IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Hubungan antara Kecemasan Berbicara di Depan Kelas dengan Indeks Prestasi Akademik pada Mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam UIN Antasari Banjarmasin Angkatan 2023
Kecemasan berbicara di depan kelas merupakan salah satu bentuk
kecemasan komunikasi yang dapat memengaruhi performa akademik mahasiswa.
Kecemasan ini muncul ketika mahasiswa merasa takut, gugup, atau tidak percaya
diri saat berbicara di depan kelas, khususnya dalam situasi akademik seperti
presentasi atau diskusi kelas. Tingkat kecemasan yang tinggi dapat berdampak pada
kemampuan mahasiswa dalam menyampaikan ide, memahami materi, dan
berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran, sehingga mempengaruhi Indeks
Prestasi Akademik para mahassiwa. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat
kecemasan berbicara di depan kelas, Indeks Prestasi Akademik, dan hubungan
kecemasan di depan kelas dengan Indeks Prestasi Akademik pada Mahasiswa
Jurusan Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam UIN Antasari Banjarmasin
Angkatan 2023.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian
korelasional. Metode pengumpulan data melalui kuesioner kecemasan berbicara di
depan kelas dan dokumentasi. Sampel penelitian meliputi seluruh mahasiswa
Jurusan Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam UIN Antasari Banjarmasin
Angkatan 2023. Teknik analisis data menggunakan SPSS versi 25 dengan uji
persyaratan menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji hipotesis dan uji
linearitas.
Hasil penelitian dari 42 mahasiswa menunjukan Indeks Prestasi Komulatif
pada mahasiswa di atas 3,5. Hasil uji korelasi Pearson antara kecemasan berbicara
di depan kelas dengan Indeks Prestasi Akademik menunjukkan tidak terdapat
hubungan yang signifikan antara kecemasan berbicara di depan kelas dengan
Indeks Prestasi Akademik. H₀ (hipotesis nol) menyatakan bahwa tidak terdapat
hubungan yang signifikan antara kecemasan berbicara di depan kelas dengan
Indeks Prestasi Akademik mahasisw
Manajemen Pelayanan Umrah di PT. Avicenna Taibah Wisata Tour & Travel Banjarbaru
Indonesia merupakan negara yang mayoritas penduduknya beragama
Islam, dimana minat untuk melaksanakan haji dan umrah sangat tinggi. Kondisi
ini menjadi peluang bagi travel untuk mendapatkan jemaah sebanyak-banyaknya
melalui pemberian pelayanan terbaik agar dapat bersaing dengan travel lainnya.
Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen pelayanan
umrah di PT. Avicenna Taibah Wisata Banjarbaru dan mengetahui faktor
pendukung dan penghambat PT. Avicenna Taibah Wisata dalam memberikan
pelayanan umrah pada jemaahnya.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif
kualitatif. Metode pengumpulan data pada penelitian ini diambil melalui
observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari
pimpinan, staff karyawan, ustaz/mutawwif dan jemaah. Adapun analisis data
pada penelitian ini yaitu koleksi data, reduksi data, penyajian data dan penarikan
kesimpulan. Pengecekan keabsahan data pada penelitian ini menggunakan metode
triangulasi, member check dan menggunakan bahan referensi.
