendapatkan kasih sayang serta fasilitas yang mana
seharusnya dan keluarga dari sang ibu pun menerima dengan baik anak tersebut akan
tetapi ayah dari anak hasil nikah siri tidak terlalu memperdulikan kehadiran anak hasil
nikah siri ini begitu juga dengan keluarga dari sang aya
Analisis Isi Dakwah pada Akun Youtube Oki Setiana Dewi Official dalam Konten Tentang Beribadah
Media sosial YouTube, telah menjadi platform penting dalam dakwah era
digital karena fleksibilitas format video yang menarik, kemampuan menjangkau
audiens global, dan kemudahan akses kapan saja. Pendekatan dakwah yang
relevan dan interaktif melalui platform ini lebih diminati oleh generasi milenial
yang akrab dengan teknologi, menjadikannya sarana efektif untuk menyampaikan
pesan agama dengan tema-tema yang sesuai kebutuhan mereka. Tujuan dalam
penelitian ini adalah sebagai berikut : 1) Menganalisis pesan dakwah yang
disampaikan melalui konten Youtuber Oki Setiana Dewi Official dalam konten
tentang beribadah, dan; 2) Menganalisis pesan dakwah yang dominan dalam
konten Youtuber Oki Setiana Dewi Official dalam konten tentang beribadah.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis
isi untuk memahami nilai-nilai dakwah dalam konten YouTube Oki Setiana Dewi,
yang dianalisis melalui dokumentasi video dan studi pustaka. Teknik ini
memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi tema, gaya bahasa, serta pesan
dakwah yang relevan dengan generasi muda, dengan mengacu pada kerangka
kerja kategori induktif dan deduktif untuk memastikan objektivitas dan reliabilitas
analisis.
Hasil Penelitian ini adalah 1) Pesan dakwah dalam konten YouTube
Ustadzah Oki Setiana Dewi dalam menjaga konsistensi dan semangat dalam
beribadah serta mengatasi fenomena "futur," atau penurunan semangat iman yang
sering dialami oleh banyak orang. Ustadzah Oki menekankan perlunya kesadaran
akan bahaya futur, menjaga niat yang ikhlas dalam setiap amal, serta melakukan
kebaikan secara berkelanjutan, meskipun dalam skala kecil. Selain itu, beliau
mendorong pentingnya bergaul dengan orang-orang saleh dan menjauhi maksiat
sebagai upaya untuk menjaga semangat dalam beribadah. 2.) Pesan dakwah yang
dominan dalam konten YouTube oleh Oki Setiana Dewi menekankan menjaga
semangat dalam beribadah, mengatasi rasa malas, dan menjaga konsistensi dalam
menjalani amalan meskipun dalam kesibukan. Ustadzah Oki menekankan
keseimbangan dalam beribadah dan aktivitas lainnya, serta pentingnya lingkungan
yang mendukung semangat beribadah
Fungsi Manajemen dalam Implementasi Strategis Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SMA Negeri 1 Rantau
Salah satu inovasi dalam Kurikulum Merdeka yang diterapkan oleh
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi adalah dengan
adanya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Program ini bertujuan
untuk membentuk karakter peserta didik yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila
melalui pembelajaran berbasis projek. SMAN 1 Rantau merupakan salah satu
sekolah menengah yang dianggap berhasil menerapkan Program P5 dan mendapat
apresiasi positif dari mitra-mitra lembaga pendidikan di sekitarnya.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi-fungsi manajemen yang
diterapkan dalam implementasi P5 secara strategis di SMA Negeri 1 Rantau,
dengan fokus p berdasarkan teori fungsi manajemen POAC dari George R. Terry.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik
pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Implementasi P5 di SMAN 1
Rantau dilaksanakan dengan alokasi waktu 16 jam pelajaran per minggu dan
memanfaatkan berbagai teknik penilaian, seperti rubrik, observasi, refleksi, dan
portofolio. 2) Perencanaan dimulai dengan mempelajari pedoman P5, menentukan
tema, topik, dan dimensi yang relevan. Kemudian rapat dilakukan antara pihak
pihak terkait untuk menyusun modul dan menentukan kebutuhan proyek. 3)
Pengorganisasian melibatkan Kepala Sekolah, Koordinator, Fasilitator, dan guru
lainnya. Setiap peran dirancang dengan pembagian tugas mulai dari perencanaan
hingga evaluasi proyek. 4) Pelaksanaan kegiatan dirancang mengikuti alur modul
ajar. Strategi untuk mengatasi kendala adalah dengan melakukan pembagian tugas
di antara guru, memberikan arahan dan evaluasi secara berkala, optimalisasi
narasumber atau pembatasan kegiatan yang memerlukan anggaran besar, dan
konsultasi antara siswa dengan guru pendamping laporan. 5) Pengendalian
