IDR UIN Antasari Banjarmasin
Not a member yet
25640 research outputs found
Sort by
Implementasi Pembelajaran Profil Pelajar Pancasila pada Kelas IV di SDN Sungai Lulut 1 Banjarmasin
Penelitian ini mengkaji pembelajaran profil pelajar pancasila yang perlu
dimiliki oleh peserta didik untuk memperkuat nilai-nilai luhur pancasila melalui
enam karakteristik utama, yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
berakhlak mulia, memiliki kebhinekaan global, gotong royong, kemandirian,
kemampuan bernalar kritis, dan kreativitas. Fokus penelitian ini adalah
menanamkan karakter serta keterampilan peserta didik sebagai upaya
meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah
menganalisis pelaksanaan pembelajaran Profil Pelajar Pancasila pada siswa kelas
IV di SDN Sungai Lulut 1 Banjarmasin serta mengidentifikasi faktor-faktor yang
mendukung dan menghambat proses tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik
pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data
yang dilakukan bersifat kualitatif, yaitu data berupa informasi atau keterangan yang
tidak dinyatakan dalam bentuk angka, meliputi tahapan seleksi data, penyajian data,
dan penarikan kesimpulan. Informan dalam penelitian ini adalah wali kelas IV dan
kepala sekolah SDN Sungai Lulut 1 Banjarmasin, yang berperan sebagai partisipan.
Hasil penelitian ini menyatakan bahwa implementasi profil pelajar
Pancasila dalam pembelajaran pendidikan Pancasila sudah berjalan dengan baik
dan sesuai dengan karakteristik profil pelajar Pancasila. Faktor pendukung dalam
proses pelaksanaan profil pelajar Pancasila dalam pembelajaran pendidikan
Pancasila yaitu sarana dan prasarana yang memadai, dukungan orang tua wali
murid, budaya sekolah yang positif, materi pembelajaran yang relevan, kurikulum
yang terintegrasi dengan nilai-nilai Pancasila serta dukungan dari rekan sejawat dan
pihak sekolah melalui kebijakan serta fasilitas yang menunjang. Sedangkan untuk
faktor penghambatnya yaitu kurangnya pelatihan untuk guru mengenai bagaimana
proses pelaksanaan kurikulum merdeka belajar dan daya serap anak yang berbeda
bed
Upaya Guru Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Ibadah Pada Anak Berkebutuhan Khusus di SMP Negeri 14 Banjarmasin
SMP Negeri 14 Banjarmasin merupakan sekolah inklusi dengan jumlah
anak berkebutuhan khusus terbanyak di kota Banjarmasin. Sekolah ini memiliki
berbagai kegiatan rutin ibadah seperti Tadarus al-Qur’an, shalat berjamaah, dan
pembacaan surah Yasin, yang mewajibkan partisipasi seluruh peserta didik,
termasuk anak berkebutuhan khusus.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya guru dalam
meningkatkan kedisiplinan ibadah pada anak berkebutuhan khusus di SMP Negeri
14 Banjarmasin dan faktor pendukung dan penghambat upaya guru upaya guru
dalam meningkatkan kedisiplinan ibadah pada anak berkebutuhan khusus di SMP
Negeri 14 Banjarmasin.
Penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research) dengan jenis
penelitian kualitatif. Pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Subjek penelitian ini adalah guru pendidikan agama islam dan guru pendamping
khusus di SMP Negeri 14 Banjarmasin. Sedangkan objek penelitian ini upaya guru
dalam meningkatkan kedisiplinan ibadah anak berkebutuhan khusus di SMP
Negeri 14 Banjarmasin.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru dalam meningkatkan
kedisiplinan ibadah pada anak berkebutuhan khusus di SMP Negeri 14 Banjarmasin
dilakukan oleh guru dengan pertama guru berupaya sebagai pembimbing, kedua
guru berupaya sebagai teladan, ketiga guru berupaya sebagai motivator, keempat
guru berupaya sebagai penasehat, kelima guru berupaya sebagai evaluator. Adapun
faktor pendukung upaya guru dalam meningkatkan kedisiplinan ibadah anak
berkebutuhan khusus di SMP Negeri 14 Banjarmasin adalah dengan adanya sarana
dan prasarana yang memadai, kerja sama antara guru dan orang tua dan guru
memahami pola pikir anak berkebutuhan khusus. Kemudian faktor penghambat
upaya guru dalam meningkatkan kedisiplinan ibadah anak berkebutuhan khusus
kondisi mental anak berkebutuhan khusus yang berubah-uba
Implementasi Bimbingan Keagamaan dalam Membentuk Karakter Religius Anak di Madrasah Diniyah Takmiliyah Tarbiyatul Islamiyah Kota Banjarmasin
Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya pembentukan karakter
religius anak di era modern saat ini karena pengaruh budaya luar dan perkembangan
teknologi yang pesat menyebabkan pentingnya upaya pembentukan karakter
religius sejak dini agar anak-anak memiliki pegangan kuat dalam menjalani
kehidupan yang berlandaskan ajaran Islam. Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT)
adalah lembaga yang membentuk karakter religius di mana bimbingan keagamaan
menjadi bagian integral dalam proses pembelajaran. Dalam konteks ini, peran guru
menjadi sangat penting dalam mengimplementasikan bimbingan keagamaan untuk
membentuk karakter religius anak. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui bagaimana implementasi bimbingan keagamaan di MDT Tarbiyatul
Islamiyah Kota Banjarmasin dalam membentuk karakter religius anak, serta
mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam proses tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian
lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan
dokumentasi terhadap guru dan siswa di MDT Tarbiyatul Islamiyah. Teknik
analisis data mengacu pada model Miles dan Huberman yang mencakup tiga tahap
utama, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk
memastikan keabsahan data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber,
metode, dan waktu. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk memahami
secara mendalam bagaimana bimbingan keagamaan diimplementasikan serta
faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilannya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan keagamaan di MDT
Tarbiyatul Islamiyah dilakukan melalui berbagai kegiatan, seperti pembelajaran
tauhid, fiqih, hadis, dan akhlak, serta praktik ibadah seperti salat berjamaah dan
tadarus Al-Qur'an. Implementasi bimbingan keagamaan ini terbukti efektif dalam
membentuk karakter religius anak, yang tercermin dalam sikap jujur, disiplin,
tanggung jawab, dan sopan santun mereka. Faktor pendukung utama adalah
lingkungan madrasah yang kondusif dan peran aktif guru dalam memberikan
bimbingan, sementara hambatan yang dihadapi meliputi pengaruh lingkungan luar
yang kurang mendukung nilai-nilai religius. Penelitian ini menegaskan bahwa
bimbingan keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter religius
anak, perlu terus dikembangkan dan didukung oleh berbagai pihak untuk mencapai
hasil yang lebih optimal
Nilai-Nilai Pendidikan pada Tradisi Pembacaan Manakib di Kabupaten Banjar
Tradisi adalah warisan masa lalu yang dilestarikan, dijalankan dan
dipercaya hingga saat ini. Tradisi tersebut baik berupa nilai, norma sosial, pola
kelakuan, dan adat kebiasaan lain yang merupakan wujud dari aspek kehidupan.
Proses belajar dalam konteks tradisi bukan hanya dalam bentuk internalisasi dari
sistem “pengetahuan” yang diperoleh manusia melalui proses pewarisan atau
transmisi dalam keluarga, lewat pendidikan formal di sekolah atau lemaga
pendidikan formal lainnya, melainkan juga diperoleh melalui proses belajar dari
berinteraksi dengan lingkungan alam dan sekitarnya. Salah satu tradisi yang
merupakan media proses pembelajaran Islam adalah tradisi Pembacaan Manakib.
Tradisi Pembacaan Manakib baik dalam perencanaan maupun pelaksanaannya
memiliki nilai-nilai pendidikan.
Penelitian ini bertujuan untuk menggali data tentang nilai-nilai pendidikan
pada tradisi Pembacaan Manakib di Kabupaten Banjar yang mencakup nilai
pendidikan religius, nilai pendidikan moral, nilai pendidikan sosial, dan nilai
pendidikan budaya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis
penelitian lapangan (field research). Lokasi penelitian ini bertempat di Kabupaten
Banjar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosesi pelaksanaan dan latar
belakang Pembacaan Manakib di Kabupaten Banjar dilaksanakan dengan cara
yang beragam. Adapun beragam prosesi tersebut adalah sebelum Manakib
dibacakan terlebih dahulu diawali dengan berbagai kegiatan seperti ziarah
bersama, pembacaan burdah, pembacaan Yasin, pembacaan selawat, dan
pembacaan syair-syair. Setelah selesai Pembacaan Manakib, ada beberapa
kegiatan yang dilaksanakan yaitu ceramah agama, pembacaan tahlil, dan do’a.
