IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Efektivitas Pembelajaran Berbantuan Fyrebox sebagai Alat Evaluasi Berbasis Web pada Mata Pelajaran Matematika di Kelas VIII SMPN 2 Kertak Hanyar
Salah satu cara untuk mengetahui keberhasilan siswa dalam proses
pembelajaran adalah dengan melakukan evaluasi. Seiring berkembangnya
teknologi, guru dapat mencoba inovasi baru dalam mengevaluasi hasil belajar
siswa salah satunya dengan menggunakan alat evaluasi berbasis web. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui penerapan dan keefektifan Fyrebox sebagai alat
evaluasi berbasis web pada mata pelajaran matematika di kelas VIII SMPN 2
Kertak Hanyar Tahun Pelajaran 2022/2023.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan
pendekatan kuantitatif dan menggunakan bentuk desain the static group
comparison: randomized control-group only design. Populasi dalam penelitian ini
adalah siswa kelas VIII SMPN 2 Kertak Hanyar. Teknik pengambilan sampel
menggunakan teknik simple random sampling dan diambil kelas VIII C dan VIII
E. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, angket, observasi, dan
dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji
normalitas, uji homogenitas, dan uji t.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan Fyrebox
memperoleh respon positif dari siswa dan guru matematika. Selain itu, hasil
analisis uji t menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas
kontrol dan kelas eksperimen. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh simpulan
bahwa Fyrebox sebagai alat evaluasi berbasis web tidak efektif digunakan pada
mata pelajaran matematik
Persepsi Pengguna Jasa Calo Terhadap Upah (Ujrah) Calo Pembayaran Pajak Pada Kendaraan Bermotor (Studi Kasus di Kecamatan Seruyan Hilir Kabupaten Seruyan)
Persepsi penggunaa jasa calo terhadap upah (ujrah) calo pada pembayaran
pajak kendaraan bermotor (PPKB). Di satu sisi, pengguna jasa calo mengatakan
terbantu dengan kemudahan dan kepraktisan yang diberikan calo, namun di sisi lain
pengguna jasa calo dapat dirugikan dengan upah (ujrah) calo yang tinggi,
ketidakpastian biaya, kurangnya transparansi, dan ketidaksesuaian dengan
peraturan. Menurut persepsi pengguna jasa calo, calo kerap menawarkan bantuan
untuk mengurus PPKB dengan imbalan upah (ujrah) yang dianggap tidak wajar,
karena tidak sepadan dengan pelayanan yang diberikan. Selain itu juga menurut
persepsi pengguna jasa calo, calo juga sering kali memanfaatkan ketidaktahuan
pengguna jasa calo tentang proses PPKB untuk keuntungan pribadi. Akibatnya,
muncul beragam persepsi di antara pengguna jasa calo di Kecamatan Seruyan Hilir
Kabupaten Seruyan terhadap upah (ujrah) yang mereka bayarkan.
Penelitian ini bertujuan untuk memahami persepsi pengguna jasa calo
PPKB di Kecamatan Seruyan Hilir Kabupaten Seruyan terhadap upah (ujrah) dan
faktor-faktor yang melatarbelakanginya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
pengguna jasa calo memiliki persepsi yang beragam terhadap upah calo dengan
adanya faktor yang mempengaruhi, yakni faktor fungsional dan faktor struktual.
Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan
kualitatif, menggunakan metode wawancara, dengan para informan yang berjumlah
5 orang pengguna jasa calo di Kecamatan Seruyan Hilir Kabupaten Seruyan.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis ditemukan 5 orang
pengguna jasa calo di Kecamatan Seruyan Hilir Kabupaten Seruyan yang
menyampaikan persepsinya menganggap upah calo atas jasanya membantu
pembayaran pajak kendaraan bermotor merupakan sebuah kebiasaan yang terus
menerus yang disebabkan oleh adanya faktor yang mempengaruhi, yakni faktor
fungsional dan faktor struktual dan pelaksanaan upah calo dalam pembayaran pajak
kendaraan bermotor di Kecamatan Seruyan Hilir dibolehkan atau sah dalam
tinjauan hukum Isla
Pengaruh Literasi Keuangan, Keputusan QRIS sebagai Pembayaran Non tunai dan Pengetahuan Teknologi terhadap Inklusi Keuangan pada Konsumen Food Court di Kota Banjarmasin
Penelitian ini diteliti karena melihat banyaknya food court yang bermunculan di
masyarakat Banjarmasin menunjukkan masih banyak yang belum menyadari bahwa food
court merupakan salah satu sarana peningkatan inklusi keuangan. Rendah nya
pengetahuan masyarakat tentang literasi keuangan, serta kurang nya pengetahuan
masyarakat dalam memilih keputusan QRIS sebagai pembayaran non tunai untuk
meningkatkan inklusi keuangan, dan kurang nya pengetahuan teknologi yang ada.