dilakukan melalui rapat evaluasi untuk memantau pelaksanaan, mengidentifikasi
kendala, dan memberikan tindak lanjut. Jika ditemukan penyimpangan atau
masalah maka Koordinator akan melaporkan ke Wakil Kepala Sekolah untuk
analisis lebih lanju
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray Terhadap Hasil Belajar pada Mata Pelajaran IPAS Siswa Kelas IV MIN 3 Banjarmasin
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perlunya inovasi pembelajaran yang
mampu meningkatkan hasil belajar serta kemampuan sosial siswa. Model
pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS) dinilai sesuai dengan
karakteristik siswa Sekolah Dasar yang berada pada tahap operasional konkret dan
membutuhkan aktivitas kolaboratif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
pengaruh model TSTS terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas IV MIN 3
Banjarmasin.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, yang menggunakan metode
penelitian quasi experimental design dengan bentuk Nonequivalent Control Group
Design. Sampel penelitian terdiri dari kelas IV A (kontrol) sebanyak 30 siswa dan
kelas IV B (eksperimen) sebanyak 30 siswa. Teknik pengumpulan data berupa tes
pretest dan posttest, sedangkan analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji
homogenitas, dan uji Mann-Whitney dengan aplikasi SPSS versi 25.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa setelah penerapan
model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS) pada mata
pelajaran IPAS di kelas IVB (Eksperimen) MIN 3 Banjarmasin berada pada
kategori “baik” dengan nilai rata-rata 84,67. Sedangkan di kelas IVA (Kontrol)
hanya berada pada kategori “cukup” dengan nilai rata-rata 76,33. Perhitungan uji
beda dengan Mann Whitney U yaitu Sig. 0,020 > 0,05 menujukan adanya
perbedaan yang signifikan antara hasil belajar sebelum dan sesudah penerapan
model TSTS.
Temuan ini membuktikan bahwa model pembelajaran TSTS berpengaruh
positif terhadap hasil belajar IPAS siswa, serta mampu mendorong siswa untuk
lebih aktif, kolaboratif, dan terampil dalam proses pembelajaran. Dengan demikian,
model TSTS dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran inovatif yang
membantu siswa tidak hanya memahami materi pelajaran sehingga meningkat hasil
belajar, tetapi juga mengembangkan kemampuan sosialnya
Strategi Komisi Pemilihan Umum dalam Upaya Meningkatkan Partisipasi Politik Masyarakat di Kalimantan Selatan
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya Undang-Undang Nomor 7 Tahun
2017 tentang Pemilihan Umum yang menyebutkan adanya pelaksanaan hak
politik masyarakat dengan tujuan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilu.
Di samping itu, adanya kenaikan jumlah pemilih/partisipasi di Kalimantan Selatan
pada Pemilu 2024 yang mengalami kenaikan sebesar 154.380 atau naik 4,31%
dibandingkan Pemilu 2019.
Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui strategi KPU dalam upaya
meningkatkan partisipasi politik masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan dan
faktor pendukung dan penghambat KPU dalam upaya meningkatkan partisipasi
politik masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan.
Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan menggunakan
pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian ini berada di Komisi Pemilihan Umum
Provinsi Kalimantan Selatan. Subjek penelitian ini ialah Ketua Divisi Sosialisasi,
Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia KPU
Provinsi Kalimantan Selatan, sedangkan objek penelitian ini merupakan strategi
KPU dalam upaya meningkatkan partisipasi politik masyarakat di Provinsi
Kalimantan Selatan. Data diambil dari informan atau subjek penelitian. Teknik
pengumpulan data didapatkan dari wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa KPU Provinsi Kalimantan
Selatan berhasil meningkatkan partisipasi politik masyarakat pada Pemilu 2024
hingga 82%, tertinggi dalam sejarah provinsi. Strategi komprehensif mencakup
sosialisasi kepada kelompok rentan, kolaborasi dengan Kesbangpol, pemanfaatan
media sosial, dan penyediaan fasilitas inklusif, seperti juru isyarat. Dukungan dari
pemerintah, masyarakat, partai politik, dan media memperkuat keberhasilan ini.
Meski menghadapi tantangan anggaran dan politik uang, KPU mengatasinya
dengan strategi kreatif. Keberhasilan ini mencerminkan efektivitas pendidikan
politik dalam membangun kesadaran demokrasi dan memperkuat kualitas
demokrasi di Kalimantan Selatan