IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
    25640 research outputs found

    Efektivitas Model Pembelajaran Berbasis Lingkungan Ditinjau dari Hasil Belajar Siswa Kelas VII MTs Al Muddakir Banjarmasin Tahun Pelajaran 2023/2024

    Get PDF
    Pembelajaran akan berjalan dengan baik dan lancar apabila siswa tertarik pada apa yang sedang dipelajari. Kualitas pembelajaran tetap memegang porsi yang besar terhadap keberhasilan dan kualitas hasil pendidikan. Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu guru Mts Al Muddakir bahwa model pembelajaran berbasis lingkungan sangat jarang digunakan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hasil belajar siswa melalui model pembelajaran berbasis lingkungan di kelas VII MTs Al Muddakir Banjarmasin dan untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran berbasis lingkungan ditinjau dari hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research). Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII MTsN Al Muddakir Banjarmasin yang berjumlah 10 orang. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes, observasi dan dokumentasi sedangkan teknik analisis data adalah pretest, uji rata-rata dan uji paired T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran berbasis lingkungan di kelas VII MTs Al Muddakir Banjarmasin dengan nilai rata-rata 8,2 berada dalam kategori sangat baik, serta berdasarkan hasil uji t di peroleh bahwa model pembelajaran berbasis lingkungan efektif digunakan pada pembelajaran matematika yang ditinjau dari hasil belajar siswa Mts Al Muddakir Banjarmasi

    Resepsi Al-Qur’an Perspektif H. Kasrani Tentang Madu sebagai Obat

    Get PDF
    Di Indonesia, ada kebudayaan Al-Qur’an yang diamalkan masyarakatnya. Kebudayaan tersebut menggunakan ayat Al-Qur’an yang digunakan dengan berbagai macam cara yang membuahkan tradisi seperti tahlilan, rajah, dan lain sebagainya. Dalam kajian akademisi, fenomena tersebut dinamakan Resepsi Al�Qur’an. Di kalimantan, juga banyak penggunaan ayat Al-Qur’an yang sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya menggunakan ayat dan informasi yang terdapat dalam Al-Qur’an. Penelitian ini berusaha mengeksplorasi kekayaan ilmu pengetahuan masyarakat di Kalimantan. Pada penelitian ini, penulis mengeksplorasi pengetahuan pada seorang tokoh bernama H. Kasrani di Desa Banyu Tajun Hulu, Kec. Sungai Pandan, Kab. Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan. Rumusan masalah pada riset ini adalah mencari tahu resepsi Al-Qur’an dan penerapan fungsinya tentang madu sebagai obat yang diambil dari fenomena atau pengalaman personal seorang tokoh ahli pengobatan alternatif yang bernama H. Kasrani. Penelitian ini berjenis penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode dan sifat penelitian deskriptif-kualitatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah fenomenologi. Subjek penelitian ini adalah seorang tokoh bernama H. Kasrani, sedangkan objek penelitian adalah resepsi Al�Qur’an dan prinsip penggunaan madu sebagai obat dalam pandangan H. Kasrani. Dalam proses penelitian, penulis mengumpulkan data secara deskriptif, kemudian dianalisis secara kualitatif, dan disimpulkan secara induktif. Hasil penelitian ini ada dua, Pertama, H. Kasrani memahami Q.S. an-Nahl ayat 69 dan Q.S. Muhammad ayat 15 berdasarkan pengalaman pribadi dan sosial budaya, baik itu dari ilmu yang diwariskan maupun ilmu yang didapat melalui orang lain. H. Kasrani mengatakan bahwa segala sumber penyakit berasal dari lambung. Madu efektif dalam menyembuhkan penyakit pada lambung disertai tata cara yang benar. Kedua, Madu berfungsi sebagai pencegah, mengurangi dan menyembuhkan penyakit luar dan dalam. Namun, H. Kasrani tidak memiliki pengalaman dalam mengobati gejala psikis seperi setres dan lain-lain. Beberapa fungsi madu ampuh terhadap mengurangi rasa mual pada ibu dan mencegah kerentantan bayi yang ada di dalam rahim terhadapa penyakit. Ada beberapa fungsi madu untuk mengobati berbagai jenis penyakit, seperti penyakit lambung, paru�paru dan jantung, diabetes, flu dan batuk, virus corona, luka, tifus, sakit kepala, dan keseleo. Namun, tidak semua jenis penyakit efektif diobati menggunakan madu, seperti penyakit angina (angin duduk). Karena angina perlu penangan cepat agar tidak menimbulkan kematia

