IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
    25640 research outputs found

    Implementasi Pembelajaran Profil Pelajar Pancasila pada Kelas IV di SDN Sungai Lulut 1 Banjarmasin

    Get PDF
    Penelitian ini mengkaji pembelajaran profil pelajar pancasila yang perlu dimiliki oleh peserta didik untuk memperkuat nilai-nilai luhur pancasila melalui enam karakteristik utama, yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, memiliki kebhinekaan global, gotong royong, kemandirian, kemampuan bernalar kritis, dan kreativitas. Fokus penelitian ini adalah menanamkan karakter serta keterampilan peserta didik sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pelaksanaan pembelajaran Profil Pelajar Pancasila pada siswa kelas IV di SDN Sungai Lulut 1 Banjarmasin serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan bersifat kualitatif, yaitu data berupa informasi atau keterangan yang tidak dinyatakan dalam bentuk angka, meliputi tahapan seleksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Informan dalam penelitian ini adalah wali kelas IV dan kepala sekolah SDN Sungai Lulut 1 Banjarmasin, yang berperan sebagai partisipan. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa implementasi profil pelajar Pancasila dalam pembelajaran pendidikan Pancasila sudah berjalan dengan baik dan sesuai dengan karakteristik profil pelajar Pancasila. Faktor pendukung dalam proses pelaksanaan profil pelajar Pancasila dalam pembelajaran pendidikan Pancasila yaitu sarana dan prasarana yang memadai, dukungan orang tua wali murid, budaya sekolah yang positif, materi pembelajaran yang relevan, kurikulum yang terintegrasi dengan nilai-nilai Pancasila serta dukungan dari rekan sejawat dan pihak sekolah melalui kebijakan serta fasilitas yang menunjang. Sedangkan untuk faktor penghambatnya yaitu kurangnya pelatihan untuk guru mengenai bagaimana proses pelaksanaan kurikulum merdeka belajar dan daya serap anak yang berbeda bed

    Upaya Guru Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Ibadah Pada Anak Berkebutuhan Khusus di SMP Negeri 14 Banjarmasin

    Get PDF
    SMP Negeri 14 Banjarmasin merupakan sekolah inklusi dengan jumlah anak berkebutuhan khusus terbanyak di kota Banjarmasin. Sekolah ini memiliki berbagai kegiatan rutin ibadah seperti Tadarus al-Qur’an, shalat berjamaah, dan pembacaan surah Yasin, yang mewajibkan partisipasi seluruh peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya guru dalam meningkatkan kedisiplinan ibadah pada anak berkebutuhan khusus di SMP Negeri 14 Banjarmasin dan faktor pendukung dan penghambat upaya guru upaya guru dalam meningkatkan kedisiplinan ibadah pada anak berkebutuhan khusus di SMP Negeri 14 Banjarmasin. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research) dengan jenis penelitian kualitatif. Pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah guru pendidikan agama islam dan guru pendamping khusus di SMP Negeri 14 Banjarmasin. Sedangkan objek penelitian ini upaya guru dalam meningkatkan kedisiplinan ibadah anak berkebutuhan khusus di SMP Negeri 14 Banjarmasin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru dalam meningkatkan kedisiplinan ibadah pada anak berkebutuhan khusus di SMP Negeri 14 Banjarmasin dilakukan oleh guru dengan pertama guru berupaya sebagai pembimbing, kedua guru berupaya sebagai teladan, ketiga guru berupaya sebagai motivator, keempat guru berupaya sebagai penasehat, kelima guru berupaya sebagai evaluator. Adapun faktor pendukung upaya guru dalam meningkatkan kedisiplinan ibadah anak berkebutuhan khusus di SMP Negeri 14 Banjarmasin adalah dengan adanya sarana dan prasarana yang memadai, kerja sama antara guru dan orang tua dan guru memahami pola pikir anak berkebutuhan khusus. Kemudian faktor penghambat upaya guru dalam meningkatkan kedisiplinan ibadah anak berkebutuhan khusus kondisi mental anak berkebutuhan khusus yang berubah-uba

    Implementasi Bimbingan Keagamaan dalam Membentuk Karakter Religius Anak di Madrasah Diniyah Takmiliyah Tarbiyatul Islamiyah Kota Banjarmasin