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh literasi keuangan, keputusan
QRIS, dan pengetahuan teknologi terhadap inklusi keuangan pada konsumen food court
di Kota Banjarmasin secara parsial dan simultan. Serta metode penelitian ini
menggunakan metode kuantitatif.
Hasil penelitian dari hasil uji F menunjukkan variabel literasi keuangan (X1), keputusan
QRIS (X2), dan pengetahuan teknologi (X3) berpengaruh secara simultan (bersama�sama) terhadap inklusi keuangan dengan nilai F hitung 37,534 > F tabel (37,534 > 2,70)
dan nilai signifikan 0,000 < 0,05. Hasil uji T menunjukkan bahwa literasi keuangan (X1)
secara parsial berpengaruh signifikan terhadap inklusi keuangan dengan nilai T hitung
2,050 > T tabel yaitu (2,050 > 1,984) dengan sig 0,043 < 0,05. Keputusan QRIS (X2)
secara parsial berpengaruh signifikan terhadap inklusi keuangan dengan nilai T hitung
5,199 > T tabel yaitu (5,199) > 1,984) dengan sig 0,000 < 0,05. Pengetahuan teknologi
(X3) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap inklusi keuangan dengan nilai T
hitung 2,293 > T tabel yaitu (2,293) > 1,984) dengan sig 0,024 < 0,0
Penggunaan Media Pembelajaran yang Bervariasi Oleh Guru Fiqih di Kelas IX pada MTs Nurussabah Sei Jingah Besar Kabupaten Barito Kuala
Penggunaan media pembelajaran harus dikuasai oleh setiap guru, karena
dalam penggunaannya berkaitan dengan cara guru menyampaikan dan
menggunakan media pembelajaran kepada siswa. Berhasil atau tidaknya
pembelajaran itu tergantung dari cara guru melaksanakannya, untuk itu diperlukan
penggunaan media pembelajaran yang baik agar siswa mudah mengerti dan tidak
merasa bosan. Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah bagaimana penggunaan
media pembelajaran yang bervariasi oleh guru Fiqh dikelas ix yang ada di Mts
Nurussabah yang meliputi media yang dapat dilihat (visual); didengar (audio);
didengar dan dilihat (audio visual)
Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan penggunaan media
pembelajaran yang bervariasi oleh guru Fiqh di kelas ix yang ada di Mts
Nurussabah yang meliputi media yang dapat dilihat (visual); media yang dapat
didengar (audio); media yang dapat didengar dan di lihat (audiovisual)
Jenis penelitian dalam skripsi ini adalah penelitian kualitatif yaitu
pengamatan secara langsung dan data tersebut didapat dari tangan pertama.
Sedangkan teknik pengumpulan data pada skripsi ini yaitu melalui observasi,
wawancara dan dokumentasi.
Berdasarkan hasil penelitan dan analisis dari penulis ditemukan bahwa
Guru Fiqh kelas ix di Mts Nurussabah menggunakan semua variasi belajar.