    تقويم برنامج التعليم العلاجي للغة العربية بنموذج CIPP (سياق ومدخلات وعملية ومنتج) في المعهد العالي لعلوم القرآن آمونتاي. / Evaluasi Program Remedial Bahasa Arab dengan Model CIPP (Context, Input, Process, Product) di STIQ Amuntai

    Get PDF
    Salah satu upaya yang dilakukan STIQ Amuntai untuk menguatkan kompetensi bahasa Arab bagi mahasiswanya adalah dengan menyelenggarakan program pembelajaran bahasa Arab melalui Program Remedial Bahasa yang dikelola oleh Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) STIQ Amuntai. Sejalan program ini, ketika dilakukan wawancara. Menurut salah satu responden mengatakan bahwa terdapat kendala yang menyebabkan tujuan dari program Remedial Bahasa Arab ini masih belum sepenuhnya tercapai, maka dari itu perlu dilakukan sebuah evaluasi terhadap program remedial bahasa Arab di STIQ Amuntai, untuk mengetahui bagaimana hasil evaluasi program Remedial Bahasa Arab di STIQ Amuntai secara menyeluruh menggunakan Model CIPP. Penelitian ini merupakan penelitian evaluative, Evaluasi yang digunakan dalam penelitian evaluasi ini adalah evaluasi program dengan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif dan metode penelitian deskriptif di STIQ Amuntai. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam, observasi partisipan dan dokumentasi. Kemudian data dianalisis dengan berdasarkan teori Miles dan Huberman yang mencakup pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penyimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan empat aspek yaitu: (a) Kontek. Sesungguhnya Pusat Pengembangan Bahasa mempunyai Visi Misi yang baik, Tujuan Program Remedial Bahasa Arab yang baik serta Komponen Kurikulum yang lengkap. (b) Input. Sesungguhnya Input Peserta Remedial Bahasa Arab telah sesuai dengan ketentuan Ketua Prodi PBA STIQ, Input Pengajar Remedial Bahasa Arab, berdasarkan data yang didapat. 90 persen input pengajarnya telah sesuai, dan untuk Input Pengelola dilakukan secara seleksi, hal ini dinyatakan bagus. (c) Proses, Pada sistem pelaksanaan pembelajaran dilakukan sebanyak 1x perminggu, hal ini dinyatakan kurang efektif, Pada Pelaksanaan Kegiatan Belajar mengajar dinyakatakan baik, Pada Sarana dan Prasana yang dimiliki sudah sangat mencukupi. (d) Produk. berdasarkan data bahwa 12 dari 101 dinyatakan tidak lulus program Remedial Bahasa Arab dikarenakan Nilai tidak mencapai 70 persen. Dari hal ini dapat dinyatakan bahwa Tingkat kelulusan mahasiswa tergolong baik, dan Pada Evaluasi Perkuliahan, dapat ditarik kesimpulan bahwa Alumni Program Remedial Bahasa Arab belum dapat memenuhi standrar pembelajaran di perkuliahan khusus nya pada mata kuliah Istima’ dan Kalam, hal ini disebabkan materi pembelajaran yang hanya terfokus kepada Nahwu dan Shoraf saja yang mana dapat membantu perkuliahan pada mata kuliah Qira’ah dan Kitaba

    Reformulasi Terhadap Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan dan Implikasinya Terhadap Kepastian Hukum