    Get PDF
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya pembentukan karakter religius anak di era modern saat ini karena pengaruh budaya luar dan perkembangan teknologi yang pesat menyebabkan pentingnya upaya pembentukan karakter religius sejak dini agar anak-anak memiliki pegangan kuat dalam menjalani kehidupan yang berlandaskan ajaran Islam. Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) adalah lembaga yang membentuk karakter religius di mana bimbingan keagamaan menjadi bagian integral dalam proses pembelajaran. Dalam konteks ini, peran guru menjadi sangat penting dalam mengimplementasikan bimbingan keagamaan untuk membentuk karakter religius anak. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi bimbingan keagamaan di MDT Tarbiyatul Islamiyah Kota Banjarmasin dalam membentuk karakter religius anak, serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap guru dan siswa di MDT Tarbiyatul Islamiyah. Teknik analisis data mengacu pada model Miles dan Huberman yang mencakup tiga tahap utama, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk memastikan keabsahan data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber, metode, dan waktu. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk memahami secara mendalam bagaimana bimbingan keagamaan diimplementasikan serta faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan keagamaan di MDT Tarbiyatul Islamiyah dilakukan melalui berbagai kegiatan, seperti pembelajaran tauhid, fiqih, hadis, dan akhlak, serta praktik ibadah seperti salat berjamaah dan tadarus Al-Qur'an. Implementasi bimbingan keagamaan ini terbukti efektif dalam membentuk karakter religius anak, yang tercermin dalam sikap jujur, disiplin, tanggung jawab, dan sopan santun mereka. Faktor pendukung utama adalah lingkungan madrasah yang kondusif dan peran aktif guru dalam memberikan bimbingan, sementara hambatan yang dihadapi meliputi pengaruh lingkungan luar yang kurang mendukung nilai-nilai religius. Penelitian ini menegaskan bahwa bimbingan keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter religius anak, perlu terus dikembangkan dan didukung oleh berbagai pihak untuk mencapai hasil yang lebih optimal

    Nilai-Nilai Pendidikan pada Tradisi Pembacaan Manakib di Kabupaten Banjar

    Get PDF
    Tradisi adalah warisan masa lalu yang dilestarikan, dijalankan dan dipercaya hingga saat ini. Tradisi tersebut baik berupa nilai, norma sosial, pola kelakuan, dan adat kebiasaan lain yang merupakan wujud dari aspek kehidupan. Proses belajar dalam konteks tradisi bukan hanya dalam bentuk internalisasi dari sistem “pengetahuan” yang diperoleh manusia melalui proses pewarisan atau transmisi dalam keluarga, lewat pendidikan formal di sekolah atau lemaga pendidikan formal lainnya, melainkan juga diperoleh melalui proses belajar dari berinteraksi dengan lingkungan alam dan sekitarnya. Salah satu tradisi yang merupakan media proses pembelajaran Islam adalah tradisi Pembacaan Manakib. Tradisi Pembacaan Manakib baik dalam perencanaan maupun pelaksanaannya memiliki nilai-nilai pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali data tentang nilai-nilai pendidikan pada tradisi Pembacaan Manakib di Kabupaten Banjar yang mencakup nilai pendidikan religius, nilai pendidikan moral, nilai pendidikan sosial, dan nilai pendidikan budaya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Lokasi penelitian ini bertempat di Kabupaten Banjar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosesi pelaksanaan dan latar belakang Pembacaan Manakib di Kabupaten Banjar dilaksanakan dengan cara yang beragam. Adapun beragam prosesi tersebut adalah sebelum Manakib dibacakan terlebih dahulu diawali dengan berbagai kegiatan seperti ziarah bersama, pembacaan burdah, pembacaan Yasin, pembacaan selawat, dan pembacaan syair-syair. Setelah selesai Pembacaan Manakib, ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan yaitu ceramah agama, pembacaan tahlil, dan do’a. Adapun nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam tradisi Pemacaan Manakib yang dilakukan pada masyarakat Kabupaten Banjar adalah nilai pendidikan religius, nilai pendidikan moral, nilai pendidikan sosial, dan nilai pendidikan budaya

    Pengaruh Bimbingan dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Matematika Kelas III SDN Kuripan 2 Banjarmasin