Hasil penelitian ini adalah manajemen pelayanan umrah di PT. Avicenna
Taibah Wisata Tour & Travel Banjarbaru dalam pelaksanaannya menggunakan
fungsi manajemen yang meliputi planning, organizing, actuating dan controlling
dalam setiap kegiatan yang dilakukan mulai dari pendaftaran, keberangkatan
sampai kepulangan PT. Avicenna Taibah Wisata & Tour memberikan pelayanan
semaksimal mungkin kepada para jemaah dengan membantu menyiapkan berkas,
menyediakan hotel di Mekkah dan Madinah, menyediakan konsumsi jemaah, alat
transportasi hingga kesehatan yang semuanya dipersiapkan dengan matang untuk
terciptanya kenyamanan jemaah. Faktor pendukung perusahaan PT. Avicenna
Taibah
Wisata
& Tour Banjarbaru adalah pembimbing yang
berpengalaman,Akomodasi hotel yang nyaman dan strategis, transportasi yang
efektif, komunikasi yang efektif, sitem informasi yang efektif. Sedangkan faktor
penghambatnya harga tiket yang sewaktu bisa berubah,timbulnya pesaingan yang
ada dikarenakan banyaknya travel-travel pelenggara ibadah umrah,harga dolar
yang semakin meningkat, dan kurangnya pengetahuan dari calon jemaah
Pengaruh Fear Of Missing Out, Financial Knowledge, Dan Lifestyle Terhadap Perilaku Mahasiswa UIN Antasari Dalam Penggunaan Financial Technology
Dunia terus bertransformasi dengan hadirnya inovasi teknologi di bidang
keuangan, yaitu Financial Technology. Fintech memberikan kemudahan terutama
bagi generasi Z, khususnya mahasiswa. Namun, kemudahan ini juga
menimbulkan tantangan, seperti fenomena psikologis Fear Of Missing Out
(FOMO) yang membuat mahasiswa rela mengikuti tren terbaru tanpa
pertimbangan terlebih dulu agar tidak ketinggalan tren. Ditambah lagi, kurangnya
kesadaran akan pengetahuan keuangan juga mempengaruhi perilaku dan gaya
hidup. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi
perilaku mahasiswa UIN Antasari dalam penggunaan Fintech, baik secara parsial
maupun simultan.
Metode penelitian menggunakan survei kuantitatif dengan kuesioner.
Populasi yaitu mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin angkatan 2021-2024 yang
menggunakan aplikasi Fintech. Sampel sebanyak 100 responden diambil dengan
rumus Cochran dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil
penelitian menunjukkan variabel FOMO tidak berpengaruh signifikan secara
parsial terhadap perilaku penggunaan Fintech (t=0,716
0,05). Sebaliknya, Financial Knowledge (t=3,706 > 1,660; sig=0,000 < 0,05) dan
Lifestyle (t=7,634 > 1,660; sig=0,000 < 0,05) berpengaruh signifikan secara
parsial. Secara simultan, Fear Of Missing Out, Financial Knowledge, dan
Lifestyle berpengaruh signifikan dan positif terhadap perilaku mahasiswa UIN
Antasari dalam penggunaan Financial Technolog
Pengelolaan Wisata Religi Pada Makam Datu Kandang Haji Kecamatan Juai Kabupaten Balangan.
Latar belakang penelitian ini berfokus pada kegiatan dakwah modern
melalui wisata religi, khususnya ziarah ke makam wali seperti makam Datu
Kandang Haji di Balangan. Wisata religi ini telah menjadi kegiatan keagamaan
rutinan bagi sebagian masyarakat, dan makam Datu Kandang Haji menjadi
destinasi populer karena sejarahnya sebagai ulama penyebar agama Islam di
Balangan. Pengeolaan wisata religi di makam ini menjadi topik menerik untuk di
teliti.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang mengunakan
pendekatan kualitatif, yang bertujuan untuk memahami pengelolaan wisata religi
di
makam Datu Kandang Haji, terkaiat perencanaan, pengorganisasian,
pelaksanaan, dan pengawasan, serta faktor pendukung dan penghamabat yang ada
di pengelolaan wisata religi makam Datu Kandang Haji. Subjek penelitian ini
adalah pengurus makam Datu Kandang Haji, dan teknik pemgumpulan data
melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menemukan bahwa wisata religi makam Datu Kandang
Haji memiliki pengelolaan yang efektif yang dijalankan oleh pengurus makam.