    Get PDF
    : Reformulasi Terhadap Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan dan Implikasinya Terhadap Kepastian Hukum, di bawah bimbingan I: Dr. H. A. Sukris Sarmadi, SH., MH dan bimbingan II: Dr. H. Nuril Khasyi’in, Lc., MA, pada Pascasarjana UIN Antasari Banjarmasin, 2024. Kata Kunci: Reformulasi, Mediasi, Implikasi Penelitian ini dilatarbelakangi permasalahan yang terdapat dalam PERMA Nomor 1 Tahun 2016, yakni adanya kekaburan aturan pada Pasal 24 Ayat (2) terkait waktu mediasi yang menyebabkan multitafsir diantara para hakim dibuktikan dengan dasar pertimbangan pada Putusan Nomor 52/Pdt.G/2019/PTA.Bjm dan Putusan Nomor 48/Pdt.G/2021/PTA.Bjm, hakim dalam dasar pertimbangan memahami upaya mediasi wajib dilaksanakan sampai dengan 30 hari kalau tidak maka diperintahkan mediasi ulang, adanya ketidaktegasan akibat hukum pada Pasal 3 Ayat (4) terhadap putusan yang mana hakim lalai tidak mengupayakan mediasi kepada para pihak dibuktikan dengan Putusan Nomor 487/Pdt.G/2020/PA.Rap dan adanya kekosongan hukum mengenai pengaturan mediasi di luar pengadilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab problematik norma dalam PERMA Nomor 1 Tahun 2016 agar dapat menemukan bentuk reformulasi yang ideal dan untuk mengetahui implikasi hukum akibat formulasi PERMA Nomor 1 Tahun 2016. Penelitian ini berjenis penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus, hal ini sebagai upaya untuk melakukan telaah secara komprehensif. Pada bagian-bagian tertentu akan didukung dengan data empiris. Hasil temuan dari penelitian ini adalah persoalan yang ditemukan dalam PERMA Nomor 1 Tahun 2016 muncul karena ketidakjelasan kata yang dipergunakan mengakibatkan pasal tersebut dapat ditafsirkan secara luas dengan berujung pada tidak dipatuhinya dasar cita-cita yang terkandung dalam konsiderans perma mediasi dan belum adanya peraturan pelaksanaan untuk prosedur mediasi diluar pengadilan yang sebenarnya sangat diperlukan. Ketiadaan aturan yang jelas pada PERMA Nomor 1 Tahun 2016 berimplikasi pada ketidakpastian terhadap hukum, karena jaminan kepastian hukum akan muncul dengan syarat aturan tersebut tidak lagi bermakna ganda/multitafsir dan kata yang digunakan dalam isi pasal harus jelas sehingga tidak menimbulkan berbagai macam interpretasi dalam pelaksanaanya. Berdasarkan berbagai permasalahan tersebut maka dalam konteks kepastian, reformulasi norma mediasi memiliki peranan sangat penting

    Kerja Sama Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDESMA) “Sinar Muda Berjaya” Kecamatan Labuan Amas Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah Dalam Perspektif Hukum Ekonomi Syariah

    Get PDF
    Pembangunan ekonomi menajadi salah satu cara untuk meningkatkan kejesahteraan nasional. Desa merupakan agen pemerintah terdeoan untuk melaksanakan pembangunan nasional, sehingga pemerintah pusat memberikan mandate kepada pemerintah Desa untuk memenfaatkan potensi sumber daya yang ada di daerahnya secara mandiri, salah satunya melalui lembagi ekonomi yang berada ditingkat Desa yaitu Badan Usaha Milik Desa yang dikelola oleh masyarakat dengan Pemerintahan Desa untuk memperkuat ekonomi dan kesejehteraan masyarakat Desa. Karena Badan Usaha Milik Desa memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa yaitu melalui pengelolaan usaha. Salah satunya Badan Usaha Milik Desa Bersam “Sinar Muda Berjaya” Kecamatan Labuan Amas Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang didirikina dengan tujuan untuk mensejahteraan masyarakat Desa yang didirikan melalui kerjasama antar Desa. Penguatan ekonomi di Desa sejalan dengan tujuan ekonomi syariah yaitu untuk mencapai kesejahteraan yang falah bagi masyarakat, tetapi masih terdapat beberapa ketentuan yang belum sesuai dengan hukum ekonomi syariah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana bentuk kerjsama BUM Desa Bersama “Sinar Muda Berjaya” dan melihat bagaimana ditinjau dari persfektif hukum ekonomi syariah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatife yang kajiannya berfokus pada bahan sekunder yang bersumber dari kepustakaan. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa Kerjasama BUM Desa Bersama “Sinar Muda Berjaya” belum sepenuhnya sesuai dengan hukum ekonomi syariah diantaranya tidak jelasnya ketentuan kerugian pada BUM Desa Bersama hanya tercantum kerugian dibebankan kepada BUM Desa Bersama dan Pelaksana Operasional saja, kedua permodalan tidak sepenuhnya disatukan masih terdapat pemisahan permodalan yang tidak sesuai konsep al-ikhtilath dalam akad syirkah, ketiga tidak jelasnya ketentuan gaji/ upah sedangkan ijarah dalam ekonomi syariah mensyaratkan harus jelas ketentuannya, keampat, keempat adanya pembagian keuntungan untuk pihak tertentu yang tidak ikut dalam investasi dana. Selain tidak seutuhkan sesuai dengan hukum ekonomi syariah, dalam pembuatan dokumen peraturan bersama kepala Desa tidak sejalan dengan peraturan yang mengatur yaitu PP Nomor 11 Tahun 2021, dan Permendes PDTT Nomor 3 Tahun 202

