IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Perkembangan Janin dalam Perspektif Al-Qur’an dan Sains (Studi Komparatif Tafsîr Al-Thabarî dan Tafsir Ilmi Kemenag RI)
Al-Qur'an adalah kitab suci abadi yang memandu kehidupan manusia
sekaligus memberikan isyarat-isyarat ilmiah yang relevan sepanjang zaman,
termasuk perkembangan janin dalam kandungan. Seiring kemajuan ilmu
pengetahuan, penafsiran terhadap ayat-ayat tersebut mengalami perkembangan
yang berbeda antara tafsir klasik dan modern.
Tujuan penelitian ini untuk mengungkap secara sistematis penafsiran kedua
mufassir mengenai tahapan perkembangan janin, mengidentifikasi persamaan dan
perbedaan di antara keduanya, serta menganalisis faktor-faktor yang
melatarbelakangi perbedaan tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode komparatif (muqâran) dengan
pendekatan deskriptif kualitatif. Sebagai penelitian kepustakaan (library research),
sumber data primer adalah kitab Jâmi‘ al-Bayân fî Ta’wîl al-Qur’ân karya
Muhammad bin Jarîr al-Thabarî dan Tafsir Ilmi: Penciptaan Manusia dalam
Perspektif al-Qur’an dan Sains oleh Kemenag RI. Analisis difokuskan pada
penafsiran Q.S. al-Mu’minun: 12-14 dan Q.S. al-Hajj: 5, membandingkan
metodologi, sumber rujukan, dan hasil penafsiran dari kedua karya tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Thabarî menafsirkan ayat secara
tekstual dan linguistik yang berbasis riwayat (bil ma‘tsûr) dengan fokus teologis.
Misalnya, ‘alaqah dimaknai sebagai "segumpal darah" dan khalqan âkhara sebagai
momen peniupan roh. Sebaliknya, Tafsir Ilmi Kemenag RI menggunakan
pendekatan integratif yang menghubungkan terminologi al-Qur'an dengan ilmu
embriologi modern, seperti menjelaskan ‘alaqah sebagai implantasi zigot dan
mudhghah sebagai diferensiasi sel. Meskipun berbeda secara epistemologis, al
Thabarî bertumpu pada riwayat (naqli) dan penalaran (aqli), sementara Tafsir Ilmi
Kemenag RI berorientasi sains empiris. Keduanya sejalan dalam urutan
perkembangan janin. Perbedaan ini bukan kontradiksi, melainkan cerminan
dinamika intelektual dalam tradisi tafsir Islam yang menunjukkan relevansi wahyu
dengan ilmu pengetahuan modern. Kajian ini diharapkan dapat memperkaya
khazanah tafsir al-Qur’an sekaligus menunjukkan relevansi wahyu dengan
perkembangan ilmu pengetahuan moder
Workshop Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi di SDN Masiraan Kecamatan Pandawan Kabupaten Hulu Sungai Tengah
Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemanfaatan
media pembelajaran berbasis teknologi informasi di SDN Masiraan. Guru masih
dominan menggunakan media konvensional sehingga penyajian materi kurang
variatif dan kurang mampu menarik perhatian siswa. Kondisi ini menuntut adanya
pelatihan yang dapat meningkatkan kemampuan guru dalam membuat media digital
yang menarik, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran abad 21.
Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kompetensi guru dalam
mengembangkan media pembelajaran berbasis teknologi informasi melalui
workshop dan pendampingan terstruktur. Secara khusus, kegiatan ini bertujuan
mengidentifikasi kebutuhan guru, memberikan pelatihan pembuatan media digital,
dan mendorong guru mampu menerapkan media tersebut dalam pembelajaran.
Metode yang digunakan adalah pendekatan Participatory Action Research
(PAR) yang mencakup beberapa tahapan: Focus Group Discussion (FGD),
pemetaan aset sekolah, pelaksanaan workshop, pendampingan praktik pembuatan
media digital, serta monitoring dan evaluasi partisipatif. Seluruh proses melibatkan
guru secara aktif untuk memastikan pelatihan sesuai dengan kebutuhan dan
kemampuan mereka.
Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada literasi
teknologi dan keterampilan guru dalam membuat media digital menggunakan
aplikasi seperti Canva. Guru menjadi lebih kreatif, percaya diri, dan mampu
menghasilkan media pembelajaran yang menarik dan relevan. Secara keseluruhan,
pendampingan ini efektif dalam mendorong penggunaan teknologi secara
berkelanjutan pada proses pembelajaran di SDN Masiraa
Ketaatan Pemilik Rumah Lanting Dalam Pengelolaan Sampah di Kota Muara Teweh
Pengelolaan sampah di Rumah Lanting (rumah apung) Muara Teweh rendah.
Secara tradisional, sampah dibuang ke Sungai Barito karena kurangnya fasilitas dan
TPS (Tempat Pembuangan Sementara) yang jauh/sulit diakses saat air surut,
bertentangan dengan Perbup No. 27 Tahun 2018. Ini menyebabkan pencemaran.
Penelitian bertujuan menganalisis ketaatan dan merumuskan solusi.
Penelitian Hukum Empiris (kualitatif, studi kasus) di Rumah Lanting, Sungai
Barito, Muara Teweh. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi (Data Primer),
dan kepustakaan (Data Sekunder).
Ketaatan perilaku rendah, meskipun kesadaran dan pengetahuan masyarakat
tinggi. Rendahnya ketaatan disebabkan oleh keterbatasan infrastruktur (TPS jauh/tidak
memadai). Upaya peningkatan meliputi: 1) Penyediaan fasilitas sampah spesifik dan
mudah diakses (mengambang); 2) Penguatan penegakan hukum dan kebijakan
operasional khusus lingkungan terapung; dan 3) Sosialisasi peraturan yang lebih detail
dan berkelanjutan
Analisis Framing Pemberitaan Media Online suara.com dan rmol.Id Tentang Konten Akun Instagram Ustadz Abdul Somad yang Diduga Menyindir Jokowi
Media online merupakan media yang menyajikan berita dengan
menggunakan media internet. Dalam pemberitaan media online, seringkali
pembaca media online dihadapkan pada suatu berita yang viral, menghebohkan,
menyangkut orang terkenal, dan berita tersebut menjadi perbincangan trending
topic di berbagai media sosial dan media online. Ijazah S1 perguruan tinggi
Jokowi (Joko Widodo) sejak ia akan mencalonkan diri dalam Pemilihan presiden
(Pilpres) 2019, hingga terpilih kembali menjadi Presiden Republik Indonesia
untuk periode kedua pada 2019-2024 menjadi buah bibir di kalangan masyarakat.
Ustadz Abdul Somad (UAS) yang menanggapi kasus ini menjadi sebuah
pemberitaaan nasional khususnya media sosial dan media online yaitu media
Suara.com dan Rmol.id. Salah satu media yang merilis pemberitaan ini adalah
Suara.com dan Rmol.id. Dan dipilih peneliti sebagai media online pada penelitian
ini karena berani menyajikan berita kontroversial mengenai ijazah Jokowi dan
mengaitkan hal tersebut dengan unggahan akun instagram UAS yang mana kedua
orang ini adalah orang penting dan berpengaruh di Indonesia. Penelitian ini
didokumentasikan secara tertulis, karena merupakan penelitian kualitatif dengan
jenis penelitian analisis framing, dengan pendekatan kualitatif. Data primer
penelitian ini diperoleh dari konten berita yang berkaitan dengan UAS dan ijazah
palsu Jokowi dari dua media online suara.com dan Rmol.Id. Data sekunder
diperoleh dari berbagai sumber lain, seperti catatan, dokumen, epaper RM.id, dan
konten akun instagram UAS tentang unggahan ijazahnya serta komentar netizen
pada unggahan terebut. Analisis framing yaitu sintaksis, skrip, tematik dan retoris.