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi dengan hasil belajar matematika siswa rata rata belum tuntas. Untuk siswa yang lambat dalam memahami materi, dia akan mengalami kesulitan dalam memahami materi juga mengerjakan latihan soal yang diberikan oleh guru, sehingga hasil belajar yang diperolehnya belum maksimal atau masih rendah. Maka perlu adanya bimbingan dan dorongan motivasi. Bimbingan dan motivasi belajar merupakan program yang di sediakan di SDN Kuripan 2 Banjarmasin untuk mengatasi masalah belajar tersebut. faktor mendukung yang ikut menentukan keberhasilan peserta didik dalam mencapai hasil belajar yang lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bimbingan dan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika kelas III SDN Kuripan 2 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif non-eksperimen berdasarkan variabel yang diteliti, masalah yang dirumuskan, dan hipotesis yang diajukan. Penelitian ini dilakukan dengan desain ex post facto. Tidak ada kontrol langsung terhadap variabel-variabel yang diteliti dalam penelitian ini, karena peristiwa telah terjadi atau sudah terjadinya bimbingan dan motivasi di kelas tersebut. Sampel dalam penelitian ini seluruh siswa yang mengikuti bimbingan di kelas III C yaitu 29 siswa. Teknik pengumpulan data melalui angket dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data menggunakan uji regresi linier berganda antara lain uji t, uji f dan uji koefesien determinasi Hasil penelitian menunjukkan bimbingan dan motivasi belajar berpengaruh secara positif terhadap hasil belajar Siswa di Kelas III pada mata pelajaran Matematika di SDN Kuripan 2 Banjarmasin. Hal ini ditunjukan hasil koefesien regresi persamaan 34.294 artinya jika variabel X1 (bimbingan) dan X2 (motivasi belajar) tidak di masukkan dalam penelitian ini maka hasil belajar siswa masih meningkat sebesar 34.294%. Dan hasil uji hipotesis (uji T) diperoleh nilai Sig.(0,000) < (0,05) maka H0 ditolak sehingga bimbingan dan motivasi belajar berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa. Adapun besaran pengaruh nya sebesar 21,5% yang dapat di lihat pada tabel hasil koefesien determinas

    Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) Berbantuan Media Kertas Origami dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Mata Pelajaran Matematika Kelas V SDN Pemurus Dalam 7

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan model pembelajaran kooperatif think pair share berbantuan media kertas origami dalam meningkatkan motivasi belajar matematika. Pembelajaran yang masih monoton meyebabkan siswa mengalami kejenuhan, siswa lebih suka bermain dan bercanda, dan model dan media pembelajaran yang digunakan guru sangat terbatas sehingga motivasi belajar siswa menurun. Penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan, penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen dengan metode pre-experimental design. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimen One-Group Pretest-Posttest. Populasi dalam penelitian ini melibatkan yang melibatkan 28 siswa (13 laki-laki dan 15 perempuan). Teknik pengumpulan menggunakan observasi, dokumentasi, dan kuesioner yang mengukur motivasi belajar sebelum dan sesudah perlakuan. Pengisian kusioner dilaksanakan dengan 25 butir soal yang telah dilakukan uji validitas, uji reliabilitas dan teknik analisis data. Teknik analisis data yang digunakan ada 2, yaitu analisis data deskripsi dan analisi statistik infrensial yang meliputi uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis dengan menggunakan metode uji paired t-test dan uji n gain score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata motivasi belajar siswa meningkat dari 77.0 (kategori cukup baik) pada pre-test menjadi 83.6 (kategori baik) pada post-test, dengan nilai signifikansi α < 0.05, yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari model pembelajaran yang digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif think pair share berbantuan media kertas origami. Uji N Gain Score menunjukkan rata-rata N-Gain sebesar 0.30, yang diturunkan sebagai peningkatan motivasi belajar dalam kategori sedang

    Implementasi Metode Ummi dalam Pembelajaran Tahsinul Qur’an di Rumah Tahfidz Al-Haramain Kelurahan Telawang Kota Banjarmasin