    Kontribusi Pengajian Tasawuf Terhadap Coping Stress serta Dampaknya pada Kebahagiaan di Kota Banjarmasin

    Get PDF
    Kebahagiaan merupakan harapan dan tujuan setiap individu. Namun, di era modern ini kebahagiaan sering diukur secara materalis, sehingga menyebabkan mereka sibuk memenuhi kebutuhan material dan mengabaikan nilai-nilai spiritual. Akibatnya berdampak kepada kehampaan nilai spiritual yang menjadikan dirinya merasa gelisah, cemas akan masa depan dan tidak memiliki sandaran hidup. Tasawuf sebagai ajaran untuk mengenal dan mendekatkan diri kepada Allah menjadi penting. Sebab menurut para sufi, kebahagiaan ialah kondisi jiwa yang tenang, damai, ridha terhadap diri sendiri dan puas dengan ketetapan Allah SWT yang membawa ketenangan dan kedamaian hidup. Pengajian tasawuf tidak hanya berdampak langsung terhadap kebahagiaan tetapi juga mampu mempengaruhi cara seseorang dalam merespon masalah sebab kekeliruan dalam respon terhadap permasalahan akan berdampak kepada kebahagiaan.. Penelitian ini bertujuan untuk melihat besaran pengaruh yang diberikan pengajian tasawuf kepada kebahagiaan baik secara langsung maupun melalui coping stress. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode lapangan serta menggunakan teknik analisis path dan dibantu oleh IBM SPSS 29. Penelitian ini dilakukan pada 11 pengajian tasawuf akhlaki yang tersebar di Kota Banjarmasin. Populasi pada penelitian ini ialah jamaah pengajian tasawuf dan pada pengambilan sampelnya menggunakan teknik purposive sampling sehingga didapatkan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Hasil penelitian ini, menemukan bahwa tingkat kebahagiaan bagi jamaah yang tidak mengikuti pengajian tasawuf masih tergolong rendah, hadirnya pengajian tasawuf mampu menaikkan angka kebahagiaan sebesar 0,667 setiap satu kali pertemuan. Hal ini mengindikasi bahwa pengajian tasawuf dapat mempengaruhi kebahagiaan secara langsung. Selanjutnya, pengaruh pengajian tasawuf terhadap kebahagiaan melalui coping stress memiliki besaran pengaruh sebesar 0,3810 atau sekitar 38.10% dan pengaruh total yang diperoleh yaitu 1.154 atau sekitar 115,4%. Selanjutnya dalam melihat peran coping stress dalam memediasi variabel pengajian tasawuf terhadap kebahagiaan, dapat dilihat melalui besar pengaruh yang diberikan yaitu 5.549 angka ini lebih besar dari 1.92 sehingga dapat disimpulkan bahwa coping stress berhasil memediasi variabel pengajian tasawuf dan kebahagiaa

    Pemberian Nafkah Anak dari Mantan Suami (Studi Kasus di Masyarakat Desa Bangkal Kecamatan Labuas Amas Selatan)