Hasil temuan dari penelitian ini adalah pembingkaian berita tentang konten akun
instagram UAS “Uas Ikut Pamerkan Ijazah, Sindir Jokowi?” oleh pemberitaan
online Suara.com dan Rmol.id merupakan framing negatif karena penggunaan
diksi “diduga menyindir” yang secara semantik mengandung makna adanya
kontroversi, potensi konflik politik, dan penilaian problematis terhadap subjek
berita. Berita yang berdasar pada komentar netizen di unggahan media sosial
Instagram UAS. Dibuktikan dari media berita online ini yang memuat bukti jelas
keterkaitan unggahan UAS dengan sindiran yang diberikan terkait ijazah palsu
Jokowi. Selain itu, judul berita yang dimuat oleh kedua media ini mengarah
kepada framing negatif seolah-olah UAS ikut menyindir Jokowi yang tidak ingin
menunjukkan foto-foto ijazah ke publik. Adapun hasil analisis framing
Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki adalah sebagai berikut: (1) Struktur
Sintaksis, kedua berita tersusun dalam bentuk tetap dan teratur sehingga
membentuk piramida terbalik mulai dengan judul headline, lead, latar dan
penutup. Namun, dalam penyusunan dan penekanan fakta didalam berita tidak
didukung oleh kutipan narasumber yang memiliki kriteria dan harus memiliki kredibilitas yang sesuai dengan isu yang diangkat; (2) Struktur Skrip, pemberitaan
yang dilakukan oleh Suara.com. dan Rmol.id memiliki bentuk umum yang
memiliki pola 5W + 1H, hal tersebut tentu saja menunjukan kelengkapan dalam
penyajian berita tersebut; (3) Struktur Tematik, dari keseluruhan berita yang
dianalisis, Suara.com. dan Rmol.id mengemas dan menampilkan tema yang sama,
tentang pemberitaan sindiran UAS terhadap Jokowi melalui unggahan foto-foto
ijazah; (4) Struktur Retoris, konstruksi yang diberikan oleh wartawan Suara.com.
dan Rmol.id belum menunjukan kecendrungan bahwa apa yang disampaikan
sesuai dengan fakta dilapangan
Pengaruh Budaya Sekolah dan Beban Kerja Terhadap Kinerja Guru di Sekolah Dasar Islam Terpadu di Kota Banjarmasin
Keberhasilan pendidikan dan peserta didik sangat erat kaitannya dengan
kinerja para gurunya. Salah satu yang mempengaruhi kinerja adalah variable
organisasi. Disisi lain, faktor yang mempengaruhi kinerja guru terdiri dari faktor
eksternal dan faktor internal. Budaya sekolah dan beban kerja merupakan faktor
internal yang mempengaruhi kinerja seorang guru. Penelitian ini dilatarbelakangi
oleh hasil observasi awal pada beberapa SDIT di Banjarmasin bahwa budaya
sekolah ditandai oleh hubungan kerja yang harmonis antara guru, kepala sekolah,
dan siswa, serta kuatnya karakter religius sebagai identitas sekolah Islam terpadu.
Sementara itu, beban kerja menunjukkan adanya persepsi yang beragam dari guru.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Gibson bahwa
kinerja pekerjaan adalah hasil dari pekerjaan yang berkaitan dengan tujuan
organisasi. Teori Robbins dan Judge bahwa budaya organisasi mengacu pada
sistem makna bersama yang dimiliki oleh anggota yang membedakan organisasi
dari organisasi lain. Dan dalam Webster bahwa beban kerja sebagai jumlah
pekerjaan atau waktu bekerja yang diharapkan kepada pekerja dan total jumlah
pekerjaan yang harus diselesaikan oleh suatu departemen atau kelompok pekerja
dalam suatu periode waktu tertentu.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh budaya sekolah dan
beban kerja terhadap kinerja guru di Sekolah Dasar Islam Terpadu di kota
Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif.