Variasi belajar media visual diterapkan dengan berupa gambar. Variasi belajar
dengan media audio diterapkan dengan mendengarkan kepada siswa tentang
materi. Variasi belajar dengan media yang dapat didengar dan dilihat diterapkan
dengan praktik dan penggunaan proyektor pada materi pengurusan jenazah. Guru
Fiqh di Mts Nurussabah sudah menerapkan semua variasi belajar, namun karena
terhalang oleh ketersediaan sarana dan prasarana membuat beliau jarang
menggunakan variasi belajar menggunakan proyektor tersebu
Pendapat Tiga Kepala Kantor Urusan Agama Tentang Pergantian Nama Sebelum Akad Nikah
Berangkat dari permasalahan pencatatan nikah di Kantor Urusan Agama
Kecamatan Alalak Berangas penulis menemukan kasus permintaan pergantian
nama tanpa mengubah data yang tertera dalam administrasi, pasangan yang ingin
menikah tiba-tiba merubah nama lengkapnya sebelum akad nikah dilangsungkan
dengan alasannya karena adanya pemahaman masyarakat mengenai perhitungan
aksara nama ketika ingin menikah. Penelitian ini berfokus pada pendapat Kepala
Kantor Urusan Agama tentang pergantian nama sebelum akad nikah, kemudian
alasan menerima dan menolak dari Kepala KUA serta dasar hukumnya terhadap
pergantian nama sebelum akad nikah.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum empiris. Pendekatan
yang dilakukan yaitu pendekatan sosiologi hukum yaitu pendekatan hukum yang
menganalisis masalah yang terjadi serta faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yang menghasilkan mengelola data dan
menggambarkan secara jelas mengenai hasil analisis.
Berdasarkan analisis penulis, hasil penelitian ini menunjukan bahwa Dari
hasil penelitian terhadap tiga kepala KUA, dua dari tiga menerima pasangan calon
pengantin yang mengajukan permintaan pergantian nama sebelum akad nikah. Dua
kepala KUA tersebut ialah kepala KUA Banjarmasin Barat dan Banjarmasin Utara,
sedangkan yang menolak ialah KUA Alalak. Alasan menerima permintaan
pergantian nama sebelum akad nikah informan menjelaskan bahwa pergantian
nama sebelum akad nikah diperbolehkan selama tidak mengganggu rukun dan
syarat nikah, rukun nikah mencakup elemen-elemen dasar seperti calon pengantin
perempuan dan laki-laki, wali, dua saksi, serta ijab kabul. Selanjutnya alasan
menolak tegas permintaan dikarenakan apabila pergantian nama sebelum akad
nikah jika alasan pergantian tersebut didasarkan pada ramalan yang menggunakan
hitungan nama untuk memprediksi nasib seseoran
Efektivitas Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 1997 Tentang Pendaftaran Tanah di Desa Karya Bersama Kecamatan Parenggean Kabupaten Kotawaringin Timur
Pentingnya suatu hak atas kepemilikan suatu bidang tanah di daftarkan
agar kepentingan hukum bagi para pihak yang bersangkutan dapat dikatakan jelas
dan sesuai dengan ketetapan pemerintah. Dalam Pasal 4 Ayat 3 Peraturan
Pemerintah Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 1997 Tentang Pendaftaran
Tanah menyatakan setiap bidang tanah dan satuan rumah susun termasuk
peralihan, pembebanan, dan hapusnya hak atas bidang tanah dan hak milik atas
satuan rumah susun wajib didaftar. Penelitian ini berlokasi di Desa Karya
Bersama Kecamatan Parenggean Kabupaten Kotawaringin Timur, dimana
permasalahan dalam penelitan ini adalah masyarakat Desa Karya Bersama belum
ada yang mendaftarkan tanah mereka untuk mendapatkan sertifikat dan hanya
memiliki Surat Pernyataan Tanah (SPT). Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui Efektivitas Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 24
Tahun 1997 Tentang Pendaftaran Tanah di Desa Karya Bersama Kecamatan
Parenggean Kabupaten Kotawaringin Timur karena bidang tanah yang sudah
terdaftar akan mendapatkan sertifikat serta memiliki kepastian hukum.
Jenis penelitian ini menggunakan penelitian hukum empiris atau langsung
terjun ke lokasi penelitian dan dengan metode pendekatan kualitatif serta bersifat
deskriptif. Dimana teknik pengumpulan data dalam penelitian adalah observasi
dan wawancara secara langsung kepada informan.
Berdasarkan metode yang digunakan diperoleh hasil penelitian sebagai
berikut: Efektivitas Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 24 Tahun
1997 Tentang Pendaftaran Tanah di Desa Karya Bersama tidak efektif karena
banyaknya faktor yang membuat masyarakat Desa Karya Bersama tidak bisa
memiliki sertifikat dan hanya memakai Surat Pernyataan Tanah (SPT) saja.