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi dengan banyaknya kasus pengabaian nafkah anak di desa Bangkal kecamatan Labuan Amas Selatan. Penulis meneliti 5 kasus terkait dengan pengabaian nafkah anak dan upaya mantan istri terhadap pengabain nafkah anak tersebut. Pengabaian nafkah yang dilakukan oleh mantan suami di Desa Bangkal juga termasuk pengabaian yang sudah banyak terjadi di kalangan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengabaian nafkah yang dilakukan oleh mantan suami dan upaya apa yang dilakukan oleh mantan istri terhadap pengabaian nafkah yang dilakukan oleh mantan suami. Penelitian ini adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan wawancara kepada mantan istri. Setelah data terkumpul kemudian diklasifikasikan dan dideskripsikan sehingga mendapatkan kesimpulan hukumnya, analisi dilakukan dengan cara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari analisis 5 kasus yang diamati, ternyata hanya 1 kasus mantan suami memenuhi kewajibannya untuk memberikan nafkah kepada anak yakni kasus ketiga, sementara 4 kasus lainnya menunjukkan ketidakpatuhan dalam menjalankan kewajiban tersebut. Upaya mantan istri untuk memenuhi nafkah anak adalah dengan bekerja. 1 kasus yakni kasus ketiga yang hanya menuntut nafkah anak kepada mantan suaminya. Dari aspek hukum ketika terjadi perceraian mantan suami memang berkewajiban untuk memenuhi kebutuhan anak, tetapi ketika mantan suami tidak dapat menjalankan kewajiban tersebut maka mantan istri juga ikut untuk memikul biaya kebutuhan anak. Sehingga upaya terbaik ketika mantan suami terbukti tidak dapat menjalankan kewajiban, maka mantan istri ikut menanggung kebutuhan ana

    Pelaksanaan Tugas oleh Penyuluh Agama di Kantor Urusan Agama Kecamatan Pematang Karau, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah

    Get PDF
    Kantor Urusan Agama merupakan lembaga terkecil yang dimiliki Departemen Agama dan mendapatkan bagian tugas di tingkat Kecamatan. Tugas yang diemban oleh KUA ialah berupa memberikan bantuan terhadap pelaksanaan tugas yang dimiliki Departemen Agama Kabupaten pada urusan keagamaan di wilayah Kecamatan. Adapun di dalam Kantor Urusan Agama terdapat Penyuluh Agama yang bisa diartikan sebagai seseorang yang memberi pertolongan pada seseorang atau kelompok yang mendapatkan kesuliatan dalam menjalani kehidupan dengan berlandaskan pendekatan agama, yaitu dengan menguatkan keimanan orang atau kelompok tersebut untuk mendorong menyelesaikan masalah yang dia hadapi, khususnya kepada pasangan yang akan melaksanakan pernikahan dan memiliki rumah tangga seperti yang diinginkan. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini ialah Penelitian Hukum Empiris yang memuat fakta sosial. Penelitian ini bersifat penelitian lapangan (field research) yang menggunakan pendekatan kualitatif dan diuraikan dalam bentuk deskriptif. Berdasarkan metode yang digunakan diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: pertama, penulis hanya mentitikfokuskan hasil analisis kepada tugas penyuluh agama yang berkaitan dengan Hukum Keluarga Islam, yakni mengenai sosialisasi bimbingan perkawinan dan sosialisasi pencatatan pernikahan yang mana kedua hal tersebut sudah dilakukan dengan baik oleh penyuluh agama di KUA Pematang Karau. Kedua, dalam sosialisasi bimbingan perkawinan dan bimbingan pra-nikah, beberapa masalah yang ditemui dan dihadapi penyuluh di KUA Pematang Karau diantara adalah seperti sulitnya menentukan waktu untuk melakukan hal sosialisasi tersebut serta masih terdapat beberapa masyarakat yang melakukan pernikahan dini dan pernikahan sir

    Peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Banjarmasin dalam Menanggulangi Politik Identitas Agama pada Pemilu 2024