Penelitian ini melibatkan guru dari SDIT Alhikmah, SDIT Nurul Fikri, SDIT
Insantama, dan SDIT Hunafaa. Dengan populasi 80 guru. Pengambilan sampel
menggunakan proportionate random sampling. Sampel yang didapat adalah 67
guru. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner skala likert, kemudian
dianalisis dengan regresi linear berganda menggunakan program SPSS 29 for Mac.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya sekolah berpengaruh positif
dan signifikan terhadap kinerja guru maka hipotesis alternatif (Ha) diterima dan
hipotesi nol (H0) ditolak. Selain itu, beban kerja juga berpengaruh positif dan
signifikan terhadap kinerja guru maka hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesi
nol (H0) ditolak. Hasil uji F menunjukkan bahwa kedua variabel independen, yaitu
budaya sekolah dan beban kerja, secara simultan berpengaruh signifikan terhadap
kinerja guru maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis alternatif (Ha) diterima dan
hipotesi nol (H0) ditolak
Strategi Komunikasi Hubungan Masyarakat Pondok Pesantren Darul Hijrah Putri dalam Meningkatkan Citra Melalui Media Sosial Instagram @ponpes.darulhijrahputri
Pemanfaatan media sosial semakin penting bagi lembaga pendidikan dalam
membangun komunikasi publik, termasuk Pondok Pesantren Darul Hijrah Putri.
Dalam konteks ini, Humas berperan strategis dalam memanfaatkan Instagram
sebagai sarana penyampaian informasi, publikasi kegiatan, serta pembentukan citra
lembaga. Pemanfaatan media sosial semakin penting bagi lembaga pendidikan
dalam membangun komunikasi publik, termasuk Pondok Pesantren Darul Hijrah
Putri. Dalam konteks ini, Humas berperan strategis dalam memanfaatkan Instagram
sebagai sarana penyampaian informasi, publikasi kegiatan, serta pembentukan citra
Lembaga. Namun, pondok menghadapi tantangan seperti peretasan akun,
keterbatasan teknis, serta meningkatnya kebutuhan publik terhadap transparansi
informasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi Humas
Pondok Pesantren Darul Hijrah Putri melalui Instagram dengan menggunakan
model Cutlip, Center, dan Broom. Penelitian menggunakan metode kualitatif
deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan terdiri dari
Tim Media Humas, OSDA Tim Media, wali santri, alumni, dan pengikut akun
Instagram pondok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap fact finding,
pondok mampu mengidentifikasi kebutuhan informasi publik, terutama wali santri
yang menginginkan komunikasi cepat dan transparan. Pada tahap perencanaan,
pondok merumuskan tujuan, menetapkan pesan utama, mengelompokkan jenis
konten, dan menyusun content plan sebagai dasar publikasi. Tahap pelaksanaan
dilakukan melalui dokumentasi kegiatan, editing, penyusunan caption, serta
publikasi konten dengan melibatkan Tim Media Humas dan OSDA. Instagram
dimanfaatkan melalui fitur Stories, Reels, dan Live. Pada tahap evaluasi, strategi
dinilai cukup efektif, dibuktikan dengan konsistensi unggahan, respons positif
publik, serta penguatan citra pondok sebagai lembaga Islam yang modern dan tertib,
meskipun masih terdapat kendala teknis dan situasional
Strategi Fundraising dan Consumer Trust pada Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) di Banjarmasin: Studi Kasus (TPA Unit 001 Iqra, TPA Unit 002 Da’watul Khair, TPA Unit 191 Al Inayah)
Tesis ini mengkaji strategi fundraising (penggalangan dana) dan perannya
dalam membangun consumer trust (kepercayaan masyarakat) sebagai faktor
penentu keberlanjutan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) di Banjarmasin.