Pengelolaan
ini
mencakup fungsi manajemen seperti perencanaan,
pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Faktor pendukung pengelolaan
makam meliputi lokasi yang mudah di akses, komplesk makam yang luas, dan
paertisipasi warga sekitar. Namun, terdapat juga faktor penghambat seperti
kurangnya penataan tempat, navigasi yang kurang memadai, kurangnya informasi
tentang sejarah Datu Kandang Haji, serta pengelolaan admistrasi dan
pengorganisasian yang belum optima
Pola Asuh Nenek dalam Pendidikan Akhlak Anak pada Serial Upin dan Ipin Season 18 Tahun 2024
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pola asuh nenek serta
implementasi pendidikan akhlak yang ditampilkan dalam serial animasi Upin dan
Ipin Season 18 Tahun 2024. Serial ini dipilih karena karakter Opah (nenek) menjadi
figur sentral dalam proses pembentukan akhlak anak-anak di lingkungan keluarga.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian library
research. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap lima episode pilihan dari
kanal YouTube resmi Les’ Copaque Production.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh nenek dalam serial ini
didominasi oleh pola asuh otoritatif (Demokratis), dengan beberapa unsur permisif
(Laissez faire) pada konteks tertentu. Pola asuh tersebut tercermin melalui pendekatan
penuh kasih sayang, tegas, dan edukatif. Pendidikan akhlak yang ditanamkan
mencakup: akhlak terhadap Allah (Hablumminallah), akhlak terhadap sesama
manusia (Hablumminannas), dan akhlak terhadap lingkungan. Adapun metode
pendidikan akhlak yang digunakan mencakup metode keteladanan (uswah hasanah),
pembiasaan (ta’wid), nasihat (mau’izhah), serta motivasi dan peringatan (targhib wa
tarhib).
Penelitian ini menunjukkan bahwa media animasi dapat menjadi sarana efektif
dalam menyampaikan nilai-nilai moral dan pendidikan akhlak melalui representasi
tokoh keluarga, khususnya peran nenek sebagai pendidik utama dalam rumah tangga
Gender Perspective in Discourse Marker Analysis on BBC Learning English Podcast
This study examined the type and function of discourse markers
used by both women and men podcasters in 15 selected episodes of the BBC
Learning English Podcast, applying Schiffrin's theory. The research aimed
to identify types and function of discourse markers used and analyzed
differences gender in used discourse marker by women and men on BBC
Learning English Through content analysis of the podcast transcripts, a total
of 651 discourse markers were identified and categorized. The findings
aligned with Schiffrin's theory, encompassed six categories of discourse
markers: Information Management, Response, Connectives, Cause and
Result, Temporal Adverbs, and Information and Participation. The
discourse marker and was the most frequently used by both genders
(women: 117, men: 149). Men used discourse markers more often overall
(total 336) compared to women (total 315). The primary function of
discourse markers most frequently conveyed by both genders was
connecting ideas, clauses, or sentences, especially to link similar ideas
during podcast conversations. Other common functions included
introducing, shifting, or returning to a topic; acknowledging or reacting to
previous utterances; showing causal relationships; and indicating the
temporal order of events and marking the transition of the relevance of the
information state. Gender differences in discourse marker use aligned with
Tannen's (1990) theory. Women utilized these to foster rapport and offer
proposals, while men used them to emphasize status and structure factual
information. Women used but for compromise and men used it for direct
correction. These findings highlight how subtle linguistic choices reflect
gendered communication pattern
Manajemen Infak Dan Sedekah Pada Badan Pengelola UPZ Masjid Miftahul Ihsan ( Masjid Hijau ) Kelurahan Landasan Ulin Barat Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru
Kemiskinan yang masih terjadi di Kota Banjarbaru mendorong peran strategis
masjid sebagai lembaga sosial keagamaan dalam pengelolaan dana infak dan
sedekah. Masjid Miftahul Ihsan, yang dikenal sebagai Masjid Hijau, telah
mendapatkan kepercayaan dari jamaah dalam pengumpulan dan penyaluran dana
sosial. Meskipun demikian, pengelolaan dana tersebut masih menghadapi berbagai
tantangan, seperti keterbatasan efisiensi, transparansi, serta distribusi yang belum
sepenuhnya optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan
menganalisis manajemen pengelolaan dana infak dan sedekah, yang mencakup
perencanaan, pengumpulan, distribusi, serta tantangan dan solusi yang diterapkan
oleh Badan Pengelola UPZ Masjid Miftahul Ihsan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis
penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui
observasi, wawancara mendalam kepada ketua, sekretaris, bendahara, serta anggota
Unit Pengumpul Zakat (UPZ), dan studi dokumentasi yang mencakup RAPBM,
laporan keuangan, hingga bukti distribusi program sosial. Analisis data dilakukan
dengan pendekatan teori manajemen POAC (planning, organizing, actuating,
controlling).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen ZISWAF di Masjid
Miftahul Ihsan dilakukan secara sistematis. Perencanaan dilakukan melalui
penyusunan RAPBM tahunan dan evaluasi program sebelumnya. Pengumpulan
dana dilakukan melalui kotak amal, donasi rutin, dan kegiatan keagamaan.