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan di Kota Banjarmasin dengan dilatarbelakangi isu politik identitas agama yang sering muncul menjelang pemilu, bahkan hingga pemilu berlangsung. Tahun 2024 diadakan pemilu presiden-wakil presiden, legislatif, hingga pemilihan kepala daerah, termasuk di Kota Banjarmasin. Isu politik identitas agama juga sering kali muncul di Kota Banjarmasin sehingga ancaman polarisasi ini dinilai harus diantisipasi oleh pihak terkait, khususnya FKUB Kota Banjarmasin selaku organisasi kerukunan umat beragama. Penelitian ini merupakan penelitian empiris atau field research dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini berlokasi di Kota Banjarmasin dan wawancara dengan dilakukan selama bulan Oktober 2023—Januari 2024 dengan 7 (tujuh) informan yang merupakan pengurus FKUB Kota Banjarmasin. Peneliti menggali data-data terkait pengetahuan informan tentang politik identitas agama dalam menghadapi politik identitas agama pada Pemilu 2024. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran FKUB Kota Banjarmasin tidak masuk kedalam proses politik pemilu, misalnya mengintervensi atau menghentikan kampanye calon atau partai yang dianggap menggunakan politik identitas agama. FKUB Kota Banjarmasin melakukan sosialisasi dengan peserta pemilu, kalangan kampus, dan masyarakat umum tentang pemilu yang damai dan bermartabat tanpa politik identitas agama yang merusak. Masalah FKUB Kota Banjarmasin dalam menanggulangi politik identitas agama pada Pemilu 2024 berupa komitmen banyak pihak termasuk peserta pemilu dan masyarakat yang sudah mendengarkan himbauan dari FKUB agar menghindari politik identitas agama masih kurang konsisten. Saat sosialisasi mereka tampaknya sepakat bahwa politik identitas itu buruk, tetapi di lapangan mereka bisa saja mempraktikkanny

    Strategi Pengembangan Sikap Keagamaan dan Sikap Sosial Peserta didik dalam Penerapan Kurikulum Merdeka di MAN Kota Banjarmasin

    Get PDF
    Pengembangan sikap keagamaan dan sosial pada peserta didik menjadi hal yang sangat penting dalam konteks pendidikan saat ini. Sikap keagamaan mencakup nilai-nilai spiritual, moral, dan etika yang menjadi landasan bagi perilaku yang bermakna dalam kehidupan sehari-hari, sementara sikap sosial mengacu pada kemampuan individu untuk berinteraksi secara positif dengan lingkungan sosialnya. Peran guru sebagai model peran yang memberikan contoh sikap yang diinginkan, dan lingkungan sekolah yang inklusif dan mendukung, juga berperan penting dalam membentuk sikap peserta didik Penelitian ini bertujuan untuk menggali data tentang Strategi pengembangan sikap keagamaan dan sikap sosial peserta didik dalam penerapa kurikulum merdeka. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Lokasi penelitian ini bertempat di Madrasah Aliyah Negeri 1 Banjarmasin, Madrasah Aliyah Negeri 2 Banjarmasin, Madrasah Aliyah Negeri 3 Banjarmasin. Hasil dari penelitian ini adalah sikap keagamaan di Madrasah terdiri dari patuhnya peserta didik terhadap perintah agama, paham dan mengerti nya peserta didik dalam kajian ilmu agama yang di pelajarinya, keaktifan nya dalam kegiatan agama dalam keterampilannya di madrasah dan akrabnya peserta didik dengan Al Qur‟an di buktikan dengan fasihnya bacaan Al Qur‟an peserta didik dalam membacanya. Adapun sikap sosial peserta didik sikap kejujuran peserta didik terhadap guru dan temannya, kedisiplinan peserta didik dalam mematuhi aturan madrasah, tanggung jawab peserta didik terhadap tugas yang diberikan dan kerjasama nya peserta didik dalam pembelajaran. Dalam strategi pengembangan, seringkali guru menggunakan cara, menasehati, pembiasaan, keteladanan, reward, pengulangan, pembimbingan secara bertahap. Dengan demikian terjadinya perubahan yang terlihat dari peserta didik gambaran strategi yang di gunakan guru dan madrasah sudah berhasil. Implikasinya mencakup peningkatan keterampilan keagamaan seperti membaca Al-Qur'an dengan fasih dan partisipasi aktif dalam kegiatan keagamaan. Sikap sosial yang terlihat antara lain kerjasama, tanggung jawab, percaya diri, saling tolong-menolong, kepedulian, dan keterikatan sosial, tercermin dalam keterlibatan dalam kegiatan kelompok, sikap ramah

    25,587

    full texts

    25,640

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IDR UIN Antasari Banjarmasin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