Sebagai lembaga pendidikan nonformal yang tidak memperoleh dukungan
anggaran tetap dari pemerintah, TPA sangat bergantung pada partisipasi dan donasi
masyarakat. Kondisi ini menjadikan pengelolaan fundraising yang efektif,
transparan, dan berlandaskan hubungan sosial sebagai kebutuhan utama untuk
menjaga keberlangsungan operasional dan kualitas layanan pendidikan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan penerapan strategi
fundraising serta consumer trust yang diterapkan TPA, mengidentifikasi faktor
faktor yang memengaruhi efektivitas pelaksanaannya, dan menjelaskan kontribusi
kedua aspek tersebut terhadap keberlanjutan TPA di Banjarmasin. Penelitian
menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus multisitus pada tiga
TPA yang dinilai mampu bertahan dan berkembang, yaitu TPA Unit 001 Iqra, TPA
Unit 002 Da’watul Khair, dan TPA Unit 191 Al-Inayah. Data dikumpulkan melalui
wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan teknik triangulasi
sumber dan metode, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian
data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi fundraising ketiga TPA bersifat
berbasis komunitas dengan mengandalkan kedekatan sosial dan modal sosial
masyarakat. TPA Unit 001 Iqra menggunakan infaq spontan berbasis relasi
personal, TPA Unit 002 Da’watul Khair menerapkan infaq terstruktur dengan
dukungan laporan keuangan dan kegiatan tahunan, sedangkan TPA Unit 191 Al
Inayah memiliki sistem infaq yang paling sistematis dan transparan. Perbedaan
strategi tersebut menunjukkan pola yang sama, yaitu keberhasilan fundraising
berkorelasi erat dengan tingkat kepercayaan masyarakat, yang dipengaruhi oleh
faktor internal seperti kualitas pengajar, kepemimpinan amanah, transparansi dana,
serta faktor eksternal berupa budaya gotong royong dan lingkungan religius
Kontribusi Dukungan Sosial Terhadap Kecenderungan Perilaku Berisiko Penyalahgunaan Narkotika Pada Siswa di Sekolah Menegah Kejuruan Negeri 4 Banjarbaru
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta mengetahui tingkatan
pada dukungan sosial, tingkatan pada perilaku berisiko penyalahgunaan narkotika
serta apakah terdapat kontribusi antara dukungan sosial terhadap perilaku berisiko
penyalahgunaan narkotika pada siswa Sekolah Menegah Kejuruan Negeri 4
Banjarbaru.
Penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif dengan skala dukungan sosial
berdasarkan teori dari Sarafino dan Smith, dan perilaku berisiko penyalahgunaan
narkotika mengacu pada indikator dari Badan Narkotika Nasional tahun 2019.
Teknik penggumpulan data menggunakan model Likert yang dibagikan secara
offline. Instrumen penelitian terdiri atas 21 aitem untuk dukungan sosial dan 9
aitem untuk perilaku berisiko penyalahgunaan narkotika. Dari populasi 289 siswa
di Sekolah Menegah Kejuruan Negeri 4 Banjarbaru diambel sampel sebanyak 165
siswa sebagai responden dalam penelitian ini.
Hasil penelitian ini menunjukkan siswa Sekolah Menegah Kejuruan Negeri
4 Banjarbaru memiliki 1) Tingkat Dukungan Sosial pada siswa berada pada tingkat
tinggi sebanyak 147 orang atau sebesar (89%). 2) Tingkat perilaku berisiko
penyalahgunaan narkotika pada siswa berada pada tingkat tinggi sebanyak 9 orang
atau sebesar (5%). 3) terdapat kontribusi antara dukungan sosial terhadap perilaku
berisiko penyalahgunaan narkotika pada siswa Sekolah Menegah Kejuruan Negeri
4
Banjarbaru diperoleh hasil koefisien regresi -0,064 artinya setiap 1%
penambahan dukungan sosial terjadi pengurangan perilaku berisiko sebesar 0,064.