    Get PDF
    Latar Belakang Masalah penulisan skripsi ini adalah penerapan metode pembelajaran tahsin Al-Qur’an melalui metode Ummi, yang merupakan cara membaca Al-Qur’an dengan langsung menerapkan bacaan tartil sesuai dengan kaidah tajwid. Rumah Tahfidz Al-Haramain adalah sebuah lembaga pendidikan Al Qur’an di Banjarmasin yang telah mengimplementasikan metode Ummi. Upaya ini dilakukan untuk membekali santri agar menjadi generasi penerus yang teguh pada ajaran Islam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Penerapan metode ummi, serta Faktor Pendukung dan Penghambat Metode Ummi dalam Pembelajaran Tahsinul Qur’an di Rumah Tahfidz Al-Haramain Kelurahan Telawang Kota Banjarmasin. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 1 Ustadz, 1 Ustadzah, dan 5 santri, sedangkan objeknya adalah implementasi metode Ummi dalam pembelajaran tahsin Al-Qur’an. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta analisis data dilakukan melalui editing, klasifikasi, dan interpretasi. Hasil Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi metode Ummi dalam pembelajaran tahsin Al-Qur’an berjalan efektif dengan pendekatan direct method, repetisi, dan kasih sayang terhadap santri. Pendekatan ini memudahkan guru dalam mengamati kemampuan dan perkembangan setiap santri dalam membaca Al-Qur’an dengan benar. Penerapan metode Ummi mencakup berbagai kegiatan, yaitu kegiatan awal, inti, dan akhir yang sesuai dengan pedoman Ummi. Rumah Tahfidz Al-Haramain memiliki tenaga pengajar yang profesional dan menguasai metode Ummi dalam pembelajaran tahsin Al Qur’an. Faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan metode Ummi meliputi siswa, situasi dan kondisi, fasilitas yang memadai, serta tenaga pendidik. Sementara itu, faktor penghambat terdiri dari variasi kemampuan anak, kurangnya pengawasan dari orang tua, dan keterbatasan ruang untuk kegiatan pembelajara

    Upaya Guru Pendamping Khusus Dalam Membangun Kemandirian Anak Autism Spectrum Disorder Di PAUD Terpadu Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin

    Get PDF
    Kemandrian merupakan aspek penting dalam perkembangan anak, terutama bagi anak berkebutuhan khusus, termasuk anak yang memiliki hambatan Autism Spectrum Disorder (ASD). Dalam pendidikan anak usia dini (PAUD), peran Guru Pendamping Khusus (GPK) menjadi krusial dalam membangun kemandirian anak ASD. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya GPK dalam membangun kemandirian anak ASD serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam proses tersebut di PAUD Terpadu Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah satu orang GPK dan satu anak ASD. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model dari Miles dan Huberman yang terdiri dari kondensasi data, penyajian data, dan kesimpulan. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GPK memiliki peran penting dalam membangun kemandirian anak ASD melalui pendekatan instruksi langsung, pengulangan, pemberian kesempatan, pemberian contoh, bantuan fisik jika diperlukan, serta penguatan positif. Faktor pendukung dalam membangun kemandirian anak ASD meliputi dukungan orang tua, kerja sama antara guru dan orang tua, serta lingkungan sekolah yang mendukung dengan kemampuan memadai. Namun terdapat beberapa faktor penghambat seperti kesulitan komunikasi antara anak dan GPK, perilaku anak yang tidak terprediksi, serta keterbatasan anak dalam memahami instruksi. Faktor-faktor ini menjadi tantangan yang harus diatasi dengan strategi khusus agar anak dapat mencapai kemandirian secara optima

    Tinjaun Hukum Islam Terhadap Upah Yang Diterima Oleh Driver Shopeefod Yang Menggunakan Aplikasi Rekayasa Lokasi Di Kota Banjarmasin