Adapun nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam tradisi Pemacaan Manakib
yang dilakukan pada masyarakat Kabupaten Banjar adalah nilai pendidikan
religius, nilai pendidikan moral, nilai pendidikan sosial, dan nilai pendidikan
budaya
Pengaruh Bimbingan dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Matematika Kelas III SDN Kuripan 2 Banjarmasin
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan hasil belajar matematika siswa rata
rata belum tuntas. Untuk siswa yang lambat dalam memahami materi, dia akan
mengalami kesulitan dalam memahami materi juga mengerjakan latihan soal yang
diberikan oleh guru, sehingga hasil belajar yang diperolehnya belum maksimal
atau masih rendah. Maka perlu adanya bimbingan dan dorongan motivasi.
Bimbingan dan motivasi belajar merupakan program yang di sediakan di SDN
Kuripan 2 Banjarmasin untuk mengatasi masalah belajar tersebut. faktor
mendukung yang ikut menentukan keberhasilan peserta didik dalam mencapai
hasil belajar yang lebih baik.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bimbingan dan
motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika
kelas III SDN Kuripan 2 Banjarmasin.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian ini termasuk penelitian
kuantitatif non-eksperimen berdasarkan variabel yang diteliti, masalah yang
dirumuskan, dan hipotesis yang diajukan. Penelitian ini dilakukan dengan desain
ex post facto. Tidak ada kontrol langsung terhadap variabel-variabel yang diteliti
dalam penelitian ini, karena peristiwa telah terjadi atau sudah terjadinya
bimbingan dan motivasi di kelas tersebut. Sampel dalam penelitian ini seluruh
siswa yang mengikuti bimbingan di kelas III C yaitu 29 siswa. Teknik
pengumpulan data melalui angket dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data
menggunakan uji regresi linier berganda antara lain uji t, uji f dan uji koefesien
determinasi
Hasil penelitian menunjukkan bimbingan dan motivasi belajar
berpengaruh secara positif terhadap hasil belajar Siswa di Kelas III pada mata
pelajaran Matematika di SDN Kuripan 2 Banjarmasin. Hal ini ditunjukan hasil
koefesien regresi persamaan 34.294 artinya jika variabel X1 (bimbingan) dan X2
(motivasi belajar) tidak di masukkan dalam penelitian ini maka hasil belajar siswa
masih meningkat sebesar 34.294%. Dan hasil uji hipotesis (uji T) diperoleh nilai
Sig.(0,000) < (0,05) maka H0 ditolak sehingga bimbingan dan motivasi belajar
berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa. Adapun besaran pengaruh
nya sebesar 21,5% yang dapat di lihat pada tabel hasil koefesien determinas
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) Berbantuan Media Kertas Origami dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Mata Pelajaran Matematika Kelas V SDN Pemurus Dalam 7
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan model pembelajaran
kooperatif think pair share berbantuan media kertas origami dalam meningkatkan
motivasi belajar matematika. Pembelajaran yang masih monoton meyebabkan
siswa mengalami kejenuhan, siswa lebih suka bermain dan bercanda, dan model
dan media pembelajaran yang digunakan guru sangat terbatas sehingga motivasi
belajar siswa menurun.
Penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan, penelitian ini menggunakan
jenis penelitian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen
dengan metode pre-experimental design. Desain penelitian yang digunakan adalah
eksperimen One-Group Pretest-Posttest. Populasi dalam penelitian ini melibatkan
yang melibatkan 28 siswa (13 laki-laki dan 15 perempuan). Teknik pengumpulan
menggunakan observasi, dokumentasi, dan kuesioner yang mengukur motivasi
belajar sebelum dan sesudah perlakuan. Pengisian kusioner dilaksanakan dengan
25 butir soal yang telah dilakukan uji validitas, uji reliabilitas dan teknik analisis
data. Teknik analisis data yang digunakan ada 2, yaitu analisis data deskripsi dan
analisi statistik infrensial yang meliputi uji normalitas, uji homogenitas, dan uji
hipotesis dengan menggunakan metode uji paired t-test dan uji n gain score.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata motivasi belajar siswa
meningkat dari 77.0 (kategori cukup baik) pada pre-test menjadi 83.6 (kategori
baik) pada post-test, dengan nilai signifikansi α < 0.05, yang menunjukkan adanya
pengaruh signifikan dari model pembelajaran yang digunakan yaitu model
pembelajaran kooperatif think pair share berbantuan media kertas origami. Uji N
Gain Score menunjukkan rata-rata N-Gain sebesar 0.30, yang diturunkan sebagai
peningkatan motivasi belajar dalam kategori sedang
Implementasi Metode Ummi dalam Pembelajaran Tahsinul Qur’an di Rumah Tahfidz Al-Haramain Kelurahan Telawang Kota Banjarmasin
Latar Belakang Masalah penulisan skripsi ini adalah penerapan metode
pembelajaran tahsin Al-Qur’an melalui metode Ummi, yang merupakan cara
membaca Al-Qur’an dengan langsung menerapkan bacaan tartil sesuai dengan
kaidah tajwid. Rumah Tahfidz Al-Haramain adalah sebuah lembaga pendidikan Al
Qur’an di Banjarmasin yang telah mengimplementasikan metode Ummi. Upaya ini
dilakukan untuk membekali santri agar menjadi generasi penerus yang teguh pada
ajaran Islam.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Penerapan metode ummi,
serta Faktor Pendukung dan Penghambat Metode Ummi dalam Pembelajaran
Tahsinul Qur’an di Rumah Tahfidz Al-Haramain Kelurahan Telawang Kota
Banjarmasin.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research)
dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 1 Ustadz, 1 Ustadzah,
dan 5 santri, sedangkan objeknya adalah implementasi metode Ummi dalam
pembelajaran tahsin Al-Qur’an. Teknik pengumpulan data meliputi observasi,
wawancara, dan dokumentasi, serta analisis data dilakukan melalui editing,
klasifikasi, dan interpretasi.