Nilai sig sebesar 0,001< 0,05, dan nilai R square sebesar 0,125, artinya nilai
dukungan sosial terhadap perilaku berisiko penyalahgunaan narkotika sebesar
12,5% dan 87,5% dipengaruhi faktor lai
Manusia Sebagai Khalifah dalam Perspektif Ahsin Sakho Muhammad
Khalifah bukanlah sebuah gelar semata. Gelar khalifah adalah sebuah
tanggung jawab yang diberikan kepada manusia. Maka dari itu manusia harus
melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi larangannya. Kemudian manusia
menegakkan kehendak Allah dan menerapkan ketetapan-Nya. Sebagai khalifah,
manusia harus mejaga interaksi antara manusia dengan alam dengan sesuai dengan
petunjuk Ilahi yang tertera dalam kitab suci-Nya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna manusia sebagai khalifah
menurut Ahsin Sakho Muhammad dan mengetahui metode tafsir yang digunakan
oleh Ahsin Sakho Muhammad untuk mengetahui makna manusia sebagai khalifah.
Penelitian ini dilakukan berdasarkan penelitian pustaka (library research) dengan
pendekatan kualitatif deskriptif. Mengumpulkan data yang berkaitan dengan tema
manusia sebagai khalifah menurut Ahsin Sakho Muhammad.
Adapun hasil penelitiannya adalah Ahsin Sakho Muhammad berusaha
menekankan bahwa khalifah itu adalah amanah yang harus dijalankan dengan ilmu,
keadilan, dan kesadaran sebagai seorang hamba Allah. Jadi khalifah itu tidak hanya
terbatas pada penguasa atau sistem dari suatu daerah, melainkan ditujukan untuk
seluruh manusia ketika ia hidup hingga ia wafat atau hingga tiba hari kiamat. Dalam
menjelaskan penafsiran manusia sebagai khalifah, Ahsin Sakho Muhammad
menggunakan metodologi tafsir termatik atau maudhû’î, dengan corak penafsiran
adabi al-ijtimâ’î. Sedangkan jenis penafsiran yang digunakan adalah bi al-ma’tsûr
dan bi ar-ra’y
Eksistensi Dukungan Sosial dan Budaya Religius dalam Manajemen Pendidikan Santri Broken Home di Pondok Pesantren Darul Hijrah Putri Martapura Kalimantan Selatan
Santriwati broken home di Pondok Pesantren Darul Hijrah Putri Martapura
menghadapi berbagai tantangan psikososial seperti rendahnya motivasi, kesulitan
belajar, hingga perilaku menyimpang akibat kurangnya dukungan keluarga.
Kondisi ini berpengaruh pada perkembangan karakter, prestasi akademik, dan
kesejahteraan emosional mereka. Oleh karena itu, dibutuhkan peran pesantren
dalam menyediakan dukungan sosial serta membangun budaya religius yang
mampu menjadi penopang bagi santri broken home.
Secara teoritis, penelitian ini berpijak pada konsep dukungan sosial yang
mencakup aspek emosional, instrumental, informatif, dan penghargaan, serta teori
budaya religius yang menekankan pembiasaan nilai-nilai agama dalam kehidupan
sehari-hari. Kedua teori tersebut dipadukan dengan pendekatan manajemen
pendidikan berbasis POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling), yang
memungkinkan pesantren mengelola strategi pendampingan secara terstruktur bagi
santriwati broken home.
Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus.
Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi langsung, serta
dokumentasi yang melibatkan santri broken home, guru, dan pengasuh sebagai
informan. Analisis dilakukan secara deskriptif eksploratif untuk mengidentifikasi
bentuk dukungan sosial, praktik budaya religius, serta bagaimana keduanya
diterapkan dalam manajemen pendidikan di lingkungan pesantren.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial diwujudkan melalui
bimbingan guru, konseling, perhatian emosional, serta dukungan teman sebaya,
sedangkan budaya religius tercermin dalam disiplin ibadah berjamaah, pengajian,
dan keteladanan pengasuh. Integrasi keduanya menciptakan lingkungan kondusif
yang mampu meningkatkan rasa aman, motivasi belajar, serta pembentukan
karakter religius santri broken home. Namun demikian, keterbatasan SDM, beban
kerja pengasuh, dan stigma sosial masih menjadi kendala yang memerlukan
penguatan program konseling dan pelatihan pendidik agar dukungan tersebut lebih
efektif