Adapun banyaknya faktor yang membuat tanah di Desa Karya Bersama tidak bisa
mendapatkan sertifikat diantara lain masalah sengketa tanah karena sebelumnya
masuk kawasan lahan perusahaan, Proses Pendaftaran yang Sulit, keterbatasan
sumber daya administrasi BPN, program pemutihan yang tidak berjalan lancar,
kawasan Desa tidak termasuk dalam program nasioanal, dan juga akses menuju
kantor BPN yang jau
Penundaan Menikah Karena Alasan Palangkahan di Kalangan Masyarakat Kota Banjarmasin
Pernikahan bagi umat Islam merupakan suatu yang sakral dan mempunyai
tujuan yang sakral dan tidak terlepas dari ketentuan-ketentuan yang ditetapkan
syariat agama. Ada beberapa individu yang masih menundanya karena berbagai
alasan salah satunya adalah karena palangkahan dalam hal ini aspek budaya dan
tradisi pada masyarakat dapat menjadi faktor penundaan yang membuat mereka
merasa perlu untuk mematuhi norma-norma tersebut sebelum memutuskan untuk
menikah sehingga melibatkan dinamika kompleks antara keinginan pribadi dan
harapan masyarakat. Fokus penelitian ini adalah mengetahui penundaan menikah
karena alasan palangkahan di Kalangan Masyarakat Kota Banjarmasin Perspektif
Hukum Islam dan faktor yang mempengaruhi penundaan menikah karena alasan
palangkahan di Kalangan Masyarakat Kota Banjarmasin.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan dimana dilakukan
secara langsung dengan informan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi
yang berlokasi di beberapa Kecamatan di wilayah Kota Banjarmasin. Sumber data
pada penelitian ini adalah 6 informan utama penundaan menikah karena alasan
palangkahan dan informan pelengkap terkait dengan data. Hasil data kemudian
dianalisis dengan metode perspektif kualitatif.
Berdasarkan metode yang digunakan penelitian ini menyimpulkan bahwa
dari enam informan yang menunda menikah karena alasan palangkahan di
kalangan masyarakat Kota Banjarmasin perspektif hukum islam. Pertama
menyatakan jika terjadi palangkahan akan menyebabkan kakak lebih lama lagi
melajang (Informan 1), kedua tingginya besaran permintaan dari kakak yang
belum bisa terpenuhi (Informan 2 dan 4), ketiga saran dari orang tua menghindari
palangkahan (Informan 3), keempat menghormati kakak yang belum menikah
(Informan 5) dan kelima menikah sebelum kakak hal yang tabu dianggap kurang
sopan (Informan 6). Faktor yang mempengaruhi penundaan menikah karena
alasan palangkahan di kalangan masyarakat Kota Banjarmasin dari enam
informan yang menunda menikah terdapat jika terjadi palangkahan, kakak akan
lebih lama lagi melajang. (Informan 1), Belum bisa memenuhi besaran uang
palangkahan (Informan 2 dan 4). Jika melakukan palangkahan akan menyakiti
hati kakak (Informan 3), Jika melakukan palangkahan maka rumah tangga akan
tidak harmonis dan runtuh (informan 5 dan 6). Alasan penundaan menikah karena
palangkahan tersebut tidak sesuai dengan syariat Islam. Palangkahan merupakan
urf yang shahih, yaitu dapat dilaksanakan karena tidak ada pertentangan dengan
hukum Islam atau tidak ada hal yang mudharat karena palangkahan dalam
pelaksanaannya urf ini adalah memberikan hadiah yang besaran dan bentuknya
berdasarkan kesepakatan para pihak dan tidak memberatkan. Apabila
palangkahan ini memberatkan seseorang yang ingin menikah maka adat ini
termasuk urf fasid, yang berarti boleh hukumnya untuk ditinggalka
Pengaruh Literasi zakat dan Religiusitas terhadap minat membayar zakat di BAZNAS Tanah Bumbu
Ketimpangan terhadap potensi zakat dapat dilihat dari nominal zakat yang
telah terkumpul. Hal ini dipicu oleh rendahnya minat masyarakat dalam
menyalurkan zakat di BAZNAS Tanah Bumbu. Tujuan penelitian ini dilakukan
untuk melihat bagaimana literasi zakat dan religiusitas dapat mempengaruhi minat
membayar zakat di BAZNAS Tanah Bumbu.
Jenis Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode
survei. Analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda dan kuesioner
sebagai instrumen dalam pengumpulan data. Teknik pengambilan sampel
menggunakan random sampling, Jumlah sampel yang diambil sebanyak 44
responden. Pengolahan data menggunakan uji SPSS versi 22.