    Get PDF
    Penelitian ini membahas mengenai tinjauan hukum Islam terhadap upah yang diterima oleh driver shopeefood yang menggunakan aplikasi rekayasa lokasi di Kota Banjarmasin dalam perspektif hukum Islam. Latar belakang penelitian ini adalah dengan meningkatnya persaingan di antara driver Shopeefood yang menyebabkan beberapa dari mereka menggunakan aplikasi pihak ketiga untuk memanipulasi lokasi guna memperoleh lebih banyak pesanan. Praktik ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana praktik penggunaan aplikasi rekayasa lokasi dan tinjauan hukum islam terhadap upah yang diterima oleh driver shopeefood yang menggunakan aplikasi rekayasa lokasi di Kota Banjarmasin. Metode penelitian yang digunakan adalah metode hukum empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan lima driver Shopeefood yang menggunakan maupun tidak menggunakan aplikasi rekayasa lokasi, serta analisis terhadap tinjauan hukum Islam mengenai upah yang diperoleh dari praktik ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian driver Shopeefood yang menggunakan aplikasi rekayasa lokasi menyadari bahwa tindakan tersebut dapat merugikan rekan sesama driver dan tidak sesuai dengan etika Islam. Namun, faktor ekonomi menjadi alasan utama mereka tetap melakukannya. Dari perspektif hukum Islam, praktik ini dikategorikan sebagai perbuatan yang tidak sesuai dengan prinsip etika bisnis islam, karena terdapat unsur ketidakjujuran dan kecurangan serta ketidakadilan dalam memperoleh penghasilan, walaupun syarat dan rukunnya telah terpenuhi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan aplikasi rekayasa lokasi dalam konteks kerja sebagai driver Shopeefood bertentangan dengan nilai-nilai kejujuran dalam Islam dan berpotensi menyebabkan ketidakadilan bagi driver lain serta kerugikan kepa pihak konsumen. Oleh karena itu, disarankan agar pihak Shopeefood memperbanyak sosialisasi terhadap larangan penggunaan aplikasi rekayasa lokasi dan disarankan untuk meningkatkan sistem keamanan aplikasi guna mencegah penyalahgunaan lokasi, serta memberikan edukasi kepada driver mengenai pentingnya memperoleh rezeki dengan cara yang bai

    Bahasa Seksisme Di Media Sosial TikTok Dalam Perspektif Luce Irigaray

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketidakadilan gender yang dialami perempuan dalam bentuk bahasa yang bersifat seksisme di media sosial. Bentuknya diskriminasi, subordinasi, dan stereotif berdasar gender. Hal tersebut menunjukkan bahwa, perlakuan tidak adil terhadap perempuan terjadi tidak saja di dunia nyata, namun juga di dunia maya, khususnya media sosial TikTok. Fenomena tersebut beriringan dengan pandangan Luce Irigaray sebagai seorang filsuf sekaligus feminis yang mengungkap tentang persoalan bahasa dengan seksisme dan memasukkannya sebagai bagian dari ketidakadilan gender. Oleh karena itu, kajian tentang bahasa seksisme di media sosial TikTok dalam perspektif Luce Irigaray perlu dilakukan. Adapun tujuannya mengungkap apa saja bahasa seksisme di media sosial TikTok, serta bagaimana fenomena ini dianalisis melalui perspektif Luce Irigaray. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Subjek kajian penelitian ini adalah komentar netizen. Adapun objek kajiannya ialah bahasa seksisme yang terdapat dalam isi komentar dua content creator TikTok dari akun Clara Shinta dan akun Ratu Aulia yang kemudian dianalisis menggunakan perspektif Luce Irigaray. Penelitian ini menemukan bahwa, bahasa seksisme di media sosial TikTok muncul dalam bentuk objektifikasi tubuh, stereotip gender, dan subordinasi perempuan. Objektifikasi tubuh terlihat dari komentar netizen yang fokus pada fisik perempuan dan bukan pada isi pesan dalam video tersebut. Stereotip gender tercermin dalam pandangan netizen yang menghakimi penampilan fisik dan peran tradisional perempuan. Adapun subordinasi perempuan tampak dari komentar merendahkan, dan ujaran kasar. Menurut Luce Irigaray, bahasa seksisme yang disampaikan netizen menunjukkan maskulinitas bahasa yang berusaha mengontrol perempuan di ruang publik, dan menghadirkan kekerasan verbal. Upaya transformasi bahasa melalui respons Clara Shinta dan Ratu Aulia di media sosial yang didukung perempuan lain terlihat dari perlawanan bahasa mereka melalui penjelasan yang mereka kemukakan dengan maksud agar tercipta ruang ekspresi yang lebih berkeadilan bagi perempua

    25,587

    full texts

    25,640

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IDR UIN Antasari Banjarmasin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