Distribusi dilaksanakan melalui program terstruktur seperti Jumat Berkah Sayur,
bantuan pendidikan, dan kesehatan. Tantangan utama meliputi keterbatasan
relawan, minimnya digitalisasi pelaporan, dan fluktuasi partisipasi masyarakat.
Solusi yang diterapkan meliputi pelatihan SDM, peningkatan pemanfaatan
teknologi informasi, serta penguatan transparansi dan pelibatan jamaah. Penelitian
ini menunjukkan bahwa pengelolaan ZISWAF oleh masjid dapat berjalan efektif
apabila didukung sistem manajemen yang terencana dan partisipati
Korelasi Pelayanan Prima Terhadap Kepuasan Nasabah pada Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Pembantu Sentra Antasari
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pelayanan prima sebagai
salah satu faktor utama dalam menciptakan kepuasan nasabah, terutama dalam
sektor perbankan syariah yang menekankan pada nilai etika, kepercayaan, dan
akhlakul karimah. Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang Pembantu (KCP)
Sentra Antasari dipilih karena telah menerima beberapa penghargaan pelayanan
terbaik, serta memiliki lokasi yang strategis dan intensitas pelayanan yang tinggi.
Namun, masih terdap at perbedaan hasil dalam penelitian terdahulu mengenai
pengaruh pelayanan prima terhadap kepuasan nasabah, sehingga penting untuk
dilakukan penelitian lanjutan dalam konteks ini.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei
melalui penyebaran kuesioner kepada 97 responden yang dipilih menggunakan
teknik purposive sampling. Variabel pelayanan prima (X) diukur melalui enam
indikator: ability, attitude, appearance, attention, action, dan accountability.
Sedangkan kepuasan nasabah (Y) diukur berdasarkan lima indikator utama:
kinerja sesuai harapan, biaya sesuai, rekomendasi, alasan utama, dan akses lokasi.
Analisis data dilakukan menggunakan uji regresi linear sederhana, uji validitas,
reliabilitas, serta uji asumsi klasik.
Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan
signifikan antara pelayanan prima terhadap kepuasan nasabah. Berdasarkan uji
regresi linear sederhana diperoleh nilai koefisien regresi sebesar 0,928, artinya
setiap peningkatan 1 satuan pelayanan prima akan meningkatkan kepuasan
nasabah sebesar 0,928 poin. Sedangkan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar
0,975, yang berarti 97,5% variasi kepuasan nasabah dapat dijelaskan oleh
pelayanan prima. Sisanya 2,5% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian
ini
Efisiensi Penggunaan M-Banking dalam Transaksi Jual Beli di Pasar Tapandang Berseri Pelaihari
Dalam transaksi jual beli di Pasar Tapandang Berseri Pelaihari sebagian
penjual sudah menerapkan sistem transfer kepada pembeli jika pembeli ingin
membayar secara non-tunai. Penerapan M-Banking bagi pedagang adalah untuk
memfasilitasi transaksi tanpa menggunakan uang tunai di pasar tradisional sehingga
transaksi jual beli menjadi lebih efisien. Penelitian ini bertujuan untuk 1)
mengetahui efisiensi penggunaan m-banking dalam transaksi jual beli di Pasar
Tapandang Berseri Pelaihari dan 2) mengetahui kendala penggunaan m-banking
dalam transaksi jual beli di Pasar Tapandang Berseri Pelaihari.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
lapangan (field research) dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif.