Hasil Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi
metode Ummi dalam pembelajaran tahsin Al-Qur’an berjalan efektif dengan
pendekatan direct method, repetisi, dan kasih sayang terhadap santri. Pendekatan
ini memudahkan guru dalam mengamati kemampuan dan perkembangan setiap
santri dalam membaca Al-Qur’an dengan benar. Penerapan metode Ummi
mencakup berbagai kegiatan, yaitu kegiatan awal, inti, dan akhir yang sesuai
dengan pedoman Ummi. Rumah Tahfidz Al-Haramain memiliki tenaga pengajar
yang profesional dan menguasai metode Ummi dalam pembelajaran tahsin Al
Qur’an. Faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan metode Ummi meliputi
siswa, situasi dan kondisi, fasilitas yang memadai, serta tenaga pendidik. Sementara
itu, faktor penghambat terdiri dari variasi kemampuan anak, kurangnya pengawasan
dari orang tua, dan keterbatasan ruang untuk kegiatan pembelajara
Upaya Guru Pendamping Khusus Dalam Membangun Kemandirian Anak Autism Spectrum Disorder Di PAUD Terpadu Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin
Kemandrian merupakan aspek penting dalam perkembangan anak, terutama
bagi anak berkebutuhan khusus, termasuk anak yang memiliki hambatan Autism
Spectrum Disorder (ASD). Dalam pendidikan anak usia dini (PAUD), peran Guru
Pendamping Khusus (GPK) menjadi krusial dalam membangun kemandirian anak
ASD. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya GPK dalam
membangun kemandirian anak ASD serta mengidentifikasi faktor pendukung dan
penghambat dalam proses tersebut di PAUD Terpadu Islam Sabilal Muhtadin
Banjarmasin.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan
menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah satu orang
GPK dan satu anak ASD. Teknik pengumpulan data meliputi observasi,
wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model dari
Miles dan Huberman yang terdiri dari kondensasi data, penyajian data, dan
kesimpulan. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber, triangulasi
teknik, dan triangulasi waktu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa GPK memiliki peran penting dalam
membangun kemandirian anak ASD melalui pendekatan instruksi langsung,
pengulangan, pemberian kesempatan, pemberian contoh, bantuan fisik jika
diperlukan,
serta penguatan positif. Faktor pendukung dalam membangun
kemandirian anak ASD meliputi dukungan orang tua, kerja sama antara guru dan
orang tua, serta lingkungan sekolah yang mendukung dengan kemampuan
memadai. Namun terdapat beberapa faktor penghambat seperti kesulitan
komunikasi antara anak dan GPK, perilaku anak yang tidak terprediksi, serta
keterbatasan anak dalam memahami instruksi. Faktor-faktor ini menjadi tantangan
yang harus diatasi dengan strategi khusus agar anak dapat mencapai kemandirian
secara optima
Tinjaun Hukum Islam Terhadap Upah Yang Diterima Oleh Driver Shopeefod Yang Menggunakan Aplikasi Rekayasa Lokasi Di Kota Banjarmasin
Penelitian ini membahas mengenai tinjauan hukum Islam terhadap upah
yang diterima oleh driver shopeefood yang menggunakan aplikasi rekayasa lokasi
di Kota Banjarmasin dalam perspektif hukum Islam. Latar belakang penelitian ini
adalah dengan meningkatnya persaingan di antara driver Shopeefood yang
menyebabkan beberapa dari mereka menggunakan aplikasi pihak ketiga untuk
memanipulasi lokasi guna memperoleh lebih banyak pesanan. Praktik ini bertujuan
untuk mengetahui bagaimana praktik penggunaan aplikasi rekayasa lokasi dan
tinjauan hukum islam terhadap upah yang diterima oleh driver shopeefood yang
menggunakan aplikasi rekayasa lokasi di Kota Banjarmasin.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode hukum empiris dengan
pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara
dengan lima driver Shopeefood yang menggunakan maupun tidak menggunakan
aplikasi rekayasa lokasi, serta analisis terhadap tinjauan hukum Islam mengenai
upah yang diperoleh dari praktik ini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian driver Shopeefood yang
menggunakan aplikasi rekayasa lokasi menyadari bahwa tindakan tersebut dapat
merugikan rekan sesama driver dan tidak sesuai dengan etika Islam. Namun, faktor
ekonomi menjadi alasan utama mereka tetap melakukannya. Dari perspektif hukum
Islam, praktik ini dikategorikan sebagai perbuatan yang tidak sesuai dengan prinsip
etika bisnis islam, karena terdapat unsur ketidakjujuran dan kecurangan serta
ketidakadilan dalam memperoleh penghasilan, walaupun syarat dan rukunnya telah
terpenuhi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan aplikasi
rekayasa lokasi dalam konteks kerja sebagai driver Shopeefood bertentangan
dengan nilai-nilai kejujuran dalam Islam dan berpotensi menyebabkan
ketidakadilan bagi driver lain serta kerugikan kepa pihak konsumen. Oleh karena
itu, disarankan agar pihak Shopeefood memperbanyak sosialisasi terhadap larangan
penggunaan aplikasi rekayasa lokasi dan disarankan untuk meningkatkan sistem
keamanan aplikasi guna mencegah penyalahgunaan lokasi, serta memberikan
edukasi kepada driver mengenai pentingnya memperoleh rezeki dengan cara yang
bai
Bahasa Seksisme Di Media Sosial TikTok Dalam Perspektif Luce Irigaray
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketidakadilan gender yang dialami
perempuan dalam bentuk bahasa yang bersifat seksisme di media sosial. Bentuknya
diskriminasi, subordinasi, dan stereotif berdasar gender. Hal tersebut menunjukkan
bahwa, perlakuan tidak adil terhadap perempuan terjadi tidak saja di dunia nyata,
namun juga di dunia maya, khususnya media sosial TikTok. Fenomena tersebut
beriringan dengan pandangan Luce Irigaray sebagai seorang filsuf sekaligus feminis
yang mengungkap tentang persoalan bahasa dengan seksisme dan memasukkannya
sebagai bagian dari ketidakadilan gender. Oleh karena itu, kajian tentang bahasa
seksisme di media sosial TikTok dalam perspektif Luce Irigaray perlu dilakukan.
Adapun tujuannya mengungkap apa saja bahasa seksisme di media sosial TikTok, serta
bagaimana fenomena ini dianalisis melalui perspektif Luce Irigaray.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif
kualitatif. Subjek kajian penelitian ini adalah komentar netizen. Adapun objek
kajiannya ialah bahasa seksisme yang terdapat dalam isi komentar dua content creator
TikTok dari akun Clara Shinta dan akun Ratu Aulia yang kemudian dianalisis
menggunakan perspektif Luce Irigaray.
Penelitian ini menemukan bahwa, bahasa seksisme di media sosial TikTok
muncul dalam bentuk objektifikasi tubuh, stereotip gender, dan subordinasi
perempuan. Objektifikasi tubuh terlihat dari komentar netizen yang fokus pada fisik
perempuan dan bukan pada isi pesan dalam video tersebut. Stereotip gender tercermin
dalam pandangan netizen yang menghakimi penampilan fisik dan peran tradisional
perempuan. Adapun subordinasi perempuan tampak dari komentar merendahkan, dan
ujaran kasar. Menurut Luce Irigaray, bahasa seksisme yang disampaikan netizen
menunjukkan maskulinitas bahasa yang berusaha mengontrol perempuan di ruang
publik, dan menghadirkan kekerasan verbal. Upaya transformasi bahasa melalui
respons Clara Shinta dan Ratu Aulia di media sosial yang didukung perempuan lain
terlihat dari perlawanan bahasa mereka melalui penjelasan yang mereka kemukakan
dengan maksud agar tercipta ruang ekspresi yang lebih berkeadilan bagi perempua