Berdasarkan uji hipotesis variabel literasi zakat (X1) menunjukan H0
ditolak dan H1 diterima, yang artinya adanya pengaruh literasi zakat terhadap
minat membayar zakat dengan signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05 dengan t
hitung > t tabel 5,458 > 2,020. Variabel religiusitas (X2) menunjukkan H0
diterima dan H1 ditolak, artinya tidak adanya pengaruh religiusitas terhadap minat
membayar zakat dengan signfikansi 0,035 lebih kecil dari 0,05, dan nilai -t hitung
< -t tabel -2,184 < -2,020. Adapun untuk uji secara simultan menunjukkan H0
ditolak dan H1 diterima, artinya adanya pengaruh antara literasi zakat dan
religiusitas terhadap minat membayar zakat dengan nilai signifikansi 0,000 <
0,05, dan diketahui bahwa Fhitung > Ftabel 15,324 > 3,23
Pengaruh Jumlah Ritel dan Jarak Ritel Modern Terhadap Omset Toko Kelontong di Kecamatan Gambut
Penelitian ini dilatar belakangi dari banyaknya minimarket yang berdiri di
sekitar toko kelontong di wilayah Kecamatan Gambut sehingga toko kelontong
yang terlebih dahulu berdiri merasakan dampak dari adanya minimarket.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara parsial dan simultan
jumlah minimarket dan jarak minimarket terhadap omset toko kelontong di
wilayah Kecamatan Gambut.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan
pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah pedagang toko
kelontong di Kecamatan Gambut. Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah
82 sampel dengan penarikan sampel menggunakan teknik purposive sampling.
Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis regresi linear
berganda dengan bantuan aplikasi SPSS 22 dan Eviews 9.
Hasil secara parsial menunjukkan variabel jumlah minimarket nilai thitung >
ttabel (2,048 > 1,664) dan nilai sig. < 0,1 (0,0439 < 0,1), variabel jarak minimarket
nilai thitung > ttabel (1,728 > 1,664) dan nilai sig. < 0,1 (0,0467 < 0,1). Adapun hasil
secara simultan nilai fhitung > ftabel (3,10 > 2,37) dan nilai sig. < 0,1 (0,050499 <
0,1). Maka dapat disimpulkan jumlah minimarket dan jarak minimarket
berpengaruh secara parsial dan simultan terhadap omset toko kelontong di
Kecamatan Gambu
Upaya PT Takaful Keluarga Cabang Makassar Dalam Memenuhi Fatwa DSN MUI Nomor 150 Tahun 2022 Tentang Asuransi Kesehatan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya suatu perusahaan asuransi
svariah dalam menuju pemenuhan ketentuan Fatwa DSN MUI Nomor 150 Tahun
2022 Tentang Asuransi Kesehatan di PT Takaful Keluarga Cabang Makassar
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan, penulis mengumpulkan data
dengan wawancara, data yang telah dikumpulkan diolah dengan cara mengedit,
kemudian diklasifikasikan menurut rumusan masalah yang ada. Sedangkan teknik
yang penulis gunakan dalam menganalisa data dan permasalahan yaitu dengan
menggunakan analisis kualitatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: PT Takaful Keluarga Cabang
Makassar akad antara peserta dengan perusahaan Asuransi Takaful Keluarga
tergantung pada produk apa yang ingin diambil oleh peserta asuransi, untuk
produk Takaful Dana Pendidikan (Fulnadi) menggunakan akad Wakalah Bil
Ujrah, untuk produk Takaful Al-Khairat Individu, Takaful Kecelakaan Diri
Individu, dan Takaful Al-Khairat Plus FHP menggunakan akad Mudharabah, dan
untuk produk Takaful EduPro menggunakan akad Wakalah Bil Ujrah dan
Mudharabah. Sedangkan Dana tabarru diperbolehkan untuk membayar ekses
klaim, ekses klaim adalah jika seseorang masuk rumah sakit dan seseorang
tersebut menghabiskan biaya melebihi dari limit yang menjadi haknya sesuai
dengan manfaat yang telah ditentukan dalam polis, maka ekses klaimnya
sementara harus dibayarkan langsung oleh peserta itu sendiri dan uang tersebut
akan diganti rugi oleh perusahaa