Sumber data dalam penelitian ini adalah penjual dan pembeli yang menggunakan
M-Banking dalam transaksi jual beli di Pasar Tapandang Berseri Pelaihari. Teknik
pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi,
wawancara dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan
metode berfikir deduktif.
Temuan dari penelitian ini adalah 1) Efisiensi penggunaan m-banking dalam
transaksi jual beli di Pasar Tapandang Berseri Pelaihari cukup besar. Dari segi
kemudahan, m-banking memungkinkan transaksi jual beli di pasar menjadi lebih
mudah dan praktis. Dari segi kecepatan, transaksi menggunakan m-banking dapat
dilakukan dengan cepat, hanya dalam hitungan detik, pembeli juga tidak perlu
menunggu kembalian atau menghitung uang tunai. Dari segi efisiensi waktu dan
biaya, penjual dan pembeli dapat melakukan transaksi kapan saja dan di mana
saja. Dari segi keamanan, m-banking dapat mengurangi risiko kehilangan atau
pencurian uang tunai. Namun, walaupun efisiensi penggunaan m-banking dalam
transaksi jual beli di Pasar Tapandang Berseri Pelaihari cukup besar, namun
sebagian besar pedagang lebih nyaman bertransaksi secara tunai. 2) Kendala
penggunaan m-banking dalam transaksi jual beli di Pasar Tapandang Berseri
diantaranya kurangnya pemahaman tentang m-banking di kalangan pedagang dan
pembeli, serta kekhawatiran akan keamanan transaksi, adanya pengenaan biaya
transaksi dan keterbatasan perangkat yang digunakan pejual. Selain itu, gangguan
sistem pada aplikasi m-banking juga menjadi masalah yang sering terjadi, yang
dapat menyebabkan transaksi gagal atau tertunda
Implementasi Peraturan Walikota Banjarmasin No. 9 Tahun 2024 tentang Pemberian Bantuan Sosial Bersyarat bagi Pasangan Usia Subur Miskin dan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial di Kecamatan Banjarmasin Selatan
Penelitian ini dilatarbelakangi masalah kemiskinan dan ketimpangan sosial
merupakan tantangan utama dalam pembangunan daerah, termasuk di Kota
Banjarmasin. Pemerintah Kota Banjarmasin mengeluarkan Peraturan Walikota No.
9 Tahun 2024 sebagai upaya memberikan bantuan sosial bersyarat kepada pasangan
usia subur miskin dan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Namun,
pelaksanaan bantuan tersebut masih menghadapi persoalan serius, seperti distribusi
yang tidak merata, kurangnya pengawasan, serta minimnya keterlibatan masyarakat
rentan dalam proses pendataan. Fenomena ini menjadi latar belakang penting dalam
penelitian ini, terutama dengan fokus pada wilayah Kecamatan Banjarmasin
Selatan, yang memiliki angka kemiskinan cukup tinggi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Peraturan Walikota
Banjarmasin No. 9 Tahun 2024 di Kecamatan Banjarmasin Selatan serta
mengidentifikasi kendala dan solusi yang muncul dalam pelaksanaannya.
Penelitian juga berupaya mengevaluasi peran pemerintah daerah dalam penyediaan
layanan kesejahteraan sosial secara adil dan berkelanjutan.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode yuridis-empiris
pendekatan sosiologi hukum. Data diperoleh melalui observasi, wawancara
langsung dengan warga yang tidak menerima bantuan meski tergolong miskin, serta
dokumentasi kebijakan terkait. Lokasi penelitian difokuskan pada Kelurahan
Pekauman, Kecamatan Banjarmasin Selatan, dengan informan dari Dinas Sosial
dan masyarakat setempat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Perwali tersebut belum
sepenuhnya optimal. Banyak warga miskin yang belum terdata dan tidak menerima
bantuan, menunjukkan lemahnya sistem pendataan dan pengawasan oleh pihak
terkait. Selain itu, faktor komunikasi yang tidak efektif dan minimnya koordinasi
antarinstansi juga turut menghambat keberhasilan program. Diperlukan
pembenahan menyeluruh dari sisi teknis, sistem verifikasi, dan transparansi agar
kebijakan ini benar-benar menjangkau sasaran yang tepat